cover
Contact Name
Kingkin Puput Kinant
Contact Email
alfabetaibu@gmail.com
Phone
+62895397008378
Journal Mail Official
alfabetaibu@gmail.com
Editorial Address
Jalan Citandui 46 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Published by IKIP Budi Utomo Malang
ISSN : 26542587     EISSN : 2654735X     DOI : https://doi.org/10.33503/alfabeta.v3i1
Core Subject : Education,
ALFABETA menerima tulisan artikel berupa hasil penelitian maupun konseptual bidang linguistik, sastra, penilaian, dan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia
Articles 34 Documents
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PERANGKAT DAN HASIL EVALUASI PEMBELAJARAN FONOLOGI Jiwandono, Nahnu Robid
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No. 1 April 2020
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.56 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.776

Abstract

Abstrak: Dewasa ini, critical thinking atau yang lebih dikenal dengan keterampilan berpikir kritis menjadi topik yang sering dibahas karena merupakan kemampuan yang mutlak dimiliki di era milenial ini. Terlebih pada bidang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, sampai di tingkat pendidikan tinggi. Pendidikan sudah tidak relevan lagi jika masih mengajarkan anak dengan sistem menghafal materi-materi sehingga pembelajaran hanya fokus pada mengingat saja. Padahal, yang lebih penting adalah peserta didik memahami, menganalisis, mengevaluasi, atau bahkan menciptakan berbagai macam pemecahan masalah dari berbagai masalah yang ada pada materi-materi pembelajaran. Kreativitas merupakan hal yang sangat penting di sini. Melatih anak untuk berpikir kritis terhadap sesuatu dan menawarkan solusi yang masuk akal perlu dijadikan titik fokus pembelajaran bahkan penilaian. Oleh karena itu, mengingat pentingnya keterampilan berpikir kritis ini, peneliti mencoba untuk memaparkan karakteristik keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran Mata Kuliah Fonologi yang dilaksanakan oleh mahasiswa semester II. Karakteristik ini meliputi soal yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran dan juga hasil evaluasi yang didapatkan. Dengan demikian, diharapkan dapat menghasilkan gambaran keterampilan berpikir kritis pada pengaplikasian pembelajaran di kelas.  Hasil penelitian ini menunjukkan masih rendahnya keterampilan berpikir kritis mahasiswa ketika mengerjakan soal-sal HOTS (Higher Order Thinking Skills). Kata Kunci: berpikir kritis, evaluasi pembelajaran, HOTS   Abstract: Nowadays, critical thinking or better known as critical thinking skills is a topic that is often discussed because it is an absolute ability to have in this millennial era. Especially in the field of education, starting from the elementary school level, secondary school, up to the level of higher education. Education is no longer relevant if it still teaches children with a system of memorizing materials so learning only focuses on remembering it. In fact, what is more important is students understand, analyze, evaluate, or even create various kinds of problem solving from various problems that exist in learning materials. Creativity is very important here. Train children to think critically about something and offer solutions that make sense need to be the focal point of learning and even assessment. Therefore, given the importance of this critical thinking skill, the researcher tries to explain the characteristics of critical thinking skills in the learning of Phonology Courses conducted by the second semester students. These characteristics include the questions used in the evaluation of learning and also the evaluation results obtained. Thus, it is expected to produce a picture of critical thinking skills in the application of learning in the classroom. The results of this study indicate that students' critical thinking skills are still low when working on HOTS (Higher Order Thinking Skills) questions. Keywords: critical thinking, evaluation of learning, HOTS
KAJIAN PRAGMATIK MENGENAI TINDAK TUTUR BAHASA INDONESIA DALAM UNGGAHAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @HALOSTIKI Pande, Ni Kadek Nita Noviani; Artana, Nyoman
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No. 1 April 2020
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.571 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur dalam unggahan Instagram @halostiki. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitiatif. Takarir atau keterangan tertulis dalam unggahan instagram @halostiki merupakan sumber data dalam penelitian ini. Data berupa tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi dan tindak tutur perlokusi yang menjadi fokus penelitian ini. Teknik dokumentasi, baca, simak dan catat merupakan teknik dalam mengmpulkan data dalam penelitian ini. Hasil penelitian memaparkan jenis tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi dan tindak tutur perlokusi yang ditemukan.
PENGEMBANGAN BUKU BHINEKA NUSWAPADA MODEL POP-UP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN LEGENDA INDONESIA Putri, Agustiani; Oktaviani, Cindy; Sumardani, Dadan
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No. 1 April 2020
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.532 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.767

Abstract

Nowadays, most teenagers don't like Indonesian legends because they are considered as old-fashioned and boring stories. The results of a survey of 124 respondents who are teenagers resulted in 85% of respondents consider the legend is not interesting. Whereas 10% of respondents answered interestingly and 5% answered relatively. This study aims to: (i) develop pop-up books that present Indonesian legends for junior high school students, (ii) provide unique and interesting short stories and (iii) illustrate the comparison of student responses before and after using pop-up books as an alternative learning medium. The research method is research and development (R&D). Based on the results of this study, it was concluded that (1) this research produced a product in the form of a pop-up book entitled "Bhineka Nuswapada", 2) a pop-up book worth using as indicated by the results of the student questionnaire responses of 91.15% with the interpretation of the criteria very good and (3) based on the results of the media effectiveness test, after using the pop-up book media there was an increase in student learning outcomes with an N-Gain value of 0.41 on the medium criteria. Therefore, Bhineka Nuswapada is the best alternative medium for learning legend for students.
PEMERTAHANAN BAHASA BATAK TOBA DI GEREJA HKBP SUTOYO CAWANG (KONSERVASI BAHASA DAERAH) Septiani, Dwi; Saragih, Desi Karolina
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No. 1 April 2020
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.386 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.755

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pemertahanan bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Sutoyo Cawang, Jakarta Timur sebagai salah satu kegiatan konservasi bahasa daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Kuesioner penelitian berjumlah 12 pernyataan dan diisi oleh 60 responden (para jemaat gereja). Ada dua aspek utama penilaian dalam kuesioner dalam penelitian ini: dari segi intonasi dan kejelasan makna kata bahasa Batak Toba. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata dan median hampir sama, yakni 48,05 dan 49. Hal ini menunjukkan bahwa data skor Pemertahanan Penggunaan Bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Sutoyo Cawang pada penelitian ini cukup representatif. Selain itu, 1) pada bagian intonasi bahasa Batak Toba, para responden menyatakan setuju bahwa ?Pendeta menyapa jemaat dengan ucapan bahasa Batak Toba yang tepat? (Pernyataan ke-3) dengan presentase 63,3% dan 2) pada bagian Kejelasan Bahasa Batak Toba dalam kegiatan ibadah, para responden setuju bahwa ?Pendeta menyebutkan jemaat yang bertpartisipasi dengan bahasa Batak Toba yang jelas (Pernyataan ke-11) dengan presentase 63,3%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa para responden (para jemaat gereja) menyatakan respons atau sikap yang sangat positif terhadap Pemertahanan Penggunaan Bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Sutoyo Cawang sebagai bentuk konservasi bahasa daerah.  
PENGGUNAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA Siman, Warsiman
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No. 1 April 2020
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.297 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.752

Abstract

The use of Indonesian rules in writing student thesis is very important, but in some cases errors are still found. The omission of errors that will continue to have a negative impact on the quality of thesis/scientific work of students, and can further reduce the authority of the institution. This is the basis of this research. The research method used is descriptive qualitative research. The results showed that the misuse of Indonesian rules usage in the thesis writing of the Faculty of Cultural Sciences, University of Brawijaya Malang was relatively high. Therefore, there needs to be an effort from the leadership to follow up these findings by paying attention to the lecturer?s competencies of Indonesian general subjects lecturer, both through increasing hours of study and providing courses for final semester students.
PENGUASAAN BAHASA DALAM KOMUNIKASI LISAN ANAK AUTIS DI UPT PENDIDIKAN ABK MALANG Sari, Lidia Kurnia; Sumarti, Endang; Ramadhani, Azza Aulia
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No. 1 April 2020
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.28 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.753

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui jenis kata, frasa, dan kalimat yang dikuasai oleh anak-anak autis di UPT Pendidikan ABK Malang. Kata, frasa, dan kalimat yang dikuasai oleh anak-anak autis dikelompokkan berdasarkan jenis sesuai dengan ciri-cirinya. Rumusan masalah penelitian ini: penguasaan kata, frasa, dan kalimat, serta fungsi dari kata, frasa, dan kalimat yang diucapkan oleh anak-anak autis dalam komunikasinya secara lisan. Jenis kata yang diteliti adalah kata benda, kerja, sifat, dan bilangan. Jenis frasa yang diteliti adalah frasa nomina, verba, dan adjektiva. Jenis kalimat yang diteliti adalah kalimat pernyataan, pertanyaan, dan perintah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dari observasi, rekaman, dan dokumen kegiatan anak autis di sekolah dan luar sekolah berupa data lisan, kemudian diubah menjadi data tulisan melalui proses transkripsi. Hasil dari penelitian ini: (1) subjek penelitian lebih menguasai kata benda dengan jumlah kata yang diucapkan sebanyak 32 kata, (2) jenis frasa yang lebih dikuasai adalah frasa nomina dengan jumlah frasanya sebanyak 10 frasa, (3) jenis kalimat yang lebih dikuasai oleh subjek penelitian adalah kalimat pernyataan dengan jumlah kalimat sebanyak 24 kalimat, dan (4) fungsi bahasa yang paling dominan dalam pengucapan kata, frasa, dan kalimat adalah fungsi informatif, atau fungsi untuk memberitahukan sesuatu yang diketahuinya.
NILAI KEPAHLAWANAN DALAM SERAT KRIDHAWASITA (KAJIAN FILOLOGI) Andina, Vironika Diya; Sugiharto, Sugihato; Imamudin, Imamudin
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No. 1 April 2020
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.123 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.727

Abstract

Serat Kridhawasita diperoleh oleh penulis dari studi pustaka pada katalog Yayasan Sastra Lestari Surakarta dengan nomor katalog 1196. Serat Kridhawasita oleh pengarang disajikan dalam bentuk tembang jawa (Macapat) yang terdiri atas sembilan pupuh tembang. Nilai-nilai yang diajarkan dalam Serat Kridhawasita tuntunan bagi kehidupan manusia agar didalam menjalani kehidupan hendaknya selaras antara yang lahir dan yang batin. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan langkah-langkah kerja filologi dan nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dalam Serat Kridhawasita. Didalam penelitian ini langkah-langkah kerja filologi digunakan untuk memaparkan mengenai deskripsi naskah, transliterasi dan terjemahan teks, suntingan teks, dan analisis isi teks yang dikaji dengan menggunakan 7 indikator nilai kepahlawanan yang dikemukakan oleh Hartono Laras, yaitu : rela berkorban, ikhlas, cinta tanah air, percaya pada kemampuan diri sendiri, tanpa pamrih, pantang menyerah dan perbuatan yang didasari ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Hasil analisis nilai kepahlawanan yang dilakukan pada penelitian memperoleh kesimpulan bahawa terdapat 6 indikator nilai kepahlawanan yang terdapat dalam Serat Kridhawasita yang terdapat dalam 9 pupuh tembang. Sedangkan langkah-langkah kerja filologi sesuai jika digunakan untuk mengkaji Serat Kridhawasita yang merupakan jenis naskah lama.
PEREMPUN YANG INGIN JADI PEREMPUAN Rahmadi, Pitaya
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 2 No 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.486 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.614

Abstract

Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan adalah impian perempuan. Perempuan ialah hak. Perempuan memiliki hak untuk melakukan juga apa yang dilakukan laki-laki. Perempuan adalah sebuah kebebasan yang selalu diperjuangkan karena dianggap masih terpenjarakan. Tulisan ini adalah sebuah kajian tokoh perempuan dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Perempuan-perempuan yang digambarkan oleh Oka Rusmini tidak hanya menjadi sebuah satir yang keras terhadap kehidupan dan sistem budaya laki-laki Bali. Dunia perempuan dalam Tarian Bumi dicitrakan sebagai sosok-sosok yang begitu kuat, gelisah, mandiri, dan pemberontak.Tulisanini juga bertujuanmenjelaskanpembelajarankarakterperempuan (LuhSekar, Telaga, dan SagraPidada) yang berjuangmelawanderasnyatekananadat yang mestidijalanidengansegalaketerbatasan gender, kasta, dan interaksimasyarakat. Perjuangantokohperempuansebagai second sex untukbertahanhidupdengansegalaeksistensimenyuarakankeinginannya. Analisiskualitatifdeskriptiinimenggunakanperspektifpsikoanalisis Sigmund Freud dan metodekarakterisasitokoh.
ANALISIS PERBEDAAN REDUPLIKASI DIALEK RAHONG DAN DIALEK KOLANG DALAM BAHASA MANGGARAI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Jer, Fransiskus Mariano; Mahmoed, Ramdhan
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No. 1 April 2020
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.883 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.716

Abstract

Reduplikasi adalah perulangan suatu bentuk dasar yang menghasilkan bentuk baru, yaitu kata ulang. Dialek Rahong adalah variasi bahasa yang digunakan oleh masyarakat Rahong manggarai bagian Tengah. Dialek Kolang adalah variasi bahasa yang digunakan oleh masyarakat Kolang Manggarai Barat bagian Timur. Dalam dialek Rahong disebut juga dialek murni atau biasa disebut monodialek, akan tetapi dalam dialek Kolang mempunyai perubahahan dari segi fonologi atau biasa disebut dialek SH, CS, dan GH. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik meneliti dua hal yaitu (1) Bentuk reduplikasi dialek Rahong. (2) Bentuk reduplikasi dialek Kolang. (3) Bentuk perbedaan reduplikasi dialek Rahong dan dialek Kolang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif   dengan   menggunakan metode deskriptif, yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan orang lain dan perilaku yang dapat diamati.  Penelitian ini memaparkan tentang Reduplikasi dilek Rahong dan Reduplikasi dialek Kolang yang dianalisis dengan menggunakan teori Reduplikas. Hasil dari penelitian ini adalah berupa reduplikasi fonologis dan reduplikasi sintaksis serta perbedaan reduplikasi antara reduplikasi dialek Rahong dan reduplikasi dialek Kolang baik fonologis maupun sintaksis dalam bahasa Manggarai Propinsi Nusa Tengara Timur.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA Sudarja, Kusman
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 2 No 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.064 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.613

Abstract

Alih kode dan campur kode merupakan salah satu fenomena di lingkungan sekolah berbasis kurikulum internasional saat ini.Alih kode dan campur kode tidak hanya terjadi di luar kelas namun juga terjadi dalam interaksi belajar mengajar di kelas. Untuk mengetahui gelaja alih kode dan campur kode, diperlukan sebuah penelitian linguitik yang komprehensif pada sekolah yang berbasis kurikulum internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gejala alih kode dan campur kode yang mencakup betuk-bentuk alih kode dan campur kode, faktor-faktor penyebab alih kode dan campur kode, fungsi-fungsi alih kode dan campur kode, serta dampak alih kode dan campur kode dalam tindak tutur guru dan siswa saat belajar.Penelitian ini mengambil lokasi di Kelas III SD Lentera Internasional Jakarta Selatan. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas II SD Lentera Internasional. Sekolah Lentera Internasional adalah sekolah yang mengajarkan kurikuum berbasis internasional dari Elementary School, Middle School, dan High School. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris di seluruh tingkat pendidikan. Akibatnya dalam pebelajaran bahasa Indonesia, siswa sering mencampur kode dan alih kode dalam proses belajar bahasa Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada 19 Oktober ? 16 November 2011. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan secara apa adanya kondisi penggunaan bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil Peneitian alih kode dan alih kode siswa kelas III SD Lentera Internasional mendeskripsikan bahwaalih kode dan campur kode dilakukan guru dan siswa dalam interaksi belajar mengajar. Siswa menyisipkan unsur ?unsur bahasa Inggris seperti serpihan kata dan frasa bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia saat belajar di kelas. Faktor-fator yang mempengaruhi siswa dalam melakukan alih kode dan campur kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris yaitu, faktor kemampuan bilingualitas/multilingualitas, adanya ketergantungan terhadap bahasa dominan, dan siswa tidak menemukan padanan kata yang ingin diungkapkan. Alih kode dan campur kode juga dilakukan oleh guru bahasa Indonesia saat proses belajar mengajar. Guru menyisipkan unsur-unsur bahasa Inggris seperti serpihan kata dan frasa berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Penyebab guru melakukan alih kode dan campur kode yaitu ingin menegaskan sesuatu, beralih kode membantu guru dalam menjelaskan konsep dengan lebih mudah, dan ingin menyampaikan ide/gagasan secara tepat.

Page 1 of 4 | Total Record : 34