cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 16 Documents
Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan Berkumur Air Matang Najikhah, Ulya; Warsono, Warsono
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.754 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i2.5655

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik mempunyai kondisi dimana ginjal tidak dapat membuang hasil metabolik yang menumpuk dalam darah, yang menyebabkan perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. Terapi pengganti ginjal yang paling banyak dipilih adalah terapi hemodialisis.  Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis sering merasakan haus akibat dari adanya program pembatasan cairan yang diwajibkan. Kumur air matang merupakan salah satu dari banyak metode manajemen rasa haus pada pasien CKD. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis intervensi berkumur air matang terhadap penurunan rasa haus pada klien CKD. Penerapan ini menggunakan desain descriptive study yang dilakukan terhadap 2 pasien dengan diagnosa CKD yang menjalani hemodialisa. Hasil pemberian intervensi selama 3x pertemuan, terjadi penurunan rasa haus. Hasil penerapan menunjukkan rata-rata lama waktu menahan rasa haus responden yang diberi perlakuan berkumur air matang adalah 50 menit, lama waktu menahan rasa haus tercepat 10 menit dan terlama 65 menit. Intervensi ini dapat menjadi salah satu manajemen terapi yang dapat di aplikasikan untuk mengurangi keluhan rasa haus baik di rumah maupun di rumah sakit.
Manejemen Resiko Jatuh pada Pasien Vertigo Darmawansyah, Indra; Hartiti, Tri
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.978 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5514

Abstract

Vertigo merupakan gangguan kesimbangan yang dialami oleh pasien. System keseimbangan yang terganggu membuat pasien beresiko untuk mengalami kecelakaan atau cedera. Studi ini bertujuan untuk mengetahui manajemen resiko jatuh pada pasien Vertigo. Studi kasus ini menggunakan desain studi kuantitatif deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Studi ini mengelola resiko jatuh pasien vertigo. Subjek studi diperoleh melalui accidental sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa resiko jatuh pasien disebabkan oleh gangguan keseimbangan yang dialami. Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi resiko jatuh pasien adalah dengan melakukan pemantauan secara periodik setiap 3 jam dan kolaborasi pemberian terapi medis.
Efektifitas Pemberian Posisi Kepala Elevasi Pada Pasien Hipertensi Emergensi Anggraini, Sri; Chanif, Chanif
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.544 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i2.5491

Abstract

Hipertensi emergensi adalah kondisi dimana tekanan darah meningkat secara drastic dan dalam waktu singkat. Faktor penyebab paling sering adalah gangguan serebrovaskular dan gangguan fungsi serebral, sindrom akut coroner dengan iskemia, edema paru akut dan disfungsi renal akut. Tekanan darah yang sangat tinggi menyebabkan kerusakan organ hingga kematian. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian elevasi kepala 30º terhadap perubahan status hemodinamik pada pasien dengan hipertensi emergensi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan total sampling. Sebanyak 2 pasien didapatkan sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penerilitan didapatkan evaluasi hari ke 3 didapatkan terjadi penurunan pada status hemodinamik diantaranya tekanan darah, nadi, frekuensi pernafasan dan keadaan umum. Hasil ini menunjukkan pemberian posisi elevasi kepala 30º dapat memperbaiki status hemodinamik pada pasien hipertensi emergensi. Iintervensi ini dapat dijadikan Tindakan mandiri keperawatan yang efektif dan efisien untuk meningkatkan status Kesehatan pasien dan pencegahan perburukan perfusi serebral.
Penatalaksanaan Resiko Penurunan Perfusi Jaringan Cerebral pada Pasien Hipertensi Emergency Prasetya, Kristiana Sari; Chanif, Chanif
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.661 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5484

Abstract

Hipertensi emergensi yang memiliki masalah kesehatan dengan risiko penyakit kardiovaskular paling sering belum dikontrol secara optimal dan didukung dengan data objektif dari hasil pemeriksaan pendukung. Memahami asuhan keperawatan pada pasien darurat hipertensi dengan masalah keperawatan risiko penurunan perfusi jaringan otak di ruang gawat darurat di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Mengambil 2 Pasien dengan diagnosis medis hipertensi darurat. Memberikan perawatan keperawatan yang tepat kepada Pasien dapat membantu mengurangi penyakit kardiovaskular dan dapat membantu mengatasi masalah keperawatan lainnya yang dialami oleh pasien. Manajemen pasien dalam keadaan darurat hipertensi dengan Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Serebral di Mr D dan Mrs. R di departemen darurat Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang sebagian diatasi.
Penerapan Terapi Musik, Dzikir dan Rational Emotive Cognitive Behavior Therapy pada Pasien dengan Resiko Perilaku Kekerasan Sasongko, Nur Cahyo; Hidayati, Eni
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.748 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i2.5751

Abstract

Gangguan jiwa harus tertangani agar manusia mencapai derajat kesehatan jiwa yang baik, salah  satunya adalah mengatasi perilaku  kekerasan seseorang dengan  gangguan jiwa. Pemberian terapi musik, dzikir dan rational emotive cognitive behavior therapy merupakan terapi yang sering dilakukan untuk mengatasi perilaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh terapi  musik, dzikir dan rational emotive cognitive behavior therapy  kepada pasien dengan resiko/perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Amino Gondohutomo Semarang. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek penelitian diambil secara acak sejumlah 2 pasien dengan halusinasi dimana akan dilakukan terapi aktifitas kelompok relaksasi musik alam, dzikir dan rational emotive cognitive behaviour therapy (RECBT). Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukan adanya penurunan nilai ambang marah sebelum dan sesudah terapi yaitu nilai ambang marah sebelum terapi adalah 8 untuk kasus I dan 10 untuk kasus II, sesudah terapi ambang marah turun menjadi 2 pada kasus I dan 3 pada kasus II. Semakin rendah ambang marah maka semakin bagus pasien dalam mengontrol marah. Terapi musik, dzikir dan rational emotive cognitive behaviour terbukti menurunkan ambang marah, memberikan ketenangan dan meningkatkan berfikir positif klien. 
Penurunan Hipertermia Pada Pasien Kejang Demam Menggunakan Kompres Hangat Windawati, Windawati; Alfiyanti, Dera
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.093 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5499

Abstract

Kejang demam adalah kelainan neurologis yang paling sering ditemukan pada anak-anak, karena munculnya kejang demam yang berhubungan dengan usia, tingkat suhu dan kecepatan kenaikan suhu, termasuk faktor keturunan yang juga berperan dalam peningkatan kejang demam di mana anggota keluarga pasien memiliki kesempatan untuk mengalami kejang lebih banyak daripada anak-anak normal. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memahami konsep dasar, mendapatkan informasi, dan memberikan asuhan keperawatan mengenai kejang demam pada anak-anak. Penulis menggunakan metode deskripsi, sedangkan sampelnya adalah data yang diperoleh dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, pengamatan kegiatan, memperoleh catatan dan laporan diagnostik. Setelah tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosis utama hipertermia berhubungan dengan penyakit, dan selama intervensi kompres hangat selama tiga hari berturut-turut masalah keperawatan utama hipertermia tidak dapat diatasi. Kolaborasi antara tim kesehatan dan pasien atau keluarga sangat diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan kepada pasien sehingga masalah keperawatan pasien mengenai hipertermia dapat diimplementasikan dengan baik dan masalah dapat diselesaikan.
Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Stroke melalui Pemberian Posisi Head Up Mustikarani, Afif; Mustofa, Akhmad
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.977 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i2.5750

Abstract

Stroke merupakan defisit neurologis yang mempunyai gejala tiba–tiba, berlangsung lebih dari 24 jam yang disebabkan oleh gangguan serebrovaskuler. Stroke atau cidera cerebrovaskuler adalah suatu kondisi dimana otak kehilangan fungsi akibat berhenti/berkurangnya suplai darah. Gambaran jumlah kandungan oksigen yang terkandung dalam darah untuk memnuhi kebutuhan jaringan dilihat melalui sturasi oksigen. Posisi head up menjadi salah satu cara untuk menaikan saturasi oksigen. Tujuan penulisan ini adalah mengetahui perbedaan peningkatan kadar saturasi oksigen pasien stroke hemoragik sebelum dan sesudah dilakukan head up 300. Studi kasus dengan menggunakan konsep asuhan keperawatan kepada dua pasien dengan stroke hemoragik. Terjadi peningkatan kadar saturasi yang signifikan pada kasus I dan kasus II. Peningkatan sebesar 96% pada menit ke 15, 98% pada menit ke 30 pada kasus I dan kasus II terjadi peningkatan sebesar 97% dimenit ke 15 dan 98% dimenit ke 30. Terdapat kenaikan kadar saturasi oksigen yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan head up 300 pada pasien stroke hemoragik.
Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien Mioma Uteri menggunakan Teknik Relaksasi dan Distraksi Fitriyanti, Fitriyanti; Machmudah, Machmudah
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.137 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5502

Abstract

Mioma uterus adalah tumor miometrium jinak. Karakteristik mioma uterus yaitu bulat, keras, putih ke merah muda pucat, dan sebagian besar terdiri dari otot polos dengan jaringan ikat di mana 95% berasal dari korpus uterus dan 5% dari serviks. Kadang-kadang juga berasal dari tuba falopii atau ligamentum rotundum.Penelitian ini menerapkan metode deskriptif untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis mioma uteri. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemberian asuhan keperawatan.Kondisi klinis kedua pasien mengalami nyeri akut. Intervensi dan implementasi disesuaikan dengan kondisi pasien dan merujuk NOC dan NIC.Diagnosis keperawatan kedua kasus adalah nyeri akut. Teknik relaksasi pernapasan dilakukan sebagai tehnik distraksi. Hasilnya menunjukkan dapat menyembuhkan rasa sakit sebagian. Durasi perawatan yaitu 3 x 24 jam untuk kedua kasus.
Peningkatan Kemampuan Interaksi Pada Pasien Isolasi Sosial Dengan Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi Sesi 1-3 Suwarni, Suwarni; Rahayu, Desi Ariyana
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.557 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5482

Abstract

Penderita yang mengalami gangguan jiwa di RSJD Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018-2019 adalah sebanyak 2557 orang yang diantaranya terdapat penderita isolasi sosial 560 orang (21,9%). Kondisi diatas menggambarkan prevalensi masalah kesehatan jiwa baik gangguan jiwa ringan sampai berat cukup tinggi dan membutuhkan penanganan yang serius serta berkesinambungan. Isolasi sosial adalah keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Terapi Aktivitas Kelompok sangat efektif mengubah perilaku karena di dalam kelompok terjadi interaksi satu dengan yang lain dan saling mempengaruhi. Penerapan TAKS sesi 1-3 dilakukan selama 3 hari, evaluasi penerapan dilakukan setiap per sesi dan post-test dilakukan dihari keempat penerapan. Sampel pada penerapan ini berjumlah 2 responden yang dipilih menggunakan tekhnik random sampling yaitu pemilihan responden secara acak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh TAKS sesi 1-3 terhadap peningkatan kemampuan interaksi pada pasien menarik diri di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. TAKS sesi 1-3 dapat meningkatkan kemampuan interaksi pada pasien menarik diri di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.
Fisioterapi Dada dan Steem Inhaler Aromatheraphy dalam Mempertahankan Kepatenan Jalan Nafas Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis Daya, Daya; Sukraeny, Nury
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.985 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i2.5770

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) ditandai dengan sesak nafas dan produksi sputum berlebih. Produksi sputum berlebih akan mengganggu kepatenan jalan nafas. Fisioterapi dada dan steem inhaler dapat mengurangi dahak dan sesak pada pasien dengan sekret berlebih. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fisioterapi dada dan steem inhaler dalam mempertahankan jalan napas. Metode studi kasus terhadap 2 responden dengan pendekatan asuhan keperawatan pasien penyakit paru obstruktif kronis yang diberikan intervensi fisioterapi dada dan steem inhaler aroma therapy selama tiga hari berturut-turut sebelum pasien makan. Pengukuran kepatenan jalan nafas dinilai dari jumlah sputum yang keluar serta mengobservasi adanya suara nafas tambahan. Adanya penurunan jumlah sputum pada kasus I hari pertama yang ditampung dalam penampung adalah 3 cc, kemudian dihari kedua adalah 2 cc dan dihari ke 3 adalah 2 cc serta suara paru ronchi berkurang. Sementara pada kasus II dihari pertama didapatkan 2 cc, hari kedua adalah 2 cc dan hari ketiga 1 cc serta suara paru normal (vesicular). Kombinasi fisioterapi dada dan steem inhaler aromatheraphy terbukti efektif dalam mempertahankan kepatenan jalan nafas.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2020 2020