cover
Contact Name
Adibah Nurul Yunisya
Contact Email
jurnalborder@upnjatim.ac.id
Phone
+6281225051212
Journal Mail Official
jurnalborder@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Pusat Publikasi Gedung Giri Yasa Fakultas Arsitektur dan Desain UPN “Veteran” Jawa Timur Jalan Raya Rungkut Madya, Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BORDER : Jurnal Arsitektur
ISSN : 26565889     EISSN : 26851598     DOI : https://doi.org/10.33005/border.v1i2
Journal BORDER is a journal published by the Department of Architecture of Faculty of Architecture and Design, UPN "Veteran" Jawa Timur that accommodates the results of research and products of scientific thought in the field of architecture and the built environment. Jurnal BORDER accepts articles both in Indonesian and English language. This journal will publish two times a year, June and November, and reviewed by independent reviewers with expertise in the field of architecture and the built environment.
Articles 16 Documents
EKSPLORASI MATERIAL GLULAM PADA PERANCANGAN SHELTER MENGGUNAKAN SALURAN KREATIVITAS FOCUS ON MATERIAL Nareswarananindya, Nareswarananindya
BORDER Vol 1 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4045.812 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i2.27

Abstract

Setiap material memiliki karakteristik yang dapat dieksplorasi dan digunakan sebagai saluran kreativitas dalam merancang bangunan. Proses eksplorasi material tersebut harus dapat mendukung efisiensi penggunaan sumber daya dalam keseluruhan daur hidup (life cycle) bangunan, mulai dari pemilihan material, desain, konstruksi, pemeliharaan, hingga pembongkaran. Glued Laminated Timber (Glulam)  merupakan  salah satu material alternatif dari bahan dasar kayu yang dapat diperbaharui dan memiliki low embodied energy. Dengan menggunakan saluran kreativitas focus on material, karakteristik dari glulam digunakan sebagai pendekatan merancang bangunan. Tipe bangunan yang digunakan sebagai obyek eksplorasi adalah bangunan sederhana non-ruang, yaitu shelter (naungan). Proses rancang menggunakan Cyclical Design Process yang terdiri dari tahap analisis, sintesis, dan evaluasi yang dilakukan berulang-ulang hingga mendapat rancangan paling yang optimal. Tahap analisis data dari glulam, shelter, dan focus on material dilakukan untuk menghasilkan kriteria desain yang akan digunakan untuk menghasilkan beberapa alternatif rancangan pada tahap sintesis. Beberapa alternatif rancangan tersebut kemudian di evaluasi pada tahap evaluasi untuk mendapatkan rancangan yang paling sesuai. Hasil yang diperoleh adalah rancangan skematik bangunan shelter dengan bentuk single curve dan double curve yang tersusun dari konfigurasi monomaterial elemen-elemen glulam berukuran 60x60 cm menggunakan sambungan takik.
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN MERR (MIDDLE EAST RING ROAD) II-C TERHADAP KARAKTER BANGUNAN MELALUI PENDEKATAN PLACE MAKING Susanti, Wiwik Dwi; Mutia, Fairuz; Utomo, Heru Prasetiyo
BORDER Vol 1 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3795.61 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i2.26

Abstract

Pembangunan jalan raya Merr II-C merupakan salah satu rangkain proyek Pemkot Surabaya menghubungkan Gunung Anyar sampai Tol Juanda. Dampak dari pembangunan jalan yaitu terbelahnya kampung padat penduduk Gunung Anyar.  Karakter perkampungan yang ditembus oleh pembangunan jalan tersebut yaitu kampung formal dan informal. Karakter kampung informal yang sporadic terlihat jelas dari puing-puing bangunan yang tersisa, sedangkan perkampungan formal juga terlihat dari karakternya yang tersusun rapi. Pada saat ini karakter bangunan berusaha untuk mencari jati diri karena karakter kampung informal masih dapat dideteksi tetapi pengaruh fungsi perdagangan dan jasa di Merr II-A dan Merr II-B sudah mulai terlihat. Sehingga penelitian ini dianggap penting untuk memetekan karakter bangunan yang muncul dampak pembangunan jalan Merr II- C. Dalam memetakan karakter bangunan menggunakan pendekatan  place making, sehingga dapat diketahui karakter pembentuk bangunan.
REVITALISASI KOTA LAMA MELALUI OPTIMALISASI POTENSI ZONA PENYANGGA KOTA LAMA GRESIK Utami, Adinda Sih Pinasti Retno; Nasution, Tanti Satriana Rosary; Santosa, Satya Wahyuputra
BORDER Vol 1 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3946.731 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i2.25

Abstract

Konservasi kawasan cagar budaya di Gresik telah dilaksanakan sejak 2009. Proses konservasi meliputi dokumentasi, klasifikasi, dan peningkatan fisik. Namun, kerusakan, perubahan, dan penurunan kualitas di kawasan cagar budaya masih terjadi. Salah satu daerah yang direvitalisasi di Gresik adalah Kampung Kemasan. Fenomena yang muncul saat ini adalah bahwa revitalisasi di Kampung Kemasan dianggap tidak memadai baik untuk memicu kebangkitan kembali wilayah warisan dalam skala yang lebih besar atau untuk menghindari degradasi kualitas kawasan warisan di sekitarnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi dari masalah ini dengan mengusulkan desain yang berfokus pada pengembangan zona penyangga Kampung Kemasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui partisipasi masyarakat untuk memetakan potensi wilayah, observasi, dan interpretasi spasial. Interpretasi spasial dalam hal ini adalah interpretasi karakter ruang yang terbentuk di zona penyangga. Setelah semua data diperoleh, dianalisis dengan menggunakan metode overlay untuk mendapatkan ruang yang akan direncanakan lebih lanjut. Hasil penelitian adalah perencanaan zona penyangga dengan intervensi desain pada street furniture dan area pejalan kaki yang memperkuat citra atau tema kawasan cagar budaya.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MASYARAKAT DAN PEMBENTUKAN RUANG PUBLIK Jordan, Nadia Almira; Ulimaz, Mega
BORDER Vol 1 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.836 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i2.19

Abstract

Pemaknaan ruang menjadi salah satu aspek keberhasilan ruang publik yang ditandai dengan terciptanya interaksi sosial antar pengguna ruang. Kepastian interaksi sosial pada kawasan permukiman sebagai ruang tempat tinggal dengan kedekatan dan kepadatan yang relatif tinggi dapat mendukung vitalitas area perkotaan. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara pembentukan ruang publik dan aktivitas masyarakat atau komunitas, khususnya pada permukiman tepi sungai. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran nyata keadaan di dalam ruang publik berdasarkan interpretasi observasi langsung. Pengamatan peneliti didasarkan pada kajian pustaka yang dilakukan terhadap pustaka tentang ruang terbuka dan perilaku masyarakat dalam ruang publik yang relevan.  Sebagai bagian dari proses pemahaman fakta di lapangan, teknik survei terbuka dilakukan pada tiga ruang terbuka di kawasan permukiman Manggar untuk mengetahui pola aktivitas pengguna ruang dalam hal penetration, action pattern, behavior mechanisms, dan welfare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang terbuka publik terbentuk melalui aktivitas rutin masyarakat secara alami, melalui proses pemilihan tempat yang berdekatan dengan akses pekerjaan.
PENGARUH PERUBAHAN AKTIVITAS PADA KAMPUNG WISATA TERHADAP SENSE OF PLACE WARGA Ramadhani, Annisa Nur
BORDER Vol 1 No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.534 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i2.22

Abstract

Program perbaikan kampung di Surabaya dinilai berhasil dalam memperbaiki perumahan dan permukiman berbasis pembangunan berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan adanya beragam pengembangan kampung wisata berbasis tematik yang memiliki nilai konservasi budaya baik tangible maupun intangible. Pengembangan kampung wisata ini memiliki tujuan positif untuk meningkatkan kesejahteraan sosio-ekonomi masyarakat kampung. Namun di sisi lain, terjadi perubahan fungsi dan makna kampung dari sebuah sistem permukiman dengan aksesibilitas sosial rendah menjadi permukiman dengan aksesibilitas yang terbuka untuk umum terutama wisatawan. Perubahan aktivitas ini juga dapat mempengaruhi persepsi sense of place masyarakat yang tinggal di dalam kampung tersebut. Strategi penelitian ini menggunakan mixed method yakni menggabungkan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif melalui kuisioner yang dianalisis dengan teknik cross tabulation dan data kualitatif dengan kajian pustaka dan in depth interview yang selanjutnya ditriangulasikan untuk mendapatkan kesimpulan akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif pengembangan kampung wisata terhadap peningkatan persepsi sense of place masyarakat ditinjau dari aspek aktivitas. Sense of place sendiri erat kaitannya dengan tingkat partisipasi masyarakat dan keberlanjutan dalam pembangunan kampung. Sehingga penelitian ini memiliki kontribusi penting untuk pengembangan teori sense of place yang dapat menjadi arahan bagi trilogi pembangunan permukiman seperti pemerintah, pihak swasta dan masyarakat setempat dalam menentukan konsep pengembangan kampung wisata yang berkelanjutan, khususnya di Kota Surabaya.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN BANGUNAN SEBAGAI PROSES EVIDENCE-BASED DESIGN DALAM PERANCANGAN RUMAH SAKIT Indrawan, Iwan Adi; Faqih, Muhammad; Purnomo, Hari
BORDER Vol 1 No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.548 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i1.15

Abstract

Dewasa ini evidence-based design dalam proses perancangan rumah sakit semakin dibutuhkan dalam pengambilan keputusan perancangan. Proses ini memberikan kesempatan bagi arsitek untuk dapat menemukan solusi baru dalam mengantisipasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan aspek-aspek arsitektur. Salah satu permasalahan yang ada pada kelompok bangunan bertipologi rumah sakit adalah adanya kebutuhan untuk mengakomodasi perubahan. Perubahan yang dimaksud dalam hal ini adalah perubahan akan konfigrasi arsitektur bangunan tersebut. Adanya perubahan menuntut rancangan arsitektur yang fleksibel dan adaptif. Perubahan memberikan kesempatan untuk semakin berkembang dan lebih baik namun juga memberikan peluang bagi permasalahan. Dalam ini permasalahan yang dihadapi adalah adanya kecenderungan perubahan tata ruang baik dikarenakan kapasitas maupun fungsinya. Penelitian terkait bertujuan mengidentifikasi bentuk perubahan sebagai langkah awal tahapan perancangan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan studi kasus pada rumah sakit umum di Surabaya guna menentukan kecenderungan bentuk perubahan yang secara umum terjadi. Berdasarkan hasil yang diperoleh terdapat 5 tipe perubahan yaitu Volume,service lines, Patient mix and standar of care, Size dan Medical Discovery  serta tiga jenis perubahan yang dapat terjadi pada arsitektur rumah sakit yaitu improvisasi (Improvisation), perubahan bangunan (Building changes),  Perluasan Bangunan (Building Extention). Adapun kecenderungan tipe dan bentuk perubahan pada kedua rumah sakit tersebut  adalah Volume dan improvisation.
PENGEMBANGAN DESA WISATA PENGERAJIN BAMBU YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN LOCALISM Nadya, Eva Ayu; Winarto, Erwin Djuni
BORDER Vol 1 No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2890.501 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i1.14

Abstract

Kabupaten Sleman, memiliki potensi pariwisata cukup tinggi yang jika dioptimalkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Salah satu desa wisata yang memliki potensi tersebut berada di Ds. Sendangagung Dsn. Brajan, Kec. Minggir. Untuk menghasilkan pariwasata yang menarik bagi wisatawan diperlukan pengembangan fasilitas pariwisata yakni: 1) Penginapan yang sampai saat ini masih menggunakan rumah penduduk setempat; 2) Bamboo Class untuk mengakomodasi adanya paket wisata belajar kerajinan bambu; 3) Area pertunjukan sebagai tempat diadakannya pertunjukan seni tari dan gamelan; 4) Bamboo Art Gallery dan 5)Bamboo Shop sebagai wadah hasil kerajinan oleh pengerajin maupun pengunjung desa wisata. Lokasi site merupakan lahan kosong dengan luas kurang lebih 20.000m². Dari beberapa fakta , issue dan goal yang telah dianalisis muncul sebuah benang merah yang kemudian dijadikan tema perancangan yakni ?When Nature Meet Art? yang dapat diartikan ?Ketika Alam bertemu dengan Seni?. Maksudnya adalah untuk mengekspresikan identitas keindahan alam Desa Wisata Bambu Brajan serta kerajinan kesenian bambu yang di produksinya. Adapun pendekatan rancanganya menggunakan Localism untuk mengejawantahkan bangunan terhadap lingkungan dalam ranah tradisi, budaya & sosial. Sehingga rancangan yang dihasilkan mampu mewujudkan suatua area wisata yang mampu mensinergikan antara bangunan dengan alam, budaya, dan kearifan lokal secara komprehensip.
“COMPLEMENT POLARITY” PADA STASIUN KERETA BANDARA JUANDA DI SIDOARJO Putra, Mohamad Ega; Winarto, Erwin Djuni
BORDER Vol 1 No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1793.727 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i1.13

Abstract

Bandara Juanda merupakan bandara internasional yang menjadi salah satu infrastruktur yang diandalkan oleh pemerintah Kota Surabaya maupun pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan perekonomian Jawa Timur. Meningkatnya kebutuhan akan transportasi udara membuat bandara Juanda memerlukan upaya pengembangan guna memenuhi kebutuhan pengguna dari tanah air maupun internasional sekaligus mengimplementasikan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia tentang transportasi massal. Penelitian ini meneliti pentingnya kehadiran stasiun kereta bandara sebagai bentuk integrasi transportasi dalam kota. Sebagai hasil akhir, penelitian ini mengajukan proposal desain dengan tema yang dipilih sesuai dengan kondisi dan konteks yang sesuai untuk stasiuk kereta bandara Juanda. Proposal lokasi stasiun kereta bandara berada pada area terminal 1 bandara Juanda yang berada tepat didepan terminal 1.  Berdasarkan lokasi tersebut terdapat beberapa permasalahan yaitu akses menuju stasiun bagi penumpang dari terminal 2 dan rencana terminal 3, pola pergerakan kendaraan maupun pergerakan penumpang dalam oprasional stasiun kereta bandara, serta posisi stasiun berada tepat didepan terminal 1 bandara hal ini mempengaruhi tampilan (identitas) joglo terminal 1. Dari permasalahan di atas proposal desain menggunakan tema ?complement polarity? dengan menggunakan pendekatan postmodern. Dengan demikian stasiun kereta bandara Juanda diharapkan mampu untuk menyesuaikan dengan sistem yang telah berlangsung di bandara Juanda tanpa mengganggu satu sama lain.
APLIKASI KONSEP DEAF SPACE PADA PERANCANGAN SEKOLAH LUAR BIASA TUNARUNGU (SLB-B) Permadi, Rully; Anggriani, Niniek; Winarto, Erwin Djuni
BORDER Vol 1 No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.643 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i1.12

Abstract

Sekolah Luar Biasa Tuna Rungu (SLB-B) Di Surabaya Barat merupakan sebuah fasilitas pendidikan khusus bagi difabiltas tunarungu di Jawa Timur yang bertujuan untuk mencetak generasi difabel tunarungu yang mandiri dan siap dalam persaingan global. Dirancang khusus sesuai dengan karakteristik dan perilaku difabel tunarungu yang memiliki keterbatasan dalam menerima informasi verbal (suara), dikarenakan oleh gangguan yang dialami pada indera pendengaraannya sejak lahir ataupun paca kelahiran, sehingga difabel tunarungu lebih cenderung mengandalkan indera pengelihatan untuk dapat menerima informasi. Namun, saat ini kita hidup di dunia yang mengandalkan penyampaian informasi melalui media suara. Sehingga perlu adanya sebuah tempat dimana difabel tunarungu lebih dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan serta menggali ilmu pengetahuan sebelum akhirnya mereka siap dalam persaingan global yang sesunguhnya. Berdasarkan isu tersebut, penelitian ini bertujuan mendesain sebuah bangunan pendidikan yang dirancang khusus untuk difabel tunarungu (deaf space), dengan mengangkat tema ?see the world, face the future? yang dapat dapat diartikan bahwa pendidikan adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan manusia, pendidikan dapat membuka pengetahuan dan keilmuan seluas-luasnya sehingga dengan pendidikan yang baik manusia akan semakin siap dalam menghadapi persaingan global di masa yang akan datang.
PENERAPAN ENERGY EFFICIENT BUILDING PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN UIN SUNAN AMPEL SURABAYA Shalihah, Inas; Pranoto, Mohammad
BORDER Vol 1 No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.348 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i1.8

Abstract

Konteks keberadaan suatu bangunan selalu ditentukan oleh batasan-batasan iklim dan material bangunan. Kampus UINSA(Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) di Surabaya menjadi salah satu contoh bangunan yang kurang efisien dalam penggunaan energi dan belum memenuhi standar yang diidealkan sesuai SNI 7330:2009 tentang perpustakaan perguruan tinggi yang harus menyediakan gedung dengan ruang yang cukup untuk koleksi, staf, dan penggunanya dengan rasio sekurang-kurangnya 0,5 m2 untuk setiap mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur seberapa jauh tingkat efisiensi energi yang digunakan pada gedung perpustakaan UINSA Surabaya. Metode penelitian observasi dengan deskriptif kualitatif. Pengamatan, wawancara, dan pengukuran menggunakan alat ukur sebagai pelengkap kajian penelitian ini. Pada gedung tersebut dinilai dari standar LEED rating system. Setelah dilakukan kajian obyek, gedung perpustakaan ini dapat mencapai target energy efficient building sebesar 60% artinya tereduksi 40 %. Hasil tersebut berasal dari 15% sirkulasi vertikal dengan menggunakan ramp, Reduksi radiasi matahari akibat oriented building sebesar 15%, Penggunaan energi terbarukan akibat penggunaan solar panel dan teknologi smart building sebesar 10%. Maka, penerapan LEED Rating system dapat digunakan sebagai standar acuan dalam kaitannya sebagai faktor efisiensi energi pada bangunan Perpustakaan UINSA Surabaya.

Page 1 of 2 | Total Record : 16