cover
Contact Name
Sonny Zaluchu
Contact Email
Gloryofgodmin@gmail.com
Phone
+6224-7603377
Journal Mail Official
journal@stbi.ac.id
Editorial Address
Jalan Simongan No. 1 Pusponjolo Selatan Semarang 50141 Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 23380489     EISSN : 26221144     DOI : 10.46494
PASCA is a journal published periodically by the Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Indonesian Baptist Theological Institute (STBI) Semarang. Published regularly twice in one year, in May and November. This journal holds scientific work and research results in theological studies and Christian religious education with the scope of: Theology Old and New Testament Studies, Missiology and Contextualization, Religious Studies, Christian Education. Only manuscripts that are deemed worthy of publication will be published. The eligibility of the paper follows the guidelines and provisions contained in the Author Guidelines.
Articles 22 Documents
CHRISTOLOGY IN DIGITAL ERA: A SOCIO-SYSTEMATIC THEOLOGY CONTRIBUTION TO THE SUSTAINABLE SMART SOCIETY Rumbay, Christar Arstilo
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 16 No 1 (2020): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.523 KB) | DOI: 10.46494/psc.v16i1.70

Abstract

Theology, specifically speaking, Christology, owns exclusive position and tends react sentimentally toward secular disciplines out of its circle. Therefore, linking Christology and digital era falls to practical matter on how modern devices could be employed for religion advantages. This essay tries to evaluate reconciliation between them and see possibilities on how Christology could contribute to the sustainable smart society. However, divinity and technology are contrast square that offers less of space for dialogue, furthermore, it receives pessimistic tone concerning their health relationship. The expectation is, a socio-systematic sensitive approach of Christology may ground new perspective and results unexpected knowledge for the sustainable of smart society.
PANDANGAN ALKITAB TENTANG SUAP DAN PUNGLI Siathen, Dixon Nixon
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 1 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.587 KB) | DOI: 10.46494/psc.v15i1.69

Abstract

Masalah uang suap dan pungli telah mewabah hebat, hal itu yang mesti dihadapi oleh rakyat Indonesia, termasuk umat Kristen jika berurusan dengan aparat birokrasi pemerintah. Mereka sering tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kalau memberi uang pelicin seringkali rasa berdosa datang mengusik dalam hati. Hal tersebut terjadi karena kurang memahami bagaimana pandangan Alkitab mengenai suap dan pungli. Apakah memberi suap itu berdosa? Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pandangan Alkitab tentang uang pelicin yang meliputi tindakan suap dan pungli. Kalau suap, firman Tuhan jelas menegaskan bahwa hal itu merupakan perbuatan berdosa. Tuhan menegor dan mengecam keras pelaku pemerasan atau penerima pungli. Pemberi pungli adalah orang lemah korban pemerasan, yang dilakukan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Allah melarang adanya pemerasan kepada sesama manusia (Im.19:13). Allah tidak menyukai dan mengecam orang yang memeras orang lain. Ancangan penelitian ini adalah penelitian kualitatif bukan eksperimental karena tujuannya bukan mencari angka-angka dan eksperimen atau percobaan, tetapi menggunakan kajian deskriptif. Metode penulisan ini bersifat analisis dan deskriptif.
PEMANGGILAN MURID SECARA SENGAJA BERDASARKAN TELADAN TUHAN YESUS Saptorini, Sari
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 1 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.667 KB) | DOI: 10.46494/psc.v15i1.67

Abstract

The Lord Jesus set an example as well as a command in the ministry of making disciples. He began His ministry in this world by calling out the disciples who would be with Him and He taught specifically so that finally they could carry out the command to make disciples of all nations. Through a study of the Gospels of Matthew, Mark and Luke regarding the calling of disciples, it was found that the Lord Jesus called people intentionally and offered invitations to become His disciples. Calling to be a disciple of Jesus means a call to repentance and forgiveness of sins and to follow Him according to His purpose. He did not call people aimlessly. Therefore, in calling His disciples, the Lord Jesus also gave a vision of calling. He communicated the vision clearly so that it could be fully understood by His disciples. That vision was in line with the Great Commission given by His disciples to His ascension to heaven. As such, calling the disciples intentionally is intended to be carried out continuously by anyone who welcomes the call to be a disciple of Christ.
ALKITAB: PENYATAAN ALLAH YANG DIILHAMKAN sukono, Djoko
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 1 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.334 KB) | DOI: 10.46494/psc.v15i1.66

Abstract

Para teolog juga mempunyai pandangan yang berbeda mengenai Alkitab. Pandangan Liberal atau Neo-Liberal, tokohnya seperti Rudolf Bultmann. Pandangan ini berpegang pada konsep bahwa untuk mengerti secara tepat kebenaran Alkitab, sesorang harus melakukan demitologisasi Perjanjian Baru mengenai Kristus. Kristus dapat dilihat sebagi tokoh mitos daripada sebagai tokoh Historis dalam Alkitab. Bagi Bultmann, yang penting adalah berita tentang Kristus, tetapi bukan kesejarahan-Nya. Allah memipin para penulis sehingga mereka menuliskan pesan-Nya dalam Alkitab.
POLA ASUH PENDIDIKAN KEROHANIAN PADA ANAK Mardiharto, Mardiharto
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 1 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.898 KB) | DOI: 10.46494/psc.v15i1.65

Abstract

Anak-anak sangat perlu sekali mendapatkan pendidikan kerohanian sejak dini, hal ini yang sering kali terlewatkan oleh banyak orang tua untuk memberikannya. Karena banyak orang tua hanya berpikir untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak di sekolah formal saja. Pendidikan kerohanian sangat perlu diberikan kepada anak-anak mulai sejak dini, dan dalam memberikan pendidikan tersebut ada banyak pola yang dapat digunakan dalam mengasuhnya. Dari sekian banyak itu diantaranya adalah dengan cara memberikan pengajaran yang terus menerus untuk diulang-ulang sampai anak dapat memahaminya. Dan juga dengan pola asuh pendisiplinan pada anak, karena tanpa pola pendisiplinan anak bisa menganggap pendidikan kerohanian tida perlu. Untuk itulah bahwa sangat penting sekali ada pola asuh yang diberikan kepada anak-anak dalam memberikan pendidikan kerohanian.
DOKTRIN TRITUNGGAL KEBENARAN ALKITABIAH Suryaningsih, Eko Wahyu
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 1 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.199 KB) | DOI: 10.46494/psc.v15i1.64

Abstract

Doktrin Allah Tritunggal merupakan doktrin dalam ajaran Kristen yang seringkali menjadi bahan polemik baik di dalam lingkungan Kristen maupun dari luar lingkungan Kristen, karena seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Berhubung dengan permasalahan di atas, maka penulis akan berusaha untuk memberikan pengajaran doktrin Allah Tritunggal berdasarkan Firman Allah sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi pengajaran umat Kristen secara kusus dan para pembaca secara umum. Allah yang dapat kita kenal adalah sebatas apa yang dinyatakan dalam Alkitab. Allah yang menyatakan dalam Alkitab adalah Allah Tritunggal. Inilah yang harus dipahami oleh umat Kristiani.  Ada hal-hal yang sepertinya kontradiksi tetapi sebenarnya bukan kontradiksi melainkan suatu misteri, yaitu misteri Allah yang tidak mungkin dipahami secara sempurna dengan kemampuan manusia yang terbatas.  Bagian kita adalah memahami apa yang dinyatakan-Nya dalam Alkitab.
TEOLOGI IBADAH DAN KUALITAS PENYELENGGARAAAN IBADAH: SEBUAH PENGANTAR Christimoty, Debora Nugrahenny
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 1 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.569 KB) | DOI: 10.46494/psc.v15i1.62

Abstract

Orang-orang Kristen percaya bahwa ibadah kepada Allah adalah penting dan perlu bagi kehidupan bergereja. Namun Dalam kenyataannya ibadah seringkali dilaksanakan secara kurang serius, baik secara sadar ataupun tidak. Nilai dari ibadah Kristen yang telah diakui sangat penting, pada saat ini telah mengalami penurunan. Hal tersebut terlihat dari ketidakseriusan dalam perencanaan penyelenggaraan ibadah, misalnya tidak ada latihan sebelumnya, pelayan ibadah tidak serius mempersiapkan diri, tata ibadah tidak disiapkan sesuai tema. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena jemaat atau pemimpin gereja tidak memahami tentang teologi ibadah dan kualitas penyelenggaraan ibadah. Teologi ibadah Kristen adalah refleksi sistematis dari ajaran Alkitab mengenai ibadah, tentang berbagai macam bentuk ibadah, motivasi dan tujuan beribadah. Sedangkan kualitas penyelenggaraan ibadah dapat dinilai dari perencanaan ibadah, persiapan ibadah, relevansi ibadah, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan ibadah. Setiap pemimpin ibadah Kristen perlu memahami apa yang diajarkan oleh Alkitab tentang ibadah sehingga dapat menyelenggarakan ibadah yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi gambaran tentang teologi ibadah dan kualitas penyelenggaraan ibadah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode penelitian kepustakaan.
MODERASI AGAMA DAN PEMAHAMAN RADIKALISME DI INDONESIA Widodo, Priyantoro; Karnawati, Karnawati
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 2 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.489 KB) | DOI: 10.46494/psc.v15i2.61

Abstract

Revolusi Industri 4.0 menyebabkan terjadinya disrupsi di berbagai bidang bisnis dan terus meluas pada bidang-bidang yang lain, termasuk pendidikan, pemerintahan, hukum, budaya, politik, sosial dan juga keagamaan. Dalam bidang keagamaan, implementasi pelaksanaan peribadatan pun turut terdisrupsi oleh perkembangan teknologi dan trend zaman. Hal ini memungkinkan terjadinya kemerosotan nasionalisme. Lalu bagaimana insitusi gereja menyikapinya. Penelitian ini bertujuan menjabarkan pengertian moderasi agama dan radikalisme yang tersebar melalui sarana informasi teknologi yang tak terbatas. Penelitian ini menggunakan metode studi pustakan dan pengamatan terhadap tindakan-tindakan radikal di Indonesia. Hasil penelitian ditemukan bahwa gerakan radikalisme di Indonesia muncul karena dipicu oleh persoalan domestik dan konstelasi politik internasional yang dinilai telah memojokkan kehidupan sosial politik umat islam. Dalam hal ini gereja tidak boleh tutup mata dan tidak peduli. Tetapi mengimplementasikan sikap untuk: mendalami agama Kristen secara teks alkitab yang mengajarkan tentang ?kasih? dan harus bersikap pluralis terhadap agama dan masyarakat.
TEOLOGI “MANUSIA BARU” RELEVANKAH DI ERA MILENIAL Sukono, Djoko
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 2 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.393 KB) | DOI: 10.46494/psc.v15i2.59

Abstract

Pemahaman tentang manusia baru yang memiliki anugerah keselamatan dan pengampunan dosa sering disalah artikan sehingga muncul pandangan-pandangan yang keliru. Maraknya pegajaran Radikal Grace atau Hyper Grace juga mempengaruhi pemahaman yang benar tentang manusia baru yang memiliki anugerah. Sehingga muncul konfrontasi diberbagai kalangan. Bagaimanakah manusia baru itu menurut Alkitab masih relevankah diera Mileniaal. Metode penelitian dengan kajian kualitatif. Konsep manusia baru dalam Perjanjian baru yaitu manusia yang telah percaya akan Karya penebusan Kristus atau disebut dengan lahir baru. Lahir baru bukan sekedar saya cinta Yesus, kekristenan bukan sekedar identitas diri, Kekristenan bukan sekedar kita percaya Tuhan, tetapi bagaimana menjalani hidup sebagai orang Kristen. Manusia dalam Perjanjian Baru merupakan manusia yang telah ditebus, ketika percaya kepada Yesus maka Roh Allah ada dalam orang percaya dan Roh itu yang akan menolong agar manusia baik tubuh, jiwa dan rohani semakin diperbaharui. Sehinga kapan dan dimanapun manusia baru itu sangat penting.
LATAR BELAKANG HIDUP DAN PENDIDIKAN RABINIK PAULUS DALAM KAITANNYA DENGAN PERJUMPAANNYA DENGAN KRISTUS Rimun, Robinson
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 2 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.739 KB) | DOI: 10.46494/psc.v15i2.60

Abstract

Paul's historical aspects relating to his background in life and education since childhood have had a great impact on Paul's theological mindset and concepts before and after his conversion. Pauline scholars gave much attention to early education in Tarsus and in Jerusalem which later made Saul a respected rabbi Pharisee. The Apostle Paul, formerly known as Saul of Tarsus, grew up in a Hellenistic environment and used Greek, which was commonly used in the Roman empire. His Hellenistic and Jewish background of life and education became the main emphasis in this article. Saul was radically changed by God after his conversion on the road to Damascus (Acts 9:4); however, this article focuses on Paul?s childhood and education in detail in order to understand the Hellenistic and Judaic influence in his theology

Page 1 of 3 | Total Record : 22