cover
Contact Name
Andi Muhammad Ikhsan
Contact Email
andimuhammad.ikhsan@umi.ac.id
Phone
+6281342502866
Journal Mail Official
losari.arsitekturjurnal@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo KM. 05 Kampus UMI Makassar - Sulawesi selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
LOSARI
ISSN : 25024892     EISSN : 25278886     DOI : https://doi.org/10.33096
Core Subject : Engineering,
LOSARI Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman adalah peer reviewed jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah mengenai arsitektur dan Rancang Kawasan Binaan (Urban Design), lansekap, interior, perencanaan wilayah kota dan kawasan (urban Planning)
Articles 43 Documents
PEMETAAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH PESISIR UNTUK PENGELOLAAN BENCANA DI MAKASSAR Naing, Naidah
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.004 KB)

Abstract

Makassar merupakan salah satu kota yang sebagian wilayahnya merupakan kawasan permukiman pesisir. Namun perubahan iklim yang terjadi terus-menerus dilingkungan permukiman di pesisir, terkadang menyebabkan bencana banjir (ROB),  angin kencang dan gelombang arus deras, yang setiap saat mengancam rumah-rumah berada dikawasan pemukiman pesisir. Hal ini akan mempengaruhi keberlanjutan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan di kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik permukiman pesisir untuk pengelolaan bencana di kawasan pesisir Kota Makassar, agar kehidupan dapat terus berlangsung. Secara umum penelitian bersifat deskriptif-evaluatif dengan menggunakan dua pendekatan  yaitu pendekatan Behaviour Approach dan Architectural Appproach (Neer, 1999). Pendekatan pertama berkaitan dengan dengan kajian proses memukimi oleh penduduk, ?survival strategy? yang dimiliki oleh penduduk yang dimanifestasikan dalam kondisi sosio-ekonominya. Pendekatan yang kedua berkaitan dengan kajian perumahan dan pola permukiman. Kedua pendekatan tersebut dioperasionalisasikan dengan comparative perspective, yaitu dengan membandingkan eksistensi permukiman yang disaring melalui mekanisme penentuan tipologi karakteristik permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik permukiman kumuh cenderung mengelompok dan menyebar tidak teratur. Masyarakat menempatkan rumahnya secara alami langsung berhadapan dengan pantai, dengan  mata pencaharian sebahagian nelayan sehingga rumah-rumah diletakkan menyebar tak teratur. Hal ini akan ditata kembali berdasarkan struktur ruang kawasan yang telah ada. Kemudian akan dikembangkan sesuai dengan standar penataan kawasan tepi air/ waterfront city yang berlaku. Dari karakteristik ini akan menghasilkan model pengelolaan bencana di kawasan pesisir Makassar.
PERUBAHAN FUNGSI LANSEKAP TERHADAP PENINGKATAN TEMPERATUR UDARA DI LINGKUNGAN KOTA MAKASSAR Said, Juhana
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5371.392 KB)

Abstract

Pertumbuhan kota sangat cepat dalam kurun waktu relatif singkat. Adanya tuntutan sarana dan prasarana, tuntutan akan pusat pertokoan, mall, kawasan permukiman baru, daerah industri, termasuk makin semaraknya kegiatan di bidang pariwisata menyebabkan lahan perkotaan semakin padat. Banyaknya lahan terbangun semakin menekan lahan terbuka. Perubahan fungsi lanskap tersebut tentu memiliki dampak terhadap peningkatan temperatur udara dan pembentukan pulau panas (heat island) di kawasan kota. Makalah ini fokus akan melihat perubahan fungsi lanskap yang terjadi di Kota  Makassar dari beberapa dekade. Perubahan lanskap dalam hal ini merupakan perubahan penggunaan lahan dan fungsi lanskap, meliputi: lahan terbangun (permukiman, pertokoan, perkantoran bangunan pemerintah, fasilitas umum, dan lai-lain), lahan terbuka (taman / lapangan), lahan berair (tambak, rawa-rawa, sungai, waduk dan kanal), lahan garapan (persawahan), dan lahan hijau (kebun dan hutan). Perubahan fungsi lanskap dari area terbuka menjadi kota yang tertutup dan padat, mencerminkan tingginya temperatur udara di lingkungan tersebut. Untuk mendapatkan dukungan data yang akurat dilakukan dokumentasi yang relevan, terkait; data tutupan lahan, interpretasi peta sejarah, foto udara dan pengumpulan data statistik.
PEMANFAATAN RUANG PUBLIK PADA KAWASAN RUMAH TOKO DI KECAMATAN PANAKKUKANG MAKASSAR Arsyad, Nashrah
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.608 KB)

Abstract

Ruang publik kota merupakan elemen perancangan kota yang sangat besar peranannya  bagi pertumbuhan dan perkembangan kota. Keberadaannya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bangunan-bangunan yang ada diperkotaan. Sebagai wadah pengikat dan pernghubung antar fungsi-fungsi kawasan perkotaan, ruang publik banyak dimanfaatkan oleh masyarakat atau komunitas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan ekonomi, interaksi sosial atau sebatas berekreasi ringan didalamnya. Meskipun demikian,  perencanaan  maupun perancangan ruang publik belum mendapat perhatian yang lebih serius untuk bisa mewadahi aktifitas masyarakat kota.Pertumbuhan ekonomi  memicu pembangunan rumah toko di beberapa kota termasuk Makassar sebagai tanggapan dari kebutuhan hunian dan tuntutan ekonomi. Pembangunan kawasan rumah toko seharusnya diimbangi dengan pengadaan sarana dan prasarana sesuai tuntutan dan kebutuhannya. Namun dalam perkembangannnya, pembangunan  rumah  toko menjadi tidak terkendali akibat dorongan tuntutan ekonomi tersebut.  Melihat fungsinya, rumah toko yang disingkat dengan ?ruko? yang sejalan dengan  perkembangan nilai komersil kawasan lebih menekankan pada aspek ekonomi dengan mengabaikan harmonisasi dengan lingkungan sekitarnya . Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan ruang publik pada Kawasan Rumah Toko di Kecamatan Panakkukang  Makassar  melalui identifikasi kondisi eksisting ruang  publik, analisis pemanfaatan ruang publik berdasarkan bentuk, jenis dan fungsi ruang terbuka publik, juga pola pemanfaatan ruang terbuka  publik yang ada didalam kawasan Rumah Toko di Kecamatan Panakkukang  Makassar. Keseluruhan proses analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui telaah dokumen, observasi lapangan secara langsung, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang publik pada Kawasan Rumah Toko di Kecamatan Panakkukang cukup variatif meskipun penyediaan ruang publik pada kawasan tidak dibarengi dengan perencanaan dan perancangan yang lebih optimal, proporsional dan sistemik.
ANALISA RUANG PUBLIK KORIDOR JALAN RATULANGI DI MAKASSAR Andi Halim, Haryanto
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.132 KB)

Abstract

Kawasan jalan Ratulangi Kota Makassar dulunya merupakan jalan penghubung antara Kerajaan Tallo di bagian Utara dan Kerajaan Gowa di bagian Selatan, kawasan ini masih ditemui bangunan-bangunan bersejarah, kawasan ini menjadi lingkungan perkantoran, perdagangan dan jasa serta komersial. Lalu-lintas pada kawasan Ratulangi cukup ramai, ditunjang dengan prasarana jalan yang cukup baik, jenis kendaraan yang lewat cukup bervariasi, oleh karena itu jam kerja pada kawasan ini sangat padat, sedangkan fasilitas elemen kota di kawasan ini masih kurang dan tidak layak dilihat dari segala aktivitas kota yang terjadi di kawasan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa keberadaan fungsi-fungsi ruang terbuka pada bangunan yang berada disepanjang koridor jalan, pada bagian ini akan dipilih beberapa titik berdasar pada fungsi bangunan, ruang terbuka dan lokasinya terhadap jalan ratulangi, mendapatkan fungsi bangunan dan pendukung aktivitas yang terjadi disepanjang koridor jalan Ratulangi, sebagai solusi terhadap permasalahan yang ada. Penelitian ini mengunakan teori sirkulasi, jalur pedestrian, dan activity support dari Hamid Shirvani dalam bukunya The Urban Design Process. Penulis menggunakan metode pengumpulan data observasi dan dokumentasi sedangkan metode analis datanya kualitatif fenomologis. Isu utama yang memusatkan perhatian pada makna dan pengalaman subjek sehari-hari yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana objek dan pengalaman tercipta secara penuh makna dan dikomunikasikan dalam kehidupan sehari-hari, perlakuan subjektivitas sebagai topik penelitian itu sendiri. Penelitian ini diharapkan memberi manfaat, agar penataan kota khususnya koridor jalan dapat tertata dengan baik sesuai dengan standar elemen kota.
BENTUK MENARA PHINISI UNM MAKASSAR TERHADAP GERAKAN ANGIN DAN ALIRAN UDARA PADA LINGKUNGAN SEKITARNYA DENGAN METODE SIMULASI KOMPUTER Faharuddin, Usman
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.382 KB)

Abstract

Bentuk dan orientasi terhadap arah angin dapat mempengaruhi pola perilaku aliran udara disekitar lingkungannya dan kecepatan angin di tingkat pejalan kaki mengakibatkan pola aliran angin yang kompleks di sekitar gedung.  Sementara faktor yang mempengaruhi adalah topografi fisik bangunan serta hubungan dengan lingkungan sekitarnya dan hambatan bangunan lainnya seperti pagar, vegetasi dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bentuk menara phinisi terhadap pola gerakan kecepatan angin dan aliran udara yang terjadi pada bangunan menara dan lingkungan sekitarnya dengan menggunakan simulasi software Vasari Beta 3. Metode penelitian adalah eksperimen dengan pengukuran langsung dengan anemometer dan simulasi komputer. Simulasi dilakukan dengan membandingkan bentuk-bentuk bangunan menara untuk mengamati efektifitas bentuk menara phinisi terhadap gerakan kecepatan angin dan pola aliran di lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk menara phinisi sangat efektif dalam menekan gerakan kecepatan angin dengan hasil simulasi 0,98 - 2,95 m/s pada lingkungan sekitarnya sehingga memenuhi standar kenyamanan dalam skala Beaufort 1,6 ? 3,3 m/s dengan efek pada manusia.
PENGARUH KUALITAS ATRAKSI WISATA TERHADAP KEPUASAN DAN MOTIVASI KUNJUNGAN KEMBALI WISATAWAN MANCANEGARA DI KAWASAN WISATA TANJUNG BIRA, KABUPATEN BULUKUMBA Achmad Gani, Pratiwi Juniar
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.841 KB)

Abstract

Kondisi kepariwisataan di Kawasan Wisata Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba memiliki potensi atraksi (daya tarik) wisata yang sangat besar untuk dikunjungi wisatawan akan tetapi tidak dibarengi dengan pengembangan atraksi wisata. Hal ini terlihat dengan terciptanya citra negatif pada kawasan wisata Tanjung Bira menyebabkan rendahnya kualitas atraksi wisata kawasan yang tidak dibarengi dengan terjadinya peningkatan jumlah kunjungan dari tahun ke tahunnya pada kawasan wisata tersebut. Peningkatan kualitas atraksi (daya tarik) wisata diharapkan mampu meningkatkan kepuasan dan motivasi berkunjung kembali sehingga dapat menimbulkan efek langsung terhadap kawasan wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana kualitas atraksi wisata yang tersedia dapat memperlihatkan kemampuannya dalam mempengaruhi kepuasan dan motivasi kunjungan kembali wisatawan mancanegara. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk menggali, mencari makna, fakta dan interpretasi yang tepat terhadap fenomena atau kecenderungan perilaku wisatawan mancanegara dalam melakukan kegiatan wisatanya di Kawasan Wisata Tanjung Bira. Persepsi, kepuasan wisatawan, dan atraksi wisata adalah kunci dalam memahami perilaku dan motivasi wisatawan berkunjung kembali. Temuan-temuan yang dihasilkan adalah (1) Kawasan Wisata Tanjung Bira memiliki kualitas atraksi wisata yang cukup baik, (2) Tidak memberikan kepuasan yang optimal terhadap wisatawan mancanegara dalam melakukan kegiatan wisatanya, (3) Yang kemudian mempengaruhi tingkat motivasi kunjungan kembali wisatawan mancanegara dimana hanya termotivasi untuk melakukan kunjungan pertamanya tidak untuk kunjungan selanjutnya.
ANALISIS PENGARUH KEBERADAAN JALAN HERTASNING BARU TERHADAP PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA Kamaruddin, Risnawati
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.084 KB)

Abstract

Kota Sungguminasa sebagai Ibukota Kabupaten Gowa telah ditetapkan sebagai salah satu pusat dalam sistem pengembangan kota terpadu MAMMINASATA, sehingga Kota Sungguminasa mempunyai fungsi dan peranan ganda dimana fungsi primer, adalah pusat kegiatan administrasi pemerintahan Kabupaten Gowa, sebagai pusat pengembangan Kabupaten Gowa, sebagai sub pusat pengembangan Kota Makassar bagi pengembangan kawasan pemukiman dan sebagai pusat kegiatan penelitian pertanian di wilayah Kabupaten Gowa. Kondisi eksisting Jalan Hertasning Baru Kecamatan Somba Opu saat ini mengalami dinamika perkembangan kegiatan, khususnya kegiatan perekonomian yang semakin meningkat. Namun ketersediaan lahan yang dimiliki terbatas, sehingga lahan menjadi kebutuhan yang sangat penting. Intensitas penggunaan lahan yang mengarah pada terjadinya perubahan penggunaan fungsi lahan, semakin tinggi. Bila tidak diatur dan diarahkan, maka pemanfaatan lahan yang berdampak pada perubahan fungsi lahan akan menimbulkan berbagai masalah. Penelitian ini bertujuan; (1) Untuk mengidentifikasi bagaimana perubahan fungsi lahan di Kecamatan Somba Opu setelah adanya Jalan Hertasning Baru, (2) Untuk mengidentifikasi perubahan fungsi lahan apa saja yang terjadi sebagai akibat adanya Jalan Hertasning Baru, (3) Untuk mengidentifikasi bagaimana keberadaan Jalan Hertasning Baru menterminasi perubahan fungsi lahan di Kecamatan Somba Opu. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui analisis kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fungsi lahan yang terjadi di Kecamatan Somba Opu setelah adanya Jalan Hertasning Baru yaitu semakin pesatnya pembangunan yang menyebabkan bertambahnya kebutuhan hidup, termasuk kebutuhan akan sumberdaya lahan. Kebutuhan lahan di Kecamatan Somba Opu semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan kegiatan sosial ekonomi yang menyertainya, Perubahan fungsi lahan yang terjadi sebagai akibat adanya Jalan Hertasning Baru yaitu perubahan fungsi lahan perkebunan menjadi lahan terbangun yaitu lahan permukiman dan perdagangan, dimana apabila perubahan pemanfaatan lahan ini tidak segera diatasi, akan mengakibatkan terjadinya kesemrautan kota yang dapat menimbulkan dampak negatif seperti meningkatnya polusi udara dan semakin berkurangnya daerah resapan yang dapat memicu terjadinya banjir.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA TEPIAN SUNGAI TALLO DI MAKASSAR B, Andi Muhammad Ikhsan
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.072 KB)

Abstract

Kawasan sungai tallo merupakan kawasan dengan perpaduan daerah daratan dengan daerah perairan. Kawasan sungai tallo juga memiliki perpaduan fungsi antara fungsi utama sebagai penyedia air irigasi dan fungsi sebagai daerah tujuan wisata alternatif. Berkaitan dengan hal tersebut wisata yang dikembangkan di kawasan sungai tallo haruslah wisata yang dapat mendukung fungsi utama sungai sebagai penyedia air irigasi dan mendukung konservasi tanah. Ekowisata (ecotourism) merupakan jenis wisata yang mendukung upaya konservasi. Wisata ini juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap lingkungan, budaya, sejarah dan partisipasi penduduk lokal. Pengembangan ekowisata di kawasan sungai tallo dilaksanakan sebagai upaya pengembangan wisata yang dapat mendukung kelestarian sungai Penelitian ini bertujuan; (1) Mengidentifikasi potensi  ekowisata sungai di kawasan sungai tallo, (2) Merumuskan strategi yang harus dikembangkan dalam pemanfaatan sungai tallo untuk pengembangan ekowisata di Kota Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui  observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui analisis kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi untuk mengembangkan potensi alam berupa kampung ekologis dan taman ramah lingkungan, menambah akses dari dan menuju ke sungai tallo seperti pembuatan dermaga wisata spermonde, menciptakan lapangan kerja yang sesuai dengan keperluan ekowisata di sungai tallo, perlu dilakukan penelitian lanjutan khususnya mengenai ekohidrolika dikawasan sungai.
STUDI KELAYAKAN DAN PERSYARATAN RUANG SHALAT BERDASARKAN SYARAT RUANG SHALAT DALAM ISLAM STUDI KASUS MASJID AL-MARKAZ AL-LSLAMI DI KABUPATEN MAROS Ansarullah, Ansarullah
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.908 KB)

Abstract

Dengan perkembangan akan kebutuhan manusia baik itu kebutuhan yang hubungan antara sesama manusia juga kebutuhan akan hubungan manusia dengan pencipta-Nya. Dengan demikian perlu adanya kegiatan untuk mengkaji ruang shalat sebagai fungsi utama ditinjau dari syarat  ruang peribadatan  Islam.  Kajian ini  dilakukan pada  Masjid Al Markaz Al Islami yang merupakan masjid utama, menampung berbagai macam kegiatan keagamaan dan sosial. Dengan adanya kompeksitas ruang, diharapkan ketentuan mendasar yang berkaitan dengan fungsi utama tidak terabaikan, seperti kesucian tempat, arah kiblat, pemisahan gender, pengaturan shaf, mihrab dan mimbar, dan perangkat pelengkap ruang shalat lainnya. Ada sedikit kekurangan pada aspek kesucian tempat yaitu batas antara area suci dan najis yang diinterpretasikan dengan memberikan perbedaan warna dan tekstur lantai, dan ketinggiannya, secara visual masih belum cukup ditangkap oleh para jamaah. Begitu juga dengan aspek pengaturan shaf yang menjadi sedikit lebih renggang karena keberadaan permadani dengan motif yang bersekat-sekat dan akustik ruang yang masih terdengar gaung, dengan jarak yang masih bisa ditolerans
ARAHAN PENGEMBANGAN FUNGSI KAWASAN PELABUHAN RAKYAT SEBAGAI KAWASAN PELABUHAN WISATA DI DESA BOROKO KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA SULAWESI UTARA Zaki, Muhammad
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 1 No 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.791 KB)

Abstract

Kegiatan penataan bangunan dan lingkungan merupakan salah satu bagian yang penting dalam upaya menciptakan penataan ruang yang terpadu, dengan menciptakan aktivitas baru,lingkungan yang berkualitas, penataan permukiman yang terarah, dan kawasan sebagai bagian dari suatu ruang kota. Tujuan dari pengembangan fungsi pelabuhan ini adalah mengembangkan potensi kawasan tepian pantai di desa boroko kabupaten bolaang mongondow dengan konsep pengembangan faslitas dan infrastruktur yang di sesuaikan dengan karakter dan kondisi lingkungan masyarakat dan mempertimbangkan asas perencanaa lingkungan yang berkelanjutan serta mengintegrasikan antara fungsi permukiman, prasarana transportasi dan aktivitas yang dapat menjembatani berbagai kegiatan komersial, fasilitas umum dan fasilitas sosial pada jalur lintas Provinsi. Metode dan Arahan Pengembangan Fungsi Pelabuhan ini dilakukan menggunakan metode Deskriptif dan  ditujukan untuk mewadahi kegiatan wisata pantai dan beberapa pulau wisata yang ada disekitar pelabuhan desa boroko diantaranya Pantai Batu Pinagut, Pulau Damar, Ayer Belanda, Pantai Tanjung Dulang. Hasil akhir penelitian ini melahirkan ide dan gagasan dengan pendekatan  pengembangan kawasan binaan  dengan analisis dan konsep arahan desain sebagai pengembangan destinasi wisata kabupaten bolaang mongondow