cover
Contact Name
Prof. Widiatmaka
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jtl_soilipb@yahoo.com
Editorial Address
Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Wing 12 Lt 4, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment)
ISSN : 14107333     EISSN : 25492853     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan merupakan media yang menyajikan artikel mengenai hasil penelitian dan telaah perkembangan mutakhir dalam bidang ilmu tanah, air, dan ilmu lingkungan sebagai bahan kajian utama.
Articles 211 Documents
THE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) AS A SYSTEM OF AGRICULTURAL INNOVATION Upboff, Norman
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.418 KB) | DOI: 10.29244/jitl.10.1.27-40

Abstract

The System of Rice Intensification (SRI). developed in Madagascar some 25 years ago. is gaining increasing credence and momentum as probably 500.000 farmers in more than 20 countries are now using its methods to raise their rice. production -- while also reducing their use of external inputs and production costs. Rather than focus on the innovation itself, this paper will introduce SRI only briefly, focusing instead on the transnational system for innovation that has emerged in response to this agronomic opportunity that can be particularly beneficial for resource-limited households. Within SRI's conceptual and practical framework. farmers have devised many innovations. These are the focus of a parallel paper written for this workshop. That paper considers how farmers have made the original SRI methodology less labor-intensive (even labor-saving). and how they have extended methods devised for irrigated rice production both to unirrigated (rainfed) areas for growing rice and to other crops beyond rice. This paper is concerned with what can be considered as a de facto 'system of innovation' that surrounds and has accelerated the spread of SRI worldwide. SRI has differed from most other agricultural innovations in the extent to which farmers have voluntarily invested their own time and resources in taking SRI to peers as an impressive example of farmer-to-farmer extension. Also. innovative alliances have formed among diverse persons and organizations to disseminate and adjust the methodology. thereby supporting the spread of this innovation even despite resistance from some established institutions.
THE EFECTIVITY OF EMBUNG FOR IRIGATING HORTICUTURE PLANT IN CIKAKAK SUKABUMI Tarigan, Suria Darma
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.465 KB) | DOI: 10.29244/jitl.10.1.1-6

Abstract

Dryland farming provides a promising opportunity in increasing agricultural production in rural areas. But, the lack of available water during dry season poses a problem in developing dryland farming. An effective water conservation technique should be developed to alleviate this problem. The use of a small farm reservoir (embung) can be considered as one viable option for such conservation techniques. The purpose of this research was to study the effectivity of small farm reservoirs to supply irrigation water for horticulture commodities. Two different types of small farm reservoir (SFR) were constructed in the micro catchment for the research, i.e. a) SFR built with concrete, b) SFR built without concrete. SFR built with concrete had higher water available for irrigation, which is 34% higher compared to SFR without concrete. In addition, the empirical equation that was used in this research was quite reliable in predicting colected water in the SFRs. Using 80% monthly rain probability, on average one small farm reservoir with dimension 8 m x 2m x 2 m was able to supply irrigation water for 100 m2 horticulture plants for the whole growing period. Keywords: Small farm reservoir, dry season, irrigation, dryland farming.
APPLICATION OF ENDOPHYTIC BACTERIA AND MYCORRHIZAL TOWARD N, P, AND K CONTENT OF PEPPER SEEDLING: APLIKASI BAKTERI ENDOFIT DAN MIKORIZA TERHADAP KANDUNGAN UNSUR N, P DAN K PADA PEMBIBITAN TANAMAN LADA Hazra, Fahrizal; Gusmaini, Gusmaini; Wijayanti, Devi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.01 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.42-49

Abstract

Aplikasi formula bakteri endofit dan mikoriza diharapkan mampu memperbaiki kualitas pembibitan pada tanaman lada. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formula bakteri endofit dan mikoriza terhadap serapan hara N, P, dan K pada tanah Podsolik Jasinga serta pertumbuhan lada pada fase pembibitan. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang dikelompokkan berdasarkan ulangan. Formula bakteri endofit jenis (B2), (B3) dan tanpa bakteri (B0) sebagai faktor pertama. Mikoriza dengan tiga taraf yakni tanpa mikoriza (M0), 10 g tanaman-1 (M1) dan 20 g tanaman-1 (M2) sebagai faktor kedua. Perlakuan yang diuji sebanyak 9 kombinasi dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Setiap ulangan diwakili 5 tanaman, sehingga terdapat 135 tanaman. Secara umum formula bakteri endofit jenis B2 dan mikoriza 10 g tanaman-1 (M1) lebih baik dalam meningkatkan fase vegetatif tanaman lada. Kata kunci:  Bakteri endofit , mikoriza, tanaman lada.
THE DIVERSITY OF COLLEMBOLA AND GROUND SURFACE INSECTS AT DIFFERENT AGES OF OIL PALM PLANTATIONS (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.): KEANEKARAGAMAN COLLEMBOLA DAN SERANGGA PERMUKAAN TANAH DI BERBAGAI UMUR PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) Putri, Kartika; Santi, Ratna; Aini, Sitti Nurul
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.096 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.36-41

Abstract

Keberadaan Collembola dan serangga tanah pada umur perkebunan kelapa sawit yang berbeda dapat menandakan kualitas dan kesuburan tanah yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  keanekaragaman Collembola dan serangga permukaan tanah sebagai indikator kesuburan tanah pada perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni ? Juli 2018 di perkebunan kelapa sawit milik petani Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka pada umur tanaman kelapa sawit 3 tahun, 5 tahun, dan 13 tahun dan dilanjutkan identifikasi keanekaragaman Collembola dan serangga tanah di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif korelasional dengan teknik survei dan teknik purposive sampeling menggunakan perangkap jebak pitfall trap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keanekaragaman Collembola dan serangga tanah perkebunan kelapa sawit termasuk dalam katagori sedang. Keanekaragaman paling tinggi terdapat pada umur tanaman 3 tahun dengan nilai 2.098. Korelasi keanekaragaman Collembola dan serangga tanah dengan C-organik tanah memiliki korelasi yang positif. Kata kunci: kesuburan tanah, C-organik, identifikasi, pitfall trap.
APPLICATION OF MAPDAS MODEL FOR MICRO-WATERSHEDS HYDROLOGICAL CHARACTERISTICS SIMULATION DOMINATED BY OIL PALM PLANTATION: APLIKASI MODEL MAPDAS UNTUK SIMULASI KARAKTERISTIK HIDROLOGI DAS MIKRO YANG DIDOMINASI PERKEBUNAN SAWIT Pidin, Faqihna; Tarigan, Suria Darma; Kartiwa, Budi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.917 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.30-35

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dalam ekspansi perkebunan berpotensi menyebabkan degradasi tanah, yang dapat menyebabkan kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Model hidrologi sangat penting untuk mensimulasikan fluktuasi debit dari dampak perubahan penggunaan lahan diperkebunan. Penelitian ini menggunakan Model MAPDAS untuk tujuan simulasinya. Model MAPDAS menggunakan 4 (empat) parameter input utama simulasi, meliputi: koefisien aliran permukaan (Kr), waktu jeda, kecepatan aliran jaringan hidrografi, dan kecepatan aliran lereng. Tujuan dari penelitian adalah untuk, 1) Menguji akurasi hasil hidrograf aliran permukaan pada Model MAPDAS pada metode penentuan hujan efektif; dan 2) melakukan kajian karakteristik hidrologi DAS mikro khususnya aliran permukaan dengan lahan yang didominasi tanaman kelapa sawit menggunakan Model MAPDAS pada 3 skenario penentuan hujan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Model MAPDAS dengan input curah hujan berdasarkan metode koefisien runoff (Kr), indeks infiltrasi (F) dan SCS-CN didapat nilai Kr berkisar antara 12%-70%. Model MAPDAS mampu mensimulasikan karakteristik hidrologi dengan baik. Dilihat dari nilai hasil uji CE lebih besar dari 0.7, yang menyatakan bahwa model ini memiliki akurasi yang tinggi sampai sangat tinggi. Kata kunci: Model MAPDAS, Koefisien aliran permukaan (Kr), Penentuan hujan efektif
CONFORMITY OF LAND USE WITH SPATIAL PATTERN AND DIRECTION OF GREEN OPEN SPACE DEVELOPMENT IN SOUTH BENGKULU REGENCY: KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN POLA RUANG DAN ARAHAN PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN Sitorus, Santun R.P.; Mustamei, Engge; Mulya, Setyardi Pratika
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.277 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.21-29

Abstract

Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan wilayah yang terus berkembang, terbukti dengan sedang dilakukannya pengajuan Manna sebagai ibukota Kabupaten menjadi sebuah kota. Tahun 2016, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat sebesar 23.61% dibandingkan tahun 2015, dan pada tahun 2015 meningkat 19.76% dibandingkan tahun 2014. Hal ini merangsang pertumbuhan penduduk dan pusat-pusat pertumbuhan baru dengan cepat, sehingga mendorong terjadinya perubahan penggunaan dan kepemilikan lahan, serta munculnya usaha-usaha baru dibidang perekonomian. Kegiatan pemanfaatan lahan harus selalu dievaluasi dengan berpedoman pada rencana tata ruang wilayah (RTRW). Pengembangan wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan dengan Manna sebagai Ibukota harus berwawasan lingkungan (green city) sesuai dengan UU Penataan Ruang No 26 Tahun 2007, yaitu memenuhi kebutuhan minimal ruang terbuka hijau (RTH) (30%) yang terdiri dari RTH publik (20%) dan RTH privat (10%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penggunaan lahan eksisting Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2018, mengevaluasi keselarasan penggunaan lahan dengan rencana pola ruang RTRW, mengetahui jenis dan luas penyebaran RTH di Kota Manna tahun 2018, dan menyusun arahan rencana pengembangan RTH. Hasil penelitian menunjukkan ada 8 jenis penggunaan lahan eksisting Kabupaten Bengkulu Selatan yang terdiri atas hutan seluas 55,861.0 ha (47.91%), industri seluas 56.2 ha (0.05%), permukiman seluas 2,617.4 ha (2.24%), perkebunan seluas 43,186.7 ha (37.04), sawah seluas 7,257.8 ha (6.23%), lahan terbuka/semak belukar seluas 548.5 ha (0.47 %), tegalan seluas 4,669.3 ha (4.01%), dan tubuh air seluas 2,389.8 ha (2.05%). Luas penggunaan lahan yang selaras dengan pola ruang RTRW adalah sebesar 84,823.7 ha (73%), penggunaan lahan yang transisi sebesar 27,115.0 ha (23%), dan penggunaan lahan yang tidak selaras sebesar 4.648.0 ha (4%). Penggunaan lahan yang selaras disarankan untuk dilanjutkan. Penggunaan lahan yang tidak selaras disarankan pengembangan lebih lanjut untuk dihentikan. Penggunaan lahan yang bersifat transisi disarankan untuk digunakan sesuai dengan pola ruang RTRW. Luas RTH publik eksisting Kota Manna masih kurang (-23.2 ha) berdasarkan luas wilayah, tetapi sudah melebihi kebutuhan berdasarkan jumlah penduduk (2,515.3 ha). Pengembangan RTH publik dilakukan pada lahan prioritas 1 dengan luas 38.6 ha karena sudah mencukupi kebutuhan RTH publik berdasarkan luas wilayah. Kata kunci: Keselarasan, Penggunaan lahan, RTH Privat, RTH Publik, RTRW
THE CHARACTERIZATION OF NITRATE RELEASE ON ANDISOLS IN WEST AND CENTRAL JAVA: KARAKTERISASI PELEPASAN NITRAT PADA ANDISOL DI JAWA BARAT DAN JAWA TENGAH Hartono, Arief; Anwar, Syaiful; Ruliana, Novianti
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.169 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.16-20

Abstract

Tanah Andisol tersebar luas di Indonesia dengan luas total mencapai 5.4 juta ha. Tanah-tanah ini digunakan secara luas oleh petani sebagian besar untuk pertanian hortikultura dan perkebunan teh, dan sebagian kecil untuk peternakan. Karakteristik pola pelepasan anion nitrat sangat spesifik lokasi sehingga perlu diteliti lebih jauh sifat-sifat kimia tanah apa saja yang berpengaruh terhadap pola pelepasan nitrat pada Andisol di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah: (i) mengkarakterisasi sifat kimia Andisol, (ii) mengkarakterisasi pola pelepasan nitrat pada Andisoldengan sifat kimia yang berbeda, (iii) mendapatkan hubungan antara sifat-sifat kimia tanah dengan pola pelepasan nitrat pada Andisol di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Percobaan pelepasan nitrat dilakukan dengan metode inkubasi. Jumlah nitrat yang terlepaskan dalam penelitian ini disimulasikan dengan menggunakan persamaan first order kinetic. Berdasarkan hasil analisis, sifat-sifat kimia tanah Andisol di Jawa Barat dan Jawa Tengah bervariasi. Pelepasan nitrat pada Andisol Lembang, Pangalengan, Sukamantri, dan Dieng secara umum semakin menurun dengan meningkatnya kedalaman tanah pada satu profil tanah dan semakin meningkat dengan meningkatnya waktu inkubasi. Hasil uji korelasi sederhana menunjukkan bahwa untuk nitrat maksimum yang dapat dilepaskan (N0) memiliki korelasi yang tidak nyata dengan sifat-sifat kimia tanah yang dianalisis. Hal ini menunjukkan bahwa nitrat sangat mobil di dalam tanah. Walaupun demikian N0 berkorelasi positif dengan C organik, N total, Fe-oksalat (Feo), Al-dithionite dan Fe-dithionite. Sebaliknya N0 berkorelasi negatif dengan Al-oksalat (Alo), dan Alo + ½ Feo.  Sedangkan untuk konstanta kecepatan pelepasan nitrat (k) berkorelasi negatif dengan semua sifat tanah tersebut kecuali dengan dengan Fe-dithionite yang mempunyai korelasi positif. Hasil ini menyimpulkan bahwa pelepasan nitrat pada Andisol punya kemungkinan meningkat dengan meningkatnya kadar C organik dan N total tanah akan tetapi menurun dengan meningkatnya Alo + ½ Feo. Alo + ½ Feo juga mempunyai kemungkinan menurunkan kecepatan pelepasan nitrat pada Andisol. Kata kunci: Andisols, pelepasan nitrat, sifat kimia tanah
THE EXPERIMENT OF THE AVAILABILITY OF SILICA SOLUBILITY ON FUEL AND NON FUEL TRASS: UJI KELARUTAN SI TERSEDIA PADA TRASS BAKAR DAN NON BAKAR Amin, Mirawanty; Nugroho, Budi; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.583 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.13-15

Abstract

This research was conducted to determine the available Si between burned trass and unburned trass, also to determine the best formula to be used as silica fertilizer. This research was conducted at the Laboratory of Soil Chemistry and Fertility, Department of Soil Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, IPB University. The experimental design was the split-plot with the main plot consisted of burned trass and unburned trass, and the subplot consisted of combination dosage of trass and CaCO3, those were 100% trass, 83.33% trass + 16.67 CaCO3, 66.67.% trass + 33.33% CaCO3, each treatment was replicated three times, resulting in 18 experiment units. The result showed that the burned trass showed the highest available Si compared to the unburned trass. The combination of 83% trass + 17% CaCO3 showed the highest available Si of those were 120.02 ppm, 72.67 ppm and 53.43 ppm, respectively with extractant of ammonium acetate pH 4.8, 0.5 M HCl and H2O. Keywords: CaCO3, fertilizer, silica, trass
SOIL PRODUCTIVITY INDEX BASED ON SOIL TAXONOMY AND ITS CORRELATION WITH COFFEE PRODUCTIVITY IN SEVERAL SOIL ORDERS: INDEKS PRODUKTIVITAS TANAH BERBASIS SOIL TAXONOMY DAN KORELASINYA DENGAN PRODUKTIVITAS KOPI PADA BEBERAPA ORDO TANAH Hadi, Rizky Maulidita Pratama; Sutikto, Tarsicius; Bowo, Cahyoadi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.84 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.7-12

Abstract

Penilaian indeks produktivitas (IP) berbasis taksonomi tanah merupakan salah satu model yang sederhana dan bersifat relatif tetap, sehingga model ini sangat menjanjikan untuk kepentingan praktis dalam skala regional, namun sampai saat ini pengujian-pengujian lapangan menyangkut keakuratan model tersebut untuk tanaman tahunan masih belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan aplikasi model IP berbasis taksonomi tanah untuk tanaman kopi, yang dimanifestasikan dalam bentuk tingkat keeratan hubungan antara IP dengan produktivitas kopi robusta. Penelitian dilaksanakan di enam lokasi perkebunan kopi yang berada di wilayah Kabupaten Jember dan Banyuwangi, yaitu kebun kopi Sidomulyo (kebun rakyat), Rayap-1 dan Rayap-2, Tretes, Kampung Tengah, dan kebun Gumitir (kebun PTPN XII). Di setiap lokasi dibuat satu profil tanah pewakil berukuran 1 x 1,5 m dengan kedalaman 1 m untuk keperluan pencanderaan morfologi tanah dan analisis sifat-sifat fisika dan kimia setiap lapisan tanah. Analisis sifat-sifat tanah meliputi tekstur tanah, pH (H2O) dan pH (KCl), C-Organik tanah, kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa. Berdasarkan hasil pencanderaan dan sifat-sifat fisika kimia di enam lokasi penelitian tersebut, diperoleh empat jenis tanah tingkat subgrup, yaitu Typic Udorthents untuk kebun Sidomulyo (IP = 6); Typic Dystrudepts untuk kebun Rayap-2 (IP = 7); Typic Hapludalfs untuk kebun Rayap-1, Kampung Tengah dan Tretes (IP = 10);; serta Typic Eutrudepts untuk kebun Gumitir (IP = 11). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IP mempunyai hubungan positif sangat kuat dengan produktivitas kopi robusta (r = 0,84) dalam bentuk model linier sederhana, semakin tinggi IP produktivitas kopi robusta semakin meningkat. Kata kunci: Indeks Produktivitas Tanah, Taksonomi Tanah, Produktivitas Kopi robusta
EVALUASI KINERJA DAERAH IRIGASI CIKEUSIK BERDASARKAN PETUNJUK PELAKSANAAN GABUNGAN PENILAIAN KINERJA IRIGASI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT (PUPR) TAHUN 2017: PERFORMANCE EVALUATION CIKEUSIK IRRIGATION AREA BASED ON COMBINED INSTRUCTIONS FOR ASSESSMENT OF IRRIGATION PERFORMANCE OF THE MINISTRY OF PUBLIC AND HOUSEHOLD HOUSING (PUPR) IN 2017 Ananda, Kiki Rishki; Rachman, Latief Mahir; Tarigan, Suria Darma
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.541 KB) | DOI: 10.29244/jitl.21.1.1-6

Abstract

Daerah irigasi (D.I.) Cikeusik dibangun pada tahun 1883 dan mulai beroperasi pada tahun 1884, namun saat ini sudah tidak beroperasi secara optimum. D.I. Cikeusik terletak di Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Sektor pertanian yang terdapat di daerah tersebut memiliki potensi yang sangat baik. Kecamatan Cikeusik mempunyai lahan pertanian seluas 650 ha. Jaringan irigasi di D.I. Cikeusik mencakup jaringan irigasi teknis yang memiliki sembilan buah pintu sadap. Saat ini irigasi Cikeusik mengalami perubahan dalam pemasokan air ke petak tersier, air yang dipasok tidak tercukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja D.I. Cikeusik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan petunjuk pelaksanaan gabungan penilaian kinerja sistem irigasi utama dan tersier kementerian PUPR 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Kinerja Sistem Irigasi (NKSI) sebesar 64.86% termasuk kategori kinerja irigasi masih kurang.

Page 1 of 22 | Total Record : 211


Filter by Year

1999 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2019): Journal of Soil Science and Environment Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol. 20 No. 2 (2018): Journal of Soil Science and Environment Vol. 20 No. 1 (2018): Journal of Soil Science and Environment Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 2 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 1 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan More Issue