cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics
ISSN : 26210215     EISSN : 2621489X     DOI : -
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics is a journal of physics that published by Departement of Physics, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The aim of the journal is to disseminate the researches done by researchers both from Indonesian and overseas. This journal focused on physics field including Materials Sciences, Geophysics, Instrumentation Physics, and Theoretical Physics. AL-FIZIYA is also dedicated to preserving the transmission of knowledge of science. The journal welcomes contributions from scholars around the world in the physics field, both in English and Bahasa.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
FINAL PIT PLANNING COAL MINING IN 16 PHASE 2 SEAMS IN PT. KTC COAL MINING & ENERGY, KECAMATAN. PALARAN, SAMARINDA, EAST KALIMANTAN Haryono, Ahmad Fauzan
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.149 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v2i2.12775

Abstract

Mining stage design which is a complex problem in terms of three-dimensional geometry that is always changing, then in this thesis the pit limit, mine sequence design or mining stages are in accordance with the tolerance stripping ratio recommended by the company and the production equipment to be used in order to obtain production targets the optimal. The research was conducted using software to design the final pit and block model method to calculate the volume. The results of the research that have been carried out obtained 752,930 MT of mined reserves and Over Burden (OB) volumes of 4,439,394 BCM and Stripping Ratio (SR).
SINTESIS DAN ANALISIS STRUKTUR MATERIAL AKTIF KATODA LIFE0,7MN0,2NI0,1PO4 Sarwono, Betty Haifa; Saptari, Sitti Ahmiatri; Prihandoko, Bambang
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.481 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v1i1.8998

Abstract

Abstrak. Sebuah sintesis material katoda LiFe0,7Mn0,2Ni0,1PO4 dengan metode solid-state telah selesai dilakukan. Bahan dasar yang digunakan adalah LiOH.H2O, ?-Fe2O3, MnO2, Ni dan H3PO4. Bahan yang digunakan ada yang berasal dari bahan baku lokal yaitu ?-Fe2O3 dan MnO2 dan sisanya menggunakan bahan import dari china. Pada penelitian ini digunakan variasi waktu sintering yaitu 4 jam, 6 jam,8 jam dan total 10 jam dengan temperatur 800oC. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan pengujian Difraktometer Sinar-X (XRD). Analisis data XRD dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak PDXL Rigaku. Hasil analisis menunjukkan bahwa sintering pada temperatur 800oC selama total 10 jam menghasilkan fasa LiFe0,7Mn0,2Ni0,1PO4 yang satu fasa. Dan co-doping Mn dan Ni berhasil didoping pada LiFePO4. Abstract. Synthesis Cathode material, LiFe0,7Mn0,2Ni0,1PO4, has been synthesized by the solid-state method. Basic materials that used in this research are LiOH.H2O, ?-Fe2O3, MnO2, Ni, and H3PO4. Several basic materials that used in this research obtained from the local raw material such as ?-Fe2O3 and MnO2, and the remaining materials obtained by importing from China. Sintering time in this research are varied from 4 hours, 6 hours, 8 hours, and 10 hours, and all varied time are treated at 800°C. The characterization that used in this research is X-Ray Diffractometer (XRD). XRD data are analyzed using PDXL Rigaku software. The results of this research show that sintering at 800°C during total time 10 hours yields LiFe0,7Mn0,2Ni0,1PO4 in one phase. Co-doping Mn and Ni had been successfully doped in LiFePO4.
ANALISIS SEISMISITAS BERDASARKAN DATA GEMPA BUMI PERIODE 1958-2018 MENGGUNAKAN B-VALUE PADA DAERAH SELATAN JAWA BARAT DAN BANTEN Hilmi, Ilman Luthfi; Sutrisno, Sutrisno; Sunarya, Dede
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.946 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v2i1.10482

Abstract

The area of West Java and Banten, especially is Southern is one of the areas prone to earthquakes, caused by the fact that the area is part of the ring of fire path and the presence of faults that are still active faults, such as the Cimandiri Fault, the Baribis Fault and the Lembang Fault. The purpose of this study is to determine the level of seismic activity, the fragility of the rocks and the level of the return period to make earthquake resistant buildings. The seismotechnical parameters of a region can be calculated using the Frequency-Magnitude relationship with the Guttenberg-Rithcher formulation, namely  by using the Maximum Likelihood method. Based on the results of the research obtained from the combined data of USGS and BMKG, the magnitude of the 4 SR and the depths of 0-300 km. Based on the analysis and distribution of seismicity, it was found that the higher of the frequency the smaller earthquake magnitude is obtained. The results of the seismotechnical parameters provide variations of the b-value in South West Java and Banten around 0.95-1.45, with the highest value in the South of Pandeglang Regency (1.35-1.45) and the lowest in Tasikmalaya District (0.95-1.05). Variations of the a-values of an area around 6.5-9, while the highest value is in the South of Pandeglang Regency (8.5-9) and the lowest in Tasikmalaya Regency (6.5-7). The Seismicity Index is 0.632 and the Seismicity of the largest earthquakes is 0.004. Probability is at a time interval of 20 years with value as follows P (7.20) = 8%; P (7.40) = 15%; P (7.60); 21%. While variation of the return period are with variations of 5 SR = 1-4 years, 6 SR = 15-55 years and 7 SR = 150-550 years
PERANCANGAN SISTEM KONTROL OTOMATIS BERBASIS WEB MENGGUNAKAN RASPBERRY PI 3 PADA SMARTHOME Qorni, Wais Al; Azhar, Anugrah; Yuniarti, Elvan
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.852 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v1i2.9501

Abstract

Biasanya manusia mengontrol perangkat elektronik rumah dengan cara manual tetapi dengan penerapan rumah cerdas maka perangkat elektronik dapat dikontrol dengan menggunakan satu pengontrol pusat saja. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan sebuah mini pc yaitu sebuah perangkat komputer kecil atau mini. Mini pc yang digunakan adalah Raspberry pi, dengan Raspberry Pi yang menerapkan teknologi jaringan wireless dan wire yang dihubungkan dengan teknologi smartphone yang saat ini menjadi reward dalam perkembangan dunia teknologi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kemudahan dalam mengontrol perangkat elektronik yang ada didalam rumah dengan cara pengontrolan terpusat pada sebuah smartphone android. Sistem yang dirancang untuk mengontrol aktif dan non-aktif. perangkat seperti lampu, kipas angin, dan televisi ini dirancang dengan menggunakan LXTerminal pada raspbian, bahasa Python dan Android Studio sebagai sarana untuk membuat perangkat lunaknya. Pengujian dilakukan dengan menampilkan beberapa menu pada display aplikasi disertai dengan meletakkan seluruh perangkat keras yang sudah disusun dengan baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat elektronik seperti lampu, kipas angin, dan televisi berhasil dilakukan pengontrolannya (aktif dan non-aktif).,
PREDIKSI WAKTU BERAKHIRNYA GEMPABUMI SUSULAN DENGAN METODE OMORI, MOGI I, MOGI II, DAN UTSU UNTUK KEJADIAN GEMPABUMI DI LEBAK, BANTEN: TANGGAL 07 JULI 2018 – 17 JULI 2018 Permana, Nanda Ridki
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.384 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v2i2.11602

Abstract

Gempa bumi susulan (aftershocks) merupakan  gempa yang terjadi setelah gempa bumi utama (mainshock) dengan magnitudo yang lebih kecil yang terjadi pada wilayah yang sama. Telah dilakukan penelitian tentang analisis prakiraan waktu berakhirnya gempa bumi susulan di Lebak, Banten pada tanggal 07 Juli 2018 ? 17 Juli 2018 . Metode yang digunakan adalah metode Omori, Mogi I, Mogi II dan Utsu, dimana nilai-nilai konstanta dari persamaan tersebut ditentukan dengan metode Least Square. Data yang diolah merupakan data gempa bumi susulan yang tercatat dari BBMKG Wilayah II Ciputat,Tangerang Selatan. Pada penelitian ini digunakan kasus gempa yaitu gempa Lebak pada tanggal 07 Juli 2018 ? 17 Juli 2018. Waktu berakhirnya gempa bumi susulan untuk gempa bumi Lebak yaitu pada hari ke-11. Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa bumi di Lebak mempunyai tipe gempa yaitu adanya gempa bumi pendahuluan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode yang sesuai untuk memperkirakan waktu berakhirnya gempa bumi susulan di Lebak adalah metode Utsu. Hasil prakiraan untuk Metode Utsu lebih mendekati data aktual daripada metode lainnya. Semakin mendekati waktu (t) berakhirnya gempa bumi susulan maka akan semakin menurun frekuensi gempa n(t) susulan nya.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI KABUPATEN JEMBRANA DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 Istiqomah, Mega Fitria; Sutrisno, Sutrisno; Wijaya, Adi
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.606 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v1i1.8989

Abstract

 Abstrak. Kabupaten Jembrana mempunyai posisi yang strategis secara geografis, sebagai pintu gerbang Bali bagian barat yang merupakan kunci pertukaran dan percampuran budaya serta penduduk. Daerah ini berbatasan langsung dengan Selat Bali sehingga mendapat pengaruh angin laut yang membangkitkan gelombang dan pasang surut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan garis pantai menggunakan teknologi penginderaan jauh pesisir Kabupaten Jembrana tahun 2013 hingga 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh menggunakan citra satelit Landsat 8 dan metode survei lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan garis pantai tahun 2013 sampai 2014 mengalami abrasi sebesar 801.717 m2 dan akresi sebesar 1348.564 m2, tahun 2014 sampai 2015 mengalami abrasi sebesar 4921.561 m2 dan akresi sebesar 388.969 m2, terakhir di tahun 2015 sampai 2016 perubahan akibat abrasi terjadi sebesar 384.637 m2 dan akresi sebesar 4431.331 m2.Abstract.Jembrana district has a strategic position geographically, as the gateway to west Bali which is the key exchange and the mixing of culture as well as residents. This area is directly adjacent to the Strait of Bali so it gets the sea breeze effect that evokes the waves and tides. The purpose of this study was to analyze the changes in the shoreline using remote sensing technology at Jembrana coast in 2013 to 2016. The method used in this research is the method of remote sensing using Landsat 8 satellite imagery and field survey methods to determine the actual condition. These results indicate that changes in the coastline of 2013 to 2014 experience abrasion of 801 717 m2 and accretion amounted to 1348,564 m2,2014 to 2015 experience abrasion of 4921,561 m2 and accretion amounted to 388 969 m2, the last in 2015 until 2016 the changes due abrasion occurs at 384 637 m2 and accretion amounted to 4431,331 m2.  
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KERAMIK MAGNET BAFE12O19 DENGAN VARIASI WAKTU MILLING DAN TEMPERATUR SINTERING Salam, Syaiful Izzuddin; Sanjaya, Edi; Muljadi, Muljadi
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.372 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v2i1.10887

Abstract

In this study, we made ceramic magnet of barium hexaferrite (BaFe12O19) with variation of milling time and sintering temperature by powder metallurgy method. First, barium hexaferrite powder mashed with a rotary ball mill. Milling is done with medium of water (wet milling) for 4 hours and 12 hours. Then, the sample is dried for 24 hours and printed with a load of 8 tons for 1 minute. Then, the pellet-shaped sample sintered at a temperature of 1100 °C and 1200 °C with a holding time of 1 hour. The density and porosity measurements were carried out using the Archimedes Method, phase analysis with XRD, and magnetic flux density using gaussmeter. The highest density were found in samples that were milled for 12 hours and sintered at the temperature of 1200 °C ie 4.495 gr/cm3. In that sample also obtained the lowest porosity  0.89%. From XRD analysis, we knew that hematite (Fe2O3) was found as impurity phase. From gaussmeter, the samples with the highest magnetic flux density were found in samples that were milled for 4 hours and sintered at a temperature of 1200 °C ie 410.3 G.
PENGARUH DOPING NITROGEN, SULFUR, DAN BORON TERHADAP SPEKTRUM ABSORBANSI DAN FOTOLUMINESENSI KARBON DOT ASAM SITRAT Al Ghifari, Alvin Dior; Sanjaya, Edi; Isnaeni, Isnaeni
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.124 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v2i2.11787

Abstract

Telah dilakukan sintesis karbon dot dengan bahan asam sitrat dengan metode pemanasan microwave. Sampel yang dibuat adalah sampel murni dan sampel yang diberi doping. Doping yang digunakan adalah HNO3 untuk doping Nitrogen (N), Na2S2O5 untuk doping Sulfur (S), dan H3BO3 untuk doping Boron (B). Pengujian optik yang dilakukan adalah Absorbansi UV-Vis dan Fotoluminesensi. Sampel karbon dot asam sitrat tanpa doping diuji terlebih dahulu, kemudian karbon dot doping-N, doping-S, dan doping-B diuji. Hasil yang didapat berupa spektrum absorbansi yang merupakan daya serap gelombang sampel yang diuji, dan spektrum fotoluminesensi yang merupakan pendaran sampel yang diuji. Spektrum sebelum pendopingan dibandingkan dengan spektrum setelah pendopingan. Dilakukan analisis perubahan sumbu-x yaitu pergeseran panjang gelombang, dan sumbu-y yaitu kenaikan atau penurunan nilai absorbansi dan intensitas fotoluminesensi. Hasil absorbansi karbon dot asam sitrat murni memiliki dua buah puncak (peak) absorbansi. Pendopingan N dan S tidak mempengaruhi spektrum absorbansi secara signifikan, namun pendopingan B sangat mempengaruhinya pada puncak kedua dengan menggeser 40 nm ke kanan dan menurunkan nilai absorbansi 1,68. Sedangkan hasil fotoluminesensi karbon dot asam sitrat murni memiliki sebuah puncak pada panjang gelombang 502 nm dengan intensitas 758 a.u., atau pendarannya berada dalam daerah warna cyan. Pendopingan N, S, dan B dapat menggeser spektrum fotoluminesensi ke arah warna merah dan nilai terbesar adalah dengan doping S yaitu sebesar 32 nm.
PEMODELAN 2D BATUAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH MAMUJU SULAWESI BARAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK Irsyad, Muhammad; Sutrisno, Sutrisno; Haryanto, Dwi
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.951 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v1i1.8999

Abstract

Abstrak. Batuan merupakan benda yang berasal dari magma yang mendingin di dalam bumi. Untuk mengetahui kondisi batuan perlu di lakukan penelitian. Mamuju merupakan daerah yang sedang hangat dalam perbincangan peneliti tentang bagaimana kandungan di bawah permukaan daerah Mamuju, Sulawesi Barat. Daerah ini juga merupakan daerah yang diteliti oleh instansi-instansi pemerintah termasuk PTBGN-BATAN. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan bawah permukaan bumi. Tujuannya untuk memberikan informasi tentang kondisi baik itu bentuk maupun kedalaman batuan. penelitian ini menggunakan metode magnetik dan metode ini merupakan metode yang tepat untuk membuat model bawah permukaan bumi. Hasil interpretasi kualitatif diperoleh peta kontur intensitas magnetik total dan anomali magnetik. Peta kontur intensitas magnetik total memiliki nilai sebesar 41286,5 ? 42280 nT. Sedangkan anomali magnetik memiliki nilai -760,1 ? 231,8 nT. Daerah A dan daerah B merupakan daerah yang memiliki anomali tinggi. Hasil interpretasi kuantitatif didapat ada 4 model bawah permukaan yang masing-masing terdapat batuan yang sama yaitu batuan breksi dengan nilai suseptibilitas 0,0006 ? 0,00075 satuan cgs dan batuan lava dengan nilai suseptibilitas 0.001 ? 0.0015 satuan cgs. daerah yang dilakukan pemodelan fokus pada daerah Hulu Mamuju, hal ini disebabkan karena menurut peta kontur daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki anomali magnetik yang tinggi.   Abstract. The rocks are objects derived from the magma cooled in the earth. To determine the condition of the rock is necessary to do research. Mamuju is an area that is warm in conversation investigators about how the content of subsurface area Mamuju, West Sulawesi. This area is also the area investigated by government agencies including PTBGN-BATAN. This study aimed to modeling subsurface. The goal is to provide information about the condition of both the shape and depth of rock. This study uses a magnetic method and this method is an appropriate method to create a model of the earth's subsurface. Qualitative interpretation of results obtained contour map of total magnetic intensity and magnetic anomalies. The total magnetic intensity contour map has a value of 41286.5 to 42280 nT. While the magnetic anomaly has a value of -760.1 - 231.8 nT. Area A and area B is an area that has a high anomaly. Results obtained quantitative interpretation there are 4 models of the subsurface that each contained the same rock is rock breccia with values susceptibility of 0.0006 to 0.00075 cgs units and lava rock with susceptibility value 0.001 - 0.0015 cgs unit. modeling area focuses on upstream area Mamuju, this is because according to the contour map of the area is an area that has a high magnetic anomaly.
IDENTIFIKASI LAPISAN BATUAN DI DAERAH BOJONGSARI, DEPOK MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS Septyanto, Bagus; Nafian, Muhammad; Dwiningsih, Nunung Isnaini
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.281 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v1i2.9503

Abstract

Telah dilakukan penelitian berupa identifikasi lapisan batuan dengan menggunakan konfigurasi schlumberger dan konfigurasi dipole-dipole. Setiap konfigurasi terdiri atas tiga lintasan. Hasil yang didapat dari software progress pada lintasan pertama, kedalaman yang didapat hanya 2,1 m dengan jenis batuan yang didominasi oleh tanah lanau dan batuan lapuk. Pada lintasan kedua, kedalaman yang didapat sebesar 9,2 m dengan dominasi air tanah pada kedalaman 3,6 m sampai 12,5 m. Untuk lintasan ketiga, kedalaman yang didapat sebesar 18,5 m dengan dominasi air tanah pada kedalaman 2,7 m sampai 6,2 m. Hasil yang didapat dari software RES2DINV pada setiap lintasan rata-rata terdiri dari 5 sampai 6 lapisan yang didominasi oleh tanah lanau yang mengandung pasir yang memiliki nilai resistivitas berkisar 15 ?m ? 150 ?m, tanah lempung basah lembek yang memiliki nilai resistivitas berkisar 1,5 ?m ? 3,0 ?m, batuan dasar terisi tanah kering yang memiliki nilai resistivitas 316.84 ?m ? 449.10 ?m, tanah lanau basah lembek yang memiliki nilai resistivitas 3 ?m ? 15 ?m dan batuan berkekar yang memiliki nilai resistivitas 150 ?m ? 300 ?m.

Page 1 of 4 | Total Record : 32