cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
Pembuatan Model Quadcopter yang Dapat Mempertahankan Ketinggian Tertentu Juang, Wili Kumara; Tung, Lauw Lim Un
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1542.645 KB) | DOI: 10.9744/jte.9.2.49-55

Abstract

Quadcopter adalah salah satu topik pembelajaran yang akan dilakukan oleh Laboratorium Elektronika Universitas Kristen Petra. Karakterisitik kestabilan terbang pada Quadcopter serta pertahanan terbang yang dilakukannya menjadi bahan ajar yang baik saat ini. Quadcopter menggunakan PID controller untuk melakukan keseimbangan terbang melalui pembacaan sudut oleh sensor MPU6050. Terdapat sensor SRF02 sebagai pendeteksi ketinggian yang juga menggunakan PID controller dalam mempertahankan ketinggian. Selain itu Quadcopter juga menggunakan remote control untuk keamanan operasional. Melalui pengujian MPU6050 diperoleh error sudut oleh sumbu putar x (roll) yaitu 2° dan y (pitch) yaitu -3° yang dirata-rata dengan jumlah data dari take off, menjaga ketinggian, hingga landing. Pertahanan terbang mengalami osilasi namun tetap berada pada batas bawah toleransi. Pertambahan nilai RPM propeller dari kisaran 2000 RPM hingga 10.000 RPM.
Uji Kecepatan Algoritma Convex-Hull: Graham dan Melkman Haryadi Setiabudi, Djoni
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 1 (2002): MARET 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.89 KB) | DOI: 10.9744/jte.2.1.

Abstract

The creating of convex hull for simple polygon is the basic application for computer graphics that can be developed to more complex application. Not all of convex hull algorithms have the same speed and quality, therefore it needs to choose the most appropriate one for our computer graphics application. In this research, two convex hull algorithms will be consider, those are Three Coin's (Graham) and A.A. Melkman's algorithms. Both of them will be compared based on the speed in creating the convex hull. In Three Coins algorithm, we find an extremal point and used bubble sort for its processes, while Melkman algorithm does not used sorting but it uses decque. From the analysis of the program which can be seen from time complexity, it is proved that Three coins algorithm had O(n2) while Melkman algorithm had O(n). From the result of testing repeatedly 25 times, it can be found that the average speed to create convex hull for simple polygon using 50 vertices, Three Coins (Graham) algorithm needs 53,8454 ms, while Melkman algorithm needs 0,116 ms. It means that the Melkman algorithm is faster 464 times than Three Coins (Graham) algorithm to create convex hull for simple polygon. Abstract in Bahasa Indonesia : Pembuatan convex hull pada simple polygon adalah aplikasi dasar pada komputer grafik yang dapat dikembangkan menjadi aplikasi grafik lain yang lebih kompleks. Tidak semua algoritma convex hull pada simple polygon mempunyai kecepatan dan ketepatan yang sama baiknya. Sehingga perlu dipilih yang terbaik dari algoritma - algoritma tersebut. Pada penelitian ini dibandingkan dua algoritma convex hull yaitu algoritma Three Coins (Graham) dan algoritma A.A. Melkman's, sebagai acuannya adalah simple polygon. Kedua algoritma ini akan dibandingkan berdasarkan kecepatan proses dalam pembuatan convex hull. Pada algoritma Three Coins dicari titik ekstrim dan digunakan bubble sort dalam prosesnya sedang pada algoritma Melkman tidak memakai proses sorting namun memakai decque. Hasil analisis program ditinjau dari kompleksitas waktu, didapatkan bahwa untuk algoritma Three Coins (Graham) adalah O(n2) sedangkan algoritma Melkman adalah O (n). Dari hasil pengujian yang diulangi sebanyak dua puluh lima kali, didapatkan bahwa kecepatan rata-rata untuk membuat convex hull untuk simple polygon dengan 50 vertices, menggunakan algoritma Three Coins (Graham) adalah 53.8584 ms sedangkan kalau memakai algoritma Melkman adalah 0,116 ms. Ini berarti algoritma Melkman lebih cepat 464 kali untuk pembuatan convex hull untuk simple polygon dibandingkan dengan algoritma Three Coins (Graham). Kata kunci: convex-hull, simple polygon, Three Coins, Graham, Melkman, kecepatan , komputer grafik.
Perancangan Kapasitor Jalan untuk Mengoperasikan Motor Induksi 3-Fasa pada Sistem Tenaga 1-Fasa Anthony, Zuriman
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2008): MARET 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.863 KB) | DOI: 10.9744/jte.8.1.46-51

Abstract

The method in operation three- phase induction motor on one-phase power supply by using capacitor had developed in success. This method has good response to rotation, less inrush current and increase power factor correction. The characteristic of the motor usually depend on the place and amplitude of the run capacitor used to the motor. Because of that, the purpose of this research is to give us a new method to place and choice the capacitance of run capacitor in operating three-phase induction motor on one phase power supply. The induction motor used was 1,5 kW, 220/380V; /Y; 50 Hz; 6,2/3,6A; 1400 rpm; B class, 0.84 lag. The result show that, the motor can be operated by using of run capacitor 25,9 F on 95,14% of load rating, 1400 rpm, 0.99 leading power factor, and less current harmonic distortion. Abstract in Bahasa Indonesia: Metode pengoperasian motor induksi 3-fasa pada sistem tenaga listrik 1-fasa dengan menggunakan kapasitor telah berkembang dengan baik. Metode ini digunakan karena mempunyai respon kecepatan yang cepat pada motor, arus start yang kecil dan perbaikan faktor daya hingga mendekati satu. Karakteristik motor saat beroperasi tergantung dari letak dan nilai kapasitor jalan yang digunakan pada motor. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuatkan metode baru dalam meletakkan dan memilih kapasitor jalan untuk mengoperasikan motor induksi 3-fasa pada sistem tenaga listrik 1-fasa. Data motor yang digunakan adalah motor induksi 3-fasa 1,5 kW; 220/380V; /Y; 50 Hz; 6,2/3,6A; 1400 rpm; kelas B; faktor daya 0.84 tertinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motor bekerja lebih baik dan lebih efisien jika kapasitor jalan diletakkan pada sisi kumparan dengan impedansi yang lebih besar. Motor dapat bekerja dengan menggunakan kapasitor 25,9 F pada beban 95,14%, kecepatan 1400 rpm, faktor daya 0,99 mendahului, dengan distorsi harmonik arus yang lebih rendah. Kata kunci: rangkaian kapasitor, nilai kapasitansi, daya semu pada motor (VA)
Algoritma Genetika untuk Mengoptimasi Konsumsi Energi pada Proses Kolom Distilasi Metanol-Air R. Biyanto, Totok
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2007): MARET 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.303 KB) | DOI: 10.9744/jte.7.1.43-49

Abstract

Distillation column has multivariable and nonlinear characteristics. High operation cost of distillation column required energy consumption optimization. The new alternative method to find out thelowestenergy consumtion of distillation column is optimization method using genetic algorithm. In this research, distillation model built up by neural network Multi Layer Perceptron (MLP) with Nonlinear Auto Regressive with eXternal input (NARX) structure, learning algorithm using Levenberg-Marquardt. Neural Network model has RMSE 3.9974x10-4 for condenser duty and RMSE 1.7435x10-4 for reboiler duty. Genetic algorithm optimization results are Qc 1.85E+07 and Qr 1.05E+07 which process variables are top pressure 106.846 Kpa, level condenser 30.289%, temperature feed 83.48 oC, fraction feed 0.5258, flow feed 493.518Kgmol/hour. In other word, there are decreasing steam and cooling water cost up to 46.2 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Kolom distilasi merupakan unit operasi yang kompleks dan nonlinier. Biaya operasi kolom distilasi yang sangat tinggi menuntut pengembangan metode yang mampu mengoptimasi kosumsi energi. Salah satu alternatif metode tersebut adalah optimasi algoritma genetika. Pemodelan kolom distilasi yang dilakukan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan struktur Multi Layer Perceptron (MLP). Struktur input model yang diturunkan adalah struktur Nonlinear Auto Regressive with eXternal input (NARX). Pangaturan bobot bagi jaringan syaraf tiruan dilakukan menggunakan algoritma Levenberg-Marquardt yang mampu memberikan hasil dengan RMSE cukup baik, yakni 3.9974x10-4 untuk beban energi condenser dan 1.7435x10-4 untuk beban energi reboiler. Hasil optimasi dengan metode algoritma genetika mendapatkan variabel proses pressure top 106.846 Kpa, level condenser 30.289%, temperatur feed 83.48 oC, fraksi feed 0.5258, feed 493.518 Kgmol/jam. Hasil optimasi diujikan secara simulasi pada plant hysys dan didapatkan Qc 1.83x107 dan Qr 1.33x107 atau menunjukkan terjadinya penurunan beban energi Qc dan Qr, sehingga menghemat biaya steam pada reboiler dan biaya cooling water sebesar 46.2 %. Kata kunci : Optimasi, Kolom distilasi, Jaringan syaraf tiruan, Algoritma genetika.
Pencarian Citra Menggunakan Metode Transformasi Wavelet dan Metrika Histogram Terurut Bagus K. Widiartha, Ida; Gede Pasek Suta Wijaya, I
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2006): MARET 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.146 KB) | DOI: 10.9744/jte.6.1.

Abstract

Image retrieval was a matching process between feature of query image and feature of target image. Image retrieval was a very interesting project because many institutions such as artistic gallery and police used it. This paper explained about image retrieval method that was used to retrieve image from a collection of images. The method was sorted wavelet histogram. The method was a result of development of previous image retrieval which implements histogram to wavelet transforms coefficients for feature extraction. The retrieval application just runs in the computer when the test was carried out. The result showed that this method gave good performance which the average of succeed rate was 100% for original image, 99,83% for the image of Blur, 90,25% for edge image and 73,57% for the 50% salt & paper noise image and the querying time is about 0.2 second. Abstract in Bahasa Indonesia : Pencarian citra merupakan proses pencocokan antara ciri-ciri citra query dengan ciri-ciri citra target (citra pustaka). Pencarian citra merupakan materi yang sangat menarik karena banyak digunakan oleh pihak-pihak yang memerlukan seperti galeri-galeri seni dan kepolisian. Paper ini menjelaskan tentang suatu teknik yang digunakan untuk melakukan pencarian citra dari setumpukan citra, teknik yang dimaksud adalah teknik histogram wavelet terurut. Teknik ini merupakan pengembangan teknik pencarian citra sebelumnya dengan menerapkan teknik histogram pada koefisien hasil transformasi wavelet untuk menentukan ciri-ciri citra. Pengujian dilakukan dengan hanya menjalan aplikasi pencarian.pada komputer Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode memberikan hasil yang memuaskan dengan tingkat kesuksesan pencarian rata-rata 100% untuk citra Asli, 99,83% untuk citra Blur, 90,25% untuk citra tepi dengan 73,57% untuk citra berderau 50% salt & paper dan waktu pencarian dengan kisaran 0.2 detik Kata kunci : pencarian citra, wavelet, histogram, ciri-ciri citra, citra query dan pustaka.
Modul Bi-lingual untuk Televisi dengan Menggunakan SAA7283ZP yang Diatur Lewat I2C dari 80C31 Ferdinando, Hany; , Resmana; Tenggara, Herlianto
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 1 (2001): MARET 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.169 KB) | DOI: 10.9744/jte.1.1.

Abstract

At the moment, in Indonesia has been able to enjoy NICAM (Near Instantaneous Companded Audio Multiplex ) technology within the television world. Television without NICAM facility, however, can receive the broadcast of the transmitter with NICAM technology, although it emits mono audio signal only. To receive broadcast with NICAM audio quality, TV audience, therefore has to buy a new set of television equipped with NICAM facility. Dealing with the problem, a module that can externally added to the television was made so that the audience of television with non-NICAM technology can enjoy the system itself. The module used the single chip NICAM decoder SAA7283ZP of Phillips semiconductor that can be adjusted using microcontroller software. The module receives IF signal taken from TV tuner and separates the audio and video signal present. SAA7283ZP controlled by 8031via I2C that is stimulated by 2 pin port 1, then takes and processes the audio 'data' . The output of the process is entered in a separated audio system, the testing result conceals that the occuring error is mostly influenced by the quality of RF signal received by the television set. This result is obviously seen as the testing system employs indoor and outdoor antennas. Besides that, improper grounding the system also affects the module in processing the NICAM signal. Abstract in Bahasa Indonesia : Saat ini di Indonesia sudah menikmati teknologi NICAM (Near Instantaneous Companded Audio Multiplex) dalam dunia pertelevisian. Namun pesawat TV yang belum memiliki fasilitas NICAM akan menangkap siaran dari pemancar dengan teknologi NICAM tetapi hanya mengeluarkan sinyal audio mono. Untuk dapat ikut menikmati siaran dengan kualitas audio NICAM ini pemirsa harus membeli televisi baru yang sudah dilengkapi dengan fasilitas tersebut. Karena itu dibuatlah suatu modul yang dapat ditambahkan secara eksternal pada pesawat televisi sehingga pemirsa dengan televisi teknologi non-NICAM dapat ikut menikmati sistem ini. Modul tersebut menggunakan single chip NICAM Decoder SAA7283ZP dari Phillips Semiconductor yang dapat diatur secara software menggunakan mikrokontroler. Modul menerima sinyal IF yang diambilkan dari tuner TV dan memisahkan sinyal gambar dan suara yang ada. Lalu data audio diambil dan diproses oleh SAA7283ZP yang diatur oleh 80C31 via I2C yang disimulasikan oleh 2 pin port 1. Sedangkan outputnya dimasukkan ke sebuah sistem audio yang terpisah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa error yang terjadi sangat dipengaruhi oleh kualitas sinyal RF yang diterima TV. Hal ini jelas terlihat pada saat sistem diuji dengan menggunakan antena dalam dan luar. Selain itu sistem grounding yang tidak tepat akan mempengaruhi kualitas modul dalam mengolah sinyal NICAM. Kata kunci: modul bi-lingual, NICAM decoder, I2C
Gain Minimum untuk Menjaga Stabilitas Non-inverting Amplifier Op Amp yang Berbeban Kapasitif Dalu Setiaji, F.
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 1 (2005): MARET 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.346 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.1.

Abstract

Non-inverting amplifier is one of the two basic operational amplifier (op amp) circuits. In this type of amplifier product between close loop gain at zero hertz (ADC) and bandwidth (BW) will be constant and equal to unity-gain frequency (ft). A capacitive load (CL) together with op amp output resistance (R0) will create a new pole at frequency fp, thus modifying frequency response of the amplifier. If ft greater than fp , a non-inverting amplifier might become unstable by having a high overshoot on its step response. One of the references used in this paper stated that the amplifier will be stable if ADC equal or greater than 10.(fp/ft). This paper explains that we can choose ADC much lower than 10.(fp/ft) while maintaining a relatively stable non-inverting amplifier. This conclusion agrees with simulation and measurement results. Abstract in Bahasa Indonesia : Non-inverting amplifier merupakan salah satu konfigurasi dasar amplifier berbasis op amp. Pada amplifier ini, hasil perkalian antara close loop gain pada frekuensi nol (ADC) dengan bandwidth (BW) akan bernilai konstan yaitu sebesar unity-gain frequency (ft) op amp yang dipakai. Sebuah beban kapasitif pada non-inverting amplifier bersama hambatan keluaran op amp (Ro) akan menciptakan satu kutub (pole) tambahan (fp) yang memodifikasi respon frekuensi amplifier. Apabila fp lebih kecil daripada ft maka amplifier dapat menjadi tidak stabil, yang ditunjukkan dengan adanya overshoot pada step response keluaran. Salah satu acuan yang dipakai menyatakan bahwa amplifier akan mencapai kestabilan bila dipenuhi nilai ADC minimal (ADCmin) sebesar 10.(ft/fp). Makalah ini menjelaskan bahwa kita dapat memilih ADC yang jauh lebih kecil dibandingkan 10.(ft/fp) dengan tetap mempertahankan kestabilan relatif non-inverting amplifier. Kesimpulan ini didukung oleh hasil simulasi perangkat-lunak dan pengujian amplifier secara riil. Kata kunci: Non-inverting amplifier, beban kapasitif, kestabilan, gain minimum.
Sistem Automasi Proses Produksi Minuman Dengan Sistem SCADA Menggunakan PLC Pasila, Felix; A. Ananda, Stephanus; Kusuma Rahardja, Nelson
Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2004): MARET 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.357 KB) | DOI: 10.9744/jte.4.1.

Abstract

Industries need production processes that can be operated continually from one process to another without a lot of human energy resources. The solution of the problem is using an automation system which can be worked and operated from one central operator. SCADA with PLC can be used in many industrial processes because it can answer all the problems in controlling industrial application automatically. This paper describe how to make a design of simulation plant for beverages production process. The plant will use : pumps, mixer, valves, and heater. This plant will be operated by PLC Omron C-200 HS which is connected to SCADA Intouch, Wonderware Production. The comunication between PLC Omron and SCADA Intouch use Host Link RS 232c with I/O Servers program. The result from the simulation plant design for the minimum power shaft pump is 6.788 Watt. The mixer need a motor with speed 114 rpm. And the heater need 1000 Watt at 01:44:21.64. While the minimum valve design is needed to hold the fluids pressure until 106,4096 KPa. Abstract in Bahasa Indonesia : Dunia industri membutuhkan suatu proses produksi yang dapat dioperasikan secara berurutan dari proses yang satu ke proses yang lain tanpa harus memakai tenaga manusia yang banyak. Untuk masalah itu, dibutuhkan sistem automasi yang dapat dijalankan dan dioperasikan dari satu pusat. SCADA dengan menggunakan PLC banyak dipakai dalam proses industri karena mampu menjawab semua masalah dalam mengontrol aplikasi industri secara otomatis. Paper ini menjelaskan bagaimana membuat simulasi plan dari proses produksi minuman beserta dengan desainnya. Plan yang akan digunakan meliputi : pompa, mixer, valve, dan heater. Plan tersebut akan dioperasikan menggunakan PLC Omron C-200 HS yang akan disambungan ke SCADA Intouch, buatan Wonderware. . Komunikasi antara PLC Omron dengan SCADA Intouch dilakukan dengan menggunakan Host Link RS232c dengan program I/O Servers. Hasil dari desain simulasi plan didapatkan daya poros pompa minimal sebesar 6,788 Watt. Untuk mixer dibutuhkan motor dengan kecepatan 114 rpm. Juga dibutuhkan waktu 01:44:21.64 dengan daya heater 1000 Watt. Sedangkan untuk desain valve minimal dibutuhkan valve yang mampu menahan tekanan fluida sampai 106,4096 KPa. Kata kunci : SCADA Intouch, Omron C-200HS, proses produksi minuman.
Kendali Suara Berbahasa Indonesia Untuk Automasi Rumah Tinggal Bogdan, Rafael; Santoso, Petrus; Lim, Resmana
Jurnal Teknik Elektro Vol 11, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.81 KB) | DOI: 10.9744/jte.11.1.1-6

Abstract

Pembuatan sistem kendali suara berbahasa Indonesia ini bertujuan untuk mengaplikasikan bahasa Indonesia ke dalam sistem pengendali perangkat rumah tangga menggunakan perintah suara. Hal ini dibuat guna memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang memiliki kemampuan terbatas dalam berbahasa asing. Fokus pembuatan sistem ini menggunakan Raspberry Pi sebagai “otak” dari keseluruhan sistem. Untuk mengenali perintah suara digunakan Speech-To-Text (STT) engine Julius. Pembuatan model bahasa dan model akustik menggunakan metode Hidden Markov Model (HMM), dengan bantuan perangkat lunak Hidden Markov Model Toolkit (HTK). Perekaman suara yang digunakan untuk training model akustik dilakukan dengan perangkat lunak Audacity. Penangkapan suara sistem menggunakan webcam USB dengan mikrofon built-in. Metode perancangan dan pembuatan dimulai dari studi literatur, perancangan dan pembuatan sistem, pengujian sistem, dan penarikan kesimpulan. Hasil akhir, didapatkan model training terbaik, yang memiliki jumlah sample training sebanyak 26 sample, dan dapat mengenali 11 perintah. Dengan menggunakan model tersebut, sistem dapat mengenali perintah yang diberikan pengguna baru dengan kesuksesan sebesar 49,09% sebelum melakukan training, dan 63,63% sesudah melakukan training (sebanyak 4 sample). Perintah dari pengguna lama dapat dikenali dengan kesuksesan sebesar 89,09% sesudah ditambahkannya training dari pengguna baru. Batas maksimal intensitas kebisingan yang ditangkap mikrofon agar sistem dapat mengenali perintah adalah 69 dB. Semakin jauh jarak pengguna saat memberikan perintah, dan semakin tinggi intensitas kebisingan yang ditangkap, menyebabkan turunnya kemampuan sistem dalam mengenali perintah.
Sistem Pengenalan Plat Nomor Mobil Dengan Metode Principal Components Analysis Lim, Resmana; Vendy W., Lukman; Gunadi, Kartika
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.728 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

The paper describes a vehicle plate recognition system based on computer vision technique. The vehicle image/video was taken from a digital camera and then the vehicle plate automatically identified, segmented and recognized by the system. The feature reduction technique of Principal Components Analysis (PCA) was used in the system. This application was built using Microsoft Visual C++ 6.0®, Microsoft® DirectShow®, Intel® Image Processing Library and Open Source Computer Vision (OpenCV) Library. The application has been implemented and was able to detect vehicle plate position and recognize it using a PC Pentium II/400 MHz. The recognition rate of ±82% was achieved based on recognition of hundreds alphanumeric images (alphanumeric A-Z, 0-9). This sistem is prospective enough to be used for control and security system in parking area. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini membahas sistem pengenalan plat nomor mobil menggunakan teknik computer vision. Image mobil diambil dari kamera, dan selanjutnya diidentifikasi secara otomatis dengan cara mencari lokasi plat nomor mobil tersebut, mensegmentasi setiap karakter yang ada dari plat tersebut dan kemudian melakukan pengenalan pada setiap karakter dengan metode feature reduction PCA. Aplikasi ini dibangun menggunakan Microsoft Visual C++ 6.0®, Microsoft® DirectShow®, Intel® Image Processing Library dan Open Source Computer Vision Library. Aplikasi ini telah diimplementasikan dan dapat mendeteksi letak plat nomor serta mengenalinya pada PC Pentium II/400 MHz. Sistem telah diujicobakan pada suatu basis data yang mewakili 26 karakter (0-9, A-Z) yang masing-masing terdiri dari beberapa variasi gambar mobil. Hasil uji coba menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup menggembirakan, dimana tingkat keberhasilan mencapai ±82%. Sistem cukup prospektif digunakan sebagai salah satu sistem kontrol dan sekuriti pada area parkir. Kata kunci : deteksi plat nomor mobil, pengenalan plat nomor, PCA, pengenalan pola, OpenCV.

Page 1 of 17 | Total Record : 161