cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari, drg, M.Kes., Sp.Pros(K)
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 299 Documents
Pengaruh gel ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) terhadap kekerasan email gigi manusia (in vitro): The effects of green tea leaf extract gel (Camellia sinensis) toward the hardness of human tooth enamel (in vitro) Yongki, Rehatta; Rovani, Christine A.; Gemilang, Putri Tahta; Kawulusan, Netty N.
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.967 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.169

Abstract

Latar belakang: Email gigi terdiri atas 96%bahan anorganik, 1% organik, dan 3% air.Bahan anorganikterbesar pada email adalah hidroksiapatit, yang pada kondisi pH kritis akan larut dan bila berlanjut, akan memicu demineralisasi sehingga menurunkan kekerasan email gigi. Untuk mengimbangi demineralisasi perlu adanya remineralisasi yang salah satunya diperoleh dari teh hijau yang mengandung fluoride. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek gel ekstrak daun teh hijau terhadap kekerasan email gigi manusia. Metode: Penelitian eksperimen laboratorium dengan pretest-posttest with control group design. Sampel terdiri dari tiga puluh dua gigi premolar permanen rahang atas yang telah diekstraksi. Gigi dipotong pada cementoenamel junction. Mahkota gigi diletakkan pada blok orthoplast dengan permukaan bukal menghadap ke atas. Sampel dibagi secara random menjadi 2 kelompok yang sama banyak. Sampel dipendam di dalam gel ekstrak daun teh hijau (kelompok I) dan CPP-ACP sebagai kontrol positif (kelompok II) dengan lama waktu pemendaman 30 menit selama 7 hari. Pengukuran kekerasan email gigi dilakukan menggunakan universal hardness tester. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t paired dan uji-t independent. Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) terhadap kekerasan email gigi pada setiap periode antar kelompok. Simpulan: Gel ekstrak daun teh hijau hampir sama dengan CPP-ACP dalam hal meningkatkan kekerasan email gigi manusia.
Daya hambat ekstrak buah patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus: Inhibitory potency of extract of patikalafruit (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) on growth of Staphylococcus aureus Yusran, Ali; Muhammad, Fadel
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.653 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.168

Abstract

Patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) adalah salah satu jenis tanaman dari suku Zingiberaceae. Tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan pangan dan juga digunakan dalam pengobatan. Senyawa fitokimia bunga patikala diketahui terdiri atas alkaloid, flavonoid, polifenol, steroid, saponin, dan minyak atsiri. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat dari ekstrak buah Patikala terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimal (KHM) ekstrak buah Patikala terhadap S.aureus Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium. Hasil: Dari hasil pengujian KHM diketahui bahwa pertumbuhan bakteri terjadi pada konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35%. Terjadi peningkatan nilai rerata zona daya hambat ekstrak buah patikala terhadap S.aureus seiring dengan bertambah besarnya konsentrasi. Simpulan: Ekstrak buah patikala memiliki efektivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan S.aureus. Konsentrasi hambat minimal ekstrak patikala dalam menghambat pertumbuhan S.aureus adalah pada konsentrasi 10%.
Gambaran radiograf dari lesi keganasan maksilofasial: (literature review): Radiographic features of maxillofacial lesion lesions: (literature review) Epsilawati, L.; Firman, R.; Pramanik, F.; Ambarlita, Y.
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.875 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.167

Abstract

Kasus keganasan pada maksilofasial memang jarang ditemukan, akan tetapi keberadaannya di tubuh harus diwaspadai mengingat sifatnya yang berjalan cepat dan sangat progresif. Radiografi sebagai salah satu alat bantu diagnosis dapat digunakan untuk mengenal tanda keganasan yang terjadi. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyegarkan kembali ingatan para pembaca mengenai tanda keganasan pada maksilofasial melalui radiograf melalui studi pustaka yang membahas berbagai macam tanda lesi keganasan yang ada pada daerah maksilofasial. Lesi keganasan pada maksilofasial biasanya digolongkan berdasarkan jaringan asal dari lesi, yaitu jaringan lunak yang sering kita sebut sebagai karsinoma dan jaringan keras dikenal dengan sarkoma. Tiap lesi keganasan memiliki tanda umum, juga kekhususan yang khas yang terkadang sering dilupakan atau sulit dikenali. Disimpulkan yang dapat diambil pada tulisan ini adalah bahwa lesi keganasan merupakan lesi yang patut kita kenali terlebih melalui radiograf dengan cara mengenali berbagai macam tanda dan ciri keunikannya.
Kesesuaian antara metode analisis ruang Kesling dan arch length discrepancy: Compatibility between space analysis methods of Kesling and arch length discrepancy Putri Purwono, Bellandara Sukma; ., Susilowati
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.73 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.166

Abstract

Latar Belakang: Analisis ruang diperlukan untuk menentukan suatu rencana perawatan ortodontik yang akurat. Ada beberapa analisis, diantaranya adalah metode dari Kesling dan ALD. Metode Kesling dan ALD memiliki kemiripan dalam hal mengukur kebutuhan ruang dengan membandingkan panjang lengkung rahang dan panjang lengkung gigi. Oleh karena itu perlu diteliti kesesuaian antara kedua metode dalam aplikasinya terhadap pasien. Tujuan: Untuk mengetahui apakah metode Kesling mempunyai kesesuaian dengan metode ALD. Bahan dan metode: Dalam penelitian ini digunakan 30 pasang model studi (15 laki-laki dan 15 perempuan) yang memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut: periode gigi permanen, tidak mengalami anomali bentuk dan jumlah gigi, jumlah gigi lengkap dari molar pertama kanan sampai molar pertama kiri, pada rahang atas dan rahang bawah. Untuk metode Kesling panjang lengkung gigi diukur menggunakan jangka sorong dan panjang lengkung rahang diukur menggunakan kawat tembaga. Untuk metode ALD panjang lengkung gigi diukur menggunakan jangka sorong dan panjang lengkung rahang diukur secara segmental. Data diproses dengan program SPSS dan diuji dengan uji-t independent. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua analisis memiliki nilai p lebih besar dari 0,05, yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan. Simpulan: Ketika diaplikasikan kepada pasien, analisis ruang dari Kesling dan ALD tidak memiliki perbedaan yang bermakna.
Berbagai kondisi nyeri orofasial: nyeri dan mukosa: Orofacial pain conditions: pain and oral mucosa Karim, Punggawa Gauk; ., Harlina
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.286 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.165

Abstract

Pendahuluan: Nyeri adalah mekanisme protektif untuk menimbulkan kesadaran akan kenyataan bahwa sedang atau akan terjadi kerusakan jaringan. Nyeri orofasial merupakan gejala yang tersaji oleh karena spektrum yang luas dari suatu penyakit. Nyeri pada mukosa mulut merupakan gejala dari berbagai lesi pada mukosa mulut yang disebabkan oleh penyakit lokal dan sistemik. Nyeri mukosa mulut biasanya ditandai dengan sensasi terbakar, perih, dan nyeri. Berbagai lesi mukosa seperti ulkus, erosi dan luka mekanis merupakan faktor umum penyebab nyeri mukosa mulut, dan lesi dapat muncul karena faktor iatrogenik, seperti trauma pasca bedah dan pengobatan/ radioterapi daerah kepala dan leher. Nyeri mukosa mulut dapat juga terjadi karena adanya nyeri neuropatik yang disebabkan oleh kerusakan sistem saraf tepi dan saraf pusat. Tujuan: Pada makalah ini didiskusikan tentang berbagai kondisi nyeri orofasial yang mempengaruhi mukosa mulut. Pembahasan: Nyeri orofasial dapat dikategorikan berdasarkan kondisi nyeri neuropatik kronis, kondisi nyeri karena cedera mukosa akibat faktor lokal dan sistemik, dan kondisi nyeri karena cedera mukosa akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur. Simpulan: Terdapat banyak penyebab nyeri mukosa mulut yang berbeda dan banyak diantaranya memiliki gambaran klinis yang serupa sehingga sulit untuk dilakukan penegakan diagnosis. Namun, sangat penting jika pasien didiagnosis dengan akurat agar dapat dilakukan terapi yang sesuai.
Tingkat kebersihan gigi tiruan pada pasien pengguna gigi tiruan lengkap akrilik di Puskesmas Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan: Level of denture hygiene in complete acrylic dentist wearer at Puskesmas Malili East Luwu regency, South Sulawesi Adnan, Asti; Habar, Ike Damayanti
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.155 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.164

Abstract

Latar belakang: Penggunaan gigi tiruan tidak terlepas dari cara pengguna gigi tiruan tersebut membersihkan gigi tiruannya. Prosedur pembersihan gigi tiruan secara rutin dan teratur setiap hari harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah penumpukan plak dan perubahan warna pada gigi tiruan serta membersihkan debris dan kalkulus. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kebersihan gigi tiruan pada pasien pengguna gigi tiruan lengkap akrilik di Puskesmas Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian observasi deskriptif dengan desain cross sectional study ini dilakukan pada 35 sampel yang sebelumnya mengisi informed consent kemudian diwawancarai terkait hal-hal yang berhubungan dengan pembersihan gigi tiruan. Setelah itu subjek melepaskan gigi tiruannya untuk dilihat tingkat kebersihannya. Skor 1 gigi tiruan bersih dan tidak terdapat debris, skor 2 masih terdapat soft debris di antara gigi-gigi artifisial setelah dicuci di air mengalir, skor 3 soft debris terdapat di antara gigi artifisial dan pada permukaan intaglio gigi tiruan dan/atau hard debris dan stain menutupi gigi artifisial, dan bagian palatumnya. Data dianalisis menggunakan SPSS 21. Hasil: Sebanyak 16 orang (45,7%) pengguna gigi tiruan lengkap akrilik rahang atas tingkatnya kebersihan gigi tiruan baik, dan sebanyak 20 orang (57,1%) pengguna dengan tingkat kebersihan gigi tiruan buruk. Simpulan: Tingkat kebersihan gigi tiruan lengkap akrilik di Puskesmas Kecamatan Malili tergolong buruk dan belum memuaskan karena banyak pengguna gigi tiruan yang hanya menggunakan metode penyikatan sebagai satu-satunya metode pembersihan gigi tiruan.
Efek aplikasi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% pada prosedur home bleaching terhadap kekerasan dan kekasaran email: Effect of 10% carbamide peroxide and 6% hydrogen peroxide application at home bleaching procedure against roughness and hardness of enamel Anwar, Ayub Irmadani; Tjokro, Jennifer
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.637 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.163

Abstract

Bleaching dapat menyebabkan demineralisasi gigi sehingga home bleaching diduga menyebabkan perubahan kekerasan dan kekasaran email yang selanjutnya menjadi masalah yang lebih serius. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% pada prosedur home bleaching terhadap kekasaran dan kekerasan email. Bahan home bleaching hidrogen peroksida 6% diaplikasikan selama 10 menit sehari dan karbamid peroksida 10% diaplikasikan selama 8 jam sehari pada gigi premolar atas (N=9) selama dua minggu. Setelah setiap perlakuan dibilas dengan air mengalir lalu direndam kembali dalam saliva artifisial. Sembilan premolar dalam kelompok kontrol dibiarkan terendam dalam saliva artifisial selama dua minggu. Pengukuran kekerasan dan kekasaran dilakukan sebelum perlakuan dan setelah dua minggu diberikan perlakuan. Pengukuran kekerasan dengan satuan Brinnell Hardness Number menggunakan alat Brinnell Hardness Tester, sedangkan kekasaran diukur dengan alat profilometer (┬Ám). Peningkatan kekasaran gigi pada tiap kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang disignifikan (p>0,05), juga perbedaan peningkatan kekasaran gigi antar kelompok perlakuan tidak menunjukkan hasil yang bermakna (p>0,05). Sedangkan penurunan kekerasan email pada tiap kelompok menunjukkan hasil yang signifikan (p<0,05), tetapi perbedaan penurunan kekerasan gigi antar kelompok hidrogen peroksida 6% dan karbamid peroksida 10% tidak bermakna (p>0,05). Disimpulkan bahwa ada pengaruh aplikasi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% pada prosedur home bleaching terhadap penurunan kekerasan email, tetapi tidak ada peningkatan kekasaran email yang signifikan setelah aplikasi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% pada prosedur home bleaching.
Tingkat keparahan maloklusi pada anak usia 11-12 tahun dengan menggunakan Indeks Handicapping Malocclusion Assesment Record: Penelitian observasional di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng: Malocclusion severity in children 11-12 years using handicapping malocclusion assesment record index: Observational research in District Lalabata, Soppeng Nahusona, Donald R.; Sari, Juwita Purnama
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.651 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.162

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi merupakan masalah yang paling sering terjadi pada rongga mulut setelah karies dan penyakit periodontal. Penderita maloklusi di Indonesia cukup tinggi, sekitar 80% dari jumlah penduduk dan merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup bermakna. Salah satu metode mengidentifikasi dan menilai keparahan maloklusi, yaitu menggunakan Indeks Handicapping Malocclusion Assessment Record (HMAR). Indeks ini, secara kuantitatif dan objektif memberi penilaian terhadap ciri-ciri oklusi dan cara menentukan prioritas perawatan ortodontik menurut keparahan maloklusi. Tujuan: Untuk mengetahui informasi klinis gambaran tingkat keparahan maloklusi pada anak usia 11-12 tahun menggunakan Indeks HMAR. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 226 sampel dengan metode total sampling. Sampel diperiksa dan diukur dengan menggunakan Indeks HMAR. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Status maloklusi tertinggi adalah kategori maloklusi berat yang sangat perlu perawatan, yaitu sebanyak 70 sampel (31%), diikuti oleh maloklusi berat sebanyak 54 sampel (24%), kemudian maloklusi ringan kasus tertentu sebanyak 50 sampel (22,1%), dan maloklusi ringan sebanyak 37 sampel (16,4%). Simpulan: Gambaran tingkat keparahan maloklusi berdasarkan Indeks HMAR pada siswa sekolah dasar dengan persentase terbanyak, yaitu kategori maloklusi berat yang sangat memerlukan perawatan.
Penerapan proteksi dokter gigi sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi silang: Penelitian di Kota Makassar Siampa, Febrianty Alexes; Samad, Rasmidar
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.11 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i1.160

Abstract

Infeksi silang adalah masalah utama dalam kedokteran gigi. Dokter gigi merupakan salah satu profesi yang rawan untuk terjadi infeksi silang, sehingga dokter gigi butuh proteksi diri yang lebih maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proteksi diri yang dilakukan oleh dokter gigi. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar pada bulan Agustus?September 2012. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Dari populasi sebanyak 258 orang, ditentukan jumlah sampel 86 orang dokter gigi yang terdaftar sebagai anggota PDGI cabang Kota Makassar dengan metode simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kusioner dan berdasarkan hasil pengamatan. Data yang diperoleh diolah menggunakan program SPSS 16.0 dan dianalisis secara deskriptif frekuensi. Dari 86 dokter gigi terdapat 19,8% laki-laki dan 80,2% perempuan. Hasil penelitin menunjukkan bahwa dokter gigi yang divaksin hepatitis 61,6%. Dokter gigi yang selalu mengenakan masker 97,7%, dan 94,2% yang selalu menggunakan sarung tangan. Ada 27,9% dokter gigi yang selalu mengenakan sarung tangan double, 93% dokter gigi yang selalu mengganti sarung tangan pada setiap pasien yang berbeda, dan 15,1% dokter gigi selalu menggunakan kacamata pelindung, 45,3% dokter gigi selalu mengenakan jas pelindung, dan 86% dokter gigi selalu menggunakan larutan disinfektan. Disimpulkan bahwa tingkat pencapaian penerapan proteksi dokter gigi sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi silang hanya mencapai 51-75%.
Aplikasi bone graft dan platelet rich fibrin pada penanganan periodontitis agresif: Application of bone graft and platelet rich fibrin on treatment of aggressive periodontitis ., Misnova; Oktawati, Sri
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.605 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.161

Abstract

Penumpukan plak dan kalkulus menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan jaringan periodontal. Seorang perempuan usia 33 tahun dirujuk ke Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Hasanuddin, dengan keluhan gigi goyang. Pemeriksaan klinis pada gigi 14,15,16,17 goyang derajat 2, poket 6-8 mm, dan resesi gingiva serta kerusakan tulang vertikal dan horisontal pada radiografi. Pada kajian kasus ini dijelaskan penatalaksanaan bedah flap periodontal dengan bone graft dan PRF. Pada kunjungan awal dilakukan skeling dan root planing dan operasi periodontal seminggu kemudian. Full thickness flap dengan insisi sirkuler dibuat dari gigi 14 sampai 17, lalu dilakukan debridemen sampai furkasi gigi, dan dilanjutkan dengan penempatan bone graft dan platelet rich fibrin (PRF) yang sebelumnya telah disiapkan dari darah pasien sendiri. Flap direposisi dan dijahit dengan teknik simple suture kemudian ditutup dengan periodontal dressing selama dua minggu. Pasien dimedikasi oral dengan analgetik, antibiotik dan anti-inflamasi. Dua minggu pasca operasi terjadi peningkatan perlekatan dan jaringan gingiva dan kedalaman poket berkurang menjadi 3 mm. Disimpulkan bahwa perawatan periodontitis agresif dengan penggunaan bone graft dan PRF membantu regenerasi jaringan periodontal.

Page 1 of 30 | Total Record : 299


Filter by Year

2012 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue