cover
Contact Name
Iromi Ilham
Contact Email
ajj.antro@unimal.ac.id
Phone
+6282349345557
Journal Mail Official
ajj.antro@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Aceh Anthropological Journal
ISSN : 26145561     EISSN : 27460436     DOI : 10.29103
Aceh Anthropological Journal (AAJ) accepts the results of empirical research as well as a scientific view of theoretical conceptual using the Anthropological perspective of researchers, academics, and anyone interested in Anthropology studies. These journals apply peer-reviewed process in selecting high quality article. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The main scope of the submitted article is ethnographic research / qualitative research on topics related to certain ethnic / community communities, arts and cultures of specific communities, cultures and belief systems, ecological studies and their relationships with cultures, belief systems and humanity in Indonesia, in Aceh. The critical review should be concerned with the literature relating to anthropological studies
Articles 39 Documents
KEGILAAN PARA FASHIONISTA (Studi Kajian Budaya terhadap Konsumerisme Tas Branded ‘KW’ di Kabupaten Aceh Tamiang) Marisa, Ririn
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1143

Abstract

Artikel ini membahas budaya mimikri fashionista yang senantiasa memiliki animo terhadap tas branded ‘KW’ di Kabupaten Aceh Tamiang. Mimikri adalah reproduksi belang-belang subjektivitas penjajah di lingkungan kolonial yang sudah ‘tidak murni,’ atau akibat dari retakan-retakan dalam wacana kolonial dalam bentuk tindakan meniru—me-mimik—dalam hal ini adalah jajahan wacana fashion. Menggunakan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan dengan teknik observasi partisipatif (particitoryobservation)pada kegiatan fashionista, wawancara mendalam pada perempuan di Kabupaten Aceh Tamiang. Hasil penelitian ini adalah: (1) fashionista menganggap konsumsi tidak lagi sekedar bersifat fungsional sebagai pemenuhan kebutuhan dasar manusia, namun bersifat materi dan simbolik; (2) Nilai guna dan nilai tukar sudah beralih pada nilai tanda dan nilai simbol; (3) mimikri dipengaruhi informasi, teknologi dan lingkungan yang menimbulkan adanya pengamatan dan mengidolakan; dan (4) fenomena ini mudah ditemui pada masyarakat perkotaan dan heterogen yang juga dipicu munculnya pusat perbelanjaan, media massa dan penampilan orang lain.
THE BATIH FAMILY AS A WEAPON: ANALYSIS OF THE JOLO CATHEDRAL BOMB, PHILIPPINES Chaidar, Al; Sahrasad, Herdi; Tabrani, Dedy
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2776

Abstract

This article explain about  terrorist’s bombing toward a Roman Catholic cathedral in Jolo, southern Philippines, Sunday 27 January 2019 morning. At least 22 people were reportedly killed tragically and nearly 50 others were injured. The suicide bombing of the husband and wife exploded during Sunday Mass in Jolo is the first bomb explosion was carried out by a woman from inside the church who smashed benches, smashed windows and left the body of the victim at the Catholic church located in Jolo. The first explosion occurred at Jolo Cathedral in Sulu Province. The second bomb exploded outside the church after the congregation left to save themselves. The second bomb was carried out by a man who was the husband of the first bomber. This Jolo  suicide bombing mimics the suicide bombing of a family of 8-9 May 2018 in Surabaya and Sidoarjo. Nobody thought that the perpetrators came from one whole family. Officers revealed that the bombers in the three churches were the families of Mr. Dita Oepriyanto and Mrs. Puji Kuswati. These parents invited their four children to take action in three different churches. Their four children have a very young and young age. Yusuf Fadil's son (18), Firman Halim (16), daughter of Fadhila Sari (12), and Pamela Riskita (9). The familial terroist bombing in Jolo dan Surabaya is a reflection that our world today is 'a world full of the thrill of underground revenge, inexhaustible and never satisfied in an explosion'. The present is a age of anger
DINAMIKA SOSIAL DAN STRATEGI EKONOMI PEDAGANG PIDIE DI KOTA PANTON LABU Fitriyani, Fitriyani
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v1i1.357

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tanah Jambo Aye khususnya di Kota Panton Labu Kabupaten Aceh Utara, dengan melihat “Dinamika Sosial dan Strategi Ekonomi Pedagang Pidie Di Kota Panton Labu. Penelitian  ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dinamika sosial dan strategi ekonomi yang dilakukan oleh para pedagang Pidie di Kota Panton Labu dalam mendapatkan lahan untuk berdagang dan cara pedagang Pidie dalam mempertahankan lahan tempat berdagangnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah deskriptif analisis dengan metode kualitatif, untuk menganalisis data yang lebih akurat. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan pedagang pidie di Kota Panton Labu, studi dokumen dan literatur. Fenomena yang tejadi bahwasanya banyak pedagang Pidie yang menetap di Kota Panton Labu yang sudah mampu membuka usaha sendiri dalam bidang ekonomi yaitu dengan cara berdagang. Masyarakat Pidie dikenal oleh khalayak banyak dengan sistem berdagangnya karena mayoritas orang Pidie pekerjaannya adalah pedagang.Masyarakat Pidie memiliki talenta cara berdagang yang baik. Dari hasil ini menunjukkan strategi yang dilakukan pedagang Pidie lebih kepada sistem harga, pelayanan dan mengutamakan kualitas produk, selain harga, pedagang Pidie ini juga mampu menarik perhatian pembeli dengan cara pelayanan yang baik. Dinamika kehidupan sosial muncul dalam upaya memahami masyarakat secara lebih memadai perkembangan hubungan tersebut yang dapat memunculkan dua kemungkinan, yaitu: kedua masyarakat terebut akan membuat rencana untuk melakukan penyesuaian sehingga dapat memelihara keanekaragaman budaya dalam suatu situasi dari unit sosial yang dianggap bermanfaat, atau mereka akan berbaur dengan  pola-pola dominasi pengabdian dan tidak merupakan unit sosial.
PALAWIK DALAM PASUNGAN KEMISKINAN: Relasi Patron Klien dalam Industri Perikanan Kepulauan Banyak, Aceh Singkil Fairusy, Muhajir al
Aceh Anthropological Journal Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v2i2.1160

Abstract

Discussion of maritime human life and fisheries, at least be an effort to reaffirm the existence of coastal society and culture. Moreover, if the people are in the geopolitical boundaries of Aceh, which is rarely touched the attention of social researchers. This study is an attempt to understand, and describe the portrait of fisherman life of the Pulau Banyak, Aceh Singkil, which is stuck in a patron-based client relationship. Interest to study coastal communities, as an effort to see the phenomenon of poverty of fisherman community of Pulau Banyak, which is termed palawik. Therefore, it is important to see thoroughly the dynamics of the life of the fishing industry that has been held by the fishermen community. This research is descriptive, with historiography approach, and phenomenology paradigm. Data collection techniques through Library Research, and in-depth interviews with informants to find the emic side. The results showed that the Pulau Banyak fisheries industry is the main livelihood of the island community. In order to seek social security, most fishermen establish patron-clientpatterned relationships with tauke. However, the patronage pattern of working relationships has trapped and locked fishermen into poverty.
PENGUATAN BUDAYA LOKAL DALAM KERANGKA PENDIDIKAN KARAKTER: STUDI PADA BUDAYA JAWA Widaningtyas, Adoniati Meyria
Aceh Anthropological Journal Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v2i1.1148

Abstract

Character education that planned since 2010 by the Ministry of National Education until seven years after the declaration still hasn’t shown significant impact for the Indonesian. The issue of globalization and the unstoppable flow of information perceive to begin erode the cultural values that become the identity of the Indonesian nation. Through Presidential Regulation Number 87/2017 on Strengthening Character Education, emphasized the principles of character education, one of which is local wisdom. One of Indonesia's local wisdom is the Javanese culture that characterizes the community in Central Java, East Java and Yogyakarta. This paper aims to explore the values of Javanese culture and relate it to the values of character education developed through strengthening the character education program, as well as giving ideas of its application in school.
POLA PEMBAGIAN PERAN UTOH PEURAHO DALAM PEMBUATAN KAPAL NELAYAN DI LHOKSUEMAWE, ACEH Azzahra, Wina; Nasution, Abdullah Akhyar
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2781

Abstract

Tulisan ini ingin melihat lebih jauh bagaimana pola pembagian peran Utoh Peuraho di Lhokseumawe dalam dinamika perubahan lingkungan alam, dan kondisi sosial,ekonomi, politik dan budaya dan hubungannya dengan situasi industri kapal modern.dengan menggunakan pendekatan etnografi penulis ingin menunjukkan bahwa pembagian peran utoh peuraho sangat berkaitan dengan ketersediaan bahan baku serta proses komunikasi yang dibangun oleh pemodal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Utoeh Peuraho merupakan salah satu profesi yang masih sangat dibutuhkan di tengah masyarakat pesisir di Lhokseumawe. Pola pembagian peran utoh peuraho terbentuk saling berkaitan satu dengan lainnya. Dengan status kedudukan tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu : toke (pemilik kapal), kepala utoh (kepala tukang), dan utoh peuraho (awak pembuat kapal). Fungsi dari peran yang dimiliki oleh toke, kepala utoh, dan utoh peuraho berbeda-beda dan saling kerterkaitan satu sama lainnya. Dimana toke merupakan yang menyediakan modal dalam pembuatan kapal. Kepala utoh merupakan seseorang yang mendesain kapal dan mengatur pekerjaan utoh peuraho. Sedangkan utoh peuraho merupakan seseorang yang menerima perintah dari kepala utoh pada pembuatan kapal.
PERGESERAN FUNGSI EAR-RING SEBAGAI AKSESORIS HIJAB DI KALANGAN PEREMPUAN KOTA LHOKSEUMAWE (Kajian Antropologi Budaya) Yunita, Erma
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v1i1.362

Abstract

Artikel ini melihat pergeseran fungsi Ear-ring sebagai aksesoris hijab pada masyarakat Lhoksemawe, Aceh. Artikel ini mendeskripsikan bagaimana pergeseran fungsi Ear-ring yang merupakan anting-anting sehingga dapat dipakai sebagai aksesoris perempuan berhijab serta mengetahui perubahan makna terhadap Ear-ring. Menggunakan analisis deskriptif,  data dikumpulkan melalui observasi partisipatif serta wawancara dengan informan yaitu perempuan pengguna Ear-ring hijab di Kota Lhokseumawe. Serta penulis juga menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif dimana penulis ikut menjadi subjek dalam penelitian. Perempuan memerankan peran kunci dalam ruang publik baru kota-kota modern, modernitas disimbolkan dalam sosok perempuan modern yang sangat bergaya. Berbicara tentang trend masa kini, era reformasi di Indonesia membentuk suatu budaya populer yaitu trend Ear-ring Hijab. Media sosial memiliki peranan penting dalam mempopulerkan Ear-ring hijab, salah satunya adalah media sosial Instagram. Ear-ring hijab populer di kalangan perempuan kota Lhokseumawe tak luput dari peran para selebgram yang menerima endorse Ear-ring hijab.
RELASI ANTAR TOKE KORO DALAM MENJAMIN PERSEDIAAN PASOKAN DAGING KERBAU DAN SAPI (Tinjauan Antropologi Ekonomi Tentang Relasi Antar Toke Koro Zuriana, Zuriana
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2786

Abstract

Penelitian ini mengangkat tema “ Relasi dan Strategi Pemasaran. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah penulis melihat  bagaimana kebutuhan konsumtif masyarakat terhadap daging kerbau dan sapi pada masyarakat Gayo ketika melakukan acara kenduri. Daging yang mereka peroleh tentunya berasal dari pasar penjaja daging atau di masyarakat Gayo orang yang menjajakan daging disebut dengan “toke koro”. Secara umum, “toke koro” merupakan jenis pekerjaan dari sektor perdagangan. Upaya yang dilakukan para toke tentu harus menyediakan barang dagangan agar tetap ada. Sedangkan daging yang mereka peroleh berasal dari uwer, peternakan rumahan dan antara sesama toke tersebut. Penulis melihat ada upaya toke dalam membangun relasi agar ketersediaan daging tetap ada secara kontinum. Penelitian ini di lakukan di Kampung Kayu Kul Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Alasan penulis memilih Kampung ini sebagai lokasi penelitian karena penulis melihat banyaknya Toke Koro yang memiliki ikatan kekeluargaan sehingga memudahkan dalam proses jual beli dagangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa lahirnya toke koro karena dipengaruhi oleh factor keturunan, factor mencari keuntungan dan factor terlibat secara ikut-ikutan dengan toke koro yang sudah eksis
DARI CULTURAL MEMORY KE CULTURAL IDENTITY: TRADISI NYÉKAR WONG BAKARAN, JUWANA, PATI, JAWA TENGAH Alfian, Rahman Latif
Aceh Anthropological Journal Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v2i2.1156

Abstract

Tradisi nyekar bagi wong Bakaran menjadi cara bagi warga Bakaranuntuk menghormati Nyai Ageng Bakaran sebagai pendiri Desa Bakaran.Melalui fenomena tersebut, tujuan penelitian ini mengkaji makna yangterkandung dalam tradisi tersebut dan menjelaskan proses menjadiidentitas budaya yang terus dimaknai oleh pemangkunya. Metode penelitianyang digunakan adalah metode etnografi. Teknik pengumpulan datamenggunakan observasi, wawancara mendalam, wawancara tak berencana,dan wawancara sambil lalu. Hasil dari penelitian ini adalah ingatan bersamawong Bakaran tentang Nyai Ageng Bakaran sebagai pendiri desa membuatingatan tersebut diaktualisasikan dalam suatu bentuk tradisi, yaitu tradisinyekar. Tradisi tersebut adalah cara masyarakat menjaga ingatan bersamamengenai hal yang dianggap penting bagi mereka. Aktualisasi ingatan yangmenjadi suatu tradisi menjadikan tradisi tersebut sebagai suatu penandabagi jati diri mereka
Cosplay dan Idola Remaja Medan (Studi Kajian Budaya Tentang Mimikri) Pakusodewo, Muhammad Reno
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1144

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang Komunitas Cosplayer di kota Medan, Subjek cosplay atau cosplayer pada dasarnya berangkat dari suatu fenomena yang terjadi di Jepang dan menyebar luas melalui media dan akhirnya menjadi sangat popular di banyak Negara. Fenomena ini terjadi dikarenakan juga adanya hubungan antara fenomena yang terjadi dengan suatu bentuk kepribadian individu. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui sejarah dan tujuan awal terbentuknya komunitas cosplay di kota Medan dan untuk mengetahui latar belakang cosplayer masuk dalam komunitas cosplay di kota Medan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa deskriptif kualitatif, yaitu untuk mempelajari dan mendeskripsikan sifat-sifat yang khas dari suatu fenomena sosial tertentu secara sistematis. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan (observasi), wawancara dan diperkaya dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini, Pola cosplayer yang memulai cosplay karena dengan ber-cosplay, cosplayer dapat menikmati kesenangan dari memerankan diri yang berbeda dari dirinya sehari-hari.Pola cosplayer yang memulai cosplayer karena kecintaannya terhadap karakter anime, manga dan sebagainya, ber-cosplay dengan berpenampilan yang sama dengan karakter yang ia sukai tersebut.Pola cosplayer yang belum tentu memiliki ketertarikan pada anime dan game, tetapi memulai cosplay karena ajakan teman. Dan dampak lingkungan Cosplayer terhadap keluarga faktor penghambat cosplayer untuk menyalurkan hobi, menambah teman sehobi, mengisi waktu luang dan untuk senang senang. Serta, hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh-pengaruh kegiatan-kegiatan cosplay yang bermacam-macam terhadap cosplayer itu sendiri, karena cosplayer hanyalah menjadi cosplayer ketika adanya kegiatan cosplay tersebut.

Page 1 of 4 | Total Record : 39