cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 31, Nomor 2 September 2013" : 5 Documents clear
ANALISIS BREAK EVEN POINT DARI PEMANFAATAN DAUN ENCENG GONDOK (Eichhornia crassipes) TERFERMENTASI SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF ITIK PENGGING JANTAN A. Setiadi, Sari Setiyowati L. D. Mahfudz S
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peran itik sebagai penghasil daging di Indonesia menurut data statistik pada tahun 2010 masih rendah, yaitu hanya dapat memenuhi 6,4 ribu ton dari kebutuhan itik sebesar 14,3 ribu ton, sehingga kekurangan daging mencapai 7,9 ribu ton. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Percobaan Pemeliharaan Ternak Unggas, Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian formulasi pakan yang menguntungkan dari ke lima penelitian adalah formulasi pakan yang menggunakan daun eceng gondok fermentasi 5%. Hasil dari formulasi pakan ini memberikan keuntungan sebesar Rp. 91.169,00. Setelah dilakukan satu kali dilakukan penelitian pemeliharaan 125 ekor itik, harga jual dari penelitian tersebut adalah sebesar Rp. 39.498,00. Break Even Point (BEP) tercapai pada tingkat penjualan sebesar 223 ekor atau senilai Rp. 8.806.911,00. Berdasarkan studi aspek teknis dan finansial yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan itik untuk 125 ekor belum layak untuk dijalankan.   Kata Kunci : BEP, eceng gondok,  itik pengging.
MODEL REGRESI DENGAN UJI ASUMSI KLASIK HASIL PENANGKAPAN UDANG TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI LINGKUNGAN PERAIRAN KABUPATEN BATANG ., Karyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mencari model regresi yang sesuai dari hasil tangkapan udang setiap tahunnya di lingkungan wilayah perairan Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan data hasil tangkapan di tiga TPI, yaitu TPI Roban Barat, TPI Roban Timur dan TPI Celong. Data diambil berdasarkan pencatatan di masing-masing TPI, mulai bulan Januari sampai dengan Desember mulai tahun 2010-2012. Metode pengumpulan data adalah mencatat semua data kuantitatif yang telah terkumpul selama 3 (tiga) tahun, kemudian dicari hubungan antara hasil tangkapan setiap tahunnya dengan jumlah penerimaan nelayan di masing-masing TPI, dengan metode analisis regresi linier berganda, sebagai variabel bebasnya adalah hasil tangkapan di sekitar lokasi TPI Roban Barat (X1), TPI Roban Timur (X2), dan TPI Celong (X3) terhadap variabel terikatnya hasil tangkapan nelayan (Y). Uji asumsi klasik yang dicapai adalah: uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji linieritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F-hit = 205,054 dengan taraf signifikan 0,000 berarti ada pengaruh secara bersama-sama / simultan antara TPI Roban Barat (X1), TPI Roban Timur (X2), dan TPI Celong (X3) terhadap hasil tangkapan nelayan (Y), tetapi dalam uji-t secara parsial (t-hit) TPI Celong (X3) tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan Y. Model regresi yang diperoleh telah memenuhi persyaratan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji linieritas, adalah model  regresi linier berganda yang sesuai adalah: Y = -12,112 + 58,109 X1 + 22,177 X2 + 15,324 X3 Kata kunci: TPI, uji asumsi klasik, model regresi
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK ITIK PETELUR DI KECAMATAN GODONG Rumiyadi, Sri Suratiningsih, Wahyu Margiastuti,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUsaha ternak itik merupakan salah satu sumber penghasil telur yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dikembangkan guna mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan protein hewani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Godong. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai bulan Maret 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pendapatan petani serta mengetahui apakah usaha ternak itik petelur di Kecamatan Godong layak untuk diusahakan.Penentuan responden berdasarkan sensus dengan jumlah responden sebanyak 37 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis kelayakan usaha dengan RCR, BEP(Q), BEP(harga), BEP(PK), dan ROI.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pendapatan usaha ternak itik petelursebesar Rp.19.928.442,-/satuan ternak/tahun menunjukan usaha ternak itik petelur ini menghasilkan pendapatan yang cukup besar.2) Pada analisis kelayakan usaha perolehan hasil analisis usaha ternak itik petelur adalah RCR 2,25 dan BEP (Rp) : Rp.482,- dengan harga riil Rp.1.100,-, BEP (Q) sebesar 11.813 butir telur dengan jumlah riilnya 27.064 butir telur, BEP (PK) sebesar Rp12.994.419,- dengan  jumlah riilnya Rp.32.922.862,- dan nilai ROI sebesar 168% pertahun.Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Usaha ternak itik petelur di Kecamatan Godong mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp.19.928.442,-/satuan ternak/tahun. 2) Analisis usaha ternak itik petelur  layak untuk diusahakan. Kata kunci : usaha ternak, itik petelur.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI JAWA BREBES (JABRES) DI KABUPATEN BREBES L. Kustiawan, Hengky Oxtovianto Putro A. Setiadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan peternak sapi Jawa Brebes (Jabres) di Kabupaten Brebes.  Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan menggunakan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan peternak sapi Jabres di Kabupaten Brebes menguntungkan dengan rata-rata pendapatan per tahun yang diperoleh peternak sebesar Rp. 2.472.533,-.  Apabila dibandingkan dengan UMR, pendapatan ini masih lebih kecil, dalam artian peternak masih perlu meningkatkan usahanya agar memperoleh pendapatan yang lebih besar.   Kata kunci : analisis pendapatan, sapi Jabres
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA PETERNAKAN ITIK DI KOTA TEGAL DAN KABUPATEN BREBES L. D. Mahfudz, Suci Andanawari A. Setiadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Break Even Point (BEP) usaha peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Setelah mengetahui  nilai BEP sebuah usaha, maka pengembangan usaha peternakan itik dapat diperhitungkan secara optimal. Metode penelitian dan pengumpulan data adalah survei, observasi, dan wawancara. Lokasi penelitian adalah peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, dipilih dengan metode Purposive Sampling. Jumlah responden 110 peternak, yaitu 80 peternak di Kota Tegal dan 30 peternak di Kabupaten Brebes, yang dipilih melalui metode Accidental Sampling. Analisis data secara deskriptif, menggunakan formulasi Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BEP harga untuk usaha peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes adalah sebesar Rp 3.260.021,91 per bulan, atau penjualan minimal adalah 99 butir telur per hari, dengan rerata harga telur Rp 1.100,00 per butir. BEP unit usaha peternakan itik di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes adalah pemeliharaan 142 ekor itik, dengan persentase produksi telur 70% total pemeliharaan. Kata kunci : break even point, usaha peternakan itik, Tegal, Brebes

Page 1 of 1 | Total Record : 5