cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 1,606 Documents
STRATEGY ANALYSIS TO IMPROVE CONSULTANT QUALIFICATION IN SURABAYA Octavio, Faris Afif; Wiguna, I Putu Artama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49682

Abstract

Electronic Procurement Agency indicated that in the 2015 up to 2017 project for infrastructure consulting services with qualifying middle to upper class in the Minister for Republic Works and Human Sattlements increased 5% per year. The Development Institution Construction Services shows that number of consulting firm in Surabaya city with qualifying middle to upper level less than 20 company, while the company consultant were at the middle to lower is very much. This research aimed to producing strategy in the qualification a consulting firm in Surabaya city. The variables used in a study are internal and external factors in increasing the consultant qualification. This variables analysis using Strength Weakness Opportunity Treats Matrix (SWOT), External Internal Matrix (I-E), and Quantities Strategic Planning Matrix (QSPM) used to determine the best strategy. The result of the study indicate several strategies that can be used to improve consultans qualification. The first strategy is joint venture with other consulting firm to enhance experiences and increase the income of company. The second strategy is improve the quality of human resources and adjust infrastructure facilities with international quality standard namely ISO 9001. The third strategy is work on projects that have high risk.
SEQUENCE NARRATIVE PADA ‘AKTIVASI’ KORIDOR MELALUI INTERVENSI RESIDUAL SPACE Islamuddin, David; Samodra, Franciscus Teddy Badai
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49254

Abstract

Sequence Narrative sebagai salah satu metode mendesain pada ranah arsitektur, menempatkan penghadiran sebuah situasi menjadi fokusan utama. Pengalaman akan ruang dan keterhubungannya diskenariokan secara holistik menurut kronologisnya. Dalam satu cerita narasi yang utuh, perancang berusaha menghadirkan pengalaman antar ruang sehingga pengguna secara tidak sadar mampu menikmati satu kesatuan desain. Pada skala yang lebih besar, ruang yang dimaksud tidak hanya pada single building, lebih dari itu pada skala urban. Sebuah koridor merupakan salah satu media urban yang memili cakupan lebih besar dan intervensi yang lebih kompleks. Permasalahn koridor yang berusaha diselesaikan adalah mengenai residual space. Dimana residual space merupakan lahan sisa yang tidak memiliki manfaat bagi sekitar. Dimana pada suatu permasalahn kontekstual, residual space menjadi salah satu faktor degradasi nilai kawasan. Kerangka konsep yang berusaha diusulkan adalah dengan cara mengintervensi residual space menggunakan metode sequence narrative, dimana ruang sisa ini deskenariokan secara holistik, sehingga memiliki kesatuan cerita dalam satu koridor.
KONSEP DESAIN AKTIF PADA RANCANGAN COWORKING SPACE Mustofa, Khodijah; Hayati, Arina
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49095

Abstract

Generasi Z memiliki kecenderungan sifat tenggelam dalam dunia maya dan individualis, sehingga diperlukan tempat kerja yang dapat mendorong mereka lebih aktif bergerak serta bersosialisasi. Hal ini berpengaruh pada bagaimana merancang bangunan arsitektural yang dapat mewadahi gabungan aktivitas fisik dalam kegiatan sehari-hari di dalam maupun dari luar bangunan. Makalah ini memaparkan proses merancang coworking space dengan merespon sifat kerja Generasi Z. Proses rancang menggunakan Design Active sebagai konsep utama serta metode context analysis dalam kerangka berpikir force-based. Rancangan bangunan berfokus pada penyediaan ruang kerja bersama yang dapat memperbaiki perilaku pengguna untuk hidup lebih sehat selama bekerja. Makalah ini juga menjelaskan implementasi Desain Aktif dan green building dalam rancangan coworking space dengan menguraikan parameter serta kriteria rancangan berbasis force-based framework.
PENGOLAHAN VISUAL PADA INTERIOR DAN EKSTERIOR GALERI SENI Layli, Afiya Afwa; Prasetyo, Endy Yudho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49089

Abstract

Visual merupakan aspek yang dianggap penting oleh masyarakat umum. Seiring dengan berkembangnya zaman, akses terhadap konten visual menjadi semakin mudah karena adanya peran media. Hal tersebut secara tidak langsung menjadikan aspek visual menjadi prioritas dalam berbagai hal, termasuk salah satunya arsitektur. Arsitektur saat ini berlomba-lomba menampilkan wujudnya yang indah sehingga tidak sedikit arsitektur yang ingin tampil lebih menonjol dibanding sekitarnya. Tidak hanya melalui eksterior, interior dari arsitektur juga ditata agar ia visually appealing. Salah satu dampaknya, muncul tempat-tempat yang memiliki predikat ?instagramable?. Dominasi peran visual dan predikat ?instagramable? pada arsitektur mampu berpotensi mengurangi esensi dari suatu objek arsitektur. Untuk mengurangi dominasi tersebut dan mengembalikan peran arsitektur yang lebih esensial, diperlukan suatu langkah dan pendekatan yang spesifik. Teori gestalt, konfigurasi spasial, dan konfigurasi visual diterapkan pada objek rancang agar peran visual yang hadir tidak terlalu dominan diimbangi fungsi eksibisi dari galeri seni untuk mewujudkan arsitektur yang utuh.
DESAIN HOTEL DENGAN KONSEP SHIFTING DI KAWASAN KENJERAN Pratasik, Joshua Alexandre; Antaryama, I Gusti Ngurah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48857

Abstract

Perkembangan teknologi selain memudahkan merancang juga memudahkan replikasi arsitektur. Akibatnya, identitas wilayah dimana arsitektur tersebut berdiri menjadi terpengaruh. Wilayah memiliki identitas yang dapat dikenali melalui karakteristik tapak, kondisi iklim dan cuaca setempat, serta tradisi dan kehidupan masyarakat sekitar. Akibat replikasi arsitektur yang tidak memerhatikan konteks, teknologi mendominasi dan menjadi objek asing di tengah kondisi tapak, memengaruhi identitas wilayah tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pendekatan yang dipakai adalah critical regionalism yang mengangkat kehidupan masyarakat kampung nelayan Kenjeran sebagai konsep. Metode yang digunakan adalah interpretasi ulang menggunakan idiom kontemporer agar solusi yang dihasilkan tidak menyerupai bangunan tradisional. Manifestasi solusi tersebut adalah Hotel Kampung Nelayan Kenjeran dengan konsep shifting yang berfokus pada permainan material dan elevasi pada sirkulasi dalam desain.  
AKSES MELIHAT, TERLIHAT DAN SIRKULASI YANG BERKELINDAN PADA RUANG PUBLIK Sari, Wisnu Retno Kartika; Antaryama, I Gusti Ngurah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48837

Abstract

Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Meningkatnya kasus tindak kriminal di ruang publik yang disebabkan oleh faktor ruang mengakibatkan ruang gerak masyarakat menjadi terbatas. Dalam sudut pandang arsitektur dan perencanaan kota, ruang yang tidak dirancang dengan baik akan semakin rentan terhadap tindak kriminal. Ruang publik yang pada mulanya dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dalam beberapa kondisi justru memberikan peluang terjadinya tindak kriminal. Untuk itu diperlukan upaya untuk menjamin keamaan setiap pengguna yang melakukan aktivitas di ruang publik tanpa memberi batasan-batasan yang rigid. Ditinjau dari pendekatan environmental design based on crime prevention yang membahas tentang perancangan arsitektur atau lingkungan yang berfokus pada pencegahan tindak kriminal akan menurunkan resiko terjadinya tindak kriminal. Menerapkan prinsip CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design) dalam rancangan arsitektur merupakan upaya menekan resiko terjadinya tindak kriminal di ruang publik. Peripheral vision, permutasi bentuk interaksi, modifikasi sirkulasi dan hirarki ruang digunakan sebagai dasar dalam eksplorasi tatanan ruang. Eksplorasi tersebut menghasilkan sebuah desain yang memiliki sistem sirkulasi yang bekelindan (antar ruang saling terikat dan terhubung) serta kemampuan ruang untuk dapat terlihat dari berbagai titik dan mampu melihat ke berbagai titik. Kualitas dari arsitektur yang dihadirkan akan membantu mewujudkan kondisi kontrol sosial yang memungkinkan setiap penggunanya bisa saling berinteraksi dan saling mengawasi.
KONSEP KATALIS WAKTU DALAM PERANCANGAN MUSEUM KOTA BOGOR Azzam, Lalu Fatih; Hayati, Arina
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48649

Abstract

Arsitektur sebagai katalis waktu merupakan konsep dimana persepsi waktu sebuah aktivitas dipercepat tanpa merubah bagaimana aktivitas yang dikatalisasi dijalankan. Perancangan ini mencoba melihat sisi lain dari bagaimana memahami keterkaitan antara waktu dan perilaku manusia serta interpretasinya dalam arsitektur. Ketika seseorang menjalani sebuah aktivitas tertentu dengan persepsi waktu yang lambat, arsitektur dapat diperankan sebagai sebuah katalisator untuk membentuk persepsi waktu yang baru  dengan memanipulasi ruang dimana aktivitas tersebut diadakan. Perancangan ini menggunakan metode narasi  untuk menarik abstraksi pengalaman ruang. Abstraksi ini yang kemudian dieksplorasi untuk menciptakan elemen arsitektur dengan menghadirkan pengalaman ruang baru dengan cara brainstorming dan SWOT Analysis. Untuk dapat menciptakan ruang katalis tersebut, pengalaman ruang aktivitas dengan persepsi waktu cepat ditanamkan ke dalam aktivitas dengan persepsi waktu lambat. Dengan melakukan pemograman ulang ruang aktivitas menggunakan  elemen baru, maka akan terbentuk pula persepsi yang baru dari pengguna ruang.
EKPLORASI PROGRAM RUANG SEBAGAI ASPEK REDEFINISI PENJARA Abidzar, Fachri; Kharismawan, Rabbani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48645

Abstract

Penjara merupakan sebuah sistem penghukuman kepada manusia yang melakukan kesalahan, yang berakhir dari mulai penahanan hingga eksekusi. Yang tentunya hal tersebut telah dilatur oleh hukum yang berlaku pada wilayah tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, kehadiran penjara dianggap tidak dapat menyelesaikan masalah, ia malah menciptakan masalah masalah sosial baru yang lebih pelik. Redefinisi penjara mencoba untuk melihat dan mempertanyakan kembali fungsi penjara dan perannya dalam institusi hukum yang memiliki kewenangan tidak hanya dalam menjalani putusan hukuman para narapidana, namun juga dapat merehabilitasi mereka menuju arah yang lebih baik, yang dalam hal ini ditinjau dari studi mengenai tipologi program ruang yang terdapat pada penjara yang kemudian akan di eliminasi menjadi sebuah tipologi program ruang baru yang terfokus pada sirkulasi dari penghuninya. 
KOMUNIKASI DALAM ARSITEKTUR BAGI PENYANDANG AUTISME DAN TUNA GRAHITA Cahyaning, Adviza Rindang; Cahyadini, Sarah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48769

Abstract

Penyandang Autisme dan tuna grahita merupakan dua developmental delayed yang paling banyak terjadi di dunia, Autisme dan tuna grahita masing-masing memiliki gejala yang berbeda, namun keduanya memiliki isyu hambatan dalam hal komunikasi dan interaksi terhadap lingkungan sosial mereka. Arsitektur sebagai ruang terbangun turut andil dalam membentuk perilaku anak autisme dan tuna grahita; oleh karena itu isu komunikasi dihadirkan dalam arsitektur untuk membantu penyandang autisme dan tuna grahita dalam menggunakan ruang terbangun tersebut.
PENERAPAN KONSEP MATERIAL LIGHTWEIGHT PADA DESAIN AMPHIBIOUS HOUSE Putri, Salsabila Adelia; Setyawan, Wahyu
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48692

Abstract

Kota Pekalongan merupakan salah satu kota yang terkena bencana banjir rob setiap tahunnya. Banjir rob sendiri dalam setahun bisa melanda beberapa kali. Salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak banjir rob ini adalah daerah pesisir Pantai Sari Pekalongan. Banjir yang merendam rumah warga menjadikan rumah cepat rusak dan permukiman warga pun menjadi terkesan kumuh, karena banyaknya rumah yang rusak dan lingkungan yang menjadi kotor akibat genangan air banjir. Dengan isu banjir yang melanda permukiman, maka warga membutuhkan solusi bagi permukiman agar bisa hidup berdampingan dengan banjir. Dilakukan redesain pada wilayah permukiman warga, dimana dibuat sistem baru untuk bangunan rumah untuk menghadapi banjir. Metode yang digunakan adalah force-based framework, dimana banjir sebagai penggerak utama dalam menentukan tujuan desain, dan konsep yang keluar pun merespon adanya banjir rob dan juga lingkungan sekitar, berupa desain unit rumah dengan material lightweight. Bangunan juga menggunakan sistem amfibi yang dikombinasikan dengan sistem modular dan memperhatikan material-material yang ramah lingkungan dan ringan agar mudah terapung.

Page 1 of 161 | Total Record : 1606