cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Planologi Sultan Agung
ISSN : 26155257     EISSN : 26155257     DOI : -
Jurnal Planologi is a journal study of urban and regional planning issued by the Department of City and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia. the articles are published every six months, that is, April and October (2 issues per year). The editor receives scientific articles and research results in accordance with the nature is Regional and City Planning
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
EVALUASI KUALITAS ASET RUANG TERBUKA HIJAU DI KOMPLEK PERKANTORAN PEMERINTAH KOTA CIMAHI Fadjarwati, Nurlaila; Angestiwi, Tiafahmi; Noviani, Putri Cantika
Jurnal Planologi Vol 16, No 1 (2019): April, 2019. Thema Lahan dan Perkotaan
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.966 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v16i1.4299

Abstract

ABSTRACTUrban green open space (RTHKP) is an important component in each City Regency. The green space owned by Cimahi reaches 13.60% from a minimum of 30%. One of the RTH in Cimahi City is in the Cimahi City Government Office Complex with an area of 11,115m2. RTH assets are used for parks, motorbike parking lots for guests and the ASN of Cimahi City Government and the rest are still unregulated open green space. The purpose of this study is to describe and define existing problems. The research method in this case study is a descriptive method with a qualitative approach. While the data collection techniques used include scientific observation, interviews and documentation studies. The results of evaluating the quality of RTH assets in the Cimahi City Government office complex are the surrounding communities and visitors need green open space with vegetation, facilities that are complete and attractive. Because the vegetation, facilities are incomplete and unattractiveKey Word: Evaluation of green open space, green open space  ABSTRAK Ruang terbuka hijau kawasan perkotaan (RTHKP) merupakan suatu komponen penting di setiap Kota/Kabupaten. RTH yang dimiliki kota Cimahi baru mencapai 13,60% dari minimal 30%. Satu di antara RTH yang ada di Kota Cimahi berada di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi dengan luas lahan 11.115m2. Aset RTH tersebut digunakan untuk taman, tempat parkir sepeda motor para tamu maupun ASN Pemkot Cimahi dan sisanya masih menjadi RTH yang tidak tertata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan mendefinisikan permasalahan yang ada. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu meliputi observasi ilmiah, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari evaluasi kualitas aset RTH di komplek perkantoran Pemerintah Kota Cimahi adalah masyarakat sekitar dan pengunjung membutuhkan RTH dengan vegetasi, fasilitas dan sarana yang lengkap dan menarik. Karena vegetasi, fasilitas dan sarana yang ada tidak lengkap dan tidak menarik.Kata kunci: Evaluasi Kualitas Ruang Terbuka Hijau, Ruang Terbuka Hijau
KARAKTERISTIK KORIDOR JALAN DITINJAU DARI FISIK RUANG STUDI KASUS : KORIDOR JALAN MT HARYONO KOTA KENDARI Asha, Fikrani Fadhilla; Rochani, Agus
Jurnal Planologi Vol 14, No 1 (2017): April 2017. Thema Permasalahan Transportasi Perkotaan
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.47 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v14i1.3857

Abstract

ABSTRACTUrban economic growth is gradually change the land use from the residential into commercial. This kind of development character could decrease the quality of the physical space and its impact that the cities were losing its? character. Shop-lined along the road is not good in terms of the aesthetics of the city. These symptoms appear during the difficult of road users to identify their location. The elements in the corridors look physically diverse, random and not unique to easily recognizable because of those problems the need for the study of the physical characteristics of the corridor space Jl. MT Haryono is had to be done which is one of the commercial corridor in Kendari so that it can be seen should be noticed in order to accommodate changes.The method that used in this study is a qualitative method that aims to make a systematic description or picture of the physical characteristics of the corridor space Jl. MT Haryono, stock of knowledge that is presented in the study of the theory does not become limiting the study but is used as an opening insight to recognize the object of research. The analysis technique used is the visual analysis, and descriptive empirical. While the discussion is done by using several approaches. The output generated is the physical characteristics of the corridor space Jl. MT Haryono as seen from the path element, enclosure space, architectural pattern and street trees surrounding the corridor. The research results are influenced by the characteristics of the corridor function ± 80% of commercial buildings including the type of large commercial building plots with a single function or mix-used, and the type of commercial building single row. Commercial buildings represent the value of local distinctiveness and uniqueness in social and economic activities are shown through the decomposing of  the southeast Sulawesi?s custom house.Keywords: Characteristics,Corridor
TITIK NOL KILOMETER KOTA YOGYAKARTA SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK DITINJAU DARI DIMENSI FUNGSIONAL, SOSIAL, DAN VISUAL Kusumaning Wardhani, Mustika
Jurnal Planologi Vol 15, No 1 (2018): April, 2018. Thema Fasilitas Perkotaan dan Heritage
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.464 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v15i1.2739

Abstract

Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota dengan warisan kebudayaan yang kaya akan makna filosofi hidup bagi warga masyarakatnya. Salah satu bagian dari kebudayaan Jawa adalah kegiatan sosial masyarakatnya yang diwadahi pada ruang terbuka publik. Ruang publik adalah bagian dari unsur elemen yang menggambarkan citra perkotaan sebagai ruang interaksi sosial dan menjadi ikon sebuah kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kawasan titik nol kilometer Kota Yogyakarta sebagai ruang terbuka publik ditinjau dari dimensi fungsi, dimensi sosial, dan dimensi visual. Metode penelitian yang digunakan yaitu berupa deskriptif kualitatif dengan menjelaskan peran ruang terbuka publik dengan menggunakan analisa grafis. Hasil dari analisi menunjukkan bahwa kawasan   titik   nol   kilometer merupakan ruang terbuka publik yang   memuat   berbagai   macam kegiatan yang membentuk interaksi sosial penggunanya dari berbagai kalangan masyarakat. Sedangkan dari aspek dimensi fungsi, sosial, dan visual membentuk sense of place dengan karakter yang kuat, unik, dan khas.  Kata Kunci: Ruang publik, Titik nol Kilometer Yogyakarta, Dimensi Perkotaan
MAPPING IDENTIFICATION OF POTENTIAL CULTURAL TOURISM AREAS STUDY CASE: KAMPUNG PARIKAN, SURABAYA CITY sucipto, sucipto; Rukmana, Siti Nuurlaily
Jurnal Planologi Vol 16, No 2 (2019): Oktober, 2019. Thema Pengelolaan Lahan dan Wisata
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3954.436 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v16i2.5042

Abstract

ABSTRACKMapping the tourism potential will facilitate the process of development and management. The community of Kampung Parikan has not been able to map the current tourism potential. It impacts on the direction and plans for the supervision of the village?s management and development. This study aims to identify the characteristics of the area and to map the potential of the Kampung Parikan, Surabaya. The research methodology uses descriptive qualitative and evaluative descriptive through scoring techniques (see the existence of the existing by adopting regulations Gubernur Yogyakarta No 36 Tahun 2014 About Culture Village / Village as an indicator of area / village / village / village culture). The results show that Kampung Parikan, Surabaya was appointed as the first Cultural Village by the Government of Surabaya City on March 1, 2018. Some of the potential attractions include Ludruk Community, Manunggaling Dwi Budoyo Art Performance, and Gadukan Bags. The results of calculations indicate that Kampung Parikan is in accordance with indicators of cultural villages with a score of 63,6%. So that Parikan Village in Surabaya City deserves to be a cultural tourism village.Keywords: Tourism Atrraction, Cultural tourism, Kampung Parikan  ABSTRAKPemetaan potensi wisata akan memudahkan dalam proses pengembangan dan pengelolaan. Masyarakat kampung parikan masih belum mampu melakukan pemetaan potensi wisata yang ada. Hal tersebut, berdampak terhadap arah dan rencana manejemen pengelolaan dan pengembangan kampung tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik wilayah dan dilanjutin dengan pemetaan potensi kampung budaya Parikan Kota Surabaya. Metodologi penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif evaluatif melalui teknik skoring (melihat keberadaan eksisting dengan mengadopsi Peraturan Gubernur Yogyakarta No 36 Tahun 2014 Tentang Desa/Kelurahan Budaya sebagai indikator kawasan/desa/kelurahan/kampung budaya). Hasil penelitian menunjukan bahwa Kampung Parikan Kota Surabaya telah ditetapkan sebagai Kampung Budaya pertama oleh Pemerintah Kota Surabaya pada Tanggal 1 Maret 2018. Beberapa potensi yang menjadi daya tarik wisata Komunitas Ludruk, Pagelaran Seni Manunggaling Dwi Budoyo dan Tas Gadukan. Berdasarkan hasil penghitungan bahwa Kampung Parikan sesuai dengan indikator kampung budaya dengan skor 63,6%. Sehingga Kampung Parikan Kota Surabaya layak menjadi kampung wisata budaya.Kata Kunci: Atraksi wisata, Wisata budaya, Kampung Parikan
PENGARUH AKTIVITAS ZIARAH TERHADAP RUANG PUBLIK ALUN-ALUN STUDI KASUS : KAWASAN PEMAKAMAN SUNAN BONANG Allan, Lidya Mahardhika; Karmilah, Mila
Jurnal Planologi Vol 14, No 2 (2017): Oktober 2017. Thema Open Space dan Pasar Tradisional
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.339 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v14i2.3867

Abstract

Tuban town square are included in one of the utilization of active open space in the Tuban area. The town square is located in the city center and near of the many tourism objects in Tuban. One of them such us Sunan Bonang Funeral. The goals of this study are to verivy the effect of pilgrimages acivity to the public open space of Tuban town square. The Targets to be achieved, such us :1) Identification the effect based on characteristics Type of Activities in the Sunan Bonang Funeral Pilgrimage Area, 2) Identification the effect based on characteristics Type of activity Around the Public Open Space, 3) Analysing the factors that affect the pilgrimage activity to the public open space. 4) Verivy the affectthe pilgrimage activity to the public open space. Hypothesisin this studyare have or have no effect of pilgrimage activitytothe public open space of Tuban town square.So it can be seen the factors that effect of the pilgrimage activity to the public open space, and also presence the effect caused by pilgrimage activity to the public open space of Tuban town square.Keywords: Activity, Pilgrimage area, Public Open Space
KAJIAN KONDISI FISIK TERMINAL LEUWIPANJANG BERDASARKAN PERSEPSI PENUMPANG Angestiwi, Tiafahmi
Jurnal Planologi Vol 15, No 1 (2018): April, 2018. Thema Fasilitas Perkotaan dan Heritage
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.744 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v15i1.2660

Abstract

Leuwipanjang terminal is a passenger terminal serving AKDP and AKAP. UPTD Terminal is required to provide convenient facilities for passengers during activities within the Terminal. Physically, terminal facilities cover two important aspects of maintenance and availability of terminal facilities. Therefore, to know the physical performance of the terminal, conducted a review of the results of maintenance and service. This study aims to determine the perception of passengers on the maintenance results by UPTD Terminal and Terminal physical facilities services. The research method used is descriptive research method. While the data collection techniques used include observation and questionnaires. Analysis of data processing using descriptive analysis and theoretical comparison analysis. From the result of research, it can be concluded that the study of maintenance activity is considered not good. While the study of terminal services is considered quite good. In this regard, it is necessary to improve the quality of cleanliness and the quality of the room, as well as to review the terminal services by creating safety, security, reliability and regularity, convenience, convenience or affordability, and equity.Key Word: Passenger terminal, physical condition of the building, maintenance activities, terminal servicesTerminal Leuwipanjang merupakan terminal penumpang yang melayani AKDP dan AKAP. UPTD Terminal dituntut untuk menyediakan sarana yang nyaman untuk penumpang selama berkegiatan di dalam Terminal. Secara fisik, sarana terminal mencakup dua aspek penting yakni hasil pemeliharaan dan ketersediaan fasilitas terminal. Oleh karena itu untuk mengetahui kinerja fisik terminal, dilakukan kajian terhadap hasil pemeliharaan dan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penumpang terhadap hasil pemeliharaan oleh UPTD Terminal dan pelayanan fasilitas fisik Terminal. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi dan kuesioner. Analisis pengolahan data menggunakan analisis deskriptif dan analisis perbandingan secara teoritis. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kajian terhadap kegiatan pemeliharaan dinilai kurang baik. Sedangkan kajian terhadap pelayanan terminal dinilai cukup baik. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan peningkatan kualitas kebersihan dan mutu ruangan, serta upaya mengkaji pelayanan terminal dengan menciptakan keselamatan, keamanan, keandalan dan keteraturan, kenyamanan, kemudahan atau keterjangkauan, serta kesetaraan.Kata Kunci: Terminal penumpang, kondisi fisik bangunan gedung, kegiata pemeliharaan, pelayanan terminal
PENGELOLAAN EKOSISTEM GAMBUT SEBAGAI UPAYA MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sudrajat, Agus Sarwo Edy; Subekti, Sri
Jurnal Planologi Vol 16, No 2 (2019): Oktober, 2019. Thema Pengelolaan Lahan dan Wisata
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.611 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v16i2.4459

Abstract

ABSTRACKPeat ecosystems are one of the potential natural resources that are very rich in biodiversity. Global warming is a process of increasing the temperature of the earth. One of the effects of global warming is changing climate characterized by changes in temperature and rainfall. One of the impacts of this is the occurrence of peatland fires, especially in the dry season. Based on this, it is necessary to do management of peatlands as an effort to mitigate climate change and maintain unspoiled peatland areas. Result from this text is knowing how to manage peat ecosystem on South Kalimantan, so if the peat ecosystem can be protect and then the climate be controlled.Keywords: Peatlands, Mitigation, Management, Climate Change ABSTRAKEkosistem gambut menjadi salah satu potensi sumber daya alam yang melimpah dengan keanekaragaman hayati. Pemanasan global disebut juga sebagai suatu proses kenaikan temperature di bumi, dimana efek dari pemanasan global ini yaitu perubahan iklim dengan ditandai adanya perubahan suhu dan curah hujan. Salah satu dampak dari hal tersebut adalah terjadinya kebakaran lahan gambut khususnya pada musim kemarau. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukannya pengelolaan ekosistem lahan gambut sebagai upaya untuk mitigasi perubahan iklim dan mempertahankan areal lahan gambut yang masih alami. Hasil akhir dari tulisan ini adalah mengetahui cara pengelolaan ekosistem gambut di Kalimantan Selatan, sehingga apabila ekosistem gambut terjaga maka perubahan iklim dapat dikendalikan.Kata Kunci: Lahan Gambut, Mitigasi, Pengelolaan, Perubahan Iklim
POLA PERGERAKAN “PASAR TIBAN” KOTA PEKALONGAN Hartini, Dwi; Kautsary, Jamilla
Jurnal Planologi Vol 14, No 2 (2017): Oktober 2017. Thema Open Space dan Pasar Tradisional
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.477 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v14i2.3872

Abstract

Community activities in the commercial sector have an impact on the economic development of the city which is the influence of the city development into a town center trade. one of which is the existence of market tiban. A consequently of market activity tiban cause problems such as disrupting the flow of traffic as well as general merchandise facilities held alongside a road or along the corridor on the right or left, so that it is distrub traffic flow. The purpose of this study to find patterns in the market movement tiban Pekalongan. In this study, use a qualitative descriptive approach rationalistic. To achieve the goal of the analysis is then performed 3 analyzes the spatial pattern of movement does not include time tiban market movements, modes of movement, and activity systems analysis contained in tiban market, analysis of spatial movement patterns include cross- sectional analysis of the road corridor, stall dimensions, system settings tiban market, and movement patterns tiban market, and analyzes the factors behind the choice of location which is distance tiban market location, location tiban traders in the market, the similarity of merchandise, consumer offerings, the number of visitors, and mindset. Based on the analysis the pattern of market movements in Pekalongan tiban following reasons traders in making trading location and tiban market always occur on the same day and location. The recommendations contained in this study the need for regulation and supervision of the government in market activity in Pekalongan to minimize the problems effect of market activity tiban. There needs to be awareness of traders and buyers in the market tiban activities to keep abreast of the prevailing order in Pekalongan. There a good management of community market tiban to be organized and able to maximize the benefits of market tiban as evening entertainment for the citizens of Pekalongan.  
KAJIAN OBJEK WISATA SEJARAH BERDASARKAN KELAYAKAN LANSKAP SEJARAH DI KOTA PALEMBANG Sukmaratri, Myrna
Jurnal Planologi Vol 15, No 2 (2018): Oktober, 2018. Thema Kawasan Cagar Budaya dan Perkembangan Kota
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.25 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v15i2.3071

Abstract

ABSTRACTAs a city incorporated within the Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Palembang City certainly has the potential of historical and cultural assets that can be utilized as a tourist attraction. However, tourists who visit the historical attractions in Palembang is still dominated by domestic tourists and even local tourists. Though the historical tourist attraction actually has the potential to bring in more tourists when balanced with optimal development. The purpose of this study is to analyze the potential of historical attractions based on the feasibility of the historical landscape. Scoring analysis techniques used to evaluate the value of the feasibility historical landscape as a tourist attraction so the potential class is obtained. Scoring results obtained that Kawah Tengkurap and Kampung Kapitan included in the low category. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Makam Ki Gede Ing Suro, and Kampung Assegaf included in medium category. Meanwhile, the tourist attractions are included in the high category areBenteng Kuto Besak, Kampung Al Munawar, Taman Purbakala Kerjaan Sriwijaya, Bukit Siguntang, Museum Balaputra Dewa, and Jembatan Ampera.Keywords: History Tour, Landscape History, Palembang City  ABSTRAKSebagai kota yang tergabung di dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Kota Palembang tentu memiliki potensi aset sejarah dan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata. Namun, wisatawan yang berkunjung pada objek wisata sejarah di Palembang masih didominasi wisatawan nusantara bahkan wisatawan lokal. Padahal objek wisata sejarah tersebut sebenarnya memiliki potensi mendatangkan lebih banyak wisatawan manakala diimbangi dengan pengembangan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi objek wisata sejarah berdasarkan kelayakan lanskap sejarah. Teknik analisis skoring digunakan untuk mengevaluasi nilai kelayakan lanskap sejarah sebagai objek wisata sehingga didapatkan klas potensi. Dari hasil skoring didapatkan Kawah Tengkurap dan Kampung Kapitan termasuk dalam kategori rendah. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Makam Ki Gede Ing Suro, dan Kampung Assegaf termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan, objek wisata yang termasuk dalam kategori tinggi yakni Benteng Kuto Besak, Kampung Al Munawar, Taman Purbakala Kerjaan Sriwijaya, Bukit Siguntang, Museum Balaputra Dewa, dan JembatanAmpera.Kata Kunci: Wisata Sejarah, Lanskap Sejarah, Kota Palembang
ANALISIS FISIK PENGGUNAAN JALUR PEDESTRIAN SEBAGAI FASILIAS PUBLIK STUDI KASUS: JALUR PEDESTRIAN DI PENGGAL JALAN PENGERAN DIPONEGORO, KENARI, SENEN, JAKARTA PUSAT Karim, Malik Al
Jurnal Planologi Vol 16, No 1 (2019): April, 2019. Thema Lahan dan Perkotaan
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11224.62 KB) | DOI: 10.30659/jpsa.v16i1.4042

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk melihat kondisi penggunaan jalur pedestrian penggal jalan Diponegoro, Jakarta Pusat yang mempunyai berbagai macam karakteristik, mulai dari jalur pedestrian yang sudah dilakukan pelebaran, jalur pedestrian yang sempit, dan jalur pedestrian yang banyak mengalami kerusakan kondisi fisik. Pada dasarnya jalur pedestrian harus bisa diakses secara aman oleh semua orang termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah hanya penggal jalan Pengeran Diponegoro depan RSCM yang bisa diakses oleh semua orang secara aman, Sedangkan jalur pedestrian disisi lainnya masih banyak hambatan, mulai dari kondisi fisik jalur pedestrian yang rusak sampai penggunaan jalur pedestrian oleh pengendara motor yang melintas pada jalur pedestrian