cover
Contact Name
sarman
Contact Email
sarman.jaya@yahoo.co.id
Phone
+62401-3084783
Journal Mail Official
sarman.jaya@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Journal Idea of History
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25987828     EISSN : 26144395     DOI : -
Journal Idea of History diterbitkan untuk menghidupkan atmosfer akademik di Jurusan Ilmu Sejarah FIB UHO. Keberadaan jurnal ini bertujuan untuk mengaktualisasikan hasil penelitian dosen dan mahasiswa di bidang ilmu sejarah. Penerbitan jurnal untuk periode Agustus 2017 ini merupakan serial pertama tahun pertama penerbitan atau volume pertama nomor 01. Beberapa hasil penelitian yang diterbitkan dalam edisi perdana ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Ilmu Sejarah FIB Universitas Halu Oleo.
Articles 36 Documents
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT BALI DI DESA MULYASARI KECAMATAN MOWILA KABUPATEN KONAWE SELATAN: 1977-2016 Julianti, Sri Wulan Dewi; Fatma, Fatma; Arman, Arman
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.305 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan kehidupan sosial budaya danekonomi masyarakat Bali di Desa Mulyasari Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan: 1977-2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sejarah menurutKontowijoyo, yakni: (1) pemilihan topik, (2) Heuristik, (3) Verifikasi, (4) Interpretasi data, dan 5) Historiografi. Temuan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pada awalnya masyarakat Baliyang mendiami Desa Mulyasari merupakan warga transmigrasi asal Bali yang didatangkan melaluiprogram transmigrasi tahun 1977. (2) Wujud perubahan nampak pada perubahan sosial budaya dengan masuknya budaya dari luar sehingga terjadi interaksi antara budaya Bali, Jawa, Bugis danTolaki. Perubahan juga nampak di bidang ekonomi dengan meningkatnya sektor produksi pertanian, serta perubahan dari sistem gotong royong menjadi sistem upah. (3) Faktor-faktorpenyebab terjadinya perubahan sosial budaya masyarakat Bali di Desa Mulyasari antara lain;ketersediaan sumber daya alam, perubahan pola pikir, dan adanya dukungan Pemerintah dengan diberikannya bantuan berupa alat-alat pertanian modern.
KEARIFAN LOKAL MOTIF TENUN TRADISIONAL SEBAGAI POTENSI WISATA KREATIF DESA KATUKOBARI KABUPATEN BUTON TENGAH Burhan, Faika; Samsul, Samsul; Alias, Alias
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.355 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal tenun tradisional sebagai potensi wisata kreatif di Desa Katukobari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif.Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni wawancara, observasi,dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Katukobari memiliki dayatarik wisata dalam sektor budaya melalui pariwisata kreatif tenun tradisional. Pengrajin tenuntradisional yang ada di Desa Katukobari sejak awal perkembangannya telah melewati berbagaipengalaman mulai dari proses pewarnaan alami benang hingga pada masa sekarang telahmenggunakan benang pabrikan. Namun, geliat perkembangan pasar dan mengemukanya dunia pariwisata membangkitkan kesadaran para pengrajin untuk menciptakan berbagai macam motif tenunan. Untuk memajukan wisata kreatif tersebut terdapat tiga langkah strategis pengembanganyaitu strategi edukatif, strategi ekonomi, dan strategi sosial budaya.
BENTENG SORAWOLIO DALAM SISTEM PERTAHANAN KESULTANAN BUTON ABAD XVII Hatmini, Nur; Aslim, Aslim
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.856 KB)

Abstract

This study aims to describe the history of Sorawolio Fortress and its position for the Sultanate of Buton. The method used in this study was historical method by Kuntowijoyo which explained the five stages on historical research, namely: (a) selecting to the topics, selecting to the topics with emotional closeness and intellectual closeness, (b) Heuristics sources with document studies, library studies, interviews, and observation, (c) Verification of sources, through externalcriticism and internal criticism, (d) Interpretation of sources with analysis and synthesis, (e) Systematic and objective historiography. The results of this study indicated that: (1) background of the construction of the Sorawolio fortress was very closely related to the defense and security strategy in order to protect the people living in Sorawolio Fortress from enemy attacks. (2) The position of Sorawolio Fortress for the Sultanate of Buton was as a supporting fortress of the Palace of Buton which had an important position. (3) The function of the Sorawolio Fortress was as a fortress defense in the east part of the Buton Palace Fortress from pirates threat of Tobelo (4) The socio-cultural values contained in the Sorawolio Fortress were mutual cooperation culture and patriotism.
UPACARA HAROA PADA MASYARAKAT BUTON ANTARA TRADISI DAN BUDAYA ISLAM Mukadas, Aswati
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.136 KB)

Abstract

This study aims to describe the tradition of haroa in the Buton society. The method used in this study was the historical method which consists of: heuristics, verification, and historiography. The results of this study showed that haroa ceremony (baca-baca) was a thanksgiving ceremony for Buton Society. This ceremony could be identified with the ceremony of rejecting misfortune, namely to express gratitude to Allah Allmighty, which was held by almost of Buton Island society in general. The haroa ceremony in the Buton society had undergone a change which it was done together and then changed on a small scale and only limited to the main family. The values contained in haroa ceremony were religious values, cultural values and social values.
SENGKETA TANAH DI KELURAHAN SARA’EA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA: 2007-2017 Elfina, Elfina; Hayari, Hayari
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.134 KB)

Abstract

This study aims to describe background of the cause of land disputes in Sara'ea Village, Kulisusu District, North Buton Regency and efforts to resolve that dispute. The method used in this study was the historical method in accordance with Kuntowijoyo which is divided into five stages, namely: (1) Topic selection, (2) Heuristics, (3) Verification, (4) Interpretation, and (5) Historiography. The results of the study showed that: (1) Land disputes at Sara'ea Village occured due to misunderstanding of the distribution of land to the original or gifted heir, sale of land made by someone else who did not belong to him, and the price of land paid by the government was not in accordance with the agreement. (2) The efforts were undertaken by government to resolve land disputes at Sara'ea Village was by holding negotiations and mediations.
SEJARAH PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA: 1980-2016 Rahmah, Rahmah; Syahrun, Syahrun
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.332 KB)

Abstract

This study aims to describe the history of the Regional Library of Southeast Sulawesi Province in 1980-2016. The method used in this study was the historical method conducted by Kuntowijoyo which consisted of five stages, namely: (1) selection of topics, (2) collection of sources, (3) verification of sources, (4) interpretation of sources and (5) historiography. The results of the study showed that: (1) the Regional Library of Southeast Sulawesi Province was established since 1980. (2) Management of the Regional Library of Southeast Sulawesi Province played an important role in providing information. (3) Development of the Regional Library of Southeast Sulawesi Province was in line with the development of the number of employees, col lections and visitors. (4) Management system of the Regional Library of Southeast Sulawesi Province started from planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating.
PELAYARAN NIAGA ORANG MENUI ABAD XX Jaenun, Rahman Jaenun; Hadara, Ali Hadara
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.74 KB)

Abstract

This study aims to describe the history of the Menui commercial trade in the 20th century. The method used in this study was the historical method in accordance with Kuntowijoyo throughfive stages of work, namely (1) topic selection, (2) collection of sources, (3) source criticism, (4)source interpretation, and (5) historiography. The findings of the research showed that (1) Menuipeople traveled in the 20th century trade to meet the needs of daily life. This was due to the naturalcondition of Menui, which was an archipelago so that people cannot do farming and gardening.Therefore, Menui people used the potential of the sea and sail and trade to get a source of income.(2) Types of commercial boats in the 20th century of Menui people were in the form of koli-koli,katinti, bodi, fangka, and motoro. (3) Commercial shipping routes of the 20th century of Menuipeople, namely traditional or local shipping, domestic shipping and international shipping. (4) Thegoods traded by Menui people were copra, rattan, cloves, parasali (cinnamon) and nutmeg. Keywords: Commercial Shipping; Trade; Boat Types; Shipping Routes
TRADISI ABDA’U DI DESA TULEHU KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH ABAD XX Lausiry, Sumarni Lausiry; Basri, La Ode Ali
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.615 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanTradisi Abda?u di Desa Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodesejarah menurut Kuntowijoyo dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Pemilihan Topik, 2)Pengumpulan Sumber, 3) Verifikasi , 4) Interpretasi, 5) Historiografi. Teori yang digunakan yaituteori rasionalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Tradisi abda?u di Desa Tulehumerupakan salah satu tradisi masyarakat setempat yang diyakini dapat memberikan dampak positifdan juga menyatukan tali persaudaraan antarsesama, serta mendatangkan kesejahteraan. Tradisitersebut dilaksanakan setiap tahun sebagai rasa pengabdian seorang hamba kepada Allah Swt. 2)Proses pelaksanaan tradisi abda?u di Desa Tulehu terdiri atas prosesi penyembelihan kurban ternak.Penyembelihan secara umum dilaksanakan setelah selesai sholat Idul Adha dan penyembelihansecara khusus dilaksanakan pada sore harinya dengan tiga ekor kambing pendamping (satu ekor intidan dua ekor pendamping). 3) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi abda?u adalahnilai sosial, nilai religius, nilai budaya dan nilai pendidikan. Kata Kunci: Tradisi, Abda?u, Tulehu, Maluku.
PENYEBARAN AGAMA KATOLIK DI DESA WAALE-ALE KECAMATAN TONGKUNO SELATAN KABUPATEN MUNA: 1932-2017 Adriani, Erni Adriani; Hamuni, Hamuni
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.495 KB)

Abstract

This study aims to describe the spread of Catholic Religion at Waale-Ale Village, South Tongkuno District, Muna Regency in 1932-2017. The method used in this study was the historical method proposed by Kuntowijoyo, namely: (1) topic selection, (2) source collection, (3) source verification, (4) interpretation of sources and (5) historiography. The results showed that: (1) The entry of Catholic Religion at Waale-Ale Village was motivated by the arrival of Yohannes Sples toconduct research and survey on the level of life of Waale-Ale Village people. Catholicism at Waale-Ale Village entered through the economic, education, social and health channel. (2) The development of Catholic Religion at Waale-Ale Village in 1932-2017 was divided into seven periods, namely (a) the preparation period, (b) the period of Father Antonius's arrival (c) the period of the Japanese occupation, (d) the period of focal point for the spread of teachings Catholic (19451950), (e) early period of development of Catholic Religion (1950-1965), (f) the period of 19651991, and (f) stable period (1991-2017). (3) The pattern of social and cultural life of the people at Waale-ale Village could be seen from the implementation of the tradition of Sangia Warumbei conducted by the Waale-Ale community every four days before the arrival of the month of Ramadan. The tradition was carried out by two adherents of different religions who lived at Waaleale Village and it is still practiced today.
EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM DWILOGI NOVEL PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA Burhan, Faika
Journal Idea of History Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Juli - Desember 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kehidupan sosial perempuan yang termarjinalkan dalam masyarakat. Dalam karya sastra perempuan juga terjebak dalam mistik femininitas  yang membatasi geraknya. Akibatnya perempuan terlampau jatuh ke dalam imanensi yang mencegahnya menuju transendensi untuk pencapaian eksistensi diri. Permasalahan tersebut dianalisis  menggunakan teori feminis eksistensialis Simone de Beauvoir dan Jean-Paul Sartre mengenai kehadiran perempuan sebagai en-soi (ada dalam dirinya) dan pour-soi (ada untuk dirinya) menuju eksistensi diri dan didukung metode analisis dialektik Lucien Goldmann untuk melihat kedudukan karya sastra sebagai fakta kemanusiaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan yang bebas mampu mencapai eksistensinya sebagai manusia. Ketika seorang perempuan mampu bereksistensi, maka dirinya telah menciptakan eksistensi untuk perempuan lainnya. Setiap pilihan yang dijalani perempuan merupakan citra yang dibangun untuk dirinya dan dunia. Kehadirannya merupakan inspirasi sekaligus menjadi simbol untuk kebangkitan perempuan di sekelilingnya. Kata Kunci:  eksistensi perempuan, kebebasan, dan solidaritas

Page 1 of 4 | Total Record : 36