cover
Contact Name
Ence Surahman
Contact Email
ence.surahman.fip@um.ac.id
Phone
+6287821191948
Journal Mail Official
ence.surahman.fip@um.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran
ISSN : 24068780     EISSN : 26547953     DOI : 10.17977.um031
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran is a journal in the field of educational technology that contains literature review, action research, case study research, and empirical findings in scientific disciplines of educational technology.
Articles 112 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI PERGAULAN BEBAS DAN ZINA UNTUK KELAS X SMAN 1 DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO Rizal, Saiful; Toenlioe, Anselmus J.E.; Sulthoni, Sulthoni
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.586 KB) | DOI: 10.17977/um031v6i12019p001

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan suatu produk multimedia interaktif pendidikan agama islam materi pergaulan bebas dan zina untuk kelas X di SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo yang layak melalui uji validasi dan mengkaji efektifitas pemanfaatan multimedia interaktif. Pengembangan ini akan melalui beberapa tahap diantaranya tahap penilaian kebutuhan dan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi yang sesuai dengan model pengembangan Lee dan Owens (2004). Validasi produk dilakukan terhadap ahli media dan juga ahli materi. Subjeknya yaitu siswa kelas X yang ada di SMAN 1 Dringu. Berdasarkan uji coba validasi yang dilakukan kepada ahli media, ahli materi, dan siswa dapat disimpulkan bahwasannya multimedia interaktif yang telah dikembangkan termasuk kategori valid. Kemudian dari hasil belajar siswa dapat disimpulkan bahwasannya media yang dikembangkan termasuk kategori efektif. AbstractI This development study discusses the development of interactive multimedia Islamic religious education material for free and adultery for class X at SMAN 1 Dringu Probolinggo Regency that is feasible through validation testing and assessing the effectiveness of using interactive multimedia. This development will address some of the needs of analysis and design, development, implementation, and evaluation that are in accordance with the development model of Lee and Owens (2004). Product validation is carried out on media experts and material experts. The subject is class X students at SMAN 1 Dringu. Based on trials conducted on media experts, material experts, and students can conclude that interactive multimedia that has been developed includes a valid category. Then from the student learning outcomes it can be concluded that the media developed includes the effective category.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA TENTANG SIFAT DAN PERUBAHAN WUJUD BENDA KELAS IV SDN MERJOSARI 5 MALANG Kurniawan, Dicky Candra; Kuswandi, Dedi; Husna, Arafah
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v4i22018p119

Abstract

AbstrakEra digital pada saat ini berpengaruh pada pendidikan. Pendidikan dengan memanfaatkan teknologi akan mempermudah proses pembelajaran. Media video dalam pembelajaran akan membantu guru untuk memudahkan  menyampaikan materi dan menciptakan situasi pembelajar yang tidak monoton, serta akan membantu memudahkan peserta didik untuk memahami materi. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan produk Media Video Pembelajaran  IPA Tentang Sifat dan Perubahan Wujud Benda pada siswa Kelas IV di SDN Merjosari 5 Malang yang valid dan efektif. Pengembangan ini telah melalui tahap identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan materi, pegembangan alat evaluasi, penulisan naskah, produksi media, menyusun petunjuk pemanfatan, validasi/ tes, dan revisi sesuai dengan model pengembangan Sadiman (2010). Validasi produk dilakukan terhadap ahli media dan juga ahli materi. Sasaran uji coba media ini yaitu seluruh  siswa kelas IV di SDN Merjosari 5 Malang. Berdasarkan uji coba validasi yang dilakukan terhadap ahli media, ahli materi, dan siswa dapat disimpulkan bahwa media video yang telah dikembangkan termasuk kategori  valid. Selain itu berdasarkan  tes belajar terhadap siswa dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan termasuk kategori efektif.  Sehingga media video pembelajaran yang telah dikembangkan ini dikategorikan valid dan efektif untuk dapat digunakan pada kegiatan pembelajaran.AbstractThe digital age is currently influencing education. Education by utilizing technology will facilitate the learning process. Video media in learning will help the teacher to facilitate delivering the material and create a learning situation that is not monotonous and will help make it easier for students to understand the material. The purpose of this development is to produce a product of Science Learning Video Media about the Nature and Change of Objects in Class IV students at Merjosari 5 Malang SDN which are valid and effective. This development has gone through the stages of identification of needs, formulation of learning objectives, material development, development of evaluation tools, scriptwriting, media production, compiling instructions for use, validation/tests, and revisions in accordance with Sadiman's (2010) development model. Product validation is carried out on media experts and material experts. The target of this media trial is all fourth-grade students at Merjosari 5 Elementary School Malang. Based on the validation tests conducted on media experts, material experts, and students, it can be concluded that the video media that has been developed includes a valid category. In addition, based on learning tests on students, it can be concluded that the media developed includes effective categories. So that the learning video media that has been developed is categorized as valid and effective to be used in learning activities.
PROFIL PEMBELAJARAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR (STUDI KASUS PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA SAMPANG) Hamzah, Amir
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.01 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i12016p031

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to describe the implementation of character learning in the elementary school in Sampang to find out the lesson profile to be able to give a clear picture of the issues facing so that it can help to give the offer solutions. This study implemented a case study to describe and explain the terms related to the problem of learning the characters in elementary school by exploration on learning activities and learning-related characters, both conducted in the classroom and outside the classroom, where the focus is directed on the conditions of learning and learning strategies characters used in elementary school in Sampang. Its type is an intrinsic case study that is due to the desire of the researcher to understand certain cases in all aspects and specificity of its simplicity, led to the selection of the objects examined, rather than on methodological choice. The purposes of this study were to describe the character of learning profiles in elementary schools in Sampang, consists of: (1) the purpose of learning the characters, (2) the constraints faced in the implementation of learning the characters, (3) the characteristics of the students that there are elementary schools with regard to learning character, (4) learning content organizing strategy character, (5) the character of learning materials delivery strategies, and (6) the character of learning material management strategies. The findings showed character profile learning in primary schools in Sampang, that: (1) learning objectives listed in the "RPP character" administrative only because it has no relevance to the learning process and outcome, (2) generally refers to the creation of the learning objectives 18 characters set curriculum development center, (3) the obstacles faced are personnel and financial constraints (4) in general, there are two characteristics of the students, the quality identified on the basis of socio-economic backgrounds of learners and the community, (5) there is no material learning character so there was no strategi organizing of content (6) delivery of content strategy used was lecture, giving examples of direct and conditioning, (7) use the learning management strategies learning by doing, in which the method of giving examples of dominating at every learning activity, in addition to lecturing and giving the task.
PENGUASAAN MATERI PEMBELAJARAN, MANAJEMEN DAN KOMITMEN MENJALANKAN TUGAS BERKORELASI PADA KINERJA GURU SD DI KOTA TOMOHON Tuerah, Roos M. S.
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.663 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p137

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya.Dalam menunjang keberhasilan pendidikan, ada beberapa faktor yang berperan yaitu infrastruktur, peserta, bahan (materi), metode, tujuan pembelajaran dan lingkungan yang menunjang. Namun, kenyataan yang terjadi yaitu kinerja guru cenderung menurun diakibatkan karena terlalu berkonsentrasi memperjuangkan masalah kesejahteraannya. Permasalahan penelitian ini berfokus pada kinerja guru yang belum optimal dalam proses belajar mengajar, penguasaan materi pembelajaran yang belum memadai, manajemen pembelajaran yang belum dijalankan secara efisien dan efektif, komitmen menjalankan tugas dalam proses belajar mengajar yang masih kurang. Berdasarkan fokus permasalahan tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut: (1) Apakah penguasaan materi pembelajaran berkorelasi langsung pada kinerja guru?; (2) Apakah manajemen pembelajaran berkorelasi langsung pada kinerja guru?; (3) Apakah komitmen menjalankan tugas berpengaruh langsung terhadap kinerja guru?; (4) Apakah penguasaan materi pembelajaran berkorelasi langsung pada komitmen menjalankan tugas?; (5) Apakah manajemen pembelajaran berkorelasi langsung pada komitmen menjalan tugas?; (6) Apakah penguasaan materi pembelajaran berkorelasi langsung pada manajemen pembelajaran?. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian meliputi seluruh guru SD di kota Tomohon yang berjumlah 700 orang, dengan menggunakan teknik Probability Sampling dan Proportionate Stratified Random Sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 195 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes Sebelum dilakukan pengumpulan data, instrumen penelitian diujicoba terlebih dahulu untuk mengukur validitas dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan reliabilitas instrumen degan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil pengujian hipotesis 1 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung positif penguasaan materi pembelajaran terjadap kinerja guru SD. Hipotesis 2 dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran berkorelasi langsung positif pada kinerja guru. Hipotesis 3, Membuktikan bahwa terdapat korelasi langsung positif komitmen menjalankan tugas dengan kinerja guru. Hipotesis 4,disimpulkan terdapat korelasi langsung positif penguasaan materi pembelajaran dengan komitmen menjalankan tugas. Hipotesis 5 disimpulkan bahwa terdapat korelasi langsung positif manajemen pembelajaran pada komitmen menjalankan tugas. Dan pada hipotesis 6 disimpulkan bahwa terdapat korelasi langsung positif penguasaan materi pembelajaran pada manajemen pembelajaran.Kata Kunci: penguasaan materi pembelajaran, manajemen pembelajaran, komitmen menjalankan tugas, kinerja guru SDEducation is a conscious effort planned to create a learning atmosphere and learning process so that students can actively develop their potential. In supporting the success of education, there are several factors that play a role, namely infrastructure, participants, materials (materials), methods, learning objectives, and the environment support. However, the reality is that the teacher's performance tends to decline due to concentrating on his welfare problems. The problem of this study focuses on teacher performance that has not been optimal in the teaching and learning process, mastery of learning materials that are not yet adequate, management of learning that has not been implemented efficiently and effectively, commitment to carrying out tasks in the teaching and learning process that is still lacking. Based on the focus of the problem, the formulation of this research problem is as follows: (1) Does mastery of learning material directly correlate to teacher performance ?; (2) Does management of learning correlates directly to teacher performance ?; (3) Does commitment to carry out tasks directly affect teacher performance ?; (4) Does mastery of learning material correlate directly with commitment to carrying out tasks ?; (5) Does the management of learning directly correlate to the commitment to running the task ?; (6) Is the mastery of learning material directly correlated with learning management? This study uses a correlational approach and data analysis techniques using path analysis techniques (path analysis). The study population included all elementary school teachers in Tomohon city, amounting to 700 people, using Probability Sampling and Proportionate Stratified Random Sampling techniques to obtain a sample of 195 people. Data collection is done by using a test instrument. Before data collection is carried out, the research instrument is tested first to measure validity using the product-moment correlation formula and instrument reliability using the Cronbach Alpha formula. The results of testing hypothesis 1 can be concluded that there is a positive direct effect of mastery of learning material on the performance of elementary school teachers. Hypothesis 2 can be concluded that learning management correlates positively directly with teacher performance. Hypothesis 3, Proving that there is a positive direct correlation of commitment to performing tasks with teacher performance. Hypothesis 4, it is concluded that there is a positive direct correlation of mastery of learning material with a commitment to carrying out tasks. Hypothesis 5 concludes that there is a positive direct correlation of learning management in commitment to carrying out tasks. And in hypothesis 6 it is concluded that there is a positive direct correlation of mastery of learning material in learning management. 
SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS FLIPPED CLASSROM MENGGUNAKAN MEDIA LSN BERBASIS FLIPPED CLASSROOM DENGAN MEDIA LSN (LEARNING SOCIAL NETWORK) SISWA SMAN 1 PLOSOKLATE Kurniawan, Fatra Hadi; Setyosari, Punaji; Ulfa, Saida
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.489 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p130

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah menghasilkan sistem pembelajaran berbasis flipped classrom menggunakan media LSN baru berbasis flipped classroom dengan menggunakan media learning social network untuk mengatasi keterbatasan alokasi waktu pembelajaran yang dikemas dalam bentuk Rancangan Pembelajaran. Prosedur pengembangan dilakukan berdasarkan model pengembangan ASSURE melalui 6 tahapan. Produk pembelajaran telah divalidasi dengan nilai rata-rata (84,53%) dan diujicobakan pada 30 siswa dengan nilai rata-rata hasil ujicoba (80,40%), disimpulkan produk yang dikembangkan valid dan layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Abstract: The aim of the study was to produce a flipped classrom-based learning system using a new LSN media based on flipped classroom using social media learning networks to overcome the limitations of the allocation of learning time packaged in the form of Learning Design. The development procedure was carried out based on the ASSURE development model through 6 stages. Learning products have been validated with an average value (84.53%) and tested on 30 students with the average value of the test results (80.40%), concluding that the product developed is valid and feasible to be implemented in learning.Keywords: Development of flipped classroom based learning system using LSN media, Edmodo, Flipp
PENGEMBANGAN KURIKULUM MUATAN LOKAL INSTRUKSIONAL TARI REOG KENDANG DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 PUCANGAN Febrianysah, Andhika Ramadhani; Wedi, Agus; Husna, Arafah
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.787 KB) | DOI: 10.17977/um031v6i22020p081

Abstract

AbstrakTujuan dikembangkannya kurikulum ini adalah menghasilkan produk kurikulum muatan lokal Reog Kendang yang tervalidasi sehingga layak dugunakan dalam pembelajaran muatan lokal di SDN 2 Pucangan. Validasi produk kurikulum muatan lokal ini dilakukan oleh ahli kurikulum, ahli materi dan guru muatan lokal. Penelitian ini menggunakan model Beuchamp?s dengan pengumpulan data menggunakan metode kuantitatif (instrumen ahli kurikulumk, ahli materi) dan kualitatif (observasi dan wawancara), subjek penelitian pengembangan kurikulum muatan lokal ini yaitu SDN 2 Pucangan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari validasi yang dilakukan oleh ahli kurikulum dan ahli materi dapat disimpulkan bahwa silabus kurikulum muatan lokal tari Reog Kendang dapat dikatagorikan valid. Selain itu juga dari hasil validasi yang diperoleh dari guru muatan lokal bahwa RPP kurikulum muatan lokal tari Reog Kendang tergolong dalam katagori valid. Jadi dapat disimpulkan bahwa kurikulum muatan lokal tari Reog Kendang ini layak digunakan di SDN 2 Pucangan.AbstractThe purpose of developing this curriculum is to produce a validated curriculum product for local Reog Kendang content so that it is suitable to be used in learning local content at SDN 2 Pucangan. Validation of local content curriculum products is carried out by curriculum experts, material experts and local content teachers. This study uses the Beuchamp's model with data collection using quantitative methods (curriculum expert instruments, material experts) and qualitative (observation and interviews), the subject of this local curriculum development research is SDN 2 Pucangan. Based on the results obtained from the validation carried out by curriculum experts and material experts, it can be concluded that the curriculum syllabus of local content of Reog Kendang dance can be categorized as valid. In addition, from the results of validation obtained from the local content teacher that the lesson plan curriculum of local content drum reog dance is classified as a valid category. So it can be concluded that the curriculum of the local content of the Reog Kendang dance is worthy of being used at Pucangan 2 Elementary School.
DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS NETWORK LEARNING DALAM KETERAMPILAN MENULIS MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS X SMA N 02 KOTA KEDIRI Menur, Dewi; Setyosari, Punaji; Ulfa, Saida
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.958 KB) | DOI: 10.17977/um031v5i12018p001

Abstract

Abstract: In the development of technology in accordance with the characteristics of students need for instructional design of Network Learning. In this learning students actively interact in providing information to collaboration. The existence of writing skills that can be done according to technological developments influences the students' activeness in communicating and interacting by providing a good writing context and true. In English subjects, students can do learning using Network Learning which students can provide insight into the descriptive text to other students and another side can give comments about the results they post through Instagram.Abstrak:  Dalam perkembangan teknologi sesuai dengan karakteristik siswa perlunya desain pembelajaran berbasis Network Learning (pembelajaran jejaring). Pada pembelajaran ini siswa aktif berinterasi dalam memberikan informasi secara kolaborasi. Adanya keterampilan menulis yang dapat dilakukan sesuai perkembangan teknologi berpengaruh dengan keaktifan siswa dalam berkomunikasi maupun berinteraksi dengan memberikan kontekn penulisan yang baik dan benar. Pada mata pelajaran Bahasa Inggris siswa dapat melakuakan pembelajaran menggunakan Network Learning yang mana siswa dapat memberikan penngetahuan mengenai teks deskriptif kepada siswa lainnya dan sisiwa lainnya dapat memberikan komen mengenai hasil yang mereka posting melalui media Instagram.
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING MATA PELAJARAN BIOLOGI BERBASIS SCIENCE, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (STS) UNTUK KELAS X SMAN 1 KAMPAK TRENGGALEK Rinasih, Rinasih; Ulfa, Saida; Sulthoni, Sulthoni
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.557 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12017p028

Abstract

Abstrak: Pengembangan mobile learning mata pelajaran biologi berbasis Science, Technology and Society (STS) menawarkan solusi akibat keterbatasan waktu tanpa menghilangkan keterampilan proses sains dalam pembelajaran. Tujuan pengembangan adalah menghasilkan produk mobile learning yang valid dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran. Metode pengembangan ini menggunakan model ASSURE, tahapannya meliputi analyze learner; state objectives; select methods, media and materials, utilize media and materials; require learner participation; evaluate and revise. Instrumen penelitian menggunakan angket tanggapan dari ahli materi, ahli media, uji perorangan, uji kelompok kecil, uji lapangan, dan rubrik penilaian. Berdasarkan analisis data hasil penelitian mobile learning mata pelajaran biologi berbasis STS dinyatakan valid dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran serta domain-domain STS telah tercapai.Abstract: Development of mobile learning based on Science, Technology, and Society (STS) biology subjects offers solutions due to time constraints without eliminating science process skills in learning. The purpose of development is to produce mobile learning products that are valid and effective for use in learning. This development method uses the ASSURE model, the stages include the analyze learner; state objectives; select methods, media, and materials, utilize media and materials; require learner participation; evaluate and revise. The research instruments used questionnaires responses from material experts, media experts, individual tests, small group tests, field tests, and assessment rubrics. Based on data analysis from mobile learning research, STS-based biology subjects are declared valid and effective to be used in learning and STS domains have been achieved.
PENGARUH TINGKAT KOORDINASI DALAM MENENTUKAN METODE LATIHAN YANG RELEVAN PADA KETERAMPILAN LOMPAT JANGKIT MAHASISWA FIK UNIMA TONDANO Lomboan, Ellen Bernadet
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.237 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p262

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat koordinasi dapat menentukan metode latihan yang relevan untuk menghasilkan ketrampilan lompat jangkit. Populasinya adalah seluruh mahasiswa putera FIK Unima Program Studi Pendidikan Kepelatihan yang lulus mata kuliah atletik. Untuk menentukan kelompok yang mewakili koordinasi tinggi dan koordinasi rendah, digunakan teknik prosentase yaitu 27 % untuk batas atas dan 27 % untuk batas bawah. Maka diperoleh sampel mahasiswa dengan koordinasi tinggi sebanyak 20 orang dan sampel diacak 10 orang untuk perlakuan A (metode latihan pliometrik) dan 10 orang untuk perlakuan B (metode latihan beban). Mahasiswa dengan koordinasi rendah sebanyak 20 orang dan sampel diacak 10 orang untuk perlakuan A (metode latihan pliometrik) dan 10 orang untuk perlakuan B (metode latihan beban). Untuk pengujian hipotesis penelitian digunakan analisis varians dua-jalan (two-way ANAVA) seperti pada rancangan faktorial dengan taraf signifikansi ? = 0,05 dan dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui kelompok eksperimen mana yang lebih unggul. Hasil analisis menunjukkan jika terdapat interaksi antara metode latihan dan koordinasi terhadap hasil keterampilan lompat jangkit. Bagi mahasiswa yang memiliki koordinasi tinggi dengan metode latihan pliometrik lebih baik dibandingkan dengan metode latihan beban terhadap hasil keterampilan lompat jangkit. Bagi mahasiswa yang memiliki koordinasi rendah dengan metode latihan beban lebih baik dibandingkan dengan metode latihan pliometrik terhadap hasil keterampilan lompat jangkit.Kata kunci: Tingkat Koordinasi, Metode Latihan, Keterampilan Lompat Jangkit Abstract: This study aims to determine whether the level of coordination can determine the relevant training methods to produce infectious jump skills. The population is all FIK male students Unima Coaching Education Study Program who passed athletic courses. To determine the group that represents high coordination and low coordination, the percentage technique is 27% for the upper limit and 27% for the lower limit. Then a sample of 20 highly coordinated students was obtained and 10 people were randomized to treatment A (plyometric training method) and 10 people to treatment B (weight training method). 20 students with low coordination and 10 people randomized to treatment A (plyometric training method) and 10 people to treatment B (weight training method). To test the research hypothesis used two-way ANOVA analysis as in the factorial design with a significance level of ? = 0.05 and followed by the Tukey test to find out which experimental group was superior. The results of the analysis show if there is an interaction between the training method and the coordination of the results of the infection jump skill. For students who have high coordination with the plyometric training method, it is better than the weight training method for the results of the infectious jump skill. For students who have low coordination with the weight training method, it is better than the plyometric training method for the results of infectious jump skills.Keywords: Coordination Level, Exercise Method, Outbreak Jump Skill
“MOBILE SEAMLESS LEARNING” SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN MASA DEPAN Ulfa, Saida
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.278 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i12014p011

Abstract

Proses pembelajaran yang timbul secara alamiah adalah salah satu penekanan pembelajaran yang terjadi di abad 21 ini. Perkembangan teknologi bergerak seperti smartphone mendukung pembelajaran terjadi diluar konteks, yaitu dapat terjadi kapan dan dimana saja tanpa terikat waktu dan ruang. Hal ini berpeluang menciptakan pembelajaran yang timbul secara alamiah. Pebelajar dapat diakomodasi untuk dapat belajar kapan saja dan dimana saja sesuai dengan keinginan atau learning mood pebelajar. Oleh sebab itu dibutuhkan konsep dan rancangan yang tepat dalam menyediakan lingkungan belajar yang efektif. Mobile Seamless Learning adalah model pembelajaran yang memuat konsep kontinuitas dan kesinambungan dalam proses pembelajaran yang terjadi tanpa batas waktu dan ruang. Pada tulisan ini menggambarkan konsep umum dalam mengembangkan pembelajaran berbasis Mobile Seamless Learning. The learning process that arises naturally is one of the emphases of learning that occurs in the 21st century. The development of mobile technology such as smartphones supports learning occurs outside the context, which can occur anytime and anywhere without being bound by time and space. This has the opportunity to create learning that arises naturally. Students can be accommodated to be able to study anytime and anywhere according to their wishes or a learning mood. Therefore, the right concepts and designs are needed in providing an effective learning environment. Mobile Seamless Learning is a learning model that contains the concepts of continuity and continuity in the learning process that occurs without limits of time and space. This paper describes a general concept in developing Mobile Seamless Learning-based learning

Page 1 of 12 | Total Record : 112