cover
Contact Name
Junaidi, S.Pd., M.Pd.
Contact Email
junaidi88@unram.ac.id
Phone
+6281917785594
Journal Mail Official
mandalika.jurnal.fkip@gmail.com
Editorial Address
l. Majapahit No. 62 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia Lantai 2 gedung E, Program Studi S1 Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Mandalika Mathematics and Educations Journal
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27158292     EISSN : 27151190     DOI : 10.29303/jm
Core Subject : Education,
Mandalika Mathematics and Education Journal adalah Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika yang dikelola oleh Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram. Fokus dan ruang lingkup dari jurnal ini adalah artikel ilmiah baik berupa hasil penelitian, review artikel maupun kajian pustaka khusus bidang Matematika dan Pendidikan Matematika.
Articles 25 Documents
HYPHOTETICAL LEARNING TRAJECTORY: PEMECAHAN MASALAH MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Rezky, Raizal; Jais, Ernawati
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 2, No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.291 KB) | DOI: 10.29303/jm.v2i2.1780

Abstract

One of the goals of mathematics learning mentioned by NCTM is to become a mathematical problem solver. This indicates that students who study mathematics will have problem-solving abilities. In solving problems the things that need to be considered in learning are more about the process than the final result. If the final answer is emphasized, students can only learn one particular problem Furthermore, the important mathematical material is a two-variable linear equation system because the learning process in SPLDV requires good mastery of the material in problem solving, so from here it is necessary to design learning in order to formulate precisely the learning patterns that will be carried out by the teacher to students. This research uses design research method at the preliminary design stage which is arranged by considering students' ability to solve a mathematical problem at SMPN 1 Sampolawa, because each student has a different way of thinking between one student and another student. The flow of students' thinking that might appear in learning is called the hypothetical learning trajectory. In this article will explain the Hypothetical Learning Trajectory (HLT) in students' problem solving activities material systems of linear equations of two variables.AbstrakSalah satu tujuan pembelajaran matematika yang disebutkan oleh NCTM yakni menjadi problem solver matematika. Hal ini mengindikasikan siswa yang mempelajari matematika akan memiliki kemampuan pemecahan masalah. Dalam memecahkan masalah hal yang perlu diperhatikan dalam belajar adalah lebih mengutamakan proses dari pada hasil akhir. Jika jawaban akhir yang ditekankan maka siswa hanya dapat belajar satu masalah tertentu Selanjutnya materi matematika yang penting adalah sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) ini dikarenakan proses pembelajaran pada SPLDV memerlukan penguasaan materi yang baik dalam pemecahan masalah, sehingga dari sini diperlukan desain pembelajaran agar dapat merumuskan secara tepat pola pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru kepada siswa. Penelitian ini menggunakan metode design research pada tahap preliminary design yang disusun dengan mempertimbangkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah matematika di SMPN 1 Sampolawa, karena tiap siswa memiliki cara berpikir yang berbeda antara siswa satu dengan siswa yang lain. Alur berpikir siswa yang mungkin muncul dalam pembelajaran dinamakan dengan hipotesis lintasan belajar atau hypothetical learning trajectory. Dalam artikel ini akan memaparkan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dalam kegiatan pemecahan masalah siswa materi sistem persamaan linear dua variabel.
EFEKTIVITAS METODE TRAPESIUM DAN SIMPSON DALAM PENENTUAN LUAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN PASCAL Herfina, Nining; Amrullah, Amrullah; junaidi, Junaidi
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 1, No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.682 KB) | DOI: 10.29303/jm.v1i1.1242

Abstract

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa:Metode trapesium dan metode Simpson dapat diimplementasikan pada bahasa pemrograman Pascal sehingga diperoleh software penentuan luas daerah poligon dengan hasil yang sama dengan nilai eksak.Metode trapesium dan metode Simpson sama-sama efektif dalam penentuan luas daerah berbentuk poligon. Perhitungan menggunakan bahasa pemrograman Pascal antara metode trapesium dan metode Simpson menunjukkkan bahwa hasil luas daerah berbentuk poligon sama dengan nilai eksaknya (tidak ada galat) serta dalam mengeksekusi algoritma pada pemrograman pascal tersebut menunjukkan waktu eksekusi yang sama.
RESPON DAN TANGGAPAN SISWA TERHADAP KOMPONEN DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENERAPKAN PENDEKATAN EKSPLORASI-ELABORASI-KONFIRMASI (EEK) sripatmi, sripatmi; Ningsih, Ratna Wahyu
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 2, No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.525 KB) | DOI: 10.29303/jm.v2i1.1509

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon dan tanggapan siswa terhadap komponen dan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan EEK. Berdasarkan pengamatan saat pembelajaran diperoleh hasil bahwa: i) sebagian besar siswa memperhatikan informasi dan menjawab pertanyaan guru; ii) bersemangat saat diskusi mengerjakan LKS dan LLS; iii) Memperhatikan saat temannya presentasi dan guru memberikan klarifikasi (konfermasi). Berdasarkan jawaban angket yang diberikan kepada siswa diperoleh hasil sebagai berikut: i) lebih dari 60 % siswa menyatakan senang terhadap materi pelajaran, media pembelajaran, suasana pembelajaran, dan cara guru mengajar; ii) lebih dari 60 % siswa menyatakan bahwa media pembelajaran dan cara guru mengajar adalah baru; iii) sebagian besar siswa tidak merasa terbebani oleh tugas-tugas yang diberikan guru dan aktivitas pembelajaran matematika menarik; iv) 85, 3% berminat apabila kegiatan pembelajaran selanjutnya menggunakan cara pembelajaran yang telah diikuti dan 100%  siswa menyatakan bahwa matematika bermanfaat dalam kehidupan. Dapat disimpulkan bahwa siswa kelas IX C SMP Negeri 12 Mataram memberikan respon dan tanggapan yang baik terhadap komponen dan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan EEK
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA RASA TAKUT SISWA AKAN KEGAGALAN DALAM MEMPELAJARI MATEMATIKA Jais, Ernawati; Rezky, Raizal; Siombiwi, Shinta
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 1, No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.191 KB) | DOI: 10.29303/jm.v1i2.1596

Abstract

This study aims to describe the factors that caused the fear of class VIII students to fail in learning mathematics at Baubau State Middle School 18. This research is a qualitative descriptive study. The data sources in this study were VIII grade students at Baubau 18 Public Middle School who had a mathematical value of ? 65 and the sample used was taken by Cluster Random Sampling technique. The research instruments used in the study were observation sheets, questionnaire sheets, and interview guidelines. Data collection techniques were carried out through observation, questionnaires, and interviews. The data analysis technique used in this study is data reduction, data display, and conclusion. The results of the study showed that i.e. (1) the factors of associating friends, obtained a percentage of 81.08% indicating that the factors of associating with the emergence of fear of students' failure to learn mathematics were classified as very high; (2) teacher factors obtained percentage of 80.71% which is also classified as very high; (3) Factors related to self-motivation obtained a percentage of 70.92%, this shows that self-motivation factors towards the emergence of fear of students will fail in learning mathematics, relatively high.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab timbulnya rasa takut siswa kelas VIII akan kegagalan dalam mempelajari matematika di SMP Negeri 18 Baubau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Baubau yang memiliki nilai matematika  dan sampel yang digunakan diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi, lembar angket, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor teman bergaul, diperoleh presentase sebesar 81,08% menunjukkan bahwa faktor teman bergaul terhadap timbulnya rasa takut siswa akan kegagalan dalam mempelajari matematika tergolong sangat tinggi; (2) faktor guru diperoleh presentase sebesar 80,71% yang juga tergolong sangat tinggi; (3) Faktor yang berkaitan dengan motivasi diri sendiri diperoleh presentase sebesar 70,92%, hal ini menunjukkan bahwa faktor motivasi diri sendiri terhadap timbulnya rasa takut siswa akan kegagalan dalam mempelajari matematika, tergolong tinggi.
COMPARATIVE JUDGEMENT (CJ) Riantini, Ni Komang; Apsari, Ratih Ayu Ayu
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 1, No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.28 KB) | DOI: 10.29303/jm.v1i1.1241

Abstract

Comparative judgement (CJ), merupakan suatu penilaian yang secara penuh hanya dilakukan oleh ahli di bidang keahliannya. Dalam penilaian CJ pengaturan ahli tidak menggunakan rubrik untuk menghitung skor untuk setiap siswa, sebaliknya ahli hanya memandang sekumpulan pekerjaan siswa dan mengidentifikasi mana yang lebih baik berdasarkan rubrik yang telah ditentukan dan mengidentifikasi jawaban siswa yang lebih baik dalam satu tes dengan membandingkan dua jawaban siswa kemudian mengurutkan peringkat dari yang terbaik sampai yang sangat kurang. Dalam makalah ini dipilih tiga ahli untuk membandingkan keduan jawaban siswa, dengan tes yang digunakan berupa tes essay. Subjek yang digunakan dalam makalah ini adalah siswa kelas XI AP 4 SMK Negeri 2 Singaraja dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 25 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Potensi untuk CJ sebagai alat untuk kolaborasi internasional dalam penilaian, mengevaluasi pembelajaran siswa disekolah, keterlibatan, dan pengalaman siswa. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa penilaian dengan menggunakan CJ menunjukkan hasil yang sangat positif dan efektif dalam memfasilitasi penilaian siswa untuk mencapai solusinya dan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa.Kata kunci: Comparative Judgement (CJ), Penilaian Ahli
PENERAPAN JIGSAW UNTUK PRESTASI BELAJAR SMA KELAS XI PADA FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS Hasanah, Nurul
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 2, No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.317 KB) | DOI: 10.29303/jm.v2i2.1779

Abstract

This study aims to improve mathematics learning achievement in the material composition function and inverse function through the application of the jigsaw method to students of class XI IPA SMAN 1 Batulayar. This type of research is a classroom action research model cycle. The focus of research is the application of jigsaw method and learning achievement. The research subjects were 12th grade students of Natural Sciences. Data collection using observations and tests and research data analyzed descriptively. The results of the study are mathematics achievement in the material composition function and inverse function increased through the application of jigsaw method in class XI IPA SMAN 1 Batulayar. The first cycle of the average observation of students activity in the moderately active category (17.67) and observation of the teacher's activity in the active category (18.33) while the mathematics learning achievement in the sufficient category (74.01) but had not yet reached the specified learning completeness category. The second cycle of observation of students activities increased to active categories (22.50) and observations of teacher activities were very active (24.00) while mathematics learning achievements became good categories (81.70). Improving student achievement through the application of jigsaw method is supported by an increase in student learning activities, in form of: active listening to teacher explanations in series, working together in the original group and expert groups, presenting the results of group work, and concluding material about the composition and inverse functions.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers melalui penerapan metode jigsaw pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batulayar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model siklus. Fokus penelitian adalah penerapan metode jigsaw dan prestasi belajar. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA sebanyak 12 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes dan data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah prestasi belajar matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers meningkat melalui penerapan metode jigsaw di kelas XI IPA SMAN 1 Batulayar. Siklus pertama rata-rata observasi aktifitas siswa pada kategori cukup aktif (17,67) dan observasi aktifitas guru pada kategori aktif (18,33) sedangkan prestasi belajar matematika pada kategori cukup (74,01) tetapi belum mencapai kategori ketuntasan belajar yang ditetapkan.Siklus kedua observasi aktifitas siswa meningkat menjadi kategori aktif (22,50) dan observasi aktifitas guru sangat aktif (24,00) sedangkan prestasi belajar matematika menjadi kategori baik (81,70). Peningkatan prestasi belajar siswa melalui penerapan metode jigsaw di dukung oleh peningkatan aktifitas belajar siswa, berupa : keaktifan menyimak penjelasan guru secara runtun, bekerja sama dalam kelompok asal dan kelompok ahli, mempresentasikan hasil kerja kelompok, dan menyimpulkan materi tentang fungsi komposisi dan fungsi invers.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMP Setiawati, Putri; Prayitno, Sudi; Subarinah, Sri
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 2, No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.603 KB) | DOI: 10.29303/jm.v2i2.1671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa SMP. Jenis Penelitian ini adalah true eksperimental  dengan desain post test only control design. Populasi dalam penelitan ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari lima kelas. Sampelnya adalah siswa kelas VIII A dan VIII B yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi untuk melihat keterlaksanaan model pembelajaran yang digunakan dan soal tes yang terdiri dari 3 soal untuk melihat kemampuan komunikasi matematika siswa. Hasil dari lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran adalah pada pertemuan pertama untuk keterlaksanaan langkah-langkah pembelajarannya mencapai  83% dan pada  pertemuan kedua mencapai 100 %.  Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji t, hasilnya thitung> ttabel, sehingga dapat dikatakan siswa yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together memiliki kemampuan komunikasi matematika berbeda dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung. Rata-rata hasil post test kemampuan komunikasi matematika siswa kelas eksperimen sebesar 70,03 lebih baik dari rata-rata hasil post test kemampuan komunikasi matematika siswa kelas kontrol yaitu 64,55. Hal ini menunjukkan ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa SMP.
PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI VISUAL-VERBAL DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Silviana, Dewi; Hadi, Arnasari Merdekawati
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 1, No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.919 KB) | DOI: 10.29303/jm.v1i2.1570

Abstract

This research aim to discusses the profile of visual-verbal communication ability in mathematical problem solving from students' mathematics learning achievement. The instruments in this study were the researchers themselves, visual-verbal communication mathematics problem solving test and interview guidelines. Subjects in this study were 2 students with high learning achievement (PBT), 2 students with moderate learning achievement (PBS), and 2 students with low learning achievement (PBR). The results showed that students with high learning achievement improve verbal communication and mathematical communication skills that are more complicated than students with learning achievement who are solving mathematical problems. Meanwhile, students with low learning achievement solve problems by communicating verbal mathematical symbol. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap profil kemampuan komunikasi visual-verbal dalam pemecahan masalah matematika dilihat dari prestasi belajar matematika siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, tes pemecahan masalah matematika komunikasi visual-verbal dan pedoman wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang siswa prestasi belajar tinggi (PBT), 2 orang siswa prestasi belajar sedang (PBS), dan 2 orang siswa prestasi belajar rendah (PBR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan prestasi belajar tinggi meningkatkan kemampuan komunikasi visual dan matematis verbal yang lebih rumit dari siswa dengan prestasi belajar sedang memecahkan masalah matematika. Sementara, siswa dengan prestasi belajar rendah memecahkan masalah dengan komunikasi simbol matematis verbal. Siswa prestasi belajar rendah memecahkan masalah dengan komunikasi simbol matematis verbal. 
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI Hadiyanto, Fahrur Rozi
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 2, No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.236 KB) | DOI: 10.29303/jm.v2i1.1741

Abstract

Triangle and rectangle are material taught at the junior high school level. However, there are still many students who make mistakes in solving geometry problems. This can be a reference to find out what are difficulties experienced by students. The purpose of this study is to find out the types and causes of student errors in solving geometry problems. This research uses a qualitative approach. The subjects in this study were 3 students of class VII A MTs Surya Buana Malang. The results showed that the types of errors made by students were concept errors, procedural errors, and errors in understanding the questions. Concept errors made by students were errors in the types of triangle, properties of quadrilateral shapes, definitions of quadrilateral, concepts of operations on number, concepts of circumference, area of triangle and area of rectangle. Procedural errors made by students were mistakes in giving unit of perimeter or area, calculation, and understanding the problem. The causes of the error were students not being able to distinguish between angle and line segment, not being able to distinguish types of triangle based on angle and side, not being able to understand the concept of number operations, lacking accuracy, not understanding the difference in area and number of angle in triangle, lack of variation in questions given by the teacher, and lack of understanding about perimeter and area of the quadrilateral. AbstrakSegitiga dan segiempat merupakan materi yang diajarkan pada tingkat SMP. Akan tetapi, masih banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal geometri. Hal ini dapat menjadi acuan untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dialami siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 dari 33 siswa kelas VII A MTs Surya Buana Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  jenis kesalahan yang dilakukan siswa meliputi: kesalahan konsep, kesalahan prosedur, dan kesalahan dalam memahami soal. Kesalahan konsep yang dilakukan oleh siswa meliputi: kesalahan jenis segitiga, sifat-sifat bangun segiempat, definisi segiempat, konsep operasi pada bilangan, konsep keliling dan luas segitiga dan segiempat. Kesalahan prosedural yang dilakukan oleh siswa adalah kesalahan pemberian satuan keliling atau luas dan kesalahan perhitungan. Kesalahan lain yakni dalam memahami soal. Sedangkan penyebab kesalahan tersebut antara lain siswa belum mampu membedakan antara sudut dan ruas garis, belum mampu membedakan jenis segitiga berdasarkan sudut dan berdasarkan sisi, belum mampu memahami konsep operasi bilangan, kurang teliti, belum memahami perbedaan luas dan jumlah sudut dalam segitiga, kurangnya variasi soal yang diberikan guru, dan kurang memahami keliling dan luas segiempat
PROFIL ARGUMENTASI MAHASISWA DALAM MELAKUKAN PEMBUKTIAN PADA TOPIK ANALISIS KOMPLEKS Hapipi, Hapipi; Azmi, Syahrul; Turmuzi, Muhammad
MANDALIKA Mathematics and Educations Journal Vol 1, No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.033 KB) | DOI: 10.29303/jm.v1i1.1243

Abstract

Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian yang dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang profil argumentasi mahasiswa Matematika FKIP Unram dalam melakukan pembuktian matematik. Tulisan ini hanya fokus pada data responden dalam mengembangkan argumen pembuktian pada topik Analisis Kompleks. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menyajikan argumen pembuktian yang valid. Dari 62 responden dalam membuktikan dua pernyataan matematik, diketahui bahwa hanya 24.2% argumen valid, sedangkan sisanya tidak valid, bahkan 14.5% diantaranya tidak menjawab. Kelemahan argumen yang dikembangkan diakibatkan oleh kombinasi antara tidak tepatnya Data maupun Warrant yang digunakan.

Page 1 of 3 | Total Record : 25