cover
Contact Name
Susetyo Bagas Bhaskoro
Contact Email
JTRM@polman-bandung.ac.id
Phone
(+6222) 2500241
Journal Mail Official
JTRM@polman-bandung.ac.id
Editorial Address
Politeknik Manufaktur Bandung Jl. Kanayakan No.21, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur (JTRM)
ISSN : 27153908     EISSN : 2715016X     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur (JTRM) adalah jurnal yang difokuskan pada kajian, alih teknologi, difusi ilmu pengetahuan dan teknologi, rekayasa teknologi dan kebijakan pada bidang manufaktur dan relevansinya.
Articles 15 Documents
Analisis Daya yang Dihasilkan Turbin Angin Tipe Windmill pada Sistem Aerasi Tambak Udang Nuryanti; Dwiartomo, Bolo; Ruswandi, Ayi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 1 (2019): Volume: 1 | Nomor: 1 | April 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.771 KB)

Abstract

Turbin angin tipe windmill yang diterapkan pada sistem Aerasi tambak udang digunakan untuk memompa udara ke dalam air. Aliran udara yang masuk digunakan untuk menjaga kadar oksigen di dalam air minimal 4 ppm sehingga udang yang dibudidayakan dapat berkembang dengan baik. Penggunaan kompresor 2 kW dengan energi listrik dari PLN pada sistem aerasi akan dikombinasi dengan energi listrik terbarukan dimana tempat lokasi budidaya udang memiliki potensi angin dengan kecepatan 0.14 ? 8.33 m/s. Oleh karena itu telah dirancang dan dibangun sebuah turbin angin skala lapangan dengan diameter 235cm dengan 14 bilah yang disambungkan ke 6 buah pompa udara paralel dengan panjang stroke 4 cm. Dari hasil pengukuran kecepatan angin dan kecepatan putar turbin maka dihasilkan Tip Speed Ratio (TSR) sebesar 0.9 dimana Coefisient Performance (CP) yang diperoleh 0.31. Dari CP tersebut didapat daya Energi angin yang berkorelasi dengan potensi rentang kecepatan angin sebesar 2.2 mW ? 462 W. Jika dikombinasikan dengan kompresor 2 KW dari listrik PLN maka energy yang dapat dihemat bisa mencapai 23% / turbin angin
Pengaruh Waktu Heat Treatment Terhadap Karakteristik Ceramic Coating Berpengikat Fosfat pada Baja Karbon Rendah Idamayanti, Dewi; Bandanadjaja, Beny; Yosafat, Andreas
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 1 (2019): Volume: 1 | Nomor: 1 | April 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.609 KB)

Abstract

Baja karbon rendah merupakan material yang biasa digunakan dalam industri penanganan batu bara, tapi memiliki ketahanan erosi dan korosi yang rendah. Oleh karena itu, dilakukan pelapisan ceramic coating berpengikat fosfat. Al(OH)3 dan H3PO4 digunakan sebagai bahan dasar binder. Partikel ceramic yang digunakan adalah Al2O3 dan SiC. Pada pembuatan ceramic coating berpengikat fosfat ini dilakukan heat treatment selama 1 jam, 3 jam dan 5 jam untuk mengetahui pengaruh waktu heat treatment terhadap karakteristik ceramic coating. Pengamatan menggunakan SEM menunjukkan semakin lamanya waktu heat treatment semakin banyak vacancy yang terbentuk. Dilakukan pengujian erosi untuk mengetahui ketahanan erosi ceramic coating dan hasil pengujian menunjukkan nilai erosion rate ceramic coating dengan partikel SiC sebesar 7,5 mg/Kg dan tanpa partikel SiC sebesar 14,2 mg/Kg. Kemudian dilakukan pengujian ketahanan air, didapatkan losses dari ceramic coating sebesar 0,074%. Hasil dari keseluruhan karakterisasi yang dilakukan menunjukkan, bahwa semakin lama waktu heat treatment ketahanan erosi dan ketahanan air meningkat pada rentang waktu heat treatment 1 ? 5 jam.
Usulan Pembaharuan jadwal Kegiatan Preventive Maintenance pada Mesin Curing PCR PT.XYZ Menggunakan Metoda Distribusi Weibull Budi Harja, Herman; Ahmad Nugraha, Nunu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 1 (2019): Volume: 1 | Nomor: 1 | April 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.911 KB)

Abstract

Seringnya terjadi kegiatan perawatan (downtime) tidak terencana mesin Curing pada line produksi ban mobil PT XYZ merupakan indikasi adanya ketidakefektifan perawatan terencana (PM) yang diterapkan perusahaan. Downtime tidak terencana menyebabkan line produksi berhenti dan kehilangan waktu berproduksi, meningkatnya jumlah produk gagal saat setup, dan tingginya biaya perawatan mesin produksi. Perusahaan perlu meningkatan efektivitas dan efisiensi kinerja system perawatan melalui pembaharuan jadwal perawatan agar availability mesin tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi komponen penyebab kegagalan fungsi mesin curing dan menghasilkan rekomendasi waktu interval perawatannya yang sesuai. Metoda distribusi Weibull digunakan untuk mendapatkan nilai index of fit time to failure beberapa komponen kritis mesin, menganalisa laju kerusakan komponen, menghitung nilai mean time between failure (MTBF) komponen sebagai durasi expected lifetime komponen tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat dua komponen kritis pada mesin curing dengan indikasi laju kerusakan seiring waktu (nilai ?>1), yaitu silinder press dan EPV dengan nilai MTBF sebesar 89 hari untuk silinder press dan 231 hari untuk EPV. Hasil kajian ini mengusulkan pembaharuan jadwal PM mesin curing agar mempertimbangkan penambahan kegiatan PM baru yang mengakomodir nilai durasi expected lifetime dari komponen-komponen penyebab mesin breakdown, sehingga dapat meminimalkan downtime tidak terencana.
Analisis Sifat Mekanik dan Topografi Permukaan Bata Merah di Kabupaten Bangka dengan Menggunakan Metode RSM Yuliyanto, Yuliyanto; Yudo, Eko; Sirwansyah Suzen, Zakdi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 1 (2019): Volume: 1 | Nomor: 1 | April 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.705 KB)

Abstract

Pemanfaatan batu bata dalam konstruksi baik non-struktur ataupun struktur perlu adanya peningkatan produk yang dihasilkan, baik dengan cara meningkatkan kualitas bahan berdasarkan SNI 15-2094-2000 yang menjelaskan tentang bata merah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh Variabel Bebas yaitu Perbandingan suhu pemanasan dengan waktu proses 12 jam, 24 Jam dan 36 jam, dengan suhu 300oC, 500oC dan 700oC dan persentase campuran pasir 5%, 10% dan 15%. Perbandingan ketiga variable bebas tersebut akan dilihat berapa nilai Optimum dari uji Impak dan bagaimana patahan yang terjadi dilihat dengan SEM. Hasil menunjukan nilai impak terkecil 264 kj/m2, dan nilai terbesar sebesar 164 kj/m2 . nilai F hitung FModel = 33,29 yang didapat pada tingkat signifikan sebesar 0,01 atau 1% dan nilai p (0,0002) memberikan nilai signifikan terhadap model yang ada. Sedangkan Lack of Fit yang terjadi sebesar 0,000199 dan tidak memberikan pengaruh (not signifikan) sehingga persamaan regresi mode matematika cubic model yang digunakan dapat diterima. Berdasarkan data interaksi dan permukaan respon terhadap kekuatan impak maka pengaruh waktu pemanasan, suhu pemanasan dan persentase pasir sangan besar sekali. Intinya jika suhu dan waktu pemanasan semakin besar maka hasil uji impak semakin besar
Analisa Pengaruh Jumlah Urea Dan Holding Time Proses Powder Nitriding Terhadap Ketahanan Aus Material FC 25 Rumendi, Umen; Muhammad, Achmad; Gheo Wiriaputra, Mohamad
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 1 (2019): Volume: 1 | Nomor: 1 | April 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.005 KB)

Abstract

Keunggulan besi cor FC 25 dibandingkan baja: material murah, castability baik, menahan getaran dan sifat mampu mesin lebih baik.   Pengurangan fungsi suatu komponen mesin 70% disebabkan keausan (55%) dan korosi (15%). Proses powder nitriding dapat meningkatkan ketahanan aus material FC 25 melalui peningkatan kekerasan permukaan dengan jalan mendifusikan atom nitrogen ke permukaan spesimen pada temperatur 500 ? 590°C. Powder nitriding menghasilkan lapisan putih (white layer) yang terdiri dari senyawa ?? (Fe4N) dan ? -(Fe2-3N) dan memiliki kekerasan tinggi.  Variabel yang berpengaruh yaitu degree of availability (d.o.a) urea, holding time dan suhu.  Dilakukan enam variasi variabel, yaitu d.o.a 0,1 & d.o.a 0,2, pada masing-masing holding time 1,5, 2,5 dan 3,5 jam, pada suhu tetap 550°C. Semakin tinggi d.o.a urea dan semakin lama holding time proses powder nitriding maka lapisan white layer akan semakin tebal dan spesimen semakin tahan aus, sehingga powder nitriding ini berhasil meningkatkan ketahanan aus material FC 25.
Penentuan Lintasan Pergerakan Quadcopter Berbasis GPS (Global Positioning System) Martawireja, Abdur Rohman Harits; Supriyanto, Hadi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 2 (2019): Volume: 1 | Nomor: 2 | Oktober 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.812 KB)

Abstract

UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) merupakan sebuah kendaraan udara tanpa awak yang dapat dikendalikan. Terdapat dua tipe UAV, yakni fixed wing dan rotary wing. Quadcopter menjadi salah satu tipe UAV rotary wing yang banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan, seperti eksplorasi dan pengambilan citra. Pada penelitian ini Quadcopter berfungsi sebagai kendaraan yang harus bergerak mengikuti lintasan, dimana lintasan yang dikuti oleh Quadcopter berasal dari GPS yang dihasilkan oleh objek yang diikuti (Modul Utama). Tipe GPS yang terpasang pada Quadcopter (GPS1) maupun pada Modul Utama (GPS2) adalah  GPS Ublox NEO. Prinsip kerja sistem adalah quadcopter mengikuti Koordinat-koordinat lintasan yang dihasilkan oleh GPS1, di mana data-data lintasan GPS1 dikirim ke Quadcopter menggunakan media Bluetooth.  Dalam pergerakannya, Quadcopter akan terus-menerus membandingkan data-data koordinat yang dihasikan posisi Quadcopter dengan data-data koordinat lintasan yang sudah diterima. Pengujian pada Receiver GPS Modul Utama (GPS1) dan Receiver GPS Quadcoter (GPS2), kedua GPS mampu mendapatkan data GPS dari satelit.  Kesalahan/perbedaan data dari GPS1 dan GPS2  pada pengujian pergerakkan Quadcopter  untuk mengikuti  Modul Utama sebagai titik tujuan sebesar 53% pada garis lintang dan 51% pada garis bujur.
Perancangan Alat Simulasi SILO VISCOSE Otomatis Berbasis Kendali Elektro Pneumatik Yugi Wibowo, Muhammad; Bhawana Mulia, Sandy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 2 (2019): Volume: 1 | Nomor: 2 | Oktober 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.567 KB)

Abstract

Alat simulasi silo vicose merupakan suatu proses produksi yang dimana bertujuan untuk mengalirkan bubur kertas, dan proses produksi tersebut menggunakan kendali pneumatik sebagai pengganti dan meringankan kerja manusia secara langsung. Dalam makalah ini dirancang sistem kontrol untuk alat simulasi silo viscose dengan sistem close loop. Peralatan sistem kontrol yang dirancang menggunakan komponen sensor pelampung level air atau yang biasa disebut dengan water level float sensor. Water level float sensor digunakan untuk mendeteksi level penuh pada silo yang kemudian memberikan sinyal langsung ke PLC kemudian akan diproses dan keluar output ke solenoid valve untuk menggerakkan silinder yang digunakan untuk membuka dan menutup slide gate (pintu geser) pada saluran silo. Metode yang digunakan dalam pembuatan alat ini yaitu perancangan desain kontruksi, perencanaan sistem elektro pneumatik, dan perakitan. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, sistem dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan perancangan.
Perancangan Alat Pengangkut Sampah Pada Saluran Air Secara Kontinyu Indra Komara, Asep; Fattah Buchari, Luthfi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 2 (2019): Volume: 1 | Nomor: 2 | Oktober 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.948 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang proses membuat rancangan mesin pencacah cokelat dengan menggunakan metode perancangan VDI 2222. Pembuatan rancangan dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan serta tuntutan pelanggan sampai dengan penyelesaian solusi bagi pelanggan dalam bentuk gambar kerja rancangan dalam pendokumentasian teknik. Metode yang diusulkan divalidasi pada studi kasus pembuatan rancangan mesin pencacah cokelat. Mesin tersebut secara umum berfungsi sebagai pemisah antara biji cokelat dengan kulit biji tersebut yang telah di cacah sedemikian rupa sehingga menghasilkan dimensi yang dibutuhkan. Pada tahapan merencana, identifikasi kebutuhan mesin tersebut adalah dapat mencacah biji cokelat sampai butiran terkecil maksimal 4 mm. Tiga alternatif fungsi diberikan dan dinilai sebagai hasil dari tahapan mengkonsep. Evaluasi diberikan terhadap draft rancangan dengan mempertimbangkan aspek material, pembuatan, dan perawatan. Pada tahapan penyelesaian, detail rancangan merupakan hasil dari dokumentasi teknik yang berupa gambar kerja. Berdasarkan dari metode yang telah diusulkan, melalui pengaturan kecepatan putar, mesin pencacah cokelat dapat membuat butiran biji dengan dimensi 2 ? 4 mm dengan kapasitas produksi ± 600 Kg/Jam.
Studi Perancangan Mesin Pencacah Cokelat Kapasitas Produksi 600Kg/Jam dengan Metode VDI 2222 Ihsan Media, Riona; Ibrahim, Bustami
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 2 (2019): Volume: 1 | Nomor: 2 | Oktober 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.732 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang proses membuat rancangan mesin pencacah cokelat dengan menggunakan metode perancangan VDI 2222. Pembuatan rancangan dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan serta tuntutan pelanggan sampai dengan penyelesaian solusi bagi pelanggan dalam bentuk gambar kerja rancangan dalam pendokumentasian teknik. Metode yang diusulkan divalidasi pada studi kasus pembuatan rancangan mesin pencacah cokelat. Mesin tersebut secara umum berfungsi sebagai pemisah antara biji cokelat dengan kulit biji tersebut yang telah di cacah sedemikian rupa sehingga menghasilkan dimensi yang dibutuhkan. Pada tahapan merencana, identifikasi kebutuhan mesin tersebut adalah dapat mencacah biji cokelat sampai butiran terkecil maksimal 4 mm. Tiga alternatif fungsi diberikan dan dinilai sebagai hasil dari tahapan mengkonsep. Evaluasi diberikan terhadap draft rancangan dengan mempertimbangkan aspek material, pembuatan, dan perawatan. Pada tahapan penyelesaian, detail rancangan merupakan hasil dari dokumentasi teknik yang berupa gambar kerja. Berdasarkan dari metode yang telah diusulkan, melalui pengaturan kecepatan putar, mesin pencacah cokelat dapat membuat butiran biji dengan dimensi 2 ? 4 mm dengan kapasitas produksi ± 600 Kg/Jam.
Rancang Bangun Alat Pemeriksa Run Out Roda Gigi menurut Standar ISO 1328 Gunawan, Iwan; Adi Soetopo, Antonius; Romadhona Prayoga, Rahmat
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 2 (2019): Volume: 1 | Nomor: 2 | Oktober 2019
Publisher : Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.26 KB)

Abstract

Power Train Otomotif (P3TO) Polman Bandung saat ini dilakukan pengembangan berupa gearbox utility vehicle. Salah satu parameter yang menjadi acuan pada kualitas produk roda gigi yaitu run-out. Berdasarkan standar ISO 1328:1976, Run Out of Gear adalah metode pemeriksaan penyimpangan kesalahan putar  RCE (radial composite error)  pada sepasang roda gigi. Rancang BangunAlat pemeriksa run out ini dibuat dengan prinsip kerja roda gigi diputar motor stepper dan pembacaan run-out digunakan sensor LVDT (linear variable differential transformator) melalui program software interface mikrokontroler Arduino. Sehingga dihasilkan data aktual nilai pengukuran run out sepasang roda gigi dalam  bentuk grafik file (.csv) dan (.txt). Pada  alat pemeriksa run out ini dilakukan  pemeriksaan RCE terhadap sepasang roda gigi Otomotif ISO grade 8 (modul 2, Z=34, toleransi RCE = 0.09 mm ) . Berdasarkan Hasil pengukuran didapatkan RCE  sebesar 0.10 mm. Hasil analisa penyimpangan RCE tersebut diakibatkan akumulasi penyimpangan toleransi ketegak-lurusan dan kesejajaran sumbu serta dimensi geometri profil roda gigi saat proses pembuatan produk roda gigi.

Page 1 of 2 | Total Record : 15