cover
Contact Name
Dr. Abizal Muhammad Yati, LC, MA
Contact Email
fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285260912966
Journal Mail Official
fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Jl. Syech Abdur Rauf Darussalam, Banda Aceh - Aceh 23111 HP: 0852-6091-2966 Email : fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
ISSN : 2598585X     EISSN : 2614498     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup kajian keilmuan dalam Jurnal At-Taujih meliputi, ilmu Bimbingan Islam, Konseling Islam, Konseling Barat, dan khazanah keilmuan lainnya yang dikaitkan dengan konsep keislman.
Articles 40 Documents
PERKONGSIAN CABARAN PERASAAN DAN PEMIKIRAN KLIEN WANITA HIDUP BERSAMA SUAMI YANG BERPOLIGAMI Jayos, Samsiah; Mohd Yadzi, Nur Atikah
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.507 KB)

Abstract

Kajian ini berkaitan dengan poligami tetapi dikhususkan kepada wanita Islam yang bermadu. Jika isu poligami ini dibahaskan, ia membuatkan kaum lelaki menyenanginya, manakala wanita mencemuhnya. Melalui poligami iaitu hidup bermadu pastinya akan mengalami pelbagai cabaran bagi seorang wanita. Oleh itu, kajian ini dijalankan untuk mengkaji cabaran yang dihadapi oleh wanita yang bermadu dalam aspek perasaan dan pemikiran. Kajian ini menggunakan kaedah kualitatif dan reka bentuk kajian ini adalah reka bentuk kajian kes dengan menggunakan kaedah temu bual secara bersemuka.  Hasil temu bual dirakam dengan video seterusnya diatur kepada bentuk transkrip dan dianalisa data kepada tema, sub tema dan sub sub-tema. Sampel kajian adalah bertujuan. Responden yang terlibat dalam kajian ini terdiri daripada wanita Islam yang sedang bermadu di sekitar Bukit Mertajam, Pulau Pinang di Semenanjug Malaysia dan Kota Samarahan di Sarawak, Malaysia Timur. Kajian ini melibatkan seorang responden yang merupakan isteri pertama sebagai kajian rintis. Seterusnya empat (4) orang responden sebenar yang terdiri daripada seorang isteri pertama, dua orang isteri kedua dan seorang isteri ketiga. Hasil kajian membincangkan dua (2) cabaran yang dihadapi oleh wanita bermadu iaitu perasaan dan pemikiran. Dari segi perasaan yang dihadapi oleh wanita bermadu iaitu dikenalpasti ada lapan (8) iaitu marah, sakit hati, cemburu, takut, malu, gembira, dihargai dan sayang. Manakala, cabaran dari segi pemikiran terdiri dari enam (6) sub sub-tema iaitu berkaitan dengan agama, jodoh, anak-anak, prinsip hidup, pasrah dan redha. Secara keseluruhannya, kajian ini adalah untuk mengetahui dan memberikan sedikit sebanyak gambaran tentang cabaran perasaan dan pemikiran yang dihadapi oleh wanita yang bermadu terhadap kaunselor dan masyarakat. Selain itu, kajian ini perlulah diperluaskan lagi pada masa akan datang agar keluarga, kaunselor dan masyarakat mendapat pemahaman yang lebih mendalam mengenai isu ini dengan harapan klien khusus seperti golongan ini dapat dibantu dengan lebih berkesan kerana cabaran perasaan dan pemikiran ini jika tidak ditangani dengan penuh berhikmah akan memberi impak yang negative kepada klien wanita yang bermadu seperti kemurungan dan tekanan dalam kehidupan mereka. Kata kunci: Penerokaan, cabaran, klien, wanita, poligami dan bermadu. 
MENGEJAR WISUDA SARJANA MENURUT PERSPEKTIF KONSELING ISLAM Yusuf, M. Jamil
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.45 KB)

Abstract

Abstrak            Mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di suatu perguruan tinggi berhak memperoleh gelar sarjana. Mengejar adanya gelar ini idealnya ditempuh sesuai prosedur, mencurahkan segenap potensi pikir dan ikhtiar, dan tujuannya pun untuk mengemban amanah keilmuwan dan memaksimalkan pengabdiannya kepada agama, bangsa dan Negara. Fenomena yang mengemuka akhir-akhir ini bahwa gelar tersebut  diupayakan dengan cara-cara melanggar etika keilmuwan, untuk tujuan-tujuan popularitas hingga merendahkan martabat kesarjanaan, bahkan tidak memperlihatkan produktifitas keilmuwannya dalam meneliti atau menulis karya ilmiah.  Dalam perspektif konseling Islam, fenomena ini dipandang sebagai sebuah ?kasus? penyakit yang mulai menggejala di kalangan generasi muda melenial, yakni tidak mampu berpikir logis dan tidak terampil menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Generasi melenial ini perlu dibantu dengan layanan konseling Islam untuk pengembangan kebermaknaan hidupnya. Konseling Islam sudah seharusnya membantu mereka ini untuk mampu merumuskan tujuan hidup yang sejalan dengan kebermaknaan hidup sebagai seorang Muslim. Dalam konsep kebermaknaan hidup ini seorang Muslim harus mampu mendorong dirinya untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti kuliah, bekerja dan berkarya agar hidupnya dirasakan berarti dan berharga. Kata Kunci: Wisuda Sarjana, Konseling Islam
DAKWAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN DAN AL-HADITS Zain, Arifin
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.749 KB)

Abstract

Al-Qur`an dan al-hadits merupakan kitab suci yang ditinggalkan nabi Muhammad sebagai panduan bagi umat Islam.  Sebagai panduan umum, kedua sumber ini tidak hanya menjelaskan tentang ketuhanan, ibadah dan hubungan kemanusiaan namun juga menyebutkan tentang dakwah sebagai tugas utama para rasul. Tujuan penulisannya adalah untuk menemukan dan menganalisis pandangan al-Qur`an dan al-hadits terhadap dakwah. Tulisan ini tergolong pada penelitian kepustakaan yang tehnik pengumpulan datanya dilakukan melalui studi literatur serta analisis data menggunakan metode content analisis. Sumber utama tulisan ini adalah kitab suci al-Qur`an dan al-hadits yang berkenaan dengan perintah dakwah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa berdasarkan penjelasan al-Qur`an dan al-hadits maka dapat dikatakan bahwa Islam merupakan agama dakwah dan melaksanakan dakwah merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim. Kata Kunci: Dakwah, al-Qur`an, al-Hadits
LAYANAN KONSELING ISLAM UNTUK SANTRI YANG MENGALAMI MASALAH KEMANDIRIAN BELAJAR PONDOK PESANTREN NGUNUT TULUNGAGUNG Ari Setyawan, David
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.895 KB)

Abstract

Pada era digital terjadi perubahan yang pesat dalam semua bidang kehidupan, diantaranya pendidikan. Sehingga memungkinkan bagi setiap lembaga pendidikan untuk selalu berinovasi agar selalu eksis dan bertahan dalam kompetisi menuju standar mutu yang diharapkan pemerintah. Begitu juga perkembangan anak didik yang mendapat layanan pendidikan. Minat masyarakat pada pendidikan di masa sekarang sudah mengarah pada pendidikan yang berbasis pesantren, terbukti dari beberapa pesantren diwilayah Jawa Timur selalu digemari orangtua untuk menitipkan putra dan pitrinya untuk mengenyam pendidikan formal berbasis pesantren. Hal ini sangat menarik diteliti karena ada hal istimewa yang terdapat didalam pembelajaran formal berbasis pesantren. Banyak permasalahan muncul yang dialami pesantren ketika para santri/ anak didik tidak dapat membagi waktu antara kegiatan formal dengan pesantren, hal ini menjadi problem dan harus segera di selesaikan. Dalam hal ini pengelola pesantren perlu memperhatikan kesiapan santrinya dalam kegiatan belajar dan sehari-hari selama dipesantren, sehingga perlu dideteksi sejak awal untuk meminimalisir kejadian santri yang ?boyong?. Langkah yang harus ditempuh pengelola adalah memberikan layanan konseling islam untuk memandirikan belajarnya, supaya para santri mampu beradaptasi baik dengan lingkungan formal dan non formalnya. Hasil dari penelitian ini bahwa, layanan konseling islam mampu meningkatkan kemandirian belajar santri pada pondok pesantren ngunut Tulungagung Jawa Timur. Sehingga kedepan perlu dilakukan layanan konseling islam secara berkala agar santri dapat beradaptasi dan mengenali cara belajar pendidikan formal berbasis pesantren.   Kata Kunci: Konseling Islam, kemandirian belajar
PENGARUH BUDAYA TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU KEBERAGAMAAN Syamaun, Syukri
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.017 KB)

Abstract

AbstrakManusia adalah makhluk individual dan dalam waktu yang lain dia akan berfungsi sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk individual, manusia dilengkapi dengan berbagai potensi, yang satu individu dengan individu lainnya mempunyai sifat, sikap, perilaku dan motivasi yang berbeda. Setiap individu sejak kecil sudah mulai menjalin hubungan psikologis dengan lingkungan sosialnya. Adanya perbedaan individu pa- da dasarnya disebabkan oleh adanya perbedaan situasi lingkung- an yang dihadapi rnasing-masing. Termasuklah budaya yang dianggap menjadi faktor utama dalam menumbuhkan sikap dan perilaku termasuk dalam pengamalan agamanya. Kata Kunci: budaya, sikap dan perilaku, keberagamaan 
MODEL LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI SISWA SMA SE-KABUPATEN ACEH BESAR Andriyani, Juli
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.045 KB)

Abstract

Banyak orang yang tabu untuk membicarakan tentang seksual, termasuk orang tua yang merasa enggan, malu atau tabu menjelaskan tentang perihal tersebut kepada anak-anaknya. Dengan kurangnya informasi yang didapatkan, pengetahuan siswa SMA Se-Aceh Besar tentang kesehatan reproduksi sangat kurang sehingga siswa tidak tahu mengenai bahaya atau penyakit yang muncul berkaitan dengan alat reproduksinya. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan tersebut adalah melalui layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab fokus masalah ?bagaimana model layanan bimbingan dan konseling terhadap kesehatan reproduksi siswa SMA se-Kabupaten Aceh Besar??. Teori yang digunakan untuk menjawab fokus masalah tersebut adalah konseling kesehatan reproduksi yang di dalamnya dijabarkan tentang model-model layanan bimbingan dan konseling dan tentang kesehatan reproduksi. Jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Subjek penelitian di sini berjumlah 20 orang siswa SMA kelas dua dan 6 orang guru BK di SMA se-Aceh Besar yang sebelumnya responden ditentukan melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi dan wawancara. sedangkan teknik analisis data yang dilakukan antara lain reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa-siswa SMA di Kabupaten Aceh Besar belum sepenuhnya mengerti dan memahami apa yang terkandung dalam konsep kesehatan reproduksi. Untuk itu, setidaknya terdapat delapan model layanan bimbingan dan konseling yang telah diterapkan guru BK di SMA se-Aceh Besar dalam memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi kepada siswanya, yang mana model layanan tersebut merujuk pada pola 17 layanan bimbingan dan konseling, antara lain; layanan pembelajaran, layanan responsif, layanan konseling kelompok, layanan mediasi, layanan informasi, home visit (kunjungan rumah), layanan konsultasi, dan alih tangan kasus. Kata Kunci : model layanan bimbingan dan konseling, kesehatan reproduksi 
URGENSI LAYANAN KONSELING ISLAM DALAM UPAYA PERCEPATAN PEMULIHAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Jarnawi, Jarnawi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.52 KB)

Abstract

Keberadaan layanan bimbingan dan konseling di rumah sakit sudah menjadi kebutuhan mendesak. Berbagai macam persoalan kesehatan dan beragam tipikal manusia yang berada di dalamnya tentu membutuhkan kenyamanan dalam berinteraksi dalam memperoleh dan memberikan layanan terbaik. Apabila tidak terlaksana maka dapat memicu timbulnya ganguan psikologis yang berupa stres, kecemasan, panik, keputusasaan yang pada akhirnya berujung depresi. Konseling Islam menjadi salah satu pilihan tepat, mengingat efektifitas suatu hasil layanan konseling sangat ditentukan oleh sistem nilai yang diyakini pasien. Hasil penelitian  mengungkapkan bahwa pasien yang diberikan bimbingan spiritual sebelum operasi memiliki korelasi yang tinggi dengan penurunan stres pasien. Oleh karena itu Bimbingan dan Konseling Islam dirasa sangat sesuai untuk diberikan bagi pasien maupun tenaga medis dan non-medis guna mensinergikan seluruh unsur layanan yang ada di rumah sakit. Kata Kunci: Urgensi,Konseling Islam dan Layanan 
PENGARUH LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TERHADAP KETERBUKAAN DIRI (SELF DISCLOSURE) REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KLAS II B PEKANBARU Zulamri, Zulamri
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.87 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi remaja yang memiliki masalah keterbukaan diri dilingkungan lembaga pembinaan khusus anak klas II B pekanbaru. Maka  perlu melakukan layanan konseling individual. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui adakah terdapat pengaruh layanan konseling individual terhadap keterbukaan diri (self disclosure) remaja di LPKAklas II B Pekanbaru. Metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan program SPSS versi 17.0.Teknik pengambilan sampelnya adalah non probability sampling dengan jenis sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel  yang berjumlah 52 orang remaja dengan memberikan  angket untuk pengumpulan data.Hasil penelitian nilai korelasi sebesar 0,481.berdasarkananalisa data pada tabel Model Summary yaitu R.Square 0,231 atau 32 % berada pada rentang 0,20-0,399 dalam katagori rendah. Jadi berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat pengaruh layanan konseling individual terhadap keterbukaan diri (self disclosure) remaja di LPKA klas II B Pekanbaru sebesar 23%.Kata Kunci: Layanan Konseling Individual, Keterbukaan Diri (Self Disclosure).
PENINGKATAN ADVERSITY QUOTIENT MELALUI STRATEGI FOCUS GROUP DISCUSSION PADA MAHASISWA Nanda Nurvita, Desika
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.972 KB)

Abstract

Peningkatan Adversity Quotient melalui Strategi Focus Group Discussion pada Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan strategi focus group discussion dalam meningkatkan adversity quotient pada mahasiswa program studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) IAIN Tulungagung. Penelitian menggunakan satu kelompok subjek (one group pretest-posttest designs). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa BKI angkatan 2016 kelas A, B,C, dan D, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil pretest menunjukkan terdapat 10 mahasiswa yang memiliki skor adversity quotient rendah, kemudian 10 mahasiswa tersebut diberi treatment dengan intervensi strategi focus group discussion. Instrumen penelitian menggunakan inventori adversity quotient. Data dianalisis dengan menggunakan rumus paired sample t-test  untuk mengetahui peningkatan tingkat adversity quotient pada kelompok eksperimen. Hasil analisis menunjukan bahwa strategi focus group discussion yang digunakan memberikan kenaikan yang signifikan.  Kata Kunci: focus group discussion, adversity quotient, mahasiswa BKI
NILAI-NILAI KONSELING ISLAM PADA SENI TARI SEUDATI DI KALANGAN MASYARAKAT ACEH Ibrahim, Iskandar
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.672 KB)

Abstract

Konseling merupakan bantuan psikologis kepada klien guna mendapatkan keputusan hidup yang dapat mengangkat harkat dan martabat mereka, sejak konseling pertama kali dipopulerkan oleh Frank Parsons pada tahun 1908 terus mengalami perkembangan, namun kajian terhadap nilai-nilai konseling Islam berbasis seni tari lokal belum tuntas. Minimnya minat akademisi menkaji nilai-nilai konseling Islam pada seni tari lokal karena gerakan dan suara yang bersifat menghibur (entertain) pada tarian tidak termasuk ke dalam definisi konseling modern. Kajian ini menghadirkan nilai-nilai konseling Islam pada seni tari seudati masyarakat Aceh sebagai respon akademik terhadap perdebatan panjang mengenai pendekatan konseling di kalangan konselor. Penulis menggunakan data gabungan pada kajian ini, data lapangan guna menemukan nilai-nilai konseling Islam pada seni tari seudati dan data pustaka guna mengetahui kehadiran seni tari seudati dalam kontek sosialkegamaan di Aceh. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pada seni tari seudati ditemukan nilai-nilai konseling Islam sebagaimana yang terangkum dalam ungkapan salam, pujian kepada Tuhan dan Nabi, busana yang bernuansa Islami, kombinasi dari tari musik tubuh dan sastra tetang nilai-nilai kehidupan yang Islami, dan pada awal pertumbuhannya menjadi media untuk mengkomunikasikan pesan-pesan Islam kepada publik. Karena itu, penulis menyimpulkan bahwa kajian ini dapat memperkaya khazanah kajian tentang nilainilai konseling Islam berbasis budaya lokal. Para penggiat konseling dapat mempertimbangkan untuk menggunakan hasil kajian ini pada acara konseling terbuka untuk menolong individu yang memerlukan pendekatan konseling berbasis seni tari local yang Islami. Keywords: konseling, Islam, seudati 

Page 1 of 4 | Total Record : 40