cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 14 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Nopitasari, Baiq Leny; Nurbaety, Baiq; Zuhroh, Hafni
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.936 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2542

Abstract

ABSTRAKGagal jantung adalah ketidakmampuan jantung memompa darah guna memenuhi kebutuhan oksigen serta memberikan nutrisi jaringan tubuh. Gagal jantung biasanya disebabkan oleh kelainan sekunder dari abnormalitas struktur jantung atau fungsi yang merusak kemampuan ventrikel kiri untuk mengisi atau mengeluarkan darah. Keberhasilan penanganan secara medis tapi juga ditentukan oleh ketepatan dalam penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan pengobatan antihipertensi pada pasien gagal jantung di poli jantung RSUD Provinsi NTB pada bulan April-Mei tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 49 catatan rekam medis pasien yang mendapatkan terapi antihipertensi dengan gagal jantung. Hasilnya menunjukan bahwa ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal jantung di RSUD Provinsi NTB tahun 2019 yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat pasien sebesar 100%, tepat obat sebesar 100%, tepat dosis sebesar 73,54% dan tepat frekuensi sebesar 100%.Kata kunci: Evaluasi Penggunaan Obat; Antihipertensi; Gagal Jantung.ABSTRACTHeart failure is the inability of the heart to pump blood to meet oxygen needs and provide nutrition for body tissues. Heart failure is usually caused by a secondary disorder of abnormal heart structure or function that damages the ability of the left ventricle to fill or bleed. Medical treatment success but also determined by the accuracy in the use of drugs. This study aims to evaluate the accuracy of antihypertensive treatment in heart failure patients in the heart poly of the NTB Provincial Hospital in April-May 2019. This study used a descriptive method with a cross sectional approach. The study was conducted on 49 medical record records of patients receiving antihypertensive therapy with heart failure. The results showed that the accuracy of the use of antihypertensive drugs in heart failure patients in the NTB Provincial Hospital in 2019 was seen based on the exact indication of 100%, the right patient at 100%, the exact drug at 100%, the right dose of 73,54% and the exact frequency of 100%.Keywords: Evaluation of drug use; antihypertensive; heart failure.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB PERIODE JULI-AGUSTUS 2019. Nurbaety, Baiq; Wahid, Abdul Rahman; Suryaningsih, Ekarani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.275 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1205

Abstract

ABSTRAKSemakin baik pengetahuan seseorang tentang pengobatan dan penyembuhan tuberkulosis maka kepatuhan dalam menjalani pengobatan juga akan baik sehingga keberhasilan pengobatan akan tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien terhadap keberhasilan terapi tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross secsional . Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis dengan kategori pasien pindahan, kambuh, putus berobat, dan gagal yang sedang menjalani pengobatan di instalasi rawat inap dan rawat jalan Rumah Sakit Umum Provinsi NTB, dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa kuisioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien adalah 32,25% berpengetahuan baik, 29,03% berpengetahuan cukup, dan 38,70% berpengetahuan kurang. Tingkat kepatuhan pasien adalah 38,70% tinggi, 29,03% sedang, dan 32,25% rendah. Gambaran tingakat pengetahuan pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB sebagian besar berpengetahuan kurang (38,70%), dan gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis sebagian besar dengan kepatuhan tinggi (38,70%). Kata kunci : Pengetahuan; Kepatuhan; Tuberkulosis. ABSTRACTThe better one?s knowledge of treatment will also be good so that the succes of treatment will be achieved. The purpose of this study was to determine the level of knowledge and compliance of patients with the success of tuberculosis therapy. This study uses an observational descriptive cross sectional approach. The population in this study were all tuberculosis patients in the category of patients moving, relapsing, dropping out of treatment, and falling who were undergoing treatment in the inpatient and outpatient care of the NTB provincial public hospital, with a total sample of 31 respondents. The measuring instrument used in this study was a questionnaire. The analysis used is univariate analysis. This result of this studyindicate that the level of knowledge of patients is 32,25% good knowledge, 29,03% have enough knowledge, 38,70% have less knowledge. The level of patient compliance was 38,70% high, 29,03% moderate, and 32,25% low. Description the level of knowledge of tuberculosis patients in NTB provincial general hospital most of the knowledge is lacking (38,70%), and description the level of compliance of tuberculosis patients mostly with high adherence (38,70%). Keywords : Knowledge; Compliance; Tuberculosis.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI VAKSIN MEASLES RUBELLA (MR) DI UPT BLUD PUSKESMAS GUNUNGSARI PERIODE AGUSTUS 2019 Fitriana, Yuli; Furqani, Nur; Ulfa, Siti Maryam
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.023 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1636

Abstract

ABSTRAKCampak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.Batuk dan bersin dapat menjadi jalur masuknya virus campak maupun rubella. Pengetahuan vaksin  MR adalah kombinasi vaksin Campak/Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap kedua penyakit tersebut Campak dan rubella merupakan jenis penyakit yang tidak dapat di obati (virus penyebab penyakit tidak dapat dibunuh), maka imunisasi MR ini adalah pencegahan terbaik bagi keduanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui  gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi vaksin measles rubella (MR) di UPT BLUD puskesmas gunungsari periode 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan mengambil data secara cross sectional, populasi sebanyak 458, diperoleh sampel sebanyak 82 responden yang dipilih secara purposive sampling mengunakan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi vaksin measles rubella yaitu 58,8%. Kata kunci :Tingkat Pengetahuan; Imunisasi; Masles Rubella ; Puskesmas. ABSTRACTMeasles and Rubella are infectious diseases transmitted through the airways caused by the Measles and Rubella viruses. Coughing and sneezing can be a pathway for measles and rubella viruses. Knowledge MR vaccine is a combination of  Measles (M) and Rubella (R) vaccines for protection against both The disease Measles and rubella are types of diseases that can not be treated (the virus that causes the disease can not be killed), then MR  immunization is the best prevention for both. The purpose of this research is to find out the description of mothers' knowledge about  immunization Measles Rubella (MR) vaccine in UPT BLUD puskesmas gunungsari period 2019. This research is a descriptive observational study by taking cross sectional data, a population of 458, obtained a sample of 82 respondents selected by purposive sampling using primary data. The results showed that the level of knowledge of mothers about measles rubella vaccine immunization was 58.8%. Keywords : Knowledge Level; Immunization; Masles Rubella ; Puskesmas 
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Pradiningsih, Anna; Leny Nopitasari, Baiq; Furqani, Nur; Wahyuningsih, Esi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.237 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2515

Abstract

ABSTRAKGagal ginjal kronik merupakan penurunan fungsi ginjal progresif yang  irreversible ketika ginjal tidak mampu mempertahankan keseimbangan metabolik. Gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB memasuki daftar 10 penyakit terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan  penelitian observasional deskriptif dengan mengambil data secara cross sectional, sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 43 orang. Evaluasi penggunaan obat dalam penelitian ini meliputi tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat indikasi dan tepat frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik yaitu 100% tepat pasien, 100% tepat obat, 100% tepat indikasi, 100% tepat dosis, 88,37% dan tepat frekuensi 27,91%.Kata kunci: Gagal ginjal kronik; Antihipertensi; Evaluasi penggunaan obat. ABSTRACTChronic kidney failure is a decrease in progressive kidney function which is irregular when the kidneys are unable to maintain metabolic balance. Chronic kidney failure at the NTB Provincial General Hospital enters the list of the 10 most diseases. This study aimed to evaluate the use of antihypertensive drugs in patients with chronic renal failure hospitalization at the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province. The study was a descriptive observational study by taking cross sectional data, samples that met the inclusion criteria were 43 people. Evaluation of drug use in this study included the exact patient, the right medication, the right dose, the right indication and the right frequency. The results showed the accuracy of the use of antihypertensive drugs in patients with chronic renal failure, namely 100% right patients, 100% exact drugs, 100% exact indications, 100% exact dosages, 88.37% and exact frequency 27,91%.Keywords: Chronic Kidney Failure; Antihypertension; Evaluation of drug use.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PENYEBAB JERAWAT STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN ASHITABA (ANGELICA KEISKEI). Wardania, Alvi Kusuma; Malfadinata, Sugandi; Fitriana, Yuli
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.78 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1206

Abstract

ABSTRAKJerawat merupakan penyakit yang sering terjadi pada permukaan kulit wajah, leher, dada dan punggung. Jerawat muncul pada saat kelenjar minyak kulit terlalu aktif, sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan. Pengobatan jerawat biasanya menggunakan antibiotik yang dapat menghambat inflamasi dan membunuh bakteri. Masalah yang timbul akibat penggunaan antibiotik yang terlalu sering adalah munculnya resistensi bakteri terhadap antobiotik, maka perlu alternatif lain dalam mengobati jerawat yaitu dengan menggunakan bahan-bahan dari alam, dengan harapan dapat meminimalkan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri adalah ashitaba (Angelica keiskei). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun ashitaba terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dilihat dari daya hambatnya. Uji antibakteri daun ashitaba terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis menggunakan metode sumuran. Konsentrasi sampel uji ekstrak etanol daun ashitaba yang digunakan adalah 25%, 50% dan 100%. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun batang ashitaba mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Hasil uji aktivitas antibakteri penyebab jerawat Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 100% mempunyai daya hambat sedang dengan diameter hambatan 19,66±0,57, konsentrasi 50% mempunyai daya hambat lemah dengan diameter hambatan 13,33±2,51, dengan klasifikasi respon zona hambat bakteri 16-20 mm tergolong respon hambatan sedang. Kata kunci : Daun Ashitaba (Angelica keiskei); Daya Hambat; Bakteri Staphylococcus epidermidis. ABSTRACTAcne is a disease that often occurs on the surface of the face, neck, chest and back skin. Acne occurs when the skin oil gland is overactive, so the skin pores will be clogged by excessive fat deposits. Treatment of acne usually uses antibiotics that can inhibit inflammation and kill bacteria. Problems arising from the use of antibiotics that are too frequent is the emergence of bacterial resistance to the anthobiotic, it is necessary to alternative in treating acne using ingredients from nature, with the hope of being able to Minimize unwanted side effects. One of the plants that has an antibacterial activity is Ashitaba (Angelica keiskei). The purpose of this study is to find out the activity of Ashitaba-leaf ethanol extract against Staphylococcus epidermidis as seen from the power of his servants. The antibacterial test of the ashitaba leaves against the Staphylococcus epidermidis bacteria uses a Sumuran method. The concentration of the Ashitaba leaf ethanol extract test samples used was 25%, 50% and 100%. The results of phytochemical screening of Ashitaba stem leaf extract contain flavonoid compounds, saponins and tannins. Test results of antibacterial activity of the cause of Staphylococcus epidermidis acne at concentrations of 100% have moderate resistance with the diameter of the barrier 19,66 ± 0.57, the concentration of 50% has a weak inhibition with a barrier diameter 13,33 ± 2.51, with Zone response classification of 16-20 mm bacteria is classified as a medium barrier response. Keywords : The leaves of Ashitaba (Angelica keiskei); Power barrier; The bacteria Staphylococcus epidermidis.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM TERHADAP PENYAKIT MENULAR SEKSUAL TAHUN 2019 Nopitasari, Baiq Leny; Wahid, Abdul Rahman; Baharudin, Baharudin
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.46 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1662

Abstract

ABSTRAKPada tahun 2017 jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di NTB mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016. Jumlah kasus yang ditemukan tahun 2016 adalah 62 kasus HIV dan 87 kasus AIDS, sedangkan tahun 2017 ditemukan 98 kasus HIV, dan 111 kasus AIDS. Jumlah kematian karena AIDS di Provinsi NTB tahun 2016 sebanyak 9 kasus, mengalami peningkatan menjadi 22 kasus tahun 2017. Kota/Kabupaten yang terinfeksi HIV/AIDS paling tinggi yaitu Kota Mataram (39 kasus). Berdasarkan kelompok umur jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi yaitu kasus HIV antara 20 ? 29 tahun (40,91 %) dan AIDS antara umur 30 ? 39 tahun (31,82 %). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Mataram tentang PMS. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. jumlah sampel dihitung mengunakan rumus slovin, Sampel yang diambil sebanyak 99 sampel yang tersebar di 7 fakultas. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Mataram terhadap PMS berada di kategori cukup sebanyak 63 orang (64%) kategori baik sebanyak 27 orang (27%), dan kategori kurang sebanyak 9 orang (9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pegetahuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram terhadap PMS berada di kategori cukup. Kata kunci : HIV/AIDS; Pengetahuan Mahasiswa; PMS; ABSTRACTIn 2017 the number of cases of HIV / AIDS found in NTB increased compared to 2016. The number of cases found in 2016 was 62 cases of HIV and 87 cases of AIDS, while in 2017 there were 98 cases of HIV, and 111 cases of AIDS. The number of deaths due to AIDS in NTB Province in 2016 was 9 cases, increasing to 22 cases in 2017. The city / regency infected with HIV / AIDS was the highest, Mataram (39 cases). Based on age group, the highest number of HIV / AIDS cases were HIV cases between 20 ? 29 years (40.91%) and AIDS between 30 ? 39 years (31.82%). This study aims to determine the level of knowledge of students of the University of Muhamadiyah Mataram about STD. This research method is descriptive observational, with cross sectional approach. The number of samples is calculated using the Slovin formula. Samples taken as many as 99 samples spread across 7 faculties. The results showed that the level of knowledge of students of the Muhamadiyah University of Mataram on STD was in the quite category as many as 63 people (64%) in the good category as many as 27 people (27%), and in the less category as many as 9 people (9%). The conclusion of this study is the level of knowledge of students of the University of Muhammadiyah Mataram against STD is in the sufficient category Keywords : HIV/AIDS; Students Knowledge; STD.
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK KULIT PETAI (PARKIA SPECIOSA HASSK) TERHADAP MENCIT (MUS MUSCULUS) SEBAGAI ANTI INFLAMASI Maulana, Ilham; Kurniati Roddu, Ajeng; Suriani, Suriani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.782 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2559

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian uji efektifitas ekstrak etanol kulit petai dengan tujuan untuk mengetahui efek anti inflamasi dari ekstrak etanol kulit petai (Parkia speciosa Hassk).Pengujian dilakukan terhadap hewan uji mencit dengan melihat volume udem telapak kaki dari mencit, yang sebelumnya di induksi oleh putih telur 1%. Perhitungan hasil pengujian menggunakan uji analisis varians dan uji newman - keuls. Pengujian dilakukan dengan membagi 5 kelompok penguian, kelompok I dengan pemberian Na.CMC 1 % sebagai kelompok kontrol negatif   kelompok II dengan pemberian suspensi ekstrak etanol kulit petai dengan konsentrasi 1 %, kelompok III dengan konsentrasi 3%, kelompok IV dengan konsentrasi 5% dan kelompok V dengan pemberian suspensi natrium diklofenak 0,195%b/v sebagai kelompok kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit petai dengan konsentrasi 1%, 3%, dan 5% memiliki efek sebagai anti inflamsi.Kata Kunci: Ekstrak Etanol; Kulit Petai; Anti Inflamasi; Mencit.ABSTRACTHas conducted research Study On Effectiveness of Petai (Parkia speciosa Hassk) Extract, with the aim to determine the anti -inflammatory effect of the ethanol petai extract (Parkia speciosa Hassk). Testing forum mice to test animals by looking at the volume of foot edema of mice , which previously induced by egg white 1 %. Calculations results of testing using analysis of variance test and test newman ? keuls. Testing is done by dividing the testing group 5, group I with giving Na. CMC 1% as a negative control, group II and group administration of ethanol extract of petai suspension with a concentration of 1%, group III with a concentration 3%, group IV with a concentration 5% and the group V with the provison of 0,195% diclofenac sodium suspension as the positive control group. The result showed that the ethanol extract of petai with concentration of 1%, 3%, and 5% have anti ? Inflamamatory effect.Keywords: Extract Ethanol; Petai; Anti Inflammatory; Mice.
GAMBARAN BIAYA LANGSUNG MEDIS PENYAKIT PNEUMONIA DENGAN TERAPI CEFTRIAXONE DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH X DI NTB TAHUN 2018. Rahmawati, Cyntiya; Nopitasari, Baiq Leny; Safitri, Nining Pratiwi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.917 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1207

Abstract

ABSTRAKPneumonia merupakan penyakit infeksi dengan jumlah kasus terbanyak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) X di NTB tahun 2018. Risiko kematian akibat pneumonia terutama di negara berkembang seperti di Indonesia  serta risiko tingginya biaya pelayanan kesehatan. Sehingga diperlukan pengelolaan biaya secara efektif dan efisien. Pilihan terapi untuk pneumonia yang digunakan di RSUD X di NTB salah satunya seftriakson. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung rata-rata biaya langsung medis pada pasien pneumonia dengan terapi seftriakson di rawat inap RSUD X di NTB tahun 2018 dengan perspektif BPJS Kesehatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitaif deskriptif dengan menggunakan data sekunder.  Komponen biaya langsung medis yang dihitung adalah biaya obat,  perawatan, dokter, IGD, akomodasi, dan laboratorium. Jumlah sampel diperoleh 30 pasien. Hasil penelitian pada pasien pneumonia yang menggunakan seftriakson menunjukkan: (1) Total biaya langsung medis sebesar Rp.91.048.949,- dengan biaya minimal sebesar Rp.1.072.849,- dan biaya maksimal sebesar Rp.8.582.643,- (2) Rata-rata biaya langsung medis sebesar Rp.3.034.965,- per pasien, (3) Rata-rata biaya langsung medis kelas 2 sebesar Rp.3.212.737,- sedangkan kelas 3sebsesar Rp.2.802.494,-. Kata kunci : Gambaran biaya; Biaya langsung medis; Pneumonia; Seftriakson; Rumah sakit. ABSTRACTPneumonia is an infectious disease with the highest number of cases at theRegional General Hospital (RSUD) X in NTB in 2018. The risk of death frompneumonia especially in developing countries like in Indonesia and the risk of high health care costs. So the effective and efficient cost management is needed. The therapeutic options for pneumonia used at RSUD X in NTB areceftriaxone. This study aims to calculate the average direct medical costs inpneumonia patients with ceftriaxone therapy in RSUD X Hospital in NTB in2018 with the perspective of BPJS Kesehatan. This type of research isdescriptive quantitative using secondary data. The components of direct medical costs calculated are the costs of medicines, treatments, doctors, emergency room, accommodation, and laboratory. The number of samples obtained by 30 patients. The results of the study on pneumonia patients using ceftriaxone showed: (1) Total direct medical costs of Rp.91.048.949,- with a minimum cost of Rp.1.072.849,- and a maximum cost of Rp.8.582.643,- (2) The average direct medical costs are Rp.3.034.965,- per patient, (3) The average direct medical costs for class 2 is Rp.3.212.737,- while for class 3 is Rp.2.802.494,- Keywords : Cost descriptive; Direct medical cost; Pneumonia; Ceftriaxone; Hospital.
PENGETAHUAN DAN POLA SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DAN CARA PENGOBATAN TRADISIONAL SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DI WILAYAH KERJA YANDU WREDASARI 07, WARUNGBOTO, UMBULHARJO, YOGYAKARTA Tusi Wardani, Wahyu; Muhlis, Muhammad
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.878 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2539

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya tingkat pendidikan, informasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya arti  sehat, mendorong masyarakat untuk melakukan swamedikasi. Termasuk swamedikasi menggunakan obat tradisional dan cara pengobatan tradisional sebagai terapi komplementer semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan pola swamedikasi menggunakan obat tradisional dan cara pengobatan tradisional sebagai terapi komplementer pada Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat non eksperimen, Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta dan memenuhi kriteria sampel yang ditetapkan oleh peneliti. Pengambilan sampel dilakukan tanpa acak (nonprabability sampling) dengan teknik pengambilan consecutive sampling. Responden yang pernah melakukan pengobatan komplementer dengan obat tradisional sebanyak 81,6%. 83,3% diantaranya merasakan tidak muncul efek samping obat selama menggunakan obat tradisional. Sedangkan Responden yang pernah melakukan pengobatan komplementer dengan cara tradisional sebanyak 39,5%. Hanya satu yang merasakan efek samping yaitu dari pijat tradisional, muncul warna agak biru, njarem dan linu linu.Kata kunci: Kulit pisang Ambon; Antibakteri; Gel antiseptic; Gelling agent; Na-CMC. ABSTRACTThe increasing level of education, information and public awareness of the importance of healthy meaning, encourages people to carry out swamedication. Including self-medication using traditional medicine and ways of traditional medicine as complementary therapies is increasing. This study aims to determine the description of knowledge and patterns of self-medication using traditional medicine and traditional medicine as a complementary therapy in Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta City. This study was an observational study that was non-experimental in nature. The sample used in this study was a member of Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta City and met the sample criteria set by the researcher. Sampling is done without random (nonprabability sampling) with consecutive sampling techniques. Respondents who had taken complementary medicine with traditional medicine were 81.6%. 83.3% of them felt there were no side effects of drugs while using traditional medicines. While the respondents who had done complementary medicine in the traditional way were 39.5%. Only one felt the side effects of traditional massage, appearing a little blue, njarem and rheumatic pain.Keywords: Ambon banana peel; Antibacteria; Antiseptic gel; Gelling agent; Na-CMC. 
GAMBARAN POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI Febri Nilansari, Anis; Munif Yasin, Nanang; Puspandari, Diah Ayu
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.988 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2577

Abstract

ABSTRAKHipertensi hingga kini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Terapi yang diberikan kepada pasien hipertensi biasanya dilakukan dalam jangka panjang. Pengobatan hipertensi yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat inap di RSUD Panembahan Senopati. Penelitian dirancang dengan metode deskriptif crosssectional. Subyek penelitian ialah pasien hipertensi rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Objek pada penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat inap hipertensi periode bulan Oktober 2016- Juli 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 53 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 38 pasein (71,8 %) menjalani pengobatan antihipertensi secara politerapi, sedangkan hanya 15 pasien (28,2 %) menjalani pengobatan monoterapi. Pengobatan monoterapi yang paling banyak dipakai golongan diuretik yaitu Furosemid sebanyak 6 pasien (11,3%), sedangkan penggunakan obat politerapi yang paling banyak dipakai yaitu Valsatan+ Amlodipin sebanyak 13 pasien ( 24,5%). Secara keseluruhan, golongan obat yang paling banyak digunakan adalah golongan Calcium Chanel Blocker dengan jenis terbanyak adalah Amlodipin, dilanjutkan golongan Diuretik yaitu Furosemid, dan golongan ARB yaitu Valsartan. Penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan obat sebagian besar politerapi dan secara umum penggunaan obat antihipertensi yang dipakai terdiri dari 6 golongan obat yaitu diuretik, ACE inhibitor, Angiotensin Receptor Blocker, ?- blocker. Kata kunci: Pola Penggunaan Obat; Antihipertensi; Rawat Inap. ABSTRACTHypertension is a health problem in the world. Therapy given to hypertensive patients is usually done in the long run. Hypertension treatment is carried out according to the patient's condition. This study aims to determine the pattern of the use of antihypertensive drugs in inpatients at Panembahan Senopati Hospital. The study was designed using descriptive cross sectional method. The subjects of the study were hypertensive inpatients who met the inclusion criteria. The object of this study was the medical record of hypertensive inpatients for the period October 2016-July 2017. The results showed that of 53 patients, 38 patients (71.8%) used antihypertensive treatment by polytherapy, whereas only 15 patients (28.2%) used monotherapy treatment. The most used monotherapy treatment of diuretics is Furosemide with 6 patients (11.3%), while the most used polytherapy drugs are Valsatan + Amlodipin with 13 patients (24.5%). Overall, the most used group of drugs is the Calcium Chanel Blocker with the most types, Amlodipine, followed by the Diuretic group, Furosemide, and the ARB group, Valsartan. This study concluded that the use of drugs is mostly polytherapy and in general the use of antihypertensive drugs used consists of 6 classes of drugs namely diuretics, ACE inhibitors, Angiotensin Receptor Blockers, ?-blockers. Keywords: Drug Use Patterns; Anti-hypertension; Inpatient. 

Page 1 of 2 | Total Record : 14