cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Issue 2, August 2019" : 8 Documents clear
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN CUSTOMER SERVICE TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BJB CABANG SUBANG Subagja, Agus Dedi; Hanifah, Hanifah
ijd-demos Volume 1 Issue 2, August 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.343 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i2.16

Abstract

Kualitas pelayanan adalah totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang tergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang ia persepsikan dibandingkan dengan harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan customer service terhadap kepuasan nasabah dan menguji pengaruh kualitas pelayanan customer service terhadap kepuasan nasabah pada Bank BJB cabang Subang. Penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan analisis statistik. Populasi pada penelitian ini sebanyak 3.841, dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 orang. Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil analisis penelitian menunjukkan pengaruh kualitas pelayanan customer service terhadap kepuasan nasabah pada Bank BJB cabang Subang menunjukkan tingkat hubungan yang tinggi dengan kontribusi pengaruh yaitu sebesar 64,4% dan sisanya sebesar 35,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.Service quality is the totality of features and characteristics of a product or service that depends on its ability to satisfy stated or implied needs. Customer satisfaction is the level of one's feelings after comparing the performance (or results) he perceives compared to his expectations. This study aims to analyze the quality of customer service service to customer satisfaction and examine the influence of customer service quality on customer satisfaction at the Bank of the Subang branch BJB. The author uses a quantitative approach with descriptive analysis and statistical analysis methods. The population in this study was 5,240, with a total sample of 100 people. While the data collection tools used were questionnaires. The results of the research analysis showed the influence of customer service quality on customer satisfaction at the Bank of the Subang branch BJB showed a high level of relationship with the contribution of influence that is equal to 64.4% and the remaining 35.4% is influenced by other factors not examined.
PROSES PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI KABUPATEN SUBANG Pathony, Tony
ijd-demos Volume 1 Issue 2, August 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.157 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i2.23

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat melalui pemberdayaan dan Gerakan Kesejahteraan Keluarga Di Subang. Penelitian dan penulisan itu membahas hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana proses pemberdayaan masyarakat melalui pemberdayaan dan Gerakan Kesejahteraan Keluarga di Kabupaten Subang sesuai dengan teori-teori yang diungkapkan oleh Edi Suharto yaitu Pemungkinan, Penguatan, Perlindungan, Penyokongan, Pemeliharaan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian yang bersifat deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih besar digunakan untuk mengungkapkan masalah dalam kehidupan kerja pengamatan organisasi pemerintah, wawancara, studi kepustakawanan dan dokumentasi. Tidak ada pilihan lain selain menjadikan para peneliti itu sendiri sebagai instrumen para peneliti utama. Sumber data diperoleh dari informan melalui pengamatan langsung dan wawancara serta dokumen yang diperoleh dalam bentuk aturan dan pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat melalui pemberdayaan dan gerakan kesejahteraan keluarga sesuai dengan teori Pemberdayaan sebagai proses yang dikemukakan oleh Edi Suharto yaitu Proses pemberdayaan masyarakat melalui gerakan Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan di Kabupaten Subang belum optimal . Kesimpulan temuan di lapangan yaitu Pemungkinan, Penguatan, Perlindungan, Penyokongan, Pemeliharaan belum dinilai sesuai dengan teori yang digunakan. he purpose of this research is to know the process of community empowerment through empowerment and the family welfare Movement In Subang. Research and writing of it discusses matters related to how the process of community empowerment through empowerment and family welfare Movement in the Regency of Subang in accordance with the theories expressed by Edi Suharto i.e. Pemungkinan, Penguatan, Perlindungan, Penyokongan, Pemeliharaan. In this study using a qualitative approach to research that is descriptive, because this study aims to gain a bigger picture examined used to reveal problems in working life government organizations observations, interviews, the study of librarianship and documentation. There is no other option than to make the researchers themselves as instruments of the major researchers. Source data obtained from the informants through direct observations and interviews and documents obtained in the form of rules and data processing. Results of the study showed that the process of community empowerment through empowerment and family welfare Movement in accordance with the theory of Empowerment as the process advanced by Edi Suharto i.e. community empowerment Process through Family welfare and Empowerment movement in the Regency of Subang has not been optimal. Conclusion the findings in the field namely Pemungkinan, Penguatan, Perlindungan, Penyokongan, Pemeliharaan has not been assessed in accordance with the theory used.
HAK AKSESBILITAS DALAM UU NO. 8 TAHUN 2016 BAGI PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI KOTA SERANG Mukrimah, Harum; Widiastuti, Yeni
ijd-demos Volume 1 Issue 2, August 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.41 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i2.14

Abstract

Sebagai penyelenggara pemenuhan fasilitas publik pada warga negara, pemerintah memiliki peran menjadi pelindung atas terpenuhinya kemudahan aksesbilitas warga negara, salah satunya penyandang disabilitas. Sudah adanya UU No. 8 Tahun 2016 Tentang penyandang Disabilitas yang menjamin posisi mereka sebagai warga negara karena penyandang disabilitas memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama tanpa membeda ? bedakan. Penelitian ini menggunakan teori Implementasi Kebijakan dari Thomas B. Smith dalam Akib (2010). Metode yang digunakan ialah kualitatif deskripstif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Kota Serang belum optimal dalam memenuhi hak aksesbilitas bagi disabilitas netra. Rekomendasi dari penelitian ini adalah Pemerintah Kota Serang harus mendorong Perda Kota Serang untuk segera terbit karena dengan adanya Perda dapat memperkuat hak- hak penyandang disabilitas yang ada si Kota Serang.  As an organizer of fulfilling public facilities for citizens, the government has a role to be a protector of the fulfillment of the accessibility of citizens, one of them with a disability. Law No. 8 of 2016 concerning persons with disabilities that guarantees their position as citizens because persons with disabilities have the same position, rights and obligations without distinction. This study uses the theory of Policy Implementation from Thomas B. Smith in Akib (2010). The method used is descriptive qualitative. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation studies. The results of the study show that Serang City has not been optimal in fulfilling the right of accessibility for person with disability. The recommendation of this study is that the Serang City Government must encourage the Serang City Regional Regulation to be published soon because with the Regional Regulation can strengthen the rights of persons with disabilities in the Serang City.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DI KABUPATEN SUBANG yuhana, kusman
ijd-demos Volume 1 Issue 2, August 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.988 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i2.22

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Implementasi Kebijakan Gizi dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Subang. Penelitian ini di Kabupaten Subang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan langsung kepada informan yang telah ditentukan oleh penulis, kemudian hasilnya dibedakan dengan kode pertanyaan untuk memudahkan pengelolaan data. Kemudian untuk validitas data menggunakan triangulasi data atau sumber data yang ada. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan Implementasi gizi dan ketahanan pangan Kabupaten Subang belum optimal. standar dan ukuran kebijakan tidak optimal, karena dalam satu tahun hanya ada 3 atau 6 kecamatan dan di satu kecamatan hanya satu desa yang menerima bantuan yang menginginkannya, terkait dengan sumber daya kebijakan yang kurang optimal seperti fasilitas dan infrastruktur, sumber daya anggaran, dan sumber daya manusia yang tidak memiliki keahlian di bidang ketahanan pangan. Struktur yang terlibat dalam proses implementasi kebijakan nutrisi dan kebijakan ketua keamanan pangan atau dewan keamanan pangan tidak ada tindakan signifikan yang terlibat dalam proses implementasi kebijakan ketua atau dewan keamanan pangan dan pelaksana memiliki komitmen yang rendah. Kondisi ekonomi yang menjadi kelompok sasaran masih berpenghasilan rendah, mereka kurang berpartisipasi dan tidak dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dan pelaksana tidak benar-benar memahami isi kebijakan gizi dan ketahanan pangan. The purpose of making this research is to find about the nutrition and food security Policy Implementation in the Subang regency. This research in Subang Regency uses qualitative descriptive methods. Data collection is done directly to the informants that have been determined by the author, then the results are distinguished by question codes to facilitate data management. Then for data validity using data triangulation or existing data sources. As for the results of this study indicate that the policy Implementation of nutrition and food security Subang regency is not optimal. the standard and size of the policy is not optimal, because in one year there are only 3 or 6 sub-districts and in one sub-district only one village that receives the assistance wants it, related to sub-optimal policy resources such as facilities and infrastructure, budget resources and human resources who don't have expertise in the field of food security. Structure involved in the policy implementation process nutrition and food security chairperson?s policy or food security council there is no significant action involved in the implementation process of the chairperson?s policy or the food security council and the implementors have low commitment. Economic conditions which are the target groups are still low income, they are less participating and cannot utilize the facilities provided by the government and the implementors do not really understand the contents of the policy of nutrition and food security.
PERAN SOSIAL POLITIK BINTARA PEMBINA DESA (BABINSA) DI KABUPATEN PANDEGLANG. Erviyanti, Esty; Utami, Wahyu Kartiko
ijd-demos Volume 1 Issue 2, August 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.618 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i2.12

Abstract

penelitian ini membahas peran sosial politik Tentara Nasional Indonesia (TNI, tentara Indonesia) di tingkat desa dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa, lembaga bimbingan desa) sebagai pelaksana pedoman wilayah. Lebih khusus, penelitian ini membahas lebih dalam tentang keterlibatan dan peran sosial politik Babinsa Komando Rayon Militer (Koramil, komando wilayah militer) 0113 / Cibaliung di Kabupaten Cibaliung selama 2017-2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami peran dan pola keterlibatan Babinsa Cibaliung dalam kehidupan sosial politik desa, serta dampaknya terhadap pembangunan desa. Teori besar yang digunakan adalah teori hubungan militer-sipil Samuel P. Huntington dengan fokusnya pada kontrol sipil atas militer, di mana ada dua kategori kontrol sipil, yaitu: kontrol sipil subyektif dan kontrol sipil objektif. Selain itu, teori profesionalisme militer dan teori hegemoni Gramsci juga digunakan sebagai analisis dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol sipil atas hubungan militer-sipil di Kabupaten Pandeglang adalah kontrol sipil yang obyektif yang menekankan keseimbangan antara kekuatan militer dan wewenang pemerintah sipil. Babinsa Cibaliung secara harfiah termasuk dalam jenis militer revolusioner, yang berarti bahwa pengetahuan profesional Babinsa ditujukan pada nilai-nilai sosial dan politik. Babinsa juga berperan dalam penyampaian wacana hegemoni negara di desa-desa. This paper examines the social political role of the Tentara Nasional Indonesia (TNI, Indonesian army) at the village level with the Bintara Pembina Desa (Babinsa, village guidance agency) as the executor of territorial guidance. More specifically, this paper discusses more deeply about the involvement and social political role of Babinsa of Komando Rayon Militer (Koramil, military command of territory) 0113/Cibaliung in Cibaliung District during 2017-2018. The purpose of this research is to know and understand the roles and pattern of involvement of the Cibaliung?s Babinsa in the social political life of village, as well as its impact on village development. The grand theory used is Samuel P. Huntington?s military-civil relations theory with its focus on civilian control over military, where there are two categories of civilian control, namely: subjective civilian control and objective civilian control. In addition, the theory of military professionalism and the theory of Gramsci?s hegemony were also used as analysis blades in this research. The research method used is a qualitative research method with a phenomenological approach. The results of the research indicate that civilian control of military- civil relations in Cibaliung District is an objective civilian control that emphasizes the balance between military power and the authority of the civilian government. Babinsa of Cibaliung is literally included in the revolutionary military type, which means that Babinsa?s professional knowledge is aimed at social and political values. Babinsa also plays a role in the delivery of state?s hegemony discourses in villages. 
JEJARING COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA PROGRAM KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) DALAM PENCEGAHAN HIV/AIDS DI KABUPATEN SUBANG Kusnadi, Iwan Henri
ijd-demos Volume 1 Issue 2, August 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.735 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i2.21

Abstract

Jaringan Tata Kelola Kolaboratif dalam Program Komunikasi, Informasi dan Pendidikan (KIE) dalam pencegahan HIV / AIDS adalah pemanfaatan jaringan antara lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah yang bertujuan untuk menghasilkan nilai publik yang lebih banyak di setiap tingkat sumber daya. Penelitian ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan Tata Kelola Kolaboratif dalam Program Komunikasi, Informasi dan Pendidikan (KIE) dalam Pencegahan HIV / AIDS di Kabupaten Subang dalam kaitannya dengan teori menurut Anshell dan Gash, yaitu Dialog Tatap Muka, Membangun Kepercayaan, Komitmen untuk Proses, Pemahaman Bersama, dan Hasil Antara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sumber data diperoleh dari informan dan melalui wawancara serta dokumen yang diperoleh dalam bentuk regulasi dan pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan Tata Kelola Kolaboratif dalam Program Komunikasi, Informasi dan Pendidikan (KIE) dalam Pencegahan HIV / AIDS di Kabupaten Subang belum sesuai dengan teori Anshell dan Gash. Terbukti dari aspek Dialog Tatap Muka, belum sepenuhnya tercapai atau dibangun yang merupakan jantung dari proses membangun kepercayaan, saling menghormati, saling pengertian, dan komitmen terhadap proses atau elemen-elemen penting dalam langkah awal Kolaboratif Pemerintahan. Kemudian aspek Membangun Kepercayaan belum sepenuhnya ditetapkan yang merupakan titik awal untuk Tata Kelola Kolaboratif. Selain itu, aspek Hasil Antara belum sepenuhnya tercapai dari Tata Kelola Kolaboratif. Hal ini perlu dipertimbangkan agar jaringan Tata Kelola Kolaboratif dalam Program Komunikasi, Informasi dan Pendidikan (KIE) dalam Pencegahan HIV/ AIDS di Kabupaten Subang menjadi optimal. The collaborative Governance Network in the Communication, Information, and Education Program (IEC) in the prevention of HIV/AIDS is the utilization of networks between government agencies and non-governmental organizations aimed at generating more public value at every level of resources. This study discusses matters relating to Collaborative Governance in the Communication, Information, and Education (IEC) Program in HIV/AIDS Prevention in Subang Regency in relation to theories according to Anshell and Gash, namely Face-to-Face Dialogue, Trust Building, Commitment to the Process, Shared Understanding, and Intermediate Outcomes. This research uses descriptive qualitative research methods, through observation, interviews and documentation studies. Sources of data obtained from informants and through interviews and documents obtained in the form of regulations and data processing. The results showed that the Collaborative Governance network in the Communication, Information, and Education Program (IEC) in HIV/AIDS Prevention in Subang Regency was not yet in accordance with Anshell and Gash's theory. Evident from the aspect of Face-to-Face Dialogue, has not been fully achieved or established which is the heart of the process of building trust, mutual respect, mutual understanding, and commitment to the process or important elements in the initial steps of Collaborative Governance. Then the Trust Building aspect has not been fully established which is the starting point for Collaborative Governance. In addition, aspects of Intermediate Outcomes have not yet been fully achieved from Collaborative Governance. This needs to be considered so that the Collaborative Governance network in the Communication, Information, and Education Program (IEC) in HIV / AIDS Prevention in Subang District is optimal.
PENGARUH KOMPETENSI DAN KARAKTER DOSEN TERHADAP METODE PEMBELAJARAN SERTA DAMPAKNYA KEPADA KINERJA DOSEN DI UNIVERSITAS SUBANG Hasibuan, Taufiq Hidayat
ijd-demos Volume 1 Issue 2, August 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.734 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i2.20

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Kompetensi Dosen, (2) Karakter Dosen, (3) Metode Pembelajaran, dan (4) Kinerja Dosen, serta (5) Pengaruh Kompetensi Dosen, Karakter Dosen dan Teknik Pembelajaran terhadap Kinerja Dosen di Universitas Subang Kabupaten Subang Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian assosiatif dengan proses kualitatif dan pendekatan action research. Dan unit analisis dalam penelitian adalah Mahasiswa Universitas Subang Jawa Barat dengan sampel sebanyak 100 orang. Dalam Penelitian ini, ukuran sampel ditentukan oleh bentuk uji statistik dan yang digunakan adalah Analisis Jalur (Path Analisis), dan untuk menentukan ukuran sampel minimal pada koefisien korelasi yang dilakukan secara iterative (perhitungan berulang ?ulang).Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa Kompetensi serta Karakter Dosen sangat memberikan pengaruh terhadap Metode Pembelajaran yang akan diberikan oleh Dosen kepada mahasiswa. Dosen-dosen yang sudah ada harus lebih meningkatkan Kompetensinya dengan Karakter yang kuat dalam berhadapan dengan Mahasiswa karena memberikan pengaruh baik secara simultan maupun secara parsial terhadap Metode Pembelajaran yang lebih hidup dan bervariatif yang akan diberikan kepada Mahasiswa. Hal ini berdampak kepada baik atau tidaknya kinerja Dosen di Universitas Subang. The purpose of this research was to determine and analyze: (1) Lecturer Competence, (2) Lecturer Character, (3) Learning Method, and (4) Lecturer Performance, and (5) Effect of Lecturer Competence, Lecturer Character and Learning Techniques on Lecturer Performance at the University of Subang, Subang Regency, West Java. This  research method used in research is an associative research method with a qualitative process and action research approach. And the unit of analysis in this study is the Students of Subang University, West Java with a sample of 100 people. In this study, the sample size is determined by the form of statistical tests and the Path Analysis is used, and to determine the minimum sample size on the correlation coefficient which is done iteratively (repeated calculations). Based on the results of the study, it was found that the Competence and Character of the Lecturer greatly influenced the Learning Method to be provided by the Lecturer to students. Existing lecturers must further enhance their competence with strong character in dealing with students because they provide both simultaneous and partial influence on the more lively and varied Learning Methods that will be given to students. This has an impact on whether or not the performance of Lecturers at the University of Subang.
PENGARUH PENERIMAAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN E-LEARNING (STUDI KASUS DI SMK PASUNDAN SUBANG) Suparman, Ade
ijd-demos Volume 1 Issue 2, August 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.702 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i2.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antar variabel dalam model TAM yang berkaitan dengan penggunaan pembelajaran e-learning di SMK Pasundan dengan mengambil sampel sebanyak 120 siswa SMK Pasundan dari berbagai kompetensi dan keahlian. Berdasarkan hasil analisis SEM, diperoleh hasil bahwa Availability Resources (ketersediaan sumber daya) berpengaruh signifikan terhadap Perceived Usefulness (persepsi kegunaan) dan Perceived Easy of Use (persepsi kemudahan). Perceived Usefulness (persepsi kemudahan) berpengaruh signifikan terhadap Perceived Easy of Use (persepsi kegunaan). Perceived Usefulness (persepsi kegunaan) dan Perceived Easy of Use (persepsi kemudahan) sama?sama berpengaruh terhadap Attitude Toward Use (sikap penggunaan), Perceived Usefulness (persepsi kegunaan) PU berpengaruh dan signifikan terhadap Behaviour Intention (minat penggunaan). Attitude Toward Use (sikap penggunaan) berpengaruh signifikan terhadap Behaviour Intention (minat penggunaan). Behaviour Intention (minat penggunaan), berpengaruh signifikan terhadap Actualy System Use (aktualisasi penggunaan). Perceived Usefulness (persepsi kemudahan). Perceived Easy of Use (persepsi kegunaan) dan Actualy System Use (aktualisasi penggunaan) berpengaruh signifikan terhadap Interest to Learn (minat belajar). Dengan demikian Pendekatan Teknologi dalam Model Pembelajaran E-Learning mempunyai  berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa siswa di SMK Pasundan. This research aims is  to know the influences between variables in the model TAM with regard to the use of e-learning in learning CMS Pasundan with taking samples as many as 120 students of SMK Pasundan from different competence and expertise. Based on the results of SEM analysis, the results obtained that Availability Resources have a significant effect on Perceived Usefulness and Perceived Easy of Use. Perceived Usefulness has a significant effect on Perceived Easy of Use. Perceived Usefulness and Perceived Easy of Use both affect Attitude Toward Use. Perceived Usefulness (perceptions of use) influences and is significant on BI Behavior Intention  Attitude Towards Use has a significant effect on BI Behavior Intention (interest in use. Behavior Intention (interest in use) has a significant effect on ASU's Actualy System Use,. Perceived Usefulness (PU), Perceived Easy of Use (perceptions of use) PEU and Actualy System Use (actualization of use) ASU has a significant effect on Interest to Learn .  Thus the Technology Approach in the E-Learning Learning Model has a positive and significant effect on increasing the interest of learn for students in SMK Pasundan Subang.                

Page 1 of 1 | Total Record : 8