cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN PERILAKU SEKSUAL ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR Dewisnawati, Dewisnawati; Stang, Stang; Salmah, Andi Ummu
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1: MARET 2016
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.789 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i1.553

Abstract

Pada umumnya perilaku seksual yang dilakukan oleh anak jalanan muncul karena adanya rasa ingin tahu yang besar dan adanya dorongan untuk mencoba pengalaman baru di masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan perilaku seksual anak jalanan di Kota Makasar. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study. Populasi adalah semua anak jalanan di Kota Makassar berjumlah 500 anak sampai September 2013. Sampel merupakan sebagian dari anak jalanan yang diperoleh dengan metode accidental sampling selama penelitian berlangsung, sebanyak 212 responden. Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square yang berguna untuk menguji hubungan atau pengaruh dua buah variabel nominal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara umur (p=0,001;p=0,023), aktivitas (p=0,029;p=0,000), hubungan dengan orang tua (p=0,012;p=0,006) dan tingkat ketaatan beragama (p=0,000;p=0,000) dengan perilaku seksual anak jalanan di Kota Makassar. Sedangkan 3 (tiga) variabel yaitu lama di jalanan, pendidikan dan tempat tinggal tidak terdapat hubungan dengan perilaku seksual anak jalanan di Kota Makassar.
Keragaman Konsumsi Pangan dan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kabupaten Sumenep Madura Christianti, Dyan Fajar; Anwar, Faisal; Dwiriani, Cesilia Meti
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 15, No 2: JUNI 2019
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.652 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i2.6321

Abstract

Anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai 48,9%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara keragaman konsumsi pangan dengan anemia pada ibu hamil di Kabupaten Sumenep, Madura. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 411 ibu hamil pada empat puskesmas terpilih di Kabupaten Sumenep. Subjek adalah ibu hamil trimester I, II, dan III sebanyak 200 ibu hamil yang dipilih secara proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran secara langsung. Data yang digunakan terdiri atas status sosial ekonomi, riwayat kehamilan, ukuran LILA, kadar hemoglobin, dan skor Minimum Dietary Diversity-Women (MDD-W). Analisis data menggunakan uji spearman untuk menentukan hubungan antara skor MDD-W dengan kadar hemoglobin darah ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,5% ibu hamil mengalami anemia. Skor MDD-W kelompok anemia dan non-anemia tergolong rendah (4,8±1,2 vs 4,8±1,6). Hasil analisis spearman menunjukkan bahwa skor MDD-W tidak berhubungan dengan kadar hemoglobin (p>0,05). Faktor yang berhubungan signifikan dengan kadar hemoglobin, antara lain usia kehamilan (r=-0,148; p=0,036), IMT sebelum hamil (r=0,145; p=0,041), dan lingkar lengan atas (r=0,231; p=0,001). Faktor yang berhubungan dengan terjadinya anemia pada ibu hamil adalah faktor usia kehamilan, status gizi sebelum hamil, dan ukuran LILA, sedangkan keragaman konsumsi pangan tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KESEHATAN DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DUA LOKASI BERBEDA Nursilmi, Nursilmi; Kusharto, Clara M.; Dwiriani, Cesilia Meti
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 4: DESEMBER 2017
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.53 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i4.3159

Abstract

Kualitas hidup lansia dipengaruhi oleh status gizi dan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan karakteristik subjek, status gizi, status kesehatan dan kualitas hidup serta mengkaji hubungan status gizi dan kesehatan dengan kualitas hidup lansia di Desa Ciherang Bogor dan Desa Jambu Bengkulu Tengah, dengan pertimbangan perbedaan etnis dan kebiasaan makan. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 74 subjek di masing-masing desa. Pengumpulan data karakteristik subjek, status kesehatan, status gizi dan kualitas hidup menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji mann whitney dan korelasi spearman. Terdapat perbedaan signifikan karakteristik subjek dalam hal status perkawinan, pendidikan, pekerjaan dan status tinggal (p<0,05). Status gizi dan kualitas hidup yang baik pada subjek di Desa Ciherang lebih banyak dibandingkan di Desa Jambu. Terdapat perbedaan signifikan status gizi lansia (p<0,05) dan tidak terdapat perbedaan signifikan status kesehatan lansia (p>0,05). Terdapat hubungan positif pada status gizi dengan kualitas hidup domain kesehatan fisik dan lingkungan, terdapat hubungan positif pada status kesehatan dengan kualitas hidup domain kesehatan fisik dan hubungan sosial (p<0,05). Status gizi berhubungan dengan kualitas hidup domain kesehatan fisik dan lingkungan, sedangkan status kesehatan berhubungan dengan kualitas hidup domain kesehatan fisik dan hubungan sosial.
ASPEK SOSIAL BUDAYA PADA KONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL (TUAK) DI KABUPATEN TORAJA UTARA Riskiyani, Shanti; Jannah, Miftahul; Rahman, Arsyad
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2: JUNI 2015
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.442 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i2.520

Abstract

Mengonsumsi minuman beralkohol pada beberapa daerah di Indonesia sudah menjadi kebiasaan dan kebudayaan. Data Riskesdas menunjukkan daerah dengan prevalensi minum alkohol tertinggi di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Toraja Utara, yaitu 27,5% dalam 12 bulan terakhir, atau 22,6% dalam 1 bulan terakhir. Studi kualitatif dengan rancangan etnografi dilakukan untuk mengetahui aspek sosial budaya pada konsumsi minuman beralkohol (tuak) di Kabupaten Toraja Utara. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara pada 12 informan. Selain itu, observasi juga dilakukan untuk menjaga keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memahami tuak sebagai minuman tradisional beralkohol yang memiliki pengaruh positif dan negatif bagi pengonsumsinya. Kebanyakan dari mereka mengonsumsi karena lingkungan sosialnya. Dari aspek budaya, tuak merupakan minuman yang dapat mempererat persaudaraan dan selalu disajikan dalam perayaan pesta adat. Proses difusi terjadi ketika orang Toraja mengundang pendatang di upacara adat dan menawarkannya minuman tuak. Demi menghormati tamu, undangan akan ikut mengonsumsi tuak dan akhirnya terbiasa dengan hal tersebut. Selain itu, juga terdapat kebiasaan mengonsumsi tuak dengan bir. Mereka yang berstatus sosial ekonomi tinggi biasanya menyediakan bir di setiap acaranya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi tuak di Toraja Utara merupakan bagian daripada tradisi masyarakat, baik pada perayaan pesta adat maupun dikegiatan sehari-hari.
Pengaruh Pemberian Susu Tinggi Protein terhadap Tingkat Nafsu Makan dan Kadar Glukosa Postprandial Harna, Harna; M.Kusharto, Clara; Roosita, Katrin; Muh Asrul Irawan, Andi
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.48 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i4.4881

Abstract

Susu tinggi protein merupakan makanan kompleks yang mengandung beberapa senyawa bioaktif yang potensial memiliki efek terhadap nafsu makan. Namun, mekanisme susu tinggi protein terhadap nafsu makan masih kurang dipahami pada orang dewasa dengan berat badan kurang. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh susu protein tinggi terhadap tingkat nafsu makan dan glukosa postprandial. Penelitian menggunakan experimental trial desain randomized controlled trial. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 24 subjek pada kelompok perlakuan dan 23 subjek pada kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberi susu tinggi protein dan kelompok kontrol diberi glukosa. Tingkat nafsu makan meliputi tingkat kelaparan, kepuasan, dan keinginan untuk makan dievaluasi menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), yang dianalisis dalam incremental Area Under the Curve (iAUC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan nilai iAUC tingkat rasa lapar pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol (p<0,05), dengan 8881±638,4 min.mm kelompok perlakuan dan 7297,8±439,6 min.mm kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat kepuasan dan keinginan untuk makan antara kedua kelompok (p>0,05). Kadar glukosa postprandial pada kelompok perlakuan signifikan (p<0,05) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi susu tinggi protein kemungkinan dapat meningkatkan tingkat rasa lapar pada orang dewasa dengan berat badan kurang
RISIKO KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CIKEUSIK Wibowo, Wibowo
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 2: JUNI 2017
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.277 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i2.1985

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan dunia yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Benua Afrika dan Asia. Diperkiraan 30 ribu orang meninggal dunia dengan lebih dari 15 juta penderita klinismalaria di Indonesia. Tujuan penelitian ini menentukan faktor risiko yang terkait dengan malaria di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang. Desain penelitian ini menggunakan kasus kontrol,dengan menganalisis data kasus kontrol dan data kesehatan masyarakat. Jumlah sampel sebanyak 378 responden. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tujuh variabel yang merupakan faktor risiko malaria (OR>1). Namun, faktor risiko yang bermakna secara statistik yaitu umur (OR=2,032;95%CI=1,309-3,154), pekerjaan (OR=3,868; 95% CI=2,00-7,48), lama tinggal di daerah endemis (OR=1,848; 95% CI=1,043-3,273), kebersihan lingkungan (OR=1,810;95%CI=1,154-2,839), dan penggunaan obat anti nyamuk (OR=8,183;95%CI=4,988–13,422). Darianalisis multivariat dengan uji korelasi spearman, ditemukan faktor risiko yang paling dominan menyebabkan malaria di daerah Pandeglang yaitu penggunaan obat anti nyamuk (B=2,227;OR=9,271). Disimpulkan bahwaumur, pekerjaan, lama tinggal di daerah endemis, kebersihan lingkungan, dan penggunaan obat anti nyamuk merupakan faktor risiko kejadian malaria di wilayah tersebut.
ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DALAM KAITANNYA DENGAN MALARIA, POLA KONSUMSI PANGAN DAN STATUS SOSIAL EKONOMI DI DAERAH ENDEMIK MALARIA Ansar, Ansar; Taslim, Nurpudji A.; Jafar, Nurhaedar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2: JUNI 2014
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.776 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v10i2.488

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan salah satu masalah gizi utama di negara berkembang apalagi pada mereka yang bermukim di wilayah endemik malaria. Penelitian ini bertujuan menilai faktor yang berperan dalam kejadian anemia pada remaja putri di wilayah endemik malaria. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dirancang dalam bentuk survei pada wilayah kabupaten, pada setiap kecamatan dipilih beberapa desa yang dilakukan dalam bentuk cluster. Terdapat 314 sampel remaja putri yang terpilih dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, anamnesa malaria, pemeriksaan darah untuk hemoglobin, dan formulir frekuensi makanan. Analisis data menggunakan uji chi square. Ditemukan prevalensi anemia sebesar 29,9%. Responden dengan pola makan bervariasi lebih sedikit yang anemia (10,2% vs 33,6%) (p=0,001). Responden yang tidak terbiasa sarapan pagi lebih banyak yang anemia (44,3% vs 26,5%) (p=0,006). Dan yang pernah menderita gejala malaria klinis dalam tiga bulan terakhir hampir dua kali lebih banyak yang anemia (45,1% vs 27,0%) (p=0,010). Sedangkan berdasarkan penghasilan keluarga ditemukan pula bahwa remaja putri dengan penghasilan keluarga yang rendah lebih banyak yang anemia (32,5% vs 24,8%) (p=0,156). Sebagai kesimpulan bahwa pola konsumsi pangan, kebiasaan sarapan pagi, dan penyakit malaria memiliki hubungan yang bermakna dengan anemia pada remaja putri di wilayah endemik malaria.
KHASIAT MADU MENURUNKAN TEKANAN DARAH DAN HEMATOLOGI PARAMETER Jafar, Nurhaedar; Hamid, Sitti Khadijah; Citrakesumasari, Citrakesumasari; Najamuddin, Ulfa; Syam, Aminuddin
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 1: MARET 2017
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.075 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i1.1586

Abstract

Angka kejadian Diabetes Melitus (DM) terus mengalami peningkatan, baik di dunia, regional, maupun di Indonesia. Salah satu penyebab DM adalah stres oksidatif, sehingga madu sebagai antioksidan alami mampumenurunkan komplikasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan menilai efek pemberian madu terhadap tekanan darah dan hematologi parameter. Jenis rancangan yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain prepost control. Populasi adalah penderita DM tipe 2 di dua wilayah kerja puskesmas di Kota Makassar. Sampel adalah sebagian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 36 penderita DM tipe 2 yaitu 18 responden kelompok intervensi (KI) (diberikan madu dan edukasi gizi), dan 18 responden kelompok kontrol (KII) (diberikan edukasi gizi). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian yaitu terjadi penurunan signifikan kadar kolesterol total, LDL, Gula Darah Puasa (GDP) dan Tekanan Darah Diastolik (TDD) pada KI. KII terjadi penurunan signifikan pada kadar LDL dan GDP, tetapi terjadi peningkatan signifikan pada TDD. Terjadi perbedaan yang signifikan pada TDD antara KI dengan KII (p=0,04). Pemberian madu memberi perubahan positifpada GDP (26,2%), total kolesterol (8,3%), LDL (11,7%), HDL (5,4%), tekanan darah sistolik (TDS) (4,1%) dan TDD (9,1%). Kesimpulan dari penelitian bahwa madu menurunkan kadar GDP, kolesterol total, LDL, TDD dan TDS pada penderita DM tipe 2.
PENGARUH PENERAPAN MUATAN LOKAL ILMU GIZI BERBASIS MAKANAN KHAS DAERAH GORONTALO TERHADAP PERILAKU GIZI SISWA SMU DI KOTA GORONTALO Dali, Nurdin A.
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3: SEPTEMBER 2013
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.877 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v9i3.454

Abstract

Pendidikan muatan lokal ilmu gizi berbasis makanan khas daerah Gorontalo ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang gizi dan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui perilaku siswa, pengaruh materi dan metode pada perilaku siswa, perbedaan perilaku siswa yang menerapkan mulok dan tidak menerapkan. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan desain cross sectional study. Sampel adalah seluruh siswa kelas sebelas, yaitu 34 dan 39 siswa. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara materi dengan pengetahuan dan sikap, p=0,000 dan p=0,031<0,05. Materi dengan tindakan tidak menunjukkan hubungan, p=0,790. Tidak terdapat hubungan antara metode mengajar dengan pengetahuan dan tindakan, p=0,183 dan p=0,217. Metode dengan sikap menunjukan hubungan, p=0,037. Tidak terdapat perbedaan antara pengetahuan dan sikap, p=0,817 dan p=0,733. Untuk tindakan menunjukan perbedaan yang bermakna, p=0,044. Kesimpulannya adalah tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap siswa SMA yang menerapkan mulok ilmu gizi berbasis makanan khas daerah Gorontalo dan yang tidak menerapkan sedangkan untuk praktik/ tindakan menunjukan perbedaan yang bermakna.
Pengaruh Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Kesehatan terhadap Upaya Kesehatan Anak melalui Posyandu di Indonesia Berdasarkan Data IFLS Tahun 2014 Priyatiningsih, Nia; Nurwahyuni, Atik
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 15, No 3: SEPTEMBER 2019
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.641 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i3.6286

Abstract

Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi angka kematian bayi baru lahir dan balita. Tahun 2017 angka kematian bayi baru lahir mencapai 15 per 1000 kelahiran hidup dan 32 per 1000 kelahiran hidup pada balita. Dana BOK digunakan sebagai biaya operasional tenaga kesehatan/kader dalam melaksanakan kegiatan promotif dan preventif di luar gedung. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh dana BOK dalam upaya kesehatan anak melalui posyandu. Penelitian ini menggunakan studi data sekunder IFLS tahun 2014, dengan desain studi cross-sectional dan pendekatan ekonometri model logit. Responden dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berusia 0–59 bulan, jumlah responden sebanyak 4.417. Proses pengolahan data menggunakan aplikasi STATA. Hasil penelitian menunjukkan anak yang dibawa ke posyandu berhubungan signifikan dengan p-value<0,1 terhadap status pendidikan ibu, status ekonomi dan Dana BOK. Status pendidikan memiliki p-value=0,087, status ekonomi memiliki p-value=0,019, dan dana BOK memiliki p-value=0,0001. Dana BOK tidak berpengaruh langsung terhadap kesehatan anak, tetapi pemanfaatkan Dana BOK oleh tenaga kesehatan/kader dapat memberi kesadaran ibu yang memiliki balita untuk menjaga kesehatan anak melalui posyandu.

Page 1 of 32 | Total Record : 312