cover
Contact Name
Mohamad Gazali
Contact Email
mohamadgazali@utu.ac.id
Phone
+6281343240218
Journal Mail Official
mohamadgazali@utu.ac.id
Editorial Address
komplek perumahan polisi, desa peunaga rayeuk, kec. meureubo
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 26847051     EISSN : 26847051     DOI : 10.35308
The scientific article, published in this journal covers a wide range of research topics in the field of marine biology, marine ecology, oceanography, marine acoustic, marine remote sensing,marine geographical information system (GIS), marine macrobiology, marine pollution, mariculture, marine bioprospecting, marine fisheries, other studies relevant to current topics.
Articles 26 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS DAN PERSENTASE LUAS PENUTUPAN MAKROALGA DI PERAIRAN TELUK KABUPATEN ACEH SELATAN Fitria, Linda; Dewiyanti, Irma; Fadli, Nur
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.849 KB)

Abstract

Penelitian tentang struktur komunitas dan persentase penutupan makroalga di perairan teluk Kabupaten Aceh Selatan bertujuan untuk melihat bagaimana kepadatan, komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman, dominansi dan persentase penutupan makroalga pada perairan kabupaten Aceh Selatan. Pengambilan sampel dan data dilakukan pada 21-26 April 2015 dengan menggunakan metode purposive sampling. Titik pengambilan sampel dan data dibagi kedalam 6 stasiun penelitian dimana samplingmenggunakan metode transek garis 20 m di Substasiun 1 dan 2 dimana transek kuadrat 1x1 m diletakkan sejajar garis pantai sebanyak 3 kali pengulangan (plot) pada siang hari menjelang surut air laut. Ditemukan sebanyak 1623 individu dari 23 jenis makroalga pada 3 kelas berbeda dengan komposisi jenis paling tinggi dari kelas Phaeophyceae 55%. Struktur komunitas dengan keanekaragaman indeks 2.15 menunjukkan bahwa spesies makroalga yang hidup di perairan Aceh Selatan cukup beragam (moderat), keseragaman spesies tinggi/merata dengan nilai 0.75 dengan dominansi spesies dengan nilai 0.32 yang rendah/ tidak ada dominansi spesies . Rata-rata persentase penutupan makroalga adalah 26.34 % terhadap substrat.
KAJIAN DOMAIN KELEMBAGAAN PADA PENGELOLAAN PERIKANAN PELAGIS KECIL DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI PERAIRAN ACEH BARAT (STUDI KASUS PPI KUALA BUBON) Gazali, Mohamad -
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (1): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.285 KB)

Abstract

Ikan pelagis kecil merupakan salah satu komoditas perikanan Aceh Barat. Namun, tantangan dalam pengelolaan perikanan pelagis kecil masih tumpang tindih antar lembaga pengelolaan perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji domain kelembagaan pada pengelolaan perikanan pelagis kecil dengan pendekatan ekosistem di perairan Aceh Barat (Studi Kasus di PPI Kuala Bubon). Metode penelitian dengan menggunakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yaitu metode survey yang dilakukan dengan pendekatan purposive sampling yakni dengan melakukan depth interview terhadap responden yang dianggap informatif dan pengetahuan luas tentang kelembagaan. Analisis data menggunakan analisis EAFM yang dilakukan dengan teknik Flag Modelling. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penilaian pada indikator kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab, mekanisme kelembagaan, tingkat sinergitas kebijakan, kelengkapan aturan main. dan kapasitas pemangku kepentingan masih tergolong dalam kondisi sedang. Namun, indikator yang tergolong kondisi buruk yaitu indikator Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP). Hal ini menunjukkan bahwa perairan Aceh Barat belum memiliki RPP. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu merumuskan RPP ikan pelagis kecil di Perairan Aceh Barat
BIODIVERSITAS MANGROVE DI PERAIRAN ACEH BARAT DAYA SEBAGAI POTENSI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT BERBASIS MASYARAKAT Bahri, Samsul; Heriansyah, Heriansyah; Purnama, Dina Arya; Erijal, Erijal; Rifki, Muhammad
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.459 KB)

Abstract

Penelitian Biodiversitas Mangrove di Perairan Aceh Barat Daya Sebagai Potensi Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat bertujuan untuk menghitung biodiversitas mangrove yang terdapat kabupaten Aceh Barat Daya sebagai salah satu wilayah yang akan dijadikan Kawasan Konservasi Perairan Daerah. Pengamatan dilakukan pada dua stasiun yakni di kecamatan Kuala Batee dan kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil yang diperoleh menggambarkan kondisi populasi mangrove di kecamatan Kuala Batee yang kurang baik, hal tersebut ditandai dengan rendahnya nilai rata-rata kerapatan (633 ind/Ha) serta rendahnya nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman (H=0,83 E=0,76) pada lokasi tersebut. Sementara kondisi populasi mangrove di kecamatan Manggengjuga pada kondisi yang kurang baik ditandai dengan nilai rata-rata kerapatan dalam kategori sedang (1400 ind/Ha)serta nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman (H=0,36 E=0,53) dalam kategori rendah. Rendahnya nilaiparameter yang diperoleh disebabkan alih fungsi lahan mangrove menjadi lahan sawit dan lahan tambak. Sementara jenis mangrove yang ditemukan pada kedua stasiun pengamatan adalah jenis Ceriops decandra, Nypa fruticans, Sonneratia alba dan Acrostichum aureum dimana Sonneratia alba merupakan jenis yang ditemukan pada kedua stasiun pengamatan.
POTENSI DAUN MANGROVE SONNERATIA ALBA SM SEBAGAI ANTIBAKTERI ASAL PESISIR KUALA BUBON ACEH BARAT gazali, mohamad; Nufus, Hayatun
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.085 KB)

Abstract

Salah satu manfaat tumbuhan mangrove sonneratia alba adalah sebagai sumber bahan antibakteri pathogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan daya hambat mikroba Eschericia coli dari ekstrak daun mangrove S.alba. Koleksi sampel dilakukan di pesisir Kuala Bubon Aceh Barat. selanjutnya, sampel tersebut diuji antibakteri diLaboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Hasil Penelitian menunjukkanbahwa ekstrak n-heksana memiliki daya hambat bakteri gram negatif (E. coli) sebesar 3,2 mm. sementara ekstrakmetanol dan etil asetat sebesar 1,8 dan 0,5 mm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana memiliki aktivitas antibakteri patogenlebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak metanol danekstrak etil asetat. 
DISTRIBUSI DAN KOMPOSISI SAMPAH LAUT PESISIR DI KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Kusumawati, Ika -; Nasution, Muhammad Arif; Alamsyah, Alamsyah -
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (1): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.756 KB)

Abstract

Penelitian tentang distribusi dan komposisi sampah laut pesisir di Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya yang di lakukan pada bulan Juli s/d Agustus tahun 2017 bertujuan untuk mengetahui distribusi dan komposisi sampah laut di pesisir yang terdapat di Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakandua titik lokasi penelitian antara lain lokasi pertama pantai peunaga permai tempat wisata dan lokasi kedua pantai seunagan tempat pemancingan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif yaitu metode pengamatan secara langsung untuk mengidentifikasi semua jenis sampah pesisir yang terdapat di ketiga stasiun pada dua titik lokasi penelitian. Hasil penelitian pada bulan Juli 2017 selama 28 hari jumlah sampah yang terdapat dipesisir laut pada dua lokasi penelitian sebanyak 6 jenis sampah antara lain sampah plastik, logam, kaca, karet, kayu olahan dan sampah kain-kain. Komposisi jenis sampah yang tertinggi terdapat pada lokasi pertama yaitu kawasan tempat wisata dengan jumlah total 15,931 dan jumlah persentase (75 %) sedangkan jumlah yang paling terkecil terdapat pada lokasi ke 2 yaitu pada kawasan pemancingan dengan jumlah total sampah 5.287 dan persentase (25 %). Jadi dampak pencemaran sampah tertinggi terdapat pada kawasan peunaga permai dengan jumlah rata-rata sampah 569 dan kawasan pemancingan dengan jumlah rata-rata sampah 192. Jenis sampah yang paling banyak pencemarannya padadua lokasi penelitian yaitu jenis sampah plastik sedangkan sampah kaca paling sedikit pencemarannya.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT CHAETOMORPHA ANTENNINA ASAL PESISIR UJONG SERANGGA ACEH BARAT DAYA Gazali, Mohamad -
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (1): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.105 KB)

Abstract

Rumput laut mengandung banyak senyawa bahan alam yang bersifat bioaktif. Beberapa senyawa di antaranya memiliki efek pharmaceutical. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aktivitas antioksidan ekstrak rumput laut asal Pesisir Ujong Serangga Aceh Barat Daya. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi tentang botani laut yang mempunyai aktivitas antioksidan dan alga hijau Chaetomorpha antennina dapat digunakan sebagai salah satu antioksidan alami bagi tubuh. Sampel Chaetomorpha antennina diambil dari pesisir Ujong Serangga Aceh Barat Daya. Selanjutnya, dimaserasi menggunakan 3 pelarut meliputi pelarut etanol (polar), etil asetat (semi polar) dan n-heksana (non polar). Hasil maserasi disaring dengan kertas saring Wathman nomor 42. Filtrat dievaporasi dengan rotary evaporator pada suhu 36 oC dan tekanan rendah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan rataan berat sampel kering 30 gram diperoleh rataan rendemen sebesar 1,380% pada ekstrak etanol, 1,110% pada ekstrak etil asetat dan 0,420% pada ekstrak n-heksan. Nilai aktifitas antioksidan ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat dengan kapasitas antioksidan sebesar 91,05 µmol Rutin Equivalence/g ekstrak, ekstrak etil asetat sebesar 16,77 µmol Rutin Equivalence/g ekstrak dan ekstrak n-heksanasebesar 11.71 µmol Rutin Equivalence/g ekstrak pada konsentrasi 0,1. Hasil ini mengindikasikan bahwa kapasistasantioksidan CUPRAC menunjukan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas yang terbaik. Ekstrak etanol dari data dimemiliki aktivitas antioksidan paling tinggi yang diduga mengandung asam hidroksinamat
POTENSI NANNOCHLOROPSIS OCULATA DAN TETRASELMIS CHUII SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL Negara, Bertoka Fajar; Irfandi, Irfandi; Nursalim, Nining; Herliany, Nurlaila Ervina
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.636 KB)

Abstract

Bahan bakar fosil yang semakin menipis menimbulkan permasalahan baru dalam mewujudkan ketahanan energi didunia. Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bersifat terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jumlah bioetanol yang dihasilkan dari fermentasi biomassa Nannochloropsis oculata dan Tetraselmis chuii. Kultur Nannochloropsis oculata dan Tetraselmis chuii selama 5 hari, hidrolisis asam dilakukan dengan menggunakan H2SO4 0,2 M dengan suhu121 oC dan tekanan 1 atm selama 30 menit, fermentasi menggunakan Saccaromyces cereviciae selama 5 hari. hasil hidrolisis Nannochloropsis oculata memiliki kadar gula sebesar 4%, hasil fermentasi Nannochloropsis oculata mengandung etanol sebanyak 12 mL dengan konsentrasi 4%. Hasil hidrolisis yang dilakukan menghasilkan kadar gula 4%. Hasil fermentasi menghasilkan 1% bioetaniol.
IDENTIFIKASI PENYAKIT DAN GANGGUAN KESEHATAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN DESA LANGGAPULU KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Riska, Riska; Tasak, Albida Rante; Lalang, Lalang; Kamur, Sudarwin; Wahab, Iswandi; Maharani, Maharani
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.863 KB)

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu organisme laut yang rentan terhadap perubahan lingkungan perairan. Salah satu dampak akibat perubahan lingkungan tersebut adalah munculnya berbagai penyakit dan gangguan kesehatan karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang dan mengindetifikasi jenis-jenispenyakit dan gangguan kesehatan yang mengancam ekosistem terumbu karang di perairan Desa Langgapulu. Metode transek garis (line intercept transect) sepanjang 50 m digunakan untuk menggambarkan kondisi terumbu karang dengan melihat persentase penutupan karang hidup, karang mati, alga, dan keberadaan biota lainnya. Metode belt transek  dengan ukuran 5 m x 50 m digunakan untuk mengidentifikasi penyakit dan gangguan kesehatan karang, pada 4 stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di perairan tersebut dalam kategori sedang hingga buruk/rusak. Jenis penyakit karang yang ditemukan pada perairan ini yaitu Black Band Disease (BBD), Brown Band Disease (BRBD), Dark Spots Disease (DSD), Pink Boctch (PB), Skeletal Eroding Band (SEB), dan White Syndromes (WS). Gangguan kesehatan karang umumnya disebabkan karena pemutihan karang (Bleaching), Crown of Thorns Starfish, Growth Anomalies, Pigmentation Response, Sediment Damage, dan Tube Former. Penurunan kualitas lingkungan perairan sangat berperan terhadap munculnya berbagai penyakit dan gangguan terhadap kesehatan karang, yang berdampak pada gangguan secara fisiologis bagi biota karang.
INVENTARISASI MIKROFUNGI EPIFIT PADA DAUN LAMUN ENHALUS ACOROIDES DI PERAIRAN MALANG RAPAT, PULAU BINTAN Silitonga, Hetty Sari Marlina; Apriadi, Tri -
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (1): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.754 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mikrofungi epifit yang terdapat pada daun lamun Enhalus acoroides di Perairan Malang Rapat, Bintan. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun pengamatan yang memiliki perbedaan penggenangan lamun pada saat surut (tidak terendam, terendam sebagian, terendam seluruhnya). Kulturisasi dan isolasi mikrofungi epifit dilakukan pada media potato carrot agar (PCA) di laboratorium. Terdapat lima jenis mikrofungi epifit dari daun lamun E. acoroides yang berhasil diidentifikasi, Aspergillus sp., Mucor sp., Penicillium sp., Rhizopus sp., dan Syncephalastrumsp. Daerah yang terendam seluruhnya pada saat surut dijumpai jenis mikrofungi epifit yang paling banyak. Aspergilus sp. adalah genus yang dijumpai pada semua stasiun, Mucor sp. hanya dijumpai pada area yang tidak terendam saat surut, sedangkan Syncephalastrum sp. hanya dijumpai pada daerah yang selalutersendam saat surut.
DUGAAN SERAPAN KARBON PADA VEGETASI MANGROVE, DI KAWASAN MANGROVE DESA BEUREUNUT, KECAMATAN SEULIMUM, KABUPATEN ACEH BESAR Akbar, Crisna; Arsepta, Yudimi; Dewiyanti, Irma; Bahri, Samsul
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.192 KB)

Abstract

Mangrove adalah tumbuhan yang mampu hidup pada perairan asin dan pada daerah pasang surut. Secara umum mangrove berfungsi sebagai tempat berkumupulnya berbagi macam biota laut, tempat mencari makan, tempat pemijahan, dan juga sebagai tempat asuhan berbagai macam biota. Mangrove juga memiliki fungsi secara fisik, yaitu sebagai penahan gelombang tsunami, panahan amukan angin dan untuk menahan erosi. Fungsi ekomois dari mangrove adalah dapat dijadikan sebagai bahan bakar kayu dan juga bahan obat-obatan. Hutan mangrove memilikiperan yang sama dengan hutan yang lainnya untuk penyerap karbon dioksida (CO2¬) sehingga dapat membantudalam pencegahan perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga serapan karbon (C) padavegetasi mangrove di kawasan mengrove Desa Beureunut, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar. Penelitianini dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2014, di kawsan mangrove Desa Beureunut. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Purposive sampling untuk menentukan tiga stasiun pengamatan,sampel diambil sekali tanpa pengulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mangrove pada kelas tinggi >100 cm memiliki peran dalam penyerapan karbon terbanyak yaitu sebesar 397,53 g/pohon. Bagian pohon yangpaling banyak menyerap karbon adalah bagian batang pada kelas tinggi >100, yaitu 194,58 g/pohon. Semakin besarbiomassa, maka akan semakin besar pula potensi serapan karbonnya.

Page 1 of 3 | Total Record : 26