cover
Contact Name
Nyoman Pasek Nugraha
Contact Email
paseknugraha@gmail.com
Phone
+6281999131789
Journal Mail Official
paseknugraha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana, Kampus Tengah, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha
ISSN : 26141876     EISSN : 26141884     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjtm.v7i1.18616
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknik. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan teknik mesin bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 69 Documents
PENGARUH VARIASI FLUIDA PENDINGIN TERHADAP CAPAIAN SUHU OPTIMAL PADA RANCANGAN MESIN PENDINGIN MINI WATER CHILLER ., Putu Deva Supriana; ., Dr. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T.; ., Dr. I Nyoman Pasek Nugraha, S.T., M.T.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v7i1.18584

Abstract

Di era modern ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah pesat sehingga mengakibatkan perkembangan dunia industri juga semakin cepat. Mereka berlomba-lomba menemukan alat pendingin untuk memberikan mereka kenyamanan saat melakukan kegiatan-kegiatan didalam ruangan yang panas. Water Chiler adalah proses penanganan udara untuk mengontrol secara serempak terhadap temperatur, kelembaban, kebersihan dan distribusi untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Refrigerant yang mengalir dalam siklus sekunder adalah fluida air (water) yang disirkulasikan dengan bantuan pompa. Fluida air pendingin (chilled water) inilah yang nantinya akan mengambil panas ruangan. Dilihat dari beberapa penelitian sebelumnya variasi fluida seperti coolant juga dapat mempengaruhi penyerapan panas dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi fluida air, coolant dan campuran air + coolant terhadap suhu yang dicapai Mini Water Chiler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan variable bebas yaitu air, coolant dan campuran air + coolant sedangkan variable terikat yaitu suhu. Pengujian dilakukan sebanyak 20 kali dan mencatat hasilnya tiap 20 menit. Dari hasil penelitian fluida campuran air + coolant mendapatkan suhu yang sangat optimal dibandingkan fluida air dan fluida coolant dengan rata-rata suhu di AHU 1 untuk fluida air: 13,430C, coolant: 12,520C dan campuran air + coolant: 11,520C, AHU 2 untuk fluida air: 13,330C, coolant: 12,420C dan campuran air + coolant: 11,420C dan AHU 3 untuk fluida air: 13,230C, coolant: 12,320C dan campuran air + coolant: 11,320C. Berdasarkan hasil penelitian tersebut fluida campuran air + coolant mendapatkan suhu yang sangat optimal dikarenakan karakteristik yang di miliki fluida air dan fluida coolant.Kata Kunci : mini water chiler, variasi fluida, suhu optimal, pendingin In this modern era the development of science and technology is so rapid that the development of the industrial world is also accelerating. They are competing to find refrigerators to provide them comfort while carrying out activities in a hot room. Water Chiler is an air handling process to simultaneously control temperature, humidity, cleanliness and distribution to achieve the desired condition. Refrigerant that flows in the secondary cycle is fluid water (water) which is circulated with the help of a pump. This chilled water will later take the heat of the room. Viewed from several previous studies fluid variations such as coolants can also affect heat absorption well. This study aims to determine the effect of using variations of water fluid, coolant and water + coolant mixture to the temperature achieved by Mini Water Chiler. The method used in this study is an experiment with independent variables namely water, coolant and water + coolant mixture while the dependent variable is temperature. The test is done 20 times and records the results every 20 minutes. From the results of the fluid mixture + coolant research get a very optimal temperature compared to water fluid and coolant fluid with an average temperature in AHU 1 for water fluid: 13.430C, coolant: 12.520C and water mixture + coolant: 11.520C, AHU 2 for water fluid: 13,330C, coolant: 12,420C and mixture of water + coolant: 11,420C and AHU 3 for water fluid: 13,230C, coolant: 12,320C and water mixture + coolant: 11,320C. Based on the results of this study, the mixture of water + coolant fluid gets a very optimal temperature due to the characteristics possessed by water fluid and coolant fluid.keyword : mini water chiller, fluid variations, optimal temperature, coolant
PENGARUH PENCAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE DENGAN MINYAK TERPENTIN DAN MINYAK ATSIRI TERHADAP PENURUNAN EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR SUPRA X 125 ., Randy Andry Saputra; ., Nyoman Arya Wigraha, S.T., M.T.; ., Gede Widayana, S.T., M.T.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.11690

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh dalam pencampuran bahan bakar pertalite dengan minyak terpentin dan bahan bakar pertalite dengan minyak atsiri terhadap emisi gas buang dengan variasi pencampuran zat adiktif tersebut, penelitian ini menggunakan sepeda motor supra X 125. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan menggunakan tabel dan grafik untuk mengolah data tersebut, Dengan menggunakan alat uji emisi Neomotect CG450 untuk mengukur emisi gas buang HC, CO, dan CO2. Hasil penelitian pencampuran bahan bakar pertalite dengan minyak terpentin kadar HC yang mengalamipenurunanterendahpadapersentase 20%, untuk pencampuran bahan bakar pertalite dengan minyak terpentin sebesar 410 ppm,padakadar CO Pencampuran terendah terjadi pada persentase 15%, pada pencampuran bahan bakar pertalite dengan minyak terpentin sebesar 2,07 %Vol, sedangkan pada pencampuran bahan bakar pertalite dengan minyak atsiri sebesar 3,24 %Vol, padakadar CO2Pencampuran terendah terjadi pada persentase 15%, pada pencampuran bahan bakar pertalite dengan minyak terpentin sebesar 2,05 %Vol, sedangkan pada pencampuran bahan bakar pertalite dengan minyak atsiri sebesar 2,26 %Vol. sedangkan pada pencampuran bahan bakar pertalite dengan minyak atsiri sebesar 490 ppm.Jadi melalui penelitian ini bahan bakar yang ideal untuk penurunan emisi gas buang yaitu pencampuran bahan bakar pertalite dengan minyak terpentin lebih dapat membuat penurunan emisi gas buang dibandingkan dengan pencampuran pertalite dengan minyak atsiri. Kata Kunci : Emisi Gas Buang, Pertalite, Minyak Terpentin, Minyak Atsiri. This study conducted to determine the influence of mixing Pertalite fuel with turpentine oil and Pertalite fuel with essential oil on gas emission with the mixing variation of addictive substance. This study used motorcycle supra X 125. The research method used in this study was experimental method using tables and graphs to process the data. This study used emission test, namely Neomotect CG450 to measure the gas emissions of HC, CO, and CO2. That decreases at the lowest percentage of 20%, for mixing Pertalite fuel with turpentine oil 410 ppm, at the lowest CO concentration occurs at 15%, at mixing Pertalite fuel with turpentine oil 2.07% Vol, while for mixing Pertalite fuel with Oil Volatile 3.24% Vol, at CO2 level The lowest mixing occurs at 15% percentage, at mixing Pertalite fuel with turpentine oil 2.05% Vol, while at mixing Pertalite fuel with volatile oil 2, 26% Vol. While at mixing Pertalite fuel with essential oil equal to 490 ppm.The result of this study showed that on mixing the Pertalite fuel with turpentine oil, So based on this study, the ideal fuel for the reduction of exhaust emissions is that on the mixing Pertalite fuel with turpentine oil can further reduce exhaust emissions compares to mixing Pertalite fuel with essential oils.keyword : Gas Emissions, Pertalite, Turpentine Oil, Essential Oil.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG(DIRECT INTRUCTION) BERBASIS MEDIA FLASH PADA MATA PELAJARAN KELISTRIKAN TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TSM DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Sidik Gus Maladi; ., Dr. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T.; ., Nyoman Arya Wigraha, S.T., M.T.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.9876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan hasil belajar antara pembelajaran kelistrikan dengan metode ceramah biasa dan pembelajaran kelistrikan dengan metode pembelajaran langsung dilengkapi media pembelajaran dengan macromedia flash professional 8. Penelitian ini menggunakan rancangan equivalent post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah siswa XI TSM 3 SMK Negeri 3 Singaraja yang mengikuti pelajaran kelistrikan sepeda motor semester genap tahun 2017. Data dianalisis menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 16.00 for window. Hasil analisis deskriptif dan analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa skor aktivitas siswa dengan pembelajaran menggunakan pembelajaran Langsung dengan media flash memiliki rata-rata 17,89 dan standar deviasi sebesar 1,470. Skor aktifitas belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional memiliki rata-rata 16,39 dan standar deviasi sebesar 1,586. Berdasarkan data hasil analisis multivariat dengan bantuan SPSS 16.00 For windows diperoleh nilai F= 73,536 dan sig= 000 .Nilai sig lebih kecil dari 0,05 (p
PENGARUH VARIASI ARUS TERHADAP KEKUATAN IMPACT DAN KEKERASAN MATERIAL ST 37 MENGGUNAKAN PROSES PENGELASN GAS TUNGSTEN ARC WELDING (GTAW) ., Jaeme Martins Kolo; ., I Nyoman Pasek Nugraha, S.T., M.T.; ., Gede Widayana, S.T., M.T.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10398

Abstract

Kekuatan hasil lasan dipengaruhi oleh tegangan busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketangguhan, kekerasan dan pengamatan struktur mikro material ST 37 yang dipengaruhi oleh variasi arus 90 amper, 110 amper dan 130 amper serta penelitian ini dapat memberikan bahan referensi bagi lingkup pendidikan teknik mesin dan sebagai acuan di dunia industri dalam menggunakan variasi arus pada proses pengelasan. Adapun jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Adapun jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas yang berupa variasi arus pengelasan 90 amper, 110 amper dan 130 amper dan variabel terikat berupa sifat mekanik hasil pengelasan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dimana rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 90 amper memperoleh nilai impact 0,481 J/mm2, rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 110 amper memperoleh nilai impact 0,482 J/mm2 dan rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 130 amper memperoleh nilai impact 0,483 J/mm2. Dari hasil penelitian kekerasan vickers pada daerah logam las dengan variasi arus 90 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,98 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 87,44 Kg/mm2, dan variasi arus 130 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 74,93 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah HAZ dengan variasi arus 90 amper memperoleh nila rata-rata sebesar 54,58 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,74 Kg/mm2 dan variasi arus 130 memperoleh nilai rata-rata sebesar 70,61 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah logam induk dengan variasi arus 90 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 59,66 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 89,94 Kg/mm2 dan variasi arus 130 memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,91 Kg/mm2. Berdasarkan dari hasil yang telah didapatkan baik pada hasil ketangguhan impact dan kekerasan logam induk, HAZ dan daerah logam las dimana hasil ketangguhan impact yang lebih baik diperoleh dari memvariasikan arus 130 amper di bandingkan dengan variasi arus 90 amper dan variasi arus 110 amper dan tingkat kekerasan yang lebih baik diperoleh dari memvariasikan arus 110 amper dibandingkan dengan variasi arus 90 amper dan variasi arus 130 amper dari proses pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Kata Kunci : Kata kunci : variasi arus, ketangguhan impact dan Kekerasan, Material ST 37 The strength of the weld is influenced by the arc voltage, the magnitude of the current, the speed of welding, the magnitude of the penetration and the electrical polarity. This study aims to determine the level of toughness, hardness and observation of microstructure ST 37 material influenced by current variations of 90 amperes, 110 amperes and 130 amperes and this study can provide reference materials for the scope of mechanical engineering education and as a reference in the industrial world in using variations Current in the welding process. The type of method used in this study is the experimental method. The types of variables used are independent variables in the form of welding current variations of 90 amperes, 110 amperes and 130 amperes and the dependent variable in the form of mechanical properties of welding. From the results of the research that has been done where the average impact toughness on the variation of 90 amperes current gain value of 0.481 J/mm2, the average impact toughness on the variation of 110 amperes current gain value of 0.482 J/mm2 and the average impact toughness on variation A current of 130 amperes obtains an impact value of 0.483 J/mm2. From the result of research of vickers hardness on weld metal area with variation of 90 amperes current get average value equal to 63,98 Kg/mm2, variation of 110 amperes current get average value equal to 87,44 Kg/mm2, and variation of current of 130 amperes obtain Average value of 74.93 Kg/mm2. Hardness in the HAZ region with a current variation of 90 amperes obtains an average of 54.58 Kg/mm2, a 110 amperes current variation obtains an average value of 80.74 Kg/mm2 and a current variation of 130 obtains an average value of 70,61 Kg/mm2. Hardness in the parent metal region with a current variation of 90 amperes obtains an average value of 59.66 Kg/mm2, a 110 amperes current variation obtains an average value of 89.94 Kg/mm2 and a current variation of 130 obtains an average value of 78,91 Kg/mm2. Based on the results obtained both on impact toughness and hardness of parent metal, HAZ and weld metal areas where better impact toughness results obtained from varying the current of 130 amperes in comparison with the variation of 90 amperes current and 110 amperes current variation and the level of hardness Preferably obtained from varying the 110 ampere current compared to the current variation of 90 amperes and the current variation of 130 amperes of the Tungsten Arc Welding (GTAW) welding process. keyword : Keywords: current variation, impact toughness and Hardness, Material ST 37
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR GAMBAR TEKNIK OTOMOTIF SISWA KELAS X TKRO SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Anak Agung Kade Semara Putra; ., Dr. I Nyoman Pasek Nugraha, S.T., M.T.; ., Dr. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i3.18590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar gambar teknik otomotif siswa kelas X TKRO SMK Negeri 3 Singaraja yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Quantum Teaching dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X TKRO di SMK Negeri 3 Singaraja. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas X TKRO 1 dan siswa kelas X TKRO 2, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 107 siswa dan jumlah sampel 72 orang siswa. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar gambar teknik otomotif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial melalui uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fhitung = 82,088 dan Ftabel = 3,98 (pada taraf signifikan 5%). Hal ini berarti bahwa Fhitung > Ftabel, H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar gambar teknik otomotif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Quantum Teaching dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari rata-rata skor yaitu 26,19 > 16,69. Dengan demikian, model pembelajaran Quantum Teaching berpengaruh terhadap hasil belajar gambar teknik otomotif.Kata Kunci : Pembelajaran Quantum Teaching, hasil belajar This study aims to determine the effect of the Quantum Teaching learning model on the learning outcomes of automotive engineering drawings of class X TKRO Singaraja Vocational High School 3 which is significant between groups of students who are taught with Quantum Teaching learning models and groups of students who are taught by conventional learning models. The population of this study was the tenth grade students of TKRO at Singaraja State Vocational High School 3. The sample of this study was students of class X TKRO 1 and students of class X TKRO 2, which was determined by random sampling technique. The total population in this study was 107 students and a sample of 72 students. The instrument in this study is the test results of learning automotive engineering drawings. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis through ANOVA test. The results showed that Fcount = 82.088 and Ftable = 3.98 (at a significant level of 5%). This means that Fcount> Ftable, H0 is rejected and H1 is accepted so that it can be said that there are differences in the learning outcomes of automotive engineering drawings between groups of students who are taught with Quantum Teaching models and groups of students who are taught with conventional learning models. Viewed from the average score of 26.19> 16.69. Thus, the Quantum Teaching learning model influences the results of learning automotive engineering drawings.keyword : Learning Quantum Teaching, learning outcomes
PENGARUH UKURAN KATUP TERHADAP TORSI DAN DAYA PADA SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA FIT Rahman, Moh Debi; Wigraha, Nyoman Arya; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i3.20283

Abstract

ABSTRAKModifikasi katup bertujuan agar pemasukan campuran bahan bakar dan udara lebih banyak masuk ke ruang bakar sehingga mendapatkan efisiensi volumetrik yang ideal untuk meningkatkan performa mesin kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan ukuran katup standar dan  modifikasi terhadap torsi dan daya pada sepeda motor honda supra fit. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan parameter uji Dynotest. Dari hasil penelitian pengujian torsi yang telah dilakukan dimana pada kondisi katup standar menghasilkan torsi tertinggi pada 5500 RPM sebesar 4,35 N.m, sedangkan daya tertinggi diperoleh pada 7000 RPM sebesar 3,76 Hp. modifikasi menghasilkan torsi tertinggi pada 7500 RPM sebesar 5,24 N.m, sedangkan daya tertinggi diperoleh pada 8000 RPM sebesar 5,73 Hp. Dengan analisa paired sample t-test yaitu membandingkan torsi dan daya pada katup standar dan modifikasi dari hasil yang telah didapatkan dimana hasil yang lebih baik diperoleh pada modifikasiKata kunci : Honda supra fit, katup standar, modifikasi, daya, torsiABSTRACTThe valve modification aims at bringing fuel and air mixture in bigger amount into combustion chamber, so as to achieve the ideal volumetric efficiency to improve engine performance. This study aimed at determining the size to the ratio of standard valves and modification to the torque and power on the Honda Supra Fit motorcycle. In this research the researcher used experimental method by using Dynotest parameter. From the research results, the torque testing has been done where the standard valve condition producing the highest torque at 5500 RPM amounted to 4.35 N.m, while the highest power is obtained at 7000 RPM amounted to 3.76 Hp. The modification produced the highest torque at 7500 RPM of 5.24 N.m, while the highest power was obtained 8000 RPM amounted to 5.73 Hp. The data were analysed through t-test sample paired analysis which was comparing the torque and power on the standard and modified from the results of student were obtained where the better results is demonstrated in modified machine.Keywords: Honda Supra Fit, standard valve, modivied, torque, power
PENGEMBANGAN PENGGERAK SOLAR PANEL DUA SUMBU UNTUK MENINGKATKAN DAYA PADA SOLAR PANEL TIPE POLIKRISTAL -, Wendryanto; Widayana, Gede; Sutaya, I Wayan
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i3.20293

Abstract

ABSTRAK     Prototipe ini didesain agar panel surya mampu senantiasa tegak lurus dengan matahari dengan menggunakan Arduino Nano 3.0 Atmega 328 CH340G sebagai control otomatis, serta komponen lain seperti sensor cahaya (LDR) dan motor DC. Prinsip kerja dari mikrokontroler ini dalam penggerak panel surya 2 sumbu ini yaitu output dari sensor LDR diolah oleh mikrokontroler Arduino Nano 3.0 Atmega 328 CH340G dengan menggunakan bahasa pemrograman. Apabila sensor LDR tidak tegak lurus terhadap matahari, maka akan memiliki nilai tahanan yang berbeda. Jika terjadi perbedaan maka mikrokontroler akan merespon dan menggerakkan motor agar medapat nilai resistansi yang sama. Dari hasil pengujian dengan membandingkan panel surya yang statis, dengan pengerak 1 sumbu dan dengan penggerak 2 sumbu, didapat bahwa panel surya yang dilengkapi dengan penggerak 2 sumbu memiliki daya serap energi matahari yang lebih optimal. Hal ini dibuktikan dengan pengukuran tegangan listrik yang dihasilkan panel surya lebih besar apabila dibandingkan dengan panel surya yang statis maupun yang dengan penggerak 1 sumbu. Dari data yang didapat, terjadi peningkatan tegangan mulai pukul 09.00 dan tegangan maksimal yang didapat terjadi pada pukul 12.00, setelah itu terjadi penurunan tegangan yang dihasilkan. Kata-kata kunci : Arduino Nano 3.0 Atmega 328ch340g, Motor DC, Penggerak Panel Surya 2 Sumbu.ABSTRACTThis prototype is design for has be able to track the position of the sun with using an Arduino Nano 3.0 Atmega 328 CH340G for automatic control, with another component as well as LDR censor, and DC motor. The principle of this microcontroller in solar tracker dual axis is output of LDR censor processed by microcontroller Arduino Nano 3.0 ATmega 328 CH340G with assembly. If the LDR cencor not perpendicular with sun light, so cencor LDR have a deiferification the value of resistance. If that happens, so microcontroller will respond and move the DC motor to get the same value of resistance. Of the test result of compare static solar energy, solar tracker with one axis, and solar tracker with dual axis, be obtained that solar tracking with dual axis have a power to exploit of the sun light is more optimally. This can be proved with measuring of electrical voltage greater than static solar energy as well solar tracker with one axis. From the obtained of data, the increase of electrical voltage start from at 09.00 am and maksimum electrical voltage can be reach from 12.00 am, after that happen decline of electrical voltage. Key Words: Arduino Nano ATmega 328 CH340G, DC Motor, Solar Tracker Dual Axis,
ANALISIS STABILITAS RANCANGAN GANESHA ELECTRIC VEHICLES 1.0 GENERASI 1 BERTRANSMISI CONTINOUS VARIABLE TRANSMISION (CVT) MENGGUNAKAN METODE QUASI STATIS ., I Wayan Adi Sumertama; ., Dr. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T.; ., Kadek Yota Ernanda Aryanto, S.Kom.,M.T
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v4i1.8045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesetabilan kendaraan dengan melakukan pengamatan terhadap batas kecepatan kendaraan yang diijinkan saat berbelok dengan sudut tertentu. Parameter tersebut diukur untuk dapat mengetahui kecepatan kritis dimana kendaraan akan skid dan mengalami rolling speed. Dengan mengetahui kecepatan kritis kendaraan akan membantu pengemudi untuk mengendalikan kecepatan kendaraan pada saat berbelok pada radius belok tertentu. Hasil dari penelitian Analisis Stabilitas Belok Rancangan Kendaraan Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generasi 1 Bertransmisi Continous Variable Transmision (CVT) Dengan Menggunakan Metode Quasi Statis Berbasis Microsoft Visual Studio Dengan Bahasa Pemrograman C# yaitu kendaraan cendrung mempunyai prilaku responsif pada saat berbelok yaitu oversteer pada saat kecepatan konstan dan terjadi skid pada kecepatan 20 km/jam dan rolling speed baru akan terjadi pada kecepatan 30 km/jam dimana; skid depan terjadi pada sudut belok depan (?f) = 420 dengan kecepatan skid depan (Vsf)= 10,9 km/jam,dan kendaraan mengalami rolling speed pada sudut belok depan (af)= 390 dengan kecepatan rolling speed (Vg)= 22,4 km/jam. Kata Kunci : Kata kunci : rolling speed , skid, stabilitas, sudut belok. This study aimed to determine the vehicle stability by observing the speed limit allowable vehicle when turning at an angle . These parameters were measured in order to determine critical speed where the vehicle will skid and experience rolling speed.By knowing the critical speed of the vehicle will help the driver to control the vehicle's speed at the time to turn at certain turning radius. The results of the study Stability Analysis Turn draft Vehicles Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generation 1 transmission Continuous Variable Transmission (CVT) Method Using Quasi Static-based Microsoft Visual Studio with programming language C # that vehicle tends to have behavioral responsiveness during turns that oversteer during constant speed and skid occurs at a speed of 20 km / h and the rolling speed will occur at a speed of 30 km / h where; front skid occurred on a front turn angle (?f) = 420 with front skid speed (Vsf) = 10.9 km / h, and the vehicle is rolling speed at the next turn angle (af) = 390 with a speed of rolling speed (Vg) = 22 , 4 km / h. keyword : Keywords : angle of turn , rolling speed, skid,stability.
PENGEMBANGAN ALTERNATOR GANESHA ELECTRIC VEHICLES 1.0 GENERASI I ., I Made Rudi Andika Putra; ., Nyoman Arya Wigraha, S.T., M.T.; ., Dr. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Bagaimana rancangan alternator pada rangkaian kelistrikan Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generasi I (2) Berapakah tegangan alternator yang dihasilkan kendaraan Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generasi I. Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut dimana suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah Ganesha Electric Vechiles 1.0 Generasi I. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan melakukan beberapa pengujian dengan menggunakan tachometer digital untuk mendapatkan rpm , setelah data rpm didapat kemudian dilakukan proses pengukuran dengan menggunakan ampere meter dan apometer digital. Jadi hasil dari pengukuran menggunakan sudut primary pulley 14 ? dengan menggunakan perbandingan roller 12 gram didapatkan tegangan pengisian 4.9 volt, tegangan lampu 3.6 volt, amper pengisian dan ampere lampu didapatkan 2 amper pada 4500 rpm. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin berat roller yang digunakan semakin meningkat pula tegangan yang dihasilkan pada setiap peningkatan rmp sepeda motor. Kata Kunci : Alternator, Ganesha Electric Vehicles 1.0 dan Tegangan This study aimed to (1) How to design the alternator on the electrical circuit Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generation I (2) What is the alternator voltage generated Ganesha vehicle Electric Vehicles 1.0 Generation I. Method used in this reseach was Research and Development. Research and Development is a research method that is used to produce a particular product, and test the effectiveness of these products in which a process or steps to develop a new product, or enhance existing products, which can be accounted for. In this study, the research subject was Ganesha Electric vechiles 1.0 Generation I. The data of this study were collected by doing some testing using a digital tachometer to get rpm, after the rpm data obtained and then do the measurement process by using digital ampere meter and apometer. The result of the measurement using the angle of the primary pulley 14 ? using comparative roller 12 gram obtained 4.9 volt charging voltage, lamp voltage 3.6 volt, ampere charging and ampere charging lamp obtained 2 amperes at 4500 rpm. It can be concluded that the heavy roller is used also increase the voltage generated on any increase in rpm motorcycle. keyword : Alternator, Ganesha Electric Vehicles 1.0 and Voltage
ANALISA KEKUATAN IMPACT DAN MODEL PATAHAN KOMPOSIT POLYESTER-SERAT ECENG GONDOK DI TINJAU DARI TIPE PENYUSUNAN SERAT ., Dodik Aprilia; ., I Nyoman Pasek Nugraha, S.T., M.T.; ., Dr. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11412

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui orientasi serat yang terbaik yang dapat digunakan sebagai komposit matrik polyester berpenguat serat eceng gondok. Sifat mekanik yang dimaksud adalah kekuatan impact dan foto patahan mikro permukaan dan standar ukuran specimen sesuai ASTM D6110-4. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous, discontinuous, dan hybride.selanjutnya akan dianalisis menggunakan anava Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai impact tertinggi ada pada orientasi serat hybride yaitu 2.441,25 J/m3 , sedangkan kekuatan impact terendah pada orientasi serat continous yaitu 1.085,002 J/m3. Berdasarkan dari uji Scheffe yang sudah didapat, bahwa terdapat perbedaan kekuatan impak komposit polyester berpenguat serat alam eceng gondok antara orientasi serat continuous dengan discontinuous dengan nilai 12,86 orientasi serat continuous dengan hybride dengan nilai 24,03 dan orientasi serat discontinuous dengan hybride dengan nilai 11,02 .Kata Kunci : Kata kunci :orientasi serat, impak, model patahan.komposit,polyester This research was conducted to find out the best fiber orientation that can be used as a fiber-reinforced polyester composite of water hyacinth. The mechanical properties in question are the impact strength and photo surface micro-fracture and standard sized specimens according to ASTM D6110-04. This research is a research of experimental method with dependent variable of impact strength, and independent variable that is continuous fiber orientation, discontinuous, and hybride. Then will be analyzed using anava From the research, it is known that the highest impact is on the orientation of the fiber hybride is 2,441,25 J / m3, while the lowest impact strength on continuous fiber orientation is 1,085,002 J / m3.Based on the further test Scheffe has been obtained, that there is a difference of impact strength of polyester composite fiber-made natural hyacinth between continuous fiber orientation with discontinuous with value 12,86 continuous fiber orientation with hybride with value 24,03 and orientation fiber discontinuous with hybride with value 11,0.keyword : Keywords: fiber orientation, impact, fracture model.composite, polyester