cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
APLIKASI PAKAN TERNAK DARI LIMBAH AMPAS TAHU UNTUK PENINGKATAN BUDIDAYA LELE DI DESA SAMPALI, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG Sunu, Prayogi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 1: Februari (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.761 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i1.6

Abstract

Abstrak: Masyarakat Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang beberapa diantaranya adalah peternak dan pembudidaya ikan lele. Dalam melakukan budidaya lele, permasalahan kebutuhan pakan yang tinggi dapat mempengaruhi dalam produksi ikan lele di daerah tersebut, sehingga akan berdampak negatif buat peternak lele atau pembudidaya ikan lele. Salah satu cara untuk antisipasi dalam masalah pakan ikan lele, yaitu dengan metode aplikasi pakan ikan lele yang terbuat dari ampas tahu untuk diberikan pada masyarakat desa tersebut, sehingga masyarakat mampu untuk mandiri dalam membuat pakan ikan lele dan meningkatkan produksi ikan lele di daerah tersebut. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan pelatihan dan informasi kepada mitra dan masyarakat tentang pemanfaatan limbah ampas tahu untuk diolah menjadi pakan ternak (ikan lele) dan agar mitra dapat tercukupi akan kebutuhan pakan, dan kepada masyarakat dapat menjadi produsen pakan ikan lele yang mampu memiliki nilai jual serta menghasilkan keuntungan buat masyarakat tersebut.Abstract: The residents of Sampali Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency are some of the contributors who are catfish farmers and farmers. In conducting catfish farming, challenges to the need for food can increase catfish production in this area, so that it will negatively impact catfish farmers or catfish farmers. One way to anticipate catfish feed problems, is the method of applying catfish feed made from tofu waste to be given to villagers, so that the community is able to be independent in making catfish feed and increase catfish production in the area. Community Service Objectives provide training and information to partners and the community about the use of tofu pulp to be processed into animal feed (catfish) and so that partners can meet their food needs, and for the community can become fish feed users who can provide sales value and generate profits for the community. 
PENDAMPINGAN UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER (UNBK) MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMA PANCASILA BENGKULU Utami, Elva; Yuneva, Yuneva
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2: Mei (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.365 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i2.38

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui kegiatan yang berjudul Pendampingan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMA Pancasila Bengkulu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu siswa-siswi kelas XII dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dengan cara memberikan pengetahuan tentang simulasi UNBK, latihan-latihan soal serta tips dan trik dalam mengerjakan soal UNBK mata pelajaran Bahasa Inggris tersebut. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah dan diskusi pembahasan soal-soal UNBK Bahasa Inggris. Peserta yang menjadi target pelatihan ini adalah siswa-siswa kelas XII. Prosedur kegiatan ini adalah memberikan latihan-latihan soal kepada peserta, mendiskusikan dan bertanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa ada perubahan sikap siswa dalam menghadapi UNBK, siswa lebih siap dan percaya diri dalam menghdapi UNBK pada mata pelajaran Bahasa Inggris tahun 2019.  Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendampingan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mata pelajaran Bahasa Inggris berhasil dan sukses.Abstract: Community service is carried out through an activity entitled Assistance on Computer-Based National Examinations (UNBK) for English Subjects at SMA Pancasila Bengkulu. This community service activity was aimed to help students in class XII to face the Computer-Based National Examination (UNBK) for English subjects by providing knowledge about UNBK simulations, practice exercises and tips and tricks in working on UNBK English subjects. The method used in this dedication activity was the lecture and discussion of English UNBK questions. Participants who were the target of this training were students of class XII. The procedure of this activity was to give exercises to the participants, discussed and asked questions. The results of this service showed that there was a change in students' attitudes in dealing with UNBK; students were more prepared and confident in dealing with UNBK on English subjects in 2019. Thus, it can be said that the accompaniment of the Computer-Based National Examination (UNBK) of English subjects was successful.
PELATIHAN INSTALASI LISTRIK BAGI PEMUDA PUTUS SEKOLAH DAN PENGANGGURAN Putera, Perdana; Syafri, Edi; A, Irwan; Trianto, Trianto; Laksmana, Indra
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2: Mei (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.386 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i2.31

Abstract

Abstrak: Pelatihan instalasi listrik ini bertujuan untuk melatih kelompok masyarakat usia produktif untuk memiliki keterampilan dibidang instalasi listrik. Kegiatan ini diselenggarakan di labor instrumentasi dan kelistrikan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang bekerjasama dengan Nagari Gurun. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode pemahaman teori dibidang instalasi listrik satu fasa dan tiga fasa sedangkan untuk praktek, peserta melakukan instalasi listrik satu fasa yang biasa dipakai untuk kelistrikan rumah tangga. Dari hasil evaluasi setelah pelatihan peserta dianggap memahami prinsip instalasi listrik, menghitung kebutuhan daya listrik serta mampu melakukan instalasi listrik satu fasa untuk rumah tangga. Namun demikian peserta masih perlu dibawah supervisi pekerja instalasi yang berpengalaman untuk bekerja secara profesional.Abstract: The objective of fhis electrical installation training is to train productive age community groups to have skills in the field of electrical installations. This activity was held in the labor instrumentation and electricity of Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh in collaboration with Nagari Gurun. This training was carried out with a theoretical understanding method of one-phase and three-phase electrical installations while for practice, participants conducted a one-phase electrical installation that is commonly used for household electricity. From the evaluation after the training the participants were considered to understand the principles of electrical installation, calculate electricity needs and be able to carry out single-phase electrical installations for households. However, participants still need to be supervised by experienced installation workers to work professionally.
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA MELALUI PEMERIKSAAN SADANIS (PEMERIKSAAN PAYUDARA DENGAN TENAGA MEDIS) DI DESA BABAKAN KECAMATAN CIPARAY KABUPATEN BANDUNG Ardayani, Tri; Fauziah, Liliek; Sitorus, Neti
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 1: Februari (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.241 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i1.20

Abstract

Abstrak: Kanker payudara (KPD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, dikarenakan banyaknya kesakitan dan kematian akibat kanker. Di Indonesia di laporkan bahwa kanker payudara mayoritas ditemukan pada kelompok wanita, meskipun angka insidensi kanker payudara ini menduduki peringkat kedua di antara Negara asia Peningkatan angka kejadian kanker payudara terutama di Negara berkembang dikarenakan adanya perubahan gaya hidup diantaranya: rendahnya partisipasi masyarakat dalam olahraga, peningkatan jumlah orang yang mengalami obesitas, dan konsumsi alcohol. Beberapa program untuk mengurangi faktor risiko kanker payudara telah dilakukan diantaranya skrining kanker payudara (SADANIS) di mana pemeriksaan payudara dilakukan oleh petugas medis, dimana SADANIS lebih murah dan mudah bila dibandingkan dengan pemeriksaan Mammography. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanual bekerjasama dengan Puskesmas Pakutandang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung untuk meningkatkan pengetahuan kelompok PUS (pasangan usia subuh) dan WUS (wanita usia subut) dan mengetahui lebih dini tanda dan gejala dari kanker payudara serta menurunkan angka kejadian kanker payudara di tahun 2020. Metode pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi: Pendidikan kesehatan pada kelompok PUS, WUS, Lansia tentang kanker payudara. Pendidikan kesehatan dan pelatihan pada kelompok Kader tentang pemeriksaan kanker payudara. Pemeriksaan deteksi dini kanker payudara (SADANIS) Stikes Immanuel dan Tenaga Kesehatan Puskesmas Pakutandang (Dokter dan Bidan). Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain: meningkatnya pengetahuan pada kelompok PUS, WUS, Lansia tentang kanker payudara, meningkatnya pengetahuan pada kelompok Kader tentang pemeriksaan kanker payudara. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pada kelompok kader melakukan pemeriksaan sadanis. Abstract: Breast cancer is still a public health problem throughout the world due to the great amount of pain and death from cancer. In Indonesia, it was reported that the majority of breast cancers were found in the group of women, although the incidence of breast cancer was ranked second among Asian countries Increased incidence of breast cancer, especially in developing countries due to lifestyle changes including low community participation in sports, an increasing number people who are obese, and alcohol consumption. Several programs to reduce risk factors for breast cancer have been carried out including breast cancer screening ( where breast examinations are carried out by medical staff, where BREAST EXAMINATION WITH MEDICAL is cheaper and easier when compared to Mammography examinations. The aim of community service activities conducted by the Immanuel College of Health in collaboration with Public Health centerPakutandang, Ciparay Subdistrict, Bandung Regency is to increase the knowledge of EFA groups (early age couples) and women of childbearing age and find out early signs and symptoms of breast cancer and reduce the number the incidence of breast cancer in 2020. Methods of implementing these activities include Health education in the EFA, WUS, Elderly groups about breast cancer. Health education and training for cadre groups on breast cancer screening. Examination of early detection of breast cancer (BREAST EXAMINATION WITH MEDICAL) Health science Immanuel and Public health centerPakutandang Health (Doctors and Midwives). The results of these community service activities include increased knowledge in the EFA group, WUS, elderly about breast cancer, increased knowledge in the cadre group about breast cancer screening. Increased knowledge and skills in the cadre group conducting conscious checks
PENDIDIKAN P3K LUKA DAN PERDARAHAN PADA PATROLI KEAMANAN SEKOLAH SATLANTAS POLRES TEGAL Hapsari, Woro; Indrastuti, Arriani
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2: Mei (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.269 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i2.36

Abstract

Abstrak: Patroli Keamanan Sekolah atau dapat disingkat PKS adalah salah satu jenis kegiatan ekstrakurikuler yang umum ditemui di sekolah, Dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa dilatih  pengetahuan serta baris berbaris dan  Gerakan-gerakan pengaturan lalu lintas yang di terapkan di lingkungan sekolah masing-masing dalam rangka menjaga lingkungan keamanan dan ketertiban dilingkungan sekolah, seiring perkembangan pengetahuan Patroli Keamanan Sekolah  tidak saja dibekali dengan kegiatan menjaga ketertiban sekolah  tetapi Patroli Keamanan Sekolah juga diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan disekolah antara lain: terjadi luka yang disebabkan oleh kecelakaan yang tidak terduga dilingkungan sekolah  Ada beberapa jenis luka  yang dapat terjadi dilingkungan sekolah antara lain : yaitu, luka lecet (vulmus excorias), luka parut (laserasi), terpotong atau teiris dan luka gigitan. Upaya Penanganan dini  dapat meminimalisir komplikasi luka dimana anggota Patroli Keamanan Sekolah dapat melakukan upaya penanganan dini tersebut, Permasalahannya  masih banyak anggota Patroli Keamanan Sekolah  yang kurang memahami  dan mengerti mengenai keterampilan dalam penanganan pertama pada luka atau Pertolongan Pertama pada Kecelakaan. Dengan memahami P3K tentang luka dan perdarahan anggota Patroli Keamana Sekolah dapat meminimalisir beberapa jenis cedera yang sering terjadi di lingkungan sekolah terutama terjadinya luka dan perdarahan maka perlu memberikan edukasi, pengetahuan,serta mendemostrasikan tentang pendidikan P3K luka dan perdarahan pada anggota Patroli Keamanan Sekolah Sat Lantas Polres Tegal. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah dengan membagi 2 kelompok peserta dengan model  Focus Group Discussion (FGD) dengan memberikan edukasi tentang pengertian luka dan perdarahan, jenis luka dan perdarahan, demonstrasi cara tata laksana merawat luka dan perdarahan. dari 145 peserta terjadi 85 % terjadi peningkatan pengetahuan tentang pengertian luka dan perdarahan serta mampu mengulang kembali tata cara penatalaksanaan luka dan perdarahan. Dengan memahami pentingnya pertolongan pertama pada kecelakaan luka dan perdarahan yang kemungkinan terjadi diwilayah sekolah maka peserta dapat melakukan tindakan pertolongan pertama sehingga dapat meminimalkan komplikasi lebih lanjut yang diakibatkan oleh luka dan perdarahan.Abstract: School Safety Patrol called PKS can be abbreviated as one of the types of extracurricular activities commonly found in schools. In extracurricular activities students are trained in knowledge and marching lines and traffic control movements that are applied in their respective school environments in order to maintain the security and order environment of the school environment, along with the development of knowledge the School Safety Patrol is not only equipped with activities to maintain school order but the School Safety Patrol is also expected to be able to provide first aid when an accident occurs at school including injuries occur due to unexpected accident in the school enviorontment there are several types of injuries that can occur in the school environtmen , including: abrasions (vulmus excorias), scarring (laceration), cut or theological and bite wounds. Early treatment efforts can minimize wound complications where School Safety Patrol members can make early treatment efforts. In the process of wound management there are stages that can be done such as cleaning the wound, then dried and covered the wound. The problem is that there are still many School Safety Patrol members who do not understand and understand the skills in handling first injuries or First Aid in Accidents. By understanding P3K about injuries and bleeding of School Safety Patrol members can minimize some types of injuries that often occur in the school environment, especially the occurrence of injuries and bleeding, it is necessary to provide education, knowledge, and demonstrate about education of P3K injuries and bleeding to members of the School Safety Patrol Then Sat Lantas Polres Tegal. The method used in community service is to divide 2 groups of participants with a Focus Group Discussion (FGD) model by providing education about the understanding of wounds and bleeding, types of wounds and bleeding, demonstration of how to treat wound and bleeding. Out of 145 participants 85% increased knowledge about the understanding of wounds and bleeding and were able to repeat procedures for wound and bleeding management. By understanding the importance of first aid in injury and bleeding accidents that are likely to occur in the school area, participants can take first aid measures so as to minimize further complications caused by injuries and bleeding
PENINGKATAN KINERJA KADER KESEHATAN MELALUI PELATIHAN KADER POSYANDU DI DESA BABAKAN KECAMATAN CIPARAY Angelina, Ria; fauziah, liliek; Sinaga, Anni; Sianipar, Imelda; Musa, Elly; Yuliani, Yuliani
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2: Mei (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.092 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i2.30

Abstract

Abstrak: Kader kesehatan mempunyai peran besar dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya sendiri untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dimana masyarakat dapat sekaligus memperoleh pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan anak. Posyandu di Desa Babakan Ciparay belum semua melaksanakan posyandu sesuai dengan tugas posyandu dengan lima meja, anggota kader yang ada belum pernah mengikuti pelatihan, 30% kader yang aktif dalam kegiatan posyandu. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan kader posyandu yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanual untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu sehingga dapat meningkatkan kinerja kader.  Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut meliputi: perekrutan kader, sosialisasi, demontrasi pengelolaan posyandu. Sasaran dalam kegiatan pelatihan yaitu kader yang tersebar di desa Babakan berjumlah 60 orang. Kegiatan pelatihan berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 2-3 Oktober 2020 bertempat di aula desa Babakan.  Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain: meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengelolaan posyandu melalui 5 meja, 58,3% kader memiliki pengetahuan yang baik, 41,67% kader mampu mendemontrasikan pengelolaan posyandu dengan benar, 100% kader berkomitmen untuk menjalankan tugas. Rekomendasi yang diberikan pada kegiatan pengabdian masyarakat yaitu diharapkan dengan meningkatnya kinerja kader dapat memotivasi masyarakat untuk datang ke posyandu dan menjadi fasilitator bagi massyarakat desa Babakan untuk peduli terhadap kesehatan.Abstract: Health cadres have a significant role in efforts to improve the ability of the community to help themselves to achieve optimal health. Posyandu is a centre of community activities where the community can simultaneously obtain Family Planning (KB) services and child health. Not all Posyandu in Babakan Village Ciparay carry out Posyandu by the Posyandu duties with five tables, existing cadre members have never attended training, 30% of cadres are active in Posyandu activities. The purpose of community service activities is through Posyandu cadre training conducted by the Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel to improve knowledge and skills of Posyandu cadres to improve cadre performance. The method of implementing the training activities includes cadre recruitment, outreach, demonstration of Posyandu management. The target in the training activities is cadres spread in the village of Babakan totalling 60 people. The training activities lasted for two days, October 2-3, 2020, in the village hall of Babakan. The results of these community service activities include: increased knowledge and skills of cadres in managing Posyandu through 5 tables, 58.3% cadres have good knowledge, 41.67% cadres are able to demonstrate Posyandu management properly, 100% cadres are committed to carrying out their duties. The recommendations given in community service activities are expected to improve the performance of cadres to motivate the community to come to the Posyandu and become a facilitator for the Babakan village community to care about health
FORMULASI RANSUM UNTUK ITIK INDUKAN DI GAPOKTAN DESA PURWOKERTO KECAMATAN BRANGSONG KABUPATEN KENDAL Krismiyanto, Lilik; N, Mulyono; I, Suthama; F, Mangisah; Soekamto, Wahyono B; Yunianto, V D
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 1: Februari (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.595 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i1.7

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan pengetahuan kepada peternak itik indukan di Gapoktan Desa Purwokerto Kecamaran Brangsong Kabupaten Kendal tentang manajemen pemeliharaan, cara formulasi ransum, pengenalan bahan pakan inkonvensional dan bahan aditif seperti prebiotik/probiotik/makromineral. Itik Pebibit atau indukan memiliki peran terpenting untuk menghasilkan produk day old duck (DOD) baik itik pedaging atau petelur. Itik indukan harus memerlukan pemeliharaan intensif untuk memperoleh hasil yang bagus. Manajamen pakan melalui formulasi ransum harus diperhatikan keberadaan atau ketersediaan bahan pakan, kebutuhan nutrien dan kandungan nutrin bahan pakan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan, praktek dan pendampingan. Kegiatan dilakukan dengan kerjasama dengan Gapoktan yaitu kelompok peternak itik indukan di Desa Purwokerto Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal.  Masing-masing pihak memberikan kontribusi untuk terlaksananya kegiatan.  Luaran kegiatan adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam manajemen itik indukan, khususnya dalam formulasi ransum dan pengenalan bahan pakan berdasarkan sumbernya.Abstract: The purpose is to provide knowledge to farmer of duck breeders in Gapoktan, Purwokerto Village, Brangsong District, Kendal Regency regarding maintenance management, method of ration formulation, introduction of inconventional feed ingredients and additives such as prebiotic/ probiotics / macromineral. Breeder ducks have the most important role to produce day old duck (DOD) products, either broiler or laying ducks. Breeder ducks must require intensive maintenance to obtain good results. Feed management with ration formulation must consider the presence or availability of feed ingredients, nutrient requirements and nutrient content of feed ingredients.  The methods used in this service are counseling, practice and mentoring.  The activity was carried out in collaboration with Gapoktan, namely the group of broodstock breeders in Purwokerto Village, Brangsong District Kendal Regency.  Each party contributes to the implementation of activities.  The output of the activity is to increase the knowledge and skills of breeders in the management of broodstock ducks, especially in the formulation of rations and introduction of feed ingredients based on the source.
PELATIHAN PENGEMBANGAN DESAIN INSTRUKSIONAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEDAGOGIK GURU PAUD Salim, Salim; Jamiludin, Jamiludin; Darnawati, Darnawati; Abubakar, Sitti Rahmaniar; Nurhayati, Nurhayati; Irawaty, Irawaty
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2: Mei (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.27 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i2.34

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan pedagogik guru PAUD Yayasan Pendidikan Wulele Sanggula Kendari. Tahapan pelatihan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diantaranya: (a) tahap persiapan meliputi: survey; penetapan waktu, tempat dan guru sasaran; pembuatan materi pelatihan seperti: bahan tayangan, slide Powerpoint, (b) tahap pelaksanaan meliputi: (1) penjelasan tentang pengembangan desain instruksional untuk guru. Sesi ini berfokus pada penjelasan mengenai urgensi desain instruksional dalam perspektif kurikulum 2013; (2) Sesi kegiatan utama yang menitikberatkan pada pengembangan desain instruksional tentang merancang kegiatan pembelajaran PAUD; keterampilan mengajar; melaksanaan kegiatan pengajaran; penggunaan media pembelajaran PAUD dan penilaian pembelajaran PAUD, (3) guru-guru PAUD Yayasan Pendidikan Wulele Sanggula Kendari melakukan desain instruksional yang didampingi oleh tim pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi. Dengan adanya kegiatan pelatihan terhadap guru-guru PAUD pada Yayasan Pendidikan Wulele Sanggula Kendari, menunjukkan guru sudah dapat memahami, dan merancang desain instruksional sesuai dengan perspektif kurikulum 2013 yang ditunjukkan dengan adanya rool model perangkat pembelajaran kurikulum 2013 PAUD seperti rancangan tema pembelajaran, rencanan pelaksanaan pembelajaran mingguan, (RPPM), rencana pelaksaaan pembelajaran harian (RPPH), dan penilaian pembelajaran.Abstract: The purpose of this community dedication is to improve the pedagogic ability of the teachers of Early Childhood Education Foundation Education Wulele Sanggula Kendari. The stages of training in community devotion include: (a) Preparation phase includes survey; Timing, venue, and target teachers; Creation of training materials such as impression materials, PowerPoint slides, (b) Implementation phases include: (1) An explanation of the instructional design development for teachers. This session focuses on the explanation of instructional design urgency in the perspective of the 2013 curriculum; (2) A major activity session that focuses on the development of instructional design on designing learning activities of early childhood education; Teaching skills; Perform teaching activities; The use of early childhood education learning and learning assessment of early childhood education, (3) Teachers of Early Childhood Education Foundation Education Wulele Sanggula Kendari conducts instructional design accompanied by a team of community devotion from universities. With the training activities on teachers of early childhood teachers at the Wulele Sanggula, Kendari Education Foundation, show the teacher can already understand, and design the instructional design in accordance with the perspective of the 2013 curriculum demonstrated with the presence of Rool learning Device Model Curriculum 2013 Early childhood education such as learning theme design, weekly learning implementation, (RPPM), Daily Learning Plan implementation (RPPH), and learning assessment. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA KARANGMALANG KEDUNGBANTENG Itsna, Ita Nur; Bahari, Surya Ismail; Safara, Moralita
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 1: Februari (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.15 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i1.35

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty. Munculnya penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan termasuk cuaca dan perilaku masyarakat. Kurangnya pengetahuan warga mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta kurangnya pengetahuan warga tentang pencegahan penyakit DBD juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit DBD di Desa Karangmalang. Pemberian penyuluhan dan pendidikan kesehatan mengenai cara pencegahan penyakit DBD adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemampuan masyarakat agar hidup bersih dan sehat.Penyuluhan dilakukan dengan ceramah dan tanya jawab. Kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penanggulangan penyakit DBD. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dinilai baik dilihat dari 4 (empat) komponen, yaitu: keberhasilan jumlah peserta melebihi dari target karena banyak kader kesehatan yang antusias mengikuti kegiatan ini, ketercapaian tujuan penyuluhan (80%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (80%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (75%). Kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader kesehatan dalam menanggulangi penyakit DBD yang dapat terjadi di lingkungan sekitar warga desa.Abstract: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease caused by dengue virus and is transmitted through the bite of the Aedes aegypty mosquito. The emergence of this disease is related to environmental conditions including weather and people's behavior. Lack of knowledge of residents about clean and healthy living behavior and about preventing DHF are also one of the factors causing DHF in Karangmalang Village. Providing health education on how to prevent dengue fever is to increase knowledge, awareness and ability of the community to live clean and healthy. Counseling is done with lectures and questions and answers. Counseling activities can increase community knowledge and understanding of dengue disease prevention. The overall service activity can be judged good by the 4 (four) components, namely: the success of the number of participants exceeds the target because many health cadres are enthusiastic about participating in this activity, the achievement of extension goals (80%), achievement of planned material targets (80% ), and the ability of participants in mastering the material (75%). This counseling activity can increase the knowledge and understanding of health cadres in tackling DHF that can occur in the environment around villagers.
PELATIHAN ILMU TEKNOLOGI KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN ADMINISTRASI PERANGKAT DESA TAN SARIL Septima, Richa; Zulfa, Ira
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 1: Februari (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.215 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i1.10

Abstract

Abstrak: Ilmu informasi teknologi dan komputer adalah salah satu ilmu yang banyak digunakan diberbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah penggunaan Ilmu teknologi komputer untuk mempermudah pekerjaan perangkat desa. Akan tetapi bagi seorang perangkat desa, pekerjaan itu tidak lah mudah. Salah satu kendalanya adalah minimnya kemampuan perangkat desa untuk memahami teknologi yang ada, sehingga mereka memerlukan waktu yang lama untuk melaksanakan pekerjaan administrasi. Keadaan yang serupa terdapat pada perangkat desa Tan Saril Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Oleh sebab itu solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Adalah mengadakan suatu pelatihan ilmu teknologi terkait pekerjaan administratif. Dalam kegiatan pelatihan ini telah dilakukan sesi pemaparan materi baik secara teori maupun aplikasi pada software. Anggota yang hadir sebanyak 15 orang.  Pada akhir kegiatan pelatihan telah dibentuk beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang untuk mengerjakaan latihan berupa pembuatan surat dan pembuatan banner. Hasil dari latihan tersebut akan dinilai baik dari sisi output maupun prosesnya. Seperti membuat surat dan membuat banner. Dari segi kriteria output, dinilai berdasarkan pemahaman 4 kelompok, dimana telah terpenuhi dengan kriteria nilai 80% tuntas. Sedangkan dari segi proses, respon yang diberikan oleh seluruh peserta juga sangat positf. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan telah berhasil dari sisi proses dan output.Abstract: Computer and technology information of science is one of the sciences that is widely used in various fields, one of which is the use of computer technology science to facilitate the work of village officials. But for a village official who sometimes only has a high school education, the work is not easy. One obstacle is the lack of capacity of village officials to understand the existing technology, so they require a long time to carry out administrative work. A similar situation is found in the village of Tan Saril, Bebesen Subdistrict, Central Aceh District. Therefore the solution offered in community service activities (PKM) is to conduct a technology science training related to administrative work. In this training activity, a material exposure session has been conducted both in theory and application in software. There were 15 members present. At the end of the training activity, several small groups of 3-4 people had been formed to work out the exercises in the form of letter writing and banner making. The results of the exercise will be assessed both in terms of output and the process. Like making letters and making banners. In terms of output criteria, assessed based on the understanding of 4 groups, which have been met with a criterion of 80% value is complete. While in terms of the process, the responses given by all participants were also very positive. Thus, it can be concluded that the training was successful in terms of process and output.

Page 1 of 2 | Total Record : 14