cover
Contact Name
Ali Ramadhan
Contact Email
ali.ramadhan@mercubuana.ac.id
Phone
+6285813007765
Journal Mail Official
jurnal.narada@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana Gedung E Lantai 4 Jl. Raya Meruya Selatan no.1, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Narada : Jurnal Desain dan Seni
ISSN : 24775134     EISSN : 26215233     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/narada
Core Subject : Art,
Narada: Jurnal Desain dan Seni diterbitkan oleh Fakultas Desain dan Seni Kreatif, Universitas Mercu Buana. Jurnal ini merupakan sarana untuk mempublikasikan tulisan ilmiah berupa hasil penelitian, hasil pemikiran (gagasan konseptual), serta hasil perancangan karya desain dan seni terapan (Applied Art) dalam ruang lingkup bidang desain dan seni rupa yang mencakup desain interior, desain produk, desain fashion, desain multimedia, desain komunikasi visual, fotografi, HAKI Desain, Hak Cipta Desain serta bidang perluasan yang ditujukan untuk mengembangkan bidang ilmu tersebut. Narada: Jurnal Desain dan Seni terbit sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan April, September, dan Desember. NARADA Jurnal Desain dan Seni menerima artikel yang ditulis menggunakan Bahasa Indonesia.
Articles 89 Documents
TINJAUAN TEKNIK PEWARNAAN ALAMI PADA BATIK BETAWI Muthi'ah, Waridah
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2019.v6.i3.003

Abstract

The increasing public awareness of the dangers posed by the use of synthetic dyes led people to use natural dyes as a solution that are more environmentally friendly. The use of natural dyes in batik is also practiced in Betawi Batik, specifically KBB Setu Babakan in Jagakarsa and Batik Seraci in Bekasi. However, the complicated process, long processing time, and resulting colors that tend to be pale, uneven, and inconsistent pose as a threat to this technique’s sustainability. Based on that premise, research on the development of the potential of natural coloring techniques for batik has become a significant thing. This study aims to record and identify the types of dyes and natural coloring technique in the Betawi Batik’s workshops, in order to examine its strengths, weaknesses, and threats. Thus, a strategy for developing natural dyes can be formulated to support the creation of creative industry products that are more environmentally friendly.
Evaluasi Pasca Huni Interior Kantor PT. Pupuk Indonesia Jakarta Atmadi, Tunjung
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRuang kerja merupakan bagian dari interior sebuah kantor, dan diperlukan suatu tata kelola yang serius terkait ruangnya. Besaran ruang yang sesuai serta tata letak perabot terhadap sirkulasi pergerakan manusia, penerapan bahan pembentuk ruang yang tepat untuk ruang kerja yang memenuhi persyaratan keamanan, kenyamanan dan keindahan sehingga aktivitas didalam kantor dapat berjalan dengan lancar, aman dan menyenangkan.Penelitian ini mengkaji tentang evaluasi pasca huni dengan maksud untuk menilai perencanaan dan perancangan interiornya sesuai dengan lingkungan kerja yang telah selesai dibuat/telah dihuni, apakah kinerjanya telah sesuai dengan kebutuhan penghuninya.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengevaluasi ruang, tata letak furniture, sirkulasi dan material pembentuk ruang yang diterapkan di kantor PT. Pupuk Indonesia, berusaha memecahkan masalah berdasarkan penemuan yang didapat di lapangan secara obyektif, dengan menggunakan metode komparatis.Kata Kunci: evaluasi pasca huni, desain interior, unsur pembentuk ruang AbstractThe workspace is part of the interior of an office, and a serious governance is needed regarding the space. The appropriate size of the room and the layout of the furniture to the circulation of human movement, the application of appropriate space-forming materials for work space that meet the requirements of security, comfort and beauty so that activities in the office can run smoothly, safely and pleasantly.This study examines the post-habitation evaluation with the intent to assess the planning and interior design in accordance with the work environment that has been made / has been occupied, whether its performance has been in accordance with the needs of its inhabitants.Objectives to be achieved in this study is to evaluate the space, layout of furniture, circulation and material forming space applied in the office of PT. Fertilizer Indonesia, trying to solve problems based on the findings obtained in the field objectively, using comparative methods.Keywords: post-occupancy evaluation, interior design, spatial element
EKSPLORASI MOTIF DAN RAJUTAN KAIN BOTI NTT UNTUK DITERAPKAN PADA ANYAMAN ROTAN Soedarwanto, Hady
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDesain adalah ranah ilmu yang dapat mengubah bahan baku menjadi benda yang memiliki penambah nilai (adding value). Adding value dapat berupa fungsi atau nilai ekonomis dari sebuah benda. Adding Value berupa fungsi berarti membuat bahan baku jadi memiliki fungsi yang dapat membantu manusia beraktifitas, sedangkan adding value yang menambah nilai ekonomis berarti membuat bahan baku dapat bernilai lebih mahal dari pada bahan bakunya. Pendekatan produk dari sudut pandang trend dicurigai memiliki hubungan dengan adding values secara ekonomis. Dalam upaya memperoleh nilai tambah tersebut maka peneliti mencoba memperluas ekplorasi ide dengan merambah ke produk kain terutama kain yang merupakan produk Nusantara, salah satunya kain Boti yang merupakan kain khas Nusa Tenggara Timur. Industri kerajinan kain yang ada di Nusantara kaya akan teknik dan motif yang dapat menjadi sumber inspirasi baru pada industri anyaman rotan. Untuk mewujudkannya perlu dimulai dengan merumuskan kebutuhan-kebutuhan baru, cara-cara baru dan sudut pandang baru yang dalam hal ini dimulai dengan cara meng-hybrid dua desain yang berbeda untuk menghasilkan kebaruan. Kali ini peneliti meninjau motif dan rajutan yang biasanya digunakan pada material kain tenun untuk diterapkan pada anyaman rotan dengan judul penelitian Eksplorasi Motif Dan Rajutan Kain Boti Khas Nusa Tenggara Timur Untuk Diterapkan Pada Anyaman Rotan. Hal ini dilakukan untuk memunculkan estetika baru dan menambah khasanah anyaman rotan. Motif dan rajutan yang dipilih berasal dari kain Boti yang merupakan kainkhas Nusa Tenggara Timur, sebagai salah satu kekayaan budaya lokal Nusantara. Dalam penelitian ini akan berisi dengan aktifitas meninjau motif dan jenis tenunan kain Boti, mempelajari karakternya, menerapkannya kedalam material rotan dan mewujudkannya dalam bentuk desain tas untuk wanita.ABSTRACTDesign is the realm of science that can transform raw materials into objects that have adding values. Adding values can be present in the form of function or economic value of an object. Adding Values in the form of function means making raw materials to have a function that can help humans activities. Then adding value that adds economic value means making raw materials can be worth more expensive than the raw material. The product approach from the trend's point of view is suspected of having a relationship with economic adding values. In an effort to get the added value, the researcher tries to expand the exploration of ideas by penetrating into fabrics products, especially woven fabrics which is the product of archipelago, one of them is Boti which is typical cloth of East Nusa Tenggara. Industrial fabric crafts in the archipelago rich in techniques and motifs that can be a new source of inspiration in the rattan weaving industry. To make it happen, we can by formulating new needs, new methods and new perspectives, which in this case begins by hybriding two different designs to produce newness. This time the researchers review the motifs and knits that are usually used on woven fabrics to be applied to wicker rattan. The selected motifs and knits are derived from woven fabrics Boti which is the cloth of  Nusa Tenggara Timur, as one of the local cultural treasures of Nusantara. In this research will contain the activity of reviewing motifs and types of Boti woven fabric, studying its character, apply it into rattan material and make it happen in the form of bag design for women.
TINJAUAN BENTUK PENGGUNAAN BAHAN/MATERIAL RUMAH(BUMI) ADAT KAMPUNG CIKONDANG, DESA LAMAJANG Sriwardani, Nani; Savitri, Savitri
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2019.v6.i2.001

Abstract

This research at some part was an overview of previous studies which is standardization of the form of air circulation in Bumi Adat Kampung Cikondang, Village Lamajang and had been published in proceeding Sinden 2018.Bumi Adat Cikondang as object research in the Village Lamajang is selected since there is only one traditional house left in this village and it has become the site of cultural heritage. Architecture of Bumi Adat is built around the 16th century, and currently is a part of tourism in West Java. The traditional house lost during the fire in 1942, and was not be built again because of local restriction believes as well as limited building material in the sacred woods. Bumi Adat is in total use of natural material, such as bamboo, wood and palm fibers.The use of natural materials for the whole building create the work that have been able to survive until now.Methods used in this research is a qualitative methodology with descriptive analysis supported by observation and study in the field and study in literature review.The aimed at this research is to describing the shape of the use of natural material until become traditional building. 
KAJIAN DESAIN KARAKTER PERSONA 4 BERDASARKAN PENDEKATAN ARCHETYPE DAN MANGA MATRIX Andelina, Ika Resmika
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2020.v7.i1.005

Abstract

Games are often used as an entertainment medium that occupies a place in the hearts of consumers. One type of game that still has a high interest in console games. Persona 4 is a Playstation game that was released on July 10, 2008, and won the Game of the Year title from many game criticism and media review games. Persona 4 was praised for its unique visual style, interesting and powerful stories, and the bold adoption of social themes and gender sexuality. The visual aspect of Persona that will be analyzed in this research is related to the creation and design of characters in intellectual property. This research will be examined in terms of overall character design, using Carl Jung's Archetype approach to dissect personality characterization, then its relation to visual using Hiroyoshi Tsukamoto's Manga Matrix approach and then deepened by using intertextual theory to dissect conceptually, as well as what aspects influence the character's creation. So it is hoped that the results of this study can be a reference material for developing character design created in the world of learning and also industry, especially in the gaming industry, to create fantasy characters that have an appeal in attracting players.
PERSEPSI KUALITAS RUANG PAMER MUSEUM SENI: SEBUAH STUDI OBSERVASI Salim, Polniwati
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanKeberadaan museum di era globalisasi sudah semakin menjanjikan karena semakin banyak turis maupun non turis memiliki kesadaran budaya. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena masyarakat luas yang terlihat kesadaran untuk berkunjung ke museum, terlihat pada akun sosial media masyarakat jaman sekarang yang semakin marak. Ruang pamer museum merupakan sebuah wadah aktivitas yang dilakukan pengguna dalam museum yang berfungsi sebagai elemen utama visualisasi, ruang sebagai program, ruang sebagai susunan tata letak, dalam sebuah museum. Sering ditemukannya ruang pamer yang tidak sesuai harapan dan lemahnya interaksi museum terhadap pengunjung, kegagalan kepuasan pengunjung terhadap ruang pamer dapat menjadi kendala menurunnya minat untuk datang kembali. Uraian di atas menegaskan bahwa aspek desain ruang pamer masih menjadi masalah besar yang banyak ditemukan dalam konteks desain sebuah museum. Oleh karena itu, studi ini bermaksud menggali kembali berbagai permasalahan dalam ruang pamer museum.Metode yang digunakan adalan dengan teknik pengamatan dan pendokumentasian serta analisa interior objek penelitian, dipadukan dengan studi literature, diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi pada teknik perancangan museum sebagai sebuah ruang publik, yang ergonomis dan interaktif menyenangkan bagi pengunjung. Melalui studi kualitatif, penulis melakukan studi observasi dan wawancara untuk mengkaji kualitas desain interior ruang pamer museum dengan studi kasus sebuah museum seni kontemporer. Secara khusus, studi ini ingin menggali berbagai kelemahan fasilitas ruang pamer museum dengan studi observasi, dan dijadikan sample pada penelitian selanjutnya. Dengan desain ruang pamer yang baik dan menarik pada sebuah museum, diharapakan akan semakin menaikkan minat para pengunjung dan kesadaran masayarakat mengeksplorasi isi museum semakin meningkat.Kata Kunci: Ruang Pamer, Museum, Interior, Kontemporer.AbstractThe existence of museums in the era of globalization is increasingly promising because more and more tourists and non-tourists have cultural awareness. The background of this study is a phenomenon of the wider community that shows awareness to visit the museum, seen in the social media accounts of today's society which are increasingly prevalent. The museum exhibition room is a place of activity carried out by users in the museum which functions as the main element of visualization, space as a program, space as an arrangement of layout, in a museum. Often found showrooms that do not match expectations and weak museum interaction with visitors, the failure of visitor satisfaction to the showroom can be an obstacle to the decline in interest in coming back. The description above confirms that the design aspect of the showroom is still a big problem that is found in the context of the design of a museum. Therefore, this study intends to explore the various problems in the museum showroom.The method used is the technique of observing and documenting and analyzing the interior of the research object, combined with a literature study. It is hoped that this research will contribute to thedesign techniques of the museum as a public space, which is ergonomic and interactive fun for visitors. Through qualitative studies, the authors conducted observation and interview studies to examine the quality of interior design of museum showrooms with case studies of a museum of contemporary art. In particular, this study wants to explore various weaknesses of museum showroom facilities withobservation studies, and be sampled in subsequent studies. With the design of a good and attractive showroom in a museum, it is hoped that it will increase the interest of the visitors and public awarenessof exploring the contents of the museum is increasing.Keywords: Showroom, Museum, Interior, Contemporar
ANALISIS TEKNIK DAN PERKEMBANGAN BUKU POP-UP D, Diean Arjuna; Ardiansyah, Brenda Febry
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2019.v6.i1.007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui tehnik-tehnik serta perkembangan buku pop-up sebagai media komukiasi visual yang lebih inovatif dalam memberikan informasi. Pemanfaatan buku pop-up sebagai sarana untuk melatih otot motorik anak-anak dengan membuka dan menutup ataupun menggerakkan gambar pada buku pop-up, hal tersebut sangat bermanfaat pada anak-anak karena buku ini memiliki dimensi dibandingkan dengan buku ilustrasi pada umumnya. Selain itu Buku pop-up mampu mengajarkan anak untuk lebih menghargai buku dan memperlakukannya dengan lebih baik, dan mampu mengembangkan kreatifitas anak, merangsang imajinasi anak, menambah pengetahuan hingga memberikan penggambaran bentuk dan pengenalan suatu benda. Buku pop-up mempunyai manfaat dan telah dipergunakan untuk sarana pembelajaran sejak abad ke-13. Pada abad ke-13, buku dengan elemen mekanik diciptakan untuk sarana pembelajaran orang dewasa. Seorang biarawan Inggris bernama Matthew Paris, dipercaya menjadi orang pertama yang memikirkan alat movable book (yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan pop-up book), dengan teknik volvelles, untuk menghitung hari raya umat Kristian ditahun yang akan datang. Teknik volvelles, berbentuk lingkaran dengan gambar ditengahnya, dengan mengikatkan tali atau kawat pada paku ditengahnya dapat berputar pada porosnya.
STUDI PRODUK PERALATAN PENUNJANG PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN (STUDI KASUS: ALAT PEMADAM API RINGAN) Susilo, Toto Hendro
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2020.v7.i2.009

Abstract

This research discusses about the equipment supporting the firefighters in carrying out the flames beginning, as we know many supporting equipment used by firefighters, but not all of them are used in the process of extinguishing the beginning there was some equipment that is usually used as personal protective equipment and fire extinguisher the following operational motors as a means of transport, described here in used fire extinguisher effectiveness of the design is capable of supporting the officer where it is considered in terms of ergonomic whether it has been quite effective in its use. Due to the heavy load on lightly fire extinguisher is not enough then there will be a lot of raises new problems will be face it by officers in carrying out the flames. This research discusses about the equipment supporting the firefighters in carrying out the flames beginning, as we know many supporting equipment used by firefighters, but not all of them are used in the process of extinguishing the beginning there was some equipment that is usually used as personal protective equipment and fire extinguisher the following operational motors as a means of transport, described here in used fire extinguisher effectiveness of the design is capable of supporting the officer where it is considered in terms of ergonomic whether it has been quite effective in its use. Due to the heavy load on lightly fire extinguisher is not enough then there will be a lot of raises new problems will be face it by officers in carrying out the flames.
RAGAM MODIFIKASI RUANG DALAM ANGKUTAN KOTA UNTUK MENIGKATKAN PELAYANAN DAN KENYAMANAN Ramadhan, Ali; Pertiwi, Yuliagita Mentari
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2019.v6.i1.006

Abstract

Angkutan kota merupakan salah satu alternatif kendaraan yang digunakan untuk melakukan kegiatan perpindahan tempat. Angkutan kota sebagai salah satu pilihan masyarakat yang digunakan untuk dapat mengakomodasikan kegiatan mereka yang berada di tempat lain. Modifikasi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk dapat menarik perhatian. Dengan adanya modifikasi, maka diharapkan dapat memberikan daya tarik orang untuk dapat melihat lebih bahkan untuk dapat mencoba. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil mengenai adanya hubungan yang terjadi antara keragaman modifikasi yang dilakukan sebagai salah satu bentuk dari pelayanan yang diberikan dari pengemudi dan pemilik angkutan kota sehingga akan berdampak kepada hadirnya daya tarik dengan dilakukannya modifikasi pada ruang dalam angkutan kota. Modifikasi yang dilakukan pada angkutan kota, telah sampai pada setiap bagian luar atau ruang dalam dari angkutan kota. Dengan adanya ragam modifikasi yang dilakukan pada ruang dalam angkutan kota maka dituntut juga untuk dapat memberikan pelayanan yang baik.
TINJAUAN MATERIAL DAN BENTUK RAGAM JENIS PRODUK BANTAL LEHER DI JABODETABEK Anggita, Dena
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bantal telah dimulai sejak jutaan tahun yang lalu dengan menggunakan benda mati seperti kayu atau batu yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal. Bantal adalah sebuah benda yang digunakan sebagai alas kepala, alas duduk, atau sandaran punggung yang dijahit menyerupai bentukkarung lalu diisi dengan kapuk, kapas, atau bahan lainnya. Kebutuhan manusia akan bantal pun meningkat seiring dengan perkembangan teknologi berbagai macam bantal mulai bermunculan hingga bantal dapat di klasifikasikan sesuai dengan fungsinya. Tiga jenis bantal utama yaitu bantal tidur, bantal ortopedi dan bantal dekoratif. Bantal leher termasuk ke dalam bantal ortopedi. Bantal leher adalah adalah bantal yang mempunyai bentuk menyerupai tapal kuda atau huruf U yang biasa digunakan sebagai penyangga leher agar tetap nyaman. Saat ini bantal leher yang beredar di masyarakat sangatlah beragam, mulai dari keberagaman bentuk, penggunaan material, dan penambahan fungsi lainya yang bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi penggunanya. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisa desain produk bantal leher mulai dari bentuk, material, serta fungsinya. Sampel analisa produk yang diambil adalah 10 buah bantal leher. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara observasi, literatur, dan wawancara. Hasil penelitianmenunjukan bahwa bentuk dan material dari bantal leher sangat berpengaruh terhadap penggunanya dan pengguna akan memilih bantal yang membuatnya merasa nyaman.