cover
Contact Name
Alex Rikki, S.Kom.,M.Kom
Contact Email
alexrikisinaga@gmail.com
Phone
+6282275847123
Journal Mail Official
alexrikisinaga@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bilal No. 52 Kelurahan Pulo Brayan Darat I Kecamatan Medan Timur, Medan - Sumatera Utara Telp : (061) 66455670
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI)
ISSN : 25027786     EISSN : 25977156     DOI : https://doi.org/10.2411/jipiki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) (p-ISSN : 2502-7786 ) (e-ISSN : 2597-7156) is a national, peer-reviewed journal. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects of the medical record and health information. It is aimed at all medical record and health information practitioners and researchers and those who manage and deliver medical record and health information services and systems. It will also be of interest to anyone involved in health information management, health information system, and health information technology.
Articles 106 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI UPT RUMAH SAKIT KHUSUS PARU TAHUN 2019 Sabela Hasibuan, Ali
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.241 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.364

Abstract

ABSTRAK   Unit rekam medis merupakan bagian yang penting dalam suatu rumah sakit, karena rekam medis memuat kegiatan mulai dari penerimaan pasien, pencatatan, pengelolaan data rekam medis pasien, penyimpanan dan pengembalian berkas rekam medis.Selain itu, unit rekam medis harus mampu melayani permintaan informasi yang berkaitan dengan data rekam medis dengan cepat, tepat dan akurat pada waktu yang dibutuhkan.Salah satu faktor yang berpengaruh dalam kecepatan pemberian pelayanan kepada pasien adalah ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis ke unit rekam medis.Tujuan umum dari peneliti ini adalah untuk mengetahui faktor keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap di UPT Rumah Sakit Khusus Paru Medan.Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif.Populasi dalam penelitian petugas yang berkaitan dengan pengisian rekam medis diRS Khusus Paru yang berjumlah 15 orang, dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling yaitu berjumlah 15 orang.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan  peneliti bahwa faktor yang paling mempengaruhi keterlambatan adalah menjalankan prosedur yang telah ditetapkan dan ketidaklengkapan  dalam pengisian dokumen rekam medis baik dalam identitas pasien dan ketepatan dalam pengisian diagnosis juga mempengaruhi keterlambatan dalam pengembalian berkas rekam medis dan menjalankan prosedur yang telah ditetapkan di rumah sakit pengembalian berkas rekam medis paling lama 1x24 jam, apabila pengembalian berkas rekam medis mengalami keterlambatan maka akan sangat berpengaruh terhadap assembling,analisis,coding,indixing,filling dan laporan. Kata Kunci                 : Pengembalian Rekam Medis. ABSTRACT   Medical record unit is an important part in a hospital, because medical records contain activities ranging from receiving patients, recording, managing patient medical record data, storing and returning medical record files. In addition, medical record units must be able to service requests for information relating with medical record data quickly, precisely and accurately at the time required. One of the factors that influence the speed of service delivery to patients is the timeliness of returning medical record files to the medical record unit. inpatient medical record at UPT Medan Special Lung Hospital. This type of research uses quantitative descriptive research methods. Population in the study of officers relating to filling medical records in the Special Lung RSR totaling 15 people, with the sampling technique is the total sampling which amounted to 15 people . Brilliant The results of research that have been conducted by researchers that the factors that most influence the delay are carrying out established procedures and incompleteness in filling medical record documents both in the patient's identity and accuracy in filling out the diagnosis also affect the delay in returning the medical record file and carry out the procedures specified in the hospital returns the medical record file for a maximum of 1x24 hours, if the return of the medical record file is delayed it will greatly affect the assembling, analysis, coding, indixing, filling and reporting.   Keywords: Returning Medical Records.
ANALYSIS OF OPERATING REPORT FORM DESIGN IN SPECIAL KIDNEY RASYIDA MEDAN Purba, Erlindai
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.508 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.360

Abstract

Abstract   Form design is the activity of designing a form based on the transaction needs of service activities and the preparation or preparation of organizational reports. The surgery report is a surgical procedure for patients. To find out the design of the operation report form at the Rasyida Kidney Special Hospital in 2018. This type of research is a qualitative descriptive study. This research was conducted at the Rasyida Kidney Hospital in Medan, the population and sample used in this study were 1 Operation Report form used at the Rasyida Kidney Hospital in Medan, using the observation method. Based on the results of research on the design of the operation report form in Medan Rasyida Kidney Hospital, the anatomic aspects have not included a complete form heading and there is no clear introduction. From the physical aspect it is not appropriate because it still uses Kuwarto paper with a weight of 70 grams. While the content aspect is appropriate because it has been adapted to the 2008 Minister of Health Regulation. Based on the results of the study it can be suggested that the paper material should be replaced with A4 paper of at least 80 grams to reduce the risk of tearing and the need to add an explanation about filling out the operating report.
OPTIMALISASI ANTRIAN MENGGUNAKAN METODE SINGLE CHANNEL SINGLE PHASE ( STUDI KASUS DR. REKSODIWIRYO PADANG) Nengsih, Yeyi Gusla
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.831 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.356

Abstract

Antrian merupakan kejadian dimana pelanggan harus menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan. Proses Antrian di apotik Rumah Sakit Tentara Padang merupakan suatu masalah yang sering kali menjadi keluhan bagi pasien. Untuk mengatasi masalah ini dibutuhkan suatu metode sistem antrian supaya mendapatkan performansi model antrian. Sehingga dapat memberikan gambaran dan solusi untuk meningkatkan kinerja pelayanan pada proses pengambilan obat di apotik Rumah Sakit Tentara Padang. Model Antrian yang digunakan adalah model antrian Single Channel Single Phase yang memiliki satu jalur dan satu pelayanan yang dialiri oleh satu antrian tunggal. Variabel yang akan diamati adalah waktu antar kedatangan, waktu mulai pelayanan dan waktu selesai pelayanan dengan mengasumsikan pola distribusi poisson. Hasil dari penelitian ini nantinya diperoleh waktu sibuk server terpanjang yaitu 94,12%, jumlah rata-rata pasien dalam antrian terpanjang perperiode (Lq) yaitu 15 pasien, jumlah rata-rata pasien dalam sistem terpanjang perperiode (Ls) yaitu 16 pasien, waktu pasien berada dalam sistem terpanjang perperiode waktu (Ws) yaitu 60 menit, waktu pasien berada dalam antrian terpanjang perperiode waktu (Wq) yaitu 56,472 menit.
RANCANGAN KEBUTUHAN RAK DAN LUAS RUANGAN PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT PUTRI HIJAU Satria Dewi, Welly; Muthmainnah, siti
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.403 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.350

Abstract

  ABSTRAK Rekam medis disimpan dalam ruang penyimpanan agar memudahkan dalam pengambilan dan pengembalian berkas rekam medis. Kunjungan pasien yang meningkat mengakibatkan penambahan ketebalan dan penambahan rekam medis baru, sehingga rak menjadi penuh mengakibatkan proses penyimpanan dan pengembalian  kembali menjadi terhambat dan mengakibatkan kerusakan fisik pada berkas rekam medis. Maka peneliti bertujuan untuk mengetahui kebutuhan rak dan luas ruangan penyimpanan rekam medis di Rumah Sakit Putri Hijau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan memaparkan hasil penelitian apa adanya dan membandingkan dengan teori kemudian diambil kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah ruang penyimpanan berkas rekam medis, objek dalam penelitian ini adalah berkas rekam medis dan rak penyimpanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah rak penyimpanan berkas  rekam medis di Rumah Sakit Putri Hijau adalah 20 rak dengan luas ruangan 100 m2. Terdapat 15 rak dengan luas ruangan 75 m2 diruang aktif dan 5 rak dengan luas ruangan 25m2 diruang inkatif. Dengan luas ruangan aktif yang telah tersedia mampu menampung penambahan kebutuhan rak rekam medis  aktif sebanyak  2 unit,  sehingga dengan tercukupinya rak  penyimpanan rekam medis dapat memudahkan petugas dalam menyimpan dan mengembalikan berkas rekam medis pasien serta terjaga kerahasiaan dan terhindar dari kerusakan fisik dokumen rekam medis.   Kata Kunci : Rekam Medis, Rak Penyimpanan, Luas Ruangan.   ABSTRACT Medical records are stored in a storage room to make it easier to retrieve and return medical record files. Increased patient visits result in increased thickness and addition of new medical records, so that the shelves become full resulting in the process of storage and return to be hampered and cause physical damage to the medical record file. Then the researchers aimed to determine the need for shelves and spacious medical record storage room at Putri Hijau Hospital. This research uses descriptive quantitative method that is by describing the results of the research as it is and comparing with the theory then conclusions are drawn. The subjects in this study were the medical record file storage space, the object in this study was the medical record file and storage rack. The results of this study indicate that the number of medical record file storage shelves at the Putri Hijau Hospital is 20 rack with room area of ??100 m2. There are 15 shelves with a room area of ??75 m2 in an active room and 5 shelves with a room area of ??25 m2 in an inclusive room. With an active room area that is available to accommodate the need for additional active medical record shelves as much as 2 units, so that adequate storage of medical record shelves can facilitate officers in storing and returning patient medical record files and maintaining confidentiality and avoiding physical damage to medical record documents.
GAMBARAN SISTEM RUJUKAN TERINTEGRASI (SISRUTE) DI RSUD DR. RM DJOELHAM BINJAI TAHUN 2019: GAMBARAN SISTEM RUJUKAN TERINTEGRASI (SISRUTE) DI RSUD DR. RM DJOELHAM BINJAI TAHUN 2019 Junita Bancin, Lamtiur; Putri, Nurul Arrizka; Rahmayani, Nurul; Kharisma, Ransiska; Purba, Silvi Widya
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.769 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.347

Abstract

Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) merupakan sebuah aplikasi untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan antar Fasilitas kesehatan.  Sisrute Pelayanan kesehatan tingkat rujukan terdiri atas fasilitas kesehatan sekunder dan tersier. Sisrute mempunyai fungsi dalam menbantu perumusan kebijakan strategis dan teknis dibidang kesehatan rujukan yang berkesinambungan dan mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang kesehatan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alur Sisrute, kendala dan kelebihan dari aplikasi Sisrute di RSUD Dr.RM Djoelham Binjai. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang sudah ada di rumah sakit.  Dalam penelitian ini analisa data dilakukan secara deskriptif melalui observasi, penyajian dan penarikan kesimpulan, sehingga diperoleh gambaran tentang Sisrute. Aplikasi Sisrute sangat membantu percepatan pelayanan,  memudahkan informasi rujukan terkait kejelasan pasien dapat diterima oleh RS yang dirujuk, mudah melakukan konsultasi dalam penanganan pasien lebih terarah dan meminimalkan penolakan pasien dengan koordinasi dan komunikasi antara RSUD Dr. RM Djoelham Binjai dengan RS yang ingin dirujuk/RS penerima. Kendala penggunaan Sisrute yaitu:   Server Internet tidak stabil dan  data-data pasien yang dirujuk tidak lengkap sesuai dengan form yang ada di sistem sehingga menyulitkan RS penerima menerima jawaban. Kelebihan penggunaan Sisrute yaitu yaitu perujuk bisa mengetahui tujuan Rumah Sakit sesuai kebutuhan pasien, memastikan pasien sudah mendapatkan perawatan dari RS yang    dirujuk, perujuk bisa dapat kepastian terhadap pasien yang akan dirujuk.
ANALISIS KUANTITATIF KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DENGAN DIAGNOSA FRACTURE FEMUR DI RSUD DR. R.M. DJOELHAM BINJAI Giyatno; Rizkika, Maysyarah Yolla
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.73 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.349

Abstract

ABSTRAK   Petugas rekam medis harus melakukan kegiatan analisa kuantitatif guna membantu dokter dalam kegiatan pencatatan dan pengisian rekam medis yang lengkap dan akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kuantitatif kelengkapan dokumen rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosa fracture femur di RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan adalah seluruh jumlah populasi yaitu 36 dokumen rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosa fracture femur tahun 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tabel check list. Hasil penelitian kelengkapan identifikasi pasien tertinggi yaitu nama pasien, nomor rekam medis, dan tanggal lahir sebesar 20 dokumen (56%), persentase terendah yaitu jenis kelamin sebesar 10 dokumen rekam medis (28%). Kelengkapan pelaporan penting yaitu general consent sebesar 25 dokumen rekam medis (69%), persentase terendah yaitu informed consent sebesar 13 dokumen rekam medis (36%). Kelengkapan autentifikasi tertinggi yaitu tanda tangan dokter, nama perawat dan tanda tangan perawat sebesar 15 dokumen rekam medis (42%), persentase terendah yaitu nama dokter dan gelar profesional sebesar 11 dokumen rekam medis (31%). Kelengkapan pendokumentasian yang benar yaitu penggunaan singkatan sebesar 26 dokumen rekam medis (72%), persentase terendah yaitu pembetulan kesalahan sebesar 16 dokumen rekam medis (44%). Kelengkapan pengisian dokumen rekam medis belum lengkap 100%. Disarankan perlu adanya sosialisasi kepada seluruh petugas terkait dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis dan mengikuti Standart Prosedur Operasional (SPO) terkait analisis kuantitatif kelengkapan dokumen rekam medis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DUPLIKASI PENOMORAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN Agus Kartini, Siti
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.224 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.346

Abstract

Abstrak Rekam medis adalah berisikan cactatan dan dokumen tentang idetitas pasien , pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis adalah keteranan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas, anamases, pemeriksaan laboratorium, diagnosa, segala pelyanan dan tindakan medik yang di berikan kepada pasien. Penomoran berkas rekam medis yang baik merupakan salah satu kunci keberhsilan atau kebaikan suatu manajemen rekam medis dari suatu pelayanan kesehatan, tentunya didukung dengan sistem yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi duplikasi penomoran rekam medis di Rumah Sakit Advent Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Advent Medan pada bulan juli 2018, Populasi dalam penelitian ini adalah 11 petugas rekam medis yang terdiri dari 7 orang petugas pendaftaran dan rawat jalan 4 orang petugas pendaftaran rawat inap, Sampel dalam penelitian ini Menggunakan  total sampel, instumen penelitian yang digunakan observasi dan kuisoner,  berdasarkan hasil penelitan yang dilakukan faktor yang mempengaruhi duplikasi nomor rekam medis mayoritas Pengetahuan diperoleh 54,5% dari 11 petugas rekam medis dan dengan hasil uji statistik diperoleh  p=0.015<0.05. sehingga Ho ditolak artinya adanya pengaruh antara pengetahuan petugas rekam medis dengan duplikasi penomoran di Rumah Sakit Advent Medan. Minoritas sikap diperoleh 63,6% dan dengan hasil uji statistik diperoleh p=0,545%<0.05 sehingga Ho diterima artinya tidak ada pengaruh antara sikap dengan duplikasi penomoran. Dari hasil uji    statistik antara pengetahuan dan sikap, terdapat pengaruh pengetahuan dengan duplikasi penomoaran di Rumah Sakit Advent, Sedangkan sikap tidak ada pengaruh dengan duplikasi penomoran di Rumah Sakit Advent. Diharapkan kepada Rumah Sakit untuk memberikan evaluasi atau pelatihan kepada petugas rekam medis dibagian pendaftaran secara berkesinambungan. Kata Kunci: Rekam medis, Faktor- faktor duplikasi No rekam medis, Sistem     penomoran Abstrack Medical record is containing records and documents about patient identity, examination, treatment, actions, and other services that have been provided to patients. Medical records are written and recorded safety regarding identities, anamases, laboratory tests, diagnoses, all services and medical actions given to patients. Numbering a good medical record file is one of the keys to the success or goodness of a medical record management of a health service, of course, supported by a good system. The purpose of this study was to determine the factors that influence the duplication of medical record numbering in Medan Adventist Hospital. This type of research is quantitative descriptive using a cross sectional method conducted at Medan Adventist Hospital in July 2018, the population in this study were 11 medical record officers consisting of 7 registration and outpatient officers 4 inpatient registration officers, samples in this study Using the total sample, the research instrument used observation and questionnaire, based on the results of research conducted by factors that influence the duplication of the majority medical record number . so Ho is rejected, meaning that there is an influence between the knowledge of the medical record officer with the numbering duplication in Medan Adventist Hospital. Minority attitudes were obtained 63.6% and with statistical test results obtained p = 0.545% <0.05 so that Ho was accepted meaning that there was no influence between attitude and numbering duplication. From the results of statistical tests between knowledge and attitude, there is an influence of knowledge with duplication of numbers in Adventist Hospitals, whereas attitude has no influence with duplication of numbers in Adventist Hospitals. It is expected that hospitals will provide evaluation or training to medical records officers in the registration section on an ongoing basis.
HUBUNGAN WAKTU PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DENGAN KEPUASAN PASIEN PADA BAGIAN PENDAFTARAN DI RUMAH SAKIT UMUM PERMATA BUNDA MEDAN Valentina
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.747 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.345

Abstract

ABSTRAK   Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pelayanan kesehatan yang bermutu adalah akses terhadap pelayanan yang ditandai dengan waktu penyediaan dokumen rekam medis di bagian pendaftaran. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan waktu penyediaan dokumen rekam medisdengan kepuasan pasien pada bagian pendaftaran di Rumah Sakit Umum Permata Bunda Medan. Jenis penelitan yang digunakan adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan di RSU Permata Bunda Medan yang dihitung dari rata-rata kunjungan pasien yang datang dalam satu minggu yaitu 307. Sampel dalam penelitian ini adalah 76 orang yang diambil secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan secara univariat dan analisis bivariat yaitu untuk mencari hubungan dua variabel  menggunakan uji statistik t-test independen dengan CI 95%. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan waktu penyediaan dokumen rekam medis dengan kepuasan pasien pada bagian pendaftaran di Rumah Sakit Umum Permata Bunda Medan (p=0,0001).Disarankan untuk mempersingkat waktu penyediaan dokumen rekam medis dan meningkatkan kepuasan pasien dengan dengan melaksanakan manajemen  rekam medis yang baik benar. Kata Kunci: Waktu, Penyediaan Dokumen Rekam Medis, Kepuasan Pasien, Pendaftaran   ABSTRACT   One aspect that needs to be considered in health services as assessed for access to services is affected by the provision of medical records in the registration section. The purpose of this study is to determine the relationship between the time of providing medical records and patient satisfaction in the registration section at Permata Bunda General Hospital, Medan. The type of research is descriptive with cross sectional design. The population are patients in RSU Permata Bunda Medan, which was calculated from the average number of patient visits that came in a week as many as 307. The sample is 76 people taken by accidental sampling. Data collection was carried out using the observation method using an observation sheet and the interview method with a questionnaire. Data were analyzed univariate and bivariate using the independent t-test with 95% CI. The results showed that there is a correlation between the time of providing medical records and patient satisfaction in the registration section at Permata Bunda General Hospital, Medan (p = 0,0001). It is recommended to shorten the time for the provision of medical record documents and increase patient satisfaction by helping to manage medical records properly.    
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU PENYEDIAAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM MADANI TAHUN 2019 Andi Ritonga, Zulham; Wannara, Alan Juli
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.922 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.341

Abstract

ABSTRAK   Sistem penyimpanan yang diterapkan di Rumah Sakit Umum Madani Medan menggunakan sistem sentralisasi, yaitu penggabungan antara rekam medis rawat inap dengan rekam medis rawat jalan. Rekam medis rawat jalan dan rekam medis rawat inap disimpan dalam satu tempat penyimpanan rekam medis. Namun dikarenakan jumlah rak penyimpanan rekam medis kurang akibatnya status rekam medis tidak cukup untuk disusun di dalam rak penyimpanan dan ditumpukkan   di atas status yang telah disusun dengan rapi. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif melalui wawancara dan lembar check list. Penelitian ini dilakukan di RSU Madani Medan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang ke tempat pendaftaran rawat jalan dan seluruh petugas rekam medis di unit pendaftaran rawat jalan dan penyimpanan. Sampel dalam penelitian ini terbagi dalam dua jenis yaitu pasien rawat jalan yang terdiri dari pasien baru dan pasien lama serta petugas rekam medis rawat jalan RSU Madani Medan. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Dari hasil penelitian sistem penjajaran yang diterapkan di  Rumah Sakit Umum Madani Medan yaitu menggunakan sistem angka akhir. Sistem angka akhir dapat memudahkan para petugas rekam medis yang bukan ahli dalam melaksanakan pekerjaan penyimpanan tersebut dan sudah terlaksana dengan baik. Berdasarkan lokasi,  sistem penyimpanan menggunakan sentralisasi. Berkas rekam medis di ruang penyimpanan belum tersusun dengan rapi. Dimana rekam medis yang disimpan tidak cukup untuk dijajarkan ke dalam rak penyimpanan rekam medis, yang disebabkan karena luas ruang penyimpanan rekam medis yang tidak mencukupi sehingga mengakibatkan rak penyimpanan rekam medis tidak dapat ditambah ke dalam ruang penyimpanan rekam medis. Terdapat banyak berkas rekam medis ditumpukkan diatas berkas rekam medis yang telah disusun rapi sesuai dengan nomor rekam medisnya. Saat pengambilan kembali rekam medis pasien yang ingin berobat tidak menggunakan tracer (petunjuk keluar) sebagai pengganti untuk disisipkan di bagian setiap nomor rekam medis pasien yang ingin berobat.
GAMBARAN STRESS KERJA PETUGAS REKAM MEDIS BAGIAN DISTRIBUSI DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Simanjuntak, Esraida
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.758 KB) | DOI: 10.2411/jipiki.v5i1.343

Abstract

ABSTRAK   Stress kerja dapat dialami oleh semua orang tanpa terkecuali pekerja di rumah sakit dan merupakan konsekuensi dari peristiwa di tempat kerja  yang menuntut keterlibatan fisik dan psikis karyawan secara berlebihan (Triatna, 2015). Stress kerja yang berlangsung secara terus menerus dapat menyebabkan perubahan emosional dan perilaku seperti mudah tersinggung dan sulit berkonsentrasi, sehingga dapat menurunkan motivasi kerja seseorang dan berakibat pada penurunan kualitas kerja. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran stress kerja petugas rekam medis bagian distribusi  di RSUP H. Adam Malik Medan.  Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan peneliti dengan mengambil seluruh petugas distribusi yang berjumlah 5 orang. Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat orang yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti, instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan kepada responden untuk melihat gambaran stress kerja petugas rekam medis bagian distribusi. Analisis data pada penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 5 responden bahwa mayoritas stress kerja dapat disimpulkan bahwa sebanyak 4 responden (80%) mengalami stress kerja, dan minoritas stress kerja sebanyak 1 responden (20%). Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa gambaran stress kerja petugas rekam medis bagian distribusi di RSUP H. Adam Malik Medan mayoritas mengalami stress kerja. Saran peneliti kepada pihak rumah sakit agar memberikan fasilitas berupa alat pengangkut barang kepada petugas rekam medis dibagian distribusi untuk mempermudah pengiriman berkas rekam medis ke poliklinik dan hal ini dapat mengurangi beban kerja petugas rekam medis dalam mengangkat barang berat.

Page 1 of 11 | Total Record : 106