cover
Contact Name
Sega Gumelar
Contact Email
sega.gumelar@gmail.com
Phone
+6287786666745
Journal Mail Official
sega.gumelar@gmail.com
Editorial Address
Cottonwood Tower C2010 BSD, Tangerang Selatan, Tangerang, Banten, Indonesia 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Studi Desain
Published by An1mage
ISSN : 25979647     EISSN : -     DOI : -
Cakupan (scope) AJSD adalah seni, desain, dan kebudayaan secara sains sosial, teknik-teknik (cara) dalam seni, desain, dan kebudayaan secara teori, sains terapan (applied science), dan terobosan teknik (cara baru) dalam seni, desain, dan kebudayaan yang luas.
Articles 20 Documents
HEGEFORMASLAVERY: PEMARGINALAN COMIC SANS MS DEMI PERSAINGAN KAPITALISME DI BUMI Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.464 KB)

Abstract

Seorang designer yang menggunakan font Comic Sans MS dalam karyanya akan dicemooh, dimarginalkan, dan langsung diisolasi, dihakimi hasil karyanya buruk dan tidak berkualitas hanya karena menggunakan font tersebut.   Font Comic Sans MS telah menjadi ajang pemarginalan yang meluas dan kebencian tersebut diajarkan di lembaga-lembaga sekolah, universitas, banyak asosiasi dan organisasi designer mencerca, melarang penggunaan font Comic Sans MS ini tanpa mengetahui benar ada kepentingan apa di baliknya dan bagaimana hal ini dapat terjadi. Banyak para designer sepakat bahwa penggunaan font Comic Sans MS harus dilenyapkan di muka Bumi ini. Kebencian dan pemarginalan terhadap font Comic Sans MS seolah tiada akhir, apalagi yang menggunakan font tersebut adalah seorang comic artist, dipastikan walaupun cerita dan gambarnya di atas rata-rata, tetapi saat komik karyanya menggunakan font Comic Sans MS, habis sudah dijadikan sasaran pemarginalan dan kebencian melalui system hegeformaslavery ini. 
MEMBONGKAR IMPAK DESAIN RUMAH TIPE KECIL DI CLUSTER magicka, magicka; Hana, Lidwina
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.716 KB)

Abstract

Kebutuhan terhadap rumah atau papan masuk dalam kategori kebutuhan primer manusia. Artinya setiap orang membutuhkan hunian. Berbeda dengan kebutuhan sandang dan pangan, kebutuhan hunian memerlukan dana yang tidak sedikit. Menyiasati lokasi, harga lahan dan material bangunan, serta biaya pembangunan, developer di perkotaan banyak membangun unit-unit hunian tipe kecil seperti tipe 21, tipe 27 dan tipe 36 dengan harapan masyarakat dapat menjangkaunya baik dari segi lokasi juga harga. Selain tipe yang kecil, rumah juga dibangun berdempetan, sehingga antar rumah memiliki dinding yang menempel. Selain itu developer marak membangun berdasar konsep cluster yakni rumah tanpa pagar karena developer menilai keamanan sudah diwakili pembangunan pagar tinggi mengelilingi komplek, juga sistem satu gerbang dengan penjagaan satuan pengamanan (satpam). Namun, pembangunan dengan desain tembok rumah yang saling menempel apakah membuat hubungan antar penghuninya semakin dekat atau malah menjauh? Tulisan ini membahas permasalahan yang timbul akibat pembangunan desain rumah kecil dalam cluster dan memberi solusinya
PENGABAIAN KEMACETAN: DESAIN LINTASAN REL KERETA STASIUN CISAUK KABUPATEN TANGERANG Ralemug, Tubagus
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.009 KB)

Abstract

Jalan Cisauk yang memiliki lintasan kereta dari arah Jakarta ke Rangkasbitung merupakan rute yang padat, intensitas meningkat pada pagi, siang, dan sore hari terlebih lagi adanya Stasiun Cisauk, di mana banyak orang turun dan naik di area tersebut, di sertai adanya area parkir yang juga berada di stasiun membuat semakin rumit dan padatnya arus lalu lintas dan potensi kemacetan yang sangat tinggi. Uniknya lagi pemerintah di Kecamatan Cisauk telah mengabaikan kemacetan yang terjadi tersebut, pengabaian kemacetan telah mencapai sepuluh tahunan dan tidak ada tanda-tanda akan ada solusi sampai studi ini dibuat. Kerugian secara ekonomi telah terlihat jelas karena pengabaian ini, belum lagi polusi udara, air, suara, serta mental tidak dapat ditaksir secara finansial.
PEMANFAATAN MEDIA ANIMASI DENGAN SIMULASI KOMPUTER EFEK VISUAL UNTUK MENDUKUNG ADEGAN Santoso, Frans
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.162 KB)

Abstract

Produksi efek visual kini sudah sangat umum ditemukan. Hampir semua movie, pada umumnya telah menggunakan efek visual. Teknologi komputer telah membuat sesuatu yang tadinya sangat sulit untuk dilakukan, sekarang menjadi mudah, dan bahkan dapat dipelajari seseorang dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menggunakan teknologi perangkat lunak komputer, efek visual dapat diperoleh dengan cara menyimulasikan adegan dengan perangkat lunak tiga dimensi atau 3D. Melanjutkan penelitian yang secara garis besarnya membahas pada tahap praproduksi yang telah penulis lakukan sebelumnya, kali ini penulis membahas tahapan selanjutnya yaitu tahapan simulasi. Di samping itu, penulis juga membahas produksi efek visual dari dalam negeri, yaitu efek visual dalam produksi sinetron, sebagai studi banding.
DESIGN KONSTRUKSI WARNA KULIT IDEAL Hana, Lidwina
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.442 KB)

Abstract

Perempuan dan produk kecantikan nampaknya dikorelasikan dengan sangat erat. Nyatanya, produk kecantikan juga dapat digunakan pria. Kecantikan yang dibahas dalam tulisan ini dibatasi mengenai kecantikan fisik (outer beauty), terutama persepsi warna kulit ideal yang dibangun industri melalui media massa. Industri menciptakan produk tanning dan whitenning, yang satu untuk mencoklatkan kulit, sementara yang lain mencerahkan. Sesuatu yang kontradiktif, namun keduanya dipasarkan kepada konsumen yang berbeda. Penelitian ini mengupas design yang dibuat pelaku industri dalam mengkonstruksi dan mengkomersialisasi kecantikan yang dilakukan oleh pihak industry berdasar persepsi warna kulit ideal.
BALIK LAYAR MEDIA VISUAL TRADISI OMED-OMEDAN Setiawan, I Nyoman Anom Fajaraditya; Putra, Putu Satria Udyana; Jayanegara, I Nyoman; Setiawan, I Ketut
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 2 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1852.914 KB)

Abstract

Omed-omedan merupakan salah satu tradisi yang masih eksis sampai dengan saat ini. Tradisi ini bertempat di Desa Sesetan, Banjar Kaja, Denpasar dan saat ini telah masuk sebagai bagian dari warisan budaya tradisi di Desa Sesetan yang mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Kota Denpasar. Tradisi ini selalu diadakan pada hari raya Ngembak Gni atau sehari setelah hari raya Nyepi di Bali.     Kegiatan omed-omedan diikuti oleh kaum muda-mudi desa setempat yang didukung oleh komponen desa adat serta perangkatnya termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Beberapa tahun terakhir, kegiatan dari tradisi ini dijadikan wadah festival yang menghadirkan pula hiburan rakyat pada acara tersebut. Statusnya kini sebagai ajang festival maka menjadi lebih meluas untuk kebutuhan media-media pendukung guna menyemarakkan acara. Saat ini tidak hanya penampilan omed-omedan, namun komponen hiburan tambahan juga menjadi agenda yang ditunggu pengunjung. Oleh sebab itu event omed-omedan dianggap sebagai peluang usaha kreatif dan bahkan agenda pengabdian pada masyarakat bagi akademisi terkait. Beragam media sebagai sarana visual menjadi elemen penting dalam menyemarakkan acara ini. Tentunya di balik itu, terdapat desainer yang melakukan suatu riset sehingga tak terlepas dari konsep festival dari tradisi ini.   
IMPAK DESAIN MAINAN UNTUK ANAK PADA KESETARAAN GENDER Hana, Lidwina
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 2 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.468 KB)

Abstract

Disadari atau tidak, dalam mengasuh, orang tua mengotak-otakkan jenis permainan sesuai gender. Boneka untuk anak perempuan, mobil-mobilan untuk anak laki-laki. Mainan anak dibedakan antara mainan untuk anak lelaki dan anak perempuan. Desain warna juga digunakan sebagai identitas dari suatu produk. Warna cerah untuk perempuan dan warna gelap untuk laki-laki. Termasuk dua warna yang kerap digunakan untuk melambangkan perempuan dan laki-laki yakni merah muda dan biru. Warna digunakan dalam segmentasi pasar berdasarkan jenis kelamin.  Perbedaan mainan anak laki-laki dan perempuan tidak hanya berhenti hingga pembedaan warna, namun juga jenis dan bentuknya. Stereotipe ini tidak luput dari peran perusahaan mainan yang memasarkan mainan berdasar stigma bahwa mainan tertentu, hanya cocok untuk jenis kelamin tertentu. Padahal, sesungguhnya mainan bersifat netral bahkan tidak perlu dikaitkan dengan gender.
CULTURAL DESIGN: USULAN BLOCK PENYATU UNTUK MAINAN JENIS TOY BLOCKS Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 2 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.643 KB)

Abstract

Memainkan mainan jenis Toy Blocks atau sering juga disebut dengan nama lain seperti building bricks, bulding blocks, atau hanya disebut blocks. Mainan jenis block dengan ragam merek dan ukuran ini sangat diminati oleh anak-anak laki dan perempuan yang masih dalam masa pertumbuhan sekitar usia 2-12 tahun.  Permainan ini dapat membangkitkan kreatifitas dalam membentuk sesuatu dengan menggabung-gabungkan satu block dengan lainnya dalam ragam warna dan ukuran. Namun tentu saja menyusun mainan blocks ini terkendala sistem dari permainan ini, yaitu hanya mampu membuat mainan dengan satu sisi kiri dan kanan saja, dan tidak dapat menyatukan kedua sisinya. Penelitian ini memberikan alternatif pendekatan baru, yaitu mengusulkan adanya desain baru dan ditambahkan dalam permainan blocks yang sudah ada, yaitu membuat blocks dalam ukuran dan ragam warna sesuai keperluan agar dapat menyatukan semua blocks kanan dan kiri, atau atas dan bawah. Sehingga permainan blocks lebih menarik dan memberikan pilihan baru dalam penyusunannya.          
USULAN PERATURAN DAERAH KEPADA PEMERINTAH DALAM MEMBATASI JUAL BELI TANAH DENGAN ORANG ASING DI PULAU SUMBA BARAT DAYA Settu, Victoria Michelle Krisnindyah
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 2 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.644 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara yang terkenal dengan negara seribu pulau. Salah satu pulau yang ada di Indonesia adalah Pulau Sumba. Pulau Sumba adalah pulau yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Sumba memiliki empat kabupaten yaitu Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Sumba Barat Daya adalah salah satu kabupaten yang memiliki banyak tempat wisata yang indah. Namun kelemahannya adalah Pemerintah Sumba Barat Daya membiarkan masyarakat menjual tanah mereka yang berada di dekat tempat wisata kepada orang asing. Hal ini disebabkan karena tidak adanya aturan daerah yang membatasi masyarakat dalam pembatasan jual beli tanah kepada orang asing dari luar negeri. Selain itu bangsa asing bukan saja hanya membeli tanah di Sumba Barat Daya tetapi mereka juga membangun suatu usaha ataupun bangunan permanen atas nama dan milik mereka. Orang asing juga membuat usaha dan mempekerjakan Orang Sumba Barat Daya dan mereka menjadi atasan atau bos karena merekalah yang memiliki tempat usaha tersebut. Terlebih lagi daerah daerah wisata sudah mulai banyak dikuasai oleh orang asing. Inilah yang harus jadi perhatian pemerintah untuk lebih bijaksana dalam mengatasi hal seperti ini yang sedang terjadi di Indonesia. Penulisan laporan penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dan bertujuan untuk memberi usulan kepada pemerintah daerah di Sumba Barat Daya agar segera membentuk aturan mengenai pembatasan jual beli tanah terhadap orang asing yang berasal dari negara lain.Kiranya dengan demikian keindahan wisata akan tetap menjadi milik Orang Sumba Barat Daya.  
TERANCAM MATINYA AREA PARIWISATA PANTAI ANYER, CARITA, DAN KARANG BOLONG DI BANTEN KARENA TARIF PARKIR DAN HARGA MAKANAN YANG TIDAK RAMAH Ralemug, Tubagus
An1mage Jurnal Studi Desain Vol 1 No 2 (2018): An1mage Jurnal Studi Desain
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.372 KB)

Abstract

Pengalaman setelah mengunjungi suatu area pariwisata seharusnya menyenangkan, sehingga kenangan indah tersebut membuat turis dalam dan luar negeri menjadi memiliki keinginan untuk kembali lagi ke area wisata yang sama.  Namun apa yang terjadi dengan area pariwisata di Pantai Anyer, Pantai Carita, dan Pantai Karang Bolong bertolak belakang dengan kesan untuk ?memanjakan? turis dari dalam dan luar negeri, kesan buruk yang terjadi membuat turis tidak akan melakukan kesalahan yang sama dan potensi ke sana ?pertama untuk yang terakhir kalinya? akan sangat besar. Penelitian ini difokuskan pada harga tarif parkir dan harga makanan yang tidak ramah di tempat pariwisata Pantai Anyer, Pantai Carita, Karang Bolong, dan sekitarnya yang masih satu deretan area sepanjang pantai. Tarif parkir dan harga makanan yang dilakukan oleh pengusaha, lembaga, ataupun agen yang berkepentingan di dalamnya membuat tempat pariwisata tersebut lambat laun mati dan dijauhi oleh turis dari dalam negeri dan luar negeri.      

Page 1 of 2 | Total Record : 20