cover
Contact Name
Maulana Yusuf Alkandahri
Contact Email
pharmaxplore@ubpkarawang.ac.id
Phone
+6282167757738
Journal Mail Official
pharmaxplore@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
Jl. H.S. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang 41361, Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
ISSN : -     EISSN : 25809601     DOI : -
Core Subject : Health,
Biologi Farmasi, Farmakoekonomi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasetika dan Teknologi Farmasi. Farmasi Klinik, Farmasi Sosial, Kimia Farmasi
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi" : 7 Documents clear
HUBUNGAN KEPUASAN TERAPI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE-2 DI PELAYANAN PRIMER (PUSKESMAS JETIS 1 BANTUL) Akrom; Muhammad Muhlis; Yenny Sri Wahyuni
Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Melitus merupakan sindrom metabolis kronis yang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Desain Penelitian ini adalah penelitian jenis Observasional, dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dimana subyek penelitian hanya diobservasi. Penelitian ini mengambil subyek sebanyak 109 pasien. Pengambilan data secara prosepektif dan dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari pasien melalui wawancara tatap muka (face-to-face interview) menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini berjumlah dua kuesioner yaitu, data demografi pasien, kuesioner kepuasan (TSQM), kuesioner Kualitas Hidup (EQ5D).           Analisis data  menggunakan Uji Statistik dengan bantuan SPSS versi 23. Data sosio-demografi pasien meliputi jenis kelamin, usia, pernikahan, pekerjaan, pendidikan dan penyakit penyerta pasien pendeita DM type 2 disajiakan dalam tabel distribusi frekuensi. Uji Chi Squaredilakukan untuk mengetahui hubungan antara sosio-demografi dengan kepuasan terapi dan hubungan sosio-demografi dengan kualitas hidup.           Hasil hitung dengan bantuan SPSS versi 23 menunjukkan bahwa nilai p value >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara sosio-demografi dengan kepuasan terapi dan tidak ada hubungan antara sosio-demografi dengan kualitas hidup. Hubungan antara kepuasan terapi dengan kualitas hidup dilakukan uji korelasi Spearman?s rho. Hasilnya diperoleh nilai p value (0,006) < 0,05. dengan demikian dapat disimpukan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan terapi dengan kualitas hidup pasien penderita DM type-2.   Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Kepuasan Terapi dan Kualitas Hidup
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SHEET MASK EKSTRAK ETANOL 96% KETAN PUTIH (ORYZA SATIVA L. VAR GLUTINOSA) Anggun Hari Kusumawati; Iput Mamput Cahyono
Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui formulasi yang paling optimal dan untuk mengetahui hasil evaluasi fisik sediaan sheet mask ekstrak beras ketan putih. Metode pembuatan formulasi secara eksperimental menggunakan CMC Na sebagai agen penambah viskositas dengan konsentrasi F1 (0,2%); F2 (0,3%); dan F3 (0,4%). Evaluasi yang dilakukan adalah uji organoleptik,uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan sediaan esensi berupa larutan kental dengan bau khas dan berwarna putih pucat serta homogen. Nilai pH sediaan F1 (4,92±0,01), F2 (4,95±0,01), dan F3 (4,97±0,02). Viskositas formula F1 (145,47±10,02 cPoise), F2 (180,37±3,63 cPoise), dan F3 (194,80±18,56 cPoise). Uji kesukaan terhadap 32 responden memperlihatkan bahwa kesukaan rata-rata terhadap warna esensi netral/ biasa, terhadap aroma adalah suka dan terhadap tekstur esensi adalah biasa. Pengujian iritasi terhadap 30 relawan menunjukan hasil bahwa sediaan sheet mask beras ketan putih adalah aman dengan nilai indeks iritasi yang didapat 0,004 (tidak berarti).   Kata Kunci: beras ketan putih, sheet mask, CMC Na.
ANALISA KUALITAS HIDUP PEMBALAP MOTOR ROAD RACE PASCA MENGALAMI CEDERA TULANG DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN EUROPEAN QUALITY OF LIFE 5 DIMENSIONS (EQ5D) EQ-5D-5L Dedy Frianto; Riska Novrianty
Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga balap motor khususnya Road Race cukup populer di Indonesia. Olah raga ini merupakan aktivitas yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Namun, jika tidak diimbangi kesadaran untuk menjaga keselamatan, sehingga mereka sangat rentan mengalami cedera yang dapat mengganggu kesehatan juga dapat mengurangi atlet tersebut untuk berprestasi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisa bagaimana kualitas hidup para pembalap motor Road Race pasca mengalami cedera tulang dan terapi atau obat apa digunakan oleh para pembalap pasca mengalami cedera tulang tersebut. Sampel penelitian ini adalah para pembalap yang diketahui telah mengalami cedera atau patah tulang di Jawa Barat. Desain penelitian menggunakan jenis Observasional Cross Sectional di mana pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara prospektif pada semua pembalap di Jawa barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner  European Quality Of Life 5 Dimension (EQ5D5L) secara langsung kepada para pembalap pada Event Bupati Cup Seri 1 ? Open Road Race 2. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas hidup para pembalap pasca mengalami cedera tulang memiliki kualitas hidup yang baik karena didapatkan hasil rata-rata dari skala kesehatan terakhirnya yaitu 0,4888, di mana apabila responden memiliki skala kesehatan 1,000 atau lebih dari -0,594, maka responden dinyatakan memiliki kualitas hidup yang baik pasca mengalami cedera tulang.   Kata Kunci: Road Race, Pembalap, Cedera tulang, Kualitas hidup, EQ5D5L   The purpose of this study is to find out the most optimal formulation and to find out the physical evaluation results of white glutinous rice extract sheet mask preparations. The method of making experimental formulations using CMC Na as viscosity-increasing agent with F1 concentration (0,2%); F2 (0,3%); and F3 (0,4%). The evaluations carried out are organoleptic test, homogeneity test, pH test, viscosity test, preference test and irritation test. The results showed the essence preparation in the form of a thick solution with a characteristic odor and pale white and homogeneous. PH values ??of F1 preparations (4,92 ± 0,01), F2 (4,95 ± 0,01), and F3 (4,97 ± 0,02). Viscosity F1 (145,47±10,02 cPoise), F2 (180,37±3,63 cPoise), and F3 (194,80± 18,56 cPoise). The preference test with 32 respondents shows that the average preference for essence color is neutral / ordinary, for aroma is like and for essence texture is neutral / ordinary. Irritation testing on 30 volunteers showed the result that the preparation of white glutinous rice sheet mask was safe with the irritation index value obtained 0.004 (no means).   Keyword: white glutinous rices, sheet masks, CMC Sodium.
FORMULASI, UJI STABILITAS FISIK DAN KOMPATIBILITAS PRODUK KOSMETIK ANTI-AGING DALAM SEDIAAN SERUM PUDDING Farhamzah; Aeni Indrayati
Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serum adalah salah satu sediaan kosmetik berbentuk gel yang digunakan untuk produk anti-aging dan bentuk gel dari sediaan bisa dibuat lebih menarik sebagai variasi dari bentuk serum yang sudah ada. Maka dilakukan penelitian formulasi produk anti- aging dengan sediaan berbentuk serum yang mempunyai tekstur seperti Pudding. Formulasi menggunakan bahan baku polimer dengan konsentrasi 5% dengan perbedaan formula pada konsentrasi parfum. Hasil formulasi dilakukan uji sediaan berupa pemeriksaan organoleptik, pH, viskositas, kelembaban, after feel, rasa lengket, rasa panas, rasa gatal, Uji Stabilitas dan Uji Kompabilitas selama 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang tidak menggunakan parfum memberikan hasil stabilitas dan kompabilitas yang baik.   Kata Kunci : Stabilitas Fisik, Kompatibilitas, Anti-Aging, Serum Pudding Serum is one of the gel-shaped cosmetic preparations used for anti-aging products and the gel form of the preparation can be made more attractive as a variation of the existing serum form. Then do research on anti-aging product formulations with serum-shaped preparations that have a texture like Pudding. The formulation uses a polymer raw material with a concentration of 5% with different formulas at the Perfume concentration. The results of the formulations were tested in the form of organoleptic tests, pH, viscosity, humidity, after feel, stickiness, burning sensation, itching, Stability Test and Compatibility Test for 12 weeks. The results show that formulas that do not use perfume provide good stability and compatibility results.   Keywords: Stability Test, Compatibility Test, Anti-Aging, Pudding Serum
INSIDENSI TB PARU KASUS BARU PADA PASIEN DENGAN DM TIPE 2 DI SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA CIKAMPEK Himyatul Hidayah; Surya Amal
Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, menjadi penyakit infeksi penyebab kematian kedua di dunia setelah HIV-AIDS. Prevalensi kejadian TB di Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China. Diabetes mellitus diperkirakan penyebab 15% kasus tuberkulosis saat ini, karena penyakit diabetes mellitus dapat merusak pertahanan host. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui insidensi TB paru kasus baru dengan DM tipe 2 di salah satu rumah sakit swasta Cikampek. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder rekam medik pasien TB paru kasus baru yang menjalani rawat jalan selama bulan April ? September 2017 di Poli Penyakit Dalam salah satu rumah sakit swasta Cikampek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 83 pasien TB paru kasus baru terdapat 26 pasien TB paru kasus baru dengan DM Tipe 2.  Frekuensi TB paru kasus baru dengan DM tipe 2 lebih banyak pada kelompok jenis kelamin perempuan (53,85%), usia >54 tahun (65,39%), hasil pemeriksaan BTA sputum negatif (61,50%), lamanya pengobatan yang dianjurkan >8 bulan (53,85%).  Disimpulkan bahwa insidensi tuberkulosis paru kasus baru dengan DM tipe 2 rawat jalan di Poli Penyakit Dalam salah satu rumah sakit swasta Cikampek selama bulan April ? September 2017 adalah sebesar 31,33%. Kata Kunci: Insidensi, Tuberkulosis paru, Diabetes mellitus tipe 2 Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis, it became the second leading cause of death in the world after HIV-AIDS. The prevalence of incidence of TB in Indonesia ranked third after India and China. Diabetes mellitus thought to be the cause 15 % the case of tuberculosis at the present time, due to disease of diabetes mellitus can be damaging to defense host. The purpose of this study was to know the incidence of new cases of pulmonary TB with type 2 diabetes mellitus in one of the private hospital Cikampek. The research instrument used was secondary data from the medical records of new TB pulmonary outpatients during April - September 2017 in the polyclinic internal medicine in one of the private hospital Cikampek. The result of study indicate that of the 83 new cases of pulmonary tuberculosis patients there were 26 new cases of pulmonary tuberculosis patients with type 2 diabetes mellitus. The frequency of pulmonary tuberculosis a new case with type 2 DM be greater among a group of the female sex (53,85 %), the age of >54 years (65,39%), results smear sputum negative (61,50%), length of treatment recommended >8 months (53,85%). It was concluded that the incidence of new cases of pulmonary TB with type 2 diabetes mellitus outpatients care in one of the private hospital Cikampek during the month of April ? September2017 was recorded at 31,33 %. Keywords: Incidence, Pulmonary tuberculosis, Type 2 diabetes mellitus
PERSEPSI MASYARAKAT KABUPATEN PURWAKARTA TERHADAP PENGOBATAN TRADISIONAL BERDASARKAN KELOMPOK USIA Reti Puji Handayani; Jenta Puspariki; Tiya Nurmala
Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna mendukung upaya Pemerintah dalam mewujudkan derajat kesehatan optimal, masyarakat didorong untuk dapat memilih pengobatannya sendiri termasuk keputusan memilih pengobatan tradisional yang masih banyak digunakan sebagai alternatif memelihara dan mengatasi masalah kesehatan. Dalam hal ini, perilaku kesehatan tersebut dipengaruhi oleh faktor predisposisi, pemungkin dan faktor penguat. Penelitian bertujuan melihat faktor perilaku yang melatarbelakangi pemilihan pengobatan tradisional berdasarkan tiga kelompok usia di Kabupaten Purwakarta dengan menghubungksn pernyataan dari kuisioner yang diberikan dan mencari korelasi antar faktor tersebut. Penelitian dengan pendekatan kualitatif jenis eksplanatif asosiatif ini menggunakan subjek masyarakat Kabupaten Purwakarta sebanyak 137 orang melalui instrumen kuesioner yang diisi oleh kelompok masyarakat perkotaan, masyarakat urban dan masyarakat pedesaan. Persepsi masyarakat Kabupaten Purwakarta setuju terhadap tingkat pengetahuan dan animo pada pengobatan tradisional sebesar 57,7%, dalam hal ini termasuk dalam faktor predisposisi. Sementara faktor penguat dilihat dari persepsi potensi pengembangan, masyarakat setuju pengobatan tradisional tumbuh menjamur, warisan nenek moyang dan biaya pelayanan tergolong murah sebesar 59,9%. Masyarakat juga setuju pengobatan tradisional memberi bukti menyembuhkan penyakit sebesar 51,7% (skala cukup). Variabel lain menunjukkan semua kelompok usia setuju fasilitas praktik dari upaya pengobatan tradisional masih seadanya (57,0%), peneliti menganggapnya sebagai faktor pemungkin. Diperoleh bahwa perkembangan pengobatan tradisional diapresiasi oleh masyarakat dari semua kelompok usia. Dimana kelompok usia diatas 40 tahun, menyatakan persetujuan paling tinggi bahwa pengobatan tradisional potensial untuk dikembangkan, memiliki khasiat untuk penyembuhan namun fasilitas pengobatan belum terstandar dibandingkan kelompok usia 30-40 tahun maupun dibawah 30 tahun. Kata kunci: Usia, Pengobatan tradisional, Persepsi In order to support the Government's efforts in achieving optimal health status, people are encouraged to be able to choose their own treatment, including the decision to choose traditional medicine is still widely used as an alternative to maintaining and health problems. In this case, the health behavior is influenced by predisposing, enabling, and reinforcing factors. The study aims to look at behavioral factors behind the selection of traditional medicine is based on three age groups in Purwakarta with menghubungksn statements from a questionnaire and looking for correlations between these factors. The study with qualitative approach kind of explanatory associative, with subjects society Purwakarta 137 people through questionnaire filled out by a group of urban communities, urban communities and rural communities. The public perception Purwakarta agree on the level of knowledge and interest in the traditional medicine of 57.7%, in this case, including the predisposing factors. While reinforcing factors seen from the perception of the potential development, community agrees traditional medicine flourished, ancestral and relatively cheap service charges amounted to 59.9%. Traditional medical community agrees also gave evidence of cure of 51.7% (enough scale). The other variables showed all age groups agreed the practice facility of the traditional treatment efforts are still modest (57.0%), the researchers think of it as an enabling factor. Provided that the development of traditional medicine to be appreciated by people of all age groups. Where the age group over 40 years, stating the highest approval that the potential for development of traditional medicine, has properties for healing but not yet standardized treatment facilities compared to those 30-40 years of age and under 30 years. Keywords: Age, Traditional medicine, Perception
UJI TOKSISITAS SUB AKUT INFUS DAUN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS LINN.) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI HATI MENCIT Surya Amal
Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan daun jarak pagar, khususnya sebagai obat antihipertensi, masih perlu didukung data toksisitas untuk menjamin keamanan pemanfaatannya. Telah dilakukan penelitian pengaruh infus daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) terhadap gambaran histologi hati mencit (Mus musculus) yang diamati secara mikroskopik. Penelitian ini menggunakan 60 ekor mencit jantan yang dibagi dalam tiga kelompok konsentrasi : kelompok I, 5 % b/v; kelompok II, 10 % b/v; kelompok III, 20 % b/v ditambah satu kelompok kontrol. Kelompok I, II dan III serta kelompok kontrol masing-masing dibagi atas tiga subkelompok berdasarkan lama pemberian (15 hari, 30 hari, 45 hari). Masing-masing subkelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Hasil pemeriksaan mikroskopik menunjukkan bahwa pemberian infus daun jarak pagar 5 % b/v, 10 % b/v dan 20 % b/v peroral sekali sehari dengan dosis 1 ml/30 gram berat badan memengaruhi struktur jaringan hati mencit. Pemberian infus daun jarak pagar 5 % b/v selama 15 hari menunjukkan struktur jaringan hati mencit yang masih dalam batas-batas normal. Kerusakan struktur jaringan hati mencit mulai terlihat setelah pemberian infus daun jarak pagar 5 % b/v selama 30 hari dan 45 hari yang meningkat dengan semakin besarnya konsentrasi dan lamanya masa pemberian.  Perhitungan secara statistik dengan menggunakan desain blok lengkap acak menunjukkan bahwa parameter susunan radier sel, sinusoid, membran sel, sitoplasma sel dan inti sel jaringan hati mencit mengalami kerusakan akibat pemberian infus daun jarak pagar 5 % b/v, 10 % b/v dan 20 % b/v dengan efek yang sangat berbeda nyata.   Kata kunci : jarak pagar, histologi hati, infus The use of Jatropha leaves, especially as an antihypertensive drug, still needs to be supported by toxicity data to ensure the safety of its use. Research on the effect of jatropha (Jatropha curcas Linn.) Infusion on mice (Mus musculus) histology was observed microscopically. This study used 60 male mice divided into three concentration groups: group I, 5% w / v; group II, 10% w / v; group III, 20% w / v plus one control group. Groups I, II and III and the control group each divided into three subgroups based on the length of administration (15 days, 30 days, 45 days). Each subgroup consists of 5 mice. Microscopic examination results showed that the administration of Jatropha leaf infusion of 5% w / v, 10% w / v and 20% w / v orally once a day at a dose of 1 ml / 30 grams of body weight affected the structure of the liver tissue of mice. The administration of Jatropha leaf infusion of 5% w / v for 15 days showed that the structure of the liver tissue of mice was still within normal limits. Damage to the structure of the liver tissue of mice began to be seen after administration of Jatropha leaf infusion of 5% w / v for 30 days and 45 days which increased with increasing concentration and length of administration. Statistical calculations using a randomized complete block design showed that the parameters of the cell radier, sinusoid, cell membrane, cell cytoplasm and liver cell nuclei of the mice suffered damage due to jatropha leaf infusion of 5% w / v, 10% w / v and 20 % b / v with a very different effect.   Keywords: jatropha, liver histology, infusion

Page 1 of 1 | Total Record : 7