cover
Contact Name
Durinda Puspitasari
Contact Email
jpap@unesa.ac.id
Phone
+6231-8285362
Journal Mail Official
jpap@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung G1 lt. 2 Ruang Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Surabaya 60231 Telp. (031) 8285362/8299945 Fax. (031) 8293416
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)
ISSN : -     EISSN : 23389621     DOI : -
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) e ISSN 2338-9621 diterbitkan Universitas Negeri Surabaya bekerjasama dengan Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengajaran dan pembelajaran Pendidikan Administrasi Perkantoran dan bidang studi Ilmu Administrasi Perkantoran yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan, lembaga pendidikan tinggi, dunia usaha dan industri terutama yang berkaitan dengan pengajaran dan pembelajaran manajemen kantor, manajemen arsip, sistem manajemen kualitas, komunikasi kantor, manajemen sumber daya manusia, sistem informasi manajemen, dan perilaku organisasi pendidikan.
Articles 135 Documents
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA KOMPETENSI DASAR MENJELASKAN TEKNIK PENYELENGGARAAN RAPAT KELAS XI APK 2 DI SMKN 10 SURABAYA MIFTACHUDIN, AHMAD ADE; PUSPASARI, DURINTA
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Modul merupakan sebuah bahan ajar yang dirangkai secara sistematis dan terstruktur dengan materi yang sederhana, tingkat kebahasaan yang sangat mudah dimengerti oleh siswa serta dipadukan dengan berbagai macam penugasan yang nantinya akan menumbuhkan kemandirian siswa dalampelajar dengan bantuan guru di kelas. Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model pembelajaran dimana dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran disertai dengan penyajian suatu permasalahan yang harus dipecahkan sendiri oleh peserta didik dengan penyelidikan yang telah dilakukan. Subjek dalam penelitian pengembangan modul ini yaitu 20 siswa kelas XI APK 2 di SMKN 10 Surabaya, penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D yang meliputi empat tahapan yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Hasil validasi menunjukkan bahwa tingkat kelayakan isi modul sebesar 88,67%, kelayakan penyajian sebesar 92,67% dengan jumlah keseluruhan sebesar 90,67, kelayakan kebahasaan sebesar 88% dan kelayakan kegrafikan sebesar 91,11%. Uji coba yang dilakukan pada siswa menunjukkan hasil rata-rata skor pengembangan modul sebesar 92,5% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci : Pengembangan Modul, Problem Based Learning, Materi Humas dan Keprotokolan Abstract Modules are instructional materials that are arranged systematically with language that is easily understood by students, according to their age and level of knowledge so that they can learn independently with minimal guidance from educators. Problem Based Learning (PBL) is a learning that is delivered by presenting a problem, asking questions, facilitating an investigation, and opening a dialogue.The subjects in this study were 20 students of class XI APK 2 SMKN 10 Surabaya, this study used a 4-D development model that is defining, designing, developing and distributing. Validation results indicate that the modules feasibility level is 88.67%, presentation eligibility is 92.67%, linguistic feasibility is 88% and 91,11% of the feasibility of graduation. The assessment of the content feasibility component and presentation feasibility was assessed by material experts with a total of 90.67%. Trials conducted on students showed the results of the average module development score of 92.5% with very good criteria. Keyword: Module Development, Problem Based Learning, Public Relations and Protocol Material
PENGGUNAAN SISTEM RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) DALAM MENDUKUNG PEMINJAMAN PADA BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN SIDOARJO KHUSNAH, ASMAUL
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi saat ini berkembang sangat pesat. Diberbagai bidang kegiatan dan berbagai bidang keilmuan. Dampak dari kemajuan teknologi yaitu memberikan kemudahan bagi suatu lembaga dalam bidang pengelolaan informasi secara elektronik termasuk perpustakaan. Perpustakaan merupakan suatu tempat yang didalamnya terdiri dari pemustaka, bahan pustaka, pustakawan, dan sarana prasarana untuk mendukung memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi. Dengan adanya Perpustakaan kita dapat mencari, mengolah, menyimpan data, atau yang lebih dikenal dengan Perpustakaan digital. Pada era digital banyak sekali penemuan instrument atau alat bantu dalam bidang teknologi informasi, salah satunya adalah Radio Frequency Identification (RFID). RFID dikembangkan sebagai pengganti teknologi Barcode. Teknologi RFID telah banyak digunakan untuk mengoptimalkan pekerjaan dalam sebuah instansi. Perpustakaan Kabupaten Sidoarjo sudah menerapkan sistem RFID ini dalam layanan sirkulasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai penggunaan sistem RFID dalam mendukung peminjaman pada Badan Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo sekaligus untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari sistem RFID dalam mendukung peminjaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari dua orang ahli dan satu orang sebagai Triangulasi Sumber. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumnetasi. Dengan teknik analisis data model Miles and Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan RFID sangat mendukung dalam proses sirkulasi terutama pada saat peminjaman bahan koleksi. RFID ini sangat membantu pustakawan dalam menerapkan layanan mandiri. Kata Kunci: Teknologi, Perpustakaan, RFID, Layanan Sirkulasi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SMART WHEEL PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KLASIFIKASI DAN INDEKS ARSIP SISWA KELAS X OTKP DI SMKN 1 SOOKO MOJOKERTO LISSA UMAMI, SHINTA DEWI
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan media smart wheel di SMKN 1 Sooko Mojokerto serta digunakan untuk mengetahui bagaimana kelayakan pengembangan dan evaluasi siswa terhadap pengembangan media smart wheel sebagai media pembelajaran alternative pada mata pelajaran kearsiapan di SMKN 1 Sooko Mojokerto.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Reaseach and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Raiser dan Mollenda. Pengembangan media smart wheel ini melalui 5 tahap yaitu: 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implenentation, 5) Evaluation.Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas kelayakan media dapat dilihat melalui hasil dari validasi para ahli dan evaluasi siswa. Presentase yang didapatkan dari validator ahli materi yang dilakukan oleh Dosen Pendidikan Administrasi Perkantoran serta Guru Kearsipan SMKN 1 Sooko Mojokerto sebesar 96,53% dengan kategori Sangat Baik yang berarti materi kearsipan pada kompetensi dasar menerapkan klasifikasi dan indeks arsip Layak digunakan dalam media ini. Presentase yang didapatkan dari validator ahli media dilakukan oleh Dosen Teknologi Pendidikan UNESA sebesar 98,66% dengan kategori Sangat Baik yang berarti media smart wheel Layak digunakan. Hasil presentase evvaluasi siswa kelas X OTKP 3 SMKN 1 Sooko Mojokerto sebesar 97,27% dengan kategori Sangat Baik yang berarti media smart wheel Layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata Kunci : Media Smart Wheel, ADDIE, Kearsipan Abstract This study aims to analyze the development of smart wheel media in SMK 1 Sooko Mojokerto and is used to find out how the feasibility of developing and evaluating students on the development of smart wheel media as an alternative learning media in the subjects of emergency at SMK 1 Sooko Mojokerto. This type of research uses Reach and Development (R & D) research using the ADDIE development model developed by Raiser and Mollenda. Development of smart wheel media through 5 stages: 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implenentation, 5) Evaluation. Based on the results of this study indicate that the quality of media feasibility can be seen through the results of expert validation and student evaluation. The percentage obtained from the expert material validator conducted by Lecturers of Office Administration and Archives Teacher Education at SMK 1 Sooko Mojokerto amounted to 96.53% with the Excellent category which means that the archival material on the basic competencies applies the Eligible archive classification and index used in this media. The percentage obtained from the media expert validator was carried out by UNESA Education Technology Lecturers at 98.66% with the Excellent category which means that the Smart Wheel media is eligible to be used. The results of the evaluation percentage of students of class X OTKP 3 of SMK 1 Sooko Mojokerto amounted to 97.27% with the category of Very Good, which means that Worthy Smart Wheel media is used as a learning medium. Keywords: Smart Wheel Media, ADDIE, Archives
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ADMINISTRASI UMUM DI SMK ISLAM KREMBUNG Irwanto, Erwin Dwi
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan salah satu cara untuk membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan hal penunjang pembangunan suatu bangsa oleh karena itu Pendidikan perlu dikelola dengan baik agar dapat mewujudkan hal tersebut. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan menarik juga sangat perpengaruh terhadap membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Administrasi Umum kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP) di SMK Islam Krembung dibandingkan yang tidak menggunakan model pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) dan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Administrasi Umum kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP) di SMK Islam Krembung. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasy Exsperimental Design dengan bentuk penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X OTKP 1 sebagai kelas Eksperimen dan X OTKP 2 sebagai kelas Kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa secara klasikal dari kelas eksperimen sebesar 100% sedangkan dari kelas kontrol sebesar 59%. Kemudian pada hasil analisis selisih nilai pretest dan posttest diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,364 dengan taraf signifikansi 0,05. Sedangkan diketahui nilai t-tabel sebesar 2,006 dengan taraf signifikansi 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima karena t-test < 0,05 yaitu (0,006 < 0,05) dan t-hitung > t-tabel (2,364 > 2,006). Dengan demikian, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pada model pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Administrasi Umum kelas X OTKP di SMK Islam Krembung. Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar, Administrasi Umum Abstract Education is one way to the quality of human resources (HR). Quality human resources are things that support the development of a nation. Therefore, education needs to be managed well in order to realize this. The selection of the right and interesting learning model is also very influential in generating students motivation to learn. This study aims to determine the effect of Problem Based Learning (PBL) based learning models on student learning outcomes in the subjects of General Administration class X OTKP in Islamic boarding school Krembung compared to those who did not use Problem Based Learning (PBL) based learning models. and describe the application of Problem Based Learning (PBL) based learning models on student learning outcomes in the subjects of General Administration class X OTKP in Krembung Islamic Vocational School. This type of research is the quasy experimental design research with the Nonequivalent Control Group Design research form. The sample in this study is class X OTKP 1 as experiment class and X OTKP 2 as control class. The results showed that the classical mastery of student learning from the experimental class was 100% while that of the control class was 59%. Then in the results of the analysis of the difference between pre-test and post-test scores obtained tcount of 2.364 with a significance level of 0.05. Whereas the value of t table is 2.006 with a significance level of 0.05. So it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted because the t test is t table (2.364 > 2.006). Thus, it can be drawn a conclusion that there is an influence on Problem Based Learning (PBL) based learning models on student learning outcomes in the subjects of General Administration class X OTKP in Islamic boarding schools in Krembung. Keywords: Problem Based Learning (PBL), Learning Outcomes, General Administration
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ADMINISTRASI UMUM KELAS X OTKP DI SMK NEGERI 1 JOMBANG PRASETIYA, LIZAR AFID
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan mind mapping terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran administrasi umum kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Jombang. Jenis penelitian menggunakan eksperimen kuasi dengan bentuk nonequivalent control group design. Penelitian ini mengambil populasi siswa kelas X OTKP 2 sebagai kelas kontrol dan kelas X OTKP 1 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa pada kelas eksperimen dinyatakan tuntas 100% secara klasikal, sedangkan pada kelas kontrol dinyatakan tuntas 80% secara klasikal. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah sebesar 54,88, sedangkan pada kelas kontrol adalah sebesar 56,13. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen adalah sebesar 87,25, sedangkan pada kelas kontrol adalah sebesar 81,88. Gain score atau selisih nilai rata-rata pretest dan posttest pada kelas eksperimen adalah sebesar 32,38, sedangkan pada kelas kontrol adalah sebesar 25,88. Berdasar hasil analisis uji t posttest, diperoleh nilai thitung sebesar 3,219 dengan taraf signifikasi sebesar ,002 (0,002). Sedangkan nilai ttabel diketahui sebesar 1,998. Sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima karena t-test < 0,05 yaitu 0,002 < 0,05 dan thitung > ttabel yaitu 3,219 > 1,998. Sedangkan hasil analisis selisih nilai pretest dan posttest diperoleh nilai thitung sebesar 3,195 dengan taraf signifikasi ,002 (0,002). Sedangkan nilai ttabel sebesar 1,998 dengan taraf signifikasi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima karena t-test < 0,05 yaitu 0,002 < 0,05 dan thitung > ttabel yaitu 3,195 > 1,998. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan mind mapping terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran administrasi umum kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Jombang, dimana hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning berbantuan mind mapping lebih tinggi daripada hasil belajar kelas kontrol. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Mind Mapping, Hasil Belajar Abstract The purpose of this research was to look at the influence of model-assisted problem based learning learning mind mapping against learning results of students on public administration subjects X-grade OTKP in SMK Negeri 1 Jombang. This type of research uses quasi experiment with the shape of the nonequivalent control group design. This research takes student population of class X class 2 as the OTKP control and class X 1 OTKP as class experiments. The results of this research show that the ketuntasan student learning in classroom experiments revealed completely 100% in classical, whereas in the control class was declared finished in 80% of classical. The average value of experimental class was a pretest of 54.88, while the control is on the class of 56.13. The average value of experimental class posttest is amounting to 87.25, while the control is on the class of 81.88. Gain score or the difference between the average value of pretest and posttest on experiment class was of 32.38, whereas in the control class is 25.88. The t-test analysis results based on posttest, retrieved the value tcount of the significance level of 3.219,002 (0.002). While the value of ttable is known of 1.998. So it can be inferred H0 is rejected and the Ha received because of the t-test < i.e. 0.05 0.002 < 0.05 and tcount > ttable i.e. 3.219 > 1.998. While the results of the analysis of the difference between the value of the pretest and posttest retrieved the value tcount of the significance level 3.195,002 (0.002). While the value of the ttable of the significance level 0.05 1.998. So it can be inferred that H0 is rejected and the Ha received because of the t-test < i.e. 0.05 0.002 < 0.05 and tcount > ttable i.e. 3.195 > 1.998. With these results it can be concluded that there is an influence of model-assisted problem based learning learning mind mapping against learning results of students on public administration subjects X-grade OTKP in SMK Negeri 1 Jombang, where student learning outcomes the use of model-assisted problem based learning learning mind mapping learning outcomes are higher than the class of the control. Keywords: Problem Based Learning Model, Mind Mapping, Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA KELAS X OTKP SMK YASMU GRESIK Faridah, Ruviatul
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Experiential Learning pada kompetensi dasar menerapkan komunikasi di tempat kerja kelas X OTKP SMK YASMU Gresik. Penelitian ini dilaksanakan di SMK YASMU Gresik tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan desain penelitian Quasi Experimental Design (Eksperimen Semu) dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X OTKP di SMK YASMU Gresik, dimana kelas X OTKP 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X OTKP 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah sebesar 53,6, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 55,6. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen adalah sebesar 86,8, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 83,6. Selisih nilai rata-rata pretest dan posttest pada kelas eksperimen adalah sebesar 33,2, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 28. Berdasarkan hasil analisis uji t posttest, diperoleh nilai thitung sebesar 2,244 dengan taraf signifikansi sebesar 0,029. Sedangkan nilai ttabel diketahui sebesar 2,011. Hasil ini menunjukkan bahwa t-test < 0,05 yaitu 0,029 < 0,05 dan thitung > ttabel yaitu 2,244 > 2,011. Sementara berdasarkan hasil analisis uji t selisih nilai pretest dan posttest diperoleh nilai thitung sebesar 2,236 dengan taraf signifikansi sebesar 0,030. Sedangkan diketahui nilai ttabel sebesar 2,011 dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa t-test < 0,05 yaitu 0,030 < 0,05 dan thitung > ttabel yaitu 2,236 > 2,011. Berdasarkan hasil uji t di atas, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Experiential Learning pada kompetensi dasar menerapkan komunikasi di tempat kerja kelas X OTKP SMK YASMU Gresik, dimana hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran experiential learning lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran experiential learning. Kata Kunci : Model Pembelajaran Experiential Learning, Hasil Belajar
PERAN HUMAS DALAM MENINGKATKAN CITRA POSITIF PADA LEMBAGA PEMERINTAHAN DPRD KABUPATEN NGANJUK AL HABIB, DERIL ROSYID; SURATMAN, BAMBANG
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap instansi atau organisasi pasti membutuhkan citra yang positif atau baik dikalangan publik. citra yang baik merupakan kebutuhan sebuah instansi atau oragnisasi, maka inilah yang menjadi salah satu tugas yang dilakukan oleh humas melalui program-progam yang dilakukan. Karena kesuksesan yang dipeoleh sebuah instansi itu tidak lepas dari humas yang mampu menjalankan peranya dengan baik. Demi terciptanya citra yang positif humas harus bisa menjalankan perannya dengan baik, karena DPRD merupakan suatu instansi yang sangat dibutuhkan oleh rakyat untuk menyampaikan apa yang diingkan oleh masyarakat. Jadi disini humas harus bisa menciptakan, membangun, meningkatkan dan menjaga citra organisasi dikalangan publiknya, Humas mempunyai kewajiban menumbuh kembangkan hubungan yang harmonis dengan publiknya karena ini merupakan kegiatan humas untuk membangun keserasian hubungan yang baik agar tercipta citra yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran humas dalam meningkatkan citra positif pada lembaga pemerintahan DPRD Kabupaten Nganjuk, mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan citra positif lembaga pemerintahan DPRD Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 2 orang ahli dan satu orang triangulasi. Analisis data disini menggunakan model Miles dan Huberman dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran humas DPRD Kabupaten Nganjuk yakni sebagai fasilitator komunikasi, penasehat ahli, fasilitator pemecah masalah dan teknisi komunikasi sudah berjalan dengan baik. Kata Kunci: Peran, Humas, Citra Abstract Every agency or organization definitely needs a positive image or good among the public. a good image is a need of an agency or organization, so this is one of the tasks carried out by public relations through the programs carried out. Because the success gained by an agency is inseparable from public relations who are able to run its role well. For the sake of creating a positive image, public relations must be able to carry out its role well, because the DPRD is an institution that is needed by the people to convey what the people want. So here public relations must be able to create, build, improve and maintain the image of the organization among the public, PR has the obligation to develop a harmonious relationship with the public because this is a public relations activity to build a good relationship to create a good image. The purpose of this study was to determine the role of public relations in improving the positive image of government institutions in the DPRD districs Nganjuk. This type of research is qualitative descriptive. The subjects of this study were 2 experts and one triangulation person. Data analysis here uses the Miles and Huberman models using source triangulation. The results of this study indicate that the public relations role of the Nganjuk District DPRD as a communication facilitator, expert advisor, problem-solving facilitator and communication technician has gone well. Keywords: Role, Public Relations, Image
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FACILITIES OFFICE GAME BERBANTUAN CONSTRUCT 2 PADA MATA PELAJARAN ADMINISTRASI UMUM KELAS X OTKP DI SMK NEGERI 1 SURABAYA Dinata, Bagas Surya; Ranu, Meylia Elizabeth
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi harus direalisasikan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah khususnya di SMK Negeri 1 Surabaya, karena mengingat pendidikan adalah factor penting dalam kehidupan. Kegitan pembelajaran juga harus lebih kreatif dan mempunyai alternatif dalam menyampaikan materi dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran dalam bentuk game akan mempermudah peserta didik dalam menerima materi dari guru yang disampaikan. Tujuan pembuatan media ini adalah sebagai alat alternatif guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik dan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan serta peserta didik lebih memperhatikan materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Model pengembangan media pembelajaran yang digunakan adalah model pengembangan bahan ajar ADDIE analisis (Analysis), desain (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implementation), serta evaluasi (Evaluation). Subjek penelitian ini yaitu 2 ahli materi, 1 ahli media, dan 36 peserta didik kelas X OTKP 2 SMK Negeri 1 Surabaya. Penelitian ini akan menujukan kelayakan media pembelajatan facilities office game sehingga dapat digunakan pada kegiatan pembelajaran. Hasil validasi pengembangan media pembelajaran facilities office game dari ahli materi memperoleh rata-rata persentase sebesar 81,9% dengan kriteria sangat kuat. Dari ahli media memperoleh rata-rata persentase sebesar 86,6% dengan kriteria sangat kuat serat hasil dari angket respon peserta didik memperoleh rata-rata persentase sebesar 89,5% dengan kriteria sangat kuat. Dapat ditarik kesimpulan bahwasanya pengembangan media pembelajaran facilities office game pada mata pelajaran administrasi umum kelas X OTKP SMK Negeri 1 Surabaya ?Sangat Kuat? digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Kata Kunci : Pengembangan Media, Administrasi Perkantoran, Facilities Office Game, ADDIE
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS LECTORA INSPIRE MATA PELAJARAN ADMINISTRASI HUMAS DAN KEPROTOKOLAN PADA SISWA KELAS XI APK DI SMK PGRI 2 SIDOARJO Fajriati, Indah
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi saat ini sudah berpengaruh terhadap segala bidang, termasuk dalam bidang pendidikan. Integrasi teknologi informasi dalam pendidikan berupa penggunaan bahan ajar yang bersifat elektronik contohnya elektronik modul. Penggunaan bahan ajar yang bersifat elektronik seperti e-modul dapat membantu proses pembelajaran agar lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan serta evaluasi siswa terhadap e-modul berbasis lectora insspire. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi ahli materi, ahli bahasa dan ahli grafik serta lembar evaluasi siswa. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis validasi e-modul yang diperoleh dari angket validasi materi, validasi bahasa dan validasi grafik serta analisis evaluasi siswa. Proses pengembangan e-modul berbasis lectora inspire mata pelajaran administrasi humas dan keprotokolan kelas XI APK di SMK PGRI 2 Sidoarjo sebelum dikembangkan guru menggunakan handout yang dikembangkan sendiri yang materinya berasal dari internet, penyajian materi dalam handout masih kurang lengkap sehingga sesudah e-modul dikembangkan e-modul dapat digunakan sebagai bahan ajar pada proses pembelajaran. Kelayakan e-modul berbasis lectora inspire pada aspek isi mendapat persentase sebesar 82,5%, aspek penyajian mendapat persentase sebesar 82,5%, aspek kebahasaan mendapat persentase sebesar 74% dan aspek kegrafikan sebesar 80%. Evaluasi siswa pada kelas XI APK 3 mendapatkan rata-rata persentase sebesar 85,2% dengan kategori sangat baik. Sehingga e-modul berbasis lectora inspire mata pelajaran administrasi humas dan keprotokolan sangat baik untuk digunakan sebagai bahan ajar pada siswa kelas XI APK di SMK PGRI 2 Sidoarjo. Kata Kunci: E-modul, lectora inspire, Administrasi Humas dan Keprotokolan Abstract Technological developments now affect all areas, including in the field of education. Integration of information technology in education in the form of the use of electronic teaching materials such as electronic modules. The use of materials which are electronic such as e-modules can help the learning process to make it more interesting. This research aims to know the process of development, feasibility and evaluation of students against e-module based lectora inspire. This type of research is a research and development (R&D) using the model ADDIE. The instruments used in the form of expert validation sheet material, linguist and expert on the evaluation sheet and graphics students. Data analysis technique used is e-module validation analysis obtained from the question form validation, validation languages material and graphics validation and analysis of the evaluation of students. The process of developing an e-module based lectora inspire subjects administration public relations and protocol classes XI APK in SMK PGRI 2 Sidoarjo before developed a teacher using handouts that developed its own material originating from the internet, the presentation of the material in the handout still less complete so after e-module developed e-module can be used as learning materials on the learning process. The feasibility of e-module based on the contents of inspire lectora gets a percentage of 82.5%, aspects of the presentation got a percentage amounting to 82.5%, linguistic aspect gets a percentage of 74% and kegrafikan aspects of 80%. Evaluation of students in class XI APK 3 getting an average of 85.2% percentages by category. So that the e-module based on lectora inspire public relations administration and protocol subjects is very good to be used as teaching material in class XI students at SMK PGRI 2 Sidoarjo. Keywords: E-modul, lectora inspire, administration of public relationsand protocol
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN UNO CARD PADA MATA PELAJARAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN KELAS XI ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMKN 2 BUDURAN SIDOARJO Amaliyah, Nurul; Puspasari, Durinda
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan media manual melalui media pembelajaran UNO Card, Kelayakan media pembelajaran UNO Card, dan Respons siswa kelas XI Administrasi Perkantoran 2 di SMKN 2 Buduran Sidoarjo terhadap media pembelajaran UNO Card pada Kompetensi Dasar Mengemukakan Peraturan Cuti dan Mengkaji Peraturan Cuti. Jenis penelitian pengembangan menggunakan Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari model pengembangan 4-D. Tahapannya ada 4 yaitu: 1) Define (Pendefinisian), 2) Design (Perancangan), 3) Development (Pengembangan), 4) Disseminate (Penyebaran), namun hanya dilaksanakan hingga tahap ketiga, yaitu Pengembangan. Tetapi pada tahap keempat, yaitu penyebaran tidak dilakukan karena keterbatasan pada satu Kompetensi Dasar. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran 2 di SMKN 2 Buduran Sidoarjo yang berjumlah 20 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah Pengembangan Media Pembelajaran UNO Card Pada Mata Pelajaran Administrasi Kepegawaian Kompetensi Dasar Peraturan Cuti. Instrument penelitian pada penelitian ini menggunakan instrument validasi ahli materi, instrumen validasi ahli media, dan lembar angket respons media pembelajaran siswa yang digunakan untuk menguji kelayakan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang diperoleh menggunakan tahapan analisis yang akan dilaksanakan dengan analisis validasi materi, analisis validasi media, dan analisis respons siswa. Hasil penelitian untuk mengetahui hasil proses pengembangan media pembelajaran UNO Card Kompetensi Dasar Mengemukakan Peraturan Cuti dan Mengkaji Peraturan Cuti yang telah dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan 4-D, untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran UNO Card dengan menggunakan analisis data yang menunjukkan hasil validasi ahli materi yang terdiri dari kelayakan isi sebesar 87% , kelayakan penyajian sebesar 87,5% dan kelayakan bahasa sebesar 86%. Sehingga diperoleh rata-rata sebesar 86,5% dengan kategori sangat kuat. Untuk validasi ahli media diperoleh rata-rata keseluruhan sebesar 96% dengan kategori sangat kuat dan untuk mengetahui hasil analisis data yang menunjukan ujicoba pada lembar angket respon siswa kepada 20 siswa rata-rata keseluruhan sebesar 98% dengan kategori sangat kuat. Sehingga dapat di simpulkan bahwa media pembelajaran UNO Card kevalidannya sangat kuat sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Permainan UNO Card, Pengembangan 4-D. Abstract This study aims todetermine the development of manual media through the UNO Card learning media, the feasibility of the UNO Card learning media, and the response of students of class XI Office 2 Administration in Buduran 2 Vocational High School 2 on the UNO Card learning media in Basic Competence to Present Leave Rules. This type of development research uses Research and Development (R&D) adapted from the-4D development model. There are 4 stage, namely: 1) Define (Defining), 2) Design (Design), 3) Development (Development), 4)Disseminate (Spread), but only carried out until the third stage, namely Development. But the fourth stage, the spread is not done because of limitations in one Basic Competency. The subject of class XI Office 2 Administration in SMKN 2 Buduran Sidoarjo, amounting to 20 students. The object in this study is the Development of UNO Card Learning Media in the Administration of Basic Competency Staffing leave law. The research instrument in this study used material expert validations instruments, and student learning media response questionnairesheet that were used to test the feasibility of the media developed. This study uses data analysis techniques obtained using the stages of analysis to be carried out with material validation analysis, media validation analysis, and student response analysis. The result of the study were to find out the result of the development process of learning media UNO Card Basic Competence Expressing Leave Regulations and Reviewing Leave Regulations that had been developed using the 4-D development model, to determine the feasibility of UNO Card learning media using data analysis showing the results of validation of material experts from content eligibility of 87%, the feasibility of presentation is 87,5% and language eligibity is 86% . So that is obtained an average of 86,5% with a very strong category. For media expert validation, the overall average was 96% with a very strong category an to find out the result of data analysis which showed a test on student. Response questionnaire sheets to 20 students overall an average of 98% with a very strong category . So that it can be concluded that UNO Card validity learning media is very strong so that is suitable to be used in the learning process. Keywords: Learning Media, UNO Card Games, 4-D Development.

Page 1 of 14 | Total Record : 135