cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
POSITRON
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
IDENTIFIKASI KEBERADAAN GAS HIDRAT MENGGUNAKAN BOTTOM SIMULATING REFLECTOR PADA PENAMPANG SEISMIC 2D DI CEKUNGAN ARU, PAPUA BARAT Mayasari, Vanniastuti; Ivansyah, Okto; Firdaus, Yulinar
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.33303

Abstract

Gas hidrat merupakan senyawa dengan molekul gas terperangkap di dalam sel-sel kristal yang terbentuk dari molekul air dan dipertahankan dalam bentuk hidrat oleh ikatan hidrogen. Gas hidrat diharapkan dapat menjadi sumber energi alternatif. Penelitian ini dilakukan di Cekungan Aru, Papua Barat. Cekungan Aru memiliki kondisi terisi oleh sedimen berupa fraksi halus setelah proses deformasi pada masa pliosen hingga resen yang diidentifikasi sebagai sedimen terigenus atau pelagik karena terdiri dari sisa-sisa cangkang mikroorganisme sehingga memungkinkan terbentuknya zona stabilitas gas hidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan gas hidrat menggunakan bottom simulating reflector (BSR) pada penampang seismik 2D. Kenampakan BSR menjadi indikator utama keberadaan gas hidrat pada saat proses interpretasi. Penelitian ini menggunakan tiga lintasan seismik hasil brute stack, yaitu L01.6, L26, dan L27. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, BSR terindikasi pada L01.6 dengan rentang CDP 8321 hingga CDP 8481 pada TWT 4000 ms hingga TWT 5500 ms, kemudian CDP 16300 hingga CDP 23600 pada TWT 4500 ms hingga TWT 7900 ms dan L27 dengan rentang CDP 1281 hingga CDP 4641 pada TWT 5250 ms hingga TWT 6500 ms. Kenampakan BSR pada penampang seismik menyerupai garis putus-putus, memotong stratigrafi, sejajar dengan lapisan sedimen, dan ada yang membentuk lensa-lensa. Karakteristik BSR juga didukung dengan anomali interval velocity pada semblance saat proses analisis kecepatan.
PREPARATION OF C4-SILICA GELS FROM WASTE GLASS AND TRIBUTYLAMINE Wahyuni, Nelly; Rudiyansyah, Rudiyansyah; Safitri, Mellisa N.
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.35458

Abstract

Waste glass materials coming from municipal and industrial processes have become a serious problem for the environment in the near future. Silica gels have been long attracting attention since it is widely used for many applications. It had also been studied by several fields because of its surface properties. In this study, semi-polar silica gels have been synthesized. C4-silica gels have been prepared by reaction between tributylamine (TBA) and silica gels produced from waste glass. The waste glass was powdered, soaked in NaOH, then heated at 400 oC to obtain sodium silicate. Silica gels were produced by neutralized the sodium silicate using HCl, dissolved in H2O, and dried in an oven at 80 oC. Silica gels were solubilized in TBA, stirred, and dried in the oven to obtain C4-silica gels. Silica gels were characterized by X-ray Diffraction (XRD), while Infra Red (IR) and Scanning Electron Microscopy (SEM) analyses were conducted to obtained C4-silica gels. XRD analysis of silica gels showed that the highest peak intensity was observed at 2? = 22.655°. The band at 1381.03 cm-1 in the IR spectrum was attributed to the nitro-oxygen bond (N-O). SEM images showed that the surface of C4-silica gels was smoother and more flat than the previous silica gels.
ANALISIS KARAKTERISTIK KEKERINGAN DAS KAPUAS KALIMANTAN BARAT BERDASARKAN LUARAN GLOBAL CLIMATE MODEL Ihwan, Andi; Pawitan, Hidayat; Hidayat, Rahmat; Latifah, Arnida Lailatul; Taufik, Muh.
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.35072

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Kapuas, walaupun berada di wilayah benua maritim Indonesia dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, namun sering mengalami kebakaran lahan dan hutan. Bencana kebakaran lahan dan hutan tersebut merupakan dampak dari kekeringan yang berkepanjangan. Informasi tentang karakteristik kekeringan di wilayah DAS Kapuas masih kurang diungkap terutama terkait dengan penggunaan data iklim global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kekeringan meteorologis dan kekeringan hidrologis DAS Kapuas. Analisis kekeringan meteorologis digunakan pendekatan Standardize Precipitation Index (SPI) dan kekeringan hidrologis digunakan Standarized Runoff Index (SRI). Data curah hujan dan runoff dari Global Climate Model (GCM) yang telah di-downscaling menjadi 20 km x 20 km digunakan sebagai input data. Berdasarkan indeks kekeringan skala satu bulanan selama 30 tahun (1981-2010), diperoleh bahwa DAS Kapuas telah mengalami kekeringan meteorologis sebanyak 45 kali dan 48 kali kekeringan hidrologis dengan kategori moderat kering sampai dengan ekstrim kering. Luas wilayah yang mengalami kekeringan meteorologis maksimum terjadi pada tahun 1986 yakni 11,01% dari total wilayah DAS, kekeringan hidrologis maksimum terjadi pada tahun 1991 yakni 13,9% dari total wilayah DAS. Durasi kejadian kedua jenis kekeringan tersebut dominan berdurasi satu bulan. Luas wilayah kekeringan, tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi kekeringan cenderung meningkat saat kejadian El-Niño. Hasil analisis karakteristik kekeringan menunjukkan bahwa data GCM dapat digunakan untuk analisis kekeringan di DAS Kapuas.
POTENSI NANOKOMPOSIT FE3O4@C DARI BIJIH BESI SEBAGAI PENDETEKSI KADAR GLUKOSA Husain, Sadang; Suryajaya, Suryajaya; Haryanti, Ninis Hadi; Manik, Tetti Novalina; Rodiansono, Rodiansono; Hutasoit, Sepfina Monica; Riyanto, Agus; Sudarningsih, Sudarningsih
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.32771

Abstract

Sintesis nanokomposit Fe3O4@C dari bijih besi Tanah Laut dan sumber karbon dari gula pasir telah dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi dan metode hidrotermal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik Fe3O4@C berbahan bijih besi. Sebanyak 6 g bijih besi digunakan sebagai bahan baku pembuatan Fe3O4. FeSO4.7H2O digunakan sebagai sumber ion Fe2+. Sampel diaduk dengan menggunakan temperatur 70oC dengan kecepatan adukan 450 rpm. Karbon (C) disintesis menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 300oC dengan menambahkan etilon glikol sebagai surfaktan. Sampel Fe3O4 dan C digabung pada suhu 250oC selama 30 menit dengan kecepatan 500 rpm. Sampel  Nanokomposit Fe3O4@C dikarakterisasi menggunakan Vibrating Sample Magnetometer, Fourier Transform Infrared, Transmission Electron Microscopy, serta elektrokimia. Dari penelitian, diperoleh nilai magnetisasi saturasi sebesar 24,82 emu/g, jenis ikatan yang terdapat dalam nanokomposit Fe3O4@C adalah ikatan Fe-O, C=O, C=N dan O-H, distribusi ukuran partikel dalam rentang 5 nm ? 20 nm, dengan rata-rata ukuran partikel 12 nm, serta nilai sensitivitas 0,285 mA/ppm.
QUANTUM LENOIR ENGINE WITH A SINGLE PARTICLE SYSTEM IN A ONE DIMENSIONAL INFINITE POTENTIAL WELL Saputra, Yohanes Dwi
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.34850

Abstract

Lenoir engine based on the quantum system has been studied theoretically to increase the thermal efficiency of the ideal gas. The quantum system used is a single particle (as a working fluid instead of gas in a piston tube) in a one-dimensional infinite potential well with a wall that is free to move. The analogy of the appropriate variables between classical and quantum systems makes the three processes for the classical Lenoir engine applicable to the quantum system. The thermal efficiency of the quantum Lenoir engine is found to have the same formulation as the classical one. The higher heat capacity ratio in the quantum system increases the thermal efficiency of the quantum Lenoir engine by 56.29% over the classical version at the same compression ratio of 4.41.
MODEL PERHITUNGAN ENERGI GAS ALAM BERBASIS PADA KECEPATAN SUARA, BULK MODULUS, DAN KOMPOSISI GAS DILUENT Padang, Elohansen; Hendrajaya, Lilik; Pasasa, Linus Ampang; Hendro, Hendro
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.32852

Abstract

Gas alam merupakan campuran hidrokarbon kompleks yang karakteristik utama kualitasnya sering dinyatakan dalam bentuk nilai kalor, yaitu energi yang dilepaskan tiap satuan massa atau satuan volume bahan bakar ketika habis dibakar. Pengukuran energi gas alam saat ini umumnya dilakukan secara tidak langsung dengan mengkombinasikan flow meter dan kromatografi gas atau gas analizer. Metode tidak langsung memiliki beberapa keterbatasan sehingga mendorong para peneliti mengembangkan metode alternatif menghitung energi gas alam. Pada penelitian ini, dikembangkan metode korelasi yang berbasis pada bulk modulus campuran gas alam, kecepatan suara, dan komposisi gas diluent sebagai alternatif metode perhitungan energi campuran gas alam. Pengembangan model dilakukan menggunakan 95 data komposisi gas alam yang dilaporkan oleh Morrow, et al. [11]. Data komposisi tersebut digunakan untuk  menghitung kecepatan suara (vs), massa jenis (?), dan rasio kapasitas panas (?) campuran gas alam pada keadaan standar (150C, 0,325 kPa). Kemudian nilai vs, ?, ? dan komposisi gas diluent (CO2 dan N2) dipakai untuk menghitung bulk modulus campuran gas alam dan bulk modulus hidrokarbon. Sementara itu, nilai kalor campuran gas alam pada keadaan standar dihitung dalam basis massa menggunakan data nilai kalor tiap-tiap komponen campuran gas alam yang terdapat dalam Standar GPA 2145. Setelah semua data fisis diperoleh, dilakukan pencocokan kurva untuk memperoleh model menghitung energi campuran gas alam. Hasil pengujian kinerja model menunjukkan bahwa persentase kesalahan adalah sebesar 0,0697% dengan rentang dari 0  sampai 0,119%, RMSE sebesar 0,0833, dan R sebesar satu. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa model yang dikembangkan memiliki akurasi tinggi sehingga dapat direkomendasikan sebagai metode alternatif untuk menghitung energi gas alam.
IDENTIFIKASI KETEBALAN TANAH GAMBUT BERDASARKAN NILAI RESISTIVITAS 3D: STUDI KASUS DAERAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR BATU LAYANG KOTA PONTIANAK Muliadi, Muliadi; Zulfian, Zulfian; Muhardi, Muhardi
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.34821

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang yang terletak di Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara berada pada lahan gambut. Tanah ini bersifat  sangat labil dan mempunyai daya dukung sangat rendah. Identifikasi ketebalan tanah gambut dilakukan menggunakan metode geolistrik resisitivitas. Ketebalan tanah gambut ini selanjutnya diverifikasi menggunakan data bor tanah yang mana tanah gambut berada hingga kedalaman 4 m. Berdasarkan penampang ressitivitas 2D selanjutnya dibuat penampang resistivitas 3D. Berdasarkan interpretasi nilai resisitivitas 3D, tanah gambut teridintifikasi dari tanah (0 m) hingga kedalaman 7,46 m dengan nilai resisitivitas 40 ?m hingga 548,3 ?m. Ketebalan lapisan tanah gambut pada dearah TPA Batu Layang bervariasi dari 4 m hingga 7,46 m.
PENDUGAAN SEBARAN KANDUNGAN BAUKSIT DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA SUNGAI BATU KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT Tira, Hendro; Arman, Yudha; Putra, Yoga Satria
POSITRON Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v5i2.12018

Abstract

Telah dilakukan penelitian pendugaan sebaran bauksit di Desa Sungai Batu Kabupaten Sanggau dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Pengambilan data menggunakan konfigurasi elektroda Schlumberger. Berdasarkan nilai resistivitasnya, model memperlihatkan potensi kandungan bauksit terletak pada koordinat  x:450.488,738-450.600,219 dan y:13.192,958-13.398,410, x:450.561,862-450.642,555 dan y:13.205,977-13.426,689, x:450.511,095-450.711,491 dan y:13.268,652-13.391,399, x:450.489,110-450.631,580 dan y:13.181,137-13.368,025. Selain mineral bauksit ada beberapa kandungan mineral lain yang bisa di interpretasikan antara lain adanya kandungan magnetit, batulempung, batu kerikil basah, aluvium dan sedimen pasir serta kandungan air tanah. Hal ini dipengaruhi oleh lokasi penyelidikan tepat berada di pinggiran sungai kapuas.
ANALISIS RESPONS OPTIK SEMICONDUCTOR QUANTUM DOT SISTEM THREE-LEVEL BERTIPE V Yulyanto, Yulyanto; Nugroho, Bintoro S.
POSITRON Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v8i1.25505

Abstract

Telah dilakukan studi teoretik untuk mempelajari respons optik semiconductor quantum dot (SQD) yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD yang ditinjau dimodelkan sebagai three-level system bertipe V. Perhitungan teoretik dilakukan menggunakan pendekatan semiklasik dengan memperlakukan SQD sebagai objek kuantum yang berinteraksi dengan medan elektromagnetik klasik. Formalisme density matrix digunakan dalam perumusan SQD dengan faktor damping yang diperhitungkan melalui operator Lindblad. Dari hasil perhitungan, diperoleh bahwa selain frekuensi medan pengeksitasi, frekuensi Rabi ikut menentukan kebergantungan respons optik SQD terhadap intensitas. Sementara, dinamika respons optik SQD (kebergantungan populasi terhadap waktu) menunjukkan bahwa frekuensi osilasi populasi meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas medan pengeksitasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada intensitas medan pengeksitasi rendah , spektrum serapan SQD menunjukkan bentuk kurva Lorentzian, sedangkan pada intensitas medan pengeksitasi tinggi , spektrum serapan SQD melebar berbentuk Gaussian akibat power broadening.
ANALISIS CITRA SINAR-X TULANG TANGAN MENGGUNAKAN METODE THRESHOLDING OTSU UNTUK IDENTIFIKASI OSTEOPOROSIS Nabella, Wara Mitha; Sampurno, Joko; Nurhasanah, .
POSITRON Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v3i1.4763

Abstract

Penelitian ini menentukan nilai thresholding pada citra tulang tangan normal dan osteoporosis. Citra yang digunakan adalah 5 citra tulang tangan normal dan 3 citra tulang tangan osteoporosis. Penentuan nilai thresholding di sini menggunakan metode Otsu. Hasil penelitian menunjukkan nilai thresholding tertinggi pada citra tulang tangan normal adalah 0,1765 dan nilai thresholding terendah adalah 0,1020. Sedangkan pada citra tulang tangan osteoporosis didapat nilai thresholding tertinggi adalah 0,0627 dan nilai thresholding terendah adalah 0,0431. Nilai thresholding yang tinggi menunjukkan tulang tangan normal dan nilai thresholding yang rendah menunjukkan tulang tangan osteoporosis. Nilai thresholding yang dihasilkan dianggap sebagai nilai densitas pada citra tulang tersebut. Dengan demikian, analisa citra tulang tangan dengan metode thresholding Otsu dapat dijadikan metode baru untuk identifikasi osteoporosis.

Page 1 of 11 | Total Record : 101