cover
Contact Name
Aly Ashghor
Contact Email
puskamnas@ubharajaya.ac.id
Phone
+6281314082099
Journal Mail Official
puskamnas@ubharajaya.ac.id
Editorial Address
Center for National Security Studies (Puskamnas), Bhayangkara Jakarta Raya University (UBJ) Puskamnas, GRHA Summarecon Lt.3 Jl. Raya Perjuangan, Marga Mulya Bekasi Utara, Jawa Barat 17121
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keamanan Nasional
ISSN : 24427985     EISSN : 25797727     DOI : https://doi.org/10.31599/jkn.v5i2.437
Core Subject : Social,
Jurnal Keamanan Nasional presenting works or article on national security issues, and the influence of international-strategic environment dynamics. PUSKAMNAS invites you to carved critical and original ideas on national security issues (terrorism, insurgency, police issue, military issues, conflict, social issues, brawl, etc.). The works could be a teoritical, analytical, research publication, history, case study, including recent issues on national, regional or international scope.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020): Mei" : 6 Documents clear
OPTIMALISASI PERAN POLRI DALAM PENANGANAN KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA DI PAPUA Sianturi, Binsar Hatorangan; Hanita, Margaretha
Jurnal Keamanan Nasional Vol 6, No 1 (2020): Mei
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v6i1.451

Abstract

Prevention and overcoming separatism is an important part of the government's agenda in realizing a safe and peaceful Indonesia. The implementation of development in all regions of the country within the framework of the Unitary State of the Republic of Indonesia is always accompanied by comprehensive efforts to prevent and overcome separatism. One of the complicated problems that still seizes a lot of attention from the nation and state of the Republic of Indonesia until now is undeniable is the separatist movement that develops in several regions of the Republic of Indonesia (NKRI). The separatist movement in Papua has now become an issue that has not yet found a solution based on a comprehensive and dynamic strategy in the context of adjusting to developments in Papua. Various police efforts have been and continue to be carried out in order to overcome separatism of armed criminal groups (KKB) in Papua. This study aims to examine the extent of the role of the Police in efforts to combat separatism in Papua and measures to optimize that role.
MELANJUTKAN PEMBANGUNAN SISTEM KEAMANAN NASIONAL INDONESIA DALAM KERANGKA LEGAL SYSTEM SEBAGAI UPAYA MENANGGULANGI KEJAHATAN TERORISME Anakotta, Marthsian Yeksi; Disemadi, Hari Sutra
Jurnal Keamanan Nasional Vol 6, No 1 (2020): Mei
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v6i1.455

Abstract

Penanggulangan kejahatan terorisme di masa kini dan masa depan tidak hanya mengandalkan upaya penegakan hukum karena eskalasi ancamannya bukan hanya mengancam keamanan dan ketertiban hukum di masyarakat. Lebih dari itu yaitu, mengancam keamanan nasional yang terdiri atas pertahanan negara, keamanan negara, keamanan masyarakat dan keamanan insani yang dapat membahayakan eksistensi kedaulatan NKRI. Tulisan ini membahas tentang pentingnya peran Indonesia sebagai negara hukum untuk melanjutkan pembangunan Sistem Keamanan Nasional Indonesia berdasarkan kerangka legal system yang terdiri atas substansi hukum, struktur hukum dan budaya hukum. Tujuannya agar di masa depan Indonesia dapat menanggulangi kejahatan terorisme secara komprehensif melalui upaya-upaya yang strategis. Penulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif karena fokus kajian berangkat dari kekosongan dan/atau kekaburan norma.
ANALISA KEBIJAKAN PEMULANGAN WNI EKS ISIS DI SURIAH Sumawiharja, Farhan Arif; Munandar, Adis Imam
Jurnal Keamanan Nasional Vol 6, No 1 (2020): Mei
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v6i1.447

Abstract

Radikalisme dan terorisme menjadi suatu permasalahan global. Dampak negative kerap kali dirasakan oleh Indonesia. Beberapa aksi teror juga terjadi dan merenggut korban. Perkembangan ISIS di dunia menarik minat masyarakat sebagian masyarakat Indonesia untuk bergabung. Namun pasca kekalahan ISIS di tahun 2019 WNI eks ISIS memiliki keinginan untuk kembali ke Indonesia. Pemulangan WNI eks ISIS menjadi suatu dilematis, akan tetapi kebijakan harus tetap diambil oleh pemerintah demi menjaga stabilitas keamanan nasional. Penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif dan tinjauan pustaka serta menggunakan pendekatan Analisa Stakeholders. Kebijakan pemulangan WNI eks ISIS sudah ditetapkan, namun sisi kemanusiaan juga harus diperhatikan. Maka pembaharuan data yang lebih singkron menjadi syarat utama dan syarat mutlak pemulangan WNI eks ISIS yang sebagian besarnya merupakan anak-anak dan Perempuan
PERAN STRATEGIS INDONESIA DALAM PENYELESAIAN KONFLIK LAUT CHINA SELATAN DALAM PERSPEKTIF STABILITAS KEAMANAN REGIONAL L.Toruan, Gerald Theodorus
Jurnal Keamanan Nasional Vol 6, No 1 (2020): Mei
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v6i1.449

Abstract

Konflik Laut China Selatan hingga saat ini masih belum dapat terselesaikan, konflik ini melibatkan 4 negara ASEAN (Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam) serta Taiwan dan China. Indonesia walaupun bukan sebagai negara pengklaim memiliki peranan penting untuk menciptakan stabilitas keamanan di kawasan ASEAN, selain itu Indonesia juga berperan sebagai mediator bagi negara-negara yang bersengketa. Konflik Laut China Selatan terus mengalami eskalasi dan dapat menimbulkan ancaman di kawasan selain itu dalam konflik ini juga melibatkan negara Amerika Serikat yang menginginkan adanya freedom of navigation di Laut China Selatan. Hingga saat ini kode etik (code of conduct) belum disepakati oleh para pihak yang bersengketa. Konflik Laut China Selatan memasuki babak baru dimana pada tahun 2016 Filipina memenangkan gugatan di Mahkamah Arbitrase Internasional, yang pada intinya adalah tidak mengakui klaim wilayah China serta traditional fishing ground yang selalu dijadikan dalil oleh China. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk merumuskan peran yang bisa diambil oleh Indonesia dalam menyelesaikan konflik Laut China Selatan. Adapun tekhnik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam kepada para ahli ataupun pengamat hubungan internasional. Hasil penelitian adalah berupa rekomendasi kebijakan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penyelesaian konflik Laut China Selatan
KEAMANAN NASIONAL DI KAWASAN ASIA TENGGARA: ANALISIS KELEMBAGAAN DALAM RELASI ANTARA KEPENTINGAN KEAMANAN NASIONAL DAN UNCLOS Pratomo, AB
Jurnal Keamanan Nasional Vol 6, No 1 (2020): Mei
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v6i1.448

Abstract

The effort by Indonesia to exert their influence in the Southeast Asia region has been motivated by Indonesian leaders to develop a zone where solidarity is possible. The backdrop of post-colonial and Cold War context shaped this exertion into modest aspiration. Indonesia employs ASEAN into various dealings with regional affairs. The achievement of ASEAN has been its step-by-step arrangement which quite conforms its internal contrast of socio-cultural diferences among nation. This worked until the coming of globlisation which bring a various contest of interest, aspiration, and infuence. The proposition of employing UNCLOS in supporting and extending Indonesia?s exertion is not very prominent. However, UNCLOS, in significant part, reflects the history of ?Djuanda Declaration?. UNCLOS has potential in covering the width and complexity of the reality of archipelago. The case for UNCLOS is based on revisit into institutional framework of ?national security? and the rearticulation of provision of UNCLOS as important part of this framework.  
KEAMANAN NASIONAL DI KAWASAN ASIA TENGGARA: ANALISIS KELEMBAGAAN DALAM RELASI ANTARA KEPENTINGAN KEAMANAN NASIONAL DAN UNCLOS Pratomo, AB
Jurnal Keamanan Nasional Vol 6, No 1 (2020): Mei
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jkn.v6i1.448

Abstract

The effort by Indonesia to exert their influence in the Southeast Asia region has been motivated by Indonesian leaders to develop a zone where solidarity is possible. The backdrop of post-colonial and Cold War context shaped this exertion into modest aspiration. Indonesia employs ASEAN into various dealings with regional affairs. The achievement of ASEAN has been its step-by-step arrangement which quite conforms its internal contrast of socio-cultural diferences among nation. This worked until the coming of globlisation which bring a various contest of interest, aspiration, and infuence. The proposition of employing UNCLOS in supporting and extending Indonesia?s exertion is not very prominent. However, UNCLOS, in significant part, reflects the history of ?Djuanda Declaration?. UNCLOS has potential in covering the width and complexity of the reality of archipelago. The case for UNCLOS is based on revisit into institutional framework of ?national security? and the rearticulation of provision of UNCLOS as important part of this framework.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6