cover
Contact Name
Aly Ashghor
Contact Email
puskamnas@ubharajaya.ac.id
Phone
+6281314082099
Journal Mail Official
puskamnas@ubharajaya.ac.id
Editorial Address
Center for National Security Studies (Puskamnas), Bhayangkara Jakarta Raya University (UBJ) Puskamnas, GRHA Summarecon Lt.3 Jl. Raya Perjuangan, Marga Mulya Bekasi Utara, Jawa Barat 17121
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keamanan Nasional
ISSN : 24427985     EISSN : 25797727     DOI : https://doi.org/10.31599/jkn.v5i2.437
Core Subject : Social,
Jurnal Keamanan Nasional presenting works or article on national security issues, and the influence of international-strategic environment dynamics. PUSKAMNAS invites you to carved critical and original ideas on national security issues (terrorism, insurgency, police issue, military issues, conflict, social issues, brawl, etc.). The works could be a teoritical, analytical, research publication, history, case study, including recent issues on national, regional or international scope.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016): November" : 4 Documents clear
KEAMANAN LINTAS PERBATASAN: STUDI MIGRAN ILEGAL ANTARA BATAM DAN JOHOR Sulaksono, Endro
Jurnal Keamanan Nasional Vol 2, No 2 (2016): November
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v2i2.47

Abstract

AbstrakArtikel ini fokus terhadap fenomena kegiatan penyelundupan korban perdagangan perempuan ilegal Indonesia ke Malaysia. Modus yang digunakan memiliki pola legal entry and illegal stay, serta illegal entry and illegal stay melalui jalur lintas perbatasan antara Batam dan Johor. Isu ini menarik perhatian dan menjadi isu serupa di berbagai negara terkait dengan ancaman kejahatan lintas perbatasan yang berimplikasi terhadap keamanan perbatasan. Berawal dari kegiatan migrasi yang diakui sebagai hak setiap warga negara dengan harapan mendapatkan perubahan ekonomi yang lebih baik, namun kenyataannya menimbulkan masalah baru. Implikasinya, menurunkan kewibawaan negara asal karena warganya telah menciptakan masalah baru bagi negara tujuan. Melalui konsep policing, Polri dapat mengembangkannya melalui pemolisian masalah lintas perbatasan untuk melakukan pencegahan. Hal ini dapat dijadikan acuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, dan mengawasi terhadap kebijakan Polri terkait keamanan perbatasan.Kata kunci: migrasi, globalisasi, keamanan perbatasan, perdagangan manusia, pemolisian. This article focuses on smuggling victim of illegal Indonesian women?s trafficking to Malaysia. The modus have patterns of legal entry and illegal stay, as well as illegal entry and illegal stay over cross-border lines between Batam and Johor. This issue is interesting and become similar issue in many countries related to threat crimes cross-border lines which have implication to security border. Begining from migration activity confessed as right every citizen with hope to get better economical change, however the fact inflict new problem. This implication degrades authority native country cause the citizen have created new problem for destination country. Through policing concept, Indonesian National Police can develop it over cross-border lines of problem policing to do prevention. This case can be became reference to formulate, to implement, and control to policy of Indonesian National Police relate border security.Keywords: migration, globalization, border security, human trafficking, policing.
REFORMASI DI KEMENTERIAN PERTAHANAN RI Sukadis, Beni
Jurnal Keamanan Nasional Vol 2, No 2 (2016): November
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v2i2.45

Abstract

AbstrakReformasi bidang pertahanan yang dialami Indonesia sejak disahkan UU Pertahanan Negara dan UU TNI hingga kini belum selesai karena beberapa faktor yang cukup menghambat reformasi ini. Beberapa faktor yang menghambat, yaitu masih ada budaya paternalistik dalam birokrasi, masih ada ketidakjelasan kedudukan antara menteri pertahanan dan panglima TNI dalam pembagian wewenang khususnya terkait hubungan sipil-militer dan kepemimpinan sipil yang lemah dalam mengelola reformasi di Kementerian Pertahanan. Hingga saat ini implementasi supremasi sipil masih samar di Kementerian Pertahanan, walaupun secara faktual menteri pertahanan berasal dari sipil, tapi di sisi lain dominasi militer dalam jabatan pengambilan keputusan masih terjadi. Padahal supremasi sipil seharusnya direpresentasikan dalam wujud nyata bukan hanya dari hanya dari satu posisi pimpinan, yakni bagaimana otoritas sipil secara dominan dapat mengambil keputusan politik yang otonom sesuai dengan kebijakan negara yang dimandatkan oleh UU dan aturan yang ada.Kata kunci: reformasi pertahanan, hubungan sipil militer, supremasi sipil. Defense reform still underway since Indonesia passed the Law on State Defense and the TNI the reform law has not completed yet, because there are many factors that impede the reform process. Some of the factors are the paternalistic culture still exist in the bureaucracy, there is also ambiguity on the relations between the Defense Minister and the Commander of TNI in the division of labor especially to civil-military relations and weak civilian leadership in managing the reform at the Ministry of Defense. Until now, the implementation of civil supremacy within the Ministry is vague, although the ministers are civilian, but in fact the military domination in decision making process remains strong. Whereas, civil supremacy should not be exemplified on the top position, but the civilians authority take the lead in the decision making in accordance to the State Policy as stipulated by the law.Keywords: defense reform, civil-military, civilian supremacy.
BOOK REVIEW: INTERCOURSE WITH TRAGEDY Hamid, Usman
Jurnal Keamanan Nasional Vol 2, No 2 (2016): November
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v2i2.49

Abstract

Judul Buku: Intercourse with TragedyPenulis: Hermawan SulistyoPenerbit: Pensil 324Tahun Terbit: 2016
BUNUH DIRI POLISI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL Sonta, Ahrie
Jurnal Keamanan Nasional Vol 2, No 2 (2016): November
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v2i2.44

Abstract

AbstrakBunuh diri polisi merupakan permasalahan psikologi profesi. Setiap polisi dituntut mampu mengambil suatu keputusan dalam kondisi tertekan, waktu yang terbatas, dan tingkat kompleksitas tertentu. Di balik tugas yang berat, polisi sejatinya adalah manusia biasa yang memiliki latar belakang sosial. Profesi ini mengharuskan setiap individu menyaksikan hal-hal buruk dalam masyarakat, sehingga menjadi stimulan untuk mengganggu kesehatan mental. Dalam kondisi demikian, polisi juga dihadapkan pada beban kerja yang berat yang juga dapat menstimulasi pengaruh buruk pada kehidupan pribadinya. Tulisan ini membedah kasus bunuh diri yang dilakukan anggota Polri sepanjang tahun 2015 hingga 2016 dengan menggunakan pendekatan psikologi sosial. Temuan empirik bunuh diri polisi di Indonesia dapat dikomparasikan terhadap temuan eksperimental fenomena serupa di dunia. Sehingga dari hasil perbandingan ini Polri dapat menangkal potensi bunuh diri pada anggotanya dengan pendekatan yang lebih bersifat alamiah.Kata kunci: bunuh diri, polisi, psikologi sosial, profesi Suicide police is a problem of psychological profession. Every police is required to be capable to take a decision on stressfull condition, limited time, and level of certain complexity. Behind their difficult duty, police is ordinary people which have social background. This profession requires every individual witnesses bad cases in the society, so it becomes stimulant to disturb mental. Under that condition, police face to difficult duty which can stimulate bad influences in their personal life. This article discusses suicide case which is done by member of the Indonesian National Police along the year of 2015 until 2016, using social-psychological approaches. Empirical finding of suicide police in Indonesia can be compared with other findings of similar phenomena in the world. From the result of this comparison is that the Indonesian National Police can prevent a potential suicide of their members with a better scientific approach.Keywords: suicide, police, social psychology, profession

Page 1 of 1 | Total Record : 4