cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN MENGGUNAKAN ALAT LABORATORIUM MELALUI METODE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 26 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2008/2009 Riandari, Henny
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini dengan latar belakang prinsip instan yang banyak melanda anak sekarang, dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang memungkinkan siswa mengikuti prinsip instan tersebut. Padahal untuk memahami suatu materi tidak bisa dilakukan dengan instan, harus sering dilakukan pelatihan .  selain itu pengenalan laboratorium pada anak SMP kelas VII merupakan hal yang perlu dipahami terutama pemahaman tentang alat-alat laboratorium tersebut. Dalam penelitian ini memiliki tujuan Untuk mengetahui apakah terdapat perubahan pemahaman siswa siswa kelas VII G tentang alat-alat laboratorium (terutama Biologi) sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan melalui metode make and match . Untuk mengetahui apakah terdapat perubahan ketrampilan kelas VII G tentang alat-alat laboratorium (terutama Biologi) sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan melalui metode make and match  .Untuk mengetahui apakah pembelajaran Sains melalui metode make and match dengan pendekatan proses dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Guru sebagai motivator dan fasilitator bagi pembelajaran yang dilakukan di kelas. Dengan memfasilitasi proses pembelajaran agar diciptakan suasana yang menyenangkan dan dapat membangkitkan afinitas (keaktifan) siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Peneliti menggunakan metode make and match yaitu dengan permainan yang membangkitkan afinitas siswa, kerja sama dengan teman serta win-win solution dalam menyelesaikan masalah kelompok menjadi karakteristik dari penelitian ini. Metode make and match , peneliti lakukan melalui permainan memasangkan, mencari pasangan serta berjuang untuk berpasangan. Dari permainan tersebut ternyata afektifitas, dan pemahaman siswa dapat meningkat. Dari hasil penelitian dapat disimpilkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman tentang alat-alat laboratorium, baik nama, bentuk serta fungsi masing-masing alat laboratorium tersebut. Ketuntasan meningkat dari 25 % menjadi 80 % sedangkan nilai rata-rata kelas dari 39 % menjadi 76 %.   Kata Kunci : Make a match, win-win solution, afinitas siswa.
OPTIMASI KONDISI FERMENTASI UNTUK PRODUKSI SELULOSA BAKTERI OLEH STRAIN SLK-1 DALAM MEDIA DASAR AIR KELAPA (OPTIMIZATION OF FERMENTATION CONDITIONS FOR THE PRODUCTION OF BACTERIAL CELLULOSE BY SLK-1 STRAIN IN COCONUT WATER BASED MEDIUM) Sarkono, Sarkono; Moeljopawiro, Sukarti; Setiaji, Bambang; Sembiring, Langkah
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah mengoptimasi kondisi fermentasi terbaik strain Bakteri Asam Asetat penghasil selulosa yaitu isolat SLK-1.  Strain ini diisolasi dari buah salak pada penelitian sebelumnya.  Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi fermentasi optimum untuk pertumbuhan dan produksi selulosa pada isolat SLK-1  dicapai dengan sumber karbon gula pasir, sumber nitrogen ammonium sulfat, pH 7, suhu inkubasi 25°C dan metode fermentasi statis. Karakter struktur permukaan selulosa hasil fermentasi isolat SLK-1 dipengaruhi oleh metode fermentasi yang digunakan.  Metode fermentasi goyangan berpengaruh menurunkan produksi selulosa pada  isolat SLK-1 dan merubah struktur permukaan yaitu susunan mikrofibril lebih renggang dan membentuk gelembung.   Kata Kunci: bakteri asam asetat, optimasi, fermentasi, selulosa bakteri, penggoyangan
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KEDUANG WONOGIRI INDONESIA Maridi, Maridi
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana karakteristik masyarakat dalam hal ini petani di Daerah Aliran Sungai Keduang dan peran sertanya dalam pengelolaan daerah aliran sungai. Karakteristik petani meliputi tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan luas lahan garapan. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang berada di wilayah Sub DAS Keduang atau melewati jalur sungai DAS dan menjadi anggota Kelompok Konservasi Tanah dan Air (KKTA) di wilayah Desa Gemawang Kecamatan Ngadirojo, Desa Sambirejo Kecamatan Jatisrono, Desa Pingkuk Kecamatan Jatiroto, Desa Sukoboyo Kecamatan Slogohimo dan Desa Sembukan Kecamatan Sidoharjo. Sedangkan sampel data diambil dari 5 kecamatan tersebut secara random. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik petani di Daerah Aliran Sungai keduang secara umum memiliki tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah. Sedangkan lahan garapan mayoritas digunakan sebagai lahan persawahan. Peran serta masyarakat ditingkatkan dengan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan.   Kata Kunci: peran serta masyarakat, pengelolaan daerah aliran sungai Keduang
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI STRATEGI RECIPROCAL TEACHING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Sarwinda, Wiratamasari
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kreatif merupakan salah satu kecakapan hidup yang dibutuhkan pada abad 21. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan ini yaitu melalui pendidikan. Keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada. Biologi merupakan salah satu bidang IPA yang memberikan wadah bagi siswa untuk mengasah keterampilan berpikir kreatif. Keterampilan ini tidak dapat berubah dengan sendirinya. Diperlukan suatu rangsangan berupa inovasi strategi pembelajaran yang membantu memberdayakan keterampilan tersebut. Salah satu stategi pembelajaran yang dapat membantu memberdayakan keterampilan tersebut adalah Reciprocal Teaching (RT). Penggunaan Strategi RT pada struktur pembelajaran biologi SMA diharapkan dapat membantu memperdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN C T L (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) MELALUI METODE DEMONSTRASI Budiharti, Rini
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini  adalah : 1). Apakah yang dimaksud dengan pembelajaran kontekstual  (CTL) ? 2). Bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan CTL ? 3). Bagaimanakah bentuk pembelajaran Fisika dengan dengan pendekatan CTL  melalui metode demonstrasi ?Perubahan kurikulum yang terjadi saat ini menuntut dalam  pembelajaran Fisika yang semula berbasis TCL (Teacher Centered Learning) diarahkan pada pembelajaran yang berbasis SCL (Student Centered Learning) Pada pola pembelajaran tersebut guru berperan sebagai fasilitator, sehingga siswa selama proses pembelajaran dengan segala fasilitas yang ada didorong untuk dapat menemukan konsep yang harus dia pelajari. Pendekatan C T L merupakan salah satu model alternatif yang diharapkan mampu mengakomodasi berbagai harapan pencapaian dalam pembelajaran Fisika tersebut.Berdasarkan dari pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut :Pembelajaran kontekstual (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif.Pembelajaran dengan pendekatan CTL mengacu pada tujuh komponen utama yaitu  constructivism,  discovery,  questioning , jar ( learning community, modelling, reflection dan authentic assesment. Sedangkan langkah-langkah pembelajarannya meliputi kegiatan-kegiatan : relating, experiencing, applying, cooperating dan transferring.Metode demonstrasi diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan mempertunjukan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari menurut topik bahasan yang diajarkan.Bentuk dan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan CTL melalui metode demonstrasi dapat diuraikan dalam Satuan Pelajaran (SP) dan Rancangan Program Pembelajaran (RPP). Kata kunci : pembelajaran Fisika, CTL, metode demonstrasi.
ARTIKEL KAJIAN PERANAN DAN POLA AKUMULASI PROLINE TANAMAN PADA ADAPTASI CEKAMAN KEKERINGAN Prihastanti, Erma
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Para ahli klimatologi memperkirakan dampak pemanasan global akan menyebabkan terjadinya periode kekeringan yang lama. Periode kekeringan sering berasosiasi dengan peristiwa ENSO (El Nino Southern Oscillation). Dibanding dekade sebelumnya, peristiwa ENSO diramalkan akan lebih sering terjadi di masa datang.  Saat musim kering panjang dan berasosiasi dengan peristiwa ENSO sering diiringi oleh penurunan pertumbuhan bahkan kematian tanaman. Tanaman yang mengalami cekaman kekeringan akan berusaha untuk melakukan perubahan-perubahan fisiologi sebagai bentuk adaptasinya. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah kemampuan tanaman untuk mempertahankan tekanan osmotik dengan mengakumulasi senyawa osmolit  sel sebagai respon terhadap perubahan potensial air dari lingkungan sel. Sebagai konsekuensi dari akumulasi ini, potensial osmotik sel lebih rendah dan cenderung untuk menjaga tekanan turgor. Proline bebas sering terakumulasi selama tanaman mengalami kekeringan yang disebabkan oleh aktivasi biosintesa  dan inaktivasi  degradasi proline. Seringkali peningkatan jumlah proline  dianggap merupakan indikasi toleransi terhadap  kekeringan. Namun demikian masih terjadi kontrovesi tentang fungsi proteksi dari akumulasi proline karena beberapa kasus menunjukkan jika terjadi  over produksi proline justru dapat berakibat buruk saat tanaman menghadapi kondisi cekaman kekeringan. Tulisan ini bertujuan mengkaji peranan dan pola akumulasi proline pada tanaman dalam menghadapi cekaman kekeringan.   Kata Kunci : Proline, pola akumulasi prolin, cekaman kekeringan
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG SAWO KECIK (MANILKARA KAUKI L DUBARD)TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Prayudhani, Maya Firdausi; Hastuti, Utami Sri; Suarsini, Endang
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi Sawo kecik (Manilkara kauki  L. Dubard) sebagai sumber obat alami untuk diare belum terbukti secara ilmiah.Sawo kecik mengandung flavonoid yakni senyawa yang bersifat sebagai antibakteri, sehingga sawo kecik diasumsikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini ialah: 1) untuk menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro, 2) untuk menentukan kombinasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik dengan variasi konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  Escherichia coli    secara  in vitro. Daya antibakteri ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik dalam konsentrasi 0%, 5%, 15%, 25%, 35%, 45%,  55%, 65%, 75%, 85%, 95% dan 100% diuji terhadap bakteri Escherichia coli secara in vitro dengan metode difusi agar dengan cara Kirby Bauer Test. Antibiotik Levofloxacin  digunakan sebagai kontrol positif.  Data yang diperoleh dibandingkan dengan kontrol positif dan  dianalisis menggunakan analisis varian ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) perbedaan konsentrasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik berpengaruh terhadap penghambatan pertumbuhan  Escherichia coli  secara in vitro, 2) ekstrak etanol kulit batang sawo kecik pada konsentrasi  55% merupakan kombinasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  Escherichia coli  dengan rerata diameter zona hambat yang dihasilkan sebesar 12.3 mm (51% terhadap Levofloxacin). Kata kunci: Daya antibakteri, Metode difusi agar, Ekstrak etanol, Sawo kecik (Manilkara kauki  L  Dubard), Escherichia coli.
MEMBANGUN PERILAKU MASYARAKAT ARIF LINGKUNGAN HIDUP Karyanto, Puguh
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemusatan perhatian pada membangun perilaku individu maupun institusi merupakan upaya kunci dalam menangani permasalahan lingkungan yang ada. Pemusatan pada perilaku berarti memusatkan pada ranah sebab atau ?causal chain?. Pemusatan pada ranah sebab merupakan salah satu yang perlu mendapat prioritas karena ?sebab? bersifat lebih multidimensi sehingga relatif masih sulit untuk ditangani. Merujuk pada kerangka konseptual DPSIR dan Theory of Planned Behavior, pada ranah sebab terdapat konstruk ?capacity? dan ?incentive? sebagai variabel yang berasosiasi dengan perilaku arif lingkungan. Pemusatan pada  ?capacity? dan ?incentive?, penguatan pendidikan lingkungan efektif, orientasi afektif vertikal terintegrasi dalam pendidikan formal dan non formal serta secara informal penanaman dan habituasi nilai-nilai lingkungan di masyarakat  dan keluarga merupakan langkah-langkah yang dapat diupayakan untuk membangun masyarakat arif lingkungan.   Kata Kunci: Masalah lingkungan, ranah sebab, ?capacity?, ?incentive?, Pendidikan Lingkungan, masyarakat arif lingkungan
STIMULASI BELAJAR MANDIRI MELALUI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MASALAH PADA MATA KULIAH PLANT EMBRYOLOGY AND REPRODUCTION (SBI PROGRAM) DI PRODI P. BIOLOGI FKIP UNS Probosari, Riezky Maya
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) implementasi  bahan ajar berbasis masalah  dalam merangsang kemandirian belajar mahasiswa pada   mata kuliah Plant Embryology and Reproduction, 2) penggunaan bahan ajar berbasis masalah  dalam meningkatkan keaktifan mahasiswa  pada mata kuliah Plant Embryology and Reproduction Penelitian ini merupakan  penelitian tindakan kelas (Classroom Action research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus meliputi identifikasi permasalahan yang ada di kelas, perencanaan tindakan berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pelaksanaan tindakan berupa penerapan bahan ajar berbasis masalah, observasi dan evaluasi, serta refleksi untuk tindakan berikutnya. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester 4 program SBI di Prodi P. Biologi UNS tahun ajaran 2009/2010 sejumlah 21 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode  observasi, wawancara, angket, tes dan kajian dokumen.Validitas data dengan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,  secara umum didapatkan bahwa pada akhir siklus 2,  prosentase mahasiswa yang lulus sebesar 100% dengan prosentase nilai A dan B.  Penelitian dinyatakan selesai pada akhir siklus 2 karena indikator kinerja yang diharapkan  yaitu jumlah mahasiswa yang lulus minimal sebesar 80%  dengan prosentase mahasiswa yang memperoleh nilai diatas B sebesar 66,67%,  meningkatnya kemandirian belajar dan keaktifan mahasiswa serta meningkatnya performansi mengajar dosen di mata mahasiswa sudah tercapai. Kesimpulan yang bisa diambil adalah 1) bahan ajar berbasis masalah  dapat merangsang kemandirian belajar mahasiswa 2) penggunaan bahan ajar berbasis masalah  dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa   baik dalam pencarian sumber belajar maupun partisipasi  dalam pembelajaran.   Kata kunci :  bahan ajar,  berbasis masalah, kemandirian belajar
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KUBIS (BRASSICA OLERACEA VAR. CAPITATA L) TERHADAP LIMA BAKTERI PATOGEN Herawati, Rosita Fitri; Mulyani, Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak kloroform dan metanol daun kubis (Brassica oleracea var. capitata L) terhadap bakteri Bacillus licheniformis, Staphylococcus epidermidis, Acinetobacter calcoaceticus, Salmonella typhi, dan Klebsiella pneumonia. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen di laboratorium, dengan tahapan: (1) ekstraksi daun kubis dengan metode maserasi menggunakan pelarut kloroform dan metanol, (2) pemekatan menggunakan rotary evaporator, (3) pengujian aktivitas antibakteri ekstrak kloroform dan metanol daun kubis dengan konsentrasi (b/v) 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70% dan 80% terhadap bakteri uji gram positif (B. licheniformis, S. epidermidis) dan gram negative (A. calcoaceticus, S. typhi, dan K. pneumonia) dengan metode sumuran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) ekstrak metanol daun kubis (Brassica oleracea var. capitata L) mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri uji. Sedangkan ekstrak kloroform daun kubis tidak memberikan zona hambat sama sekali, (2) efek antimikroba 50 % ekstrak metanol daun kubis memberikan zona hambat terhadap laju pertumbuhan bakteri B. licheniformis, S. epidermidis, A. calcoaceticus, S. typhi, dan K. pneumonia berturut-turut sebesar 12,50 mm, 13,20 mm, 13,79 mm; 13,40 mm; dan 13,54 mm. Dari hasil (2) tampak bahwa aktivitas ekstrak metanol daun kubis (Brassica oleracea var. capitata L) pada konsentrasi 50% cenderung lebih aktif terhadap bakteri gram negatif, daripada bakteri gram positif.   Kata kunci:  antibakteri, Brassica oleracea var. capitata L,kubis

Page 1 of 37 | Total Record : 363