cover
Contact Name
Hadi Yasin
Contact Email
jurnaltahdzib@uia.ac.id
Phone
+628179473557
Journal Mail Official
jurnaltahdzib@uia.ac.id
Editorial Address
Gedung Alawiyah Lt. 6, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12 Pondok Gede, Jakarta, Indonesia, 17411
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 27212521     DOI : https://doi.org/10.34005/tahdzib.v3i1
Core Subject : Education, Social,
FOCUS. Jurnal Tahdzib Al-Akhalq is focused on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to Education, Ethic (akhlaq), and communication. The main objective of Jurnal Tahdzib Al-Akhalq is to provide a platform for the international scholars, academicians, and researchers to share the contemporary thoughts in the fields of Jurnal Tahdzib Al-Akhalq, communication, broadcasting, and journalism. SCOPE. Jurnal Tahdzib Al-Akhalq publishes research papers in the all the fields of Education, Ethic (akhlaq, communication, broadcasting, and journalism such as, Histroy of Education, Education in middle ages, Tafsir and hadits Education, Media Digital of Education, Online Canal Of Education, and other related studies of Islamic Study.
Articles 37 Documents
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QUR’AN Abdullah, Farhat
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 01 (2018): Thadzibul Akhlaq
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i01.420

Abstract

Pendidikan Karakter telah banyak disebutkan dalam Al-Qurán. Dan seluruh ayat-ayat Al-Qur’an memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat dikaji dan dikembangkan, apapun bentuk ayatnya Diantaranya terdapat dalam Surat Luqman ayat 1-19. Pembangunan karakter bangsa memiliki urgensi yang sangat luas dan bersifat multidimensional. Sangat luas karena terkait dengan multi aspek potensi keunggulan bangsa, dan bersifat multi dimensional karena mencakup berbagai dimensi kebangsaan. Hal itu bisa dilihat dari segi filosofis, ideologis, normatif, historis,maupun sosiokultural.Artikel ini mengeksplorasi Surat Luqman ayat 1-19 dengan melihat pemahamannya dari sudut pandang pendidikan karakter dengan menganalisabeberapa Kitab tafsir sebagai rujukan utama. Ayat-ayat ini memiliki makna agar manusia menyempurnakan imannya dan menggunakan akal sebaik-baiknya dalam merenungi tujuan penciptaan manusia dan alam seisinya untuk melahirkan ilmu pengetahuan yang mulia.Dan studi ini juga menunjukkan bahwa adanya ayat-ayat Al-Qur’an yang diulang beberapa kali di beberapa surat, memiliki tujuan untuk mengingatkan danmenekankan pentingnya nilai-nilai pendidikan karakter tersebut. Interaksi ini memperlihatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya sebagai sumber ilmu pengetahuan,namun merupakan bentuk proses dan prinsip-prinsip pendidikan untuk manusia.
Imam Al Ghazali dan Kontribusinya dalam Ilmu Jiwa Hadi, Abdul
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 01 (2018): Thadzibul Akhlaq
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i01.421

Abstract

This study aims to show Al Ghazali’s role in knowledge building of psychology and his theory in behaviors among the modern psychology. Al Ghazali was known of the most influential scholar in the culture of his era, especially in the field of psychology, philosophy, and Sufi. He was scholar who firstly declared the psychology is a science about human and named it as a science of interpersonal of human (muamalah), and he came with the Conditional Learning Theory many age before Pavlov, Russian Physiologic Scholar who acclaimed as the funding father of that theory.In compare the Al Ghazali’s behaviors theory with behaviors theory of modern psychology especially in behaviors ingredients has much similarity, but has hugedifferent in the source of some behaviors. He considered that heart (Al qalbu) not mind, with it various meaning as the source of some behaviors. His conclusion in this matter based on the Alqur’an and Assunnah guidences.Some Moslem Scholars in Islamic countries that used to wondered and took unselectively of western psychology should not ignore the treasure of knowledge and research produced by ancestor of them, cause it believed more related to Muslim character and behaviors. And the Muslim Scholar must remember that the truth is not merely belong to western psychology result of study and research but belong of human at large as well.
Improving Students’ Motivation In Writing Descriptive Texts Rohimah, Rohimah
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 01 (2018): Thadzibul Akhlaq
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i01.423

Abstract

This research was Classroom Action Research, it means that in this research as the classroom lecturers and asked one collaborator worked together inplanning the action, implementing, observing, and reflecting the action. The results of the study concluded that, the implementation of the Mind Mapping Technique in the teaching of writing descriptive text could develop the ability and improve the motivation of the The 11th grade students of SMA LABS SCHOOL KAIZEN in 2019 in writing descriptive texts. Based on the finding of this study, the result of the students’ writing from the pre – cycle to cycle 1 increased 2.96%, from cycle 1 to cycle 2 increased 3.95%, and from cycle 2 to cycle 3 increased 5.26%. It means that from initial condition to the third cycle had shown significant results. The result of the students’ motivation from the pre – cycle pre – cycle to cycle 1 increased 9.42%. From cycle 1 to cycle 2 increased 5.68%, and from cycle 2 to cycle 3 increased 10.58%. It means that the implementation of the Mind Mapping Technique could improve the students’ motivation.
Berhijrah Dari Sistem Ekonomi Sekuler Menuju Sistem Ekonomi Syariah Sajadi, Dahrun
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 01 (2018): Thadzibul Akhlaq
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i01.425

Abstract

Islam adalah sebuah sistem kehidupan yang lengkap. Kemampuan Islam dalam menciptakan kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran telah terbukti di saat sistem Islam diberlakukan dan menjadi super power di seantero dunia. Kemampuan Islam menjawab krisis global dapat ditelusuri dari kenyataan paradigmatik di bawah ini. Islam dengan syariatnya yang sempurna terbukti telah mengantarkan umat manusia menuju kesejahteraan dan kemakmuran hidup. Bahkan, konsep Islam mengenai ekonomi terbukti lebih unggul dibanding sistem ekonomi manapun. Kejayaan ekonomi Islam bisa dilihat dari kenyataan paradigmatisberikut ini:Politik ekonomi Islam didasarkan paradigma bahwa negara wajib menjamin tercapainya pemenuhan semua kebutuhan primer (basic needs) tiap orang, sertakemungkinan setiap orang memenuhi kebutuhan pelengkapnya sekadar dengan kebutuhannya. Pandangan semacam ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam melakukan seluruh kegiatan ekonomi di dalam negara. Negara tidak diperkenankan menetapkan pajak (dlariibah) bagi rakyatnya, dan tidak ada lagi pandangan negara perlu memberikan subsidi maupun tidak. Sebab, konteks hubungan negara dengan rakyat dalam pandangan Islam adalah pelayanan dan pengaturan; bukan dalam konteks hubungan bisnis, hubungan antara bawahan dan atasan. Karena itu, dalam konteks pelayanan dan pengaturan terhadap urusan rakyat, negara bahkan wajib memenuhi kepentingan-kepentingan rakyat banyak, misalnya kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Lebih dari itu, negara menjamin terpenuhinya kebutuhan primer atau kebutuhan vital tiap orang yang hidup dalam negara Islam, misalnya listrik, kesehatan, pendidikan, keamanan dan lain sebagainya. Negara akan mengukur tingkat kesejahteraan berdasarkan tercukupinya kebutuhan primer dan pelengkap tiap-tiap individu.
SEJARAH PEMIKIRAN PENDIDIKAN IBN MISKAWAIH Sutiono, Sutiono
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 01 (2018): Thadzibul Akhlaq
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i01.429

Abstract

Ibnu Maskawaih adalah seorang pemikir (filosuf) dan juga seorang penulis produktif. Pada masanya keberhasilan politik dan kemajuan ilmu pengetahuan tidakdibarengi dengan ketinggian Akhlak, bahkan dilanda kemerosotan akhlak secara umum, baik dikalangan elit, menengah dan bawah. Tampaknya hal inilah yangmemotivasi Maskawaih untuk memusatkan perhatianya pada etika Islam. Manusia adalah makhluk yang berkembang karena dipengaruhi oleh pembawaanlingkungan yang merupakan suatu hakikat wujud manusia. Maka konsep pendidikan yang dibangun oleh Ibn Miskawih bertumpu pada pendidikan akhlak. IbnuMaskawaih merupakan seorang yang tekun dalam melakukan percobaan-percobaan untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru. Beliau juga seorang teoritis dan telah mengupas filsafat akhlakiyah secara analisa pengetahuan. Konsep yang ditawarkannya adalah berdasar pada doktrin jalan tengah yang berarti menekankan kesimbangan, moderat, harmoni, utama, mulia, atau posisi tengah antara dua ekstrim.
الجامعات الإسلامية فى إندونيسيا وتحديات مجتمع المعرفة Arif, Khairan Muhammad
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 01 (2018): Thadzibul Akhlaq
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i01.442

Abstract

ملخص: تهدف هذه الدراسة إلى التعرف على واقع قضايا ومشكلات الجامعات الإسلامية فى إندونيسيا الراهنة. وإبراز أهم تحديات الألفية الثالثة والتحديات الداخلية التى تواجهها الجامعات الإسلامية فى إندونيسيا من خلال متطلبات ومجتمع المعرفة، ووضع تصور مقترح لتطوير الوضع الراهن فى ضوء إستراتيجية مقترحة لمواجهة تحديات ومجتمع المعرفة. وتستخدم هذه الدراسة فى بعض جوانبها المنهج الوصفى التحليلى التاريخى، وذلك عند التعرض لتطور واقع الجامعات الإسلامية فى إندونيسيا من ناحية النوعية والكمية. كما اتجهت لاستخدام الأساليب المستقبلية لتقديم التوقعـات المحتملة والممكنة لهذه الجامعات. وتحصل هذه الدراسة على نتائج منها: واجهت الجامعات الإسلامية فى إندونيسيا تحديات ومشكلات جسام والتى تتمثل فى متطلبات العولمة ومجتمع المعرفة. ومن ثم يتطلب للجامعات الإسلامية العمل على إعداد طاقات إنتاجية جديدة وأهمها إنتاج المعارف، وإحراز تقدم علمي وتكنولوجي، يسهم فى تطوير المهن، وإعادة بناء الأنشطة البحثية، و اقتصاد المعرفة وغيرها. ومن متطلبات هذه التحديات فللجامعات الإسلامية الإندونيسية القيام بالعديد من الإجراءات الضرورية التى تساعد على إنتاج المعارف، ومنها: تصنيف وتبويب المعارف الجديدة، وتحسين إنتاجية التعليم، وضمان مراقبة الجودة للجامعات، والاهتمام بالتكنولوجيا حيث إنه يشكل أبرز مكونات الجامعات الحديثة، كما يتطلب من هذه الجامعات الإهتمام باقتصادية المعرفة من خلال تسويق منتجاتها المعرفية من الموارد العلمية وغيرها. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi, problematika dan masalah-masalah yang dihadapi oleh Universitas-universitas Islam di Indonesia saat ini, menyingkap tantangan-tantangan millennium ketiga baik secara internal maupun eksteral yang dihadapi oleh universitas-universitas ini ditinjau dari tuntutan masyarakat pengetahuan (Knowledge Society), serta memberikan gagasan-gagasan solusi terhadap kondisi ini dengan usulan dan gagasan strategi dalam rangka menghadapi tantangan masyarakat pengetahuan. Studi ini menggunakan metode kualitatif dalam bentuk deskriptif, analisis historis ketika membahas tentang masalah kualitas dan kuantitas universitas Islam di Indonesia, dan juga menggunakan metode futuristic ketika menyuguhkan realitas-realitas yang bersifat prediktif yang akan terjadi pada universitas-universitas ini. Studi ini melahirkan hasi-hasil kajian diantaranya: bahwa Universitas-universitas Islam Indonesia menghadapi tantangan serius dalam bentuk kemampuan mengahadapi konsekwensi dan tuntutan globalisasi dan masyarakat pengetahuan. Oleh karenanya Universitas-universitas Islam dituntut untuk mampu menjadi industri energy-energi produktif baru, dimana yan terpenting dari indistri itu adalah memproduksi pengetahuan-pengetahuan yang baru, berperan dalam kemajuan ilmu dan teknologi, berkontribusi dalam mengembangkan minat mahasiswa, merevitalisasi jenis produk penelitian mereka dan melakukan marketing terhadap hasil penelitian. Untuk merealisasikan itu semua, maka universitas-universitas Islam Indonesia wajib melakukan proses-proses penting yang dapat merealisasikan kemampuan menjadi industri yang memproduksi pengetahuan, diantaranya adalah kemampuan mengklasisfikasi dan mengidentifikasi pengetahuan-pegatahuan baru, memperbaiki produktifitas pembelajaran, menjamin kualitas control universitas dan memperhatikan teknologi pendidikan karena telah mejadi factor penting dewasa ini dalam kehidupan universitas. Demikian pula universitas-unversitas Islam harus mampu menjadikan ilmu pengetahuan sebagai komoditas ekonomi, dengan cara memasarkan produk-produk ilmu dan riset ilmiahnya dan sebagainya.
KEBAHAGIAAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT Munajah, Neneng
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2018): Tahdzibul Akhlak
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i2.443

Abstract

Agama mengajarkan agar manusia bisa hidup bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Upaya menuju bahagia menemukan entry point yang sama dengan ikhtiar dan langkah-langkah mencapai kehidupan yang lebih baik (better life). Lalu bagaimanakah cara meminimalisir kelemahan dan kekurangan yang kita miliki, serta bagaimana pula memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, serta melakukan langkah yang tepat untuk perbaikan ke arah kebahagiaan.Artikel ini merangkum hakekat kebahagiaan, apa dan bagaimana itu bahagia, ciri-ciri kebahagiaan, dan tata cara atau tangga menuju kebahagiaan. Dan maka bahagia bisa diraih dengan usaha yang dilakukan oleh diri sendiri dan feedback dari orang lain. Dan tentu saja yang paling penting adalah berhubungan dengan sang Khaliq, dengan kata lain Pasrah.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QUR’AN Abdullah, Farhat
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2018): Tahdzibul Akhlak
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i2.444

Abstract

Pendidikan Karakter telah banyak disebutkan dalam Al-Qurán. Dan seluruh ayat-ayat Al-Qur’an memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat dikaji dan dikembangkan, apapun bentuk ayatnya Diantaranya terdapat dalam Surat Luqman ayat 1-19. Pembangunan karakter bangsa memiliki urgensi yang sangat luas dan bersifat multidimensional. Sangat luas karena terkait dengan multi aspek potensi keunggulan bangsa, dan bersifat multi dimensional karena mencakup berbagai dimensi kebangsaan. Hal itu bisa dilihat dari segi filosofis, ideologis, normatif, historis,maupun sosiokultural. Artikel ini mengeksplorasi Surat Luqman ayat 1-19 dengan melihat pemahamannya dari sudut pandang pendidikan karakter dengan menganalisa beberapa Kitab tafsir sebagai rujukan utama. Ayat-ayat ini memiliki makna agar manusia menyempurnakan imannya dan menggunakan akal sebaik-baiknya dalam merenungi tujuan penciptaan manusia dan alam seisinya untuk melahirkan ilmu pengethuan yang mulia. Dan studi ini juga menunjukkan bahwa adanya ayat-ayat Al-Qur’an yang diulang beberapa kali di beberapa surat, memiliki tujuan untuk mengingatkan dan menekankan pentingnya nilai-nilai pendidikan karakter tersebut. Interaksi ini memperlihatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya sebagai sumber ilmu pengetahuan, namun merupakan bentuk proses dan prinsip-prinsip pendidikan untuk manusia.
DAMPAK KONSUMSI BABI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DAN TERKABULNYA DOA Uyuni, Badrah
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2018): Tahdzibul Akhlak
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i2.448

Abstract

Islam sebagai agama dan juga cara hidup tidak hanya mengatur tentang aspek ibadah dan ritual semata, bahkan lebih lanjut mengatur pola pikir, tindakan bahkan sampai dengan pola makan dan apapun yang dipakai dan konsumsi oleh manusia. Hal ini tentu saja bukan untuk pembatasan atau pembebanan yang tiada artinya tapi lebih dikembalikan kepada kebaikan manusia dan bahkan kesehatan dan kesejahteraan manusia yang juga sampai kepada pembentukan karakter dan terkabulnya doa. Dan salah satu makanan yang diharamkan itu adalah babi. Babi disebutkan dalam berbagai dalil Al-Qurán dan As-Sunnah bahkan juga disebutkan dalam berbagai teks keagamaan lainnya sebagai sesuatu yang menjijikan dan diharamkan penggunaannya. Maka dalam studi ini babi sebagai hewan yang diharamkan menjadi fokus telaah sebagai makanan yang tidak halal, Pendapat Ulama Fiqih akan Keharaman Babi, Sejarah Pengharaman Babi, berbagai alasan kenapa babi tidak layak dikonsumsi dan hikmah dari pengharaman babi. Maka penggunaan atau mengkonsumsi babi sama saja dengan melanggar perintah Allah dan menghalangi diri dari terbentuknya karakter yang baik. Karena kita mencerminkan apa yang kita makan.
PENGARUH PENDISTRIBUSIAN ZAKAT PRODUKTIF TERHADAP PENINGKATAN TARAF HIDUP MUSTAHIK DI BAZNAS KOTA BEKASI Asmawi, muhammad
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2018): Tahdzibul Akhlak
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i2.449

Abstract

Zakat adalah sebuah kewajiban bagi ummat Islam. Zakat merupakan suatu ibadah sosial yang diperuntukan sebagai pemerata. Zakat juga merupakan salah satu alat yang dapat dipergunakan untuk menghilangkan kesenjangan pendapatan antara yang berkecukupan dengan yang masih merasa kekurangan. Seperti kita ketahui seharusnya zakat produktif dapat dipergunakan oleh mustahik dalam mengembangkan usahanya sehingga meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidupnya, bahkan mengeluarkan dirinya dari mustahik menjadi seorang muzaki. Karena, dengan pola pendistribusian zakat produktif ini, BAZNAS akan lebih cermat dalam mengkaji persoalan kemiskinan yang bisa disebabkan karena kurangnya modal kerja, tidak adanya kesempatan kerja dan minimnya pendidikan sebagai konsep perencanaan dan pelaksanaan. Dengan pola pendistribusian zakat produktif ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan dengan cara meningkatkan taraf hidup para mustahiknya.. Adapun akad yang dipakai BAZNAS kota Bekasi adalah akad hibah yaitu pemberian secara cuma-cuma kepada mustahik.

Page 1 of 4 | Total Record : 37