cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmad.yani@bakrie.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijsr@bakrie.ac.id
Editorial Address
LPkM - Kampus Universitas Bakrie, Jl. H.R Rasuna Said Kav C-22,Kuningan, Jakarta Selatan - 12920 Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal for Social Responsibility
Published by Universitas Bakrie
ISSN : -     EISSN : 26853833     DOI : https://doi.org/10.36782/ijsr
Indonesian Journal of Social Responsibility (IJSR) e-ISSN 2685-3833 is an Open Access Journal that publishes scientific articles of community service research and policy analysis focuses on the fields of (1) community services, empowerment and entrepreneurships; (2) application of science and technology for sustainable development; (3) social, political, and economic Issues; (4) sustainable governance and public policy; (5) information and communication strategy published by Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Bakrie. IJSR publishes 2 times in a year every June (Submission deadline April 30th) and December (Submission deadline October 30th)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
PELATIHAN MANEJEMEN KOMUNIKASI MEREK KEPADA PELAKU USAHA DALAM MENDUKUNG CITY BRANDING CIREBON Suharyanti, Suharyanti; Hanathasia, Mirana; Fortunisa , Ananda
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.14

Abstract

Pada 2017 Pemerintah mentargetkan sebanyak 8 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia sudah berjualan online pada 2019.  Untuk mewujudkan hal tersebut berbagai pelatihan digital diberikan kepada para pelaku UMKM di Indonesia. Salah satunya kepada pelaku UMKM di Kota Cirebon, Jawa Barat. Terdapat sekitar 1698 pelaku UMKM di Kota Cirebon. Jika dulu pelaku UMKM di Kota Cirebon banyak yang menjajakan produk yang dikaitkan dengan ciri khas kotanya sebagai Kota Udang seperti kerupuk udang, terasi, dan juga batik  dan lukisan kaca khas Cirebon, kini muncul pelaku UMKM yang mengembangkan produk-produk baru yang kedepannya mungkin bisa menjadi ciri khas Kota Cirebon yaitu bawang goreng, relief logam, sabun, dan sebagainya. Namun permasalahannya banyak para pelaku UMKM yang kurang paham menyusun strategi komunikasi pemasaran.  Untuk dapat mengembangkan usaha pelaku UMKM kota Cirebon, perlu dilakukan pelatihan manejemen komunikasi merek seperti pemilihan tema yang menarik untuk dikomunikasi melalui kemasan produk ataupun media promosi online dan membuat simulasi strategi perencanaan media online untuk mempromosikan produk. Dengan komunikasi yang tepat tidak hanya dapat mengkomunikasikan produk kepada konsumen namun juga dapat mendukung city branding Kota Cirebon.
PENDAMPINGAN REMAJA DI KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI PELESTARIAN BUDAYA Murtanti Putri, Dianingtyas; Jamilah Mihardja, Eli; Mulyasari Agustini, Prima
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.13

Abstract

Masuknya era 4.0 sekarang ini atau dikenal sebagai era disrupsi yang mengharuskan beragam aspek untuk maju dan dapat mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Dibutuhkan inovasi, problem solving, dan kreatif untuk menghadapi era disrupsi ini. Salah satu aspeknya adalah promosi kebudayaan Indonesia sebagai identitas diri bangsa yang masih terbatas menggunakan beragam media konvensional, dimana harus segera dirubah. Media jejaring sosial merupakan sarana yang efektif untuk mempromosikan beragam budaya nusantara, pengguna muda mendominasi pengguna internet di Indonesia, terutama media jejaring sosial. Pada program pengabdian masyarakat kali ini, memberikan pemahaman berupa penyuluhan secara mendalam mengenai identitas dan pelestarian nilai budaya lokal, dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan media sosial, khususnya Instagram untuk meningkatkan kesadaran remaja milenial dan Gen Z akan pelestarian budaya lokal yang mereka miliki. Adanya pelatihan dan penyuluhan penggunaan media sosial sebagai pelestarian budaya lokal yakni Kuningan, Jawa Barat melalui promosi budaya lokal dengan Instagram sebagai medianya, diharapkan setelah mengikuti pelatihan mereka mampu mengimplementasikan Instagram sebagai sarana promosi budaya lokal Kuningan.
PRAKARYA MEMBUAT MAINAN ANTI KORUPSI Ihsan, Mohammad; Prasetya Gunawan , Irwan; Hatta, Holila
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.12

Abstract

Studi ini berdasarkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh Tim PKM Universitas Bakrie yang dilaksanakan pada Sabtu, 5 Januari 2019 di Desa Kaliurang, Yogyakarta. Peserta kegiatan adalah anak-anak usia sekolah dasar, dan materi yang diberikan untuk mereka berupa pengetahuan mengenai budaya anti korupsi melalui dua rangkaian kegiatan: 1) pembuatan prakarya berbagai macam model mainan/perangkat; dan 2) kegiatan game anti korupsi dengan menggunakan mainan/maket yang telah dibuat. Semua ini dilakukan agar peserta pelatihan yang kesemuannya terdiri atas anak usia sekolah dasar mendapatkan suasana yang menyenangkan agar bisa menerima materi pembelajaran dengan baik. Melalui pengalaman berinteraksi dengan orang lain, anak akan belajar memahami tentang kegiatan atau perilaku mana yang baik/boleh/diterima/disetujui atau buruk/tidak boleh/ditolak/tidak disetujui. Diharapkan bahwa dengan model pembelajaran yang baik dan tepat, akan terbentuk moral generasi penerus bangsa yang anti korupsi, berperilaku baik, dan jujur.
PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK IBU-IBU PKK DI PERUMAHAN RENY JAYA RT 04 RW 07 KELURAHAN PONDOK PETIR KECAMATAN BOJONG SARI DEPOK Madonna, Sandra; Nursetyowati, Prismita; Hermiyetti
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.11

Abstract

Kelurahan Pondok Petir merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk paling besar di Kecamatan Bojongsari, Depok. Penggunaan lahan terbesar di Kelurahan ini adalah untuk perumahan. Perumahan Reny Jaya salah satu perumahan terbesar di Pondok Petir. Besarnya jumlah penduduk dan keanekaragaman aktivitas ini berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan permasalahan sampah. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga mendominasi timbulan sampah di Indonesia. Timbulan sampah organik di Kelurahan Pondok Petir berpotensi untuk dikelola dengan baik. Metode Komposting menggunakan keranjang Takakura dan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun sangat tepat diperkenalkan sebagai teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah organik yang berasal dari rumah tangga. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah partisipasi masyarakat yang masih kurang terarah dan terorganisir secara baik, masih minimnya kepudilan masyarakat terhadap permasalahan sampah. Adanya potensi sampah rumah tangga untuk diolah bahkan dapat bernilai ekonomi, namun belum maksimal diterapkan karena masih kurangnya motivasi dan wawasan masyarakat dalam mengelola sampah. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah telah dilakukan, dihadiri oleh 16 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga di RT 04 RW 07 Kelurahan Pondok Petir, Depok. Dengan metode penyampaian secara presentasi, praktik pembuatan komposter Takakura, pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah, serta diskusi dan tanya jawab. Pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat di Kelurahan Pondok Petir dalam mengelola sampah mereka, dan dapat mensosialisasikan serta memotivasi rumah tangga lain di sekitar sehingga dapat menjadi salah satu contoh kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah.
PROGRAM REBRANDING PRODUK LOKAL UNGGULAN YANG BERORIENTASI EKSPORT DI INDONESIA SEBAGAI UPAYA STRATEGI MARKETING PADA PASAR GLOBAL Fortunisa, Ananda
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 01 (2019): June 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i01.9

Abstract

Pengembangan merek (rebranding) yaitu strategi pemasaran dengan cara memperbaharui atau pun merubah total nama, tagline, simbol, desain yang diciptakan untuk merek dengan tujuan pengembangan dan pembaharuan di benak konsumen, investor dan pesaing. Rebranding adalah suatu upaya atau usaha yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga untuk merubah total atau memperbaharui sebuah merek yang telah ada agar menjadi lebih baik, dengan tidak mengabaikan tujuan awal perusahaan yaitu berorientasi profit. Manfaat rebranding, Larslong (2004) dalam Liminto (2010:37) adalah branding bukan hanya sekedar desain dari sebuah logo perusahaan. Branding merupakan sebuah hubungan antara konsumen dan perusahaan, antara konsumen dan produk atau antara konsumen dan jasa. Kegiatan ini mempunyai maksud meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui penguatan dan pengembangan merek agar lebih marketable dan mampu meningkatkan citra serta kepercayaan terhadap produk Indonesia di pasar Internasional. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan akan pentingnya pengembangan merek sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing dan nilai jual suatu produk, serta memfasilitasi pelaku usaha membangun mereknya dalam bentuk penataan indentitas merek (logo), aplikasinya dalam bentuk materi promosi dan kemasan produk. Lokasi kegiatan di 6 kota, Bandar Lampung, Ambon, Jogyakarta, Pekalongan, Sukabumi, dan Bandung dilakukan pada semester kedua tahun 2018.
KOMPOSTER MANDIRI SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN BANK SAMPAH RW 01 DI KELURAHAN CISALAK DEPOK, JAWA BARAT Fairus, Sirin; Diah Novianti, Mirsa; Nursetyowati, Prismitha; Azizi, Aqil
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 01 (2019): June 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i01.8

Abstract

Pengelolaan sampah mutlak diperlukan mengingat dampak buruknya bagi kesehatan dan lingkungan. Sampah menjadi tempat berkembangbiaknya organisme penyebab dan pembawa penyakit. Sampah juga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Upaya pertama dalam pengelolaan sampah secara terpadu adalah pemilahan yang dilakukan mulai dari sumber penghasil sampah, baik dari rumah tangga, pasar, industri, fasilitas umum, daerah komersial dan sumber lainnya. Sampah sebetulnya memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Sampah dapat diolah menjadi energi baru dalam berbagai bentuk, misalnya, kertas daur ulang atau pupuk kompos. Untuk itu, perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan, pembatasan timbulan sampah, tata cara pemilahan dan penanganan sampah sejak di rumah serta teknik pengolahan sampah sederhana seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Kegiatan reduce, reuse, dan recycle (3R) atau batasi sampah, guna ulang sampah dan daur ulang sampah adalah segala aktivitas yang mampu mengurangi segala sesuatu yang dapat  menimbulkan sampah, kegiatan penggunaan kembali sampah yang layak pakai untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain, dan kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru. Pengelola bank sampah, yang merupakan penggerak sosial, menjadi salah satu ujung tombak dalam penanangan masalah sampah di masyarakat. harus bisa menjadi penggerak sosial. Tujuan kegiatan adalah mengedukasi warga mengenai penerapan konsep 3R melalui workshop penanganan sampah sejak dari rumah dan peningkatan keanggotaan bank sampah dan mensosialisasikan pemanfaatan ?Komposter Mandiri? yang diterapkan pada para anggota komunitas bank sampah. Lokasi kegiatan di salah satu RW di daerah Depok, yakni RW 01, Kelurahan Cisalak.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI BIOPORI UNTUK PEMBUANGAN SAMPAH ORGANIK DAN PENCEGAHAN BANJIR DI KELURAHAN MENTENG ATAS Adidarma, Wijaya; Susanto, Tri; Surya Irawan, Diki
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 01 (2019): June 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i01.7

Abstract

Banjir yang melanda sebagian wilayah di Jakarta dewasa ini, akibat kelalaian manusia dalam memperhatikan lingkungan. Kurangnya kepedulian untuk menjaga lingkungan menjadi hal utama penyebab banjir. Kegiatan manusia dengan membangun gedung atau fasilitas lain tanpa memperhitungkan area lahan terbuka mengakibatkan area resapan air hujan semakin berkurang. Demikan juga pembuangan sampah di aliran sungai atau selokan yang tidak pada tempatnya, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar yang pada akhirnya mengakibatkan luapan air. Oleh karena itu, dibutuhkan pembuatan lubang resapan biopori (LRB) dimana bahan utamanya adalah sampah organik. LRB berfungsi untuk meresapkan air ke dalam tanah dan sampah organik yang ditanam dalam lubang dapat digunakan untuk membuat kompos. LRB tidak membutuhkan area yang luas dan proses pembuatannya sangat mudah, hal ini tentu menjadi solusi yang tepat untuk wilayah dengan lahan terbuka yang sempit. Akan tetapi, teknologi tepat guna ini harus disertai dengan kepedulian masyarakat untuk mau memilah sampah dan merawat LRB. Kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian alam menjadi kunci utama penanggulangan banjir.
PELATIHAN PRODUKSI DODOL BERBASIS NANGKA DI DESA TRITIS YOGYAKARTA Cempaka, Laras; Asiah, Nurul
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 01 (2019): June 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i01.6

Abstract

Desa Tritis, Purwobinangun, Pakem, Sleman merupakan salah satu desa di kota Yogyakarta yang memiliki tingkat perekonomian menengah kebawah. Desa tersebut memiliki potensi hasil kebun berupa buah nangka yang cukup melimpah, namun dengan harga jual yang sangat murah. Dodol nangka merupakan salah satu produk pangan olahan yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomis buah nangka. Pada program pengabdian masyarakat kali ini, masyarakat diberi pelatihan pengembangan produk dodol nangka yang diberi inovasi dengan penambahan kacang sebagai isian dan dengan membuat desain kemasan yang berbeda dengan produk dodol yang umum beredar dipasaran. Adanya pelatihan olahan pangan berbasis nangka dan inovasi pengembangan produknya, diharapkan mampu memberdayakan potensi sumberdaya dan masyarakat Desa Tritis. Lebih jauh, produk ini diharapkan mampu menjadi salah satu produk pangan oleh oleh khas Yogyakarta, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian warga.
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN METODA KERANJANG TAKAKURA DI KELURAHAN PANCORAN Madonna, Sandra; Nursetyowati, Prismita
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 01 (2019): June 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i01.5

Abstract

Kelurahan Pancoran merupakan salah satu lokasi padat penduduk di Jakarta selatan. Besarnya jumlah penduduk dan keanekaragaman aktivitas di Kelurahan Pancoran berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan permasalahan dari timbulan sampah. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga mendominasi timbulan sampah di Indonesia. Timbulan sampah organik di kelurahan Pancoran berpotensi untuk dikelola dengan baik. Metode Komposting menggunakan keranjang Takakura sangat tepat diperkenalkan sebagai teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah organik. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah partisipasi masyarakat yang masih kurang terarah dan terorganisir secara baik, masih minimnya kepudilan masyarakat terhadap permasalahan sampah. Adanya potensi sampah rumah tangga untuk diolah bahkan dapat bernilai ekonomi, namun belum maksimal diterapkan karena masih kurangnya motivasi dan wawasan masyarakat dalam mengelola sampah. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan sampah di kelurahan Pancoran telah dilakukan yang dihadiri oleh 20 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dari beberapa perwakilan RT di RW 04 kelurahan Pancoran Jakarta Selatan. Dengan metode penyampaian secara presentasi, praktik pembuatan keranjang Takakura, diskusi dan tanya jawab.  Pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga menggunakan keranjang Takakura diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat di Kelurahan Pancoran dalam mengelola sampah mereka, dan dapat mensosialisasikan serta memotivasi rumah tangga lain di sekitar sehingga dapat menjadi salah satu contoh kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah.
PEMETAAN PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN PAGELARAN HEMAN KA BUDAK DALAM PENINGKATAN KEBANGGAAN BUDAYA SUNDA Hanathasia, Mirana; Suharyanti; Kurnia, Ari
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.10

Abstract

Pelestarian kebudayaan lokal dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah pertunjukan seni. Melalui pagelaran Heman ka Budak yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Pendidikan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menghasilkan sejumlah kegiatan bertema seni dan budaya yang rutin dilakukan setiap minggunya di acara Car Free Day. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan kebanggaan Budaya Sunda oleh masyarakat khususnya remaja dan dukungan dari banyak pihak dalam melestarikan kebudaya lokal. Dalam menghadapi permasalahan kurangnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan budaya lokal, sejumlah evaluasi dilakukan salah satunya adalah melalui teknik Focus Group Discussion (FGD), yang dilakukan bersama kepala Disdikbud dan sejumlah seniman yang kerap mengikuti kegiatan Heman ka Budak. Dalam FGD tersebut, kegiatan mingguan Heman ka Budak mengahdapi sejumlah kendala dalam tujuan melesatariakn budaya Sunda ini. Selain belum mendapatkan dana untuk mendukung kegiatan, seperti uang transport para pengisi acara, konsumsi, dan biaya teknis lainnya, penggunaan media massa sebagai sarana promosi dan informasi juga hanya menggunakan media sosial Facebook dan Instagram. Tidak ada keterlibatan media massa lokal maupun nasional juga sponsor berupa pendanaan atau pun produk, sehingga kegiatan pelestarian budaya lokal ini belum menjadi perhatian publik secara massa, hanya bermain di lingkungan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Keterlibatan remaja dalam kegiatan ini hanya sebagai pengisi acara, tidak sejauh mereka melakukan promosi dan publikasi sebagai wujud kebanggan terhadap kesian budaya lokal.

Page 1 of 2 | Total Record : 20