cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN PRASARANA PERMUKIMAN DI JAGOI BABANG SEBAGAI PENUNJANG KAWASAN PERBATASAN DI KABUPATEN BENGKAYANG Kurniadi, Gabriel Roy; Mulki, Gusti Zulkifli; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.23879

Abstract

Secara geografis dan kemudahan akses jangkauan bahwa letak Kabupaten Bengkayang (Jagoi Babang) menjadi sentral di wilayah Utara Kalimantan Barat yang juga dihubungkan dengan perlintasan antar Kabupaten (Aruk/Kabupaten Sambas, Entikong/Kabupaten Sanggau, Bengkayang sebagai Ibukota Kabupaten Bengkayang ) serta  akses ke Perbatasan Malaysia Timur  (Serikin) dengan Ibukota Kuching. Potensi sumber daya alam di kawasan perbatasan Kalimantan Barat cukup besar dan memiliki nilai ekonomi yang baik, akan tetapi masih belum memadainya fasilitas infrastruktur yang mendukung konsentrasi pengembangan kawasan perbatasan tersebut khususnya infrastruktur pengembangan kawasan permukiman. Hal ini dikaji agar kawasan perbatasan di Jagoi Babang khususnya akan menjadi kawasan penunjang di perbatasan yakni sebagai pusat aktifitas lokal dan regional yakni di Take. Dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan penelitian deskrifptif yang relevan dengan strategi pengembangan prasarana permukiman di Jagoi Babang sebagai penunjang kawasan perbatasan, dimana proses pengkajiannya diperlukan pemaparan secara deskriptif dan terperinci terhadap obyek penelitian yang diamati. Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan diantarannya dilakukan dengan wawancara, angket dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotion (LQ) yang mengkaji sub-sektor yang paling potensial untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan di Kecamatan Jagoi Babang, khuusnya di kawasan perbatasan yaitu tanaman pangan (padi dan kacang kedelai) dan komoditi perkebunan (lada dan kelapa sawit). Demikian pula penggunaan metode analisis SWOT yang berada di kuadran II memiliki kekuatan internal yang cukup baik, namun namun daya tarik bidang kegiatan lemah serta peluang relatif kecil, strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang diantaranya: (a) Merevitalisasi kawasan permukiman padat di pusat perdagangan kota; (b) Mengatur perkembangan permukiman yang tidak terkendali; (c) Menyediakan sarana dan prasarana dasar pendukung pengembangan kawasan; (d) Mengendalikan pengembangan kawasan permukiman dengan pembatasan kepadatan dan luasan; (e) Mengembangkan kawasan permukiman baru dengan konsep hunian berimbang; (f) Penyediaan infrastruktur baru.Upaya pengambangan perdagangan di kawasan perbatasan Jagoi- Serikin dengan tujuan untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat lokal khususnya masyarakat di Jagoi Babang. Selanjutnya mendorong upaya Kawasan Take menjadi Kota yang mandiri  dan berkelanjutan yakni kawasan tersebut menjadi kota mandiri yang mampu memenuhi dan suplai dengan keberadaan produksi yang menjadi daya tarik kawasan sekitar Take tersebut dan meminimalkan ketergantungan dengan pasar Serikin ( Malaysia Timur). Kata kunci : Permukiman, Kota Mandiri, Berkelanjutan
KAJIAN KAWASAN RAWAN BANJIR PADA DAS AMBAWANG DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Wahyu, Zainal; -, Marsudi
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.39554

Abstract

Bencana banjir  yang terjadi pada suatu kawasan di Kecamatan Sungai Ambawang sangat erat hubungannya dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ambawang, sehingga diperlukan Kajian  Kawasan Rawan Banjir pada DAS Ambawang.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kelas kerawanan banjir di DAS Ambawang terdiri dari : kelas aman sebesar 427,42 km2 (54,35%), kelas rawan sebesar 349,08 km2 (44,39%) dan kelas sangat rawan sebesar 9,94 km2 (1,26%). Wilayah Desa yang kelas kerawanan paling aman adalah Desa Pancaroba sebesar 192,31 km2, yang kelas kerawanan paling rawan adalah Desa Lingga sebesar 57,14 km2 dan yang kelas kerawanan paling sangat rawan adalah Desa Pancaroba sebesar 1,69 km2. Dari analisa metode slope area di dapat ratting  curve yang merupakan persamaan garis yang menghubungkan tinggi muka air sungai (m) dengan besarnya debit air sebesar 369,85 m3/detik pada kedalaman (H) 9 meter, sehingga pada kedalaman melebihi 9 meter akan terjadi banjir. Perhitungan analisa curah hujan 20 tahun (1996-2015)  dengan metode Log Pearson Type III dengan periode ulang 2 tahun sebesar 110,02 mm, 5 tahun sebesar 129,05 mm, 10 tahun 141,80 mm, 25 tahun sebesar 158,18 mm, 50 tahun sebesar 170,56 mm dan  100 tahun sebesar 183,13 mm.  Kata Kunci : Rawan Banjir;  DAS;  Debit;, Curah Hujan 
STUDI DAN EVALUASI OPERASIONAL PELAYARAN PERINTIS DI INDONESIA Suyono, Rudi Sugiono; Mukti, Elsa Tri
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v18i2.31216

Abstract

Pelayanan transportasi keperintisan adalah sebagai unsur pendorong (promoting) menyediakan jasa transportasi yang efektif untuk menghubungkan daerah terisolasi dengan daerah berkembang yang berada di luar wilayahnya dan/atau luar negeri, sehingga terjadi pertumbuhan perekonomian yang sinergis. Selain itu, pelayanan kapal perintis tersebut diselenggarakan untuk mewujudkan fokus kerja Kementerian Perhubungan yaitu peningkatan keselamatan dan keamanan, peningkatan kualitas pelayanan, dan peningkatan kapasitas. Berdasarkan hasil analisis disparitas yang cukup tinggi terjadi di wilayah timur Indonesia antara lain di Tanah Bumbu, Kepulauan Anambas, Natuna, Tanjung Pinang, Bima, Ambon, Kepuluauan Aru, Maluku Barat Daya, Seram Bagian Barat, Tual, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Pulau Taliabu, Ternate, Asmat, Boven Digul, Mappi, Merauke, dan Mimika. Disparitas tertinggi yaitu sebesar 114% terjadi pada tahun 2017 untuk bahan pokok di wilayah Maluku, tepatnya di Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, dan Tual. Dari sampel trayek yang diamati didapat bahwa rata-rata passenger factor untuk setiap voyage berada di rentang 1% hingga 13% saja dengan tingkat keterisian penumpang maksimum pada satu voyage sebesar 45.5%. Sementara, rata-rata load factor untuk setiap voyage berada di rentang 0.2% hingga 28% dengan tingkat keterisian barang maksimum pada satu voyage sebesar 103.5%. Berdasarkan identifikasi konektivitas antara trayek angkutan laut perintis dengan simpul pelabuhan tol laut, tampak bahwa masih ada ketimpangan konektivitas antara jaringan angkutan laut perintis dengan simpul pelabuhan tol laut. Konektivitas simpul pelabuhan tol laut dengan angkutan laut perintis paling tinggi ada di Pelabuhan Saumlaki, dengan 16 trayek terkoneksi dengan pelabuhan ini.
SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH KOMUNAL BERDASARKAN POLA PERMUKIMAN KOTA PONTIANAK Rabuansyah, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.25730

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu faktor bagian yang terpenting dalam kehidupan dan juga merupakan suatu kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia. Aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah tidak pernah diperhatikan lagi sehingga kualitas lingkungan tidak terjaga dan menyebabkan lingkungan kita tercemar dengan limbah. Air limbah dapat berasal dari rumah tangga (domestik) yaitu buangan kakus (black water) berpotensi mengandung mikroba pathogen dan air bekas cucian dapur, mesin cuci dan kamar mandi (grey water). Melihat kondisi tesebut, limbah rumah tangga sampai saat ini dibuang langsung ke saluran-saluran drainase yang ada melalui parit-parit dan sungai. Buangan air limbah tersebut di tampung melalui bak Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) yang bersifat komunal, off site sanitation atau individual dan selanjutnya lumpur tinja dari bak IPAL tersebut di olah ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dengan menggunakan mobil tinja atau motor tinja. Dengan melihat cakupan layanan IPLT yang baru mencapai 5,2%, dapat diduga bahwa 39,06% pengolahan air limbah sistem setempat masih belum efektif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Penelitian ini difokuskan pada kondisi dilapangan melalui wawancara dan obesrvasi sampai dengan pengolahan. Prakiraan timbulan limbah cair pada 20 tahun kemudian diproyeksikan timbulan/buangan air limbah di Kota Pontianak akan mencapai 79.515 M3/hari dengan debit air limbah mencapai 920 liter/detik, maka diproyeksikan kebutuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal ini di Kota Pontianak mencapai 269 unit dengan layanan kepada sekitar 138.793 penduduk. Sistem penyaluran air limbah cair rumah tangga tersebut ke penampungan dan seterusnya diolah di IPLT yang telah tersedia. Dalam penanganan lumpur tinja di Kota Pontianak dilakukan pengangkutan/penyedotan lumpur tinja, pengolahan lumpur tinja dan penanganan lumpur keringKata-kata kunci: sanitasi, proyeksi, limbah rumah tangga, instalasi pengolahan air limbah komunal, instalasi pengolahan lumpur tinja
KINERJA ANGKUTAN SUNGAI (MOTOR KLOTOK) (STUDI KASUS : KOTA SINTANG – NANGA KETUNGAU Putra, Yuswa Dharma; Mulki, Gusti Zulkifli; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.23893

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh keberadaan dan pemanfaatan Sungai Kapuas dan Sungai Ketungau di Kabupaten Sintang, dimana dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakatnya yang salah satunya adalah sebagai prasarana transportasi air. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana kinerja angkutan sungai perahu motor Nanga Ketungau dengan mengidentifikasi sistem transportasi air perahu motor Nanga Ketungau dan mengidentifikasi penyelenggaraan operasional transportasi air perahu motor Nanga Ketungau. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan alat analisis berupa analiasa SWOT. Hasil matriks kuadaran SWOT dan SWOT Strategic Issues dapat diketahui posisi kajian penelitian kinerja angkutan sungai (Perahu Motor) Nanga Ketungau berada pada Kuadran I dengan sumbu (X,Y) = 1,692 ; 1,276. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja angkutan sungai (Perahu Motor) Nanga Ketungau memiliki kekuatan serta peluang yang mantap, artinya sangat dimungkinkan untuk terus melakukan strategi pengembangan secara maksimal dengan strategi S-O (Strengths ? Opportunities). Perlu adanya revitalisasi transportasi sungai dengan menyediakan sarana dan prasarana sebagai penunjang aktivitas angkutan sungai (Perahu Motor) Nanga Ketungau yang sesuai dengan persepsi masyarakat atau pengguna seperti tujuan perjalanan, dan daerah yang dilalui. Perlu ditingkatkannya kualitas pelayanan, fasilitas pendukung dan sumber daya manusia yang ada guna memberikan standar kenyamanan, keamanan, dan keselamatan.Kata-kata kunci:      kinerja, angkutan sungai, perahu motor, Nanga Ketungau
MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS PADA SIMPANG JALAN IMAM BONJOL – JALAN DAYA NASIONAL DI KOTA PONTIANAK Sarwoko, Iwan; Widodo, Slamet; Mulki, Gusti Zulkifli
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.31424

Abstract

Peningkatan perekonomian masyarakat berdampak terhadap peningkatan kebutuhan transportasi yang perlu diantisipasi dengan dengan langkah-langkah untuk mengatur keseimbangan antara penyediaan sarana dan prasarana transportasi dengan permintaannya. Ketidakseimbangan antara supply dengan demand menimbulkan permasalahan lalu lintas. Strategi jangka pendek untuk mengatasinya adalah dengan manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas dengan memaksimalkan penggunaan ruang jalan dan persimpangan sesuai dengan kapasitasnya. Manajemen dan rekayasa lalu lintas tidak bisa dilakukan dengan hanya berdasarkan pengamatan kasat mata di lapangan karena di dalamnya terdapat beberapa variabel yang harus diteliti dan dianalisis berdasarkan data dari hasil survey lalu lintas. Penelitian ini dilakukan di persimpangan Jalan Imam Bonjol - Jalan Daya Nasional (Simpang Untan) di Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukan bahwa derajat kejenuhan pada simpang tersebut sebasar 0,93 dimana sudah melebihi nilai 0,75 menunjukkan bahwa kapasitas simpang sudah mulai jenuh untuk menampung arus lalu lintas dengan kondisi pergerakan yang mulai tidak stabil. Terdapat 2 (dua) pilihan (alternatif) manajemen dan rekayasa lalu lintas yang optimal untuk diterapkan, dimana kedua alternatif ini sama-sama memberikan nilai derajat kejenuhan ? 0,75 yaitu larangan belok kanan bagi arus lalu lintas dari jalan minor (Alternatif-2) dengan nilai derajat kejenuhan 0,66 dan pengaturan dengan sinyal/APILL/Traffic Light pada kondisi setelah dilakukan pelebaran jalan utama dan jalan minor (Alternatif-6) dengan nilai derahat kejenuhan 0,74.    Kata kunci : kinerja simpang, derajat kejenuhan, strategi manajemen dan rekayasa lalu lintas
STRATEGI PENGELOLAAN TPA TEBEDAK KOTA NGABANG KABUPATEN LANDAK Oktofirayadi, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.26118

Abstract

Sampah dan pengelolaannya kini menjadi masalah yang klasik bagi setiap kota di Indonesia, sebab jika tidak dilakukan penanganan yang baik akan mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan terhadap lingkungan dan berdampak negatif. Pola penanganan sampah yang saat ini menjadi andalan bagi kota di Indonesia adalah dengan malakukan penimbunan pada sebuah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). TPA Tebedak merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Landak. Semakin meningkatnya volume sampah yang masuk ke TPA Tebedak akan memperpendek usia pemakaiannya. Kondisi ini semakin diperparah dengan belum diterapkannya standar operasional prosedur Controlled Landfill. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui eksisting TPA Tebedak dan menentukan strategi pengelolaannya melalui pendekatan deskriptif analitik dengan metode kualitatif sehingga dapat dijadikan referensi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Landak. Sampel penelitian ini adalah mereka yang berkompeten di bidang persampahan baik pemerintah, tenaga ahli maupun masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan analisis SWOT dan AHP dengan Microsoft Excel. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa upaya optimasi pengelolaan TPA Tebedak dapat dilakukan melalui empat alternatif pilihan strategi yaitu : 1) Peningkatan sarana dan prasarana dengan bobot komposit 36%; 2) Penyertaan investor dalam pembangunan dan pengoperasian TPA Tebedak dengan bobot komposit 24%; 3) Peningkatan peran serta masyarakat dengan bobot komposit 21%; 4) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan bobot komposit 18%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa para responden memprioritaskan alternatif pilihan strategi pada peningkatan sarana dan prasarana Kata Kunci : Pengelolaan TPA, SWOT,AHP, Kota Ngabang
STRATEGI PENGEMBANGAN PENGANGKUTAN SAMPAH KOTA PONTIANAK Rizal, Ali Syah; Widodo, Slamet; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.23904

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Kota Pontianak berdampak pada peningkatan timbulan sampah. Permasalahan persampahan yang dihadapi diantaranya pengangkutan (waktu kerja yang tidak efisien, kapasitas kendaraan yang tidak memadai, rute penganggkutan yang tidak efisien, aksesbilitas yang kurang baik) sehingga mempengaruhi pelayanan pengangkutan persampahan. Berdasarkan kemampuan operasional sarana angkutan yang ada, total volume sampah Kota Pontianak yang terangkut ke TPA pada tahun 2016 sebanyak 1486 m3/hari (86.92%) dari total volume timbulan sampah sebesar 1.709,53 m3. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) mengidentifikasi dan menganalisa kondisi eksisting serta  faktor-faktor yang mempengaruhi pengangkutan sampah di Kota Pontianak; (2) menyusun strategi pengembangan pengangkutan sampah di Kota Pontianak. Pendekatan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui alat analisis; (1) aspek teknis menggunakan metode perhitungan HCS dan SCS sedangkan aspek ekonomi dengan metode perhitungan BCR; (2) strategi pengembangan dengan analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini adalah; (1) kondisi eksisting pengangkutan sampah di Kota Pontianak secara teknis teridentifikasi menggunakan sistem HCS tipe III dengan volume timbulan sampah yang terangkut sebesar 777,20 m3/hari menggunakan armada fuso, armroll dan dump truck. Volume timbulan sampah yang terangkut dapat ditingkatkan jika menggunakan HCS dan SCS dengan mempertimbangkan ritase armada. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode HCS, volume sampah yang terangkut sebesar 1.357,74 m3/hari dan dengan menggunakan metode SCS volume sampah yang terangkut 1.057,38 m3/hari. Secara ekonomi, pengangkutan persampahan di Kota Pontianak belum layak karena nilai BCR kurang dari 1 yaitu 0,90. Faktor yang mempengaruhi pengangkutan sampah di Kota Pontianak antara lain; (a) jarak tempuh armada pengangkutan; (b)  ritase armada pengangkutan; (c) pembiayaan (bahan bakar, upah pekerja dan pemeliharaan); (2) strategi pengembangan pengangkutan sampah di Kota Pontianak menggunakan strategi ST dengan meningkatkan pendapatan melalui retribusi persampahan di Kota Pontianak, meningkatkan jumlah sarana dan prasarana serta meningkatkan jumlah pekerja. Kata Kunci : Sampah, BCR, HCS, SCS, SWOT, Kota Pontianak, Strategi Pengembangan
PENGELOLAAN DAN PENATAAN JALAN JUANG DI KOTA MELAWI Soenawan, Rapwansoni; Widodo, Slamet; Marsudi, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.23880

Abstract

Jalan Juang berada pada koridor penghubung kota Melawi dimana disepanjang ruasJalan terdapat fasilitas ?fasilitas pelayanan umum seperti fasilitas perbankan, perbelanjaan, perkantoran, serta bidang jasa dan perdagangan, yang dapat menjadi tarikan lalu lintas. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas cukup padat, terutama pada jam-jam sibuk (peak hours). Salah satu titik kemacetan yang ada di kota Melawi adalah ruas Jl. Juang dimana menjadi pintu masuk ke Kab. Melawi dan terdapat Pasar Melawi yang mana menjadi pusat aktivitas pendistribusian logistik dari Kota Melawi ke daerah-daerah Kabupaten Melawi ataupun sebaliknya. Banyaknya hambatan samping, kendaraan yang melintas, maupun kendaraan parkir di bahu jalan juga menambah masalah kemacetan. Oleh karenanya perlu dilakukan analisa dan solusi kemacetan yang diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan agar dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik terhadap lalu lintas di Kota Melawi. Berdasarkan analisa perhitungan pada segmen 1 jumlah volume kendaraan lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah volume kendaraan yang ada pada segmen 2. Untuk segmen 1 dan 2 total kendaraan terbanyak yaitu pada Hari Senin  dengan  waktu  jam  sibuk  diperoleh pukul  07.00-08.00 waktu  pagi.  Perhitungan Kecepatan  Arus  Bebas  dengan  berpedoman MKJI  1997  diperoleh  kecepatan  rata-rata kendaraan 44,99 km/jam. Analisa kelas hambatan samping Segmen 1 pada jam puncak termasuk kelas H (tinggi), sedangkan untuk Segmen 2 termasuk kelas L (rendah). Adapun volume puncak lalu lintas ruas Jalan Juang Nanga Pinoh yaitu segmen 1 sebesar = 2246 smp/jam dan segmen 2 sebesar = 1998 smp/jam. Perhitungan derajat Jenuh pada Segmen 1DS = Q/C = 2246/2630,23 = 0,85, sedangkan Derajat Jenuh pada Segmen 2 DS = Q/C =1998/2950,99 = 0,68. Nilai derajat kejenuhan terbesar pada waktu jam puncak diperoleh nilai0,85 pada segmen 1. Semakin besar nilai derajat kejenuhan maka kapasitas jalan akan menurun, yang mengakibatkan kinerja jalan menjadi buruk, sehingga perlu diberikan suatu solusi untuk pemecahan masalah tersebut. Nilai derajat kejenuhan terbesar pada waktu jam puncak kondisi eksisting pada segmen 1 diperoleh nilai 0,85, sedangkan jika dilakukan alternatif solusi mengatasi kemacetan dengan pengurangan volume kendaraan sepeda motor yang melintas di segmen 1 untuk mencari parkir di sisi kiri-kanan jalan, serta pemindahan bongkar muat di bawah pukul 06.00 diperoleh nilai derajat jenuh 0,68. Arus menjadi stabil dengan volume lalu lintas sedang dan kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Untuk itu disarankan adanya penataan u-turn dengan membuat jarak antar u-turn 500 m, sehingga dengan panjang ruas Jalan Juang sepanjang 1900 m, hanya diperlukan 3 belokan. Kata Kunci: Kinerja Jalan, Parkir, Penataan Jalan
KAJIAN KEGAGALAN OPRIT JEMBATAN DAN PENANGGULANGANNYA -, Sopian; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.39559

Abstract

Dalam upaya mewujudkan sistem transportasi darat di Pulau Kalimantan, pemerintah terus berusaha mewujudkannya dengan membangun Jalan Trans Kalimantan, namun banyaknya sungai-sungai besar dan kecil telah menjadi kendala serius dalam merealisasikannya. Jalan Trans Kalimantan Lintas Selatan yang melintasi Provinsi Kalimantan Barat yang terletak pada ruas jalan    Pontianak-Tayan. Pada ruas Jalan Pontianak-Tayan tersebut telah dibangun beberapa jembatan satu diantaranya yaitu Duplikasi Jembatan Bawas yang terletak di kecamatan Sungai Bawang.  Dalam pembangunan jembatan khususnya di Kalimantan Barat beberapa oprit jembatan mengalami penurunan tanah yang diakibatkan oleh terlampaunya daya  dukung tanah timbunan atau masalah pada pondasi abutment sehingga terjadi penurunan konsolidasi sebagian atau penurunan yang tidak sama (Differensial Setllement) dan pergerakan tanah serta penurunan yang berlebihan. Pada Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan mengidentifikasi kegagalan  penurunan yang terjadi pada struktur oprit abutment jembatan di tanah lunak pada Duplikasi Jembatan Bawas serta penanggulangnya. Untuk mengetahui oprit jembatan tersebut mengalami penurunan maka perlu di buat model perhitungan yang akan di analisa serta dihitung secara analisis dan numerik dengan program Plaxis untuk penurunan dan metode Simplified Bishop?s serta metode Fellinius untuk menentukan Faktor Keamanan terhadap guling (overall stability) abutment. Dari hasil kajian perhitungan dengan metode analisa numerik program Plaxis dengan membuat pemodelan diketahui pergerakan struktur oprit abutment dan tanah timbunan tersebut mengalami total penurunan atau pergerakan tanah  sebesar  24,30 cm dan daya dukung Pile slab yang terpasang dengan panjang tiang 12 M, berdasarkan hasil bor log di kedalaman 12 M, Nilai-SPT : 0,00 sehingga daya dukung tiang pada Pile slab tidak mencukupi untuk menahan beban struktur diatasnya.

Page 1 of 19 | Total Record : 188