cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 27 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN INDIVIDU TERHADAP PERUBAHAN MATERNAL DEPRESSIVE SYMPTOMS PADA IBU POSTPARTUM Fidora, Irma; Hapsari, Elsi Dwi; Rahmat, Ibrahim
Menara Medika Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 September 2018
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Periode postpartum merupakan proses adaptasi perubahan fisik dan psikologis. Ibu postpartum beresiko mengalami gangguan psikologis. Intervensi berupa latihan rutin dan pemberian pendidikan kesehatan merupakan usaha yang bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menurunkan maternal depressive symptoms. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan individu terhadap perubahan skor maternal depressive symptoms pada ibu postpartum. Metode: Desain quasy experimental dengan pendekatan pre dan post test. Waktu penelitian pada November 2014 hingga Januari 2015. Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum yang melahirkan di Puskesmas Tegalrejo, Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan concecutive sampling dengan jumlah sampel 35 orang. Intervensi berupa pemberian pendidikan kesehatan. Intervensi dilakukan 3 kali dalam jangka waktu 3 minggu. Instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) digunakan untuk mengukur maternal depressive symptoms pada pre dan post-test. Uji statistik yang digunakan adalah paired t test. Hasil: Skor maternal depressive symptoms sebelum intervensi yaitu 12,83 dan terjadi penurunan signifikan setelah intervensi (minggu ketiga), 7,69. Delta perubahan skor adalah 4,89 (p=0,002). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan disertai buku panduan berpengaruh signifikan menurunkan maternal depressive symptoms pada ibu postpartum.
HUBUNGAN JUMLAH SAUDARA DENGAN PERILAKU BULLYING REMAJA DI SMPN 3 GAMPING SLEMAN Andrieam, Mohammad Dimy; Yati, Dwi
Menara Medika Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 September 2018
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Persaingan antar saudara kandung biasa terjadi pada anak usia balita dan usia sekolah, tidak menutup kemungkinan berlanjut hingga dewasa jika orangtua tidak segera mengatasinya. Persaingan antar saudara pada usia remaja hingga dewasa terjadi akibat tidak tuntasnya orangtua dalam menyelesaikan atau mengatasi persaingan antar saudara kandung pada masa kanak-kanaknya. Sehingga rasa persaingan dan permusuhan terus berlanjut. Masa remaja merupakan masa transisi seseorang dari anak-anak menjadi dewasa, dan pada masa tersebut remaja mulai menunjukkan jati dirinya dengan menunjukkan perilaku yang bermacam-macam, salah satunya adalah perilaku menyimpang yaitu perilaku bullying. Penelitiian Wiyani (2012) menunjukan kekerasan di SMP di tiga kota besar yaitu Yogyakarta 77,5%, Surabaya 59,8%, dan Jakarta 61,1%. Tujuan: Mengetahui hubungan jumlah saudara dengan perilaku bullying remaja di SMP N 3 Gamping Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental, dengan menggunakan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan teknik startified random sampling. Subjek penelitian ini sebanyak 130 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis statistik inferensial menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05). Hasil: Berdasarkan penelitian diperoleh data mengenai jumlah saudara lebih dari 2 sebanyak 73 (56,2%). Perilaku bullying remaja di SMPN 3 Gamping Sleman kategori sedang sebanyak 93 (71,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah saudara dengan perilaku bullying remaja di SMPN 3 Gamping Sleman dengan p value 0,001 (p value < 0,05) dengan Keeratan sebesar 0,392 yang berarti rendah. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara jumlah saudara dengan perilaku bullying remaja di SMPN 3 Gamping Sleman.
ANALISIS PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH ANTARA PEMBERIAN JUS BUAH BELIMBING (AVERRHOE CARAMBOLA. L) DENGAN PEMBERIAN JUS BUAH MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS) TERHADAP PENDERITA HIPERTENSI DERAJAT I Nusantri Rusdi, Pagdya Haninda
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis saat tekanan darah dalam arteri meningkat di atas normal. Hipertensi adalah gejala peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Untuk mencegah terjadinya komplikasi maka penanganan untuk hipertensi dapat dilakukan secara pengobatan farmakologis dan non farmakologis. Pengobatan farmakologis dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antihipertensi sedangkan penanganan non farmakologis yaitu terapi komplementer berupa terapi herbal. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penurunan tekanan darah antara pemberian jus buah belimbing (averrhoe carambola l) dengan pemberian jus buah mentimun (cucumis sativus) terhadap penderita hipertensi derajat I di Kota Padang Panjang. Metode : Desain penelitian ini quasi experiment dengan sampel sebanyak 20 orang menggunakan tekhnik porposive sampling. Analisis data menggunakan uji T-test. Hasil : didapatkan Rata-rata tekanan darah sistolik yang diberikan jus belimbing pengukuran pertama dan kedua adalah 3,40 mmHg, rata-rata tekanan darah diastolik pengukuran pertama dan kedua yang diberikan jus belimbing adalah 3,79, rata-rata antara tekanan darah sistolik pengukuran pertama dan kedua pada pemberian jus mentimun adalah 1,81, dan nilai rata-rata antara tekanan darah diastolik pengukuran pertama dan kedua pada pemberian jus mentimun adalah 3,40. Hasil analisis didapatkan bahwa pada tekanan darah sistolik P value jus buah belimbing lebih kecil dari P value jus buah mentimun, dan pada tekanan darah diastolik didapatkan P value jus buah belimbing sama dengan P value jus buah mentimun. Kesimpulan : Dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan pada tekanan darah yang diberikan jus buah belimbing dengan jus buah mentimun terhadap penderita hipertensi derajat I di kota Padang Panjang. Semoga penelitian ini dapat memberikan informasi bahwa dengan mengkonsumsi jus belimbing dan mentimun secara teratur dapat menurunkan tekanan darah.
HUBUNGAN KETIDAKMAMPUAN FISIK DENGAN KEPUTUSASAAN PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI Rahmi, Miftahul; Fidora, Irma; Ningsih, Ropika
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang yang menyebabkan ketidakmampuan dalam memenuhi aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak psikologis termasuk keputusasaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ketidakmampuan fisik dengan keputusasaan pada pasien stroke di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian non-experimen yang menggunakan metode descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 62 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner Barthel Index dan Beck Hopelessness Scale. Analisa data menggunakan Pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (50%) mengalami ketergantungan berat dan (43,5%) mengalami keputusasaan berat. Hasil penelitian ini juga menunjukkan ada hubungan antara ketidakmampuan fisik dengan keputusasaan dengan nilai p = 0.01 (p ≤ 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara ketidakmampuan fisik dengan keputusasaan pada pasien stroke di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Oleh karena itu sangat penting peran perawat profesional menerapkan caring dalam memberikan asuhan keperawatan untuk mendeteksi dini adanya keputusasaan pada pasien stroke yang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA AWAL TERHADAP PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS PADA MURID KELAS VIII DI SMP N 1 PLUMBON KABUPATEN CIREBON Prihartini, Ada Rahayu; Maesaroh, Maesaroh
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan remaja terhadap reproduksi manusia masih rendah. Pengetahuan remaja terhadap ciri-ciri akil baligh laki-laki masih terpaku pada perubahan fisik. Metodologi: Pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antar faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel dengan menggunakan rumus Slovin, berdasarkan perhitungan sampel maka jumlah sampel ditentukan sebanyak 78 responden. Hasil: Tingkat pengetahuan remaja awal memiliki hubungan yang signifikan terhadap perubahan fisik masa pubertas, ini didapat dari hasil analisis yang menunjukkan bahwa thitung 5,637 > ttabel 3,841 dan nilai p 0,037 < α 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa semakin banyak perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas maka semakin baik tingkat pengetahuan remaja awal. Sikap remaja awal memiliki hubungan yang signifikan terhadap perubahan fisik masa pubertas, ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis yang menunjukkan bahwa thitung 5,968 > ttabel 3,841 dan nilai p 0,026 < α 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa semakin banyak perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas semakin baik pula sikap remaja awal. Tingkat pengetahuan dengan sikap remaja awal memiliki hubungan yang signifikan terhadap perubahan fisik masa pubertas. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis yang menunjukkan bahwa nilai Fhitung 4,503 > Ftabel 3,119. Kesimpulan: Sehingga diharapkan remaja dapat meningkatkan pengetahuan terutama tentang kesehatan reproduksi baik dari sekolah, maupun lingkungan sosial dengan cara menggali informasi dari berbagai sumber seperti orang tua, guru, maupun petugas kesehatan.
HUBUNGAN RIWAYAT JENIS MAKANAN, LINGKUNGAN DAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN REMATIK PADA LANSIA Oktarini, Sisca
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Resiko mengalami rematik ini sangat besar pada individu yang sehari-hari memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengkonsumsi jenis makanan yang tidak baik dan sering terpapar lingkungan yang tidak baik, serta melakukan olahraga berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat jenis makanan, lingkungan dan olahraga dengan kejadian rematik pada lansia. Metode: Desain penelitian adalah survei analitik, dengan pendekatan Restropektif. Populasi, dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling, dengan jumlah sampel 73 lansia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuisioner data kemudian diolah dengan uji statistic Chi-Square p < 0,05. Hasil: Hasil uji statistic chi-square didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara riwayat jenis makanan dengan kejadian rematik (p value 0.000), adanya hubungan yang bermakna antara riwayat lingkungan dengan kejadian rematik (p value 0.003), dan adanya hubungan yang bermakna antara riwayat olah raga dengan kejadian rematik (p value 0.037). Diskusi: ada hubungan yang bermakna antara riwayat jenis makanan, lingkungan dan olahraga terhadap kejadian rematik.
HUBUNGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Ramadani, Ayu; Ningsih, Ropika; Susanti, Elsi
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas dari suatu pelayanan kesehatan. Komunikasi terapeutik yang ditampilkan oleh perawat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Tidak jarang pasien merasakan hasil atau hasil yang tidak sesuai dengan harapan, tetapi pasien merasa puas karena perawat mampu berkomunikasi dengan baik, dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini Tujuan: untuk mengetahui hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan pasien di Bangsal Cempaka I Rumah Sakit Dr. Adnaan WD Payakumbuh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 55orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis statistik inferensial menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05). Hasil: Berdasarkan penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien dengan p value 0,001 (p value < 0,05) Kesimpulan: Penting bagi perawat untuk menerapkan komunikasi terapeutik dan rumah sakit sebaiknya memiliki aturan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat.
KOMPLIKASI DAN FAKTOR RESIKO KEHAMILAN DI PUSKESMAS Mariyona, Kartika
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kematian ibu banyak disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas. Faktor komplikasi kehamilan antara lain kualitas pelayanan antenatal,dan status sosial ekonomi. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui besarnya kontribusi faktor risiko I terhadap komplikasi kehamilan. Metode: Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Penelitian dilakukan pada Maret-April 2014 di Poli KIA Rumah Sakit sampel kasus diambil secara exhaustive sampling berjumlah 33 ibu hamil yang mengalami komplikasi kehamilan dan sampel kontrol 33 ibu hamil yang tidak mengalami komplikasi kehamilan diambil secara simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kartu skor Puji Rochjati (variabel independen) dan lembar observasi (variabel dependen). Data dianalisis menggunakan SPSS dengan CI 95%. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai odds ratio yang ditunjukkan oleh nilai estimate sebesar 2,76 dan p-value = 0.049 ( 0.05). berarti wanita hamil yang memiliki faktor risiko I lebih berisiko 2,8 kali (hampir 3 kali lipat) mengalami komplikasi kehamilan dibandingkan wanita hamil yang tidak memiliki faktor risiko. P value 0.05 dinyatakan signifikan. Kesimpulan: Petugas kesehatan terutama bidan agar melakukan skrining faktor risiko kepada setiap ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal dengan menggunakan skor Pudji Rochjati, meningkatkan kualitas pelayanan antenatal sesuai dengan kondisi dan faktor risiko, serta mendeteksi dini terjadinya komplikasi kehamilan dan meningkatkan akses rujukan sesuai faktor risikonya.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI PASIEN PASCA STROKE DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI Handayani, Siska Dwi; Ramadia, Arya; Anggraini, Yuliza
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan sosial adalah bentuk pertolongan yang dapat berupa materi, emosi, dan informasi yang diberikan oleh orang-orang yang memiliki arti oleh individu yang bersangkutan. Konsep diri adalah citra mental seseorang terhadap dirinya sendiri, mencakup bagaimana mereka melihat kekuatan dan kelemahan pada seluruh aspek kepribadiannya, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan konsep diri pasien pasca stroke di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Teknik Pengambilan Sampel pada penelitian ini yaitu incidental sampling dengan jumlah 68 sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan rank spearman. Hasil univariat berdasarkan dukungan keluarga pada pasien pasca stroke di dapatkan hasil bahwa responden yang memiliki dukungan baik sebanyak 35 orang (51,5%). Hasil analisa univariat berdasarkan konsep didapatkan hasil konsep diri negatif sebanyak 38 oarang (55,9%). Dengan nilai p=0,011.Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan konsep diri pasien pasca stroke di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2017. Untuk itu di sarankan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan pengarahan kepada keluarga pasien untuk tetap memberi dukungan dukungan positif untuk lebih giat lagi melakukan pengobatan dalam mencapai kesembuhan mereka.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK YANG DILAKUKAN PEMASANGAN INFUS Haijah, Haijah
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keadaan hospitalisasi dapat menjadi stressor bagi anak, sehingga anak akan mengalami stress hospitalisasi. Stres pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perilaku perawat saat merawat pasien harusnya mengembangkan perilaku caring. Kecemasan akan semakin meningkat bila anak ternyata harus dirawat di rumah sakit. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat terhadap tingkat kecemasan anak yang dilakukan pemasangan infus di wilayah Puskesmas Kecamatan Kota Nopan Sumatera Utara Tahun 2015. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dan sampel berjumlah 32 responden. Uji yang dipakai untuk kedua variabel adalah chi square. Hasil: Dari hasil penelitian yang dlakukan pada 32 responden didapatkan data Sebagain besar responden berusia rentang 20-30 tahun dengan masa kerja terbanyak lebih dari 5 tahun. Sebanyak 87,5% responeden memiliki pendidikan D3 Keperawatan dengan 90,8% memiliki jenis kelamin perempuan. Sebanyak 71,9% responden perawat memiliki perilaku caring yang baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat terhadap tingkat kecemasan anak yang dilakukan pemasangan infus di wilayah Puskesmas Kecamatan Kota Nopan Sumatera Utara Tahun 2015 nilai p-value = 0,015 < 0,05.

Page 1 of 3 | Total Record : 27