cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
BIOCHEMICAL COMPOSITION AND MODES OF SUBSTRATE UPTAKE TO ALKANE-GROWN MARINE BACTERIUM Pseudomonas nautica STRAIN 617 R Husain, Dirayah
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2005): Desember 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.773 KB)

Abstract

Komposisi protein, karbohidrat dan lemak dari kultur (sel dan supernatan) bakteri laut Pseudomonas nautica strain 617dipengaruhi substrat pertumbuhan (acetate atau eicosane). Bentuk transport substrat ke permukaan sel: adherence, emulsifikasi dan solubilisasi dipengaruhi oleh komposisi biokimiawi yang diproduksi bakteri. Peningkatan konsentrasi senyawa ekstraseluler nampak selama pertumbuhan bakteri pada substrat eicosane. Aktifitas solubilisasi, emulsifikasi dan adherence berubah pada saat terjadi perubahan komposisibiokimiawi ekstraseluler. Diperoleh prosentase biodegradasi eicosane sebesar 59% setelah kultur berumur3.5 hari.Kata kunci: komposisi biokimiawi, transport substrat, biodegradasi, bakteri laut, n-alkana.
STUDI KONDISI DAN POTENSI EKOSISTEM PADANG LAMUN SEBAGAI DAERAH ASUHAN BIOTA LAUT ., Arifin; Jompa, Jamaluddin
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2005): Desember 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.715 KB)

Abstract

Padang lamun merupakan suatu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas hayati tinggi. Secara ekologis berperan sebagai daerah asuhan, daerah mencari makan dan tempat berlindung berbagai jenis biota laut. Banyak diantara biota laut tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai komoditas ekspor seperti udangd an ikan kerapu Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai Oktober hingga November 2001 bertujuan untuk mengetahui distribusi, kondisi dan potensi padang lamun sebagai daerah asuhan berbagai jenis biota laut (ikan dan avertebrata) juga sebagai habitat makro alga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis lamun di perairan Pulau Tanakeke, yaitu: Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Halophila minor, dan Syringodium isoetifolium. Vegetasi lamun jenis-jenis tersebut terdapat dalam  suatu komunitas campuran antara dua atau empat jenis yang membentuk suatu hamparan padang lamun yang sangat luas.Suatu sisi yang terlindung karena membentuk teluk dari Pulau Tanakeke memiliki kelimpahan dan persen penutupan lamun yang tinggi namun jumlah spesies yang rendah, sementara pada sisi-sisi yang menghadap ke laut lepas (relatif terbuka) yaitu stasiun III dan IV memiliki kelimpahan dan persen penutupan yang rendah namun komposisi jenis penyusunnya beragam. Potensi padang lamun sebagai daerah asuhan berbagai jenisbiota laut dalam penelitian ini dikategorikan tingi yg ditunjukkan oleh banyaknya juvenil biota laut yang ditemukan hidup di daerah padang lamun Pulau Tanakeke. Diantaranya terdapat 14 jenis juvenil ikan, lima jenis juvenil udang, 10 jenis juvenil kepiting, 17 jenis makroalga dan tiga kelas molluska.Kata kunci: avertebrata, daerah asuhan dan padang lamun.
PENGARUH MUSIM GELAP DAN TERANG TERHADAP PENGGUNAAN BUBU DI TELUK LADA, CITEUREUP PANDEGLANG Redjeki, Sri; ., Mayunar; Basyarie, Ahmad
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.619 KB)

Abstract

Penelitian sumberdaya benih ikan mengggunakan alat tangkap bubu telah dilakukan di Teluk Lada, Citeureup, Pandeglang pada bulan Agustus 1999 sampai Nopember 2000. Alat tangkap bubu diletakkan pada perairan karang dengan kedalaman antara 10 sampai 15 m. Bubu tersebut diangkat 2 hari sekali dan hasilnyadikumpulkan pada 2 musim yaitu pada bulan gelap dan bulan terang. Hasil tangkapan diukur panjang dan bobot kemudian diidentifikasi jenis dan jumlahnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produksi ikan hasil tangkapan pada bulan gelap dengan jumlah ikan sebanyak 271 ekor (48 955 kg) dan pada bulan terang sebanyak 146 ekor (22 391 kg), sedangkan hasil budidaya pada bulan gelap sebanyak 168 ekor (28 802 kg)dan pada bulan terang sebanyak 91 ekor (8 550 kg). Jenis ikan yang dominan tertangkap adalah kerapu(Epinephelus spp), beronang (Siganus spp), kakap merah (Lutjanus johni), kakap (Lates sp), dan rajungan (Portunus sp).Kata Kunci: bubu, bulan gelap, bulan terang, benih, Teluk Lada, Citeureup.
NITRIFIKASI DALAM BIODEGRADASI LIMBAH TAMBAK Sitorus, Hasan; Widigdo, Bambang; W . Lay, Bibiana; Soewardi, Kadarwan
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.515 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju nitrifikasi dan bakteri yang paling efektif membentuk nitrat dalam biodegradasi limbah tambak udang. Percobaan dilakukan dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan dengan media percobaan limbah tambak biasa dan limbah tambak steril. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa semakin tinggi kadar OSS dalam media percobaan, laju nitrifikasi semakin rendah, tetapi populasi mikroba nitrifikasi semakin tinggi. Laju nitrifikasi berkisar antara 0.0059 – 0.0089 ppm/hari, dengan laju tertinggi diperoleh pada perlakuan T2 (kadar TSS 200 ppm, OSS 147.30 ppm, amonia 0.22 ppm) dan terendah pada perlakuan T0 (kadar TSS 100 ppm, OSS 58.20 ppm, amonia 0.19 ppm). Bakteri nitrifikasi yang paling efektif membentuk nitrat dalam media percobaan adalah Nitrococcus sp. untuk perlakuan T0 dan T1, Nitrospira sp.untuk perlakuan T2 dan T3, dan Nitrobacter sp. untuk perlakuan T4 dan T5. Dalam media limbah tambak steril, laju nitrifikasi setiap jenis bakteri berkisar antara 0.0039 – 0.0069 ppm/hari dengan tingkat efektivitas rata-rata 72.02%. Bakteri yang paling efektif membentuk nitrat dalam biodegradasi limbah tambak udang adalahNitrospira marina.Kata Kunci: biodegradasi, limbah tambak udang, nitrifikasi.
DINAMIKA POPULASI UDANG JARI (Metapenaeus elegans de Man 1907) DI LAGUNA SEGARA ANAKAN, CILACAP, JAWA TENGAH Wijaya Saputra, Suradi; Sukimin, Sutrisno; Boer, Mennofatria; Affandi, Ridwan; R Monintja, Daniel
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.249 KB)

Abstract

Penelitian dinamika populasi udang jari (Metapenaeus elegans) dilakukan di Laguna Segara Anakan Cilacap Jawa Tengah berdasarkan data frekuensi panjang karapas, sejak Februari sampai Desember 2004. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ukuran udang jari pertama tertangkap apong (lc) pada panjang karapas 14.5 mm. Pertumbuhan allometrik negatif (b < 3). Panjang karapas takhingga (L∞) adalah 42.6 mm, denganindeks kurva pertumbuhan (K) sebesar 1.3/tahun dan to=-0,017 tahun. Waktu terjadinya pertumbuhan maksimum (tmb) pada umur 0.59 tahun, pada panjang karapas 23 mm. Laju kematian total (Z) sebesar 8.19/tahun, laju kematian alami (M) sebesar 1.43/tahun dan laju kematian penangkapan (F) adalah 6.76/tahun. Puncak penambahan baru terjadi pada bulan Juni, yaitu sebesar 17.86%. Laju pengusahaan (E) sebesar 0.83/tahun,menunjukan tingkat pengusahaan berlebih atau terjadi growth-overfishing, sehingga perlu pengendalian eksploitasi.Kata Kunci: dinamika populasi, udang jari (Metapenaeus elegans), Laguna Segara Anakan.
PENDUGAAN FUNGSI KEUNTUNGAN DAN SKALA USAHA BUDIDAYA IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) DALAM KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG, PROPINSI LAMPUNG ., Tajerin
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.467 KB)

Abstract

Usaha budidaya ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dalam keramba jaring apung, dewasa ini semakin berkembang dan menunjukkan peranannya dalam perekonomian, antara lain sebagai komoditas penyumbang devisa. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan usaha budidaya ikan kerapu dalam keramba jaring apung, tingkat keuntungan maksimum jangka pendek dan kondisi skala usaha. Penelitian dilakukan di Propinsi Lampung sejak September hingga Desember 2002. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kecamatan Padang Cermin, Lampung Selatan dan responden pembudidaya ikan dipilih dengan  metoda sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersamasama benih ikan, pakan ikan, tenaga kerja manusia, luas areal dan modal investasi berpengaruh nyata terhadaptingkat keuntungan yang diterima pembudidaya ikan. Usaha budidaya ikan kerapu macan (Epinephelusfuscoguttatus) di Propinsi Lampung belum memberikan tingkat keuntungan maksimum dan berada pada kondisi skala usaha dengan kenaikan hasil yang tetap. Berdasarkan fenomena tersebut, upaya pengembangan usaha budidaya kerapu di Propinsi Lampung disarankan untuk dilakukan melalui cara ekstensifikasi usaha.Kata Kunci: budidaya, ikan kerapu macan, keramba jaring apung.
PENGARUH KADAR KROMIUM PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP RETENSI PROTEIN, PERTUMBUHAN DAN KESEHATAN IKAN NILA, Oreochromis niloticus Mokoginta, Ing; Sri Agustiani, Vemmi; Bambang Priyo Utama, Nur
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.13 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh kromium (Cr+3) pakan serta kadar optimumnya terhadap retensi protein, pertumbuhan dan kesehatan ikan. Empat macam pakan yang isonitrogen dan isokalori dengan kadar Cr+3 yang berbeda yaitu 0.0, 1.33, 2.23 dan 3.96 ppm telah digunakan dalam penelitian ini. Lima belas ekor ikan dengan bobot rata-rata 9.05 ± 0.03 g/ekor dipelihara dalam setiap akuarium (volume air 63 l). Ikan diberi pakan tiga kali sehari secara at satiation selama 49 hari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar protein tubuh pada akhir penelitian sama antar perlakuan. Kadar lemak tubuh menurun sejalan dengan naiknya kadar Cr+3 pakan; sebaliknya kadar karbohidrat tubuh menurun. Retensi protein dan efisiensi pakan sama antar perlakuan. Total eritrosit dan hematokrit sama antar perlakuan, namun total leukosit dari ikan yang mendapat pakan Cr+3 2.23 ppm menghasilkan nilai yang paling rendah. Dapat disimpulkan bahwa kadar Cr+3 yang berbeda dapat mempengaruhi nilai retensi protein, pertumbuhan relatif dan kesehatan ikan nila, Oreochromis niloticus dengan kadar terbaik 2.23 ppm.Kata kunci: ikan nila, Oreochromis niloticus, kromium pakan, retensi protein, pertumbuhan, kesehatan ikan.
KANDUNGAN LOGAM BERAT AIR LAUT, SEDIMEN DAN DAGING KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PERAIRAN MENTOK DAN TANJUNG JABUNG TIMUR Yennie, Yusma; Tri Murtini, Jovita
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.267 KB)

Abstract

Pengamatan kandungan logam berat dilakukan di perairan Mentok dan Tanjung Jabung Timur pada bulan Mei, Juli dan Oktober 2002. Pengambilan contoh dilakukan pada jarak 1 mil dan jarak 2 mil dari garis pantai masing-masing pada 3 stasiun. Jenis contoh yang diambil dari tiap stasiun di lokasi perairan adalah air laut, sedimen dan kerang darah untuk dilakukan analisis kandungan logam berat dengan menggunakan metodeAtomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Selain itu pada lingkungan perairan dilakukan pengamatan terhadap kualitas air yang meliputi: pH, salinitas, DO dan COD serta kondisi fisik perairan pada saat pengambilan contoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri air laut dan sedimen tertinggi diperoleh saat pengambilan contoh bulan Mei pada jarak 1 mil baik di perairan Mentok dan Tanjung Jabung Timur.Rata-rata kandungan merkuri air laut di perairan Tanjung Jabung Timur lebih tinggi (1.49 ppb) dibandingkan di perairan Mentok (1.12 ppb), untuk sedimen rata-rata kandungan merkuri lebih tinggi di perairan Tanjung Jabung Timur (4.95 ppb) dibandingkan di perairan Mentok (3.89 ppb). Rata-rata kandungan logam berat daging kerang darah (Anadara granosa) di perairan Tanjung Jabung Timur (Hg: 0.4 ppb, As: 12.6 ppb, Cd: 13ppb, Cu: 10.4 ppb, Pb: 0.1 ppb) lebih tinggi dibandingkan di perairan Mentok (Hg: 0.3 ppb, As: 11.6 ppb, Cd: 13 ppb, Cu: 6 ppb, Pb: 0.1 ppb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Mentok dan Tanjung Jabung Timur belum terindikasi tercemar logam berat karena masih berada dibawah ambang batas aman.Kata kunci: logam berat, Anadara granosa, Perairan Mentok dan Tanjung Jabung Timur.
PERANAN L-CARNITINE PADA PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN LARVA UDANG GALAH, Macrobrachium rosenbergii DE MAN Taufiq Mukti, Akhmad; Hastuti Satyantini, Woro
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.014 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan L-Carnitine dalam pakan terhadap peningkatan perkembangan dan pertumbuhan larva udang galah Macrobrachium rosenbergii de Man. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan  Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah dosis LCarnitine;a) 0 ppm (kontrol), b) 200 ppm, c) 400 ppm, d) 600 ppm, e) 800 ppm dan f) 1000 ppm. Masingmasing perlakuan diulang tiga kali. Parameter uji adalah Larval stage Index (LSI), pertumbuhan harian dan derajad kelangsungan hidup larva udang galah. Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang sangat nyata (p< 0.01) diantara perlakuan. Dosis L-Carnitine 600 ppm dalam pakan menghasilkan LSI dan pertumbuhan harian larva udang galah tertinggi, masing-masing 10.4300 dan 0.4267 mm/hari. Derajad kelangsungan hidup larva tidak berbeda nyata (p > 0.05) antara perlakuan 0 ppm (30.4949%), 400 ppm (29.9139%) dan 600 ppm (29.0255%).Kata kunci: L-carnitine. Larval Stage Index, pertumbuhan harian, udang galah.
PENGARUH KONSENTRASI RAGI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI Daphnia sp. Jusadi, Dedi; Sulasingkin, Dewi; Mokoginta, Ing
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.426 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ragi (Saccharomyces cerevisiae) dengan konsentrasi yang berbeda sebagai pakan terhadap pertumbuhan populasi Daphnia sp. Penelitian ini berupa budidaya Daphnia sp. yang diberi pakan kotoran ayam dan ragi. Kotoran ayam yang digunakan adalah kotoran ayam yang sudah dikeringkan dengan konsentrasi 2.4 g/l. Sedangkan ragi yang digunakan adalah ragi roti dengan tiga dosis yang berbeda yaitu 1 g ragi untuk 80 000, 40 000 dan 20 000 Daphnia sp per hari. Dapnia berumur 1-2 hari. Penebaran awal Daphnia sp pada masing-masing perlakuan adalah 100 ekor/liter. Populasi Daphnia sp di dalam media kotoran ayam meningkat sampai hari ke-7, kemudian menurun mulai hari ke-8. Sedangkan yang diberi pakan ragi mencapai puncaknya setelah dipelihara selama 10 hari. Jumlah individu Daphnia spwaktu puncak pada media kotoran ayam adalah 333 ind/liter. Puncak populasi Daphnia sp dengan media ragi lebih tinggi dibandingkan dengan media kotoran ayam (p<0.05). Namun antara berbagai konsentrasi ragi,puncak populasi tersebut tidak berbeda nyata. Puncak populasi pada media dengan konsentrasi 1 g ragi untuk 80 000, 40 000 dan 20 000 ekor Daphnia sp, berturut-turut yaitu 1 603, 1 295 dan 1 082 ind/liter. Konversi pakan ragi meningkat sejalan dengan meningkatnya konsentrasi ragi yaitu 0.5, 1.02, dan 1.6. Bobot tubuh pada saat puncak populasi hampir sama, ini berarti ukuran Daphnia sp pada setiap perlakuan tidak berbeda. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan ragi dengan konsentrasi 1 g untuk 80 000 ekor Daphnia sp dalam budidaya Daphnia sp menghasilkan nilai konversi pakan terbaik yaitu 0.5. Nilai ini dicapai pada hari ke-10 masa budidaya.Kata kunci: Daphnia, ragi, kotoran ayam.

Page 1 of 19 | Total Record : 183