cover
Contact Name
Nursalam Hamzah
Contact Email
djps@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282117170860
Journal Mail Official
djps@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences
ISSN : 26547392     EISSN : 26546973     DOI : 10.24252/djps
Core Subject : Health, Science,
ad-Dawaa Journal of Pharmaceutical Sciences (DJPS) merupakan jurnal yang terbit dua kali dalam setahun, yaitu setiap Juni dan Desember. Jurnal ini fokus pada seluruh bidang terkait ilmu farmasi, termasuk biologi farmasi, farmakokimia, farmakologi, farmasi klinik dan teknologi farmasi. Jurnal ini juga mempublikasikan artikel terkait integrasi Islam dengan ilmu farmasi.
Articles 31 Documents
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BATANG BOEHMERIA VIRGATA Rusdi, M.; Hasan, Tahirah; Ardillah, Ardillah; Evianti, Evianti
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 1 (2018): NOVEMBER
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.036 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i1.6426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode ekstraksi terhadap kandungan flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak batang Boehmeria virgata. Batang Boehmeria virgata diekstraksi melalui dua metode ekstraksi yaitu refluks dan maserasi. Kandungan flavonoid total ditentukan dengan menggunakan metode aluminium klorida dan dihitung sebagai ekivalen kuersetin (QE). Aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan (Uji DPPH) ekstrak Boehmeria virgata (Forst) Guill yang diperoleh melalui metode refluks lebih baik daripada dengan metode maserasi (IC50 pada 30,58 ?g /mL) karena menunjukkan kandungan flavonoid lebih tinggi (sampel 2,554 mg QE / g).
POTENSI EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) SEBAGAI TABIR SURYA Suhaenah, Asriani; Widiastuti, Harti; Arafat, Muslimin
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2, No 2 (2019): Desember
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.22 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i2.11560

Abstract

Telah dilakukan penelitian potensi ekstrak etanol biji alpukat sebagai tabir surya. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan  nilai Sun Protection Factor (SPF) ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.). Simplisia biji diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan larutan penyari etanol 96%, kemudian dibuat larutan sampel dengan seri konsentrasi 200, 400, 600, 800 dan 1000 ppm. Selanjutnya larutan sampel diukur absorbansinya panjang gelombang 290-320 nm dengan interval 5 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol biji alpukat 1000 ppm memiliki nilai SPF tertinggi yaitu 8,02, yang terkategori proteksi maksimal.
EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN Azizah, Rizqi Nur; Kosman, Rachmat; Khaerunnisa, Syarifah
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.091 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i2.11335

Abstract

Daun Kelor (Moringa oleifera L.) secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai antidiabetes. Penelitian ini  bertujuan untuk menentukan pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I merupakan kontrol negatif yang diberikan larutan Na.CMC 1%. Kelompok II, III dan IV adalah kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak etanol daun kelor, berurutan, 50, 100, dan 150 mg/Kg BB. Kelompok V merupakan kontrol positif diberikan suspensi glibenklamid®. Sebelum perlakuan tikus dipuasakan selama 18 jam kemudian diinduksi dengan aloksan 150 mg/KgBB. Pengukuran kadar glukosa dilakukan pada hari ke 1, ke 3, ke 5, ke 7 dan ke 9. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan ekstrak etanol daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah. Dosis 100 mg/Kg BB memberikan efek penurunan kadar glukosa yang optimal dibandingkan dengan dosis ekstrak lainnya.
POTENSI ANTI-INFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT RANTING PATAH TULANG (EUPHORBIA TIRUCALLI L.) DENGAN UJI PENGHAMBATAN DENATURASI PROTEIN Abidin, Zainal; Putri, Uni Angreni; Widiastuti, Harti
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2, No 2 (2019): Desember
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.366 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i2.11549

Abstract

Ranting Patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) mengandung senyawa flavonoid berpotensi sebagai anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi anti-inflamasi fraksi etil asetat patah tulang dengan menggunakan uji penghambatan denaturasi protein. Penelitian ini terdiri dari tiga kelompok percobaan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif natrium diklofenak, dan fraksi etil asetat patah tulang sebagai kelompok uji. Potensi anti-inflamasi (IC50) natrium diklofenak memiliki nilai sebesar 26,46 µg/ml. Sedangkan fraksi etil asetat ranting patah tulang memiliki nilai IC50 sebesar 250,53 µg/ml. Hasil tersebut menunjukan bahwa ranting patah tulang berpotensi sebagai anti-inflamasi.
EFEK ANTIHIPERGLIKEMIK FRAKSI-FRAKSI DAGING BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN Mukhriani, Mukhriani; Rauf, Afrisusnawati; Purnamasari, Indah
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.527 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i2.11409

Abstract

Penelitian efektivitas antihiperglikemik dari fraksi daging buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada tikus putih jantan yang diinduksi dengan glukosa 50% telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efek fraksi varian hasil daging buah mengkudu 1000 mg/kg BB terhadap tikus hiperglikemia. Kadar glukosa darah diukur 0, 30, 60, dan 90 menit setelah perlakuan. Penelitian menunjukkan bahwa fraksi A memiliki efek antihiperglikemik tertinggi dengan laju penurunan glukosa darah 55,77%, mirip dengan glibenclamide sebagai tikus kontrol positif dengan laju penurunan glukosa darah 60,06%.
PROFIL INDEKS PENGEMBANGAN IKATAN-SILANG GELATIN-KITOSAN Hamzah, Nursalam; Fadhlurrahman, Muhammad; Ningsi, Surya; Haeria, Haeria
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2, No 2 (2019): Desember
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.624 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i2.12147

Abstract

Gelatin ikan menjadi sumber alternatif gelatin halal, tetapi memiliki sifat mekanik dan kekuatan gel yang rendah. Ikat silang telah banyak digunakan pada modifikasi material, termasuk untuk membentuk kompleks gelatin-kitosan. Ikat silang dapat meningkatkan kemampuan sifat mekanik dan kekuatan gel. Fokus penelitian ini adalah mengamati karakteristik indeks pengembangan kompleks gelatin-kitosan yang diikat silang menggunakan glutaraldehid dan sukrosa teroksidasi dengan variasi konsentrasi. Penelitian dimulai dengan ekstraksi gelatin dari sisik ikan Bandeng menggunakan metode basa-asam. Gelatin sisik ikan Bandeng dan gelatin komersil kemudian digunakan sebagai sampel. Larutan gelatin, kitosan dan pengikat silang dicampurkan dan diinkubasi pada suhu 40oC selama selama 24 jam. Campuran kemudian dikeringkan pemanasan suhu 70oC sampai sampel kering. Sampel kemudian diuji indeks pengembangan dengan direndam dalam air selama 12 jam, volume pengembangan diamati tiap jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kompleks gelatin-kitosan dapat diikat metode ikat silang dengan glutaraldehid dan sukrosa teroksidasi yang ditunjukkan dengan perubahan nilai indeks pengembangan. Sukrosa teroksidasi dengan perbandingan sukrosa dan natrium periodat 1:3 menunjukkan nilai indeks pengembangan paling baik.
EKSTRAK PATIKAN KEBO (EUPHORBIA HIRTA L.) MENURUNKAN HITUNG EOSINOFIL BRONKUS PADA TIKUS WISTAR MODEL ASMA ALERGI Hermawan, Danus; Kisrini, Kisrini; Prasetyo, Diding Heri
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.723 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i1.6625

Abstract

Paparan alergen pada saluran napas secara berulang memicu terjadinya reaksi asma alergi. Asma alergi diinduksi oleh degranulasi sel mast yang melepaskan mediator proinflamasi seperti histamin, leukotrien, dan prostaglandin yang memicu terjadinya inflamasi bronkus yang ditandai dengan peningkatan eosinofil bronkus. Peningkatan eosinofil bronkus dapat ditekan oleh asam kafeat dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak patikan kebo terhadap hitung eosinofil bronkus pada tikus Wistar model asma alergi. Subyek penelitian berupa 25 ekor tikus Wistar jantan dengan berat badan ± 200 g dan berumur 6 minggu, dibagi dalam 5 kelompok yaitu: Kontrol (K), Asma alergi (A), ekstrak patikan kebo 10 (P1), 15 (P2), 20 mg/tikus/hari (P3). Hitung eosinofil bronkus postes diukur setelah 28 hari perlakuan. Hitung eosinofil bronkus dianalisis dengan SPSS versi 23.0 menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan uji post hoc multiple comparison Tukey. Tingkat kemaknaan digunakan p<0,05. Hitung eosinofil bronkus tikus P1, P2, dan P3 lebih rendah secara bermakna dibanding tikus Asma Alergi (p<0.05). Patikan kebo mampu menurunkan jumlah eosinofil bronkus pada tikus Wistar model asma alergi.
PENGARUH PERBANDINGAN KONSENTRASI TWEEN 80 DAN FOSFATIDILKOLIN TERHADAP KARAKTERISTIK TRANSFEROSOM ASAM ASKORBAT Ismail, Isriany; Leboe, Dwi Wahyuni; Syaputri, Nurwinda Eka
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.775 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i2.11339

Abstract

Transferosom adalah sistem pengantaran obat yang dapat membawa secara transdermal obat hidrofilik, lipofilik, dan amfifilik dengan molekul berat rendah atau tinggi. Transferosom adalah sistem ultra-fleksibel yang dapat merusak dan melewati konstriksi sempit (dari 5 hingga 10 kali lebih kecil dari diameternya sendiri) tanpa kehilangan yang signifikan. Transferosom dapat melintasi barrier stratum korneum. Tujuan dari penelitian ini adalah penentuan perbandingan konsentrasi yang dibutuhkan untuk membuat asam askorbat transferosom. Transferosom disiapkan dengan metode hidrasi lapis tipis. Transferosom mengandung Tween 80 sebagai pelarut surfaktan, fosfatidilkolinsoya, kloroform : metanol (1 : 1), dan dihidrasi dengan PBS pH 7,4. Berdasarkan penelitian, desain formula yang membandingkan konsentrasi antara fosfatidilkolin: Tween 80 adalah 95: 5,85: 15, dan 75:25 menunjukkan karakteristik Transferosome. Hasil efisiensi penjeratan adalah sekitar 99,75% -99,95%, ukuran partikel sekitar 151,4-456,1nm, dan morfologi partikel dengan memindai mikroskop elektron dan mikroskop trinoculer. Formula terbaik adalah formula III dengan efisiensi penjeratan 99,95%, ukuran partikel 151,4nm dan morfologi menunjukkan mereka memiliki vesikel unilamellar besar (LUV).
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BIJAK DAN RASIONAL Baroroh, Hanif Nasiatul; Utami, Esti Dyah; Maharani, Laksmi; Mustikaningtias, Ika
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 1 (2018): NOVEMBER
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.893 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i1.6425

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat terjadi karena minimalnya informasi dari tenaga kesehatan. Permasalahan tersebut dapat mendorong terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik pada manusia. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat di Desa Sambeng Wetan mengenai penggunaan antibiotik yang rasional masih kurang. Pemberdayaan masyarakat terutama terhadap kader kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik. Metode edukasi yang dilaksanakan yaitu dengan metode modul, ceramah dan diskusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dibagikan kepada responden sebelum dan sesudah edukasi untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan peserta. Kuesioner berisi pertanyaan tertutup terkait pengetahuan penggunaan antibiotik. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Berdasarkan karakteristik peserta, sebagian besar peserta adalah usia dewasa awal (83,87%). Pendidikan responden sebagian besar adalah tamat SMA (38,71%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (90,32%). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat 0,97 poin setelah dilakukan edukasi. Persentase peningkatan nilai pengetahuan kader sebesar 13,8% dari rata-rata nilai pengetahuan awal. Edukasi berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan. Kegiatan edukasi dengan metode modul, ceramah dan diskusi mampu meningkatkan pengetahuan dari kader kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat terutama kader kesehatan secara berkelanjutan sebagai salah satu langkah kongkrit untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengendalikan resistensi bakteri terhadap antibiotik.
POTENSI KRIM EKSTRAK DAUN JOHAR (CASSIA SIAME) MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS Daeng Pine, Andi Tenriugi; Azis, Arief; Darmawan, Ika Riski
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 1 (2018): NOVEMBER
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.255 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i1.6439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi krim ekstrak daun johar untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental. Daun johar (Cassia siamea Lamk.) diekstraksi dengan metode maserasi mengunakan pelarut etanol 96% kemudian diformulasi dalam bentuk sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak 5%b/b dan 10%b/b. Sediaan krim tersebut kemudian diuji kemampuan daya hambatnya terhadap pertumbuhan Candida albicans dengan metode sumuran.  Hasil penelitian menunjukkan krim ekstrak daun johar (Cassia siamea Lamk.) konsentrasi 10%b/b memiliki diameter zona hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans sebesar 22,5 mm. Daya hambat dari krim ekstrak daun johar  konsentrasi 10%b/b termasuk kategori sangat kuat.

Page 1 of 4 | Total Record : 31