cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologia : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologia
ISSN : 18580327     EISSN : 25492136     DOI : -
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi is a peer-reviewed scientific journal in psychology published by the Faculty of Psychology Universitas Sumatera Utara (USU). Psikologia aims to accommodate the exchange of ideas among Indonesian psychological scientists.
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KOMITMEN PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAHAN DAERAH Anindiati, Qisty; Mariatin, Emmy
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v11i2.15779

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan dampak dari motivasi kerja  dan disiplin kerja terhadap pegawai negeri sipil Pemerintahan daerah Kab. Langkat. Penelitian ini melibatkan 115 pegawai negeri sipil Pemerintahan daerah Kab. Langkat. Data dikumpulkan menggunakan skala dari Komitmen organisasi, Motivasi kerja dan Disiplin Kerja. Analisa data menggunakan analisa regresi berganda. Koefisien determinasi dari Motivasi kerja dan disiplin kerja berkontribusi sebesar 42,8% pada komitmen pegawai negeri sipil. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi kerja dan disiplin kerja meningkatkan komitmen pegawai negeri sipil ditempat kerjanya. Implikasi dari penelitian ini diharapkan bahwa instansi terkait dapat meningkatkan komitmen pegawai negeri sipilnya melalui peningkatan pada faktor-faktor  yang  mempengaruhi  Motivasi kerja dan Disiplin kerja. 
HUBUNGAN SENSE OF HUMOR DENGAN KEBAHAGIAAN PADA LANSI A Puspita, Ayu; Rangkuti, Rahmi Putri
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v10i1.14589

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia menimbulkan masalah terutama dari segi kesehatan dan kesejahteraan lansia. Masalah tersebut jika tidak ditangani akan berkembang menjadi masalah yang kompleks dari segi fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan kesehatandan kesejahteraan mereka. Individu yang memiliki sense of humor yang tinggi diketahuidapat lebih baik menggunakan coping stress, menjalin hubungan dengan orang disekitarnya,dan memiliki mental dan fisik yang lebih sehat. Ketika lansia dapat mengatasi perasaanstresnya dengan baik, maka perasaan sedih atau kecewa yang mungkin timbul akanberkurang, sehingga lansia akan memiliki kebahagiaan dalam hidupnya. Penelitian inibertujuan untuk menguji hubungan antara sense of humor dengan kebahagiaan pada lansia.Subjek penelitian berjumlah 195 orang lansia dengan rentang usia 60-85 tahun yang diambildengan teknik purposive sampling. Analisa data yang diperoleh dari hasil nilai korelasiSpearman menunjukkan ada hubungan antara sense of humor dengan kebahagiaan padalansia.Kata-kata kunci: Sense of humor, kebahagiaan, lansiaThe increasing number of elderly pose a problem, especially in terms of health and well-being of the elderly. If the problem left untreated will develop into a complex problem in terms of physical, mental, and social health and well-being related to them. Individuals who have a sense of humor is known to be better use of coping with stress, relationships with people around him, and mentally and physically healthier. When the elderly can better cope with the stress feelings, then feelings of sadness or disappointment that may arise will be reduced, so that the elderly will have happiness in life. This study aims to examine the relationship between sense of humor and happiness in elderly. The subject of the study amounted to 195 person elderly with age range from 60-85 years old taken with purposive sampling technique. Analysis of data obtained from the results of the Spearman correlation showed there is a relationship between sense of humor and happiness in elderly.Keywords: Sense of humor, happiness, elderly
STUDI KASUS MENGENAI SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA DALAM MASA EMERGING ADULTHOOD YANG ORANG TUANYA BERCERAI Hioeliani, Elia Lady; Nitimihardjo, Carolina; Setiawan, Tery
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v10i1.14585

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran dinamika subjective well-being pada remaja dalam masa emerging adulthood yang orang tuanya bercerai. Rancangan yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini menggunakan dua kasus, dengan karakteristik bahwa perceraian orang tua terjadiketika remaja berada pada rentang usia sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara secara mendalam. Kerangka wawancara dibuat oleh peneliti berdasarkan teori subjective well-being dari Ed Diener dan Robert Biswas-Diener (2008). Kredibilitas dari penelitian ini ditingkatkan dengan menggunakan triangulasi data. Berdasarkan hasil pengolahan data  dengan menggunakan mixed methods content analysis, diperoleh gambaran dinamika subjective well-being dilihat dari aspek dan faktor yang memengaruhinya. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian adalah bahwa saat ini remaja dalam masa emerging adulthood yang orang tuanya bercerai dapat dikatakan cenderung bahagia (subjective well-being). Agama, pendapatan, relasi sosial, dan tujuan hidup merupakan faktor penting yang memengaruhi tercapainya subjective well-being. Peneliti mengajukan saran agar peneliti selanjutnya melakukan penelitian kepada subjek dengan jenis kelamin yang berbeda. Kata-kata kunci: Subjective well-being, remaja emerging adulthood, orang tuanya berceraiThis research is a case study concerning subjective well-being in adolescents in the period of emerging adulthood whose parents were divorced. The purpose of this research is to obtain the dynamic ofsubjective well-being in adolescents in the period of emerging adulthood whose parents were divorced. This research used two cases, with characteristic that parental divorce occurred when adolescents werein primary school. The data is obtained by using  in-depth interview. Framework interview is made by researcher using subjective well -being theory by Ed Diener and Robert Biswas-Diener (2008).Credibility of this research is improved by using data triangulation. Based on data analysis using mixed methods content analysis, researcher obtains the picture of the dynamic of subjective well-being from theaspects and influencial factors. Conclusion from this research is adolescents in the period of emerging adulthood whose parents were divorced tend to be happy (subjective well-being). Religion, income, socialrelations, and the purpose of life are important factors that influence the achievement of subjective wellbeing. Suggestion for the next researcheris to use a different gender as their subject of research.Keywords: Subjective well-being, adolescents in emerging adulthood, divorced parents
PENGARUH PERSEPSI PENGEMBANGAN KARIR DAN WORK-FAMILY CONFLICT TERHADAP INTENSI TURNOVER Panggabean, Monica Sarina
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v11i2.15777

Abstract

Intensi turnover adalah kecendrungan atau niat karyawan untuk berhenti bekerja dari pekerjaannya secara sukarela menurut pilihannya sendiri, namun belum diwujudkan dalam tindakan nyata meninggalkan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran persepsi pengembangan karir dan work family conflict terhadap intensi turnover pada karyawan PT Bank Sumut. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 114 karyawan wanita di seluruh unit kantor PT Bank Sumut. Studi ini menunjukkan bahwa persepsi positif karyawan terhadap pengembangan karir dan tingkat work family conflict yang rendah dapat menurunkan intensi turnover.
HUBUNGAN ANTARA BELIEF IN JUST WORLD DENGAN PERILAKU MENOLONG PENGEMIS Saputri, Sri; Burhan, Omar Khalifa
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v10i1.14590

Abstract

Penelitian ini hendak melihat kaitan antara tingkat belief in just world yang dimiliki oleh individu dengan perilaku memberikan sumbangan kepada pengemis jalanan yang merupakan bentuk pelanggaran hukum.Belief in just world merupakan kepercayaan seseorang bahwa dunia adalah tempat yang adil, dimana halhal yang baik akan dibalas dengan yang baik, sedangkan hal-hal yang buruk akan dibalas dengan yang buruk. Penelitian mengenai belief in just world pernah dilakukan di Barat, tetapi hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara belief in just world dengan perilaku menolong pengemis. Sesuai dengan hipotesis yang diajukan,semakin tinggi belief in just world yang dimiliki oleh individu maka akan semakin tinggi kecenderungan terjadi perilaku menolong pengemis yang dilakukan oleh individu tersebut.Kata-kata kunci: Belief in just world, perilaku menolong, pengemisThis research examined the relation between the belief in just world and helping behaviour to beggars. Specifically, we examined the relation between the belief in just world owned by individual and their behaviour contributed to street beggar which is a violation of law. Belief in just world is belief in a person that the world is a place of fair, in which things that are good will get goodness as reprisal, while bad things will of reprisal with bad. Research on belief in just world has been done in the west but this research result in contrast with the results of previous research. The results of this research show that there is a relation between the belief in just world and helping behavior to beggars. Consistent with the hypothesis that submitted, the higher the belief in just world that is owned by the individual, the higher the tendency to help beggars, performed by the individual.Keywords: Belief in just world, helping behavior, beggars
INTENSI BERHENTI MEROKOK: PERAN SIKAP TERHADAP PERINGATAN PADA BUNGKUS ROKOK DAN PERCEIVED BEHAVIORAL CONTROL Indrawani, Sherly Natasha; Mailani, Liana; Nilawati, Nurmaizar
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v9i2.8761

Abstract

Penelitian ini meneliti hubungan antara sikap terhadap tanda peringatan pada bungkus rokok dan perceived behavioral control untuk berhenti merokok dengan intensi untuk berhenti merokok. Partisipan di dalam penelitian ini adalah 60 orang karyawan PT. SAI Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa sikap positif terhadap peringatan pada bungkus rokok dan perceived behavioral control untuk berhenti merokok berasosiasi positif dengan intensi untuk berhenti merokok. Penelitian ini mendemonstrasikan efektivitas peringatan pada bungkus rokok untuk meningkatkan intensi berhenti merokok.The present research examines the relationships of attitude towards the warning label on cigarettes package and perceived behavioral control to quit smoking on the intention to quit smoking. Participants were 60 employee of PT. SAI Indonesia. The results suggests that positive attitudes towards warning label on cigarettes package and perceived behavioral control to quit smoking are positively correlated with the intention to quit smoking. The present study demonstrated the effectiveness of warning label on cigarettes package in increasing smoker?s intention to quit.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MEDAN AREA Damayanti, Nefi; Siregar, Mulia; Harahap, Puspa Ega
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v10i1.14588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan kemandirian belajar pada mahasiswa angkatan 2013 di Fakultas Psikologi, Universitas Medan Area (UMA). Sebanyak 80 orang responden dipilih secara acak dan diminta untuk mengisi skala motivasi belajar yang terdiri dari 33 aitem dan skala kemandirian belajar yang terdiri dari 36 aitem. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Dari analisis data disimpulkan secara umum bahwa ada hubungan linier antara motivasi belajar dan kemandirian belajar pada mahasiswa angkatan 2013 di Fakultas Psikologi UMA (rxy = 0,778, p < 0,00). Mahasiswa diharapkan untuk mempertahankan motivasi belajar untuk meningkatkan kemandirian belajar.Kata-kata kunci :motivasi belajar ; kemandirian belajar ; mahasiswaThe purpose of this study was to examine the correlation between learning motivation and self-directed learning on student in Faculty of Psychology class of 2013, University of Medan Area aged 18-25 years old, a total of 80 people were randomly selected for the research and asked to complete a 33 item  of learning motivation scale and 36 item of self directed learning scale. The result from data analysis, which was use Pearson Product Moment techniques, has shown that the relationship between learning motivation and self directed learning on research sample were categorized as high correlation (rxy= 0,778, p < 0, 000). Students were  expected to maintain the learning motivation  to improve selfdirected learning.Keyword : learning motivation; self-directed learning; student
PERAN JENDER DAN SOCIAL LOAFING TENDENCY TERHADAP PRESTASI AKADEMIK DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN Zahra, Yunita; Eliana, Rika; Budiman, Zuhdi; Novliadi, Ferry
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v10i1.14583

Abstract

Di dalam penelitian ini, kami memeriksa bagaimana jender dan kecenderungan pemalasan sosial (socialloafing tendency: SLT) yang dimiliki mahasiswa dapat berdampak pada prestasi akademik, dalam kontekspembelajaran kooperatif. Penelitian dilaksanakan terhadap mahasiswa dari dua universitas di kota Medan,Sumatera Utara (Universitas Sumatera Utara dan Universitas Medan Area). Kedua universitas dipilihdengan pertimbangan bahwa keduanya banyak menitik-beratkan proses pembelajaran melalui metodepembelajaran kooperatif di berbagai mata kuliah. Hasil penelitian mengkonfirmasi dua dari tiga hipotesisyang diajukan. Pertama, SLT yang tinggi berasosiasi dengan prestasi akademik yang rendah (Hipotesis 1).Kedua, perempuan cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih tinggi daripada laki-laki (Hipotesis2). Namun, analisis mediasional tidak menunjukkan dukungan terhadap dugaan bahwa SLT bertindaksebagai mediator antara hubungan jender dengan prestasi akademik (Hipotesis 3).Kata-kata kunci: Social loafing tendency, pembelajaran kooperatif, prestasi akademik, jenderIn the present research, we examined the effect of gender and social loafing tendency (SLT) on students?academic achievement, in the context of cooperative learning. We conducted the research on students fromtwo university in Medan, North Sumatera (University of Sumatera Utara and Medan Area University). Thetwo universities were chosen on the basis that the two relies heavily on the cooperative learning approachas teaching instruction on many study subjects. The results of the study confirms two of the three proposedhypotheses. First, SLT is associated with low academic achievement (Hypothesis 1). Second, femalestudents tended to have better academic achievement than male students (Hypothesis 2). However,mediation analysis did not support the idea that SLT mediates the relationship of gender and academicachievement (Hypothesis 3). Discussions describes some ways of reducing social loafing behavior,specifically among male students.Keywords: Social loafing tendency, cooperative learning, academic achievement, gender
BAGAIMANA KELOMPOK AHMADIYAH SEHARUSNYA BERAKULTURASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM MAINSTREAM: PERAN KONGRUENSI DAN EVALUASI IDEOLOGI Simamora, Nanda Khairani
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v9i1.7661

Abstract

Di dalam penelitian ini, kami memeriksa sejauh apa kongruensi dan evaluasi terhadap ideologi menjadi faktor penentu orientasi akulturasi individu anggota kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas. Secara spesifik, kami memeriksa orientasi akulturasi individu anggota kelompok Islam mainstream terhadap dua kelompok Ahmadiyah, yaitu Ahmadiyah Lahore (kongruensi ideologi tinggi dengan Islam mainstream) dan Qadiyan (kongruensi ideologi rendah dengan Islam mainstream). Hasil menunjukkan individu cenderung mengevaluasi secara positif kelompok yang memiliki kongruensi ideologi yang tinggi dengan Islam mainstream (Ahmadiyah Lahore). Sedangkan evaluasi cenderung negatif terhadap kelompok yang memiliki ideologi yang berkongruensi rendah dengan Islam mainstream (Ahmadiyah Qadiyan). Evaluasi yang positif (atau negatif) sebagai implikasi dari kongruensi ideologi menentukan preferensi individu tentang bagaimana seharusnya kelompok-kelompok minoritas (Ahmadiyah Lahore dan Qadiyan) seharusnya berakulturasi di dalam masyarakat. Secara spesifik, evaluasi positif terhadap kelompok Ahmadiyah Lahore berdampak pada preferensi individu untuk menerima kelompok tersebut untuk berakulturasi dengan orientasi integrasi atau individualisme. Sedangkan evaluasi negatif terhadap kelompok Ahmadiyah Qadiyan berdampak pada preferensi individu untuk menolak kelompok tersebut untuk berakulturasi dengan orientasi integrasi atau individualisme, terlebih menginginkan kelompok tersebut untuk menggunakan strategi ekslusi, asimilasi, dan segregasi.
PENGERJAAN TUGAS RUMAH DAN KEPUASAN PERNIKAHAN: STUDI PADA PASANGAN DUAL EARNER DI KOTA BANDUNG Setiawan, Tery
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v9i2.8329

Abstract

Di dalam penelitian ini saya melihat hubungan antara pengerjaan tugas rumah dengan kepuasan pernikahan pada pasangan dual earner di kota Bandung. Penelitian ini melibatkan 20 pasangan suami-isteri. Hasil menunjukkan hal-hal berikut: (1) Bagi isteri, pengerjaan tugas rumah berkorelasi positif dengan kepuasan pernikahannya; (2) sebaliknya, bagi suami, pengerjaan tugas rumah justru berkorelasi negatif dengan kepuasan pernikahan. Diskusi saya fokuskan pada ideologi jender sebagai mediator potensial yang dapat menentukan asosiasi antara banyaknya pengerjaan tugas rumah dengan kepuasan pernikahan.

Page 1 of 10 | Total Record : 94