cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Agrohorti Bulletin (e-Journal)
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
PENGARUH SUMBER DAN POSISI PENANAMAN STEK TERHADAP PRODUKSI UBI CILEMBU Ajie, Dhanang; Setiawan, Asep
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.335 KB) | DOI: 10.29244/agrob.5.2.283-292

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh sumber dan posisi penanaman stek terhadap produksi ubi cilembu. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB mulai dari bulan Desember 2015 hingga Mei 2016. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah sumber stek, terdiri dari sumber stek yang berasal dari pucuk dan batang. Faktor kedua adalah posisi tanam, terdiri dari posisi tanam vertikal (tegak), miring 45° dan horizontal. Sumber stek yang berasal dari pucuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan sumber stek yang yang berasal dari batang. Sumber stek yang berasal dari pucuk menghasilkan rataan bobot umbi total 7,87 ton ha-1 dan rataan jumlah umbi tanaman-1 1,8 umbi sementara sumber stek yang berasal dari batang menghasilkan rataan bobot umbi total 4,17 ton ha-1 dan rataan jumlah umbi tanaman-1  1,3 umbi. Stek yang ditanam dengan posisi miring  45° cenderung menghasilkan umbi berbentuk  bulat  dan  stek  yang  ditanam  dengan  posisi  vertikal (tegak)  dan  horizontal  cenderungmenghasilkan umbi berbentuk lonjong memanjang. Terdapat korelasi positif antara jumlah cabangdenganbobot umbi total dan jumlah umbi serta terdapat juga korelasi positif antara jumlah umbidengan jumlahumbi grade A dan indeks panen.
PENGELOLAAN PANEN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) PELANTARAN AGRO ESTATE, KOTA WARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH Dianto, Fajar; Efendi, Darda; Wachjar, Ade
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.906 KB) | DOI: 10.29244/agrob.5.3.410-417

Abstract

Kegiatan yang dilaksanakan di Pelantaran Agro Estate (PAGE), Kota Waringin Timur, Center Borneo dimulai dari 14 Februari 2011 hingga 14 Juni 2011. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisa pengelolaan panen pada perkebunan Kelapa Sawit. Pengelolaan panen Kelapa Sawit penting dalam upaya mencapai kuantitas dan kualitas minyak kelapa sawit yang tinggi. Data primer diperoleh dengan mengikuti keseluruhan kegiatan di perkebunan ini, pengamatan di lapangan, wawancara, dan diskusi langsung atau tidak langsung dengan staf. Data sekunder diperoleh dari laporan manajemen. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan di PAGE dapat disimpulkan bahwa sudah memiliki pemahaman yang baik tentang kriteria buah masak. Ini bisa dilihat dengan buah mentah yang dipanen 0%, 1,5% di bawah matang, lebih matang 4,9%, 1,7% abnormal dan 91,9% buah matang. Namun masih ada kesalahan dengan pemanen seperti tangkai panjang yang masih lebih dari 2,5 cm, buah yang tidak dikutip masih 77 buah / ha, dan tandan yang tidak dipanen. Proses pengangkutan buah di PAGE sudah cukup baik. Hal itu bisa dilihat dengan mempercepat proses pengangkutan TBS (Fresh Bunch) dan buah-buahan ke PKS (pabrik kelapa sawit) dengan menggunakan bantuan kontraktor pengangkutan buah sehingga tidak ada buah yang tidak ditranspor.
UJI TETRAZOLIUM PADA BENIH KECIPIR (PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS (L.) DC.) SEBAGAI TOLOK UKUR VIABILITAS Fatmawati, Lia Irma; Suharsi, Tatiek Kartika; Qadir, Abdul
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.197 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.19093

Abstract

Ketersediaan benih bermutu serta informasi mutu benih kecipir masih terbatas. Hal tersebut bisa diatasi melalui proses pengujian mutu benih. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh prosedur perlakuan pra test yang sesuai untuk pengujian tetrazolium benih kecipir, memperoleh metode pengusangan yang sesuai untuk benih kecipir, memperoleh pola pewarnaan pada embrio sebagai indikasi tidak langsung untuk mendeteksi viabilitas benih kecipir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB pada bulan Agustus sampai Desember 2016. Percobaan pertama memperoleh waktu perendaman aquades yang efektif pada benih kecipir yaitu 24 jam, memperoleh konsentrasi tetrazolium yang efektif yaitu 0,3%, memperoleh waktu perendaman tetrazolium yang efektif yaitu dua jam. Percobaan kedua memperoleh metode pengusangan, yaitu pengusangan secara kimia dan dipilih 5 waktu penderaan yang menghasilkan viabilitas secara gradual yaitu 0x5, 2x5, 4x5, 6x5, dan 8x5 menit. Percobaan ketiga pola pewarnaan pada embrio benih kecipir belum bisa digunakan untuk mengevaluasi viabilitas benih kecipir karena diduga kriteria pola yang dibuat terlalu sempit.
OPTIMASI PENGUJIAN DAYA BERKECAMBAH DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM.) DALAM PENYIMPANAN Paramita, Kurniati Endah; Suharsi, Tatiek Kartika; Surahman, Memen
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.633 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.19092

Abstract

Kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Adanya permintaan kelor yang semakin meningkat perlu didukung ketersedian benih bermutu. Benih bermutu dipengaruhi oleh daya berkecambah dan teknologi penyimpanan benih yang tepat. Penelitian ini bertujuan mempelajari optimasi pengujian daya berkecambah benih kelor dan untuk mengetahui pengaruh faktor kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap viabilitas dan vigor benih selama penyimpanan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB dan rumah kaca kebun percobaan Leuwikopo, IPB Dramaga, pada bulan April-Oktober 2016. Optimasi pengujian daya berkecambah meliputi pengamatan first count dan final count serta pengaruh perlakuan pemotongan sayap benih dan kemasakan buah terhadap viabilitas. Hasil pengamatan first count jatuh pada hari ke-10 dan final count pada hari ke-15 setelah benih ditanam. Selama periode simpan 6 bulan, penyimpanan benih kelor dalam kemasan aluminium foil dan plastik pada suhu AC (17-19 °C) dan suhu kamar (27-29 °C) memberikan hasil KA, viabilitas dan vigor lebih baik dibandingkan kemasan kertas. Penyimpanan dalam kemasan aluminium foil memberikan hasil rata-rata KA (7,75%), viabilitas (PTM 86,22%), dan vigor (KCT 9,58 %KN/etmal) terbaik, sedangkan penyimpanan menggunakan plastik memberikan hasil rata-rata viabilitas (DB 82,11%), dan vigor (IV 66,83%) terbaik. Penyimpanan menggunakan suhu AC lebih baik dalam mempertahankan KA, viabilitas, dan vigor dibandingkan suhu kamar.
PRODUKSI KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRILL) ORGANIK DENGAN BERBAGAI DOSIS DAN CARA APLIKASI PUPUK KANDANG KAMBING Kurnia, Fitri Galih; Melati, Maya
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.681 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.19091

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan sumber protein nabati yang memiliki potensi diproduksi dengan sistem pertanian organik. Tujuan percobaan ini untuk mendapatkan dosis pupuk kandang kambing optimal dan cara aplikasi pupuk yang tepat untuk meningkatkan produksi kedelai organik. Percobaan dilaksanakan di Kebun Cikarawang, Bogor pada bulan April sampai Agustus 2014. Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan dua faktor perlakuan terdiri atas dosis pupuk kandang kambing (0, 6, 12, dan 18 ton/ha) dan cara aplikasi pupuk (alur dan sebar) dengan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pengaruh interaksi dosis dan cara aplikasi pupuk sangat nyata pada bobot kering 100 butir biji namun tidak nyata pada produktivitasnya. Jumlah polong isi per tanaman tertinggi (40,6 polong) dari pemberian 18 ton pupuk kandang kambing/ha dengan produktivitas 2,2 ton/ha. Jumlah polong isi per tanaman terbanyak (27 polong) dihasilkan dari cara aplikasi pupuk dalam alur. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disarankan cara aplikasi pupuk alur atau sebar dengan dosis rekomendasi 18 ton pupuk kandang kambing/ha dapat meningkatkan produksi kedelai organik.
ASESMEN CARBON FOOTPRINT PADA PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI KEBUN SEI LUKUT, KABUPATEN SIAK, RIAU Arjuna, Rizka Tri; Santosa, Edi
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.51 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18946

Abstract

Jejak karbon telah digunakan sebagai indikator dalam produksi yang berkelanjutan pada banyak tanaman, namun jejak karbon jarang dievaluasi pada pertanaman kelapa sawit di Indonesia. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mengevaluasi jejak karbon tahunan pada produksi minyak kelapa sawit. Kegiatan dilaksanakan di kebun Sei Lukut, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dari Maret sampai Juni 2016. Evaluasi pada jejak karbon mencakup kegiatan budidaya, pengolahan TBS di PKS, dan kegiatan rumah tangga. Lokasi studi telah mengaplikasikan manajemen produksi yang baik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jejak karbon dari satu liter CPO adalah 9,55 kg.
ANALISIS PRODUKSI KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI KEBUN BUATAN, KABUPATEN PELALAWAN, RIAU Lubis, Muhammad Firdaus; Lubis, Iskandar
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.9 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18945

Abstract

Kegiatan penelitian dilaksanakan di PT. Inti Indosawit Subur, Kebun Buatan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dari tanggal 13 Februari sampai dengan 13 Mei 2012. Kegiatan penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman kelapa sawit dan secara khusus menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit.Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder.Kebun Buatan secara umum sudah menerapkan teknik budidaya kelapa sawit sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedures) yang telah ditetapkan oleh perusahaan.Berdasarkan persamaan regresi linear berganda, produksi TBS (Tandan Buah Segar) dipengaruhi oleh jumlah hari kerja efektif tenaga kerja panen dan jumlah output pemanen.Nilai koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan dalam analisis adalah 98.3%.Permasalahan utama adalah menurunnya produktivitas tanaman pada tanaman yang berumur lebih dari 22 tahun karena umur tanaman tersebut sudah diatas umur produktivitas maksimal rata-rata kelapa sawit.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA KULTIVAR PADI LOKAL KALIMANTAN Arinta, Kistia; Lubis, Iskandar
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.741 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa kultivar padi lokal Kalimantan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 hingga Mei 2016 di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu kultivar dengan 3 ulangan. Padi lokal yang digunakan dalam penelitian ini adalah kultivar Abung, Mayas, Samarindah, dan Timur dengan kultivar pembanding yaitu Jatiluhur dan IPB 8G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kultivar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Kultivar yang memiliki produktivitas tertinggi dan persentase gabah hampa per malai per rumpun terendah diantara kultivar lokal Kalimantan adalah Samarindah.
RESPON GENOTIPE TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) DARI BERBAGAI NEGARA TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN TUMBUH KEBUN IPB SAWAH BARU Butar Butar, Dewi Valentina; Lubis, Iskandar
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.951 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18942

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari respon pertumbuhan dan produksi 130 genotipe kedelai dari berbagai negara terhadap lingkungan tumbuh Kebun Percobaan IPB Sawah Baru. Percobaan ini disusun dengan rancangan augmented dalam rancangan acak lengkap (RAL). Benih kedelai yang digunakan sebagai pembanding (kontrol) adalah kedelai varietas Tanggamus, Anjasmoro, Argo Mulyo, Wilis dan Tachinagaha (varietas Jepang) yang terdiri dari 5 ulangan sehingga terdapat 150 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe GmWMC192 yang berasal dari Nepal berdaya hasil tinggi dan beradaptasi baik pada lahan Kebun Percobaan IPB Sawah Baru. Hal ini dilihat dari persentase daya tumbuh di lapangan, tinggi tanaman, jumlah buku, jumlah polong per tanaman, dan persentase biji penuh/sempurna yang tinggi. Selain itu, genotipe GmWMC019 dan GmWMC042*2 yang berasal dari Korea Utara dan Republik Rakyat Cina berumur sangat genjah (66 hari) serta beradaptasi baik pada lahan Kebun Percobaan IPB Sawah baru. Kedua genotipe tersebut dapat digunakan sebagai sumber gen dalam perbaikan umur panen kedelai.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH PEPAYA DI PEMBIBITAN DAN DI LAPANGAN Yurihastuti, Septy; Widodo, Winarso Drajad; Suketi, Ketty
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.622 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18941

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu buah tropika yang telah dibudidayakan secara intensif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan konsentrasi PGPR yang tepat untuk pertumbuhan bibit pepaya di pembibitan dan di lapangan. Percobaan di laksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2016 di Kebun Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dengan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas suspensi PGPR dengan konsentrasi 0, 5, 10 dan 15 dan komposisi media tanam yang terdiri atas kontrol tanah: pupuk kandang (M0), tanah: pupuk kandang: sekam (M1), dan tanah: pupuk kandang: cocopeat (M2) sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Hasil percobaan di pembibitan menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi PGPR mempengaruhi tinggi tanaman, diameter batang dan panjang daun, sedangkan di lapangan menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi PGPR mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun, tetapi tidak mempengaruhi terhadap diameter batang tanaman pepaya. Komposisi media tanam selama di pembibitan tidak mempengaruhi semua parameter. Sedangkan selama pengamatan di lapangan, komposisi media tanah dan pupuk kandang (M0) dan tanah, pupuk kandang dan sekam (M1) mampu mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun.

Page 1 of 29 | Total Record : 285