cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Teknik Arsitektur UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura" : 21 Documents clear
PUSAT INDUSTRI KREATIF KOTA PONTIANAK (Pontianak Creative Hub) Jessica, Jessica
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia  memiliki regulasi yang mendorong perdagangan produk berbasis ekonomi kreatif, yaitu UU No 7 Tahun 2014. Provinsi Kalimantan Barat dengan ibukota Kota Pontianak, berpotensi besar untuk pengembangan industri kreatif yang dibuktikan dengan pemilihan Kota Pontianak menjadi salah satu kota dalam gerakan nasional 1000 Startup Digital. Pelaku 16 subsektor ekonomi kreatif memiliki permasalahan dalam mengembangkan usahanya, yaitu adanya ide tapi tidak punya ruang untuk memproduksi, memasarkan dan mengelola usahanya. Oleh karena itu, dibutuhkan Pusat Industri Kreatif seperti yang sudah dibangun di Jakarta (Jakarta Creative Hub) dan Bandung (Bandung Creative Hub). Lokasi perancangan berada di Jl. Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara. Pemilihan lokasi lahan perancangan karena berluas 2,02 Ha yang memenuhi kebutuhan besaran ruang, kemudahan akses serta memiliki view menuju sungai Kapuas. Konsep perancangan adalah “Pusat Industri Kreatif Terpadu” yang mengintegrasikan seluruh kebutuhan 16 subsektor ekonomi kreatif. Hasil perancangan adalah bangunan didesain menjadi 4 massa sesuai dengan kebutuhan ruang, dengan sebuah karakterisik desain yang sama yaitu Tanjak dengan motif corak insang yang mencerminkan karakteristik kota Pontianak. Hadirnya Pusat Industri Kreatif kota Pontianak mewadahi produksi, pemasaran, pameran/pertunjukkan dan edukasi bagi ke 16 subsektor ekonomi kreatif Kota Pontianak serta menjadi destinasi wisata bagi publik.
GEDUNG PELATIHAN BADMINTON DI KOTA SINGKAWANG Kurniawan, Riyan
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Singkawang memiliki beberapa fasilitas gedung olahraga, salah satunya Gedung Olahraga Bantilan yang berfokus pada pelatihan dan turnamen badminton yang telah berdiri sejak tahun 1973. Kondisi Gedung Olahraga Bantilan Singkawang saat ini dianggap kurang memadai. Hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik bangunan yang mulai rusak karena termakan usia. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan pembangunan ulang Gedung Olahraga Bantilan Singkawang atau biasa disebut Gedung Pelatihan Badminton sesuai dengan SNI 03-3647-1994. Fungsi utama dari perancangan Gedung Pelatihan Olahraga Badminton ini adalah untuk memfasilitasi kegiatan pelatihan ­dan turnamen badminton bagi para atlet atau non atlet di Kota Singkawang. Gedung ini juga berfungsi sebagai tempat sparing antara sesama pelaku atau penggemar olahraga badminton di Kota Singkawang. Fungsi lain dari Gedung Pelatihan Olahraga Badminton ini adalah sebagai tempat administrasi atau sekretariat kepengurusan organisasi badminton di Kota Singkawang seperti KONI dan PBSI. Gedung Pelatihan Olahraga Badminton Singkawang  menyediakan fasilitas yang lengkap dan modern bagi para atlet atau pelaku olahraga badminton. Konsep modern digunakan pada bangunan Gedung Pelatihan Olahraga Badminton ini. Penerapan konsep modern pada Gedung Pelatihan Badminton ini terletak pada bentuk struktur dan permainan pada fasade bangunan. Penggunaan material dan warna untuk mengangkat unsur modern pada bangunan Gedung Pelatihan Badminton di Kota Singkawang. Kata kunci: Badminton, Pelatihan, Modern
RUMAH SEHAT LANSIA KOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT Silawane, Prily Rizki
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.884 KB)

Abstract

Berkembangnya zaman dan bertambahnya jumlah penduduk menuntut masyarakat di Pontianak untuk meningkatkan kesibukan agar dapat bersaing dan bertahan hidup. Namun, banyaknya aktivitas anggota keluarga dapat berdampak kepada kondisi fisik dan psikis orang tua mereka yang perkembangannya membutuhkan perhatian lebih. Pada beberapa tempat, terdapat panti jompo yang menjadi tempat tinggal baru bagi lansia. Namun di Kota Pontianak, lansia tidak terbiasa untuk tinggal terpisah dari keluarga dan rumah mereka. Lansia di Kota Pontianak membutuhkan tempat di mana mereka dapat mendapatkan perhatian penuh pada kondisi dan perkembangan kesehatan mereka serta wadah untuk berkegiatan tanpa membuat mereka meninggalkan rumah dan keluarganya. Rumah Sehat Lansia Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat adalah wadah aktivitas dan sosialisasi bagi lansia yang didesain untuk meningkatkan mutu kesehatan fisik dan psikis mereka dari pagi hingga sore hari. Fasilitas-fasilitas dalam Rumah Sehat Lansia disediakan berdasarkan pada kebutuhan dalam terapi fisik bernama Terapi Non-Farmakologi dan terapi psikis bernama Terapi Lingkungan. Lokasi rancangan, penyediaan fasilitas serta desain Rumah Sehat Lansia ditentukan dengan berpegang pada konsep ?Healthy Environment? yang memperhatikan kondisi kesehatan lansia sebagai poin pertimbangan utama. Rumah Sehat Lansia terbagi atas zona-zona yang disusun menyesuaikan dengan jenis aktivitas dan didesain dengan berorientasi pada arah matahari yang bermanfaat bagi kesehatan lansia. Kata Kunci : Wadah Aktivitas dan Sosialisasi, Sehat, Lansia 
TAMAN WISATA REKREASI DI KABUPATEN KUBU RAYA Hendyta, Nur Fathia Hana
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.967 KB)

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang dilalui oleh Sungai Kapuas. Ibu kota Provinsi Kalimantan Barat adalah Kota Pontianak. Terdapat pengembangan tempat wisata yang belum maksimal, terutama pada kawasan tepian Sungai Kapuas seperti Keraton Kadariyah, Masjid Jami’, Kawasan Beting dan Tugu Khatulistiwa serta Alun-Alun Kapuas. Kawasan wisata pada area tersebut bersifat pasif, sedangkan tidak terdapat kegiatan wisata bersifat aktif. Metode perancangan menggunakan analisis dengan membandingkan teori dengan di lapangan. Lokasi perancangan berada di Drs. Muhammad Hatta, Desa Sungai Rengas, Kubu Raya. Konsep utama perancangan ini adalah “Kawasan Wisata Terpadu”. Selain itu, terdapat konsep landmark kawasan dan magnet kawasan untuk mengembangkan wilayah Kabupaten Kubu Raya menjadi lebih maju serta konsep lokalitas pada kawasan setempat. Hasil perancangan Taman Wisata Rekreasi di Kabupaten Kubu Raya yaitu terdapat tiga pembagian zonasi area wisata sesuai dengan fungsi utama kawasan. Orientasi perancangan mengarah ke sungai karena memanfaatkan pemandangan tepi sungai yang alami dan terdapat kanal yang menghubungkan antara fungsi wisata satu dengan lainnya. Jadi, hadirnya kawasan ini dapat menjadi destinasi wisata dengan berbagai jenis pilihan wisata yang dapat menarik masyarakat luar kota maupun lokal untuk berwisata dan berekreasi dengan lingkungan nuansa alam sekaligus menjadi penanda kawasan dalam pembangunan wilayah sekitarnya. Kata Kunci : Taman wisata, rekreasi, wisata tepian sungai
PUSAT KURSUS DAN PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA KOTA PONTIANAK Saputro, Nicko Maindra
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.364 KB)

Abstract

Kursus merupakan sarana pendidikan non formal yang dikelola oleh pihak swasta. Kursus semakin marak hadir karena kebutuhan masyarakat akan pembekalan keterampilan kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Tidak hanya di kota-kota besar Indonesia, bahkan di beberapa kota kecil juga tersedia. Kursus dapat mengembangkan sendiri sistem pendidikan untuk memperbaiki kualitas lulusan dan akreditasi kursus. Sehingga banyak inovasi yang dihadirkan oleh tempat kursus dari segi pelayanan pendidikan maupun dari segi fasilitas kursus. Penerapan inovasi dalam pengembangan fasilitas kursus khususnya di Kota Pontianak adalah menggabungkan beberapa jenis jurusan pendidikan keterampilan kerja yang populer di Kota Pontianak yaitu komputer, bahasa asing, tata boga, tata busana, tata kecantikan, otomotif, dan elektronika dalam satu wadah. Pengembangan dari segi pendidikan kursus juga dapat dicapai dengan pembaruan sistem pendidikan yang update dan pelatihan tenaga ajar. Penerapan dan penambahan fungsi dapat digali dengan menggunakan konsep Commercial Course yaitu penerapan nilai atau fungsi komersial sebagai media promosi pendidikan kursus. Konsep ini akan menunjukan sisi komersial dari setiap jurusan yang berhubungan dengan tujuan pendidikan kursus, serta dapat memberikan kontribusi pada masyarakat. Kata Kunci : Kursus, Keterampilan Kerja, Komersil
POLITEKNIK KAPUAS HULU Ramdi, Aprian
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kapuas Hulu memiliki potensi yang besar untuk perkembangan dan kemajuan daerah yaitu pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.  Potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan potensi ini memerlukan keahlian yang mengarah kepada keempat sektor tersebut. Salah satu cara untuk mengembangkan keahlian ini adalah melalui pendidikan, terutama pendidikan vokasi yaitu politeknik. Politeknik merupakan pendidikan profesional yang diarahkan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu. Politeknik memberikan pengalaman belajar dan latihan yang memadai untuk membentuk kemampuan profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perancangan Politeknik Kapuas Hulu harus dapat memenuhi sistem pendidikan ini. Konsep integritas dan harmoni diterapkan pada lokasi perancangan yaitu dengan penarikan garis sumbu dari persimpangan jalan sampai ke ujung site dikarenakan lokasi yang tidak beraturan sehingga kawasan tersebut harus formil dan satu kesatuan. Fasilitas yang ada pada Politeknik Kapuas Hulu di antaranya auditorium, perpustakaan, gedung rektorat, gedung kuliah, laboratorium, lapangan praktek, masjid, kantin, lapangan olahraga, taman, rumah kaca dan gazebo. Perletakan gedung rektorat berada di tengah site yang membentuk hirarki dari kawasan dan lahan praktek yang berada di belakang gedung kuliah yang tersusun berdasarkan penarikan garis sumbu sehingga menghasilkan harmoni dari kawasan Politeknik Kapuas Hulu. Kata kunci: Kapuas Hulu, Politeknik, Harmoni dan Integritas
SEKOLAH MODE DI KOTA PONTIANAK Hutagalung, Ferlia Kurniati M
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.026 KB)

Abstract

Salah satu agenda utama bagi pembangunan nasional adalah sektor pendidikan. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional dengan struktur program yang lebih fleksibel, biaya lebih murah, lebih berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Di Kota Pontianak minat dalam dunia mode mulai berkembang, dapat dilihat banyaknya perlombaan desain busana, pertunjukan fashion, dan pagelaran busana modern maupun daerah yang diselenggarakan.  Untuk terjun ke dunia mode pengetahuan teori atupun bakat tidak cukup sehingga harus diimbangi dengan kemampuan pelatihan, keahlian dan manajerial di sektor industri mode melalui pendidikan sekolah mode. Sekolah Mode di Pontianak diharapkan dapat menjadi wadah pendidikan sekaligus memberikan informasi, pengetahuan dan layanan jasa di bidang mode serta mempromosikan budaya Kalimantan Barat melalui karya desain busana. Sekolah Mode di Pontianak menggunakan kurikulum yang jelas dan sarana prasana yang lengkap dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Tema perancangan Sekolah Mode di Pontianak diambil melalui aspek fungsional bangunan yang menggunakan konsep gubahan yang dapat mewakili karakter dari sekolah mode yaitu bentuk statis, linier, lingkaran, elips, spriral, ataupun transformasi dari bentuk-bentuk tersebut.
BORNEO CONVENTION AND EXHIBITION CENTER Akbar, Akbar
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.133 KB)

Abstract

Kegiatan ekshibisi dan konferensi merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk meningkatkan taraf perekonomian dan kemajuan suatu daerah. Gedung konvensi merupakan salah satu hal yang wajib ada untuk mewadahi kegiatan ekshibisi dan konferensi agar dapat terfasilitasi dengan baik. Dengan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE), menjadikan keberadaan gedung konvensi sebagai sesuatu yang signifikan. Sebagai salah satu daerah pemekaran yang mulai berkembang serta giat dalam memajukan wilayahnya, Kubu Raya menjadi daerah strategis untuk dijadikan sebagai pusat ekshibisi dan konferensi. Memiliki akses yang dekat dengan bandara, Kubu Raya juga memiliki potensi besar sebagai area bisnis dan pusat komersil. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewadahi aktifitas konvensi di dalamnya, melalui ruang-kuang yang berkapasitas besar dan fungsional. Pada proses perancangan desain untuk bangunan konvensi dan eksibisi ini menghasilkan karakteristik tema yaitu, ?Dynamic concept for entertaining space?. Tema dihasilkan dari permasalahan, potensi dan fungsi utama bangunan sebagai bangunan entertaint. Selain itu, bentukan yang menjadi karakteristik bangunan. Dengan tema ini bangunan dapat memunculkan ciri khas dinamis sebagai karakteristik di Kuburaya sedangkan entertaining space ialah fungsi bangunan itu sendiri sebagai wadah hiburan dan pertemuan serta dapat memberikan kenyamanan pada pengguna konvensi dan ekshibisi yang ada di kota Kuburaya. Kata Kunci :Konvensi, ekshibisi, gedung konvensi
AUTHORIZED VESPA DEALER DI KOTA PONTIANAK Maulana, Syarif Arif
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.716 KB)

Abstract

Vespa adalah sebuah kendaraan yang memiliki daya tarik dari keunikan bentuknya. Vespa juga menjadi salah satu inspirasi bagi perkembangan teknologi transportasi darat.  Pada era modern hingga sekarang, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan modern, popularitas vespa sempat menghilang dan mulai jarang ditemui. Namun beberapa tahun terakhir vespa mulai digemari kembali oleh masyarakat mulai dari anak remaja hingga orang dewasa. Kota Pontianak merupakan salah satu Kota yang masyarakatnya  cukup banyak menggunakan vespa. Tingginya minat masyarakat terhadap vespa, maka diperlukan tempat yang representatif untuk kegiatan jual beli vespa. Salah satu bentuk wadah penjualan adalah Authorized Vespa Dealer. Authorized Vespa Dealer di Kota Pontianak dapat menampung kegiatan seperti penjualan motor, servis dan penjualan sparepart. Konsep perancangan yang digunakan dalam perancangan Authorized Vespa Dealer ini adalah konsep kontemporer. Konsep ini menjadikan Authorized Vespa Dealer sebagai brand image merk vespa di Kota Pontianak. Authorized Vespa Dealer juga direncanakan memiliki fungsi penunjang, seperti café dan plaza sebagai wadah untuk bersantai, berkumpul dan sharing-sharing komunitas motor di Kota Pontianak. Kata kunci: Vespa, Authorized Dealer, Kontemporer
BEAUTY CARE CENTRE DI KOTA PONTIANAK Dessy, Veronika
Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Tanjungpura
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecantikan merupakan tampilan fisik yang terlihat oleh mata, memiliki keindahan secara visual dan menyebabkan seseorang memiliki daya tarik tersendiri. Berkembangnya pelayanan kecantikan di Kota Pontianak dikarenakan permintaan masyarakatnya yang semakin meningkat. Namun, pelayanan Beauty Care di Kota Pontianak hanya meliputi kegiatan tertentu seperti perawatan wajah, badan dan rambut yang masih tersebar secara terpisah. Perancangan ini difokuskan pada Beauty Care sebagai pusat perawatan kecantikan, dengan fungsi relaksasi dan rekreasi di Kota Pontianak. Menggunakan teknik observasi, studi literatur dan studi dokumen, perencanaan Beauty Care Centre diharapkan menghasilkan Konsep Perencanaan dan Perancangan untuk mewadahi dan  memberikan ruang gerak maksimal sehingga semua kegiatan terfasilitasi secara fungsional bangunan. Karakteristik dan kebutuhan lokasi untuk Beauty Care Centre adalah lokasi sesuai dengan peraturan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Pontianak, dimana fungsi utama bangunan adalah sebagai bangunan komersial atau perdagangan dan jasa. Gaya arsitektur yang digunakan dalam perancangan adalah “Modern Naturalis”, memadukan gaya arsitektur modern stylish dengan memberikan kesan natural dalam penataan ruangan dengan memberikan bukaan yang cukup dan taman terbuka pada bangunan, serta menekankan pada gaya sederhana dengan tidak menggunakan material yang berlebihan dengan warna grayscale. Kata Kunci: Kecantikan, Pusat Perawatan Kecantikan, Perawatan Kecantikan

Page 1 of 3 | Total Record : 21