cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 35 No.1 Maret 2017" : 8 Documents clear
Status Mineral Mangan Pada Sapi Potong Di Daerah Aliran Sungai Jratunseluna (Mineral Manganese Status of Beef Cattle At Jratunseluna Watershed) E. Pangestu dan Sutrisno, Utami, M. T,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji status Mn pada sapi potong di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jratunseluna bagian hulu dan hilir, serta mengetahui hubungan antara konsumsi Mn dan status Mn dalam bahan pakan dengan penampilan produksi ternak. Penelitian lapangan berupa survei di daerah hulu yaitu Kecamatan Suruh dan Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang; sedangkan di daerah hilir Kecamatan Jaken dan Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.Ada 30 ekor sapi yang diamati pada daerah hulu dan hilir terhadap jumlah dan jenis pakan yang dikonsumsi, kadar Mn dalam pakan, bulu sapi dan tanah. Data yang diperoleh dilakukan independent t-test untuk mengetahui perbedaan status Mn di daerah hulu dengan hilir, korelasi konsumsi Mn dengan status Mn pada ternak dan status Mn ternak dengan pertambahan bobot badan harian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara pertambahan bobot badan harian dan variasi bahan pakan hijauan dan konsentrat yang dikonsumsi oleh sapi di hulu dengan hilir. Pertambahan bobot badan harian ternak di daerah hulu lebih rendah dibanding hilir, demikian pula konsumsi bahan kering pakan pada sapi 7,75 dan 8,89 kg, status Mn bulu sapi pada wilayah hulu dan hilir menunjukkan tidak adanya perbedaan, masing-masing 11,5 dan 22,9 ppm. Korelasi konsumsi Mn dengan status Mn menunjukkan hasil yang kurang erat (R2= 0,524) sedangkan korelasi antara status Mn dengan pertambahan bobot badan sebesar 0,09. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsumsi Mn sapi di DAS Jratunseluna tergolong rendah dan defisien. Kata Kunci: Sapi potong, mangan, daerah aliran sungai, hulu, hilir
Analisis Pemasaran Gula Kelapa (Studi Kasus Di Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang) Karyadi, Endah Hasrati, Muhsoni,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola saluran pemasaran gula kelapa; (2) menganalisis biaya, keuntungan, marjin pemasara, farmer’s share; dan (3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran gula kelapa di Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Metode Penentuan Sample dengan cara purposive. Penentuan sampel lembaga pemasaran dengan menggunakan metode snow ball sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat pola saluran pemasaran gula kelapa di Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, yaitu: Saluran 1: Produsen-Konsumen; Saluran 2: Produsen-Pedagang; Pengumpul- Konsumen; Saluran 3: Produsen-Pedagang Besar-Pedagang Pengecer-Konsumen; Saluran 4 : Produsen-Pedagang Pengumpul-Pedagang Besar-Pedagang Pengecer-Konsumen. Farmer’s share  pada Saluran 1: 100,00 %, Saluran 2: 95,24 %, Saluran  3: 92,42 % dan Saluran 4: 90,91 %, farmer’s share masing-masing saluran pemasaran berbeda, itu dipengaruhi oleh besarnya biaya pemasaran, keuntungan pemasaran dan marjin pemasaran dari masing-masing saluran pemasaran. Empat saluran pemasaran di Desa Karangduren efisien dengan saluran pemasaran 1 paling efisien yang merupakan saluran pemasaran paling pendek dengan  marjin pemasaran paling rendah dan farmer’s share  paling tinggi. Kisimpulkan bahwa terdapat empat pola saluran pemasaran gula kelapa. Biaya pemasaran, keuntungan pemasaran dan marjin pemasaran pemasaran gula kelapa mempengaruhi farmer’s share. Semakin pendek saluran pemasaran gula kelapa semakin efisien saluran pemasaran. Kata kunci : Saluran, Marjin, Efisiensi Pemasaran.
Pemberian Tepung Daun Ubi Jalar Fermentasi Terhadap Kinerja Hati Ayam Kampung Super L. D. Mahfudz, dan N. Suthama, R. P. Putra1,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian tepung daun ubi jalar fermentasi terhadap kinerja hati meliputi bobot hati, lemak hati, serum glutamat piruvat transaminase (SGPT), dan ditunjang oleh bobot badan akhir pada ayam kampung super. Penelitian menggunakan 150 ekor ayam kampung super umur 5 minggu dengan bobot awal rata-rata 441,16 ± 32,56 g/ekor (CV = 7,92%) unsex. Digunakan rancangan acak lengkap terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu T0 : Ransum tanpa tepung daun ubi jalar fermentasi; T1 : Ransum dengan 10% tepung daun ubi jalar tanpa fermentasi; T2 : Ransum dengan 10% tepung daun ubi jalar fermentasi; T3 : Ransum dengan 13% tepung daun ubi jalar fermentasi dan T4 : Ransum dengan 16% tepung daun ubi jalar fermentasi. Parameter yang diamati adalah bobot hati, lemak hati, SGPT dan bobot badan akhir. Data diuji dengan analisis ragam, apabila terdapat pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun ubi jalar fermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot hati, lemak hati dan bobot badan akhir. Namun, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai SGPT yang menunjukkan peningkatan dari T2 (19,43 IU/liter) sampai T4 (22,94 IU/liter). Simpulan penelitian bahwa pemberian tepung daun ubi jalar fermentasi dengan level 10% (T2) dapat mempertahankan kerja hati yang ditunjukkan dengan tidak ada perubahan bobot hati, lemak hati dan peningkatan bobot badan akhir, meskipun kadar SGPT meningkat pada ayam kampung super. Kata kunci : ayam kampung super, daun ubi jalar fermentasi, kinerja hati
Ketersediaan Energi Metabolis pada Puyuh Petelur yang Diberi Ransum Menggunakan Tepung Daun Kayambang (Salvinia molesta) Sri Kismiati, Nyoman Suthama, Rizka Novida Trisnawati,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengkaji ketersediaan energi metabolis pada puyuh petelur yang diberi ransum menggunakan tepung daun kayambang (Salvinia molesta). Ternak yang digunakan penelitian adalah 200 puyuh petelur umur 6 minggu dengan bobot badan rata-rata 114,86 ± 10,86 (CV 9,45 %). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapakan adalah T0 (ransum kontrol), T1 (2,5% penggunaan tepung Salvinia molesta), T2 (5% penggunaan tepung Salvinia molesta), dan T3 (7,5% penggunaan tepung Salvinia molesta). Sampel eksreta dianalisis di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Dionegoro. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, ketersediaan energi metabolois dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan tetapi berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap ketersediaan energi metabolis. Kata kunci : puyuh petelur, Salvinia molesta, ketersediaan energi metabolis
Analisis Pendapatan Peternak Mitra Terhadap Pelaksanaan Kemitraan Ayam Broiler (Kasus Kemitraan PT. Cemerlang Unggas Lestari, Semarang) Bambang Mulyatno S, Siswanto Imam, Cindy Putri Retnaning Ardi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah : 1) mengetahui pendapatan peternak sebelum bermitra dan setelah bermitra dengan PT. Cemerlang Unggas Lestari yang berdomisili di Semarang, Jawa Tengah, 2) membandingkan pendapatan peternak sebelum bermitra dan setelah bermitra dengan PT. Cemerlang Unggas Lestari yang berdomisili di Semarang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2017 di PT. Cemerlang Unggas Lestari dan peternak yang bermitra dengan PT. Cemerlang Unggas Lestari dengan karakteristik tertentu sebagai responden dalam penelitian ini, yaitu peternak ayam broiler yang bermitra dengan PT. Cemerlang Unggas Lestari yang melakukan kegiatan usaha di Kota Semarang dengan status usaha milik pribadi dan telah bermitra dengan PT. Cemerlang Unggas Lestari selama minimal 5 tahun dengan skala produksi ternak awal 10.000 hingga 15.000 ekor per periode (60 hari) pada bulan Januari hingga Februari 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kasus. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan metode sensus secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per periode pada kegiatan budidaya ayam broiler peternak setelah bermitra lebih tinggi yaitu Rp. 55.513.719,51 dibandingkan dengan pendapatan sebelum bermitra yaitu sebesar Rp. 23.503.549,08 Kata Kunci : Ayam Broiler, Kemitraan, Biaya Produksi, Pendapatan
Pengaruh Dipping Menggunakan Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn.) Terhadap Total Bakteri Dan Jamur Susu Sapi Perah Mastitis Subklinis Priyo Sambodho dan Dian Wahyu Harjanti, Julianto,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun belimbing wuluh terhadap jumlah bakteri dan jamur pada susu sapi perah penderita mastitis subklinis. Metode yang digunakan adalah pencelupan puting sapi perah (teat dipping) menggunakan larutan antiseptik berbahan dasar ekstrak daun belimbing wuluh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berjenjang (split-plot in time), dengan empat kelompok perlakuan dan masing-masing empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pencelupan putting sapi perah kedalam larutan yang mengandung 1%, 3% dan 5% ekstrak daun belimbing wuluh (T1, T2 dan T3). Kontrol positif menggunakan antiseptik sintetis komersial povidone iodine (K+). Pencelupan puting dilakukan setiap hari selama 9 hari, yaitu setelah pemerahan pagi dan sore. Sampel susu diambil sebelum perlakuan (H0) dan pada hari ke-3, 6 dan 9 (H3, H6 dan H9). Perlakuan konsentrasi ekstrak digunakan sebagai mainplot, sedangkan hari pengambilan sample digunakan sebagai sub plot. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara perlakuan konsentrasi ekstrak dengan hari pengambilan sample pada parameter jumlah bakteri dan jamur pada susu. Ekstrak daun belimbing wuluh dan antiseptik sintetis povidone iodine memiliki kemampuan yang sama dalam menghambat pertumbuhan bakteri, ditunjukkan dengan rataan jumlah bakteri yang sama setelah perlakuan pada semua kelompok, dengan persentase penurunan jumlah bakteri yang sama. Semakin lama perlakuan dipping dilakukan, maka jumlah bakteri dalam susu mengalami penurunan yang sangat nyata (P<0,01), hal ini dilihat dari jumlah bakteri yang menurun mulai dari H0 yaitu sejumlah 21.287x103 cfu/ml, H3 sejumlah 6.825x103 cfu/ml, H6 sejumlah 391x103 cfu/ml dan pada H9 sejumlah 46x103 log cfu/ml. Namun demikian, semua perlakuan tidak menunjukkan pengaruh terhadap jumlah jamur dalam susu. Oleh karena itu disimpulkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh memiliki daya antibakteri dan dapat digunakan sebagai antiseptik alternatif larutan dipping puting untuk mencegah masuknya bakteri melalui lubang puting dan menurunkan jumlah cemaran bakteri dalam susu. Kata kunci : Daun belimbing wuluh, antiseptik, pencelup puting, susu, bakteri
Strategi Pemasaran Ikan Lele “UD Sendang Endah” Di Pasar Rejomulyo Semarang ,, Sulistyowati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi adanya persaingan pemasaran ikan lele yang ketat di pasar Rejo Mulyo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran ikan lele di Pasar Rejomulyo Semarang pada “UD Sendang Indah”, menganalisis prioritas strategi yang diterapkan dalam pemasaran ikan lele di Pasar Rejomulyo Semarang. Penelitian dilakukan 25 April 2016-26 Mei 2016, data yang dikumpulkan peneliti yaitu berupa data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan angket. Pendekatan konsep yang digunakan peneliti yaitu pendekatan konsep manajemen strategi, strategi pemasaran dan analisis SWOT. Alat analisis yang digunakan peneliti untuk merumuskan strategi pemasaran adalah matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT dan matriks QSPM. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal yang menjadi kekuatan utama pada “UD Sendang Indah” adalah kondisi finansial dan hubungan kekeluargaan dengan pelanggan yang cukup tinggi dan faktor kelemahan utama yang dimiliki adalah tingkat sistem pembayaran barang (ikan lele) yang cenderung mundur-mundur (tertunda). Faktor eksternal yang dimiliki pada “UD Sendang Indah” adalah peluang tertinggi adalah peningkatan pasokan bahan baku ikan lele yang cenderung banyak karena Jawa Tengah merupakan potensi penghasil ikan lele dan  faktor ancaman yang dimiliki tertinggi adalah ketatnya persaingan bakul ikan lele di pasar Rejo Mulyo. Kata kunci : Strategi Pemasaran, SWOT Analisis.
Pengaruh Lama Pemaparan Pada Suhu Ruang Terhadap Total Bakteri, pH Dan Kandungan Protein Daging Ayam Di Pasar Tradisional Kabupaten Semarang Sri Kismiati dan Dian Wahyu Harjanti, Evi Wahyu Ristanti,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging ayam dengan lama waktu pemaparan pada suhu kamar di pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 lama waktu pemaparan (2, 4 dan 6 jam post mortem) sebagai perlakuan dan 6 pasar tradisional sebagai ulangan. Pasar dikelompokan berdasarkan dari kualitas higienis dan fasilitas : Kelompok A (Pasar Projo dan Sumowono), Kelompok B (Pasar Babadan dan Bandarjo) dan Kelompok C (Pasar Bandungan dan Jimbaran). Ayam broiler disembelih di rumah pemotongan umum dan langsung dibawa ke pasar. Pengambilan sampel daging ayam yang diperoleh berasal dari pasar tradisional pada 2, 4 dan 6 jam postmortem. Parameter dalam penelitian ini adalah total bakteri dengan metode Total Plate Count (TPC), pH dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukan bahwa kontaminasi bakteri daging ayam dari semua pasar berada di atas standar Indonesia (>106 cfu/gr). Selain itu, jumlah bakteri dalam daging, yang terpapar pada suhu kamar untuk 4 dan 6 jam (18,73x107 cfu/gr dan 20,33x107 cfu/gr) lebih tinggi (P<0,05) daripada 2 jam (15,8 x 107 cfu/gr). Lama waktu pemaparan tidak berpengaruh pada pH dan kadar protein daging (P>0,05). Kesimpulan yang diperoleh bahwa daging ayam yang dipaparkan pada suhu kamar hingga 6 jam meningkatkan kontaminasi bakteri dalam daging, tetapi tidak mempengaruhi pH daging dan protein. Kata Kunci : Daging ayam, total bakteri, pH, kadar protein

Page 1 of 1 | Total Record : 8