cover
Contact Name
Erwin Padli
Contact Email
erwinpadli@uinmataram.ac.id
Phone
+6281997667000
Journal Mail Official
jurnal.keislaman@uinmataram.ac.id
Editorial Address
https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/jpk/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keislaman
ISSN : 18296491     EISSN : 25809652     DOI : https://doi.org/10.20414/jpk.v15i2.1623
JPK: Jurnal Penelitian Keislaman (p-ISSN 2580-9652, e-ISSN 1829-6491) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang dikelola dan diterbitkan Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmuah Universitas Islam Negeri (UIN ) Mataram. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform jurnal akses terbuka yang menerbitkan dan menyebarkan gagasan kajian dan penelitian Islam. Fokusnya adalah mempublikasikan kajian dan penelitian asli (penelitian kualitatif, penelitian tindakan kelas, penelitian pengembangan/desain), analisis perpustakaan, dan book review tentang kajian Islam. Ruang lingkup (scope) kajian JPK meliputi: Studi Doktrin Islam Pemikiran Islam Hukum Islam Pendidikan Islam Sosial Keislaman
Articles 49 Documents
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA SANTRI DALAM MEWUJUDKAN MUTU LULUSAN DI MA DAKWAH ISLAMIYAH PUTRI KEDIRI LOMBOK BARAT Sulhan, Ahmad
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 14 No 2 (2018): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.084 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v14i2.488

Abstract

Pendidikan bermutu dihasilkan oleh proses yang bermutu melalui pembentukan/  pengembangan nilai-nilai karakter yang diinternalisasikan menjadi pribadi yang unggul sebagai mutu lulusan yang berkarakter unggul melalui manajemen pendidikan karakter berbasis budaya santri. Dalam kajian ini, konsep mutu pendidikan yang berkarakter berbasis budaya santri adalah mutu pendidikan berkarakter akademik excellent dan religius awareness, yang menggunakan prinsip keterpaduan moral knowing, moral feeling dan moral action melalui pendekatan keteladanan dan pendekatan sistem. Model perencanaan pendidikan karakter berbasis budaya santri dilandasi model yang sistemik-integratif antara peraturan (nidz?m) madrasah dan pondok, model pelaksanaannya menggunakan habitualisasi (pembiasaan), personifikasi, model keteladanan perilaku seseorang (role model), pengintegrasian kegiatan dan program ekstrakurikuler, intra dan ko-kurikuler dan pembentukan lingkungan (bi?ah) yang kondusif. Model pengawasan menggunakan manajemen kontrol internal dan eksternal. Implikasinya bagi kebijakan madrasah berupa kurikulum berbasis karakter, perangkat peraturan proses pembiasaan dan target yang dicapai; sistem manajemen pendidikan karakter yang sistemik-integratif; mutu lulusan yang berkarakter akademik excellent dan religius awareness: memiliki kesadaran mewujudkan nilai-nilai karakter mutu: beriman dan taqwa, mencintai ilmu pengetahuan, beramal shaleh, percaya diri, berbudi pekerti yang luhur, dan berkontribusi bagi masyarakat, sesuai harapan, kepuasan, kebanggaan dan kepercayaan masyarakat.
IMPLEMENTASI PROGRAM IMTAQ DALAM MENUNJANG PEMBELAJARAN RUMPUN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI MADRASAH SWASTA LOMBOK BARAT (STUDI KASUS DI MI NURUL KARIM NW KEBON AYU GERUNG) Fattah, Abdul
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 14 No 2 (2018): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.347 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v14i2.489

Abstract

Penelitian ini dilatari oleh permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program imtaq di MI NW Nurul Karim Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat di antaranya adalah: (1). Tidak maksimalnya perhatian khusus siswa dalam mengikuti pelaksanaan program imtaq, (2). siswa tidak terfokus mengikuti kegiatan imtaq, (3). masih ada siswa yang main-main, ngobrol dan lain sebagainya. Di satu sisi bahwa program imtaq di MI ini tidak hanya dilaksanakan pada jam formal pada hari Jum?at pagi misalnya, namun juga diperluas waktunya pada waktu lain di luar jam Sekolah/Madrasah/ madrasah formal, seperti melaksanakan ?Acara Hiziban NW? rutin setiap minggu. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah di atas adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif. Pendekatan kualitatif deskriptif yaitu suatu  prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa data tertulis atau bisa dari orang-orang dan pelaku yang diamati. Dengan adanya program imtaq yang dilaksanakan secara rutin tersebut, telah membawa hasil dengan terjadinya perubahan yang signifikan pada anak didik di MI Nurul Karim NW Kebon Ayu Gerung Kabupaten Lombok Barat. Perubahan-perubahan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang ditandai dengan tertanamnya kebiasaan-kebiasaan berbuat baik anak didik di lingkungan Madrasah maupun di luar lingkungan Madrasah.
IMPLEMENTASI FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (STUDI KASUS PENGELOLAAN MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAHUL MUTA’ALLIM PAGUTAN) Maujud, Fathul
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 14 No 1 (2018): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.962 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v14i1.490

Abstract

Keberhasilan lembaga pendidikan Islam (madrasah) dalam menyelenggarakan pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen secara profesional. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islahul Muta?allim Pagutan Kota Mataram. Untuk mendapatkan data, teknik yang digunakan yaitu observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperolah analisis dengan model interaktif seperti yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1994). Kesimpulan penelitian ini, bahwa dalam pengelolaan MI Ishlahul Muta?allim mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen antara lain fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan. Fungsi perencanaan dimulai dengan mekanisme penentuan arah dan tujuan yang hendak dicapai dengan melibatkan ketua yayasan, kepala sekolah, guru, dan komite. Fungsi pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab kepada seluruh civitas madrasah melalui rapat pembagian tugas sebelum tahun ajaran baru dilaksanakan.  Fungsi pengawasan dilakukan dengan mengontrol kuantitas dan kualitas kerja personil melalui supervisi kelas, rapat kerja guru dan kepala madrasah, serta audit penggunaan anggaran dilakukan melalui rapat bersama komite madrasah.  Title: The Implementation of Management Functions at Islamic Education Institutions (Case Study of Islahul Muta?allim Islamic Elementary School [MI] Management of Pagutan) Abstract: The objectives of this research are to describe and analyze the implementation of management functions in the management of Islahul Muta?allim Islamic Elementary School of Pagutan in Mataram city. To find the data, researcher used the data collection techniques namely: participant observation, in-depth interviews, and documentation. While for data analysis, researcher used data analysis techniques of interactive model developed by Miles and Huberman (1994). The conclusion of this research are; 1) Implementation of the planning function in the management of Islahul Muta?allim Islamic Elementary School is carried out with a mechanism of determination of the directions and objectives to be achieved by the school (madrasah), namely by determining the vision, mission and planned activities in the management of school (madrasah). The people involved in the planning of the school management program are the head of foundation, principal, teachers, and committees. 2) The implementation of the organizing function in the management of Islahul Muta?allim Islamic Elementary School is carried out with a mechanism of the distribution of jobs and responsibilities to the entire school civitas academica through the job sharing meeting for the all teachers and employees before the new school academic year is started. The facilities and equipments needed in the implementation of job are prepared by the school to support the school activities. Whereas for the determination of work methods and procedures, it is carried out based on the family system with the aim that all activities carried out are not neglected when there is a teacher who cannot fulfill the obligation for certain reasons. 3) The implementation of the supervisory function in the management of Islahul Muta?allim Islamic Elementary School is done by controlling the quantity and quality of personnel work, namely by conducting class supervision. For the investigation technique of the work relevance with school planning, it is done by discussing together to the problems which are considered heavy on the programs which have been undertaken and discussing problems through teacher and principal work meetings. While the budget use audit is carried out by prioritizing kinship carried out through joint meetings of school committee.
EKSISTENSI QUR’ANIC CENTRE DAN ESPEKTASI SEBAGAI LOKOMOTIF LIVING QUR’AN DI UIN MATARAM Suriani, Erma
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 14 No 1 (2018): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.717 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v14i1.491

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan: 1) peran-peran Living Qur?an yang sudah dilakukan Qur?anic Centre (QC) di UIN Mataram, dan 2) efektivitas dari peran-peran living Qur?an  yang sudah dilakukan QC UIN Mataram. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan di QC UIN Mataram. Temuan ini menunjukkan bahwa: 1) bentuk-bentuk kegiatan Living Qur?an yang dikembangkan QC UIN Mataram ada yang berorientasi pada pembudayaan al-Qur?an untuk level mahasiswa, dalam bentuk Hifzhil Qur?an, Qira?ah dan Tilawah. Untuk para tenaga pengajar atau dosen dilakukan dalam bentuk kajian yang lebih intensif, tematik dan kontekstual sesuai dengan wacana kekinian yang sedang berkembang, menjalin networking dengan berbagai pihak yang tidak mengikat, melakukan penelitian yang lebih useable dengan lahirnya dua metode yang menjadi kebanggan UIN, yaitu lahirnya metode Kun Fayakun dan At-Tikrar. 2) Evektifitas dari kegiatan Living Qur?an yang dilakukan oleh QC berdampak terhadap semaraknya budaya al-Qur?an mahasiswa, yaitu semangat kecintaan terhadap kalamullah, budaya literasi al-Qur?an yang semakin kuat di kalangan mahasiswa, kajian yang lebih realistis dengan mengangkat tema-tema yang aktual. Keterlibatan semua pihak dalam semua kegiatan living qur?an yang dilaksanakan oleh QC mendekatkan semua pihak untuk ambil bagian dalam menumbuhkembangkan budaya qur?ani di kalangan civitas akademika UIN Mataram. Living Qur?an yang digayungi oleh qur?anic centre menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kebijakan besar UIN Mataram. Title: The Existence of Qur'anic Center and Expectation as a Locomotive of Living Qur'an at UIN Mataram Abstract: The objectives of this research are: 1) To find out how the description of the living Qur'an roles which have been carried out by the Qur'anic Center (QC) at UIN Mataram are and 2) To find out how the effectiveness of the living Qur'an roles which have been carried out by QC UIN Mataram are. The results of this research showed that: 1) The forms of living quran activities developed by QC UIN Mataram are oriented to the civilizing of Qur'an for the student level, which is still in the form of Hifzhil Quran (memorizing), Qira'ah and Tilawah. This method is taken as a commitment of qur?anic civilizing among students. For the teaching staff or lecturers, it is carried out in the form of more intensive, thematic and contextual studies in accordance with the current developing discourse. For development activities, QC revives the Qur'an by establishing networking with various parties which are not binding. Furthermore, more useable research with the birth of two methods becomes pride of UIN, namely the Kun Fayakun and At-Tikrar methods. 2) The effectiveness of living qur'an activities carried out by the Qur'anic Center has an impact on the lively culture of the students? Qur'an, namely the spirit of love for words of Allah (kalamullah), the stronger literary culture of the Qur'an among students, more realistic studies by taking the actual themes. The involvements of all parties in all living quran activities carried out by QC bring all parties closer to take part in developing Qur?anic culture in the academic community of UIN Mataram. Living qur?an which is shaded by Qur'anic Centre becomes an inseparable part of the great policy of UIN Mataram.
PEMBELAJARAN KITAB KUNING PADA PONDOK PESANTREN KHUSUS AL-HALIMY DESA SESELA KABUPATEN LOMBOK BARAT Ar Rasikh, Ar Rasikh
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 14 No 1 (2018): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.052 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v14i1.492

Abstract

Kitab kuning merupakan faktor penting yang menjadi karakteristik Pondok Pesantren (Ponpes). Artikel ini membahas pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Khusus Ponpes Al-Halimy Sesela. Pembahasan difokuskan pada metode dan penerapannya dalam pembelajaran, serta teknik penilaian setelah pelakasanaan pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Khusus Al-Halimy Sesela menerapkan beberapa metode yang lazimnya digunakan di pondok-pondok Salaf, menggunakan metode klasik, yaitu metode sorogan, bandongan, wetonan, halaqoh, diskusi, demonstrasi, dan tanya jawab. Penerapan metode-metode dalam pembelajaran kitab kuning didasarkan kesesuaian metode yang akan digunakan dengan mata pelajaran yang akan diajarkan. Keberhasilan suatu metode yang diterapkan dalam pembelajaran kitab kuning di Pondok Khusus Al-Halimy Sesela diukur dengan menggunakan beberapa cara di antaranya adalah dengan menguji secara langsung. Hendaknya tradisi pesantren Salaf tetap dapat dipertahankan dan selanjutnya memasukkan tradisi pesantren khalaf yang lebih baik, pemilihan metode yang tepat guna supaya memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan pesantren sehingga akan muncul lulusan-lulusan yang betul-betul tafaqquh fi al-din. Title: Learning of Kitab Kuning ?Yellow Book? at Special Al-Halimy Islamic Boarding School In Sesela Village of West Lombok Regency Abstract: The yellow book is an important factor which becomes characteristic of Islamic Boarding Schools. The results of the preliminary research showed that the Special Al-Halimy Islamic Boarding School of Sesela only studies classical books or yellow books which are not included in the governmental curriculum. The focuses of the study in this research included: First, it is related to the method used in yellow book learning; Second, it is related to how the application of learning methods is; Third, it is related to how the assessment after the implementation of yellow book learning takes place. The research design used descriptive qualitative. Then the results of the research showed that 1) special Al-Halimy Islamic Boarding School of Sesela applies several methods commonly used in Salaf Islamic Boarding Schools which teach yellow books, such as sorogan (individual), wetonan (group), and discussion methods. In addition, the types of methods used still use classical methods, namely the sorogan, bandongan, wetonan, and halaqoh methods, and also there are discussion, demonstration and question and answer methods, 2). The application of methods in yellow book learning is based on the suitability of method to be used with the subjects to be taught. 3). To find out the success level of a method applied in the yellow book learning at special Al-Halimy Islamic Boarding School of Sesela is by using several methods including testing directly. The final advice is given to the head of the Special Islamic Boarding School in order to maintain the tradition of the salaf Islamic Boarding School and incorporate the tradition of a better Khalaf Islamic Boarding School in order to give a positive impact on the progress of Islamic Boarding School education so that the graduates who truly understand the religion (tafaqquh fi al-din) will emerge and for  the teachers of special Al-Halimy Islamic Boarding School of Sesela, they have to be able to choose the right learning method and be able to see what the students need in joining the learning so that the learning objectives can be achieved.
IDENTITAS ORANG SASAK: STUDI EPISTEMOLOGIS TERHADAP MEKANISME PRODUKSI PENGETAHUAN MASYARAKAT SUKU SASAK Wahyudin, Dedy
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 14 No 1 (2018): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.286 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v14i1.493

Abstract

Artikel ini hendak menjawab dua persoalan krusial terkait identitas orang Sasak: pertama, apakah inti identitas orang Sasak sekaligus unsur-unsur pembentuknya; kedua, bagaimana mekanisme pengetahuan dan perilaku pada masyarakat Sasak. Jawaban dari dua soal ini sangat penting sebagai pijakan suku bangsa Sasak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif berjenis penelitian fenomenologis. Penelitian jenis fenomenologis paling cocok untuk tema penelitian tentang identitas ditambah lagi dengan kenyataan bahwa peneliti adalah orang Sasak yang tentu saja menyerap dan merasakan sendiri menjadi orang Sasak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inti identitas orang Sasak adalah agama dan adat atau Islam dan tradisi. Tradisi Sasak merupakan pengejawantahan dari ajaran-ajaran Islam yang selanjutnya membentuk perilaku yang tipikal bagi masyarakat Sasak yaitu menjadi muslim taat yang berbudaya tinggi pada saat yang sama.   Title: The Identity of Sasak People: Epistemology Study to the Mechanism of Knowledge Production of Sasak Tribe Community Abstract: This article will answer two crucial issues related to the identity of Sasak people: first, what are the core identities of the Sasak people and the forming elements?, second, how are the mechanisms of knowledge and behavior in the Sasak community?. The answers to these two questions are very important as a foothold of the Sasak ethnic group to achieve the better future. The research was conducted with a qualitative approach of the type of phenomenological research. The research of the phenomenological type is best suited to the theme of identity research added to the fact that researcher is Sasak person who naturally absorb and feel himself as person of Sasak. The results of the research showed that the core identity of the Sasak people is religion and custom or Islam and tradition. The Sasak tradition is an embodiment of Islamic ideologies which further form a typical behavior for the Sasak community, namely: being a loyal Muslims and they have high culture at the same time.
STRATEGI PENANGANAN PAHAM KEAGAMAAN MENYIMPANG DALAM PERSPEKTIF DAKWAH (STUDI PADA KASUS-KASUS YANG DITANGANI MUI NTB) Faizah, Faizah; Thohri, Muhammad
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 14 No 1 (2018): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.922 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v14i1.494

Abstract

Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan wadah berkumpulnya para ulama yang memiliki kredibilitas dan kapasitas keilmuan untuk memberikan penilaian terhadap ajaran sesat. MUI berperan menangani persoalan keummatan yang bersifat multidimensi terutama persoalan faham keagamaan. Penelitian ini merupakan field research yang termasuk dalam katagori kualitatif dengan lokus MUI provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Teknik pengumpulan data menggunkanan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah melakukan kajian, baik melalui studi lapangan maupun studi literatur, maka dapat diambil kesimpulan: (1) Faham sesat di NTB, muncul hampir setiap tahun baik aliran transnasional yang berciri sosio-politik maupun lokal berciri sosio-ekonomis yang muncul sebagai konstruksi personal-awam melalui proses kontemplasi batin, (2) Faham sesat transnasional maupun lokal ditangani responsif secara koordinatif-tentatif oleh beberapa komisi di MUI dan kerjasama dengan jajaran pemerintah daerah maupun MUI Pusat, dan (3) Dakwah struktural yang massif dan memaksimalkan seluruh unsur MUI dan mitra kerja MUI belum digarap dengan baik dengan multipendekatan, multi-kanal dan professional. Title: Handling Strategies of Deviant Religious Ideology in Da?wah Perspective (Study in Cases Handled by MUI NTB) Authors: Faizah, and Muhammad Thohri Abstract: Indonesian Council of Ulama (MUI) is a gathering place for scholars (ulama) who have scientific credibility and capacity to provide an assessment to the misguided doctrine. MUI has a role in handling the community issues which have multidimensional characteristics, especially the issue of religious ideology. This research was a field research which is included in the qualitative category with the locus of the MUI in the province of West Nusa Tenggara (NTB). To collect the data and information about handling strategies of deviant religious ideology and doctrine in da'wah perspective, the researcher used three data collection techniques in this research, namely: interview, observation and documentation techniques. After conducting the research, both field studies and literature studies, it can be concluded that: (1) misguided ideology in NTB appears almost every year both transnational ideology which has socio-political characteristics and local ideology which has socio-economic characteristics which emerge as a personal-common construction through a process of spiritual contemplation. Transnational and local misguided ideologies are handled responsively and coordinative-tentative by several commissions at the MUI and they collaborate with the regional government and the Central MUI. The massive structural da?wah and maximizing all elements of the MUI and working partners of the MUI have not been done well with multi-approaches, multi-channels and professionals.
KAJIAN HADITS JIBRIL DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN (KAJIAN MATERI PEMBELAJARAN DAN METODE PEMBELAJARAN) Afandi, Syahrizal
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 15 No 1 (2019): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.437 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v15i1.525

Abstract

This study aims to discuss the Hadith Gabriel in two main components in the learning process, namely learning material, and learning methods of the Prophet Muhammad PBUH. This research is included in the category of library research. The researcher records all the findings in general in each study discussion found in the literature and sources, collecting books in stages. The data is collected by documentation techniques, namely by reading (text reading), then reviewing, studying, and recording literature that is related to the focus of the study. The results of the study showed that the educational material contained in the hadith of Gabriel included: material for the faith (aqidah), fiqh (sharia), and morals. The learning method in the hadith Gabriel, the Prophet PUBH deliver material in the Gabriel hadith with the hiwar method (dialogue, question and answer). While there are several types of hiwar methods, namely: hiwar khithabi or ta'abudi (dedication conversation), hiwar washfi (descriptive conversation), hiwar qishashi (talking conversation), hiwar jadali (conversation to establish hujjah), hiwar nabawi. Abstrak: Kajian ini bertujuan membahas Hadits Jibril pada dua komponen pokok yang bersinggungan langsung dengan proses pembelajaran dalam perspektif pendidikan, yaitu materi, dan metode pembelajaran Nabi Saw. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Peneliti mencatat semua temuan secara umum pada setiap pembahasan penelitian yang didapatkan dalam literatur-literatur dan sumber-sumber, mengumpulkan buku/kitab secara bertahap. Data-data tersebut dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, yaitu dengan jalan membaca (text reading), kemudian mengkaji, mempelajari, dan mencatat literatur yang ada kaitannya dengan fokus kajian. Hasil Kajian menunjukkan bahwa Materi pendidikan yang terdapat dalam hadits Jibril antara lain: materi keimanan (akidah), materi fiqh (syariat), dan akhlak. Adapun metode pembelajaran dalam hadits Jibril, Nabi saw. menyampaikan materi dalam hadits Jibril dengan metode hiwar (dialog, tanya-jawab). Sementara metode hiwar sendiri terdapat beberapa macam, yaitu: hiwar khithabi atau ta?abudi (percakapan pengabdian), hiwar washfi (percakapan deskriptif), hiwar qishashi (percakapan berkisah), hiwar jadali (percakapan untuk menetapkan hujjah), hiwar nabawi.
PENINGKATAN NILAI-NILAI AGAMA PADA ANAK USIA DINI MELALUI PEMBINAAN AKHLAK Abdurrahman, Abdurrahman
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 14 No 1 (2018): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.637 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v14i1.631

Abstract

Abstrak : Penelitian ini memiliki latar belakang bahwa penanaman nilai-nilai agama pada anak merupakan wahana pembentukan manusia menjadi sosok paripurna yang berakhlak terpuji, bermoral baik dan tentunya  bertakwa kepada Allah SWT. Penanaman nilai-nilai agama dalam hal ini sangat penting untuk di berikan sejak dini terutama dalam melibatkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang mampu memberikan sumbangsih berarti bagi bangsa dan Negara.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan objek penelitian jurnal tentang penanaman nilai-nilai agama dan pembinaan akhlak serta didukung oleh beberapa jurnal dan buku lainnya.Penelitian ini fokus kepada pembinaan akhlak yang diberikan kepada anak dalam membantu meningkatkan nilai-nilai agama pada anak.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai agama akan lebih efektif di ajarkan kepada anak usia dini melalui pembinaan akhlak yang baik. Title: Increasing Religion Values In Age Children In Early through Administration Abstract: This study has a background that the planting of religious values in children is a vehicle for the formation of human beings to become a plenary figure who has a noble character, good morality and of course fearful of Allah SWT. The planting of religious values in this matter is very important to be given early on, especially in involving children as the next generation of the nation who are able to contribute meaningfully to the nation and the State. This research is a library research, with the object of journal research about the planting of religious values and moral formation and supported by several other journals and books. This research focuses on moral development given to children in helping to improve religious values in children. The results of this study indicate that religious values will be more effectively taught to childhood  through good moral formation.
UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI METODE KETELADANAN PADA ANAK USIA DINI Abdurrahman, Abdurrahman
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 14 No 2 (2018): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.209 KB) | DOI: 10.20414/jpk.v14i2.698

Abstract

  Abstrak: Pembentukan sikap dan penanaman nilai-nilai dipengaruhi berbagai factor terutama lingkungan, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Artinya, walaupun disekolah guru berusaha memberikan contoh yang baik, akan tetapu manakala tida didukung oleh lingkungan baik keluarga dan masyarakat, maka penanaman nilai-nilai dan pembentukan sikap akan sulit dilaksanakan. Oleh karna itu, pembentukan sikap memerlukan upaya semua pihak, baik lingkungan, sekolah, masyarakat maupun keluarga. Keluarga adalah unit terkecil dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Sejak dari awal setiap individu mengalami hidup, tumbuh dan berkembang didalam keluarga. Karna alasan itulah setiap keluarga diyakini sebagai unit pertama dan utama yang mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan anak serta meletakkan dasar-dasar keutamaan pribadi untuk keselamatan hidup di dunia dan di akhirat. Pendidikan dalam keluarga cukup luas mencakup keseluruhan perkembangan keperibadiannya baik dalam dimensi kegiatanannyamaupun dalam dimensi nilai-nilai yang dinamakan kepada anak. Semua itu menjadi tanggung jawab orang tua untuk merawat, mengasuh, membimbing dan mendidik anak sehinggan bertumbung dan berkembang sebagaimana mestinya. Untuk menumbuhkembangkan anak, orang yua wajib memberikan makanan yang halal lagi baik agar sehat jasmaninnya. Selain itu anak harus  dibimbing dan di biasakan dalam sikap patuh, berbudi luhur, berdisiplin sebagau hamba Allah yang taat.   Title: The Development of Religion and Moral Values Through Exemplary Method Abstract: The formations of attitudes and instilling of values are influenced by various factors, especially the environment, namely the family, school and community environments. It means that although the teachers try to give a good example at school, it will not run well when it is not supported by the environment both the family and the community, so the instilling of values and formation of attitudes will be difficult to implement. Therefore, the formation of attitudes requires the efforts of all parties, such as environment, school, community and family. Family is the smallest unit in human life as a social creature. From the beginning each individual experiences life, grows and develops in the family; that is why every family is believed to be the first and foremost unit which directs the growth and development of children and places the foundations of personal primacy for life safety in the world and in the hereafter. Education in the family is broad enough to cover the overall personality development both the dimensions of activities and the dimensions of values taught to children. All becomes the parents? responsibility to care for, nurture, guide and educate children so that they grow and develop as they should. To develop children, parents must provide halal foods which are good for their physical health. In addition, children must be guided and accustomed to being obedient, virtuous, and disciplined as the obedient servants to the God.