cover
Contact Name
Dr Rizki Fitryasari, S.Kep.Ns.M.Kep
Contact Email
rizki-f-p-k@fkp.unair.ac.id
Phone
+28155159739
Journal Mail Official
secretariat_jpnj@fkp.unair.ac.id
Editorial Address
Fakultas Keperawatan kampus C UNAIR Jln Mulyorejo Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Psychiatry Nursing Journal
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 26563894     EISSN : 26564637     DOI : http://dx.doi.org/10.20473/pnj.v1i1.12302
Core Subject : Health,
Psychiatry Nursing Journal is a scientific journal that includes research results in the field of nursing or related health professions: Mental Care Holistic Nursing Family Care Psychosocial Care The Psychiatry Nursing Journal receives all research articles related to the latest issues and trends in mental health care that includes the latest developments in mental health care both clinically and practically, education and training, issues related to mental care professional care, management approaches , development policies, issues in clinical scope and ethics.
Articles 15 Documents
PENGALAMAN MAHASISWA YANG MENJALANI LONG DISTANCE MARRIAGE (LDM) DI SURABAYA Wakhidah, Umi Widowati; Yusuf, Ah.; Kurnia, Iqlima Dwi
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 2, No 1 (2020): VOLUME 2 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.511 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v2i1.17936

Abstract

Pendahuluan: Long Distance Marriage (LDM) yang dijalani karena harus studi di luar wilayah dapat mengakibatkan gangguan stabilitas hubungan karena jarak secara fisik dan tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa yang menjalani LDM di Universitas Airlangga Surabaya.Metode: Desain penelitian ini kualitatif pendekatan fenomenologi, pengambilan data dengan melibatkan 16 partisipan yang sudah menikah dan menjalani LDM. Partisipan berasal dari satu universitas di Surabaya. Hasil interview yang dilakukan kemudian dianalisis secara tematik mengikuti kerangka kerja Braun & Clarke yang terdiri dari 6 tahapan antara lain: mengenali data, menginisialkan kode, mencari tema, meninjau tema, mendefinisikan tema dan nama tema, dan menghasilkan laporan.Hasil: Lima tema yang muncul kemudian digunakan untuk merefleksikan tujuan penelitian yang dilakukan, diantaranya, 1) persepsi pernikahan partisipan berdasarkan agama 2) bayangan pernikahan partisipan didapatkan dari pendidikan orang tua ketika masih  kecil dan budaya, 3) pengalaman menjalani LDM, terdiri dari sumber pengalaman dan bentuk pengalaman  4) alasan menjalani LDM partisipan karena melanjutkan pendidikan 5) upaya mempertahankan hubungan pernikahan antara lain: keterbukaan, kepercayaan, dukungan sosial, dan strategi koping.Kesimpulan: Persepsi dan pandangan setiap partisipan tentang makna pernikahan berbeda- beda sesuai dengan latar belakang mereka. Pengalaman sebelumnya yang dimiliki penting bagi partisipan karena dengan pengalaman tersebut mereka dapat lebih siap untuk menghadapi masalah selama menjalani LDM. Tujuan dan harapan setiap partisipan melanjutkan pendidikan adalah untuk memperbaiki kehidupan mereka. Setiap partisipan memiliki keyakinan dan cara tersendiri untuk mempertahankan hubungan selama LDM. Hubungan pernikahan harus dijaga dan dipertahankan oleh kedua pasangan sehingga akan tercipta ketenangan dan kebahagiaan dalam masyarakat.
GAMBARAN STATUS MENTAL (STRES, KECEMASAN, DAN DEPRESI) PADA KORBAN PASCA GEMPA BERDASARKAN PERIODE PERKEMBANGAN (REMAJA, DEWASA,DAN LANSIA) DI DESA PENDUA KABUPATEN LOMBOK UTARA Haqi, Muhammad Hadiyanul; M.Has, Eka Mishbahatul; Bahiyah, Khoridatul
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 1, No 1 (2019): VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.976 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v1i1.13013

Abstract

Pendahuluan: Bencana membawa efek negatif luar biasa pada seluruh sendi kehidupan manusia. Terbatasnya sumber-sumber personal, material, dan sosial banyak dikaitkan dengan rendahnya fungsi dan penyesuaian psikologis individu pasca bencana. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan status mental (stres, kecemasan, dan depresi) pada korban pasca gempa berdasarkan periode perkembangan (remaja, dewasa, dan lansia) di Desa Pendua Kabupaten Lombok Utara.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional stratified sampling sehingga didapatkan jumlah  sampel 125 orang. Variable dalam penelitian ini adalah stres, kecemasan, dan depresi. Instrument dalam penelitian ini menggunakan DASS 21. Data penelitian diolah dan dianalisis dengan cara deskriptif dan ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi.Hasil: Kelompok usia remaja paling banyak mengalami stres ringan sebanyak 11 orang (41%), kelompok usia dewasa paling banyak mengalami stres sedang sebanyak 29 orang (39%), kelompok lansia paling banyak mengalami stres sedang sebanyak 11 (46%).Kesimpulan: Kondisi status mental yang banyak ditemukan pasca bencana pada semua kelompok usia adalah stres dan kecemasan. Oleh karena itu diharapkan agar korban gempa dapat lebih peduli pada kesehatan fisik maupun psikologis dengan cara mendatangi tempat pemeriksaan kesehatan secara rutin dan hal yang sangat penting juga adalah pemenuhan kebutuhan dasar individu seperti makanan, olahraga, dan istirahat yang tercukupi serta lebih banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan kerohanian sehingga para korban gempa dapat terhindar dari masalah-masalah fisik dan psikologis pasca kejadian bencana. ABSTRACTIntroduction: Disasters bring tremendous negative effects to all aspects of human life. The limitation personal, material, and social resources are much associated with the low functioning and psychological adjustment of post disaster individuals. The purpose of this study was to explain of mental status (stress, anxiety, and depression) in post earthquake victims based on development period (adolescents, adults, and the elderly) in DesaPenduaKabupaten Lombok Utara.Method: This research uses descriptive research design with cross sectional approach. This study uses proportional stratified sampling technique to obtain a sample of 125 people. Variables in this study were stress, anxiety, and depression. The instrument in this study used DASS 21.The research data was processed and analyzed by descriptive method and displayed in the frequency distribution table.Result: The most age group of adolescents had mild stress as many as 11 people (41%), most adult groups had moderate stress as many as 29 people (39%), the most elderly group in moderate stress was 11 (46%).Conclusion: Mental status conditions that are commonly found after disasters in all age groups are stress and anxiety. Therefore, it is expected that korban gempats can care more about physical and psychological health by visiting routine health check-ups and the most important thing is fulfilling basic needs of individuals such as food, exercise and adequate rest and more spiritual activities so the korban gempats could avoid physical and psychological problems after the disaster.
HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN INTERAKSI SOSIAL REMAJA Yusuf, Ah; Krisnana, Ilya; Ibrahim, Achmad
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 1, No 2 (2019): VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.93 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v1i2.13591

Abstract

Pendahuluan: Game online memberikan pengaruh besar pada penggunanya. Pengguna game online cenderung mangalami kecanduan (addiction) pada permainan yang disukainya, ditandai dengan bermain > 4-5 jam perhari, selalu memikirkan game online meskipun tidak bermain game, dan selalu mengutamakan bermain game online dari pada aktivitas yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecanduan game online dengan komunikasi interpersonal dan interaksi sosial remaja.Metode: Rancangan penelitian dengan pendekatan Cross-Sectional. Besar sampel pada penelitian ini adalah 210 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis spearman rho?s dengan derajat signifikansi ?=0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi interpersonal (p = 0,027 dan r = - 0,152), dan interaksi sosial (p = 0,000 dan r = 0,248 berhubungan dengan kecanduan game online.Kesimpulan: Kecanduan game online memiliki hubungan dengan komunikasi interpersonal, semakin tinggi kecanduan game online maka semakin rendah komunikasi interpersonal yang dihasilkan. Kecanduan game online  memiliki hubungan dengan interaksi sosial, semakin tinggi kecanduan game online maka semakin rendah interaksi sosial yang dihasilkan. Introduction: Online games have a big influence on users. Users of online games tend to experience addiction in the game they like, marked by playing> 4-5 hours per day, always thinking of online games even if they don't play games, and always prioritize playing online games rather than other activities. The purpose of this study was to determine the relationship of online game addiction with interpersonal communication and social interaction in adolescents.Method: Research design with Cross-Sectional approach. The total sample is 210 respondents. The sampling technique uses simple random sampling. Data were analyzed using spearman rho's analysis with a significance level of p <0.05.Results: The results showed that the one associated with online game addiction was interpersonal communication (p = 0.027 and r = - 0.152), and social interaction (p = 0,000 and r = 0.248).Conclusion: Online game addiction has a relationship with interpersonal communication, the higher the online game addiction, the lower the interpersonal communication produced. Addiction to online games has a relationship with social interaction, the higher the addiction to online games, the lower the social interaction produced.
HUBUNGAN SMARTPHONE ADDICTION DAN SELF-EFFICACY DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA REMAJA Agesti, Linda Pradani; Fitryasari, Rizki; Armini, NK Alit; Yusuf, Ah
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 1, No 1 (2019): VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.366 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v1i1.12302

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Remaja memiliki ketertarikan yang lebih besar terhadap penggunaan smartphone, hal ini membuat remaja lebih rentan mengalami smartphone addiction. Prestasi akademik di Indonesia masih tergolong rendah hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal contohnya self-efficacy dan faktor eksternal adalah penggunaan smartphone. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan smartphone addiction dan self-efficacy dengan prestasi akademik berdasarkan teori Bandura.Metode: Jumlah sampel adalah 219 siswa dengan menggunakan cluster sampling. Variabel independen adalah smartphone addiction dan self-efficacy. Variabel dependen adalah prestasi akademik. Data dikumpulkan menggunaakan kuesioner dan analisis dengan uji Spearman ? < 0,05.Hasil: Smartphone addiction dapat menurunkan self-efficacy (p = 0,009)  arah korelasi negatif (r = -0,177). Smartphone addiction juga dapat menurunkan prestasi akademik (p=0,046) arah korelasi negatif (r = -0,135). Self-efficacy tidak memiliki hubungan dengan prestasi akademik (p = 0,262).Kesimpulan: Smartphone addiction dapat membuat remaja mengalami resah apabila tidak menggunakan smartphone, sedangkan self-efficacy dapat dipengaruhi oleh perilaku cemas dan resah. Perawat perlu melakukan pendidikan kesehatan terhadap orangtua maupun siswa terkait kecanduan smartphone dan hubungannya dengan self-efficacy dan prestasi akademik siswa.ABSTRACTIntroduction: Adolescents have a greater interest in smartphone use, this makes teens more vulnerable to experiencing smartphone addiction. Academic achievement in Indonesia is still relatively low, this is influenced by several factors,  internal factor like self-efficacy and the external factor includes are smartphone use. The purpose of this study was to analyze the relationship between smartphone addiction and self-efficacy with academic achievement based on Bandura's theory.Method: The number of samples was 219 students by using cluster sampling. The independent variable is smartphone addiction and self-efficacy. The dependent variable is academic achievement. Data were collected using questionnaires and analysis with the Spearman test ? <0.05.Result: Smartphone addiction can reduce self-efficacy (p = 0,009) direction of correlation negative (r = -0,177). Smartphone addiction can also reduce academic achievement (p = 0.046) direction of correlation negative (r = -0.135). Self-efficacy has no relationship with academic achievement (p = 0.262).Conclusion: Smartphone addiction can make teenagers experience restlessness when not using a smartphone, while self-efficacy can be influenced by anxious and restless behavior. Nurses need to do health education for parents and students related to smartphone addiction and its relationship with student self-efficacy and academic achievement.
PENGARUH PEMBERIAN DZIKIR TERHADAP STRES DAN GULA DARAH ACAK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Nisbah, Novilia Qurotun; Harmayetty, Harmayetty; Dewi, Lingga Curnia
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 2, No 1 (2020): VOLUME 2 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.696 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v2i1.19475

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyebab stres pada penyakit kronis. Stres mempengaruhi kontrol glukosa darah, kepatuhan, biaya perawatan, dan kematian. Dzikir merupakan salah satu alternatif terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan stress dan kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisa pengaruh pemberian dzikir terhadap stress dan gula darah acak pada pasien diabetes mellitus.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan quasi- eksperimental pre posttest with control group design dengan jumlah sampel 60 pasien Diabetes Mellitus yang, berusia 40-60 tahun, dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan 30 orang dan intervensi 30 orang dan menggunakan metode purposive sampling.  independen yaitu dzikir dan variable dependen terdiri dari stres dan kadar gula darah acak. Penelitian ini menggunakan kuesioner Diabetes Distress Scale (DDS) untuk mengukur stress serta glucometer untuk mengukur kadar gula darah acak. Uji statistik yang digunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney Test dengan signifikansi ? ? 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukan tingkat stress setelah intervensi (Wilcoxon signed rank test p=0,000, Mann Whitney test p=0,000) dan nilai gula darah acak setelah diberikan intervensi (Wilcoxon signed rank test    p=0,000, Mann Whitney test p=0,047).Kesimpulan: Dzikir dan doa mengurangi stress dan kecemasan dengan cara membantu individu membentuk persepsi yang lain selain ketakutan yaitu keyakinan bahwa stressor apapun dapat di hadapi dengan baik dengan bantuan Tuhan. Dzikir mempengaruhi stres dan gula darah pada pasien dengan diabetes mellitus. Namun selain zikir, penerimaan penyakit dan kepatuhan terhadap pengobatan akan memaksimalkan perawatan yang sedang dijalani. ABSTRACTIntroduction: Diabetes Mellitus is one of the causes of stress on chronic diseases. Stress affects blood glucose control, compliance, treatment costs, and death. Dhikr is one of the therapeutic alternatives that can be used to reduce stress and blood sugar levels. The purpose of this study is to analyze the effect of dzikir on stress and random blood sugar in patients with diabetes mellitus.Method: The study used a quasi-experimental pre-test approach with control group design with a sample of 60 Diabetes Mellitus patients aged 40-60 years, divided into two groups of treatment group 30 people and intervention 30 people and using methods Purposive sampling. Variables consist of dhikr, stress and random blood sugar levels. This research uses Diabetes Distres Scale (DDS) Questionnaire instruments as well as glucometers to measure random blood sugar levels. The statistical test used was the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann Whitney Test with a significance of ? ? 0.05.Results:  The results showed that the level of stress before and after the administration of Dhikr in the treatment group had a difference in value with significance p = 0.000. Whereas on blood sugar levels random group treatment acquire significance value P = 0,047.Conclusion: Dhikr and prayer reduce stress and anxiety by helping individuals form perceptions other than fear that is the belief that any stressor can be dealt with well with the help of God. Dhikr affects stress and blood sugar in patients with diabetes mellitus. But in addition to dhikr, acceptance of diseases and compliance with treatment will maximize the treatment that is being lived
PENGALAMAN ADAPTASI REMAJA PASCA BENCANA GEMPA DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Anika, Nova; Yusuf, Ah; Tristiana, Rr Dian
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 1, No 2 (2019): VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.587 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v1i2.13490

Abstract

Pendahuluan: Kejadian bencana dapat menimbulkan kerugian baik dari aspek fisik, psikologis, properti dan lingkungan. Bencana mempengaruhi kesejahteraan psikologis dan kesehatan mental individu, baik orang dewasa maupun anak-anak dan remaja. Diperlukan proses adaptasi pasca bencana untuk mencapai respon yang adaptif bagi remaja sehingga stress pasca trauma tidak menjadi patologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman adaptasi remaja pasca bencana gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat tahun 2018.Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam kepada 18 orang remaja terdampak bencana gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat,  Analisis data yang digunakan mengacu pada sembilan langkah teknik analisis data collaizi.Hasil: hasil dari penelitian ini diperoleh 11 tema: 1) Perubahan cara bersosialisasi, 2) Perubahan peran, 3) Menggali kemampuan lain 4) Respon terhadap gempa, 5) Upaya mengatasi dampak bencana, 6) Sumber Dukungan, 7) Jenis Dukungan, 8) Makna kejadian bencana, 9) Harapan untuk Lombok, 10) Harapan pada diri sendiri, 11) Harapan pada pihak berwenang.Kesimpulan: Upaya menghadapi dampak gempa atau Strategi koping yang digunakan remaja berupa perubahan spiritual dan distraksi. Mendekatkan diri kepada tuhan dengan melakukan berbagai bentuk ibadah sesuai dengan agama yang di anut memiliki peranan penting untuk dapat beradaptasi dengan dampak yang ditimbulkan oleh bencana gempa pada remaja. ABSTRACTIntroduction: Disaster events can cause harm from physical, psychological, property and environmental aspects. Disasters affect the psychological well-being and mental health of individuals, both adults and children and adolescents. Post-disaster adaptation process is needed to achieve an adaptive response for adolescents so that post-traumatic stress does not become pathological. The purpose of this study was to explore the experiences of adolescent adaptation after the earthquake disaster in Lombok West Nusa Tenggara in 2018.Method: This study used phenomenological qualitative research methods with in-depth interviews with 18 adolescents affected by the earthquake disaster, Analysis of data used refers to nine steps colaizzi data analysis techniques.Results: the results of this study obtained 11 themes: 1) changes in how to socialize, 2) changes in roles, 3) Exploring other abilities 4) Response to earthquakes, 5) Efforts to overcome the impact of disasters, 6) Sources of Support, 7) Types of Support, 8) Meanings of disasters, 9) Expectations for Lombok, 10) Expectations for oneself, 11) Expectations for authorities.Conclusion: Efforts to deal with the effects of earthquakes or coping strategies used by adolescents in the form of spiritual changes and distractions. Get closer to God by doing various forms of worship in accordance with the religion that is followed has an important role to be able to adapt to the impact caused by the earthquake disaster in adolescents.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Anjarsari, Nurul; Sari, Etika Purnama
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 2, No 1 (2020): VOLUME 2 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.639 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v2i1.19135

Abstract

Pendahuluan : Psikologis pada usia remaja dapat mempengaruhi emosi remaja yang dapat menyebabkan timbulnya stress. Stress pada remaja perempuan salah satunya dapat mengganggu siklus menstruasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan siklus menstruasi pada remaja.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah 92 remaja putri kelas 2 SMA Wachid Hasyim 1 Surabaya yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen pengumpulan data tingkat stres dengan menggunakan Kuesioner DASS 42 dan kuesioner siklus menstruasi, serta uji korelasi Chi-Square.Hasil : Hasil uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai p=.016. Hal ini berarti terdapat hubungan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi.Kesimpulan : Terdapat berbagai macam factor yang berkaitan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada remaja dimana salah satunya adalah stress. Perlu dilakukan penelitian lagi terkait dampak stresss terhadap masalah menstruasi yang lain seperti durasi, dismenore dan lainnya untuk memahami lebih jauh dampak stress terhadap masalah menstruasi pada remaja. ABSTRACTIntroduction: Psychological changes in adolescence can affect adolescent emotions that can cause stress. Stress in adolescent one of which can disrupt the menstrual cycle. The purpose of this study was to determine the relationship of stress levels with the menstrual cycle in adolescents.Method: his study uses a cross sectional approach. The sample in this study was 92 adolescents of Wachid Hasyim 1 Surabaya High School who were taken by using Simple Random Sampling technique. Instrument for collecting stress levels using the DASS 42 Questionnaire and menstrual cycle questionnaire.Results: . This study tested using Chi-Square correlation test. Chi-Square correlation test results obtained p-value = .016. This means that there is a relationship between stress levels and the menstrual cycle.Conclusion: There are various factors related to irregular menstrual cycles in adolescents where one of them is stress. Further study needs to be conducted related to the impact of stress on other menstrual problems such as duration, dysmenorrhea and others to further understand the impact of stress on menstrual problems in adolescents.
AKTUALISASI DIRI DAN KECENDERUNGAN NARSISME PADA REMAJA AKHIR PENGGUNA MEDIA SOSIAL Sabekti, Ria; Yusuf, Ah; Pradanie, Retnayu
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 1, No 1 (2019): VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3611.126 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v1i1.12374

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Remaja berusaha berpenampilan semenarik mungkin guna memperoleh pengakuan serta daya tarik (Engkus dan Hikmat, 2017). Media sosial merupakan candu bagi remaja, semakin aktif di media sosial akan semakin keren dan gaul (Secsio et al., 2016). Tindakan mengunggah foto atau video dengan intensitas sering mengganggu tercapainya perkembangan diri optimal. Penggunaan media sosial berlebihan memicu timbulnya cyberbulying, berupa kata merendahkan, menekan dan bernada kekerasan yang membahayakan self-esteem. Self-esteem merupakan faktor yang berhubungan terhadap kecenderungan narsistik dan aktualisasi diri seseorang.Metode: Desain penelitian cross- sectional dengan menggunakan simple random sampling. Variabel independen adalah intensitas penggunaan media sosial. Variabel dependen adalah kecenderungan narsisme menggunakan instrumen versi pendek dari narcissistic personality inventory-40 dengan hasil uji relaibilitas didapatkan Cronbach?s Alpha 0,625, dan aktualisasi diri menggunakan instrumen Short Index of Self Actualization (SISA) dengan hasil uji reliabilitas didapatkan Cronbach?s Alpha 0,898. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Kendall?s tau.Hasil: Ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kecenderungan narsisme (p=0,005) dan ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan aktualisasi diri (p=0,001).Kesimpulan: Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi akan berpengaruh pada kecenderungan narsisme dan aktualisasi diri. Perlu adanya pengawasan dan peningkatan kualitas pendidikan kesehatan untuk menghindari penggunaan media sosial yang berlebihan dan mengoptimalkan potensi individu agar tercapai aktualisasi diri yang optimal. ABSTRACTIntroduction: Teens try to look as attractive as possible in order to gain recognition and attractiveness. Social media offers a variety of facilities so that users feel free and happy to save various experiences. The use of excessive social media triggers the emergence of cyberbulying, in the form of degrading, pressing and violent words that endanger self-esteem. Self-esteem is a factor that is related to narcissistic tendencies and one's self-actualizationMethod: The study design was cross-sectional using simple random sampling. The independent variable is the intensity of social media use. The dependent variable is the tendency of narcissism with the results of the reliability test obtained by Cronbach's Alpha 0.625, and self-actualization with the results of the reliability test obtained by Cronbach's Alpha 0.898. The research instrument used a questionnaire and was analyzed using the Kendall's test.Result: There is a relationship between the intensity of social media use and narcissistic tendencies (p = 0.005) and there is a relationship between the intensity of social media use and self-actualization (p = 0.001).Conclusion: The high intensity of social media use will affect the tendency of narcissism and self-actualization. It is necessary to supervise and improve the quality of health education to avoid excessive use of social media and optimize individual potential to achieve optimal self-actualization.
PENGARUH PROGRAM PARENTING DALAM MENGURANGI STRES ORANG TUA DENGAN ANAK AUTIS Fitriasari, Andikawati; Yusuf, Ah; Kholidah, Nurilla
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 1, No 2 (2019): VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.688 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v1i2.16419

Abstract

Pendahuluan: Pola asuh orang tua sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, apalagi jika pada anak  mengalami autis. Umumnya orang tua yang memiliki anak autis mengalami stres, oleh karena itu bagaimana program pemberian parenting sangat penting dikaji agar orang tua dapat memperlakukan anak autis dalam mencapai perkembangan optimalnya. Systematic review ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh program parenting dalam mengurangi stres orang tua dengan anak autis.Metode: Pencarian jurnal dilakukan pada database Scopus dan Sience Direct, pembatasan jurnal pada 10 tahun terakhir mulai 2008-2017, area jurnal Nursing, Psychologi, Disabilitas, Child, dan Psychiatri dengan kata kunci Parenting, Parent Stress and Autism. Prosedur seleksi dan ekstraksi data menggunakan pendekatan PICOT.Hasil: Total keseluruhan partisipan dari seluruh penelitian yang diriview adalah 2107 dengan orangtua yang mengalami kecemasan atau stress akibat memiliki anak autis. Intervensi yang digunakan dalam semua penelitian adalah intervensi program parenting dan support parenting. Rerata durasi interfensi selama 3 minggu dengan rerata follow up 12 bulan. Efek signifikan ditemukan secara statistik dari program parenting atau support parenting untuk hasil pasca pemberian intervensi hingga follow up. Hasil yang signifikan ditemukan pada pemberian program parenting melalui media konseling peneliti di dampingi oleh terapis yang bersertifikat.Kesimpulan: Parenting memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan stres pada orang tua yang memiliki anak autis. ABSTRACTIntroduction: Parenting is very influential in the growth and development of children, especially if the child has autism. Generally, parents who have autistic children experience stress, therefore how the parenting program is very important to be studied so that parents can treat autistic children in achieving optimal development. This Systematic review aims to explain the effect of parenting programs in reducing the stress of parents with autistic children.Method: The journal search was conducted on the Scopus and Science Direct databases, journal restrictions in the last ten years starting 2008-2017, the journal areas of Nursing, Psychology, Disability, Child, and Psychiatry with the keywords Parenting, Parent Stress and Autism. Data selection and extraction procedures use the PICOT approach.Results: The total number of participants from all studies reviewed was 2107, with parents experiencing anxiety or stress due to having an autistic child. The interventions used in all research were parenting program interventions and parenting support. The average duration of intervention was three weeks with a mean follow-up of 12 months. Significant effects were found statistically from parenting programs or parenting support for outcomes post-intervention until follow-up. Significant results were found in parenting programs through researchers' counseling media accompanied by certified therapists.Conclusion: Parenting has a significant effect on reducing stress in parents who have autistic children.
PENGALAMAN PETUGAS KESEHATAN JIWA DALAM MENANGANI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI PUSKESMAS KABUPATEN LAMONGAN Eka Lestari, Wahyu Agustin; Yusuf, Ah; Tristiana, Rr. Dian
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol 2, No 1 (2020): VOLUME 2 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.516 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v2i1.18589

Abstract

Pendahuluan: Pengalaman petugas kesehatan jiwa dapat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan jiwa. Petugas kesehatan jiwa memiliki berbagai hambatan dalam menangani pasien gangguan kesehatan jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali pengalaman petugas kesehatan jiwa dalam menangani ODGJ di Puskesmas Kabupaten Lamongan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif fenomenologi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 15 partisipan. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan wawancara mendalam semi terstruktur. Analisis tematik dilakukan menggunakan langkah-langkah Colaizzi.Hasil: Pengalaman petugas kesehatan jiwa meliputi hambatan, motivasi dan cara mengatasi hambatan dalam menangani pasien gangguan jiwa. Hambatan yang dihadapi petugas kesehatan jiwa berasal dari ODGJ yang tidak mau minum obat dan melakukan kekerasan secara fisik maupun verbal terhadap petugas kesehatan jiwa, selain itu kurangnya dukungan keluarga dan SDM yang kurang sehingga petugas kesehatan mengalami kesulitan dalam merawat ODGJ, namun dapat diatasi dengan motivasi yang tinggi dari petugas kesehatan jiwa dalam merawat pasien gangguan jiwa, kerjasama dengan lintas sektor, meningkatkan kualitas SDM dengan pelatihan CMHN, sosialisasi di masyarakat dan pendekatan kepada keluarga.Kesimpulan: Pengalaman dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan dan kemampuan petugas kesehatan jiwa dalam menangani ODGJ. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data penunjang maupun acuan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa khususnya di wilayah kerja puskesmas ABSTRACTIntroduction: The experience of a mental health practitioners can affect the quality of mental health services. Mental health practitioners have various obstacles in the treatment of mental disordered patients. The aim of this research is to know the experience mental health on treating mental disordered patients in health center.Method: This study uses qualitative research with a phenomenological approach. Sampling was conducted by purposive sampling with a sample size of 15 participants. Data were collected using with observation and semistructured in-depth interview. Thematic analysis was performed using Colaizzi steps.Results:  The experience of mental health practitioners includes obstacles, motivation, and ways to overcome obstacles in dealing with mental patients. Obstacles faced by mental health practitioners come from mental disorders patients who do not want to take medicine and do physical or verbal violence against mental health workers, besides the lack of family support and lack of human resources so that health practitioners have difficulty in caring for mental disorders patients, but can be overcome with motivation education of mental health practitioners in treating mental patients, collaboration with cross-sectoral, improving the quality of human resources with CMHN training, socialization in the community and approach to the family.Conclusion: Experience can affect the level of knowledge and ability of mental health practitioners in handling mental disordered patients. The result of this research is expected to be used as both supporting data and references in increasing the quality of mental health service especially in health center work area.

Page 1 of 2 | Total Record : 15