cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)" : 20 Documents clear
MINI-COI BARCODES SEBAGAI PENANDA MOLEKULER UNTUK KETERTELUSURAN LABEL PANGAN BERBAGAI PRODUK OLAHAN IKAN SIDAT Abdullah, Asadatun; Nurilmala, Mala; Sari, Aulia Sekar; Jacoeb, Agoes Mardiono
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.997 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23507

Abstract

Ikan Sidat merupakan komoditas hasil perikanan penting dengan nilai ekonomis tinggi. DNA barcoding telah cukup banyak digunakan sebagai metode berbasis penentuan urutan nukelotida untuk mendeteksi jenis spesies pada ikan. Proses pengolahan dengan suhu tinggi dapat menyulitkan proses identifikasi berbasis penentuan urutan nukelotida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies berbagai produk olahan ikan sidat menggunakan marka molekuler mini-COI barcodes. Pengolahan suhu tinggi yang digunakan pada penelitian ini adalah: panggang, penggorengan dalam minyak sayur, panggang, pengasapan panas dan pengolahan suhu sterilisasi. Seluruh sampel segar dapat teridentifikasi sebagai spesies Anguilla bicolor bicolor (99-100%) dan Anguilla marmorata (100%). Sampel olahan sidat berhasil diamplifikasi dengan marka mini-COI barcodes, sehingga dapat digunakan untuk aplikasi pengawasan label produk seafood secara rutin.
KARAKTERISTIK SURIMI BASAH DAN KERING DARI IKAN BARONANG (SIGANUS SP.) Wawasto, Ari; Santoso, Joko; Nurilmala, Mala
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.014 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23504

Abstract

Ikan baronang (Siganus sp.) adalah salah satu jenis ikan yang potensial digunakan sebagai bahan baku surimi. Surimi kering adalah salah satu bentuk surimi yang telah mengalami proses pengeringan dan memiliki banyak keuntungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan frekuensi pencucian dan suhu pengeringan terbaik dalam pembuatan surimi kering. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi bahan baku, pembuatan surimi basah dan pembuatan surimi kering dengan ulangan sebanyak tiga kali. Pencucian dengan dua kali dipilih sebagai perlakuan terbaik dengan derajat putih 50,61%, protein larut garam 5,27%, pH 7,07 dan kekuatan gel 1.387,4 g.cm. Suhu pengeringan 60oC adalah suhu pengeringan terbaik dengan derajat putih 61,93%, daya ikat air 8,53 mL/g, protein larut garam 1,96%, densitas 0,43 mL/g, kapasitas rehidrasi 2,79 mL/g dan stabilitas emulsi 61,09%.
EFEKTIFITAS LARUTAN ALKALI PADA PROSES DEASETILASI DARI BERBAGAI BAHAN BAKU KITOSAN Mursida, Mursida; Tasir, Tasir; Sahriawati, Sahriawati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.648 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23091

Abstract

Bahan organik utama yang terdapat pada kelompok hewan crustaceae, insekta, fungi, moluska,arthropoda disebut kitin. Serbuk kitin dideasetilasi untuk memperoleh senyawa kitosan. Karakterisasikitosan yang sangat penting adalah derajat deasetilasi (DD) yang tergantung pada jenis bahan baku danproses produksinya. Deasetilasi merupakan proses penghilangan gugus asetil dengan cara penambahanlarutan alkali. Efektifitas jenis alkali pada beberapa sumber perlu diteliti untuk mendapatkan kemurniankitosan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis alkali (NaOH, KOH dan CaOH2)yang paling efektif pada proses deasetilasi serbuk kitin serta menentukan karakteristik kitosan yangdihasilkan. Sumber kitin yang di deasetilasi dari cangkang kepiting bakau, cangkang rajungan, kulit udangwindu, kulit udang vannamei, cangkang kerang hijau dan cangkang bekicot. Penelitian terdiri atas dua tahap,tahap pertama adalah preparasi bahan baku dan analisis kandungan kimia bahan baku, sedangkan tahapkedua yaitu produksi dan karakterisasi kitosan. Analisis yang dilakukan terdiri dari analisis kandungankimia, derajat deasetilasi dan kadar N kitosan. Hasil penelitian menunjukan Karakteristik kitosan yangdihasilkan yaitu rendemen 4,25-28,43%, abu 0,42-1,30%, N-total 5,08-5,73%, derajat deasetilasi 83,40-83,45%. NaOH merupakan alkali yang cenderung lebih baik memberikan derajat deasetilasi kitosantertinggi dari masing-masing sumber bahan baku kitosan.
KARAKTERISTIK IKAN ASIN KAMBING-KAMBING (CANTHIDERMIS MACULATA) DENGAN PENGGARAMAN KERING Akbardiansyah, Akbardiansyah; Desniar, Desniar; Uju, Uju
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.434 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23090

Abstract

Ikan kambing-kambing (Canthidermis maculata) merupakan ikan demersal yang potensial. Salah satuproduk olahan dari ikan kambing-kambing adalah ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukanpengaruh konsentrasi garam dan lama penggaraman terhadap karakteristik ikan asin yang dihasilkan.Penelitian dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah preparasi bahan baku tahap kedua pembuatanikan asin menggunakan metode penggaraman kering dengan konsentrasi garam 5%, 10% dan 15% denganlama penggaraman 12 jam dan 24 jam. Analisis data pada pruduk ikan asin kering menggunakan rancanganacak lengkap faktorial (RALF) dengan dua kali ulangan Ikan kambing-kambing yang digunakan sebagaibahan baku dengan nilai organoleptik 7-9. Komposisi kimia dan total mikroba ikan kambing-kambingdengan kadar air yaitu 77,00±0,32% abu 0,96±0,01% lemak 0,59±0,11% protein 20,58±0,16% karbohidrat0,89±0,05% pH 6,46±0,03%, dan total mikroba 6,13x103. Konsentrasi garam dan lama penggaramanberpangaruh nyata terhadap karakteristik ikan asin yang meliputi kadar garam, kadar air dan total mikroba,konsentrasi garam 15% dengan lama penggaraman 24 jam merupakan perlakuan pruduk ikan asin terbaik.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA KALSIUM DARI TULANG NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DENGAN PERENDAMAN BELIMBING WULUH Wijayanti, Ima; Rianingsih, Laras; Amalia, Ulfah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.662 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23089

Abstract

Kandungan asam yang tinggi pada belimbing wuluh diduga dapat menjadi alternatif pengganti asampada proses ekstraksi kalsium. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh konsentrasi dan lamaperendaman terhadap karakteristik kimia dan fisika kalsium dari tulang ikan nila. Penelitian menggunakanrancangan faktorial dengan faktor konsentrasi blimbing wuluh (40%, 60% dan 80%) dan lama perendaman(24 jam dan 48 jam). Parameter uji yang digunakan terdiri dari analisis kadar kalsium, ukuran partikel,kadar air, protein, lemak, abu dan SEM. Interaksi konsentrasi dan lama perendaman berpengaruh nyataterhadap kadar kalsium, ukuran partikel, rendemen, kadar abu namun tidak berpengaruh nyata pada kadarair, protein dan lemak. Perlakuan terbaik dengan kadar kalsium yang memenuhi standar dengan ukuranpartikel yang relative kecil adalah konsentrasi 40% dengan lama perendaman 48 jam.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA TERIPANG KASUR (STICHOPUS VASTUS SLUITER) DARI PERAIRAN NATUNA KEPULAUAN RIAU Sukmiwati, Mery; Diharmi, Andarini; Mora, Enda; Susanti, Emma
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.119 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23088

Abstract

Teripang merupakan salah satu sumber daya perairan yang belum termanfaatkan secara optimal. Hewanlaut ini mengadung komponen bioaktif yang cukup potensial, oleh karena itu teripang dapat dimanfaatkansebagai salah satu alternatif oleh industri farmasi sebagai bahan baku obat dan industri pengolahan hasilperikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri dan antijamur berdasarkanzona hambat terhadap Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermilis, Escherichia coli, Pseudomonasaeruginosa dan antijamur terhadap Candida albicans, Trihopyton mentagrophytes. Metode penelitian terdiridari ekstraksi dengan metanol, uji fitokimia, fraksinasi, uji aktivitas antibakteri dan antijamur denganmetode difusi, serta komatografi vakum cair. Eksperimen dilakukan dengan 3 kali ulangan dan analisissecara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak teripang terdeteksi mengandung komponensaponin, terpenoid dan steroid. Diameter zona hambat ekstrak teripang terhadap 4 spesies bakteri berkisardari 10,33 -12,26 mm, antijamur C. albicans 9,77 mm dan T. mentagropytes 9,12 mm. Hasil kromatografivakum cair berbagai kosentrasi menunjukkan aktivitas maksimum antibakteri dan antijamur yang memilikiaktivitas interaksi tertinggi terhadap S. epidermilis dan jamur C.albicans.
KARAKTERISTIK LIPID TERSTRUKTUR HASIL TRANSESTERIFIKASI ENZIMATIK ANTARA MINYAK IKAN DAN MINYAK KELAPA MURNI Mulyawan, Arief; Hunaefi, Dase; Hariyadi, Purwiyatno
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.15 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23087

Abstract

Minyak ikan dan virgin coconut oil (VCO) memiliki karakteristik fisika kimia yang berbeda danmemiliki manfaat fungsional besar.Transesterifikasi enzimatik antara minyak ikan dan VCO sangatberpotensi menghasilkan lipid terstruktur dengan karakteristik yang baru. Tujuan penelitian ini adalahmenetapkan lama proses reaksi transesterifikasi enzimatik terbaik untuk menghasilkan lipid terstrukturtipe MLM (medium-long-medium) dan menentukan karakteristik kimia dan fisik lipid terstruktur. Analisisyang dilakukan yaitu komposisi asam lemak dan triasilgliserol (TAG) serta analisis titik leleh. Enzim yangdigunakan adalah Lipozym Thermomyces lanuginosa (TL IM) yang spesifik terhadap sn-1 dan sn-3. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik reaksi transesterifikasi enzimatik pada perbandingan substrat1:1 (basis mol), suhu reaksi 50oC, kecepatan pengadukan 200 rpm, menggunakan konsentrasi enzim 10%(terhadap substrat) dan molecular sieve 2% (terhadap substrat) adalah 30 menit. Lipid terstruktur yangdihasilkan mempunyai sifat leleh yang mirip dengan campuran (blending,1:1 basis mol) antara minyakikan dan VCO; berturut-turut adalah 13,43oC (dengan titik awal 2,92oC, titik akhir 20,57oC dan energisebesar 392,01 mJ) dan 13,98oC (dengan titik awal -1,90oC, titik akhir 18,06oC dan energi sebesar 301,28mJ). Reaksi transesterifikasi juga menyebabkan perubahan komposisi TAG serta diidentifikasi terdapat satuTAG baru yang terbentuk. TAG dengan ECN 26 dan ECN 30, yang merupakan TAG potensial untuk MLM,mengalami peningkatan konsentrasi.
SENYAWA BIOAKTIF RUMPUT LAUT DAN AMPAS TEH SEBAGAI ANTIBAKTERI DALAM FORMULA MASKER WAJAH Nurjanah, Nurjanah; Aprilia, Bintang Efrata; Fransiskayana, Andika; Rahmawati, Mutiara; Nurhayati, Tati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.517 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23086

Abstract

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan penyakit kulit karena adanya sumbatan dalam pori-pori kulitwajah yang disebabkan oleh penumpukan minyak yang mengakibatkan adanya aktivitas bakteri sehinggaterjadi peradangan pada kulit. Perubahan kondisi wajah yang menjadi tidak normal mengakibatkan bakteripenyebab jerawat, Propionibacterium acnes menjadi invasif. Pemanfaatan senyawa bioaktif pada rumputlaut dan ampas teh menjadi solusi untuk menangani P. acnes karena memiliki sifat sebagai antibakteri.Tujuan penelitian adalah menentuka rasio bubur rumput laut Sargassum sp. dan E. cottonii serta ampas tehdengan karakteristik produk masker wajah yang terbaik. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan yaitu 1:1 ;1:2; dan 2:1 untuk Sargassum sp dan E. cottonii dan dilakukan sebanyak 2 ulangan. Analisis untuk menentukanrasio bubur rumput laut terbaik yaitu fitokimia, viskositas, pH, kadar air, total fenol, aktivitas antioksidandengan metode DPPH, dan uji antibakteri. rasio terbaik bubur rumput laut dengan perbandingan 2:1. Hasilyang diperoleh yaitu pH 6,70+0,18, kadar air 95,83+0,01%, viskositas 6523 cp. Senyawa bioaktif di dalambubur rumput laut ini meliputi alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Senyawa bioaktif di dalam bahantambahampas teh yaitu tanin, fenol, dan steroid. Aktivitas antioksidan yaitu 145,89+0,42 ppm dan dayahambat 9,62+0,04 mm,total fenol 50,43 mg GAE/g. Analisis karakteristik produk masker dari bahan bakurasio terbaik yaitu daya sebar, pH, dan antibakteri. Karakteristik produk masker wajah yang diperoleh yaitupH 7,09+0,16 dan daya sebar 5 cm serta diameter daya hambat yang dihasilkan yaitu 20,85+0,02 mm.Penerimaan konsumen terhadap produk melalui uji sensori berkisar antara netral sampai suka.
POTENSI KOLAGEN TERIPANG EMAS SEBAGAI INHIBITOR TIROSINASE Safithri, Mega; Setyaningsih, Iriani; Tarman, Kustiariyah; Yuhendri, Vitriyanna Mutiara; Meydia, Meydia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.598 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23085

Abstract

Kolagen memiliki aktivitas antioksidan dan mampu menghambat aktivitas tirosinase pada prosesmelanogenesis, salah satu biota laut yang dapat dijadikan sumber kolagen alternatif adalah teripang.Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik kolagen dan aktivitas penghambatan enzim tirosinaseoleh kolagen teripang emas (Stichopus hermanii). Penghilangan protein non kolagen dilakukan dengancara perendaman daging teripang menggunakan NaOH 0,1 M selama 48 jam. Isolasi kolagen dilakukanmenggunakan asam asetat 0.5 M selama 48 jam. Analisis gugus fungsi kolagen dilakukan menggunakanFTIR dan analisis aktivitas tirosinase dilakukan menggunakan spektrofotometer. Kadar protein nonkolagen yang diperoleh yaitu 0,090 mg/mL dan kolagen teripang emas memiliki rendemen 0,66%. Kolagenteripang memiliki nilai pH 6,91, gugus fungsi khas amida A (3379,29 cm-1), amida B (2924,09 cm-1), amidaI (1681,93 cm-1), amida II (1568,13 cm-1), dan amida III (1269,16 cm-1). Aktivitas penghambatan tirosinasemenunjukkan bahwa kolagen teripang emas memiliki nilai IC50 5610 ppm. Kolagen teripang emas belummampu menghambat aktivitas tirosinase.
LIMBAH INDUSTRI FILET IKAN PATIN UNTUK HIDROLISAT PROTEIN Nurilmala, Mala; Nurhayati, Tati; Roskananda, Rieska
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.919 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23083

Abstract

AbstrakLimbah filet ikan patin terutama kepala dan tulang memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatanhidrolisat protein karena mengandung bioaktif peptida. Hidrolisat protein merupakan protein yangdihidrolisis menjadi peptida melalui proses enzimatis atau kimiawi. Penelitian ini bertujuan menentukanaktivitas pengikatan kalsium pada hidrolisat protein dari limbah filet ikan patin. Penelitian ini terdiri dari duatahap. Tahap pertama terdiri dari pembuatan hidrolisat protein secara enzimatis menggunakan konsentrasienzim papain yang berbeda. Hidrolisat protein tersebut dianalisis derajat hidrolisisnya menggunakanmetode SN-TCA sedangkan aktivitas pengikatan kalsium dengan menggunakan AAS. Tahap kedua yaituanalisis uv scanning untuk melihat penyerapan maksimum hidrolisat protein dan analisis komposisi asamamino untuk melihat komposisi asam amino yang terkandung dalam hidrolisat protein. Derajat hidrolisisyang dihasilkan dari penelitian ini berbanding lurus dengan konsentrasi enzim yang digunakan. Aktivitaspengikatan kalsium tertinggi oleh hidrolisat protein yaitu sebesar 122,73 mg L-1. Hidrolisat protein tersebutmemiliki derajat hidrolisis 43,13% dengan konsentrasi enzim 6% (v/v). Intensitas serapan pada hidrolisatprotein dengan penambahan kalsium lebih rendah apabila dibandingkan dengan intensitas absorpsihidrolisat protein, hal ini mengindikasikan adanya aktivitas pengikatan kalsium oleh hidrolisat protein.Komposisi asam amino tertinggi pada hidrolisat protein limbah filet ikan patin yaitu asam glutamat.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 22 No. 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 22 No. 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol. 21 No. 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 20 No. 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol. 20 No. 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 20 No. 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 19 No. 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 19 No. 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 19 No. 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 18 No. 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 18 No. 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 18 No. 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 17 No. 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 15 No. 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol. 15 No. 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 15 No. 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol. 10 No. 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol. 10 No. 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol. 9 No. 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol. 9 No. 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol. 8 No. 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol. 8 No. 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol. 7 No. 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol. 7 No. 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue