cover
Contact Name
Uwes Fatoni
Contact Email
jurnal.askopis@gmail.com
Phone
+6281321553313
Journal Mail Official
jurnal.askopis@gmail.com
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, Papringan, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Askopis
ISSN : 26227924     EISSN : 26227932     DOI : https://doi.org/10.32494/ja
Core Subject : Social,
Jurnal Askopis menerbitkan artikel hasil penelitian untuk mengembangkan konsep, teori, perspektif, paradigma, dan metodologi dalam fokus ilmu komunikasi dan Penyiaran Islam dengan Lingkup kajian jurnal ini adalah Khitabah atau Public Speaking dan Ceramah, Kitabah atau Jurnalisme dan penulisan, I lam Media Penyiaran
Articles 6 Documents
Radio Dakwah dan Upaya Menangkal Kristenisasi Suharjo, Suharjo; Fatoni, Uwes
Jurnal Askopis Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Askopis
Publisher : Asosiasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some Islamic preachers use the mass media in da'wah including they are in Cigugur Kuningan using radio in conveying messages of da'wah to mad'u especially they are vulnerable to object of Christianization. This paper reveals the efforts of Radioqu 104.8 FM in counteracting the Christianization mission in Cigugur Kuningan. Based on research radioqu 104.8 FM has da'wah role in counteracting Christianization in Cigugur, Kuningan through delivering of da'wah information namely: broadcasting of Islamic science, broadcasting Islam news, broadcasting information of society need, and broadcasting time of prayer. Radioqu 104.8 FM also educate the community to counteract the Christianization by applying the educational function through the discussion of people's problems, educating through exemplary stories, and educating healthy lifestyles. Moreover, Radioqu 104.8 FM gives influence in society to counteract Christianity through efforts to encourage diligent worship, influence to defend aqidah, influence the mindset of non-Muslims that Islam is a religion of peace, and develop Islamic art. Dakwah efforts through the utilization of mass media complement the activities of conventional da'wah through Islamic preaching.Banyak da’i memanfaatkan media massa dalam berdakwah seperti para da’i di kecamatan Cigugur Kuningan yang memanfaatkan radio dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada mad’u khususnya yang rentan kristenisasi. Tulisan ini mengungkapkan upaya Radioqu 104.8 FM dalam menangkal misi kristenisasi di Kecamatan Cigugur Kuningan. Berdasarkan hasil penelitian peranan dakwah Radioqu 104.8 FM dalam menangkal kristenisasi di Cigugur, Kuningan dilakukan melalui penyampaian informasi dakwah yaitu: menyiarkan ilmu keislaman, menyiarkan berita Islam, menyiarkan informasi kebutuhan masyarakat, dan menyiarkan waktu shalat. Radioqu 104.8 FM juga turut mendidik masyarakat untuk menangkal kristenisasi dengan menerapkan fungsi mendidik melalui tanya jawab masalah umat, mendidik melalui kisah teladan, dan mendidik pola hidup sehat. Demikian juga Radioqu 104.8 FM berupaya mempengaruhi masyarakat untuk menangkal kristenisasi melalui upaya mendorong rajin ibadah, mempengaruhi untuk mempertahankan akidah, mempengaruhi pola pikir umat non Muslim bahwa Islam agama damai, dan mengembangkan seni Islam. Upaya dakwah melalui pemanfaatan media ini melengkapi kegiatan dakwah konvensional yang sudah berjalan melalui ceramah.
Pesan Dakwah dalam Rubrik Cermin Hati Harian Radar Kudus Jawa Pos Zaini, Ahmad
Jurnal Askopis Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Askopis
Publisher : Asosiasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to understand, see and the purpose of the message of the da'wah display of the material of the da'wah messages contained in the "Cermin Hati" Daily section of the Radar Kudus Jawa Pos. This type of research includes descriptive qualitative research. The results showed that the material of the faith was delivered twice or about twenty percent. Shariah material is delivered three times or about thirty percent. Moral material is delivered five times or about fifty percent. In terms of the appearance of the material in the "Cermin Hati" section of the Daily Radar Kudus Jawa Pos, it can be concluded that the display is in accordance with the mission of this rubric to enlighten the heart so as not to get caught up in furu'iyah problems. The materials displayed try to provide information to all circles. Furthermore, the material contained in the "Cermin Hati" section of the Daily Radar Kudus Jawa Pos aims to provide information relating to actual Islamic problems in accordance with the events taking place in the community. Tulisan ini bertujuan untuk memahami, melihat dan tujuan disampaikannya pesan dakwah tampilan materi pesan-pesan dakwah yang dimuat di dalam rubrik Cermin Hati Harian Radar Kudus Jawa Pos. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi akidah disampaikan sebanyak dua kali atau sekitar dua puluh persen. Materi syariah disampaikan sebanyak tiga kali atau sekitar tiga puluh persen. Materi akhlak disampaikan sebanyak lima kali atau sekitar lima puluh persen. Dari segi tampilan materi dalam rubrik Cermin Hati Harian Radar Kudus Jawa Pos dapat disimpulkan bahwa tampilan telah sesuai dengan misi dari rubrik ini untuk memberikan pencerahan terhadap hati agar tidak terjebak dalam masalah-masalah yang furu’iyah. Materi-materi yang ditampilkan berusaha memberikan informasi kepada semua kalangan. Selanjutnya, materi yang terdapat dalam rubrik Cermin Hati Harian Radar Kudus Jawa Pos bertujuan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan masalah-masalah keislaman yang aktual sesuai dengan kejadian yang tengah terjadi di masyarakat.
Representasi Perempuan di Masjid Nurhakki, Nurhakki; Haq, Islamul
Jurnal Askopis Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Askopis
Publisher : Asosiasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

When women are in the public space, the mosque becomes a choice of worship places either mahdoh or mahash mahhab. That is, the mosque must prepare facilities that are responsive to these needs such as separate ablution places, dressing rooms, special doors so that women do not violate the aurat (khillaqiyah) boundary while in the mosque. This case study research examines the representation of women in the Parepare City mosque. The results of this study indicate that the mosque facilities in Kota Parepare are not gender responsive because there is refraction on women's gender. The data of field observation with ablution category are: united, separate open, separate closed, then only 5% mosque which is friendly to woman with indicator set up facility of separate covered wudhu room. Refraction occurs because men are the dominant voice both in the structure of the field of idarah, imarah, and ri’ayah so that the voice of men becomes central in the communication process of mosque planning and development, the representation of women in the mosque is neglected and silent. Saat perempuan berada pada ruang publik, masjid menjadi pilihan tempat ibadah baik ibadah mahdoh maupun ghairu mahdoh. Artinya, masjid harus menyiapkan fasilitas yang responsif pada kebutuhan tersebut seperti tempat wudhu terpisah tertutup, ruang ganti, pintu khusus agar perempuan tidak melanggar batas aurat (khillaqiyah) saat berada di masjid. Penelitian studi kasus ini mengkaji tentang represenatsi perempuan di masjid Kota Parepare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas masjid di Kota Parepare  tidak responsif gender karena terjadi pembiasan pada gender perempuan. Data observasi lapangan dengan kategori tempat wudhu yakni: menyatu, terpisah terbuka, terpisah tertutup, maka hanya 5 % masjid yang ramah terhadap perempuan dengan indikator menyiapkan fasilitas ruang wudhu terpisah tertutup. Pembiasan terjadi oleh karena laki-laki adalah dominan suara baik dalam struktur bidang idarah, imarah, dan ri’ayah sehingga suara laki-laki menjadi sentral dalam proses komunikasi perencanaan dan pengembangan masjid, representas perempuan di masjid terabaikan dan bungkam.
Penetrasi Sosial dalam Persahabatan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Arbi, Armawati
Jurnal Askopis Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Askopis
Publisher : Asosiasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The competency of students can solve their problems in organisation that will increase their competencies of intrapersonal and interpersonal communication. Models of friendship and  models of conflcts of KPI students also portray their quotients.  Social penetration trained by family, organization, and enviroment. This research has found that  various friendship Models on KPI Students supports social penetration in Faculty Dakwah and Communication.  The constructive coflicts has supported  social penetration. In contrary,  the destructive conflict occured De-social penetration.  The factors increase social penetration that are the models of Friendship, a proud leader,  on time in meeting, loyalist, spirit, apreciation, and  educative sanctions. Social  penetration of students in organization has achieved Exchange Attitude layer In contrary, the factors  stimulated de-social penetration that are the destructive conflict, schedule organization were not running well because leader and some members were not commite and not consistent.  De- social penetration    back to orientation layer.  They  have withdrawn  communication when they have  undergone misunderstanding. Kompetensi mahasiswa dapat memecahkan masalahnya di organisasi, akan meningkatkan kompetensi komunikasi intrapribadi dan komunikasi antarpribadi. Model persahabatan dan konflik mahasiswa KPI akan menggambarkan kecerdasan mereka. Penetrasi sosial dilatih oleh keluarga, organisasi, dan lingkungan. Penelitian ini menemukan model-model persahabatan mahasiswa KPI di Fakultas Ilmu Dakwah dan ilmu Komunikasi yang mendukung penetrasi sosial. Faktor-faktor yang membangun penetrasi sosial, adalah  model keakrabanya, kagum terhadap pimpinan organisasi, jadwal rapat yang tepat,  loyal, semangat, penghargaan, dan saksi yang edukasi. Penetrasi sosial mahasiswa di organisasi  mencapai lapisan Menuju Pertukaran Sikap. (lapisan 2). Sebaliknya, faktor-faktor mendorong De- penetrasi sosial, adalah model konflik yang merusak, jadwal  yang tidak komitmen dan tidak konsisten. De-Penetrasi  sosial kembali ke lapisan awal. Mahasiswa memilih menarik diri  ketika  mereka mengalami salah paham.
Komunikasi Politik Muslimat NU dalam Suksesi Pemilihan Umum Kepala Daerah Qibtiyah, Alimatul
Jurnal Askopis Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Askopis
Publisher : Asosiasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The current political activity of women has become a meaningful conversation. Women have shown their existence as an important part of society that has and gives a positive meaning in the development of state and nation. Similarly, presented by Muslimat NU in Tegal District Election of Tegal District, Muslimat NU appear in front of the real to participate politically so that Pemilukada become an important moment in history as proof of their success. Through a gender approach to the theory of political communication, this article attempts to describe what the NU Muslimat motivates in the succession of the Tegal Regency Election of 2013, then how the political communication is built so that the effort succeeds in achieving its targets, as well as what factors are able to build political communication between them. The method used is interview and observation. The results of this study indicate that Umi Azizah, the elected vice-regent with an effective communication approach and his credibility and capital as a community activist for 20 years can take part in the political world substantially and can win the election with no money politics. Kiprah politik perempuan dewasa ini telah menjadi perbincangan yang cukup berarti. Perempuan telah menunjukkan keberadaaannya sebagai bagian penting dari masyarakat yang memiliki dan memberi arti positif dalam pembangunan negara dan bangsa. Begitu pula yang ditampilkan oleh Muslimat NU pada Pemilukada 2013 Kabupaten Tegal, ikut berpartisipasi politik dalam Pemilukada dan itu menjadi momen penting dalam sejarah sebagai bukti akan kesuksesan mereka. Melalui pendekatan gender dengan teori komunikasi politik, artikel ini berupaya untuk mendeskripsikan apa yang menjadi motivasi Muslimat NU dalam suksesi Pemilukada Kabupaten Tegal Tahun 2013, kemudian bagaimana komunikasi politik yang dibangun sehingga upaya tersebut berhasil mencapai targetnya, serta faktor-faktor apa saja yang mampu menghidupkan serta membangun komunikasi politik di antara mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umi Azizah, wakil bupati terpilih dengan pendekatan komunikasi yang efektif serta kredibiltasnya serta modal sebagai penggiat masyarakat selama 20 tahun mampu berkiprah di dunia politik secara subtantif dan dapat memenangkan pemilukada tanpa politik uang. Muslimat, Nahdhatul Ulama, Politik, Komunikasi Politik.
Fenomena Komunikasi melalui Media Sosial di Kalangan Remaja Ainiyah, Nur
Jurnal Askopis Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Askopis
Publisher : Asosiasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is oriented to communicating through social media among adolescent Wonorejo. With the focus of research on how social media phenomenon in interpretation among adolescents? And how the phenomenon of communication through social media woke up among teenagers? So the theoretical foundations relevant to this research are phenomenology, social media concept and concept of interpersonal communication. Data analysis used in this research is communication phenomenology analysis that is by analyzing every phenomenon of interpersonal communication done by adolescent through social media. By using interview technique, observation and documentation technique in collecting data, it is found that Wonorejo teenagers have verbal and nonverbal communication content by utilizing social media through Facebook account, Whatsapp even group communication room through online game creating cyberculture among teenagers. Penelitian ini berorientasi pada komunikasil melalui media social di kalangan remaja Wonorejo. Dengan fokus penelitian bagaimana fenomena media social di interpretasi di kalangan remaja? Dan bagaimana fenomena komunikasi melalui media social terbangun di kalangan remaja? Maka landasan teoritis yang relevan dengan penelitian ini adalah fenomenologi, konsep media social dan konsep komunikasi interpersonal. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa fenomenologi komunikasi yakni dengan menganalisa setiap fenomena-fenomena komunikasi interpersonal yang dilakukan remaja melalui media social. Dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data diperoleh hasil penelitian bahwa remaja Wonorejo memiliki konten komunikasi verbal dan nonverbal dengan memanfaat kan media sosial melalui akun Facebook, Whatsapp bahkan ruang komunikasi secara kelompok melalui game online menciptakan cyberculture di kalangan remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2017 2017