cover
Contact Name
Sutinah
Contact Email
dialektika@journal.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sutinah@fisip.unair.ac.id
Editorial Address
Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences Universitas Airlangga Jl. Dharmawangsa Dalam, FISIP Gedung B Universitas Airlangga Surabaya, East Java, 60286, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Dialektika
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 18580890     EISSN : 27224325     DOI : 10.20473/jsd.v15i1.2020.1-8
Core Subject : Social,
Jurnal Sosiologi Dialektika (JSD) is open access and peer-reviewed journal. The objective of Jurnal Sosiologi Dialektika (JSD) is to publish outstanding and original articles which advance the theoretical understanding of, and promote and report empirical research about the widest range of sociological topics. The journal encourages, and welcomes, submission of papers which report findings using both quantitative and qualitative research methods; articles challenging conventional concepts and proposing new conceptual approaches; and accounts of methodological innovation and the research process.
Articles 40 Documents
PERILAKU MENYIMPANG MASYARAKAT PENJUDI MERPATI DI SURABAYA Septanto, Agung
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.967 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v14i2.2019.126-131

Abstract

Judi merpati adalah judi dengan sarana burung yang dilombakan untuk mengadu kecepatan terbang merpati hingga sampai di garis finish yang telah dipersiapkan dan ditentukan oleh panitia ?adu doro? (adu merpati). Di Surabaya kegiatan ?adu doro? masih sering terlihat eksistensinya. Walaupun Surabaya termasuk kota besar, akan tetapi kegiatan ?adu merpati? hanya dilakukan pada waktu tertentu yaitu hari Minggu atau hari libur. Burung merpati sebelum mengikuti lomba harus dilatih terlebih dahulu, latihannya dilakukan setiap sore hari agar ?merpati? nya bisa lebih peka daya jelajahnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis perjudian merpati yaitu teori asosiasi diferensial Edwin H Shuterland. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Banyu Urip Surabaya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu menggunakan wawancara mendalam (Indepth interview) dengan informan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Banyu Urip Surabaya, menjelaskan di satu sisi adanya judi merpati dianggap sebagai suatu hal yang biasa, karena masyarakat melihat judi merpati sebagai sebuah hiburan. Namun di sisi lain masyarakat menganggap judi merpati sebagai suatu permasalahan sendiri, karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan di daerah sekitar adu merpati dilakukan.
PROGRAM POLISI MITRA RUKUN WARGA DALAM MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT DI POLRES KOTA MALANG Mustolih, Imam
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.86 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v14i1.2019.52-58

Abstract

Keamanan dan ketertiban dalam kehidupan komunitas akan menciptakan kehidupan yang harmonis di antara masyarakat. Untuk mengantisipasi tantangan dan ancaman keamanan di Kota Malang, salah satu bentuk program yang mendukung pemeliharaan ketertiban umum dan keamanan adalah program Mitra Polisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi program kepolisian dalam pemeliharaan ketertiban umum dan keamanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah ketertiban umum dan keamanan di Kota Malang terkait dengan peningkatan kejahatan di daerah yang terdiri dari pendidikan tinggi, rumah dan asrama mahasiswa. Kejahatan paling umum di Kota Malang adalah pencurian kendaraan. Bentuk Program Mitra Polisi yang diterapkan dalam mewujudkan ketertiban umum dan keamanan di Kota Malang menggunakan aplikasi tombol panik pada sistem kegiatan tangan dan pintu ke pintu. Kendala optimalisasi mitra program kepolisian terkait dengan respons petugas masih belum optimal, sosialisasi tombol panik di tangan belum optimal, kurangnya koordinasi antar divisi dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan kejahatan.
PERAN ANGGOTA SATUAN RESERSE KRIMINAL DALAM MENANGGULANGI KEJAHATAN JALANAN Haiti, Farouk Ashadi
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.599 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v13i2.2018.141-151

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor apakah yang menjadi penyebab terjadinya kejahatan jalanan di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan untuk menganalisis upaya Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dalam Penanggulangan Kejahatan Jalanan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang saat ini berlaku. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan wawancara kepada Kanit Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya kejahatan jalanan yaitu faktor ekonomi, faktor lingkungan dan faktor teknologi. Upaya Upaya preemtif dilakukan dengan bekerja sama dengan Binmas. Upaya preventif dengan menggalakkan program kring reserse dan Upaya represif dilakukan dengan cara menjaring dan memberantas premanisme dan berbagai sindikat kejahatan jalanan, serta menindak tegas dengan tembak di tempat pelaku kejahatan jalanan.
ANALISA KEBERADAAN LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) DI KABUPATEN SIDOARJO Sutinah, Sutinah
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.119 KB) | DOI: 10.20473/dk.v13i1.2018.66-78

Abstract

Di Indonesia, diperkirakan jumlah anak terlantar sekitar 3,5 juta jiwa. Ini pun terbatas pada kelompok anak-anak yang yatim piatu dimana dari jumlah itu hanya sedikit di antara mereka yang terjangkau pelayanan sosial. Di Kabupaten Sidoarjo sendiri, jumlah anak terlantar, anak yatim dan anak yatim piatu yang tinggal di berbagai panti diperkirakan mencapai angka ribuan, bahkan lebih, dan tidak mustahil pula angkanya kini terus bertambah karena tekanan kemiskinan dan kondisi perekonomian yang tak kunjung stabil. Kegiatan sebagaimana dilaporkan, selain mencoba melakukan indentifikasi keberadaan LKSA di Kabupaten Sidoarjo dalam mengimplementasikan SNPA, juga sekaligus akan mengkaji dan merumuskan sebuah pendekatan dan model penanganan anak-anak yang terlantar yang ada di panti. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan akan diperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan dalam mengoptimalkan peran LKSA dalam pemenuhan hak serta perkembangan anak asuhnya. Dengan demikian penelitian Analisa Keberadaan Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) Di Kabupaten Sidoarjo menjadi penting untuk dilaksanakan. Metode yang digunkan pertama yaitu mengkaji dan menganilisis data sekunder. Kedua melakukan review. Dan ketiga yaitu melakukan penggalian data primer ke lapangan. Hasil studi ini menunjukkan kondisi LKSA di Kabupaten Sidoarjo masih banyak yang belum memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan dalam SNPA. Kendala yang dihadapi pengurus LKSA dalam memenuhi standarisasi SNPA, selain berkaitan dengan keterbatasan dana dan SDM, juga karena jumlah anak asuh yang dilayani tidak sebanding dengan kemampuan pendanaan dan SDM yang diimiliki. Kedua, bagi anak-anak asuh panti, situasi problematik yang mereka hadapi terkait dengan kondisi LKSA.
MAHASISWI PEROKOK: STUDI FENOMENOLOGI TENTANG PEREMPUAN PEROKOK DI KAMPUS Rizky Akbar, Fauzi Maulana
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.01 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v15i1.2020.33-40

Abstract

Di era ini, tidak hanya kaum laki-laki yang merokok melainkan kaum perempuan juga melakukannya. Perilaku merokok pada kaum perempuan juga menjadi suatu perdebatan mengenai keetisannya di kalangan masyarakat tertentu yang akhirnya menimbulkan berbagai anggapan. Perilaku merokok bahkan dilakukan oleh mahasiswi yang ada di lingkungan Universitas Airlangga Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna perempuan tentang kebiasaan merokok yang dilakukan di lingkungan Universitas Airlangga Surabaya. Ada makna yang terkandung ketika mahasiswi tersebut saat merokok selain sebagai sebuah kebutuhan. Metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi tersebut merokok karena saat merokok dirinya dapat lebih percaya diri dan mempermudah saat menyelesaikan sebuah permasalahan. Perempuan ini memaknai rokok sebagai Pertama, rokok sebagai hubungan pertemanan karena rokok dapat mencairkan suasana ketika melakukan aktivitas sosial. Kedua, merokok sebagai kebutuhan. Merokok sudah tidak dapat ditinggalkan karena sudah menjadi sebuah ketergantungan. Ketiga, merokok sebagai lifestyle, karena hidup di daerah perkotaan sehingga merokok sudah bukan menjadi sesuatu yang tabu untuk dilakukan. Sebuah pemaknaan terhadap rokok bagi perempuan tidak terlepas dari adanya because of motive sebelum terjadinya in order to motive yang merupakan penyebab dari perempuan merokok dan tujuan mengapa mereka menjadi seorang perokok. Informan merasakan reaksi yang sama dalam lingkungan sosial yaitu menjadi perbincangan teman, diperolok oleh teman, bahan sindiran oleh dosen, penolakan oleh orang tua akan kegiatan merokok tersebut, hingga pembiaran yang dilakukan oleh keluarga karena telah mengganggap hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi di dalam lingkungan keluarganya.
BUDAYA KERANJINGAN PENGGEMAR BAND INDIE Sofyan, Bintang Krisna Airlangga
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.787 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v14i2.2019.95-102

Abstract

Cikal bakal terbentuknya atmosfir Indie di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 1970-an sebagai pendahulu. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy (Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Didukung kemajuan teknologi internet yang memperkenalkan karya kepada audiens yang berpotensi besar dengan biaya lebih rendah melalui music blog, jejaring sosial seperti Myspace, Spotify, dan Joox yang juga digunakan perusahaan musik independen untuk membuat kemajuan besar dalam bisnisnya. Kemudian, ditunjang keseriusan label rekaman independen oleh Aksara Records dan De Majors di Jakarta dan FFWD Records di Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh band Indie yang mengangkat potret sosial terhadap budaya keranjingan bagi penggemarnya. Keranjingan bisa dibilang dengan kata lain adalah kecanduan, keranjingan atau kecanduan adalah sebuah tingkah laku yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik fisik, psikologis maupun fisiolgis. Studi ini menunjukkan karena adanya tingkah laku avid yang tercipta dari lingkungan yang banyak orang suka dengan band Indie sehingga mau tidak mau orang yang tidak terlalu suka kritik sosial band Indie akan bergabung di lingkungannya yang pada akhirnya menciptakan perilaku keranjingan karena lingkungan. Semua informan dalam penelitian ini adalah penggemar band Indie kritik sosial. Ini bisa dilihat dari kepemilikan lebih dari dua merchandise dan selalu datang ke acara band Indie di Surabaya. Namun, dalam menjadi penggemar band-band Indie tidak ada asosiasi penggemar yang menyukai band-band Indie. Itu karena para penggemar band ini cenderung menjadi penggemar pribadi atau individualistis.
PENGARUH SPIRITUALITAS DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KETERIKATAN KERJA ANGGOTA SATUAN RESERSE POLRES LAMONGAN Bayuaji, Ari
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.476 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v14i1.2019.16-25

Abstract

Beban kerja satuan Reserse membutuhkan motivasi yang kuat bagi personelnya untuk melaksanakan pekerjaan dengan sepenuh hati. Dengan demikian beban kerja yang berat akan dilihat dalam perspektif yang lebih positif. Kecerdasan untuk melihat dari perspektif yang lebih positif terhadap beban kerja sangat dibutuhkan bagi satuan fungsi teknis Reserse dalam kaitannya untuk menjaga agar kinerja personel tetap baik disamping juga untuk menjaga personelnya untuk tetap loyal berada di bidang tugasnya dan tidak berpindah fungsi karena alasan beban dan resiko kerja. Data primer dalam penelitian ini didapat melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh anggota Satreskrim Polres Lamongan dengan jumlah 60 orang. Kuesioner selain berisi tentang pernyataan yang sesuai dengan keadaan diri responden juga berisi pertanyaan terbuka yang harus dijawab responden secara jujur, untuk mendukung peneliti dalam melakukan pendalaman terhadap responden. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan alat analisis SPSS versi 24. Hasil pengujian secara statistik menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel bebas (spiritualitas dan persepsi dukungan organisasi) terhadap variabel terikat (keterikatan kerja) baik secara parsial ataupun simultan (bersama-sama).
PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI JAWA TIMUR Ariadi, Septi; Sudarso, Sudarso
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.405 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v13i2.2018.169-182

Abstract

Gagasan untuk mengembangkan BUM-Des, boleh dikata masih merupakan wacana yang relatif baru. Sebagai sebuah wilayah administratif pemerintahan yang paling bawah, desa di era otonomi daerah seperti sekarang ini, dituntut untuk mampu mengembangkan sikap mandiri di bidang ekonomi, termasuk membiayai sebagian dari kegiatan pembangunan di wilayahnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji gambaran tentang mekanisme pengelolaan badan usaha milik desa (BUM-Des) yang ada di berbagai desa di Provinsi Jawa Timur. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, secara purposive, kegiatan pengkajian ini dilaksanakan di 5 kabupaten dan 25 desa di Provinsi Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini didapati bahwa BUM-Des bukanlah lembaga yang dibentuk dan tumbuh dari bawah (bottom up), melainkan lebih merupakan lembaga bentukan dari atas (top down) yang diinisiasi dari prakarsa Negara. Besar modal awal pembentukan BUM-Des, sebagian besar (60%) di atas 25 juta rupiah, bahkan 24% BUM-Des yang ada didirikan dengan modal awal 100 juta lebih. Sedangkan faktor yang dinilai sangat menghambat perkembangan BUM-Des, menurut 41,8% masyarakat desa adalah modal yang terbatas.
PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN BROMO TENGGER SEMERU Karnaji, Karnaji
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dk.v13i1.2018.1-17

Abstract

Kesadaran dan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup bukan saja makin meningkat, tetapi juga makin sistematis dan implementatif. Di atas kertas telah dirumuskan kebijakan dan skenario pengembangan kawasan agropolitan Bromo Tengger Semeru. Tetapi, dalam kenyataan upaya untuk mengembangkan komoditi unggulan dan memanfaatkan kawasan tersebut ternyata bukanlah hal yang mudah. Ada berbagai persoalan yang timbul, bukan hanya berkaitan dengan ancaman perubahan perunutkan lahan, tetapi ditengarai juga kurangnya dukungan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan. Kegiatan bertujuan untuk mengkaji situasi problematik yang timbul dalam upaya pengembangan kawasan agropolitan Bromo Tengger Semeru sekaligus mengkaji pengaruh kebijakan dan program pembangunan serta merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan yang mendukung implementasi pembangunan yang berkelanjutan di kawasan agropolitan Bromo Tengger Semeru. Metodenya yaitu pra-lapangan, pelingkupan, baseline data, analisis, pengkajian, perumusan kebijakan program dan yang terakhir perbaikan. Berbagai permasalahan agrobisnis telah ditemukan mulai dari kurangnya sarana prasarana sampai dengan tidak mampu bersaing di pasaran. Ada pula berbagai rekomendasi berbagai program utama yang telah ditemukan. Oleh karena itu harus di terapkan beberapa program utama untuk keberhasilan pengembanagn kawasan agropolitan Bromo Teengger Semeru.
SOCIAL CONSTRUCTION OF HUSBAND OF FEMALE MIGRANT WORKERS ON CHILDREN’S EDUCATION Purwanto, Purwanto; el Hariri, Dima Bassam
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.264 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v15i1.2020.1-8

Abstract

The implementation of children?s education in the family of female migrant workers (TKW) is slightly different from other families in which it relies in the hand of the fathers because the mothers are working abroad. Generally, children in such families are prone to problems either with the parents, in education, and/or in health due to the absence of the mother. This study utilizes Berger?s social construction theory to analyze how children?s education in such families are managed and conducted by the fathers. In order to do so, the research was designed as a qualitative research taking location in the village of Deyeng, in the district of Ringinrejo of Kediri known for its residents? high participation as TKW. Data were collected from in-depth interviews from informants selected using purposive sampling. Results show that, firstly, the fathers understand children?s education as a shared responsibility with a bigger portion leaning to the mothers. This is due to perceived differences that the mothers tend to have stronger emotional attachment, perseverance, and patience to perform the task. Second, children?s education are conducted by the fathers in the forms of teaching them to read, write, and draw; instilling norms of politeness, discipline, and religious values; and admitting the children to tutoring institutions and Islamic religious tutoring services. Third, the fathers adaptability to the mothers? leaving highly affects the process of children?s education, either in terms of economic background of the family, the fathers? role in the children?s education, the fathers? employment status, and difference in the children?s education level.

Page 1 of 4 | Total Record : 40