cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 122 Documents
Peran Wanita Tani Dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata Di Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Astrid Ekaningdyah, Sutopo,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 38 No. 1 Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang pada bulan Juli sampai Agustus 2019 bertujuan untuk mendeskripsikan usaha tanaman hias wanita tani  sebagai pendukung pengembangan pariwisata, akses dan control wanita tani dalam usaha tanaman hias dan sumbangan pendapatan wanita tani dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode survey. Dua belas wanita tani tanaman hias terpilih sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh dengan cara wawancara mendalam dan  observasi.  Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukan  bahwa tanaman hias yang dikembangkan dan diusahakan wanita tani  di desa Kopeng  dapat meningkatkan  daya tarik wisatawan, akses dan control wanita tani dalam usaha tanaman hias tinggi dan sumbangan pendapatan wanita tani dalam keluarga rata-rata sebesar Rp 2.245.000,- perbulan Kata Kunci : wanita tani, tanaman hias, pariwisata
EVALUASI KUALITAS SUSU SEGAR DI KABUPATEN KLATEN Ridho Julio Yudhonegoro, Priyo Sambodho dan Nurwantoro, Dian Wahyu Harjanti
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 34 No. 1 Maret Tahun 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTARKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas susu sapi di tingkat peternak, tempat pengumpulan susu (TPS) dan koperasi unit desa (KUD) di Kabupaten Klaten. Kualitas susu dievalusi berdasarkan hasil analisa jumlah cemaran bakteri dalam susu, serta kandungan zat gizi, yaitu lemak, protein dan bahan kering. Susu segar diperoleh dari 22 peternakan sapi perah rakyat, 6 TPS dan KUD Jatinom. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata produksi susu adalah sebesar 10,59 L/hari. Kandungan bahan kering, lemak dan protein dalam susu sebesar 10,61%; 2,78% dan 2,99%, sesuai dengan SNI 3141.1:2011 tentang Susu Segar. Hal tersebut menunjukkan bahwa peternak sapi perah rakyat di Kabupaten Klaten mampu memproduksi susu dengan kualitas gizi yang baik. Namun demikian, kulitas susu tidak hanya ditentukan oleh kandungan gizinya saja, melainkan ditentukan pula oleh jumlah cemaran bakteri dalam susu. Populasi bakteri dalam susu yang diambil dari peternak, TPS dan KUD adalah sebesar 4,3 x 106; 4,5 x 106 dan 5,4 x 106 CFU/ml, lebih tinggi dibandingkan dengan ketentuan SNI yaitu maksimal 1 x 106 CFU/ml. Oleh karena itu disimpulkan bahwa hygiene pemerahan, sanitasi dan penyimpanan susu dalam rantai dingin selama proses transportasi dari peternak sampai KUD sangat penting untuk mencegah tingginya cemaran bakteri dalam susu. Sektor peternak, industri pengolahan susu dan pemerintah harus memberikan perhatian yang lebih serius dalam higiene susu untuk meningkatkan kualitas susu dan menjamin keamanan pangan. Kata kunci: kualitas susu, jumlah bakteri, hygiene susu
PENGARUH PEMBERIAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) PADA RANSUM YANG MENGANDUNG VITAMIN C TERHADAP PRODUKSI KARKAS AYAM BROILER W. Sarengat dan L. D. Mahfudz, Susilo. F,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 34 No. 2 September Tahun 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jintan hitam pada ransum yang mengandung vitamin C produksi karkas. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Hewan yang digunakan adalah 150 broiler berumur 8 hari unsexd dengan berat badan rata-rata 187,1 ± 10,72 gr. Perlakuan yang ditetapkan yaitu ransum yang mangandung 500 ppm vitamin C di tambah 0% hingga 1% Jintan Hitam. Parameter yaitu berat badan, bobot karkas, dan persentase karkas. Hasil yang di dapat dari berat badan, bobot karkas, dan persentase karkas tidak ada pengaruh nyata (P> 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini belum dapat meningkatkan berat badan, bobot karkas dan persentase karkas. Kata kunci: Broiler, jintan hitam, vitamin C dan produksi karkas
USAHA MENINGKATAN KETRAMPILAN KELOMPOK PENGRAJIN IKAN ASAP MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DENGAN MEMAKAI RUMAH ASAP HASIL MODIFIKASI Sulistyowati, Karyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 28, Nomor 1 Pebruari 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). meningkatkan ketrampilan  kepada tiga anggota kelompok pengrajin ikan asap yaitu “Sumber Rejeki”, “Sumber Jaya”, dan “Sumber Lancar” di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, apakah ada berbedaan ketrampilan dan pemahaman sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan pengasapan ikan. 2).memberikan  pengetahuan dan ketrampilan anggota pengrajin ikan asap dalam proses pembuatan ikan asap dengan menggunakan rumah asap hasil modifikasi. 3). Untuk meningkatkan kualitas ikan asap baik dalam tekstur, warna maupun aroma dari hasil pelatihan/pendampingan yang dilakukan beberapa kali. Metode yang digunakan dalam pelatihan dan pendampingan dengan menggunakan rumah asap hasil modifikasi yang praktis, produktif dan higienis, dengan jumlah responden tiga kelompok pengrajin ikan asap sebanyak 20 orang. Pelatihan dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperbaiki sifat organolektip (tekstur, warna, dan aroma).  Untuk mengetahui apakah ada perbedaan sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan digunakan uji-t (Paired Samples Test),  dan bila ada perbedaan dilanjutkan dengan uji Analysis of Variance (ANOVA), untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap sifat organoleptik dilakukan dengan analisis lanjutan uji Tukey HSD dan Bonferroni Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan pelatihan tingkat pemahaman dengan rerata peserta sebelum pelatihan 27,80 dan rerata sesudah pelatihan 40,05 ada peningkatan sebesar 44,21%. Dengan analisis uji-t berpasangan (Paired Samples Test),  menunjukkan hasil t hitung = -20,06 signifikansi 0,000 (P<0,01) adalah sangat signifikan. Analisis uji anova menunjukkan bahwa penggunaan rumah asap hasil modifikasi dapat memperbaiki sifat organoleptik (warna, tekstur, dan aroma) ikan asap secara sangat signifikan 0,000 (P<0,01) antara pelatihan 1, pelatihan 2, dan pelatihan 3.   Kata kunci : ikan asap, rumah asap modifikasi, sifat organoleptik
Analisis Pemasaran Gula Kelapa (Studi Kasus Di Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang) Karyadi, Endah Hasrati, Muhsoni,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola saluran pemasaran gula kelapa; (2) menganalisis biaya, keuntungan, marjin pemasara, farmer’s share; dan (3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran gula kelapa di Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Metode Penentuan Sample dengan cara purposive. Penentuan sampel lembaga pemasaran dengan menggunakan metode snow ball sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat pola saluran pemasaran gula kelapa di Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, yaitu: Saluran 1: Produsen-Konsumen; Saluran 2: Produsen-Pedagang; Pengumpul- Konsumen; Saluran 3: Produsen-Pedagang Besar-Pedagang Pengecer-Konsumen; Saluran 4 : Produsen-Pedagang Pengumpul-Pedagang Besar-Pedagang Pengecer-Konsumen. Farmer’s share  pada Saluran 1: 100,00 %, Saluran 2: 95,24 %, Saluran  3: 92,42 % dan Saluran 4: 90,91 %, farmer’s share masing-masing saluran pemasaran berbeda, itu dipengaruhi oleh besarnya biaya pemasaran, keuntungan pemasaran dan marjin pemasaran dari masing-masing saluran pemasaran. Empat saluran pemasaran di Desa Karangduren efisien dengan saluran pemasaran 1 paling efisien yang merupakan saluran pemasaran paling pendek dengan  marjin pemasaran paling rendah dan farmer’s share  paling tinggi. Kisimpulkan bahwa terdapat empat pola saluran pemasaran gula kelapa. Biaya pemasaran, keuntungan pemasaran dan marjin pemasaran pemasaran gula kelapa mempengaruhi farmer’s share. Semakin pendek saluran pemasaran gula kelapa semakin efisien saluran pemasaran. Kata kunci : Saluran, Marjin, Efisiensi Pemasaran.
BUDIDAYA Artemia salina SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK DAN BIOKATALISATOR PERCEPATAN PENGUAPAN DI LADANG GARAM Muryati, Nilawati, Marihati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 1 Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artemia salina adalah udang-udangan tingkat rendah yang hidup di perairan berkadar garam tinggi yang merupakan nutrisi bagi ikan dan udang. Keberadaan Artemia salina di lahan pegaraman selain meningkatkan mutu garam dan produktivitas lahan juga menghasilkan biomassa sebagai produk samping karena meningkatnya kecepatan penguapan. BPKIMI telah melakukan penelitian budidaya Artemia salina yang bertujuan mengkaji perubahan kualitas perairan akibat keberadaan Artemia salina terhadap perubahan kecerahan, dan kepadatan plankton sebagai indikator kenaikan kecepatan penguapan. Selain itu juga untuk mengetahui perkembangan biomassa Artemia salina sebagai diversifikasi produk dan jumlah detritus organiknya. Berdasarkan penelitian penggunakan bibit Artemia salina lokal dan telur Artemia salina impor ini diperoleh data bahwa Artemia salina lokal lebih layak untuk diterapkan di ladang garam karena dengan menggunakan 200 individu/L air garam 11 OBe mampu menaikkan transparansi dari 50% menjadi 85% dan biomassa yang dihasilkan 48,46 gr serta detritus 44,86 gr. Sedangkan kultivasi Artemia salina impor yang menggunakan 90.000 individu/L air garam 11 OBe menaikkan transparansi dari 50% menjadi 90% dan biomassa yang dihasilkan  40,18 gr serta detritusnya 31,04 gr. Budidaya Artemia salina di lahan peminihan menghasilkan diversifikasi produk berupa biomassa Artemia salina sebanyak 6 ton/ Ha/ musim dengan harga sekitar Rp. 20.000,-/kg.   Kata kunci : Artemia salina, percepatan penguapan, diversifikasi produk, ladang garam, halofilik, lahan peminihan.
Produksi Susu Dan Performa Reproduksi Sapi Perah Pada Berbagai Paritas Dian Wahyu Harjanti, dan Enny Tantini Setiatin, Dani Kurnia,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.1, Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui produksi susu dan performa reproduksi pada berbagai paritas sapi perah. Penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 1 April – 3 Mei 2015, di PT. Naksatra Kejora di Desa Santa Maria Rawaseneng, Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung. Materi yang digunakan adalah sapi perah FH berjumlah 30 ekor sapi dengan paritas I, II dan paritas III masing-masing 10 ekor dan kisaran bulan laktasi III di PT Naksatra Kejora. Metode yang digunakan adalah penelitian observasi dimana pengambilan data diambil melalui metode penelitian sensus langsung terhadap seluruh induk yang laktasi. Pemilihan sampel dan pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling (berdasarkan pertimbangan). Analisis data yang digunakan adalah T-test equal two sample dengan mengambil data-data produksi Susu dan reproduksi pada berbagai paritas dan bulan laktasi III. Parameter yang diamati adalah: produksi susu pada April 2015, First Matting(FM), Service per Conception (S/C), Days Open (DO) dan Calving Interval (CI) dan. Produksi Susu pada sapi Perah Fries Holland di PT Naksatra Kejora tertinggi pada paritas  kedua yaitu 16,81±0,31 liter/ekor/hari. Performa reproduksi dievaluasi melalui  service per conception terbaik ada pada paritas II (1,7±0,27) sedangkan paritas I dan II dapat dikatakan kurang baik. First matting terbaik pada paritas kedua  yaitu 56,6±5,16 hari/ekor, days open terbaik pada paritas pertama yaitu 66,60±6,89 hari/ekor, calving interval terbaik pada paritas kedua yaitu 364,8±5,91 hari/ekor. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan paritas berpengaruh terhadap produksi susu tetapi tidak mempengaruhi performa reproduksi. Kata kunci: produksi susu,  Service per Conception, First Matting, Days Open, Calving Interval
POLA PENYEDIAAN HIJAUAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA KECIL DI DESA PANTAI SIDOHARJO, KECAMATAN PACITAN, KABUPATEN PACITAN M. Agus Setiana, Agustina Sulastri Ningsih
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 29, Nomor 1 Maret 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ternak ruminansia kecil (domba dan kambing) banyak dipelihara masyarakat sebagai usaha sampingan, 44% usaha utama peternak di desa Sidoharjo adalah pedagang. Peran ternak lebih sebagai tabungan keluarga yang dapat digunakan pada saat dibutuhkan antara lain biaya kenduri atau keperluan sekolah anak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2010 di desa Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, kabupaten Pacitan dengan metode survei. Sampel sebanyak 50 peternak (30%).  Tujuan penelitian untuk mengetahui pola penyediaan hijauan pakan yang dilakukan peternak dan tingkat ketersediaanya. Sistem pemeliharaan ternak 96% secara intensif dimana ternak dikandangkan sepanjang hari. Penyediaan hijauan pakan dengan cara mengarit di lahan umum (79,17%), di kebun rumput milik sendiri (8,33%) atau membeli (12,50%). Frekuensi pemberian pakan per hari, 62,5% satu kali dan 37,5% dua kali. Pemberian hijauan pakan pada pukul 08.00 WIB atau 16.00 WIB.  Peternak (4%) menggembalakan pada pukul 11.00-16.00 WIB. Waktu mengarit pagi hari pukul 10.00-13.00 WIB dan siang hari pukul 13.00-15.00 WIB. Penggembalaan terbatas hanya pada musim kemarau (April-Oktober). Berdasarkan perhitungan, nilai KPPTR desa Sidoharjo negatif (-177,38 ST) atau  termasuk padat ternak. Dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem dan produktivitas ternak. Pola penyediaan hijauan pakan di desa Sidoharjo sebagian besar secara   cut & carry dengan ternak dikandangkan sepanjang hari. Sebagian kecil peternak dengan pola penggembalaan terbatas yaitu dikandangkan malam hari dan penggembalaan hanya dalam musim kemarau. Jenis hijauan pakan yang dimanfaatkan ternak beragam yang  terdiri dari rumputan (famili Poaceae/Gramineae), kacangan (famili Leguminoceae) dan ramban (selain keduanya).   Kata kunci : hijauan pakan, KPPTR,  ruminansia kecil
Pengaruh Kepadatan Kandang Yang Berbeda Terhadap Bobot Organ Limfoid Pada Ayam Broiler U. Atmomarsono dan Isroli, N.D. Aprillia,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.2, September 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji bobot organ limfoid ayam broiler akibat dari pemeliharaan pada kepadatan kandang yang berbeda. Materi yang digunakan yaitu 280 ekor ayam broiler umur 14 hari bobot rata-rata 298,37±23,33 gram (CV = 7,81%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada ayam Broiler yaitu pemeliharaan pada kepadatan kandang berbeda dengan taraf sebagai berikut : T1 = 8 ekor/m2, T2 = 12 ekor/m2, T3 = 16 ekor/m2 dan T4 = 20 ekor/m2 dengan ukuran kandang 1x1 m2 untuk setiap perlakuan. Parameter yang diukur yaitu bobot organ limfoid, data tersebut selanjutnya dianalisis keragamannya pada taraf ketelitian 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemeliharan Ayam Broiler pada kepadatan kandang yang berbeda berpengaruh tidak nyata terhadap bobot organ limfoid (P>0,05). Bobot relatif bursa fabrisius secara berurutan dari T1, T2, T3 dan T4 adalah 0,11 %, 0,10 %, 0,09 % dan 0,07 %, bobot relatif limpa adalah 0,13 %, 0,14 %, 0,11 % dan 0,15 %, bobot relatif timus adalah 0,25 %, 0,24 %, 0,21 % dan 0,18 %. Dapat disimpulkan kepadatan kandang sampai dengan 20 ekor/m2 tidak memberikan pengaruh terhadap bobot organ limfoid pada ayam broiler. Kata kunci: organ limfoid, broiler, kepadatan kandang
MODEL REGRESI DENGAN UJI ASUMSI KLASIK HASIL PENANGKAPAN UDANG TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI LINGKUNGAN PERAIRAN KABUPATEN BATANG ., Karyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mencari model regresi yang sesuai dari hasil tangkapan udang setiap tahunnya di lingkungan wilayah perairan Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan data hasil tangkapan di tiga TPI, yaitu TPI Roban Barat, TPI Roban Timur dan TPI Celong. Data diambil berdasarkan pencatatan di masing-masing TPI, mulai bulan Januari sampai dengan Desember mulai tahun 2010-2012. Metode pengumpulan data adalah mencatat semua data kuantitatif yang telah terkumpul selama 3 (tiga) tahun, kemudian dicari hubungan antara hasil tangkapan setiap tahunnya dengan jumlah penerimaan nelayan di masing-masing TPI, dengan metode analisis regresi linier berganda, sebagai variabel bebasnya adalah hasil tangkapan di sekitar lokasi TPI Roban Barat (X1), TPI Roban Timur (X2), dan TPI Celong (X3) terhadap variabel terikatnya hasil tangkapan nelayan (Y). Uji asumsi klasik yang dicapai adalah: uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji linieritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F-hit = 205,054 dengan taraf signifikan 0,000 berarti ada pengaruh secara bersama-sama / simultan antara TPI Roban Barat (X1), TPI Roban Timur (X2), dan TPI Celong (X3) terhadap hasil tangkapan nelayan (Y), tetapi dalam uji-t secara parsial (t-hit) TPI Celong (X3) tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan Y. Model regresi yang diperoleh telah memenuhi persyaratan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji linieritas, adalah model  regresi linier berganda yang sesuai adalah: Y = -12,112 + 58,109 X1 + 22,177 X2 + 15,324 X3 Kata kunci: TPI, uji asumsi klasik, model regresi

Page 4 of 13 | Total Record : 122