cover
Contact Name
Saat Egra
Contact Email
jpen@borneo.ac.id
Phone
+6285250361340
Journal Mail Official
jpen@borneo.ac.id
Editorial Address
Gedung F Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan Jalan Amal Lama No.1 Tarakan Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25498150     EISSN : 25992872     DOI : https://doi.org/10.35334/jpen.v3i1
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian is a scientific journal in the field of agricultural science, published by Faculty of Agriculture, Borneo Tarakan University, North Kalimantan. This journal is published twice a year, namely in April and October period, as a medium of scientific information and communication to present a compilation of original research results, thoughts and views from researchers, experts and observers in agriculture including agricultural technology, pests and plant diseases, plant physiology and agricultural economics especially in the border region. J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian accepts manuscripts that are the results of research, research notes, review articles and review or study of literature (feature books), in Indonesian and English that has never been or is being considered for publication / publication in publishing scientific journals / bulletins / other magazines.
Articles 39 Documents
INDUKSI KALUS CENGKEH DARI EKSPAN DAUN MENGGUNAKAN 2,4-D SECARA IN VITRO Rasud, Yulianti; Basri, Zainuddin; Sahiri, Nirwan
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1533

Abstract

ABSTRACT Callus induction is one method of tissue culture which is done by stimulating cell division continuously from certain plant parts such as leaves, roots, stems, and so on by using growth regulators to form cell mass. The cell mass (callus) will then regenerate through organogenesis or embryogenesis to become a new plant. One of the growth regulators used for callus induction is 2,4-D. The aims of this experiments was to evaluate the best concentration of 2,4-D for callus induction of clove leaves. The experiment used Completely Randomized Design with treatment tested was concentrations of 2,4-D, consisted of six levels, namely 0.5 ppm, 1.0 ppm, 1.5 ppm, 2.0 ppm, 2.5 ppm and 3.0 ppm. Results of this experiments indicated that the best medium composition for callus induction was MS medium supplemented with 0.5 ppm 2,4-D.  In the medium composition, the fastest callus formation, namely 6.00 weeks after culture and the percentage of callus formation reached 100% with the color and texture of the resulting callus white and crumb. Keyword : Callus Induction, Clove, 2,4-DABSTRAK Induksi kalus merupakan salah satu metode kultur jaringan yang dilakukan dengan jalan memacu pembelahan sel secara terus menerus dari bagian tanaman tertentu seperti daun, akar, batang, dan sebagainya dengan menggunakan zat pengatur tumbuh hingga terbentuk massa sel. Massa sel (kalus) tersebut selanjutnya akan beregenerasi melalui organogenesis ataupun embriogenesis hingga menjadi tanaman baru. Salah satu zat pengatur tumbuh yang digunakan untuk induksi kalus adalah 2,4-D. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi 2,4-D yang lebih baik untuk induksi kalus daun cengkeh.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Media dasar yang digunakan adalah media MS yang ditambahkan berbagai konsentrasi 2,4-D yaitu 0,50 ppm, 1,5 ppm, 2 ppm, 2,5 ppm, dan 3 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media yang terbaik untuk induksi kalus daun cengkeh adalah media MS yang ditambahkan 0,5 ppm 2,4-D.  Pada komposisi media tersebut diperoleh saat muncul kalus paling cepat, yaitu rata-rata 6,00 MST dengan persentase pembentukan kalus tertinggi mencapai 100% dengan warna dan tekstur kalus yang dihasilkan putih dan remah. Kata Kunci :  Induksi Kalus, Cengkeh, 2,4-D.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG KEDELAI TERHADAP DOSIS PUPUK FOSFOR DAN VARIETAS YANG BERBEDA Murtilaksono, Aditya; Mardhiana, Mardhiana; Adhi, Made Emilius
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1492

Abstract

Glycine max is a plant that can be used as a variety of food ingredients, such as tofu, tempeh, soy sauce. Glycine max production in North Kalimantan in 2017 has decreased production. One effort to increase Glycine max production is to use phosphorus fertilizer. Phosphorus fertilizer has the function of stimulating root growth especially at the beginning of growth, accelerating flowering, ripening of seeds and fruit. Therefore it is necessary to fertilize to increase Glycine max production. The purpose of this study was to determine the response of growth and yield of Glycine max plants to the dose of phosphorus fertilizer (p) and different varieties to determine the effect of the interaction between the dose of fertilizer with Glycine max varieties.This study used a factorial randomized block design with 8 treatments, 4 replications to produce 32 treatment units. The first factor is the dose of phosphorus fertilizer consisting of without using P fertilizer (P0), P fertilizer application 0.138 g per plant (P1), P fertilizer application 0.276 g per plant (P2), and P fertilizer application 0.552 g per plant (P3) . The second factor is Glycine max varieties consisting of Devon 1 varieties (V1) and Dena 1 varieties (V2). Analysis of data using variance with 95% confidence level and if significantly different, continued with DMRT test. The results obtained are that the dose of phosphorus fertilizer cannot affect the growth and yield of Glycine max plants in Dena 1 and Devon varieties 1. The use of Dena 1 varieties has a significant effect on the growth and yield of Glycine max plants in the treatment of plant height 3 mst (34.46 cm), 4 mst (46.35 cm), 5 mst (96.76 cm), main stem diameter 2 mst (0.33 cm) and plant seed weight (6.89 grams) and seed weight per hectare (1.1 tons / ha) . There was no interaction with the dose of phosphorus fertilizer and the use of varieties on the growth and yield of Glycine max plants in Dena 1 and Devon 1 varieties. Key words: Fertilizer, Phosphorus, Glycine max, North Borneo Kedelai merupakan tanaman yang dapat dijadikan berbagai macam bahan makanan, contohnya seperti tahu, tempe, kecap. Produksi kedelai di Kalimantan Utara tahun 2017 mengalami penurunan produksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kedelai adalah menggunakan pupuk fosfor. Pupuk fosfor memiliki fungsi Merangsang pertumbuhan akar terutama pada awal-awal pertumbuhan, mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah.oleh sebab itu perlu dilakukan pemupukan untuk meningkatkan produksi kedelai. Tujuan penelitian  ini adalah Mengetahui Respon pertumbuhan dan hasil tanaman kacang kedelai terhadap dosis pupuk fosfor (p) dan varietas yang berbeda mengetahui pengaruh interaksi antara dosis pupuk dengan varietas kacang kedelai. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 8 perlakuan, 4 ulangan sehingga menghasilkan 32 unit perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk fosfor yang terdiri dari tanpa menggunakan pupuk P (P0), pemberian pupuk P 0,138 g per tanaman (P1), pemberian pupuk P 0,276 g per tanaman (P2), dan  pemberian pupuk P 0,552 g per tanaman (P3). Faktor kedua yaitu varietas tanaman kedelai yang terdiri dari varietas Devon 1 (V1) dan varietas Dena 1 (V2). Analisis data menggunakan sidik ragam dengan tingkat kepercayaan 95% dan apabila berbeda nyata dilanjut dengan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Pemberian  dosis pupuk fosfor tidak dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas  Dena 1 dan Devon 1. Penggunaan varietas Dena 1 berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada perlakukan tinggi tanaman 3 mst (34,46 cm), 4 mst (46,35 cm), 5 mst (96,76 cm), diameter batang utama 2 mst (0,33 cm) dan  berat biji  pertanaman (6,89 gram) dan berat biji perhektar (1,1 ton/ha). Tidak terjadi interaksi pada pemberian dosis pupuk fosfor dan penggunaan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Dena 1 dan Devon 1. Kata Kunci: Pupuk, Fosfor, Kedelai (Glycine max), Kalimantan Utara
TINGKAT KESUKAAN PANELIS TERHADAP BROWNIES KUKUS PADA BERBAGAI FORMULASI TEPUNG AMPAS KELAPA masriani, masriani; Fatima, Siti
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i1.1567

Abstract

ABSTRACTCoconut pulp as a by-product of cooking oil processing can be further processed into coconut flour which is richin fiber so that it can be substituted in the processing of various food products. This study aims to find out thelevelof panelists preference for steamed brownies in various coconut pulp flour formulations. This study uses acompletely randomized design (CRD), with 5 treatments. Each treatment contained 3 replications so that the totaltreatment was 15 treatments. Based on the results of the study it can be concluded that the results of organoleptictesting of coconut pulp and 55%: 50% flour formulation formulations are still preferred by panelists. The valueof the color preference level is (4.82), aroma (4.76), taste (4.87), texture (4.71).Keywords: Coconut pulp flour, steamed browniesABSTRAKAmpas kelapa sebagai hasil samping pengolahan minyak goreng dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung kelapayang kaya kandungan serat sehingga dapat disubtitusi pada pengolahan berbagai produk pangan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap brownies kukus pada berbagai formulasi tepungampas kelapa . Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan. Setiapperlakuan diulang sebanyak 3 ulangan sehingga total perlakuan adalah 15 perlakuan. Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa hasil pengujian organoleptik formulasi tepung ampas kelapa dan tepung terigu 55% :50% masih disukai oleh panelis. Nilai tingkat kesukaan warna yaitu (4.82), aroma (4.76), rasa (4.87), tekstur(4.71).Kata kunci: Tepung ampas kelapa, brownies kukus
PENGARUH DOSIS PUPUK K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine Max) Almasprabowo, Almasprabowo; Amarullah, Amarullah; Murtilaksono, Aditya
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1508

Abstract

ABSTRACTSoy (Glycine max) has good prospects for cultivation, as soy can be marketed domestically and abroad. Soybean production in Indonesia from year to year continues to decline. The decline in production was due to still lack of soybean cultivation technique. The purpose of this research is to know the influence of potassium fertilizer dose and soy varieties, as well as know the interaction between varieties and doses of fertilizers on the growth and yield of soybean crop (Glycine Max) in the city of Tarakan. This study was held in November 2018 until February 2019, at the Research Garden of Faculty of Agriculture University of Borneo Tarakan. The study was compiled using the group's random Design (RAK) factorial combination with 8 repeated treatment 4 times. The factors examined are the doses of fertilizer dose (P0) 0 g, (P1) 0.81 G, (P2) 1.62 g, (P3) 3.24 g with varieties of Devon 1 and Dena 1. Observation parameters; High crop, number of leaves, number of pods, weight pods, length of pods, diameter pods, number of seeds, weight of seeds, diameter of seed, number of roots and volume of roots. Various analyses used Anova's variability with a trust rate of 95% and if different were in real continue with Duncan's advanced tests. The results showed that there was an influence of fertilizer dose on the parameters of seed diameter at P2 treatment with a value of 0.42. The treatment of Dena 1 varieties gives a noticeable effect on the height of the plant at the age of 2, 3, 4 and 5 MST. And the number of leaves at age 2 MST. In addition, the use of the varieties of Dena 1 also has a noticeable effect on the yield parameters of soy plants including the length of pods, diameter pods and diameter of seeds. Keywords: fertilizer, potassium, soybeans (Glycine max) ABSTRAK Kedelai (Glycine max) mempunyai prospek yang baik untuk dibudidayakan, karena kedelai dapat dipasarkan di dalam negeri dan di luar negeri. Produksi kedelai di indonesia dari tahun ke ketahun terus mengalami penurunan. Penurunan produksi ini disebabkan masih kurangnya teknik budidaya kedelai yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk Kalium dan varietas kedelai, serta mengetahui interaksi antara varietas dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max) di kota tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun penelitian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial Kombinasi dengan 8 perlakuan diulang 4 kali. Faktor yang diteliti yaitu dosis pupuk dengan dosis (P0) 0 g, (P1) 0,81 g, (P2) 1,62 g, (P3) 3,24 g dengan varietas Devon 1 dan Dena 1. Parameter pengamatan; tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, berat polong, panjang polong, diameter polong, jumlah biji, berat biji, diameter biji, jumlah akar dan volume akar. Analisis ragam menggunakan sidik ragam Anova dengan tingkat kepercayaan 95% dan apabila berbeda nyata dilanjut dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi pengaruh dosis pupuk pada parameter diameter biji pada perlakuan P2 dengan nilai 0,42. Perlakuan varietas Dena 1 memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2, 3, 4 dan 5 MST, serta jumlah daun pada umur 2 MST. Selain itu, penggunaan varietas Dena 1 juga berpengaruh nyata terhadap parameter hasil tanaman kedelai diantaranya panjang polong, diameter polong dan diameter biji. Interaksi varietas dengan dosis pupuk pada parameter jumlah daun pada umur 5 MST dengan perlakuan terbaik pada dosis pupuk P1 varietas Dena 1, dan untuk interaksi jumlah biji pada perlakuan dosis pupuk P1 varietas Dena 1. Kata Kunci: Pupuk, Kalium, Kedelai (Glycine max )
ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi Kasus Kelompok Nelayan Minapolitan Desa Tideng Pale Induk Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung) Suryana, Nia Kurniasih; Bahari, Syamsul
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1523

Abstract

ABSTRACT Community empowerment program is a process of empowering the community to have a better quality of life. To improve the welfare of fishermen, the potential they have must be managed and utilized optimally. There are not a few community empowerment programs that fail to reach their goals. This study aims to determine the empowerment program that is run in the Minapolitan fishing group in the village of Tideng Pale Induk, Sesayap Subdistrict and find out the satisfaction of the Minapolitan fishermen group on the empowerment program in the Village of Tideng Pale Induk, Sesayap District. Samples were taken by means of a census of 8 people, analysis of data used descriptive qualitative analysis and Likert scale with 3 categories namely very satisfied, quite satisfied and not satisfied. The results showed that the scope of the Minapolitan program carried out in the Minapolitan fishing group included the input of the empowerment program consisting of the socialization of the Minapolitan program, the determination of the Minapolitan program target group, the formation of fishermen groups. The process of empowerment program consists of the forms of programs implemented, recipient participation, cooperation, the role of facilitator, program monitoring and evaluation. The output of the empowerment program consists of physical benefits, non-physical benefits and income. The satisfaction level of the Minapolitan fishermen group on the empowerment program which consists of indicators of the quality of the empowerment program, quantity of empowerment programs, timing of the empowerment program and the impact of empowerment programs has an index value of 25 which is quite satisfied. Keywords: Community Empowerment, Minopolitan, Fisherman Group ABSTRAKProgram pemberdayaan masyarakat  merupakan  suatu proses memandirikan masyarakat agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan maka potensi yang dimiliki harus dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Tidak sedikit program pemberdayaan masyarakat yang gagal  mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui  program pemberdayaan yang dijalankan pada kelompok nelayan minapolitan di Desa Tideng Pale Induk Kecamatan Sesayap dan mengetahui kepuasan kelompok nelayan minapolitan terhadap program pemberdayaan di Desa Tideng Pale Induk Kecamatan Sesayap.  Sampel diambil dengan cara sensus sebnanyak 8 orang, analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif dan skala likert dengan 3 kategori yaitu sangat puas, cukup puas dan tidak puas. Hasil penelitian menunjukan Lingkup program minapolitan yang dijalankan di kelompok nelayan minapolitan antara lain input program pemberdayaan terdiri dari sosialisasi program minapolitan, penetapan kelompok sasaran program minapolitan, Pembentukan kelompok nelayan. Proses program pemberdayaan terdiri dari bentuk program yang dilaksanakan, partisipasi penerima, kerjasama, peran fasilitator, monitoring dan evaluasi program. Output program pemberdayaan terdiri dari manfaat fisik, manfaat non fisik dan pendapatan. Tingkat kepuasan kelompok nelayan minapolitan terhadap program pemberdayaan yang terdiri dari indikator kualitas program pemberdayaan, kuantitas program pemberdayaan, waktu pelaksanaan program pemberdayaan dan dampak program pemberdayaan memiliki nilai indeks 25 yang termasuk pada kategori cukup puas. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Minopolitan, Kelompok Nelayan
TEKNOLOGI IRIGASI OTOMATIS BERTENAGA SURYA DI KELOMPOK TANI CAHAYA TANI KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN Sirait, Sudirman; Santoso, Dwi; Egra, Saat
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1530

Abstract

ABSTRACT One effort to increase irrigation efficiency is the use of solar power-based automatic control systems. This technological innovation was designed by utilizing digital technology, microcontroller and sensor network. This automatic control system operates based on the value of soil moisture as the lower set point value and the upper set point value to set the pump on/off. The aims of this research are to develop a solar-powered automatic control system with reference to the control of soil moisture for set on/off the pump and can keep the soil moisture from the water capacity. The stages of the research are hardware design of solar-powered control systems, design of automatic control system software, design of sprinkler irrigation networks, testing and data analysis. The results showed that the total power to operate an automatic sprinkler irrigation system of 67.0 Watt and can reduce battery consumption of 234.7 Watt. The use of a 30 Wp solar panel unit is able to meet the power needed for the automatic control system during the experiment. Keywords: automatic control system, microcontroller, solar power, sprinkler irrigation ABSTRAK Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi irigasi adalah penggunaan sistem kontrol otomatis berbasis tenaga surya. Inovasi teknologi ini dirancang dengan memanfaatkan teknologi digital, mikrokontroller dan jaringan sensor. Sistem kontrol otomatis ini beroperasi berdasarkan nilai kelengasan tanah sebagai nilai set point bawah dan set point atas untuk mengatur on/off pompa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kontrol otomatis bertenaga surya dengan acuan kendali kelengasan tanah untuk pengaturan on/off pompa dan menjaga kondisi tanah dari kapasitas lapang. Tahapan penelitian yaitu perancangan hardware sistem kontrol otomatis bertenaga surya, perancangan software sistem kendali, perancangan jaringan irigasi sprinkler, pengujian dan analisis data. Hasil percobaan menunjukkan total daya untuk mengoperasikan sistem irigasi sprinkler otomatis 67,0 Watt dan menghemat penggunaan daya baterai sebesar 234,7 Watt. Penggunaan 1 unit panel surya 30 Wp mampu mencukupi daya yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem kontrol otomatis selama percobaan. Kata kunci: irigasi sprinkler, mikrokontroller, sistem kontrol otomatis, tenaga surya
PERAMALAN TREND KUNJUNGAN WISATAWAN DIKAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN (KKMB) DI KOTA TARAKAN Rahajeng, Galih Yogi; Arni, Arni
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1561

Abstract

ABSTRACT Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City was built to preserve mangrove ecosystems and wildlife in its development and alternative ecotourism destinations. Based on the potential of Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City, therefore this study aims to predict the trend of tourist visits in Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City so that it can become the foundation for the development of Conservation Area for Mangrove and Proboscis inTarakan City in the future. In this study using respondents as many as 100 respondents who were Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City visitors. The sampling used method was accedential sampling and quota sampling. The result shown than visitors of Conservation Area for Mangrove and Proboscis inTarakan from 2018-2022 estimated to reach 164,888,5 visitors. The average decrease in visits per year is 978 people. Because of the facilities in the Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City are inadequate, such as wooden bridge that begin to be damaged and slippery when it rains, lack of place to sit, cleanliness that has not been maintained, unsanitary toilets, and lack of parking areas, and reduced proboscis monkey. If there is no renovation and repair of facilities, visitors tend not to choose the Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City as an alternative tourist attractions. Keywords: Conservation of mangrove, Ecotourism, Trend Analysis. ABSTRAK Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan Kota Tarakan (KKMB) dibangun dan memiliki tujuan sebagai pengembangan satwa liar dan ekowisata alternatif. Berdasarkan potensi yang ada, oleh karena itu maka penelitian ini bertujuan untuk meramalkan trend kunjungan wisatawan di KKMB agar dapat menjadi landasan dalam pengembangan KKMB di masa depan. Dalam penelitian ini menggunakan 100 responden yang merupakan pengunjung KKMB. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel akedensial dan kuota. Hasil Penelitian memperlihatkan pengunjung KKMB di Kota Tarakan dari 2018-2022 diperkirakan mencapai 164.888,5 orang. Penurunan rata-rata kunjungan per tahun adalah 978 orang. Karena fasilitas di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan Kota Tarakan  tidak memadai, seperti jembatan kayu yang mulai rusak dan licin saat hujan, kurangnya tempat duduk, kebersihan yang belum dijaga, toilet yang tidak bersih, dan kurangnya area parkir, dan  berkurangnya populasi bekantan. Jika tidak ada renovasi dan perbaikan fasilitas, pengunjung cenderung tidak memilih Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan di Kota Tarakan sebagai tempat wisata alternatif. Kata kunci: Konservasi mangrove, Ekowisata, Analisis Trend.
ANALISIS HAK KEPEMILIKAN LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA SETABU DAN DESA LIANG BUNYU KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN Herlin, Deby Ayu; Sutrisno, Adi
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1511

Abstract

ABSTRACT While the research objectives formulated based on the background are: (1) to know the ownership rights of plantation land based on legislation in laws in the Republic of Indonesia; (2) to know the facts of land ownership rights of oil palm plantations in Setabu Village and Liang Bunyu Village, West Sebatik District, Nunukan Regency; and (3) to know the suitability of the land ownership rights stated in the laws and regulations with the ownership facts in Setabu and Liang Bunyu Villages in West Sebatik District, Nunukan Regency. The data used consists of secondary data and primary data, collected using document study techniques and interviews using questionnaires. The data obtained are then analyzed using qualitative content analysis techniques and qualitative descriptive analysis. The results of this study are (1) plantation land ownership rights based on laws and regulations consisting of ownership rights, use rights, business use rights and customary rights, where ownership rights are the most fulfilled and strongest rights: (2) plantation land rights over land controlled by farmers in Setabu Village and Liang Bunyu Village are "Right of Ownership" with proof of title in the form of Certificate, Letter of Village Head (SPPT) and Sub-District Letter (SPPH); and (3) the plantation ownership rights included in the legislation and the ownership rights to the plantation land controlled by the farmers of Setabu Village and Liang Bunyu Village are in conformity, namely the ownership of plantation land in the form of " Ownership Rights ", but evidence of plantation ownership rights in the two villages are more in the form of a Village Head Letter (SPPT) and Sub-District Letter (SPPH). Keywords: Property rights, legislationABSTRAK Sedangkan tujuan penelitian yang dirumuskan berdasarkan latar belakang adalah: (1) untuk mengetahui hak kepemilikan lahan perkebunan berdasarkan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia; (2) untuk mengetahui fakta hak kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Setabu dan Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan; dan (3) untuk mengetahui kesesuaian hak kepemilikan tanah yang dinyatakan dalam undang-undang dan peraturan dengan fakta kepemilikan di Desa Setabu dan Liang Bunyu di Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder dan data primer, dikumpulkan menggunakan teknik studi dokumen dan wawancara menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi kualitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) hak kepemilikan tanah perkebunan berdasarkan hukum dan peraturan yang terdiri dari hak kepemilikan, hak pakai, hak pakai bisnis dan hak ulayat, di mana hak kepemilikan adalah hak yang paling terpenuhi dan terkuat: (2) hak atas tanah perkebunan atas tanah yang dikuasai oleh petani di Desa Setabu dan Desa Liang Bunyu adalah "Hak Kepemilikan" dengan bukti kepemilikan dalam bentuk Sertifikat, Surat Kepala Desa (SPPT) dan Surat Kecamatan (SPPH); dan (3) hak kepemilikan perkebunan yang termasuk dalam undang-undang dan hak kepemilikan atas tanah perkebunan yang dikendalikan oleh petani Desa Setabu dan Desa Liang Bunyu sudah sesuai, yaitu kepemilikan tanah perkebunan dalam bentuk "Hak Kepemilikan", namun bukti hak kepemilikan perkebunan di kedua desa tersebut lebih berupa Surat Kepala Desa (SPPT) dan Surat Camat (SPPH). Kata kunci: Hak properti, undang-undang
PENGARUH RADIASI ELEKTROMAGNETIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Pratama, Hilman Aditya; Amarullah, Amarullah; Santoso, Dwi
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1497

Abstract

ABSTRACT There are several things that cause an increase in the yield of tomato plants, one of which is the application of electromagnetic radiation to plants, thus encouraging some researchers in agriculture to review whether electromagnetic radiation has a positive influence on the growth and production of tomato plants. Electromagnetic field treatment and frequency of exposure using 56 μT electromagnetic fields to determine the effect on tomato plant growth in the vegetative phase. This research was conducted in January 2017 until completion. In this study the tools used included: a series of electromagnetic inductors, batteries, pipes, aluminum foil, tomato plant media, while the ingredients used were servo varieties of tomato seeds that were first sown. The treatments in this study were P0 = control, P1 = application for 20 minutes, control, P2 = application for 40 minutes, control, P3 = application for 60 minutes, control, P4 = application for 80 minutes. The results showed that the observation parameters that showed statistically significantly different results were parameters of plant height, number of leaves and stem diameter, the best treatment for each observation parameter was P2 treatment (exposure to electromagnetic radiation for 40 minutes).Keywords : Electromagnetic Radiation, Tomato Plant, VegetatifABSTRAK Terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya peningkatkan hasil produksi tanaman tomat salah satunya adalah dengan pengaplikasian radiasi elektromagnetik terhadap tanaman, sehingga mendorong beberapa peneliti dibidang pertanian untuk meninjau apakah radiasi elektromagnetik memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Perlakuan besar medan elektromagnetik serta frekuensi pemaparan dengan menggunakan 56 µT medan elektromagnetik untuk mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada fase vegetatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 sampai dengan selesai. Dalam penelitian ini alat yang digunakan meliputi: rangkaian induktor elektromagnetik, aki, pipa, alimunium foil, media tanaman tomat, sedangkan bahan yang digunakan adalah benih tomat varietas servo yang terlebih dahulu disemai. Perlakuan pada penelitian ini P0= kontrol, P1= pengaplikasian selama 20 menit, kontrol, P2= pengaplikasian selama 40 menit, kontrol, P3= pengaplikasian selama 60 menit, kontrol, P4= pengaplikasian selama 80 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter pengamatan yang menunjukan hasil berbeda nyata secara statistik adalah parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang, perlakuan terbaik untuk setiap parameter pengamatan adalah perlakuan P2 (pemaparan radiasi elektromagnetik selama 40 menit).Kata kunci : Radiasi elektromagnetik, Tanaman tomat , vegetatif
PENGARUH PEMBERIAN GUANO WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Mardhiana, Mardhiana; Murtilaksono, Aditya; Kapsah, Kapsah
J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1498

Abstract

Abstract North Borneo is one of the largest walet nest producers in Indonesia and can improve the economy of North Borneo. The obstacle faced by walet breeders in North Borneo is walet droppings. Not much research on walet bird droppings, walet droppings is one of the organic fertilizers. The function of organic fertilizer is to increase soil pH and increase soil fertility. Brassica juncea L is a commodity planted by North Borneo farmers. North Borneo has low levels of acidity and fertility. This study aims to see the effect of giving guano walet to the growth and yield of Brassica juncea L.. The study design was a one-factor randomized design and was repeated 5 times. Treatments W0: without  guano walet (control), W1: guano walet 1.25 tons / ha, W2: walet guano walet 2.5 tons / ha, W3: guano walet 5 tons / ha and W4: guano walet 10 tons / ha. Analysis of the data used is ANOVA (Analysis of Variants) 95% confidence level to determine the effect of treatment. If there are parameters that influence it is done by Duncan's test of 5% level. The results of the study were the treatment of W4 gave the highest value and significantly affected the treatment of W0, W1, and W2 but did not significantly affect the treatment of W3 on plant height, leaf number and leaf width parameters. The W4 treatment had the highest average value significantly affected the other treatments on the plant wet weight parameters Key words: Brassica juncea L, organic fertilizer, guano walet, North Borneo Abstrak Kalimantan Utara merupakan salah satu penghasil sarang burung walet terbesar di Indonesia dan dapat meningkatkan perekonomian Kalimantan Utara. Kendala yang dihadapi oleh peternak burung walet di Kalimantan Utara adalah kotoran burung walet. Belum banyak penelitian tentang kotoran burung walet, kotoran burung walet salah satu pupuk organik. Fungsi pupuk organik adalah meningkatkan pH tanah dan menambah kesuburan tanah. Sawi merupakan komoditas yang ditanam oleh petani Kalimantan Utara. Kalimantan Utara memiliki tingkat keasaaman dan kesuburan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian guano walet terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok satu faktor dan diulang sebanyak 5x. Perlakauan W0 : tanpa guano walet (kontrol), W1 : guano walet 1,25 ton/ha , W2: guano walet 2,5 ton/ha, W3: guano walet 5 ton/ha dan W4 :  guano walet 10 ton/ha. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA (Analisis of Variants) taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat parameter yang berpengaruh maka dilakukan dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian adalah perlakukan W4 memberikan nilai tertinggi dan berpengaruh nyata terhadap perlakuan W0, W1, dan W2 tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan W3 pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar daun.   Perlakuan W4 memiliki nilai rata-rata yang tertinggi berpengaruh nyata terhadap perlakuan lainnya pada paramater berat basah tanaman  Kata kunci: sawi (Brassica juncea L.), pupuk organik,  guano walet, Kalimantan Utara

Page 1 of 4 | Total Record : 39